sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Thursday, March 20, 2014
BUKU MENGENAI SELUK BELUK PERBURUHAN DI INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SELUK BELUK PERBURUHAN DI INDONESIA
Ivan Taniputera
2 Maret 2014

Judul: Pedoman Perburuhan
Penulis: R. Soejono
Penerbit: C.C.T. van Dorp & Co N.V., Djakarta, Bandung, Semarang, Surabaja, 1952
Jumlah halaman: 159
Buku ini membahas berbagai hal mengenai perburuhan di Indonesia. Berikut ini adalah daftar isinya.


Berikut ini adalah kutipan dari halaman 41:
"POLITIK PERBURUHAN
1.Kementerian Perburuhan R.I.
(Menteri S. K. Trimurty)
Sewaktu Mr. Wilopo mendjabat Menteri Muda Kementerian Perburuhan (2 Djuli 1947-28 Djanuari 1948) di Jogjakarta, oleh beliau dikeluarkan suatu statement mengenai Politik Perburuhan R.I sebagai berikut:
Pendahuluan:
Politik Perburuhan hanja dapat diberikan dengan djelas djika terlebih dahulu diterangkan pokok2 pendirian Pemerintah jang mengenai soal2 Perekonomian. Pendahuluan keterangan tentang Politik Ekonomi ini diperlukan, karena bukan sadja pentingnja tempat jang harus diberikan kepada buruh dalam dunia produksi, tetapi djuga karena rapat tersangkut pautnja atas perekonomian sesuatu Negara dengan paham sosial jang hidup dalam kalbu rakjatnja.
Lebih2 sesudah perang dunia kedua ini,......"
Pada halaman 46 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Berhubung dengan itu maka politik perburuhan Republik Indonesia menudju kearah tertjapainja tjita2 sebagai berikut:
1.Tenaga manusia (manpower) dalam lapangan produksi dihargai setinggi-tingginya. Mereka tidak lagi ondergeschikt kepada ondernemers (kapitaal), akan tetapi mereka mempunjai tingkatna kedudukan jang sama (bedrijfsgenoten)...."
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
buruh,
Indonesia,
perburuhan,
Sejarah,
sejarah Indonesia,
undang-undang,
undang-undang perburuhan
BUKU TENTANG DEMOKRASI DI INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG DEMOKRASI DI INDONESIA
Ivan Taniputera
10 Maret 2014
. 
Judul: Mens en Vrijheid in Indonesie
Penulis: Dr. C.A.O. van Nieuwenhuijze
Penerbit: N.V. Uitgeverij W. van Hoeve-s'-Gravenhage, Bandung, 1949
Jumlah halaman: 212
Bahasa: Belanda
Jika diterjemahkan, judul buku ini adalah "Manusia dan Kemerdekaan di Indonesia.
Berikut ini adalah daftar isinya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, February 18, 2014
BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI
Ivan Taniputera
18 Februari 2014

Judul: Perang Paderi di Sumatera Barat
Penulis: Muhamad Radjab
Penerbit: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K., 1954
Jumlah halaman: 430
Ini adalah buku yang sangat baik dan mudah dipahami mengenai Perang Paderi. Pada bab 1 berjudul "Perbenturan Agama dan Adat" diulas mengenai keadaan masyarakat Minangkabau sebelum Paderi. Pada halaman 3 dapat kita jumpai uraian sebagai berikut:
"Diachir abad ke-18 sebelum bangsa Belanda mendjedjakkan kakinja di Padang Darat, rakjat daerah jang sangat permai dan subur pada umumnja, hidup dalam kemakmuran. Kesentosaan mereka hanja kadang-kadang diganggu oleh perkelahian dan perang batu antara dua golongan rakjat, dari Kota Piliang dan Tjaniago, perang batu antara kampung ini dengan kampung itu, atau satu suku dengan jang lainnja.....
"Penduduk Minangkabau seluruhnja terbagi dalam dua belas suku jang berbeda-beda namanja, da mereka diam tersebar diseluruh keradjaan dan dirantau, dan tiap orang jang sesuku menganggap dirinja ada pertalian darah. Malahan seorang laki-laki tidak boleh mengawini perempuan jang sesuku dengan dia."
Pada halaman 4 dan 5 dapat kita baca:
"Keradjaan Minangkabau pada masa itu sedang menurun dan mundur. Kekuatan dari dalam jang mendorong kemadjuannja tidak ada lagi. Pembesar-pembesar tidak mempunjai tjita-tjita jang mulia.......
Kaum bangsawan itu menghabiskan waktunja dengan permainan, pergi kegelanggang menjabung ajam, berdadu dan berdjudi. Setiap hari diadakan gelanggang disetiap kampung berganti-ganti...."
Pada halaman 10 diriwayatkan mengenai Haji Miskin yang membakar balai tempat menyabung ayam:
"Larangan menjabung ajam dan lain-lainnja dari Hadji Miskin tidak diperdulikan oleh orang banjak. Hadji Miskin jang djengkel, pada suatu malam membakar balai tempat orang mendurhaka kepada Tuhan itu. Kaum adat bukan kepalang marahnja; Hadji Miskin lalu dikedjarnja bersama-sama, akan dibunuh dan ditjentjangnja. Hadji Miskin dapat melarikan diri ke Kota Lawas, bersembunji disurau Tuanku Mesiangan."
Pada Bab II berjudul "Api Perang Saudara Mulai Menjala" antara lain diriwayatkan mengenai pertempuran pertama yang terjadi antara kaum Adat dan kaum Agama. Pada halaman 20 dapat kita baca:
"Kira-kira setahun sesudah paham baru tersebar di Luhak Agam, sengadja untuk menaikkan darah guru-guru agama jang bertindak keras, dikampung Bukit Batabuh, didekat Sungai Puar dan dilereng Gunung Merapi, diadakan oleh kaum adat keramaian menjabung ajam. Tuanku Kota Tua jang mendengar berita ini, segera mengundang guru-guru agama dan penghulu-penghulu kesatu rapat, dan dimintanja hadirin akan mengurungkan maksud menjabung itu...."
Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai lampiran:
Lampiran 1: Kontrak Penjerahan Keradjaan Minangkabau Kepada Belanda.
Lampiran 2: Persetudjuan Masang.
Lampiran 3: Persetudjuan Keramat-De Stuers.
Berikut ini adalah contoh halamannya.



Berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Indonesia,
Perang Paderi,
Sejarah,
sejarah Indonesia
Monday, February 17, 2014
BUKU MENGENAI SEJARAH REPUBLIK INDONESIA SERIKAT
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SEJARAH REPUBLIK INDONESIA SERIKAT
Ivan Taniputera
17 Februari 2014

Judul: Taufan Disekitar Negara Indonesia
Penulis: Mustafa Sulaiman
Penerbit: Widjaja, Djakarta, 1951
Jumlah halaman: 136
Buku ini membahas mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi semasa Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada bab pertama berjudul "Politik Pemerintah Dimuka Parlemen" dapat kita baca sebagai berikut (halaman 3):
"Kesulitan-kesulitan, baik politis maupun ekonomis ataupun sosial jang dihadapi oleh Pemerintah Republik Indonesia Serikat dari semendjak saat penjerahan Kedaulatan di Amsterdam pada tanggal 27 Desember 1949 selama enam bulan pertama dari usianja mentjapai setahun, pada hakekatnja akan kita mulai dari tanggal 15 Februari 1950, djam 10.00 pagi dengan pidato dari Presiden Sukarno pada pembukaan Parlemen RIS,...."
Pada halaman 5 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Sidang jang terhormat!
Bahaja aksi Westerling ini tidak boleh dipandang remeh. Siapa selama ini jang memasang kupingnja dan membuka matanja, tahu bahwa aksi Westerling ini telah disiapkan oleh kaum reaksioner, lama sebelum penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949...."
Pada halaman 44 terdapat kutipan sebagai beirkut:
"Siapa Andi Azis?
Andi Azis baru berusia 25 tahun dan kelahiran Barru, Sulawesi Selatan. Perawakannya gemuk dan tampak tidak intellegent.
Ia masuk KNIL sedjak tahun 1945. Pada pagi hari pemberontakan tersebut Andi berpakaian uniform KNIL dan tidak pakai tanda pangkat. Dilengannja terdapat tanda Merah Putih dan dipinggangnja tergantung sebuah postol dan terselit sebilah pisah belati, sedangkan dilehernja dikalungkan sehelai sapu tangan...."
Pada halaman 77 terdapat kutipan sebagai beirkut:
"Sembojan "Irian harus masuk Indonesia sebelum fadjar tahun 1951 menjingsing," kini merupakan teka-teki jang menanti penjelesaian.
Kita harus akui keuletan Belanda dalam mempertahankan roti mereka, walaupun......"
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Indonesia,
Republik Indonesia Serikat,
RIS,
Sejarah,
sejarah Indonesia
Wednesday, February 12, 2014
BUKU TENTANG ADAT ISTIADAT DAN CERITA RAKYAT DI INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG ADAT ISTIADAT DAN CERITA RAKYAT DI INDONESIA
Ivan Taniputera
12 Februari 2014

Judul: Brosur Adat Istiadat dan Tjeritera Rakjat
Penerbit: Urusan Adat Istiadat dan Tjeritera Rakjat Djawatan Kebudayaan, Departemen P.D. dan K., 1965
Jumlah halaman: 90
Buku ini mengulas peristiwa-peristiwa adat dan kisah-kisah rakyat yang ada di negara kita. Sebagai contoh, pada halaman 9-20 terdapat ulasan mengenai "Upacara Ruwatan Anak" di desa Karangtengah, Tjilongok, Adjibarang). berikut ini adalah sedikit kutipannya:
"Pada tanggal 23 Djuni 1960 didesa Karangtengah, tidak djauh disebelah utara setasiun Karangsari, Ketjamatan Tjilongok, Kawedanan Adjibarang, diadakan upacara "Ruwatan" oleh seorang penduduk desa tersebut. Ia hanja mempunjai seorang anak perempuan, anak tunggal, sebab itu perlu diruwat, supaya terlepas dari intaian Batara Kala. Upatjara dilangsungkan dengan pertundjukan wajang kulit dan mengambil lakon: Lahirnja Batara Kala. Sebagai perlengkapan upatjara, dibelakang kelir wajang ditaruh sesadji, jang berwudjud:
1.Tumpeng komaran dua buah (dilain daerah Djawa Tengah disebut tumpeng robjong, gunungan nasi dihias denga lidi2 jang diberi katjang pandjang, lombok, bawang merah, krupuk goreng, bunga2an, kertas berwarna dsb).
2.Tumpeng salawe, (tumpeng ketjil2 berdjumlah dua puluh lima).
3.Pisang sesisir.
........................................dst."
Selanjutnya pada halaman 21-29 terdapat artikel berjudul "Idulfitri disekitar Bandjarnegara." Berikut ini adalah sedikit kutipannya:
"Kata adat istiadat adalah berpangkal pada kata adat (bhs Arab) jang dalam bahasa Indonesia berarti kebiasaan. Adat istiadat adalah suatu kebiasaan jang turun temurun dari manusia atau kelompok manusia (besar atau ketjil) dalam suatu daerah tertentu (ketjil atau luas) da berdjalan terus menerus. Soal turun temurun ini dapat dari manusianja (penduduknja) atau dari daerahnja.."
Pada halaman 30-38 terdapat artikel mengenai "Upatjara Permohonan Hudjan di Kuripan (Kawedanan Gerung Kabupaten Lombok barat)." Berikut ini adalah sedikit kutipannya:
"Upatjara ini dilakukan mereka apabila pada tahun itu hudjan djarang turun. Seperti pada tahun 1961 ini di Lombok sangat kurang hudjannja djika dibandingkan dengan tahun-tahun jang lampau jang tentunja djika tetap sebagai ini sebahagian besar orang di Lombok tidak dapat menanam padi. Pada saat jang begini orang-orang Kuripan jang masih tebal kepertjajaannja mengadakan upatjara. Menurut kepertjajaan mereka bahwa djarangnja hudjan itu disebabkan karena jang diperguan digunung Sasak, suatu gunung jang terletak di sebelah selatan desa Kuripan, sebal hatinja karena Rakjat Kuripan melupakan dia. Konon beliau itu adalah Radja pertama di Kuripan dari keturunan Radja Pedjanggik, beliau bernama Nek Laki Batu Muter Bumi. Semasa hidupnja terkenal sebagai Radja jang bidjaksana dan awas kepada masa jang akan datang....."
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, February 1, 2014
BUKU HASIL PERSIDANGAN KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT TANGGAL 25 FEBRUARI-25 MARET 1947
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU HASIL PERSIDANGAN KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT TANGGAL 25 FEBRUARI-25 MARET 1947
Ivan Taniputera
1 Februari 2014

Judul: Saat Bersedjarah
Penulis: Parada Harahap
Penerbit: Gapura N.V., Jakarta, 1951
Jumlah halaman: 89
Buku ini berisikan hasil sidang Komite Nasional Indonesia Pusat tanggal 25 Februari-25 Maret 1947 di Malang.
Sebagai contoh pada halaman 37, Wakil Presiden DRS. Mohamad Hatta memberikan keterangannya pula:
"Semendjak mulanja sidang dibuka, Wakil Presiden selalu hadir, baik bersama dengan Presiden pada permulaannja baik pun sendirian, ketika Presiden kembali ke Djokjakarta berhubung dengan keadaan njonja Beliau jang kurang sehat.
Semua kupasan dan kritik jang tadjam-tadjam jang diperdengarkan oleh anggoa, mengenai Peraturan Presiden nomor 6 didengarkannja baik-baik dan kerapkali kelihatan beliau mengadakan tjatetan.
Nampak dari perobahan warna muka Beliau kadang-kadang kemerah-merahan, suatu tanda ada mengandung kekesalan dan kemarahan, melihat berbagai-bagai sikap dan tjara jang kadang-kadang harus diakui, patutlah djuga Beliau marah....... tetapi bagi Beliau jang terkenal pandai menahan hati itu hanjalah nampak pada wadjah Beliau sadja tanda kemarahan hati.....
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, January 28, 2014
BUKU PIDATO JENDERAL SOEHARTO MENGENAI PENYERAHAN KEKUASAAN PEMERINTAHAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU PIDATO JENDERAL SOEHARTO MENGENAI PENYERAHAN KEKUASAAN PEMERINTAHAN
Ivan Taniputera
28 Januari 2014

Judul: Keterangan Pemerintah Pada Sidang Pleno DPR-GR Tanggal 4 Maret 1967 Mengenai Penjerahan Kekuasaan Pemerintahan
Oleh: Ketua Presidium Kabinet Ampera
Penerbit: Departemen Penerangan RI, 1967
Jumlah halaman: 22
Ini merupakan pidato Jenderal Soeharto tanggal 4 Maret 1967. Beberapa kutipannya adalah sebagai berikut:
"Pertama-tama perkenankanlah kami atas nama Pemerintah menjampaikan terima kasih jang mendalam atas kesempatan jang diberikan oleh DPR-GR jang terhormat untuk menjampaikan keterangan-keterangan disekitar Pengumuman Presiden/Mandataris MPRS/ Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia tanggal 20 Pebruari 1967 tentang Penjerahan Kekuasaan Pemerintahan oleh Presiden kepada kami selaku Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966." (halaman 5)
"Tanda-tanda baik jang kami maksud ialah, bahwa walaupun tidak puas dengan pidato NAWAKSARA, MPRS telah memberi kesempatan kepada Mandaris-nja, Presiden untuk melengkapi pertanggungan-djawab tersebut." (halaman 11)
"Seperti diatas telah disinggung, Pemegang Ketetapan IX telah tidak henti-hentinja mengadakan usaha-usaha atas dasar rasa wadjib dan tanggung-djawabnja untuk menjelesaikan situasi konflik itu, jang berkisar pada diri Presiden Sukarno, untuk merubah sikap politiknja sesuai jang dikehendaki rakjat. Dalam rangka usaha ini Pemegang Ketetapan IX djuga tidak menutup kemungkinan usaha-usaha jang dilakukan oleh fihak lain, dari golongan manapun untuk mendjernihkan suasaja jang dalam keadaan konflik jang gelap itu, namun sampai hari-hari permulaan bulan Pebruari jang lalu tidak didapatkan hasil jang memberikan harapan positif." (halaman 14).
Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, October 14, 2012
WISATA MASJID CHENG HO SURABAYA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Masjid bernuansa Tionghoa ini didirikan atas prakarsa dan usaha sesepuh, penasehat, pengurus PITI dan juga pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.
Peletakan batu pertama pada tanggal 15 Oktober 2001 yang bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW namun pembangunannya sendiri baru dimulai pada tanggal 10 Maret 2002 yang kemudian di resmikan pada 13 Oktober 2002.
Masjid Cheng Ho Surabaya ini bangunannya menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma) dan berada di area komplek gedung serba guna Pembina Imam Tauhid Islam (PITI) Jatim Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa) Surabaya.
Cat Masjid ini sangat dominan oleh warna merah, hijau, dan kuning. Sedangkan Ornamen baik didalam maupun luar sangatlah kental dengan nuanta Tiongkok lama. Pintu masuknya mirip dengan bentuk pagoda, ditambah lagi dengan adanya relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Alloh dalam huruf Arab di puncak pagoda. Disebelah kiri bangunan dilengkapi dengan sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.
Disamping kental dengan arsitektur khas Cina, namun juga merupakan penggabungan dari bangunan "Joglo" Jawa. Hal ini pula menunjukkan adanya percampuran budaya antara budaya Cina dan budaya Jawa yang telah terjalin sejak dahulu kala. Nama Masjid Cheng Ho diambil dari nama Laksamana Cheng Ho, yaitu seorang panglima besar muslim dari Cina..
Kenapa dinamakan Masjid Cheng Ho?
Dinamakan seperti ini adalah sebagai bentuk penghormatan warga Tionghoa pada Laksamana Cheng Ho, seorang panglima besar asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, si panglima ini bukan hanya sekedar berdagang, namun juga menjalin persahabatan untuk menyebarkan agama Islam.
Sekitar abad ke 15 pada masa Dinasti Ming (1368 – 1643), pedagang pedagang Tionghoa Tionghoa dari daerah Yunnan berdatangan untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam terutama di pulau jawa. Kemudian Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zhang Hee atau yang dikenal pula dengan nama Sam Poo Kong atau Pompu Awang lengkap dengan armada kebesarannya datang ke pulau jawa pada tahun 1410 dan tahun 1416 mendarat di pantai Simongan Semarang. Disamping itu, dia datang ke pulau jawa adalah sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi raja majapahit sekaligus bertujuan untuk menyebarkan agama Islam.
Nah untuk mengenang perjuangan dan dakwah Laksamana Cheng Hoo, disamping warga Tionghoa muslim juga ingin memiliki sebuah masjid dengan gaya Tionghoa, maka diresmikanlah masjid ini pada tanggal 13 Oktober 2002.
Masjid Cheng Hoo ini bisa menampung kurang lebih 200 jama'ah, dengan luas banyungan utama 11 x 9 meter persegi. Masjid Muhammad Cheng Hoo juga memiliki 8 sisi dibagian atas bangunan utama. Ketiga ukuran atau angka itu ada maksudnya. Sebagai mana layaknya etnis Tionghoa, maka pemilihan angka diatas adalah bertujuan untuk memberi makna yakni angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 merupakan lambang Walisongo, dan angka 8 melambangkan Pat Kwa atau keberuntungan/ kejayaan dalam bahasa Tionghoa.
Sangat menarik kan Masjid Cheng Ho ini? silahkan anda kunjungi bila berkesempatan ke surabaya.
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SEJARAH MASJID NASIONAL AL AKBAR SURABAYA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) diproyeksikan untuk mewujudkan konsep masjid dalam arti luas, sebagai Islamic Center dengan peran multidimensi dengan misi religius, cultural dan edukatif termasuk wisata religi, untuk membangun dunia Islam yang rahmatan al amien.
Secara lahiriyahnya, MAS akan menjadi Landmark kota Surabaya, dan secara simbolik memperkaya peta dunia Islam, yang tentunya mengangkat citra kota Surabaya di mancanegara.
MAS dibangun atas gagasan Walikota Surabaya saat itu, H. Soenarto Soemoprawiro (Alm) dengan peletakkan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H. Try Sutrisno pada bulan Agustus 1995, sedangkan pembangunannya dimulai sejak September 1996. Pada 10 Nopember 2000 MAS diresmikan oleh Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid.
Tanah untuk membangun Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) disediakan oleh Pemda Surabaya (Pemkot Surabaya), dari tanah peruntukkan fasilitas umum ditambah lahan sawah penduduk yang telah dibebaskan hingga luasnya mencapai kurang lebih 11,2 ha yang lokasinya terletak di kawasan Pagesangan Surabaya Selatan, di tepi jalan tol Surabaya – Malang. Keberadaan masjid ini juga sangat khas sebagai gerbang kota Surabaya dari arah Bandara Internasional Juanda.
Dari desain arsitektur yang dikerjakan oleh Tim Institut Teknologi Surabaya (Tim ITS) dengan konsultan ahli yang telah berpengalaman banyak membangun masjid-masjid besar di Indonesia maupun luar negeri. Pelaksanaan mulai dilakukan dengan loading test untuk mengetahui kekuatan beban tanah, kemudian langkah selanjutnya adalah menentukan arah kiblat yang berita acaranya dihadiri dan disahkan oleh pemuka-pemuka agama dari Departemen Agama, Dewan Masjid dan lain-lain.
Untuk kelancaran pembangunan, berdasar rekomendasi dari Departemen Perhubungan dan Departemen Pekerjaan Umum membuka jalan tol menuju masjid, untuk mengangkat alat-alat berat yang tidak mungkin bisa melalui akses jalan pemukiman penduduk.
Mengingat posisi tanah labil dengan tingkat kekerasan yang minim, maka pembuatan pondasi dilakukan dengan system pondasi dalam atau pakubumi, dengan menancapkan tiang pancang. Sempat terjadi kekurangan stok tiang pancang sehingga harus dipasok dari Jawa Tengah. Tiang pancang yang diperlukan untuk berdirinya masjid ini sebanyak tidak kurang dari 2000 tiang pancang. Proses pemancangan tiang pondasi ini menghabiskan waktu kurang lebih tiga bulan.
Lantai dirancang dengan ketinggian 3 meter dari permukaan jalan sekitar lokasi, berarti diperlukan tanah pengurugan setinggi itu pula. Namun dalam pelaksanaan selanjutnya mengalami perubahan, ruang urugan dijadikan basement, lantai diatas basement (lantai 1) disangga dengan tiang-tiang (sistem flooting floor).
Pengerjaan lantai dibuat dengan sistem pengecoran ditempat dan beton precast, terdiri dari plat lantai empat persegi panjang dengan lebar 3 x 3 meter dan tebal 15 cm. Sampai dengan tahap penyelesaian lantai yang memakan waktu kurang lebih 3 bulan, lokasi pembangunan masjid juga pernah digunakan untuk sholat Idul Fitri.
Sedangkan pengerjaan kolom memakan waktu cukup lama, sekitar 3 bulan. Kolom berbentuk sentrifugal (bulat) dengan diameter 110 cm, 70 cm dan 60 cm sedangkan kolom-kolom basement didominasi diameter 40 cm. Karena kolom ini akan tetap tampak ketika bangunan sudah selesai, maka posisinya diperhitungkan dengan cermat dan estetikanya sangat diperhatikan.
Untuk dudukan struktur atap disiapkan, balok beton (ringbalk) dengan sistem vierendeel yang menghubungkan kolom-kolom struktur pada ketinggian 20 m dari atas lantai dasar (lantai 1). Ringbalk ini membentang 30 m tanpa kolom, sehingga bidang lantai tidak terpisah oleh sekat maupun kolom, dengan demikian dijamin bahwa jamaah tidak saling terpisah oleh sekat maupun kolom pada waktu sholat.

Rangka kubah dibuat dengan sistem space frame, menggunakan bahan besi baja dengan sistem chremona atau struktur segitiga yang disambung-sambung. Selanjutnya kubah dibentuk di atas rangka atap dengan bentangan utama berukuran 54 x 54 meter, tanpa ada tiang penyangga. Bobot kubah tersebut hampir mencapai 200 ton. Keunikan bentuk kubah ini ditunjang dengan bentuk kubah yang menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer memiliki tinggi sekitar 27 meter. Kubah ini menumpu pada atap piramida terpancung dalam 2 layer setinggi kurang lebih 11 meter.
Penutup struktur rangka atap dan kubah terdiri dari tiga lapis yaitu Atap Kedap Air (AKA), ESP sebagai cover atap terluar, dan penutup plafon. AKA ini adalah dalam bentuk segmen-segmen yang menumpu pada konstruksi space frame yang ada dibawahnya. Sedangkan ESP adalah Enamel Sheet Panel merupakan plat baja yang dicoating atau diwarnai, kemudian dipanaskan hingga 800 derajat Celcius, selanjutnya plat dipotong-potong dengan ukuran tertentu dan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan ukurannya yang pada akhirnya berfungsi sebagai cover penutup atap. ESP ini didesain khusus untuk atap Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dengan kemampuan tahan panas dan hujan serta tahan karat, diharapkan akan mampu berfungsi sampai 50 tahun lebih. Kemudian penutup rangka bawah yang berfungsi sebagai plafon ditutup dengan bahan kedap suara, sehingga akustik pada bangunan ini didesain dengan sangat memadai. Kesemuanya elemen penutup rangka atap tersebut telah teradopsi dari Masjid Raya Selangor di Syah Alam, Malaysia.
Masjid ini memiliki 45 pintu dengan daun pintu (bukaan) ganda yang berarti dibutuhkan 90 daun pintu dengan ukuran masing-masing : lebar 1,5 m dan tinggi 4,5 m. Pintu terbuat dari kayu jati yang didatangkan khusus dari Perhutani dan dibuat oleh para pengrajin dari Surabaya. Kusen terbuat dari rangka besi dilapisi kayu yang dihubungkan ke engsel maupun slot yang telah diselaraskan dengan struktur dan estetika masjid. Karena berat daun pintu ini lebih dari 250 kg, maka engsel didesain dan dibuat secara khusus.
Untuk memenuhi kenyamanan, estetika serta keserasian keseluruhan bangunan masjid, maka marmer dari Lampung dipilih untuk pelapis dinding dan lantai ruang dalam masjid, sehingga dukungan dari lantai terasa sekali ruangan menjadi sejuk dan kusuk.
Kaligrafi merupakan unsur penting dalam desain masjid ini, karena sentuhan kaligrafi inilah yang memberi sentuhan nuansa Islami. Bahan yang digunakan untuk kaligrafi tersebut terbuat dari kayu jati dengan finishing cat sistem ducco. Sedangkan perancangnya adalah seorang ahli kaligrafi nasional yaitu Bapak Faiz dari Bangil.
Mimbar dibuat dengan ketinggian 3 meter untuk mendukung kemantapan khotbah. Agar tercipta suasana khas, mimbar diberi sentuhan etnis dengan hiasan ornamen Madura yang digarap para pengrajin dari Madura.
Dalam rancangannya menara tadinya berjumlah 6 buah, namun karena pertimbangan-pertimbangan yang bersifat teknis maupun biaya, maka menara hanya dibuat satu. Untuk membangun menara masjid ini digunakan teknologi Slip Form dari Singapura yang memerlukan waktu sekitar 2 bulan dalam pengecorannya. Menara ini memiliki ketinggian 99 meter yang puncaknya dilengkapi dengan view tower pada ketinggian 68 meter yang dapat memuat sekitar 30 orang dan pencapainnya dengan menggunakan lift untuk melihat pemandangan kota Surabaya.
Plaza dibangun dengan konsep kesatuan antara estetika lingkungan dan fungsi plaza sebagai lapangan ibadah, untuk ibadah tertentu seperti sholat Ied dan lain-lain. Luas plaza kurang lebih 520 m2, dengan bahan lantai paving stone, yang didesain khusus untuk Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, motif desain dibuat sesuai dengan ornamen arsitektur masjid, garis motif dibuat sejajar dengan garis shof di halaman masjid.
Elemen arsitektur MAS juga didesain sedemikian rupa, untuk mencapai keindahan, kemewahan serta keanggunan. Antara lain elemen hiasan kaca patri (steined glass). Hiasan kaca patri yang digunakan masjid ini dibuat dengan sistem triple glazed unit. Yaitu pelapisan panel kaca patri atau panel bevel dengan kaca tempered yang menggunakan bahan dan mesin-mesin buatan Amerika. Triple glazed unit ini selain menghemat biaya, juga sangat baik untuk keperluan peredam suara bising.
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
TENTANG SEJARAH PULAU NUSAKAMBANGAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Banyak tokoh kriminal terkenal di Indonesia di tahan di lapas Nusa Kambangan ini. Para pesakitan yg menghuni Lapas Nusakambangan misalkan: Johny Indo, Kusni Kasdut, Pramoedya Ananta Noer, Tommy Soeharto, Bob Hasan, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marianus Riwu (Kasus Kerusuhan Poso), dan selebritis Indonesia saat ini Amrozi Cs.

Ada 9 Penjara yg di bangun, dan diantaranya ada 4 penjara yg masih aktif yaitu:
• Permisan di bangun tahun 1908,
• Batu di bangun tahun 1925,
• Besi di bangun tahun 1929,
• Kembangkuning, di bangun tahun 1950.
dan 5 penjara yg sudah tidak aktif:
• Nirbaya di bangun tahun 1912,
• Karanganyar di bangun tahun 1912,
• Karangtengah di bangun tahun 1928,
• Gliger di bangun tahun 1929,
• Limusbuntu di bangun tahun 1935
Kesemua penjara, terkecuali Penjara Kembangkuning (dibangun sesudah jaman kemerdekaaan), di bangun di Jaman Kolonial Belanda. Semua bangunan Lapas di bangun dng beton kurang lebih dng ketebalan 30 cm. Pada masa Kolonial Belanda, Pulau Nusa Kambangan merupakan tempat pembuangan dan pengasingan. Di sana masih terdapat bukti2, berupa bekas bangunan rumah sakit isolasi bagi penderita penyakit kusta. Sedangkan di masa transisi antara Pemerintaah Belanda dengan pemeritah Jepang di sana merupakan tempat pembantaian bagi para tahanan Belanda.
Pulau Nusa Kambangan memiliki populasi penduduk kurang lebih 3.000 jiwa. Penduduk yg menetap di sana adalah staf, keluarga penjaga Lapas dan juga bekas tahanan di sana, yg menetap di sana, rata2 mereka bekerja sebagai nelayan, perkebunan, penyadap karet, pemandu wisata di Pulau Nusakambangan, dan penjual cendramata bagi turis yg berkunjung ke sana.
Pada Juli 2006 Pulau Nusa Kambangan terkena dampak Tsunami, akibat gempa yg melanda Pulau Jawa & Daerah Istimewa Jogjakarta. 11 penduduk Pulau Nusakabangan hilang, 8 orang meninggal, 15 tahanan hilang.
Selain terkenal sebagai penjara Maximum security, Pulau Nusa Kambangan menyimpan banyak kekayaan alam yg beragam, dan merupakan cagar alam dari beberapa spesies khas Jawa. Di sana terdapat 71 spesies burung yg berbeda yg dilindungi (seperti misalkan; Bangau Hitam, Bangau Tongtong, Kuntul Karang, Elang Laut perut putih, Elang Bondol dan Elang Bido), 14 spesies reptile dan beberapa mamalia (seperti misalkan; Macan Kumbang, Muncak/rusa Jawa, Lutung Jawa, Makak pemakan kepiting dan Kukang). Topografi kawasan Pulau Nusa Kambangan adalah pantai berkarang, hutan yg tertutup dng semak dan tanaman tropis. Untuk tumbuhan yg berkembang disana terdiri dari perdu, belukar dan nipah. Di pulau ini terdapat kayu khas yang hanya terdapat di pulau ini yaitu kayu Plalar (sejenis kayu yg mempunyai kekuatan sejenis dng kayu Kalimantan).
Pulau Nusa Kambangan dapat di tempuh dng kapal ferry dari Pelabuhan Lomanis di Cilacap ke Pelabuhan Pelabuhan Sodong di Pulau Nusa Kambangan Selama 35 menit. Selama dalam perjalanan antara pelabuhan Lomanis dengan Pelabuhan Sodong para penumpang ferry di di manjakan dng pemandangan, Pelabuhan Intan (Pelabuhan Pertamina), Segara Anakan, dan hutan Mangrove.
Pada tahun 1996 terjadi kesepakatan antara Departemen Kehakiman dengan Departemen Pariwisata untuk membuka Pulau Nusa Kambangan untuk keperluan pariwisata. Untuk menuju ke Pulau Nusa Kambangan para pengunjung hanya di kenakan biaya kurang lebih Rp 30.000, dng yaitu untuk transportasi, dan retribusi bagi, Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Cilacap, dan Departemen Kehakiman (retribusi penjara). Obyek Wisata utama disana adalah Goa Ratu dengan kedalaman 4,5 km yg berujung Pantai Selatan. Dari 4,5 km kedalaman goa hanya kurang lebih 100 m yg bisa di jelajahi, dikarenakan kadar oksigen di goa yg tidak memungkinkan. Di dalam Goa Ratu terdapat stalakmit dan stalaktit dengan hiasan tekstur goa yg cukup indah, yg menghiasi goa. Selain itu di dalam goa terdapat Batu Gondho Mayit (Batu Bau Mayat) yg di yakini setiap Selasa dan Jumat Kliwon Tercium Bau tidak sedap. Di goa ratu sendiri menurut terawangan orang pintar, dihuni oleh banyak makhluk halus, sehingga hal dimanfaat oleh beberapa orang untuk bersemedi di sekitar goa ini.

Selain Goa Ratu terdapat obyek wisata lainnya, yaitu Pantai Permisan (dekat dengan Mercusuar Penjara Permisan. Pantai ini mempunyai pasir yg berwarna putih keabu2-an dengan beberapa karang yang menghiasi dan rerumputan yg menghiasi. Di Pantai permisan terdapat sebuah tugu komando Kopassus, dan memang daerah ini sering dipakai latihan oleh Kopassus. Menurut cerita Permisan bermakna pepisahan, di karenakan setiap orang yg masuk Penjara Permisan tidak akan kembali.

Di sebelah barat Pulau Nusa Kambangan terdapat Pulau Majeti dng Pantai Karangbandung-nya yg berpasir putih. Di pulau ini terdapat dan bunga yg sangat langka dan hanya terdapat di pulau ini, yaitu bunga Wijayakusuma. Menurut kepercayaan bunga ini di kembang biakan oleh keturunan Dinasti Mataram, dan menurut mitos bunga dikatakan dapat menghidupkan orang mati.
Sumber : di rangkum dari berbagai sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, October 13, 2012
SEJARAH JAM GADANG
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Jam Gadang dalam sejarahnya, dihadiahkan Ratu Belanda kepada Controleur (sekretaris kota saar itu). Jam besar ini didatangkan dari Rotterdam, Belanda, melalui Teluk Bayur (1926), dan diyakini mesin Jam Gadang hanya ada dua di dunia, kembarannya adalah Big Ben di Inggris.
Bentuk bangunannya yang tinggi, pada jaman Belanda dimaksudkan untuk tempat pengintaian gerak-gerik pengikut Imam Bonjol semasa perang Paderi.
Jam Gadang dibangun oleh seorang opzichter (arsitek) bernama Yazid Sutan Gigi Ameh, yang peletakan batu pertamanya dilakukan putra pertama Rook Maker, yang saat itu masih berumur 6 tahun.
Bangunan Jam Gadang dibuat tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur dan pasir putih.
Pembangunan Jam Gadang memakan banyak biaya, tetapi terbayar dengan terkenalnya Jam Gadang sebagai lambang Kota Bukittinggi dan ditetapkan sebagai titik nol Kota Bukittinggi.
Atap bangunan Jam Gadang mengalami beberapa kali perubahan, yaitu pada masa Pemerintahan Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah Indonesia, pemerintahan pendudukan Jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.
Sirine Jam Gadang pada masa penjajahan sebagai tanda berakhirnya jam malam, saat ini fungsinya sebagai tanda sholat Jumat, dan waktu berbuka serta imsak di bulan puasa.
Denah dasar (bangunan tapak berikut tangga yang menghadap ke arah Pasar Atas) dari Jam Gadang ini adalah 13×4 meter, sedangkan tingginya 26 meter. Jam Gadang ini bergerak secara mekanik dan terdiri dari empat buah jam/empat muka jam yang menghadap ke empat arah penjuru mata angin dengan setiap muka jam berdiameter 80 cm.
Ada satu keunikan dari angka-angka Romawi pada muka Jam Gadang ini. Bila penulisan angka Romawi biasanya mencantumkan simbol “IV” untuk melambangkan angka empat romawi, maka Jam Gadang ini bertuliskan angka empat romawi dengan simbol “IIII”.
Sumber: Seruu.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, October 8, 2012
TARI TRADISIONAL DARI JAWA BARAT
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1. Tari Topeng Kelana Cirebon

Tari topeng dari Cirebon, merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng disaat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.
Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah Tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Menakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.
2. Tari Jaipongan
Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan
3. Tari Topeng Tumenggung Priangan Bandung
Tari Topeng Tumenggung adalah tarian yang bersal dari jawa barat, dalam topeng Tumenggung sesaat terasa nuansa atmosfir pada musik karawitan Priangan. Pada tari topeng Tumenggung ini pula diiringi oleh juru kawih/sinden. Iringan musik terasa berbeda, kendang sebagai pembungkus irama gerak tari ditabuh dengan ditepak, seperti pola kendang pada tepak kendang tari gaya Priangan.
4. Tari Topeng Udheng Indramayu
Tari topeng hasil pengembangan Tari Kelana yang diciptakan oleh maestro tari topeng Indramayu,yaitu Mimi Rasinah.
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
TARI TRADISIONAL DARI JAWA TENGAH
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1. Tari Merak Jawa Tengah
Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.
2. Tari Gambyong

Konon Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.
Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.
Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul.
Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.
3. Tari Sintren

Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono.Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih, seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso. Akhirnya R.Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.
Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih,pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R.Sulandono, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R.Sulandono.
Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren,sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan cacatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang, sesuai pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).
4. Tari Bondan Payung

Pada Tari Bondan, tarian dari Surakarta, seorang anak wanita dengan menggendong boneka mainan dan payung terbuka, menari dengan hati-hati di atas kendi yang diinjak dan tidak boleh pecah. Tarian ini melambangkan seorang ibu yang menjaga anak-anaknya dengan hati-hati.
5. Tari Angsa
Tari Angsa adalah Tarian yang menggambarkan keagungan seorang Dewi yang diiringi oleh sekelompok burung angsa. Di dalam tarian ini terdapat perpaduan antara kebudayaan Timur maupun Barat. Dibawakan oleh 7 orang penari wanita (satu orang penari berperan sebagai Dewi, enam orang penari sebagai angsa).
6. Tari Bugis Kembar

Tari Bugis Kembar adalah tarian yang sering digunakan untuk menjamu tamu, anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempunan.
Referensi : Budaya Indonesia
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, October 7, 2012
TARI TRADISIONAL DARI JAWA TIMUR
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1. Tari Jejer Gandrung

Tari jejer gandrung merupakan salah satu kebudayaan tradisional yang ada di daerah Kabupaten Banyuwangi. Jejer Gandrung itu sendiri berasal dari bahasa osing (bahasa asli banyuwangi) yang artinya “Jejer” adalah ditampilkan dan “Gandrung” adalah senang. Jadi trai jejer gandrung adalah tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau undangan yang berkunjung ke Banyuwangi.
Tari jejer gandrung berasal di daerah Kemiren yaitu didaerah kaki gunung Ijen. Tari ini dimainkan oleh beberapa remaja putri dengan serasi, elok dan menawan.
2. Tari Reog Ponorogo
Cerita reog yang terkandung di dalam reog ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Bujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Maka terciptalah reog ponorogo. Gerakan-gerakan dalam tari reog ponorogo menggambarkan tingkah polah manusia dalam perjalanan hidup mulai lahir, hidup, hingga mati. Filosofinya sangat dalam.
Komponen Penari dalam Reog
Ada 5 komponen penari dalam tari Reog Ponorogo, yaitu: 1. Prabu Kelono Sewandono 2. Patih Bujangganong 3. Jathil 4. Warok 5. Pembarong
- Prabu Kelono Sewandono Prabu Kelono Sewandono ini adalah tokoh utama dalam tari Reog Ponorogo. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang gagah berani dan bijaksana, digambarkan sebagai manusia dengan sayap dan topeng merah. Beliau memiliki senjata pamungkas yang disebut Pecut Samandiman.
- Patih Bujangganong Patih bujangganong adalah patih dari Prabu Kelono Sewandono, merupakan tokoh protagonis dalam tarian ini. Dia digambarkan sebagai patih yang bertubuh kecil dan pendek, namun cerdik dan lincah. Patih Bujangganong disebut juga penthulan. Penarinya tidak memakai baju, hanya rompi berwarna merah dan topeng berwarna merah juga.
- Jathil Jathil atau Jathilan adalah sepasukan prajurit wanita berkuda. Dalam tari Reog Ponorogo, penari Jathil adalah wanita. Mereka digambarkan sebagai prajurit wanita yang cantik dan berani. Kostum yang dikenakan penari Jathil adalah kemeja satin putih sebagai atasan dan jarit batik sebagai bawahan. Mereka mengenakan udheng sebagai penutup kepala dan mengendarai kuda kepang (kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu)
- Warok Warok adalah pasukan Kelono Sewandono yang digambarkan sebagai orang yang sakti mandraguna dan kebal terhadap senjata tajam. Penari warok adalah pria dan umumnya berbadan besar. Warok mengenakan baju hitam-hitam (celana gombrong hitam dan baju hitam yang tidak dikancingkan) yang disebut Penadhon. Penadhon ini sekarang juga digunakan sebagai pakaian budaya resmi Kabupaten Ponorogo. Warok dibagi menjadi dua, yaitu warok tua dan warok muda. Perbedaan mereka terletak pada kostum yang dikenakan, dimana warok tua mengenakan kemeja putih sebelum penadhon dan membawa tongkat, sedangkan warok muda tidak mengenakan apa-apa selain penadhon dan tidak membawa tongkat. Senjata pamungkas para warok adalah tali kolor warna putih yang tebal.
- Pembarong Pembarong adalah penari yang memiliki peranan paling penting dalam tari Reog Ponorogo. Pembarong adalah penari yang nantinya akan membawa Dadak Merak (topeng kepala singa dengan hiasan burung merah dan bulunya di atas kepala singa) yang tingginya satu setengah meter. Pembarong mengenakan celana panjang hitam dan baju kimplong (baju yang hanya punya satu cantelan bahu) dan harus menggigit kayu di bagian dalam kepala singa untuk mengangkat Dadak Merak. Seorang pembarong haruslah orang yang sangat kuat, karena dia harus bisa menundukkan Dadak Merak hingga menyentuh lantai dan mengangkatnya lagi ke posisi tegak. Dadak Merak disimbolkan sebagai Singobarong, dan secara umum Dadak Merak inilah yang membuat tari Reog Ponorogo menjadi sangat unik, karena bentuk topengnya yang sangat besar dan khas serta adanya filosofi di dalamnya. Karena itu, pembarong benar-benar harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang tinggi agar bisa menghidupkan Singobarong yang dimainkannya.
3. Tari Kuda Lumping

Tari Kuda lumping lahir sebagai simbolisasi, bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan), dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elit kerajaan, yang memiliki bala tentara. Selain itu, menghadirkan hiburan yang murah meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.
Referensi : Budaya Indonesia
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SEJARAH TARI JAIPONG ( JAWA BARAT )
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Indonesia Memang Akan Kaya Khasanah Budaya Bangsa yang dilahirkan dari Nenek Moyang Kita salah satunnya adalah Jenis Kesenian atau tarian di Jawa Barat Yakni Tari Jaipong.
Pengertian Tari Jaipong
Jaipongan adalah sebuah aliran seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman Berasal dari Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.
Sebagai tarian pergaulan, tari Jaipong berhasil dikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yang memasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat (khususnya), bahkan populer sampai di luar Jawa Barat.
Menyebut Jaipongan sebenarnya tak hanya akan mengingatkan orang pada sejenis tari tradisi Sunda yang atraktif dengan gerak yang dinamis. Tangan, bahu, dan pinggul selalu menjadi bagian dominan dalam pola gerak yang lincah, diiringi oleh pukulan kendang. Terutama pada penari perempuan, seluruhnya itu selalu dibarengi dengan senyum manis dan kerlingan mata. Inilah sejenis tarian pergaulan dalam tradisi tari Sunda yang muncul pada akhir tahun 1970-an yang sampai hari ini popularitasnya masih hidup di tengah masyarakat.
Sejarah Tari Jaipong

Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul.
Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.
Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu / Doger / Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu / Doger / Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini.
Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SEJARAH TARI KECAK ( BALI )
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SIAPA yang tidak tahu tari Kecak dari Bali? Tarian ini pernah memecahkan rekor dunia ketika ditarikan sekitar lima ribu orang beberapa tahun lalu. Tapi tahukah Anda, siapa pencipta dan mengapa tari itu diciptakan?
Tersebutlah nama Wayan Limbak yang menciptakan tarian ini. Sebelumnya sudah banyak tarian terkenal Bali lainnya. Tahun 1930 Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke manca Negara dibantu oleh pelukis asal Jerman Walter Spies.

Adalah puluhan laki-laki yang duduk berbaris melingkar. Mereka memakai kain penutup kotak-kotak berbentuk papan catur, yang pada akhirnya kain kotak-kotak itu pun menjadi kain ciri khas Bali.
Tarian ini sebenarnya berasal dari ritual Sanghyang. Ketika menari, mereka dalam kondisi tidak sadar, dimana dalam kondisi itu diyakini mereka dapat berkomunikasi dengan Tuhan atau roh leluhur, guna menyampaikan harapan-harapan mereka.
Para lelaki ini mengangkat tangan mereka seraya meneriakan kata “cak cak cak. Dan boleh jadi dari situlah muncul nama “Kecak”. Yang unik dari tarian ini, tidak digunakan alat musik sama sekali. Alunan menyerupai musik murni keluar dari teriakan cak cak tadi dan suara kincringan yang diikatkan pada kaki para penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.
Sementara itu di dalam lingkaran, para penari lainnya pun beraksi. Biasanya mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana. Mereka memerankan tokoh Rama yang dibantu pasukan kera berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana.
Kini, tarian ini menjadi daya tarik turis baik asing maupun domestik. Bahkan kadang-kadang mereka dilibatkan dalam tarian ini. Belum lengkap kayaknya kalau ke Bali tapi tidak menyaksikan tarian yang satu ini.
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SEJARAH BERDIRINYA YOGYAKARTA (JOGJA)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Ujung sebelah Utara dari propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan puncak gunung Merapi yang memiliki ketinggian lk. 2920 meter diatas permukaan laut. Oleh para ahli gunung berapi (vulcanolog) internasional, gunung api ini sangat terkenal karena bentuk letusannya yang khas dan sejenis dengan letusan gunung api Visuvius di Italia. Sampai saat ini gunung ini gunung Merapi sangat aktif Puncaknya mengepulkan asap, yang merupakan panorama khas yang melatar-belakangi pemandangan kota Yogyakarta sebelah Utara.
Luas Propinsi Daerah Istimewa, lebih kurang 3.186 Km2 berpenduduk 3.020.837 orang (data Juni 1990) dan terbagi menjadi 5 Daerah tingkat II, yakni : Kotamadya Yogyakarta, yang merupakan Ibu kota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Sleman, dengan Ibukota Beran Kabupaten Bantul, dengan ibukota Bantul Kabupaten Kulonprogo, dengan Ibukota kota Wates.
Setelah wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX sebagi Guberneur Kepala Daerah Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta , Pejabat Gubernur Kepala Daerah Propinsi DIY dijabat oleh Sri Paku Alam VIII yang sebelumnya sebagai Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta
SEJARAH YOGYAKARTA
Antara tahun 1568 – 1586 di pulau Jawa bagian tengah, berdiri Kerajaan Pajang yang diperintah oleh Sultan Hadiwijaya, di mana semasa mudanya beliau terkenal dengan nama Jaka Tingkir. Dalam pertikaian dengan Adipati dari Jipang yang bernama Arya Penangsang, beliau berhasil mucul sebagai pemenang atas bantuan dari beberapa orang panglima perangnya, antara lain Ki Ageng Pemanahan dan putera kandungnya yang bernama Bagus Sutawijaya, seorang Hangabehi yang bertempat tinggal di sebelah utara pasar dan oleh karenanya beliau mendapat sebutan : Ngabehi Loring Pasr. Sebagai balas jasa kepada Ki Ageng Pemanahan dan puteranya itu, Sultan Pajang kemudian memberikan anugerah sebidang daerah yang disebut Bumi Menataok, yang masih berupa hutan belantara, dan kemudian dibangun mejadi sebuah “tanah perdikan”. Sesurut Kerajaan Pajang, Bagus Sutawijaya yang juga menjadi putra angkat Sultan Pajang, kemudian mendirikan Kerajaan Mataram di atas Bumi Mentaok dan mengakat diri sebagai Raja dengan gelar Panembahan Senopati.
Salah seoran putera beliau dari pekawinannya dengan Retno Dumilah, putri Adipati Madiun, memerintah Kerajaan Mataram sebagai Raja ketiga, dan bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, Beliau adalah seorang patriot sejati dan terkenal dengan perjuangan beliau merebut kota Batavia, yang dekarang disebut Jakarta, dari kekuasaan VOC, suatu organisasi dagang Belanda. Waktu terus berjalan dan peristiwa silih berganti.
Pada permulaan abad ke-18, Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Paku Buwono ke II. Setelah beliau mangkat, terjadilah pertikaian keluarga, antara salah seorang putra beliau dengan salah seorang adik beliau, yang merupakan pula hasil hasutan dari penjajah Belanda yang berkuasa saat itu. Petikaian itu dapat diselesaikan dengan bik melalui Perjanjian Ginyanti, yang terjadi pada tahun 1755, yang isi pokoknya adalah Palihan Nagari, yang artinya pembagian Kerajaan menjadi dua, yakni Kerajaan Surakata Hadiningrat dibawah pemerintah putera Sunan Paku Buwono ke-III, dan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dibawah pemerintahan adik kandung Sri Sunan Paku Buwono ke-II yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat ini kemudian lazim disebut sebagai Yogyakarta dan sering disingkat menjadi Jogja.
Pada tahun 1813, Sri Sultan Hamengku Buwono I, menyerahkan sebagian dari wilayah Kerajaannya yang terletak di sebelah Barat sungai Progo, kepada salah seorang puteranya yang bernama Pangeran Notokusumo untuk memerintah di daerah itu secara bebas, dengan kedaulatan yang penuh. Pangeran Notokusumo selanjutnya bergelar sebagai Sri Paku Alam I, sedang daerah kekuasaan beliau disebut Adikarto. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, beliau menyatakan sepenuhnya berdiri di belakang Negara Republik Indonesia, sebagai bagian dari negara persatuan Republik Indonesia, yang selanjutnya bersatatus Daerah Istimewa Yogyakarta (setingkat dengan Propinsi), sampai sekarang.
KOTA PELAJAR
Antara awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949, selama lebih kuran 4 tahun, Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI. Pada masa itu para pimpinan bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini. Seperti layaknya sebuah ibukota, Jogja memikat kedatangan para kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air yang ingin berpartisipasi dalam mengisi pembangunan negara ini yang baru saja medeka. Namum untuk dapat membangun suatu negara diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan telatih. Dan karena itulah yang melatar belakangin pemerintah RI untuk mendirikan sebuah Universitas, yang kita kenal dengan nama Universitas Gajah Mada, merupakan Universitas Negeri pertama yang lahir pada masa kemerdekaan.
Selanjutnya diikuti dengan berdirinya akademi di bidang kesenian(Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negaeri, yang selanjutnya menjadi IAIN Sunan Kalijaga). Pada waktu selanjutnya juga bediri lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta di kota Yogyakarta, sehingga hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini. Hal ini menjadikan kota Jogja tumbul menjadi kota pelajar dan pusat pendidikan. Sarana mobilitas paling populer di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat umum adalah sepeda dan sepeda motor, yang merupakan sarana trasportasi yang digunakan baik siang mupun di malam hari. Hal ini menjadika Jogja juga dikenal dengan sebutan kota sepeda.
PUSAT KEBUDAYAAN
Pada hakekatnya, seni budaya yang asli dan indah selalu terdapat di lingkunggan kraton dan daerah disekitarnya. Sebagai bekas suatu Kerajaan yang besar, maka Yogyakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang tinggi dan bahkan merupakan pusat sumber seni budaya Jawa. Hal ini dapat kita lihat dari peninggalan seni-budaya yang dapat kita saksikan pada pahatan pada monumen-monumen peninggalan sejarah seperti candi-candi, istana Sultan dan tempat-tempat lain yang masih berkaitan dengan kehidupan istana. Dan sebagian dapat disaksikan pada moseum-moseum budaya.
Kehidupan seni tari dan seni lainnya juga masih berkembang pesat di kota Jogja serta nilai-nilai budaya masyarakat Jogja terukap pula dalam bentuk arsitektur rumah penduduk, dengan bentuk joglonya yang banyak dikenal di seluruh Indonesia. Andhong antik di Jogja memperkuat kesan, bahwa Yogyakarta masih memiliki nilai-nilai tradisional. Seniman terkenal dan seniman besar besar yang ada di Indonesia saat ini, banyak yang didik dan digembleng di Yogyakarta. Sederetan nama seniman seperti Affandi, Bagong Kusdiharjo, Edi Sunarso, Saptoto, Amri Yahya, Kuswadji Kawindro Susanto dan lain-lain merupakan nama-nama yang ikut memperkuat pernanan Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan.
DAERAH TUJUAN WISATA

Pada masa sekarang, seluruh predikat Yogyakarta luluh mejadi satu dan berkembang menjadi satu dimensi baru : Yogyakarta Sebagai Daerah Tujuan Wisata. Keramah tamahan yang tulus, khas Yogyakarta, akan menyambut para wisatawan di saat mereka datang, sengan kemesraan yang dalam akan mengiring, saat mereka meninggalkan Yogya, dengan membawa kenangan manisyang tidak akan mereka lupakan sepanjang masa.
Perananya sebagai kota Perjuangan, daerah Pelajar dan Pusat Pendidikan, serta daerah Kebudayaan, ditunjang oleh panorama yang indah, telah mengangkat Yogyakarta sebagai Daerah yang menarik untuk dikunjungi dan mempesona untuk disaksikan.
Yogyakarta juga memiliki berbagai fasilitas dengan kualitas yang memadai yang tersedia dalam jumlah yang cukup, Kesemuanya itu akan bisa memperlancar dan memberi kemudahaan bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Yogya. Sarana transportasi, akomodasi dan berbagai sarana penunjang lainnya, seperti santapan makan-minum yang lezat, serta aneka ragam cinderamata, mudah diperoleh di mana-mana.
Sumber : http://yogya2.wasantara.net.id/tour/about.htm
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)