sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Sunday, October 7, 2012
SEJARAH BERDIRINYA YOGYAKARTA (JOGJA)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Ujung sebelah Utara dari propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan puncak gunung Merapi yang memiliki ketinggian lk. 2920 meter diatas permukaan laut. Oleh para ahli gunung berapi (vulcanolog) internasional, gunung api ini sangat terkenal karena bentuk letusannya yang khas dan sejenis dengan letusan gunung api Visuvius di Italia. Sampai saat ini gunung ini gunung Merapi sangat aktif Puncaknya mengepulkan asap, yang merupakan panorama khas yang melatar-belakangi pemandangan kota Yogyakarta sebelah Utara.
Luas Propinsi Daerah Istimewa, lebih kurang 3.186 Km2 berpenduduk 3.020.837 orang (data Juni 1990) dan terbagi menjadi 5 Daerah tingkat II, yakni : Kotamadya Yogyakarta, yang merupakan Ibu kota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Sleman, dengan Ibukota Beran Kabupaten Bantul, dengan ibukota Bantul Kabupaten Kulonprogo, dengan Ibukota kota Wates.
Setelah wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX sebagi Guberneur Kepala Daerah Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta , Pejabat Gubernur Kepala Daerah Propinsi DIY dijabat oleh Sri Paku Alam VIII yang sebelumnya sebagai Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta
SEJARAH YOGYAKARTA
Antara tahun 1568 – 1586 di pulau Jawa bagian tengah, berdiri Kerajaan Pajang yang diperintah oleh Sultan Hadiwijaya, di mana semasa mudanya beliau terkenal dengan nama Jaka Tingkir. Dalam pertikaian dengan Adipati dari Jipang yang bernama Arya Penangsang, beliau berhasil mucul sebagai pemenang atas bantuan dari beberapa orang panglima perangnya, antara lain Ki Ageng Pemanahan dan putera kandungnya yang bernama Bagus Sutawijaya, seorang Hangabehi yang bertempat tinggal di sebelah utara pasar dan oleh karenanya beliau mendapat sebutan : Ngabehi Loring Pasr. Sebagai balas jasa kepada Ki Ageng Pemanahan dan puteranya itu, Sultan Pajang kemudian memberikan anugerah sebidang daerah yang disebut Bumi Menataok, yang masih berupa hutan belantara, dan kemudian dibangun mejadi sebuah “tanah perdikan”. Sesurut Kerajaan Pajang, Bagus Sutawijaya yang juga menjadi putra angkat Sultan Pajang, kemudian mendirikan Kerajaan Mataram di atas Bumi Mentaok dan mengakat diri sebagai Raja dengan gelar Panembahan Senopati.
Salah seoran putera beliau dari pekawinannya dengan Retno Dumilah, putri Adipati Madiun, memerintah Kerajaan Mataram sebagai Raja ketiga, dan bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, Beliau adalah seorang patriot sejati dan terkenal dengan perjuangan beliau merebut kota Batavia, yang dekarang disebut Jakarta, dari kekuasaan VOC, suatu organisasi dagang Belanda. Waktu terus berjalan dan peristiwa silih berganti.
Pada permulaan abad ke-18, Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Paku Buwono ke II. Setelah beliau mangkat, terjadilah pertikaian keluarga, antara salah seorang putra beliau dengan salah seorang adik beliau, yang merupakan pula hasil hasutan dari penjajah Belanda yang berkuasa saat itu. Petikaian itu dapat diselesaikan dengan bik melalui Perjanjian Ginyanti, yang terjadi pada tahun 1755, yang isi pokoknya adalah Palihan Nagari, yang artinya pembagian Kerajaan menjadi dua, yakni Kerajaan Surakata Hadiningrat dibawah pemerintah putera Sunan Paku Buwono ke-III, dan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dibawah pemerintahan adik kandung Sri Sunan Paku Buwono ke-II yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat ini kemudian lazim disebut sebagai Yogyakarta dan sering disingkat menjadi Jogja.
Pada tahun 1813, Sri Sultan Hamengku Buwono I, menyerahkan sebagian dari wilayah Kerajaannya yang terletak di sebelah Barat sungai Progo, kepada salah seorang puteranya yang bernama Pangeran Notokusumo untuk memerintah di daerah itu secara bebas, dengan kedaulatan yang penuh. Pangeran Notokusumo selanjutnya bergelar sebagai Sri Paku Alam I, sedang daerah kekuasaan beliau disebut Adikarto. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, beliau menyatakan sepenuhnya berdiri di belakang Negara Republik Indonesia, sebagai bagian dari negara persatuan Republik Indonesia, yang selanjutnya bersatatus Daerah Istimewa Yogyakarta (setingkat dengan Propinsi), sampai sekarang.
KOTA PELAJAR
Antara awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949, selama lebih kuran 4 tahun, Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI. Pada masa itu para pimpinan bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini. Seperti layaknya sebuah ibukota, Jogja memikat kedatangan para kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air yang ingin berpartisipasi dalam mengisi pembangunan negara ini yang baru saja medeka. Namum untuk dapat membangun suatu negara diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan telatih. Dan karena itulah yang melatar belakangin pemerintah RI untuk mendirikan sebuah Universitas, yang kita kenal dengan nama Universitas Gajah Mada, merupakan Universitas Negeri pertama yang lahir pada masa kemerdekaan.
Selanjutnya diikuti dengan berdirinya akademi di bidang kesenian(Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negaeri, yang selanjutnya menjadi IAIN Sunan Kalijaga). Pada waktu selanjutnya juga bediri lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta di kota Yogyakarta, sehingga hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini. Hal ini menjadikan kota Jogja tumbul menjadi kota pelajar dan pusat pendidikan. Sarana mobilitas paling populer di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat umum adalah sepeda dan sepeda motor, yang merupakan sarana trasportasi yang digunakan baik siang mupun di malam hari. Hal ini menjadika Jogja juga dikenal dengan sebutan kota sepeda.
PUSAT KEBUDAYAAN
Pada hakekatnya, seni budaya yang asli dan indah selalu terdapat di lingkunggan kraton dan daerah disekitarnya. Sebagai bekas suatu Kerajaan yang besar, maka Yogyakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang tinggi dan bahkan merupakan pusat sumber seni budaya Jawa. Hal ini dapat kita lihat dari peninggalan seni-budaya yang dapat kita saksikan pada pahatan pada monumen-monumen peninggalan sejarah seperti candi-candi, istana Sultan dan tempat-tempat lain yang masih berkaitan dengan kehidupan istana. Dan sebagian dapat disaksikan pada moseum-moseum budaya.
Kehidupan seni tari dan seni lainnya juga masih berkembang pesat di kota Jogja serta nilai-nilai budaya masyarakat Jogja terukap pula dalam bentuk arsitektur rumah penduduk, dengan bentuk joglonya yang banyak dikenal di seluruh Indonesia. Andhong antik di Jogja memperkuat kesan, bahwa Yogyakarta masih memiliki nilai-nilai tradisional. Seniman terkenal dan seniman besar besar yang ada di Indonesia saat ini, banyak yang didik dan digembleng di Yogyakarta. Sederetan nama seniman seperti Affandi, Bagong Kusdiharjo, Edi Sunarso, Saptoto, Amri Yahya, Kuswadji Kawindro Susanto dan lain-lain merupakan nama-nama yang ikut memperkuat pernanan Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan.
DAERAH TUJUAN WISATA

Pada masa sekarang, seluruh predikat Yogyakarta luluh mejadi satu dan berkembang menjadi satu dimensi baru : Yogyakarta Sebagai Daerah Tujuan Wisata. Keramah tamahan yang tulus, khas Yogyakarta, akan menyambut para wisatawan di saat mereka datang, sengan kemesraan yang dalam akan mengiring, saat mereka meninggalkan Yogya, dengan membawa kenangan manisyang tidak akan mereka lupakan sepanjang masa.
Perananya sebagai kota Perjuangan, daerah Pelajar dan Pusat Pendidikan, serta daerah Kebudayaan, ditunjang oleh panorama yang indah, telah mengangkat Yogyakarta sebagai Daerah yang menarik untuk dikunjungi dan mempesona untuk disaksikan.
Yogyakarta juga memiliki berbagai fasilitas dengan kualitas yang memadai yang tersedia dalam jumlah yang cukup, Kesemuanya itu akan bisa memperlancar dan memberi kemudahaan bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Yogya. Sarana transportasi, akomodasi dan berbagai sarana penunjang lainnya, seperti santapan makan-minum yang lezat, serta aneka ragam cinderamata, mudah diperoleh di mana-mana.
Sumber : http://yogya2.wasantara.net.id/tour/about.htm
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, September 28, 2012
SEJARAH CANDI PRAMBANAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
CANDI PRAMBANAN merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, berketinggian 47 meter, dibangun pada abad 9. Letaknya berada 17 km arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Candi yang utama yaitu Candi Siwa (tengah), Candi Brahma (selatan), Candi Wisnu (utara). Didepannya terletak Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi Angkasa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga), Candi Nandi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta).
Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana , sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Krisnayana. masuk candi Siwa dari arah timur belok ke kiri akan anda temukan relief cerita Ramayana tersebut searah jarum jam, relief cerita selanjutnya bersambung di candi Brahma.
Candi Prambanan dikenal kembai saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Pada tahun 1933 berhasil disusun percobaan Candi Brahma dan Wisnu. Setelah mengalami berbagai hambatan, pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar. Candi Brahma mulai dipugar tahun 1978 dan diresmikan 1987. Candi Wisnu mulai dipugar tahun 1982 dan selesai tahun 1991. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut / patok.
Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Agama Hindu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Sang Pemelihara, Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak. Bilik utama dari candi induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan candi Prambanan merupakan candi Shiwa. Candi Prambanan atau candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung, putri Prabu Boko, yang membangun kerajaannya diatas bukit di sebelah selatan kompleks candi Prambanan.
Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat cansi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah selatan) candi induk. Sedang pada pagar langkan candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.
Bilik candi induk yang menghadap ke arah utara berisi parung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu buah patung dalam waktu satu malam.
Candi Brahma dan candi Wishnu masing-masing memiliki satu buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.
Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah ( di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa.
Patung angsa sebagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua dewa itu kini telah dipugar.
Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter.
Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sedut.
Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris.
PETA SUSUNAN CANDI PRAMBANAN
sumber
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, August 21, 2012
PEMILIHAN DUTA BAHASA DIY TAHUN 2012
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Pada tahun 2012 ini Balai Bahasa Yogyakarta kembali menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2012 adalah kali keempat penyelenggaraan Pemilihan Duta Bahasa. Pemilihan Duta Bahasa ini ditujukan untuk (1) membangkitkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (2) mencari tunas bangsa yang berbahasa Indonesia, berbahasa daerah, dan berbahasa asing secara proporsional, dan (3) memilih generasi muda untuk menjadi duta pemasyarakatan bahasa Indonesia.
Syarat
1. Warga Negara Indonesia
2. Berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta (ditunjukkan dengan kartu identitas)
3. Berusia antara 18 - 25 tahun
4. Belum menikah
5. Berpendidikan minimal SLTA
6. Mampu berbahasa Indonesia secara lisan dan tulis, serta berbahasa daerah dan asing.
7. Sehat jasmani dan rohani
Kelengkapan Pendaftaran:
1. Biodata diri
2. Foto pose (ukuran 5R)
3. Fotokopi KTP/KTM
4. Surat Keterangan Dokter
5. Fotokopi sertifikat keterampilan khusus (jika ada)
Tahapan Seleksi:
1. Pendaftaran dan seleksi berkas (17 Juli - 31 Agustus 2012)
2. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia - UKBI (6 September 2012)
3. Pengumuman hasil UKBI dan penentuan 20 nomine (11 September 2012)
4. Wawancara dan penentuan 10 nomine (19 September 2012)
5. Pengumuman pemenang (24 September 2012)
Hadiah
Hadiah akan diberikan kepada tiga pasang pemenang:
1. Peringkat I @Rp1.500.000,00
2. Peringkat II @Rp1.250.000,00
3. Peringkat III @Rp1.000.000,00
Peringkat I akan dikirim sebagai wakil dari Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional di Jakarta.
Kontak
Panitia Pemlihan Duta Bahasa Propinsi DIY
Telepon (0274) 562070, Faksimile (0274) 580667
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, July 13, 2012
Wisata Candi-Candi di Yogyakarta
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
YOGJAKARTA, siapa yang tak dengan daerah yang satu ini, sampai-sampai seorang musisi terkenal di indonesia “Katon Bagaskara” pun menuliskan lagu yang sangat indah untuknya. Berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755 yang ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Isi Perjanjian Gianti : Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Adapun daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya adalah Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede dan ditambah daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, Grobogan. Ya, itulah sekilas sejarah Yogyakarta. Sebagai sebuah destinasi archaeotourism yang terkenal, Yogyakarta merupakan surga untuk menjelajahi candi-candi kuno dan menemukan reruntuhan dari “Peradaban yang hilang misterius”.
Berikut ini adalah Candi-Candi yang berada di Yogyakarta :
1. Candi Borobudur
Alamat : Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Phone : +62 293 788 266
Fax: fax. : +62 293 788 132
Koordinat GPS : S7°36’28.3″ E110°12’13.5″
Phone : +62 293 788 266
Fax: fax. : +62 293 788 132
Koordinat GPS : S7°36’28.3″ E110°12’13.5″
Candi Borobudur adalah candi Budha terbesar di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja.
Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritagesini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. [ Baca selengkapnya ]
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. [ Baca selengkapnya ]
2. Candi Prambanan
Alamat : Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS : S7°45’7.1″ E110°29’28.1″
Koordinat GPS : S7°45’7.1″ E110°29’28.1″
Candi Prambanan adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Prambanan merupakan Candi Hindu Tercantik di Dunia.
Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah. Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi. [ Baca selengkapnya ]
3. Candi Ijo
Alamat : Bukit Ijo, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS : S7°47’2.2″ E110°30’44.2″
Koordinat GPS : S7°47’2.2″ E110°30’44.2″
Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing. Candi inilah yang membuat landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur.
Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta
Menyusuri jalan menuju bagian selatan kompleks Istana Ratu Boko adalah sebuah perjalanan yang mengasyikkan, terutama bagi penikmat wisata budaya. Bagaimana tidak, bangunan candi di sana bertebaran bak cendawan di musim hujan. Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati. [ Baca selengkapnya ]
Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta
Menyusuri jalan menuju bagian selatan kompleks Istana Ratu Boko adalah sebuah perjalanan yang mengasyikkan, terutama bagi penikmat wisata budaya. Bagaimana tidak, bangunan candi di sana bertebaran bak cendawan di musim hujan. Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati. [ Baca selengkapnya ]
4. Istana Ratu Boko
Alamat : Jalan Raya Jogja-Solo, Prambanan, Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 496 510
Koordinat GPS : S7°46’17.9″ E110°29’24.9″
Phone: (0274) 496 510
Koordinat GPS : S7°46’17.9″ E110°29’24.9″
Istana Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan yang bisa dikatakan termegah di jamannya itu dibangun oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur.
Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian
Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara(berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi. [ Baca selengkapnya ]
Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian
Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara(berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi. [ Baca selengkapnya ]
5. Candi Sambisari
Alamat : Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS : S7°45’44.9″ E110°26’48.7″
Koordinat GPS : S7°45’44.9″ E110°26’48.7″
Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping “puzzle” dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.
21 Tahun Merangkai “Puzzle”. Tak ada perasaan aneh yang menghinggapi Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Tapi sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Cangkul yang diayunkan ke tanah membentur sebuah batu besar yang setelah dilihat memiliki pahatan pada permukaannya. Karyowinangun dan warga sekitar pun merasa heran dengan keberadaan bongkahan batu itu.
Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi. [ Baca selengkapnya ]
21 Tahun Merangkai “Puzzle”. Tak ada perasaan aneh yang menghinggapi Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Tapi sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Cangkul yang diayunkan ke tanah membentur sebuah batu besar yang setelah dilihat memiliki pahatan pada permukaannya. Karyowinangun dan warga sekitar pun merasa heran dengan keberadaan bongkahan batu itu.
Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi. [ Baca selengkapnya ]
6. Candi Plaosan
Alamat : Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Jawa Tengah 57454, Indonesia
Koordinat GPS : S7°44’33.5″ E110°30’16.7″
Koordinat GPS : S7°44’33.5″ E110°30’16.7″
Candi Plaosan yang dibangun Rakai Pikatan memiliki beberapa keunikan dibanding candi lain, yaitu dua candi utamanya yang “kembar” serta teras yang permukaannya halus. Di candi ini juga terdapat figur Vajrapani, Amitbha, dan Prajnaparamitha.
Anda tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu anda juga akan menemui candi-candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, anda akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan, arsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha. Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar.
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat. [ Baca selengkapnya ]
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat. [ Baca selengkapnya ]
7. Candi Tara
Alamat : Jl. Jogja-Solo km 13 Kalasan, Yogyakarta 55282, Indonesia
Koordinat GPS : S7°46’2.3″ E110°28’19.8″
Koordinat GPS : S7°46’2.3″ E110°28’19.8″
Candi Tara adalah candi yang dipersembahkan untuk Dewi Tara yang dinding luarnya dilapisi semen kuno. Candi Budha tertua di Yogyakarta ini dibangun oleh Rakai Panangkaran, raja dari dinasti Syailendra yang juga mengkonsep pendirian Borobudur.
Banyak orang selalu menyebut Borobudur saat membicarakan bangunan candi Budha. Padahal, ada banyak candi bercorak Budha yang terdapat di Yogyakarta, salah satu yang berkaitan erat dengan Borobudur adalah Candi Tara. Candi yang terletak di Kalibening, Kalasan ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran. Karena letaknya di daerah Kalasan, maka candi ini lebih dikenal dengan nama Candi Kalasan. Selesai dibangun pada tahun 778 M, Candi Tara menjadi candi Budha tertua di Yogyakarta. Candi yang berdiri tak jauh dari Jalan Yogya Solo ini dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi itu juga merupakan tanggapan usulan para raja untuk membangun satu lagi bangunan suci bagi Dewi Tara dan biara bagi para pendeta. [ Baca selengkapnya ]
8. Candi Gampingan
Alamat : Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS: S7°50’7.2″ E110°26’11.9″
Koordinat GPS: S7°50’7.2″ E110°26’11.9″
Candi Gampingan yang ditemukan pada tahun 1995 diduga merupakan bagian dari Situs Gampingan. Bagian kaki candi dihiasi relief beragam jenis hewan, salah satunya burung yang dipercaya mampu membawa pesan dari nirwana. Tak semua candi memiliki relief cantik yang khas sebab umumnya hanya dihias oleh arca dan relief umum yang terdapat hampir di semua candi. Salah satu yang memiliki relief cantik yang khas itu adalah Candi Gampingan, sebuah candi yang ditemukan secara tak sengaja oleh pengrajin batu bata di Dusun Gampingan, Piyungan, Bantul pada tahun 1995. Meski ukurannya kecil dan sudah tak utuh lagi, Candi Gampingan masih kaya akan relief yang mempesona. Salah satu relief cantik yang bisa dijumpai di candi ini adalah relief hewan yang ada di kaki candi. Relief hewan di Gampingan begitu natural hingga bisa diketahui jenis hewan yang digambarkan. Cukup jarang candi yang memiliki relief demikian, setidaknya hanya Candi Prambanan dan Mendut yang dikenal memiliki relief serupa. Semua relief itu dihias dengan latar sulur-suluran, yaitu padmamula(akar tanaman teratai) yang diyakini sebagai sumber kehidupan. [ Baca selengkapnya ]
9. Candi Kedulan
Alamat : Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS : S7°44’12.7″ E110°28’13.2″
Koordinat GPS : S7°44’12.7″ E110°28’13.2″
Candi Kedulan ditemukan pada tahun 1993. Penemuan candi ini beserta dua buah prasasti di lokasi penggaliannya mengundang pertanyaan tentang keberadaan desa kuno bernama Pananggaran dan sebuah bendungan di dekatnya.
Candi Kedulan adalah sebuah candi bercorak Hindu yang terdapat di Dusun Kedulan, kurang lebih 3 kilometer dari Candi Kalasan. Candi ini ditemukan secara tak sengaja oleh para penambang pasir pada 24 November 1993. Kesenangan yang berbeda akan didapatkan bila mengunjungi candi ini, sebab anda bisa menikmati proses rekonstruksi candi yang sangatlah rumit. Lokasi penggalian sedalam 7 meter akan langsung ditemui begitu tiba di kompleks candi ini. Lokasi penggalian itu berisi batu-batu candi yang tersebar ke segala penjuru dan bagian kaki candi induk yang tampak masih menyatu. Di lokasi penggalian inilah kompleks Candi Kedulan yang terdiri dari 1 candi induk dan 3 candi perwara(pendamping) semula berdiri. Kini, bagian kaki candi induk tengah diuji kekokohannya agar dapat ditumpangi batu-batu lain pada tahap selanjutnya. [ Baca selengkapnya ]
10. Candi Mendut
Alamat : Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Koordinat GPS : S7°36’17.3″ E110°13’48.1″
Koordinat GPS : S7°36’17.3″ E110°13’48.1″
Candi Mendut lebih tua dari Candi Borobudur. Ada cerita untuk anak-anak pada dinding-dindingnya. Candi Mendut terletak 3 km ke arah timur dari Candi Borobudur, merupakan candi Budha yang dibangun tahun 824 Masehi oleh Raja Indera dari wangsa Syailendra. Di dalam Candi Mendut terdapat 3 (tiga) patung besar. Cakyamuni yang sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma. Awalokiteswara sebagai Bodhi Satwa membantu umat manusia.
Awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkotanya, Vajrapani. Ia sedang memegang bunga teratai merah yang diletakkan di atas telapak tangan. Maitreya sebagai penyelamat manusia di masa depan, ada cerita untuk anak-anak pada dinding-dindingnya. Candi ini sering dipergunakan untuk merayakan upacara Waisak setiap Mei pada malam bulan purnama dan dikunjungi para peziarah dari Indonesia maupun manca negara.
Candi ini lebih tua dari Candi Borobudur. Arsitekturnya persegi empat dan mempunyai pintu masuk di atas tangganya. Atapnya juga persegi empat dan bertingkat-tingkat, ada stupa di atasnya. [ Baca selengkapnya ]
11. Candi Pawon
Alamat : Desa Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Koordinat GPS: S7°36’22″ E110°13’10.3″
Koordinat GPS: S7°36’22″ E110°13’10.3″
Candi Pawon bukan sebuah makam, melainkan sebagai tempat untuk menyimpan senjata Raja Indera yang bernama Vajranala. Candi Pawon terletak 1,5 km ke arah barat dari Candi Mendut dan ke arah timur dari Candi Borobudur, juga merupakan sebuah candi Budha. Saat diteliti secara lengkap pada reliefnya, ternyata merupakan permulaan relief Candi Borobudur.
Banyak orang mengira Candi Pawon merupakan sebuah makam, namun setelah diteliti ternyata merupakan tempat untuk menyimpan senjata Raja Indera yang bernama Vajranala. Candi ini terbuat dari batu gunung berapi. Ditinjau dari seni bangunannya merupakan gabungan seni bangunan Hindu Jawa kuno dan India. Candi Pawon terletak tepat di sumbu garis yang menghubungkan Candi Borobudur dan Candi Mendut.
Kemungkinan candi ini dibangun untuk kubera. Candi ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Semua bagian-bagiannya dihiasi dengan stupa (dagoba) dan dinding-dinding luarnya dengan gambar-gambar simbolis.
Kemungkinan candi ini dibangun untuk kubera. Candi ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Semua bagian-bagiannya dihiasi dengan stupa (dagoba) dan dinding-dinding luarnya dengan gambar-gambar simbolis.
Di kutip oleh Ucup budug
Sumber : Http://Yogyes.com , id wikipedia, dll.
Sumber : Http://Yogyes.com , id wikipedia, dll.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, October 28, 2011
(MEN-) CINTAI (-LAH) BAHASA INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Titik nol kilometer Yogyakarta, atau yang acap disebut perempatan Kantor Pos, seringkali digunakan untuk demonstrasi, atau setidaknya berbagai macam ekspresi budaya. Setelah orde baru lengser, lokasi titik nol bukan lagi area terlarang untuk melakukan sejumlah aktivitas. Karena, pada rezim orde baru, lokasi ini ‘steril’ untuk kegiatan publik.
Jum’at pagi (28/10) lalu, titik nol kilometer, ada sejumlah perempuan cantik yang mengenakan t’shirt warna putih dan membawa spanduk yang dibentangkan. Spanduk itu bertuliskan, ‘Aku Mencintai Bahasa Indonesia’ atau ‘100 % Mencintai Bahasa Indonesia’. Rupanya, untuk meperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011, Balai Bahasa Yogyakarta melakukan kampanye ‘Gerakan Cinta Bahasa Indonesia’
Berbagai macam spanduk bertuliskan menyangkut bahasa Indonesia dibentangkan di titik nol kilometer. Spanduk warna putih misalnya bertuliskan ‘Kalau bukan dengan Bahasa Indonesia Dengan Apa lagi kita mempersaukan Bangsa?” . Kalimat-kalimat lain sejenis, seolah memberikan informasi kepada publik, bahwa bahasa Indonesia sedang ‘terancam’. Untuk di Yogya, pastilah bukan ‘terancam’ bahasa Jawa. Karena, ada banyak keluarga muda yang melakukan komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia.
Atau, bahasa Indonesia sedang terancam terhadap bahasa asing? Mengingat di Yogya ada sejumlah kursus yang membuka kursus bahasa asing, tapi tak satupun lembaga kursus yang membuka kursus bahasa Indonesia. Padahal, seringkali kita menemukan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak tepat, yang dalam ‘norma bahasa’ belum baik dan benar. Yang paling parah, menemukan penggunaan bahasa Indonesia dengan campuran dialeg lokal, atau kalau di Jakarta dikenal dengan istilah ‘lu’ atau ‘gue’. Misalnya, ‘emang lu sudah baca?’. Inilah potret bahasa Indonesia kita.
Para mahasiswa(i) dari beberapa Perguruan Tinggi, yang tentu saja dilibatkan oleh Balai Bahasa Yogya melakukan kampanye cinta terhadap bahasa Indonesia. Memang, kalau bukan kita sendiri siapa yang mencintai bahasa Indonesia. Padahal kita bisa tahu, ada orang asing, setidaknya seperti Ben Andreson, memiliki kemampuan bahasa Indonesia, yang barangkali lebih baik dari orang Indonesia sendiri.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda dipakai untuk mengingatkan pada bangsa, bahwa Bahasa Indonesia telah mempersatukan bangsa. Kampanye mencitai Bahasa Indonesia, sekaligus memiliki arti cinta pada NKRI dan sekaligus pula memupuk rasa nasionalisme. Tanpa mencitai Bahasa Indonesia, artinya kita sudah mencoba mengingkari persatuan.
Titik nol kilometer, yang lokasinya berada di tengahl pusat kekuasaan tradisional dan modern. Simbol kekuasaan tradisional berupa kerajaan, dalam hal ini Kraton Yogyakarta. Simbol kekuasaan modern berupa Istana Negara ‘Gedung Agung’. Di lokasi ini kampanye cinta Bahasa Indonesia dilakukan.
Rasanya, memang perlu selalu sering diingat-ingatkan akan pentingnya Bahasa Indonesia. Meski bukan berarti melarang untuk menguasai bahasa asing. Hanya saja, tidak perlu melupakan bahasa Indonesia hanya karena sudah menguasai bahasa asing.
Mari, bersama kita tumbuhkan cinta pada Bahasa Indonesia dan cinta pada negeri ini. (Ons Untoro)
Sumber: http://www.tembi.org/cover/2011-10/20111031-MENCINTAILAH_BAHASA_INDONESIA.htm
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, January 12, 2011
Urgensi Bahasa Indonesia ala Uut
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Salah satu sosok yang mewakili Yogyakarta adalah Kurnia Tri Utami. Ia merupakan mahasiswi aktif Psikologi angkatan 2008. Perempuan yang akrab dipanggil dengan Uut ini terpilih sebagai finalis Duta Bahasa 2010. Bersama dengan puluhan kontestan yang lain, ia harus menjalani karantina selama seminggu di Djakarta. Banyak kesan menarik dan pengalaman yang didapat selama karantina, walaupun gelar juara belum dapat dibawa pulang.
Seperti dikutip dalam situs resmi Padmanaba “Kami selalu melakukan kegiatan bersama, hal itulah yang membuat kami 20 pasang finalis dari provinsi se-Indonesia menjadi dekat, meskipun kami bersaing untuk mendapatkan yang terbaik. Hingga perpisahan tiba, suasana haru pun menyelimuti, rasanya tidak ingin berpisah dengan mereka semua. Bayangkan saja, kapan lagi kami bisa berkumpul dengan teman-teman dari provinsi lain di seluruh Indonesia, kalau bukan karena ada suatu momen,” ujar mahasiswa Psikologi UGM yang juga berprofesi sebagai penyiar radio ini.
Perempuan kelahiran 21 tahun silam ini mengaku mendapat kosakata bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti microphone dengan pelantang, snack dengan kudapan, download dengan unduh, upload dengan unggah, dan banyak lagi. Ia juga menambahkan bahwa bahasa Indonesia berperan penting dalam menyatukan bangsa ini. Hal tersebut dapat kita lihat dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Kita boleh saja mempelajari bahasa asing, namun tetap tidak melupakan bahasa nasional. Jangan sampai peran bahasa Indonesia ini tergeser dengan bahasa asing yang lain,” tutupnya.
Bangsa Indonesia sangat beragam, dari Sabang hingga Merauke memiliki corak dan bahasa yang berbeda. Bahasa Indonesia merupakan salah satu alat untuk pemersatu Bangsa ini. Meskipun kita belajar bahasa asing namun kita tetap harus melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Itulah pesan yang ingin dia sampaikan melalui ajang Duta Bahasa 2010 ini.
sumber: laman psikologi.ugm.ac.id, edisi 14 Desember 2010
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, November 30, 2008
MEWAKILI DIY, DUA MAHASISWA UGM DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BAHASA NASIONAL 2008
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
| Dhinar dan Analisa Bersama Piagam Penghargaan |
Bahasa dalam tayangan sinetron perlu dicermati. Begitulah pesan yang disampaikan dua mahasiswa UGM, Dhinar Arga Dumadi dan Analisa Widyaningrum yang telah ditetapkan sebagai pemenang Duta Bahasa Indonesia tahun 2008.
Menurutnya, bahasa sinetron telah mengundang keprihatinan karena penggunaannya yang tidak mengenal tempat. Bahasa sinetron atau "bahasa gaul" dinilai telah digunakan secara salah kaprah. Yaitu digunakannya bahasa tidak baku (non formal) dalam situasi formal.
"Sebagai Duta Bahasa, kami ini kan mitra kerja pusat-pusat bahasa dan Balai Bahasa yang ada. Oleh karena itu kami ingin mengoptimalkan berbagai program kerja yang telah ada. Salah satunya terkait dengan program penggunaan bahasa," ujar keduanya, Jum'at (12/12) di ruang Fortakgama UGM.
Dhinar Arga Dumadi, mahasiswa Sastra Perancis FIB UGM angkatan 2008 dan Analisa Widyaningrum, mahasiswi Psikologi UGM angkatan 2007 adalah wakil Provinsi DIY. Keduanya dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional tahun 2008 setelah melewati beberapa tahapan seleksi, dan berhasil menyisihkan 25 peserta lain dari seluruh Indonesia saat seleksi tingkat nasional tanggal 20-27 Oktober 2008 lalu di Depdiknas. Keduanya lolos setelah melalui berbagai kriteria penilaian. Berbagai kriteria tersebut antara lain kemampuan bahasa Indonesia, bahasa asing dan daerah, hingga pembuatan makalah serta penyajiannya di hadapan dewan juri dari Pusat Bahasa.
Khusus untuk pembuatan makalah, ujar Dhinar, mereka berdua yang satu tim ini membuat sebuah judul "Bahasa Sinetron Sebagai Pemicu Rusaknya Jati Diri Bangsa". Dalam makalah itu mereka menyoroti dampak dari penggunaan bahasa Indonesia terhadap perilaku/kesopanan dan efek psikologis terhadap masyarakat, khususnya anak-anak.
"Bahasa sinetron kita akui banyak digunakan tidak pada tempatnya sehingga sering membuat kesalahan pula ketika dipraktekan di masyarakat. Ironisnya banyak pula yang secara psikologis menyebabkan efek negatif bagi anak karena bahasanya yang kasar dan tidak sopan," tutur Dhinar.
Sementara, Analisa Widyaningrum menambahkan setelah mereka berdua berhasil menyabet gelar duta bahasa, maka pada tanggal 28-31 langsung diikutsertakan dalam Kongres Bahasa Indonesia tingkat Internasional di Jakarta. Konggres ini, katanya, diikuti oleh 20 negara dunia seperti China, Australia, dan Jerman.
"Jelas kita bangga karena ternyata bahasa Indonesia di luar negeri sudah diajarkan. Bahkan di China dibuka pula jurusan Bahasa Indonesia pada salah satu Universitasnya," terang Analisa.
Dengan kemenangan tersebut mereka berdua berhak mendapatkan hadian piagam, uang pembinaan masing-masing Rp 7 juta serta pin emas. Sebagai Duta Bahasa Nasional, keduanya akan menjalankan tugas-tugas secara terus menerus.
"Tidak ada batasan waktu. Seandainya nanti terpilih Duta Bahasa Nasional yang baru, maka itu akan menjadi mitra. Kami berdua tetap sebagai Duta Bahasa, istilahnya tambah teman dalam menjalankan tugas-tugas sebagai Duta Bahasa Nasional," tandas Dhinar (Humas UGM)
Sumber: http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1680
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)