sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Monday, September 5, 2011
> Siti Jenar dan Wali Sanga [Bag 9]
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
“Itu pasti akan tercapai, Ki Ageng Pengging. Selama kita tidak berhenti berusaha.” terang Syekh Siti Jenar.
“Syekh, saya ingin kembali menanyakan tentang sabda alam tadi.”
“Silahkan, Ki Chantulo!”
“Maksud dari berita kematian itu seperti apa? Bukankha kita semua pasti akan mati?”"Benar, Ki Chantulo. Namun maksudnya disini ada keterkaitan dengan Kerajaan Demak. Kematian yang dimaksud disini terkait dengan para penguasa negeri Demak Bintoro.” Syekh Siti Jenar menghentikan bicaranya, seraya jari-jemari tangannya memainkan untaian mata tasbih, dari mulutnya meluncur dzikir, istigfar, tahmid, tahlil dan tasbih. “Terkait pula dengan persoalan keyakinan, terkait pula dengan kekacauan yang mengancam keamanan dan ketentraman negara, terkait pula dengan banyak persoalan.”
“Kenapa mesti beritanya sampai kepada kita? Seakan-akan itu semua akan kita alami?”
“Ya,”
“Jadi?”
“Tidak perlu takut, bukankah saya sudah membekali andika semua dengan ilmu sehingga tidak menjadikannya aneh dan menakutkan. Sebaliknya kenikmatanlah yang akan kita sambut.”
“Mengapa hal itu mesti harus menimpa kita, Syekh? Bukankah kita tidak melakukan kesalahan?”
“Lupakah andika pada uraian saya tadi. Disini tidak lagi berbicara siapa yang benar dan salah? Karena ini semua sudah menjadi kehendak alam, sunatullah. Karena kehendak alam, makanya ilmu hamamayu hayuning bawana sebagai penyempurnanya.”
“Saya kurang paham?” Ki Biosono memijit keningnya yang dikerutkan, lalu menatap tikar pandan yang didudukinya.
Bersambung……….
“Syekh, saya ingin kembali menanyakan tentang sabda alam tadi.”
“Silahkan, Ki Chantulo!”
“Maksud dari berita kematian itu seperti apa? Bukankha kita semua pasti akan mati?”"Benar, Ki Chantulo. Namun maksudnya disini ada keterkaitan dengan Kerajaan Demak. Kematian yang dimaksud disini terkait dengan para penguasa negeri Demak Bintoro.” Syekh Siti Jenar menghentikan bicaranya, seraya jari-jemari tangannya memainkan untaian mata tasbih, dari mulutnya meluncur dzikir, istigfar, tahmid, tahlil dan tasbih. “Terkait pula dengan persoalan keyakinan, terkait pula dengan kekacauan yang mengancam keamanan dan ketentraman negara, terkait pula dengan banyak persoalan.”
“Kenapa mesti beritanya sampai kepada kita? Seakan-akan itu semua akan kita alami?”
“Ya,”
“Jadi?”
“Tidak perlu takut, bukankah saya sudah membekali andika semua dengan ilmu sehingga tidak menjadikannya aneh dan menakutkan. Sebaliknya kenikmatanlah yang akan kita sambut.”
“Mengapa hal itu mesti harus menimpa kita, Syekh? Bukankah kita tidak melakukan kesalahan?”
“Lupakah andika pada uraian saya tadi. Disini tidak lagi berbicara siapa yang benar dan salah? Karena ini semua sudah menjadi kehendak alam, sunatullah. Karena kehendak alam, makanya ilmu hamamayu hayuning bawana sebagai penyempurnanya.”
“Saya kurang paham?” Ki Biosono memijit keningnya yang dikerutkan, lalu menatap tikar pandan yang didudukinya.
Bersambung……….
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.