sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Sunday, October 9, 2011
> Jadilah Islam Sejati Bukan Islam Kampungan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tentu saja tidak semua umat Islam.
Tapi sebagian besar umat Islam.
Sangat banyak jika fakta ini dibeberkan.
Tapi cukup saya nyatakan satu hal saja:
Yaitu soal nilai-nilai moral kemanusiaan
Umat Islam mengklaim bahwa nilai-nilai moral itu hanya ada dalam agama Islam. Dan sumbernya dalam Alquran. Sedang pada agama lain, apalagi pada kaum yang tidak beragama, mereka pandang tidak ada. Mereka itulah kaum yang membolehkan hidup seenaknya. Hidup kacau tanpa pedoman mulia dari Tuhan. Bebas sebebas bebasnya.
Bagi saya, itulah perasaan merasa benar dan merasa super sendiri pada umat Islam. Dan itu konyol dan memalukan. Karena nilai-nilai moral, sense of morality, bagi saya sudah include dalam diri setiap manusia. Karena pada hakikatnya, manusia punya hati nurani. Dan ketika hati nurani itu membisu, maka disaat itulah manusia menjadi biadab. Dan itu bisa menimpa siapa saja. Baik pada orang beragama maupun pada orang atheis. Karena soal moral, tidak ada labelnya. Murni soal akhlak kepribadian seseorang. Itulah naturnya manusia. Titah kosmik. Inspirasi mistik Alam Semesta (Tuhan).
Siapa yang tidak akan merinding bahkan menangis ketika melihat pembataian sesama manusia? Melihat pembunuhan terhadap orang yang tak bersalah? Dan segala perbuatan lainnya yang benar-benar menyayat hati?
Perlukah manusia sadar diri bahwa dia beragama A atau B kemudian baru menetes air matanya? Bukankah air mata itu refleks emosional saat hati nurani merasa tersentuh dan haru? Bahkan orang bisu tuli yang tak pernah mendengar kotbah agama sekalipun, setahu saya tetap akan bergetar hatinya saat melihat kejahatan yang tidak manusiawi.
Dengan kata lain, bagi saya:
Moral, hati nurani itu, sumur tanpa dasar.
Tanpa batas wilayah keyakinan, apalagi harus bernama Islam!
Tapi sebagian besar umat Islam.
Sangat banyak jika fakta ini dibeberkan.
Tapi cukup saya nyatakan satu hal saja:
Yaitu soal nilai-nilai moral kemanusiaan
Umat Islam mengklaim bahwa nilai-nilai moral itu hanya ada dalam agama Islam. Dan sumbernya dalam Alquran. Sedang pada agama lain, apalagi pada kaum yang tidak beragama, mereka pandang tidak ada. Mereka itulah kaum yang membolehkan hidup seenaknya. Hidup kacau tanpa pedoman mulia dari Tuhan. Bebas sebebas bebasnya.
Bagi saya, itulah perasaan merasa benar dan merasa super sendiri pada umat Islam. Dan itu konyol dan memalukan. Karena nilai-nilai moral, sense of morality, bagi saya sudah include dalam diri setiap manusia. Karena pada hakikatnya, manusia punya hati nurani. Dan ketika hati nurani itu membisu, maka disaat itulah manusia menjadi biadab. Dan itu bisa menimpa siapa saja. Baik pada orang beragama maupun pada orang atheis. Karena soal moral, tidak ada labelnya. Murni soal akhlak kepribadian seseorang. Itulah naturnya manusia. Titah kosmik. Inspirasi mistik Alam Semesta (Tuhan).
Siapa yang tidak akan merinding bahkan menangis ketika melihat pembataian sesama manusia? Melihat pembunuhan terhadap orang yang tak bersalah? Dan segala perbuatan lainnya yang benar-benar menyayat hati?
Perlukah manusia sadar diri bahwa dia beragama A atau B kemudian baru menetes air matanya? Bukankah air mata itu refleks emosional saat hati nurani merasa tersentuh dan haru? Bahkan orang bisu tuli yang tak pernah mendengar kotbah agama sekalipun, setahu saya tetap akan bergetar hatinya saat melihat kejahatan yang tidak manusiawi.
Dengan kata lain, bagi saya:
Moral, hati nurani itu, sumur tanpa dasar.
Tanpa batas wilayah keyakinan, apalagi harus bernama Islam!
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.