Sunday, July 22, 2012

Contoh Cerpen Sahabat Terbaik

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

          Rava adalah siswa yang keren, pintar, dan populer di sekolahnya. Rava memiliki sahabat sejak kecil yang bernama Vio. Tidak jauh berbeda dengan Rava, Vio juga termasuk siswa yang populer di sekolah itu. Kini mereka telah duduk dibangku SMA kelas 1.
Rava merupakan siswa yang sangat aktif dalam kegiatan di sekolah. Seminggu yang lalu Rava terpilih menjadi kapten basket di sekolah, selain itu Rava juga mendapat banyak juara dalam berbagai lomba. Berbeda dengan Rava, Vio sedikit tertinggal dibawahnya.
Tahun ini sekolah Rava dan Vio mengadakan pemilihan Ketua OSIS yang baru, Rava berniat mencalonkan diri dan tanpa ia duga ternyata Vio sahabatnya juga mencalonkan diri. Saat pengumuman ternyata yang terpilih menjadi Ketua OSIS adalah Rava, Vio sedikit kecewa tetapi ia berusaha menyembunyikannya dari Rava.
“Untuk apa aku kecewa, seharusnya aku ikut senang karna sahabatku berhasil menjadi Ketua OSIS, lagi pula dia pantas menerimanya“ batin Vio.
Semenjak menjadi Ketua OSIS, Rava semakin populer di sekolahnya. Saat istirahat Rava menemui seorang gadis bernama Syla, Syla adalah seorang gadis yang terkenal cantik, baik hati, pintar dan tentunya Rava menaruh hati padanya.
“Syla..”
“Iya..”
“Ntar malem ada acara enggak?”
“Em..kayaknya enggak ada, emang kenapa?
“Ntar malem jam 7 aku tunggu kamu di taman deket rumahmu, pokoknya harus dateng ! teriak Vio sambil berlari meninggalkan Syla.
Syla tidak menjawab apapun tetapi akhirnya dia memutuskan untuk mengiyakan permintaan Vio. Tepat pukul 7 Syla sampai di taman, tak terlihat hadirnya Vio disana tetapi tiba-tiba terdengar suara orang bernyanyi dengan diiringi gitar.

Lama tlah ku pendam
Tapi akan kucoba mengatakan

Kuingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu

Kuingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Kuingin jujur apa adanya dari hati

Kini yang kau tahu
Aku menginginkanmu tapi takkan ku paksakan
Kau belahan hati bila milikku

          Ternyata Ravalah yang menyanyikan lagu itu untuk Syla, dan setelah selesai menyanyi, Rava menghampiri Syla dan bertanya,
“Syla, mau nggak kamu jadi pacarku?” tanya Rava
Sejenak Syla terdim dan kemudian menjawab,
“Iya aku mau” jawab Syla sambil tersenyum
Sejak saat itulah Rava dan Syla resmi pacaran. Pagi harinya saat disekolah tiba-tiba Vio menghampiri Rava dengan tatapan emosi.
“Apa bener elo udah jadian sama Syla?”
“Iya, emang kenapa Yo?”
“Rav, elo itu ternyata munafik ya”
“Maksud loe apa Yo? Gue nggak ngerti”
“Alah nggak usah bohong Rav, elo itu tahu kan kalo gue suka sama Syla, tapi kenapa elo malah jadian sama dia? apa nggak cukup elo dapet posisi kapten basket dan ketua OSIS yang gue impiin? terus sekarang elo juga mau dapetin cewek yang gue suka. Gue benci elo Rav, elo bukan sahabat gue”
“Ijinin gue jelasin semuanya Yo, gue nggak tahu tentang perasaan elo ke Syla”
“Nggak ada yang perlu dijelasin” jawab Vio sambil pergi dari hadapan Rava.
2 hari setelah kejadian itu Rava menerima kabar bahwa Vio mengalami kecelakaan. Setelah mendengar kabar tersebut Rava langsung menjenguk Vio ditemani Syla kekasihnya. Sesampainya di rumah sakit, Rava terkejut mengetahui bahwa Vio buta karna kecelakaan yang dialaminya. Mengetahui keadaan Vio yang seperti itu, Rava berpesan pada Syla untuk selalu ada disisi Vio dan jangan menghubunginya sementara waktu. 2 minggu telah berlalu, Vio kini dapat melihat kembali berkat seorang pendonor mata yang telah mendonorkan matanya, tapi sayang Vio tidak mengetahui siapa pendonor mata itu. Setelah sembuh, Vio menyadari bahwa ia salah berfikir tentang Rava setelah mendengar sendiri dari Syla bahwa Rava lah yang meminta Syla untuk selalu berada disamping Vio selama ia sakit.
“Elo udah denger semuanya kan Yo? Gue mau sekarang elo minta maaf sama Rava, perasaan gua nggak enak tentang Rava, udah lama gue nggak denger kabarnya”
“Iya Syl, sekarang temenin gue ke rumah Rava ya!”
“Iya”
Sesampainya di rumah Rava, ternyata yang membukakan pintu adalah pembantu Rava,
“Rava ada Bik?”
“Em.. Den Ravanya nggak ada den”
“Emang Ravanya kemana Bik?”
“Aden lihat saja di kamar den Rava, ada titipan den Rava untuk den Vio”
Setelah menerima penjelasan dari Bibik, Vio dan Syla masuk ke kamar Rava ditemani Bibik. Betapa terkejutnya Vio dan Syla melihat banyak darah bercucuran di lantai dan tempat tidur Rava.
“Itu den, ada titipan den Rava untuk aden” kata Bibik sambil menunjuk kotak kecil diatas tempat tidur Rava.
Vio membukanya dan yang ia temukan adalah sebuah kaset dan surat, kemudian Syla memutar kaset itu, sedangkan Vio membaca surat tersebut. Saat kaset diputar sebuah lagupun dimulai.
Bergegaslah kawan, tuk sambut masa depan
Tetap berpegang tangan, saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat… kita untuk slamanya

Satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
Satu cerita teringat didalam hati
Karena kau berharga dalam hidupku, teman
Untuk satu pijakan menuju masa depan

          Diantara sela lagu yang sedang diputar, Vio membaca surat yang ditulis oleh Rava

“Yo, mungkin saat elo baca surat gue ini gue udah nggak ada, gue pengen jelasin langsung semuanya ke elo Yo, tapi mungkin Tuhan berkehendak lain dan waktu gue udah habis. Gue pengen elo tahu Yo kalo gue nggak pengen ngrebut apa yang elo impiin, gue jadi kapten basket, ketua OSIS, dan berusaha menang dalam berbagai lomba itu semata-mata karna gue pengen saat gue udah nggak ada, kalian semua bisa inget prestasi-prestasi gue, gue nggak pengen kalian lupain gue dengan gampangnya. Tentang Syla, sungguh Yo, gue nggak tahu tentang perasaan elo ke dia, sebelum gue nggak ada, gue juga pengen Yo ngrasain gimana rasanya dicintai dan mencintai. Maafin gue Yo kalo yang gue lakuin itu salah, elo tetep sahabat gue Yo meskipun elo udah mutus persahabatan kita. Oh iya, sebentar lagi elo ultah kan Yo? dan gue nggak bisa ngasih apa-apa, gue cuma bisa ngasih mata gue itu ke elo, gue titip mata gue itu dan tentunya Syla ke elo ya Yo, gue harap elo bisa jaga baik-baik titipan gue itu. Satu lagi yo, tolong bahagiain Syla Yo gue sayang banget sama dia, maaf gue belom bisa bahagiain dia. Slamat tinggal Yo, jaga diri loe baik-baik”
Selesai Vio membaca surat dari Rava, selesai itu pula lagu yang dipersembahkan Rava untuk Vio.
“den Rava anak yang baik den, makanya Tuhan ingin cepat-cepat bertemu dengannya” kata Bibik
Mendengar kata-kata Bibik, tak sanggup sudah Vio menyembunyikan kesedihannya, air matanya mengalir tanpa terbendung
“Mana janji loe Rav? Katanya elo mau nemenin gue, gue nggak mau mata ini Rav, gue mau elo yang ada disisi gue, kalo loe sayang sama Syla jaga sendiri dong, yang dia mau itu elo dan bukan gue. Kenapa elo pergi secepat ini Rav? Gue belom sempat minta maaf ke elo” teriak Vio sambil terus menangis
“Sebenarnya Rava sakit apa Bik?” Tanya Syla pada Bibik sambil mengusap air mata yang terus menetes dipipinya.
“Sudah sejak 6 bulan yang lalu den Rava mengidap penyakit leukimia dan 2 hari yang lalu den Rava menghembuskan nafas terakhirnya” jawab Bibik
“Jadi alasan Rava nyuruh aku untuk nggak hubungi dia itu ini” kata Syla sambil terus menangis
“Elo udah berhasil Rav, semua orang nggak bakal mudah lupain elo, gue janji ama loe Rav, gue bakal penuhin semua permintaan loe. Gue udah maafin loe, loe itu sahabat terbaik gue..sampe kapanpun. Semoga elo bahagia disana” kata Vio dalam hati

TAMAT
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.