sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Tuesday, February 2, 2016
Klasifikasi Batuan Piroklastik
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Pembuatan klasifikasi batuan piroklastik sudah banyak dibuat oleh para ahli, tetapi masih terjadi kekurangan maupun perbedaan tentang batuan piroklastik. Klasifikasi berdasarkan perkembangan terbentuknya batuan piroklastik sangat sulit, sedangkan saat ini klasifikasi didasarkan pada:
· Asal - usul fragmen
· Ukuran fragmen
· Komposisi fragmen
Berdasarkan asal usul fragmennya Johnson dan Levis (1885), lihat Mac Donald (1972) memebedakan fragmen material piroklastik menjadi :
- Essential : fragmen berasal langsung dari pembekuan magma segar
- Accessor : fragmen berasal dari lava atau piroklastik yang terdapat pada kerucut volkanik
- Accidental : fragmen yang berasal dari batuan lain yang tidak menunjukkan gejala pembekuan, metamorfisme
Sedangkan berdasarkan ukuran dari fragmen Grabau (1924) dalam Carozzi (1975) mengklasifikasikan material pyroklastik menjadi :
> 2,5 mm : Rudyte
2,5 - 0,5 mm : Arenyte
< 0,5 mm : Lutyte
Berdasarkan ukuran butinnya H. William F.J Tunner Dan C.M Gilbert (1954) mengklasifikasikan batuan pirokalstik menjadi sebagai berikut :
Klasifikasi Menurut H. William F.J Tunner Dan C.M Gilbert (1954)
Size (mm)
|
UNCONSOLIDATED
|
CONSOLIDATED
|
> 32
|
Bomb
Block
Block and ashes
|
Agglomerat
Volcanic Breccia
Tuff Breccia
|
4- 32
|
Lapili
Cinder (vecicular)
|
Lapili
Cinder lapili tuff
|
¼-4
|
Coarse Ash
|
Coarse Tuff
|
< ¼
|
Ash or volcanic dust
|
Tuff
|
Untuk material yang berukuran tuff Menurut Williams, Turner dan Gilbert (1954), tuf dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Vitric Tuff : tuf dengan penyusun utama terdiri dari gelas
2. Lithic Tuff : tuf dengan penyusun utama terdiri dari fragmen batuan
3. Crystal Tuff : tuf dengan penyusun utama kristal dan pecahan -pecahan kristal
Berdasarkan perbedaan jenis tuff ini Pettijohn (1975) membuat klasifikasi dengan berdasarkan persentase Vitric tuff, Lithic tuff dan Crystal tuff
Berdasarkan perbedaan jenis tuff ini Pettijohn (1975) membuat klasifikasi dengan berdasarkan persentase Vitric tuff, Lithic tuff dan Crystal tuff
Sumber: diktat praktikum petrologi IST akprind Yogyakarta 2013
Untuk sementara itu dulu, postingan untuk klasifikasi yang lain segera menyusul
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.