sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Tuesday, January 3, 2012
We Are Family
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Baru saja selesai, menonton film keluaran India yang lagi-lagi mengharukan. Tapi kali ini, setipe dengan film-film Korea, salah satu tokoh utamanya sakit dan meninggal. Meski begitu, film ini tak bisa dibilang sad ending loh. Pasalnya, akhir ceritanya masih menyisakan senyum di hati penontonnya.
Sebagai salah satu fans Kajol Devgan, aku sangat suka dengan film ini. Bukan hanya karena idolaku sebagai tokohnya, tapi kisahnya sungguh menyentuh dan berhasil membuatku dan penonton lain menangis bombay (tangisan akibat menonton film India).
“We are Family,” itulah kalimat terakhir Maya (Kajol) ketika menyadari waktunya tak banyak lagi untuk mengasuh ketiga anaknya, Aaliya, Ankush, and Anjali kepada Shreya Arora (Kareena Kapoor), wanita yang akan dinikahi mantan suaminya, Aman (Arjun Rampal).
Maya akhirnya luluh melihat ketulusan cinta Shreya pada ketiga anaknya. Ia meminta Shreya untuk mengasuh anak-anaknya setelah kepergiannya. Meski sebelumnya sangat tidak senang terhadap kehadiran Shreya, Maya menyadari, bahwa Shreya mampu menggantikannya sebagai ibu dan istri.
Flash back: Ketika rencana pernikahan Aman dan Shreya semakin mantap, Aman hendak mengenalkan Shreya pada tiga anaknya dari pernikahannya dengan Maya. Namun pertemuan pertama tak berjalan mulus. Anak-anak Aman marah dan malah membenci Shreya. Namun perjuangan Shreya tak berhenti demi melihat kecintaan calon suaminya terhadap anak-anaknya, maka Shreya juga harus berjuang untuk mendapatkan tempat di hati ketiga ‘monster’ kecil yang membencinya itu.
Karena suatu ketaksengajaan, Aman terpaksa menitipkan ketiga anaknya pada Shreya. Kembali Shreya melakukan kesalahan, yang membuat Maya melarang anaknya dibawa bersama Shreya. Hingga suatu ketika Maya memeriksakan diri dan didiagnosa mengidap kanker serviks, dan harus mulai menghitung usianya dengan tidak menggunakan hitungan tahun. Maya khawatir terhadap anak-anaknya. Dokterpun menyarankannya untuk menyeritakannya pada Aman agar bisa berbagi pengasuhan.
Aman tanpa penjelasan kemudian memtuskan Shreya dan kembali pada Maya. Di saat itulah, Shreya datang menepati janjinya pada Anjali, si bungsu pasangan Maya dan Aman untuk memberi mahkota. Lewat inilah Maya membuka hati dan matanya, demi melihat ketulusan Shreya pada anak-anaknya.
Film ini benar-benar kurekomendasikan untuk pecinta drama, khususnya yang mencintai Bollywood. Film ini dirilis pada September 2010. Merupakan film yang diskenarioi oleh Karan Johar, penggarap film laris Kuch-Kuch Hota Hai dan Kabhi Khushi Kabhie Gum. Meski tak sempat masuk ke jajaran box office, film yang mengambil lokasi syuting di Sydney, Ausralia dan Mumbai ini jadi top recommended bagiku pecinta drama. Akting Kajol benar-benar dapet untuk cerita seharu ini.
Meski ini film lama, tak masalah kan aku meresensikannya sekarang. Ini karena aku pun telat menontonnya. Jangan lupa nonton ya!
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
My film,
Tetesan Resensi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.