sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Tuesday, October 15, 2013
Ini bahaya suka marah-marah bagi kesehatan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Penyakit bukan cuma timbul gara-gara makanan saja, tetapi juga perilaku kita. Jika mudah dan suka marah-marah, ternyata ada bahayanya bagi kesehatan. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Mag for Women berikut ini.
Gangguan pencernaanSaat marah, kadar asam lambung bisa meningkat. Dari situ, berbagai gangguan pencernaan pun muncul. Mulai dari refluks asam, maag, atau sembelit.
Sakit kepalaOrang yang suka marah-marah biasanya sering mengeluh sakit kepala. Sebab terlalu emosional meningkatkan tekanan darah di kepala. Pantas jika marah-marah memicu pusing atau migrain.
Penyakit jantungMudah marah menimbulkan stres. Stres tersebut pun meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan penelitian sudah membuktikan kalau orang yang mudah marah cenderung terkena serangan jantung.
DepresiSeperti yang sudah disebutkan, mudah marah berkaitan dengan stres. Ketika pikiran sudah terserang oleh stres dan depresi, tubuh pun rentan terkena berbagai macam penyakit.
Tekanan darah tinggiJangan suka marah-marah jika tak ingin terkena tekanan darah tinggi. Tubuh perlu menjaga tekanan darah dalam kondisi normal agar tidak memicu masalah kesehatan lainnya.
Serangan cemasJika orang mudah marah, biasanya mereka juga rentan terhadap perasaan cemas akan hal-hal sepele. Segala sesuatu dibesar-besarkan. Serangan cemas pun akhirnya mengganggu aktivitas harian.
Sering sakitKarena sistem imun menurun akibat mudah marah, berbagai macam penyakit akhirnya sering mampir. Misalnya sering demam, flu, atau batuk.
Itulah bahaya suka marah-marah bagi kesehatan. Mulai sekarang, coba belajar mengontrol emosi demi menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Sumber: merdeka.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, October 14, 2013
Alasan kenapa manusia tidak bisa menerima kegagalan?
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah melakukan salah atau juga mengalami kegagalan. Namun, kenapa sebagian besar manusia sulit untuk langsung menerima hal buruk yang mereka dapatkan?
Ketika seseorang dengan optimis tinggi menciptakan atau membuat sesuatu dan berharap nantinya apa yang sedang dia kerjakan dapat menghasilkan sesuatu yang hebat dan menguntungkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan, maka hal pertama yang akan terlihat adalah kekecewaan dan rasa tidak percaya kenapa hal tersebut bisa terjadi.
Nampaknya hal ini menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diteliti. Sebuah penelitian, seperti yang dikutip dari Daily Mail (04/10), menyatakan bahwa ternyata otak manusia akan bekerja secara lambat ketika segala sesuatu yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau juga ketika mereka mengalami kegagalan dan kesalahan.
Kelambatan proses kerja otak manusia tersebut disebabkan karena pola pikir dan otak manusia akan lebih mudah dan cepat mencerna segala sesuatu yang bersifat positif daripada yang negatif.
Apabila dipikir secara logika, nampaknya apa yang dihasilkan penelitian tersebut cukup masuk akal, karena terkadang seseorang akan membutuhkan waktu khusus untuk menyadari kesalahan atau kegagalan yang diterimanya.
Dari proses 'merenung' tersebut, tidak sedikit yang akhirnya menyadari bahwa langkah yang diambil ternyata memang benar salah dan harus ada perbaikan ke depannya.
Sumber: merdeka.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, September 9, 2013
Ciri-ciri Kurang Percaya Diri
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saat ini banyak orang mengidap perasaan kurang percaya diri alias minder atau rasa tak sanggup, rasa tidak berarti atau yang paling populer saat ini rasa galau. Sementara sebagian orang berusaha belajar untuk memiliki kepercayaan diri. Sebagian lagi memang memiliki kepercayaan diri yang teguh, sehingga nampak tanpa keraguan melangkah, berbicara dan berbagai kesempatan baik selalu diraihnya.
Ternyata kepercayaan diri memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan seseorang. Banyak kesempatan terlewatkan dalam berbagai kesempatan baik jika tidak memiliki percaya diri. Krisis kepercayaan diri merupakan salah satu penghambat terbesar dalam bertindak dan mengambil keputusan. Akibat dari tidak adanya kepercayaan pada diri bukan hanya ragu untuk bertindak, tetapi dapat tidak bertindak sama sekali.
Berikut ciri-ciri yang tidak percaya diri:
1. Mengenakan anting. Beberapa pria menggunakan anting, sebagian untuk kepentingan seni (apabila pelakunya seorang aktor film atau musisi). Namun kebanyakan pria yang dengan tampilan urak-urakan menggunakan anting, merupakan kedok untuk mengakat rasa percaya dirinya.
2. Jika sedang berkendaraan bermotor, sering memainkan bunyi kendaraan agar menarik perhatian orang disekitarnya. Suka kebut-kebutan di jalan yang bukan seharusnya untuk memacu kendaraan.
3. Suka memodifikasi diri, misalnya lidahnya dipasang anting, rambut dicat, dan kurang menerima diri misalnya meluruskan rambutnya karena malu dengan rambut keritingnya.
4. Suka menyelesaikan masalah dengan fisik. Jika sedang dalam perkelahian sering bersuara besar, bahkan buka baju untuk memamerkan tengkorak.
5. Tidak diam, jika sedang berbicara dengan lawan bicara. Berbicara tidak jelas dan pandangan mata tidak tertuju pada orang yang diajak bicara.
6. Emosional tidak pada tempat, didepan umum eksistensi pribadi cendrung tenggelam.
(red/CN34)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, June 12, 2013
Pria Benci Wanita Sibuk Berponsel !
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SIBUK berbicara di ponsel ternyata bisa menjadi petaka saat kencan. Pasalnya, pria tak menyukai ketika Anda melakukan hal tersebut.
Kencan seharusnya memang dilalui dengan hal-hal menarik dimana satu sama lain saling menautkan kasih sayang. Dalam momen tersebut, sebaiknya waktu yang terlewati pun diisi dengan agenda yang mendekatkan satu sama lain. Karenanya, jangan mengerjakan hal yang terkesan egois seperti sibuk berbicara di ponsel. Jika Anda melakukannya, bersiaplah menyakiti hati pria di hadapan Anda. Berikut hal-hal lainnya yang membuat pria ilfil saat kencan, seperti dilansir Theprinceplesofdating.
Langsung menyimpulkan
Saat berbincang dengannya dalam sebuah topik, lewatilah pembicaraan tersebut dengan santai. Jangan memotong pembicaraan atau bahkan menyimpulkan hal tertentu yang Anda tidak mendalaminya. Hal tersebut hanya akan membuat pria benci dengan Anda.
Sibuk berbicara di ponsel
Bercengkrama dengan ponsel sah-sah saja. Meski demikian, jangan sampai terlena dalam keasyikan tersebut. Anda harus ingat bahwa ada pria yang menanti di hadapan Anda. Jadi, berbicaralah di telefon seperlunya dan tidak lebih dari 4 menit.
Jawaban terlalu standar
Jika Anda ingin berbicara tentang hari yang Anda lewati, pria sesungguhnya dengan senang hati mendengarkan. Namun ketika pertanyaan yang diajukan pria hanya dijawab standar oleh wanita, misalnya, bagaimana harimu? Dan Anda hanya menjawab ‘Baik, Lancar' tanpa disertai penjelasan. Jawaban tersebutlah yang paling dibenci pria saat dia mendengarnya. (Okz/Tom)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, May 25, 2013
Tanda Wanita Jatuh Cinta Dari Matanya
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BAHASA tubuh dan tatapan wanita punya sejuta makna. Di antaranya untuk mengutarakan rasa suka dan cinta. Beberapa sinyal yang ditunjukkan wanita seperti di bawah ini merupakan tanda dia jatuh cinta.
Tatapan mata
Pernah melihat bagaimana seorang wanita menatap cake cokelat atau dress lucu di toko? Wanita menggunakan mata untuk menggambarkan gairahnya. Jika dia tak bisa melepaskan pandangannya dari Anda, maka jelas dia punya perasaan yang lebih.
Menjadi refleksi Anda
Saat tertarik dengan orang lain, manusia akan mulai mengikuti gerakan dan cara bicaranya. Bila dia mulai mengatakan hal-hal aneh yang biasa Anda ucapkan, ini bukan berarti dia belahan jiwa Anda. Percayalah, dia hanya suka pada Anda.
Rajin bertanya
Bertanya adalah cara tanda yang baik bahwa dia tertarik pada Anda. Ketika dia bertanya dan benar-benar mendengar apa yang Anda katakan, ini berarti dia ingin mengenal lebih jauh. (Okz/Van/krjogja.com)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, May 21, 2013
Perilaku Kekerasan Geng Remaja
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Kelompok remaja atau biasa disebut geng adalah fenomena yang sangat biasa, selalu terjadi pada setiap zaman. Teori-teori psikologi mendefinisikan masa remaja sebagai masa "badai", masa penuh gejolak pencarian identitas diri yang ditandai dengan sikap pemberontakan terhadap segala hal yang dianggap berada di luar konsep dirinya. Masa muda para orang tua saat inipun tidak lepas dari warna dan keriuhan aktivitas per-geng-an.
Menjadi tidak wajar ketika geng-geng itu berubah sebagai kelompok kekerasan. Walau tidak dipungkiri, pada masa lalu pun, geng-geng remaja sudah terlibat perseteruan dan kekerasan di antara kelompok-kelompok yang ada. Unjuk eksistensi diri dan kelompok diwujudkan dengan cara menyerang kelompok lain, baik secara verbal maupun fisik. Dalam hal modus dan operasi, geng remaja saat ini juga "sangat berkembang".
Semua itu tidak lepas pula dari faktor teknologi komunikasi dan informasi. Anak-anak muda yang memang sudah mahir menggunakan peranti gadget informasi. Sisi positif kemudahan komunikasi membawa pula dampak buruk, dalam arti konten informasi yang buruk pun menjadi lebih cepat tersebar, dikonsumsi, dan mempengaruhi pola pikir serta perilaku remaja dan anak muda. Fenomena geng motor tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor itu.
Pada era 80-an dan sebelum itu, geng-geng anak muda masih bersifat terlokalisasi secara geografis dan fisik, sehingga geng-geng tersebut hanya bersifat lokal. Dengan dukungan peranti informasi saat ini, geng-geng seperti itu telah berubah wujud menjadi semacam jaringan yang dapat bertukar informasi secara mudah dan cepat. Geng motor adalah salah satu contoh betapa sebuah geng lokal bisa berskala nasional dan karena itu butuh penanganan berbeda.
Barangkali, tidak banyak dari kita para orang tua yang menyadari bahwa geng motor tersebar di berbagai kota di Indonesia. Ketika geng motor Semarang terlibat dalam kekerasan yang sudah tergolong kriminal berat, faktor jaringan itu tidak boleh dilupakan ketika kita ingin berbicara tentang pengendalian aktivitas berkelompok para remaja. Kekerasan kriminal geng motor Semarang jangan sampai menjadi budaya kekerasan remaja.
Itulah tantangan zaman yang harus disikapi dengan cerdas oleh para keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah. Pendekatan konvensional normatif otoritarian tidak akan mampu mengejar pergolakan mindset kelompok muda yang sudah sedemikian massif mengalami intrusi nilai-nilai. Ciptakan lingkungan yang mencerdaskan agar kita bisa menyembuhkan perilaku kekerasan geng-geng remaja. (//suaramerdeka.com)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, November 6, 2012
3 Cara Lekatkan Hubungan Orangtua dan Anak
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

"Antara orangtua dan anak seharusnya lekat bukan hanya dekat. Dekat memiliki arti kedekatan fisik, sedangkan lekat berarti dekat di hati. Kedua kedekatan ini idealnya harus dimiliki orangtua dan anak," ungkap Roslina beberapa waktu lalu di Jakarta.
Ada tiga cara mudah untuk melekatkan hubungan orangtua dengan anak, yaitu:
1. Introspeksi diri
Sering kali orangtua merasa punya hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Padahal, belum tentu si anak merasa benar-benar dekat dan nyaman dengan orangtuanya. Untuk itu, Roslina menyarankan untuk mulai introspeksi diri. "Tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda pernah menyatakan rasa sayang kepada anak? Kapan kali terakhir Anda mengungkapkannya?" tanyanya.
Ungkapan rasa sayang pada anak bertujuan untuk meyakinkan dan memberi penegasan bahwa Anda benar-benar mencintainya. Selain itu, ungkapan ini juga berguna untuk membuat anak merasa nyaman dan terlindungi saat ada di dekat Anda. Anak memiliki sifat mudah merasa aman dan akrab ketika ia berada di dekat orang yang diketahui menyayanginya.
2. Menatap mata
Mata adalah pancaran hati. Selain mengungkapkan kata-kata sayang, ungkapkan juga rasa sayang Anda dengan menatapnya penuh cinta. "Kasih sayang dan perhatian yang tulus akan terlihat dari cara Anda memandang anak. Ada pancaran kebahagiaan dan kehangatan yang akan dirasakan anak melalui tatapan mata Anda," katanya.
3. Waktu istimewa
Untuk mengakrabkan hubungan dengan anak, sebaiknya orangtua menyediakan waktu khusus bersama anak. Anda tidak harus menyediakan waktu khusus untuk melakukan suatu kegiatan besar seperti berakhir pekan atau berlibur bersama. Sediakan saja lebih banyak waktu ketika Anda hanya berdua bersama anak untuk saling bercerita, bertukar pengalaman, bermain, atau bahkan curhat.
Sering kali orangtua merasa punya hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Padahal, belum tentu si anak merasa benar-benar dekat dan nyaman dengan orangtuanya. Untuk itu, Roslina menyarankan untuk mulai introspeksi diri. "Tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda pernah menyatakan rasa sayang kepada anak? Kapan kali terakhir Anda mengungkapkannya?" tanyanya.
Ungkapan rasa sayang pada anak bertujuan untuk meyakinkan dan memberi penegasan bahwa Anda benar-benar mencintainya. Selain itu, ungkapan ini juga berguna untuk membuat anak merasa nyaman dan terlindungi saat ada di dekat Anda. Anak memiliki sifat mudah merasa aman dan akrab ketika ia berada di dekat orang yang diketahui menyayanginya.
2. Menatap mata
Mata adalah pancaran hati. Selain mengungkapkan kata-kata sayang, ungkapkan juga rasa sayang Anda dengan menatapnya penuh cinta. "Kasih sayang dan perhatian yang tulus akan terlihat dari cara Anda memandang anak. Ada pancaran kebahagiaan dan kehangatan yang akan dirasakan anak melalui tatapan mata Anda," katanya.
3. Waktu istimewa
Untuk mengakrabkan hubungan dengan anak, sebaiknya orangtua menyediakan waktu khusus bersama anak. Anda tidak harus menyediakan waktu khusus untuk melakukan suatu kegiatan besar seperti berakhir pekan atau berlibur bersama. Sediakan saja lebih banyak waktu ketika Anda hanya berdua bersama anak untuk saling bercerita, bertukar pengalaman, bermain, atau bahkan curhat.
"Waktu intim inilah yang dibutuhkan anak untuk bisa dekat dan bicara apa saja dengan jujur kepada orangtuanya," ungkapnya. Jika memiliki lebih dari satu anak, maka buatlah daftar giliran untuk menghabiskan waktu dengan anak satu per satu secara bergantian. Dalam waktu spesial ini, Anda bisa mencurahkan cinta sepenuhnya kepada anak.
Sumber: kompas.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, October 23, 2012
Kurang Tidur Picu Cedera Saat Olahraga
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kurang waktu untuk tidur memicu cedera saat olahraga. Hal itu merupakan hasil sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam The American Academy of Pediatrics (AAP) National Conference and Exhibition di New Orleans baru-baru ini.
Untuk membuktikan hal tersebut, para peneliti mewawancarai 160 atlet remaja. Ditemukan jumlah waktu tidur setiap malam, secara signifikan berkaitan dengan pengurangan kemungkinan cedera. Selain itu, semakin dewasa usia atlet, ternyata kemungkinan cedera semakin tinggi.
"Banyak penelitian lain menunjukkan bahwa kekurangan tidur bisa mempengaruhi kemampuan kognitif dan motorik, belum ada yang pernah melihat hal ini dalam konteks atlet remaja," kata peneliti Matthew Milewski, MD.
Kalau Anda berniat berolah raga, ada baiknya diimbangi dengan waktu tidur yang cukup untuk menghindari cedera.
Sumber: metrotvnews.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, October 21, 2012
5 Kesalahan Wanita Dalam Menggunakan Uang
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Siapa saja pasti menggunakan uang untuk berteransaksi namun jika salah dalam menggunakan uang maka pemborosan lah yang akan terjadi, hal ini sering dialami wanita dalam menggunakan uang wanita terkadang sulit sekali mengontrol penggunan uang yang di miliinya. Nah berikut ini ada beberapa kesalahan wanita dalam menggunakan uang ingin tahu apa aja itu simak 5 Kesalahan Wanita Dalam Menggunakan Uang berikut ini.1. Pemborosan Membeli Pakaian dan Sepatu
Tidak sedikit wanita yang rela menyisihkan tabungannya untuk membeli sepatu atau pakaian bermerek demi terlihat stylish di kantor. Padahal, dengan memakai pakaian atau sepatu yang tidak terlalu mahal namun tetap cocok dan bagus dikenakan, Anda akan tetap terlihat menarik dan dihormati di tempat kerja.
2. Membeli Perhiasan Mewah
Wanita mana yang tidak menyukai perhiasan mewah seperti berlian? Namun dengan cara menabung dari gaji selama dua bulan dan segera membeli perhiasan berlian bukanlah cara yang bijaksana. Daripada menghabiskan uang untuk membeli berlian yang harga jualnya merugikan, lebih baik Anda menginvestasikan tabungan Anda pada rumah ataupun tanah yang harga jualnya cenderung menguntungkan.
3. Ingin Tampak Prestisius
Jika kebanyakan pria ingin tampak prestisius di antara teman-temannya dengan mengendarai mobil mewah, wanita cenderung ingin tampak prestisius dengan rumah beserta isinya yang mewah. Hal tersebut memang manusiawi, namun akan lebih baik lagi jika Anda bijaksana dalam menghabiskan pengeluaran untuk bersaing di tengah komunitas Anda.
4. Belanja Berlebihan
Film ‘Confessions of A Shopaholic’ adalah contoh dari ribuan wanita yang kecanduan berbelanja sehingga menghabiskan uangnya untuk membeli pakaian yang tidak diperlukan. Tidak sedikit wanita yang terus membeli pakaian baru padahal di lemarinya masih banyak terdapat pakaian yang belum pernah dipakai. Merasa familiar dengan kondisi tersebut? Mulai sekarang lebih baik Anda berpikir dua kali sebelum membeli pakaian baru.
5. Mengandalkan Pasangan
Tidak sedikit wanita yang sudah menikah mengandalkan pasangannya untuk membiayai hidupnya. Hal tersebut memang wajar dan sudah seharusnya, namun bagaimana jika Anda masih lajang atau mendapatkan suami yang tidak mampu membiayai kebutuhan hidup Anda yang boros? Untuk itu, berpikirlah secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan dan jangan bergantung pada orang lain.
Sumber: palingseru.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
5 Masalah Kesehatan Sepele Yang Menyebalkan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Setiap orang pasti pernah mengalami masalah kesehatan baik yang ringan maupun yang berta, untuk yang ringan biasa memang tidak akan menimbulkan resko yang sangat parah bagi kesehatan namun yang namanyua masalah pastinya akan menggangu aktifitas. Nah berikut ini ada beberapa masalah kesehatan sepele yang sangat meyebalkan dan cara mengatasinya agar maslah kesehatan spele ini dapat hilang penasar apa aja itu simak 5 Masalah Kesehatan Sepele Yang Menyebalkan berikut ini.1. Bibir pecah-pecah
Penyebabnya: Bibir pecah-pecah umumnya disebabkan oleh kondisi udara yang kering, cuaca dingin, atau terlalu lama terkena paparan sinar matahari. Kulit pada bibir jauh lebih tipis daripada kulit di wajah. Selain itu, kulit bibir tidak mengandung kelenjar minyak sehingga lebih cepat mengalami dehidrasi. Kekeringan ini membuat bibir Anda mudah rapuh dan pecah-pecah.
Apa yang harus dilakukan: Menjilati bibir bisa menyebabkan kondisi bibir semakin memburuk. Oleskan lip balm atau madu untuk melindungi kulit halus pada bibir Anda.
2. Cegukan
Penyebabnya: Cegukan terjadi ketika diafragma berkontraksi. Pita suara Anda akan menutup setiap kali terjadi kejang. Alhasil, Anda mulai mengeluarkan suara “hik”.
Apa yang harus dilakukan: Minum segelas air atau menahan napas. Penggunaan obat tertentu juga dapat mengganggu siklus pernapasan lho.
3. Telinga kemasukan air
Penyebabnya: Air acap kali masuk ke telinga, ketika Anda sedang berenang.
Apa yang harus dilakukan: Anda bisa memiringkan kepala Anda untuk mengeluarkan air. Inilah cara terbaik untuk mengeluarkan air, yang masuk ke telinga. Jangan gunakan benda-benda keras untuk memaksanya keluar.
4. Sering bersin
Penyebabnya: Sering bersin bisa disebabkan oleh alergi di lingkungan sekitar Anda. Namun, itu juga dapat menjadi tanda awal dari infeksi virus. Debu, serbuk sari, dan bulu binatang merupakan penyebab paling umum dari bersin.
Apa yang harus dilakukan: Anda harus tahu apa yang membuat Anda mudah bersin. Apakah Anda memiliki alergi pada benda-benda tertentu? Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menghindari pemicu bersin.
5. Leher kaku
Penyebabnya: Duduk dalam posisi yang sama dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan leher kaku. Ketika Anda merenggangkannya, leher akan terasa sakit dan kaku.
Apa yang harus dilakukan: Gantilah posisi tubuh Anda secara teratur. Jika Anda bekerja di kantor, pastikan meja, kursi, keyboard, dan komputer diposisikan senyaman mungkin.
Sumber: palingseru.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, October 18, 2012
5 Cara unik agar bisa tidur nyenyak
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Anda tentu sering mendengar banyak saran agar bisa tidur dengan nyenyak. Misalkan minum segelas susu, atau menjauhi kafein. Namun, selain cara-cara klasik tersebut, Anda mungkin juga ingin melakukan cara-cara tak wajar, seperti yang disarankan oleh Thirdage, berikut ini.1. Memainkan didgeridoo
Didgeridoo adalah instrumen musik tradisional dari Australia. Bentuknya hampir mirip seruling, namun ukurannya lebih besar dan panjang. Penelitian di Swiss menunjukkan bahwa memainkan alat musik tiup ini mampu menyembuhkan kesulitan tidur. Tak hanya itu, alat musik ini juga membuat Anda tidak mengantuk di siang hari. Alat musik ini menguatkan organ pernafasan bagian atas dan melebarkan saluran napas. Seringkali kesulitan tidur dan apnea disebabkan oleh saluran pernapasan yang menyempit.
Didgeridoo adalah instrumen musik tradisional dari Australia. Bentuknya hampir mirip seruling, namun ukurannya lebih besar dan panjang. Penelitian di Swiss menunjukkan bahwa memainkan alat musik tiup ini mampu menyembuhkan kesulitan tidur. Tak hanya itu, alat musik ini juga membuat Anda tidak mengantuk di siang hari. Alat musik ini menguatkan organ pernafasan bagian atas dan melebarkan saluran napas. Seringkali kesulitan tidur dan apnea disebabkan oleh saluran pernapasan yang menyempit.
2. Menghitung mundur
Yap, jangan hanya menghitung domba. Menghitung mundur juga bisa membantu Anda untuk cepat tertidur lelap. Namun, jangan mulai dari angka puluhan. Mulailah dari ribuan atau ratusan. Peneliti mengatakan cara ini akan berhasil karena Anda melakukan kegiatan yang monoton dan menenangkan pikiran.
Yap, jangan hanya menghitung domba. Menghitung mundur juga bisa membantu Anda untuk cepat tertidur lelap. Namun, jangan mulai dari angka puluhan. Mulailah dari ribuan atau ratusan. Peneliti mengatakan cara ini akan berhasil karena Anda melakukan kegiatan yang monoton dan menenangkan pikiran.
3. Bernyanyi
Peneliti menemukan bahwa bernyanyi mampu mengganggu jalannya pesan dan sinyal ke otak. Sinyal ini seringkali menyebabkan otak sibuk dan membuat kita terjaga. Biasanya seseorang akan tertidur setelah menyanyikan satu atau dua lagu. Pilihlah lagu favorit Anda, nyanyikan dengan suara pelan jika takut mengganggu orang lain.
Peneliti menemukan bahwa bernyanyi mampu mengganggu jalannya pesan dan sinyal ke otak. Sinyal ini seringkali menyebabkan otak sibuk dan membuat kita terjaga. Biasanya seseorang akan tertidur setelah menyanyikan satu atau dua lagu. Pilihlah lagu favorit Anda, nyanyikan dengan suara pelan jika takut mengganggu orang lain.
4. Menekuk jari kaki
Menekuk jari-jari kaki dan menahannya hingga hitungan ke tujuh bisa membuat seseorang merasa tenang. Tempelkan kaki satu sama lain dan tekuk jari-jari kaki hingga hangat. Lakukan ini beberapa kali, dan rasakan ketika tubuh dan pikiran Anda mulai tenang.
Menekuk jari-jari kaki dan menahannya hingga hitungan ke tujuh bisa membuat seseorang merasa tenang. Tempelkan kaki satu sama lain dan tekuk jari-jari kaki hingga hangat. Lakukan ini beberapa kali, dan rasakan ketika tubuh dan pikiran Anda mulai tenang.
5. Menulis
Biasanya seseorang terjaga karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Selalu sediakan alat tulis dan kertas di dekat tempat tidur. Ketika sesuatu mulai mengganggu pikiran Anda, langsung tulis saja. Kemudian lupakan hal tersebut dan pergi tidur.
Biasanya seseorang terjaga karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Selalu sediakan alat tulis dan kertas di dekat tempat tidur. Ketika sesuatu mulai mengganggu pikiran Anda, langsung tulis saja. Kemudian lupakan hal tersebut dan pergi tidur.
Itulah beberapa cara unik yang layak dicoba jika Anda mulai susah tidur. Cara-cara tersebut bisa dikombinasikan satu sama lain. Selamat mencoba!
Sumber: merdeka.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
6 Cara menghadapi sikap atasan yang menyebalkan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Atasan bersikap sangat menyebalkan pada Anda? Anda mungkin merasa jengah mendengar keluhannya. Namun ketika atasan mulai bersikap demikian, Anda bisa melakukan tujuh hal di bawah ini. Penasaran? Yuk simak enam cara ampuh menghadapi sikap atasan, seperti dilansir Techrepublic.com.1. Tetap tenang
Jangan bereaksi secara emosional dengan menunjukkan kemarahan. Anda bisa tetap tenang dan berusaha menjaga sikap di kantor.
2. Bersikaplah terbuka dan jujur
Anda mungkin akan terpancing untuk berpikir keras kepala. Namun tetaplah berpikir terbuka, Anda pasti akan berhasil melakukan hal yang benar dalam situasi sulit sekali pun.
3. Seranglah masalah, bukan orangnya
Bila Anda mengkritik atau menyerang seseorang secara pribadi, Anda berisiko terkena jebakan sendiri. Fokuslah pada masalah di tangan Anda dan abaikan orang lain.
4. Cobalah untuk berempati
Cobalah untuk menempatkan diri Anda pada posisi atasan. Anda mungkin bisa memahami masalah pekerjaan dari sudut pandang atasan. Asumsi Anda bisa saja salah.
5. Tidak Setuju dan berkomitmen
Ketika Anda merasa itu salah dan Anda benar, katakanlah dengan lantang. Kemudian berkomitmenlah atas apa yang Anda katakan. Itulah sikap terbaik dari seorang prajurit. Berani berkata, berani bertanggung jawab.
6. Cuek
Abaikan segala bentuk bullying yang dilakukan oleh atasan atau rekan kerja Anda. Tunjukkan bahwa kata-kata mereka tidak berpengaruh pada kinerja Anda di kantor.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, September 30, 2012
Kekerasan Pada Siswa di Sekolah
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kekerasan dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh UNICEF (2006) di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% kekerasan yang terjadi pada siswa dilakukan oleh guru. Belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan berita mengenai seorang guru yang menganiaya salah satu siswanya akibatnya siswa tersebut harus dirawat di rumah sakit. Di televisi juga pernah marak diberitakan mengenai siswa yang melakukan kekerasan pada siswa lainnya, contohnya kasus IPDN, dll. Hal ini, tentunya cukup mengejutkan bagi kita. Kita tahu bahwa sekolah merupakan tempat siswa menimba ilmu pengetahuan dan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa. Namun ternyata di beberapa sekolah terjadi kasus kekerasan pada siswa yang dilakukan oleh sesama siswa, guru atau pihak lain di dalam lingkungan sekolah.
Kuriake mengatakan bahwa di Indonesia cukup banyak guru yang menilai cara kekerasan masih efektif untuk mengendalikan siswa (Phillip, 2007). Padahal cara ini bisa menyebabkan trauma psikologis, atau siswa akan menyimpan dendam, makin kebal terhadap hukuman, dan cenderung melampiaskan kemarahan dan agresi terhadap siswa lain yang dianggap lemah. Lingkaran negatif ini jika terus berputar bisa melanggengkan budaya kekerasan di masyarakat.
Untuk itu, pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai kekerasan pada siswa dan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak yang terkait.
Definisi Kekerasan pada siswa
- Kekerasan pada siswa adalah suatu tindakan keras yang dilakukan terhadap siswa di sekolah dengan dalih mendisiplinkan siswa (Charters dalam Anshori, 2007). Ada beberapa bentuk kekerasan yang umumnya dialami atau dilakukan siswa.
- Kekerasan fisik : kekerasan fisik merupakan suatu bentuk kekerasan yang dapat mengakibatkan luka atau cedera pada siswa, seperti memukul, menganiaya, dll.
- Kekerasan psikis : kekerasan secara emosional dilakukan dengan cara menghina, melecehkan, mencela atau melontarkan perkataan yang menyakiti perasaan, melukai harga diri, menurunkan rasa percaya diri, membuat orang merasa hina, kecil, lemah, jelek, tidak berguna dan tidak berdaya.
- Kekerasan defensive : kekerasan defensive dilakukan dalam rangka tindakan perlindungan, bukan tindakan penyerangan (Rini, 2008).
- Kekerasan agresif : kekerasan agresif adalah kekerasan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu seperti merampas, dll (Rini, 2008).
Faktor-faktor Penyebab Kekerasan Dalam Dunia Pendidikan
Kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
Dari Guru
Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru melakukan kekerasan pada siswanya, yaitu:
Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru melakukan kekerasan pada siswanya, yaitu:
- Kurangnya pengetahuan bahwa kekerasan baik fisik maupun psikis tidak efektif untuk memotivasi siswa atau merubah perilaku, malah beresiko menimbulkan trauma psikologis dan melukai harga diri siswa.
- Persepsi yang parsial dalam menilai siswa. Bagaimana pun juga, setiap anak punya konteks kesejarahan yang tidak bisa dilepaskan dalam setiap kata dan tindakan yang terlihat saat ini, termasuk tindakan siswa yang dianggap "melanggar" batas. Apa yang terlihat di permukaan, merupakan sebuah tanda / sign dari masalah yang tersembunyi di baliknya. Yang terpenting bukan sebatas "menangani" tindakan siswa yang terlihat, tapi mencari tahu apa yang melandasi tindakan / sikap siswa.
- Adanya masalah psikologis yang menyebabkan hambatan dalam mengelola emosi hingga guru ybs menjadi lebih sensitif dan reaktif.
- Adanya tekanan kerja : target yang harus dipenuhi oleh guru, baik dari segi kurikulum, materi maupun prestasi yang harus dicapai siswa didiknya sementara kendala yang dirasakan untuk mencapai hasil yang ideal dan maksimal cukup besar.
- Pola authoritarian masih umum digunakan dalam pola pengajaran di Indonesia. Pola authoritarian mengedepankan faktor kepatuhan dan ketaatan pada figure otoritas sehingga pola belajar mengajar bersifat satu arah (dari guru ke murid). Implikasinya, murid kurang punya kesempatan untuk berpendapat dan berekspresi. Dan, pola ini bisa berdampak negatif jika dalam diri sang guru terdapat insecurity yang berusaha di kompensasi lewat penerapan kekuasaan.
- Muatan kurikulum yang menekankan pada kemampuan kognitif dan cenderung mengabaikan kemampuan afektif (Rini, 2008). Tidak menutup kemungkinan suasana belajar jadi "kering" dan stressful, dan pihak guru pun kesulitan dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik, padahal mereka dituntut mencetak siswa-siswa berprestasi.
Dari siswa
Salah satu factor yang bisa ikut mempengaruhi terjadinya kekerasan, adalah dari sikap siswa tersebut. Sikap siswa tidak bisa dilepaskan dari dimensi psikologis dan kepribadian siswa itu sendiri. Kecenderungan sadomasochism tanpa sadar bisa melandasi interaksi antara siswa dengan pihak guru, teman atau kakak kelas atau adik kelas. Perasaan bahwa dirinya lemah, tidak pandai, tidak berguna, tidak berharga, tidak dicintai, kurang diperhatikan, rasa takut diabaikan, bisa saja membuat seorang siswa clingingpada powerful / authority figure dan malah "memancing" orang tersebut untuk actively responding to his / her need meskipun dengan cara yang tidak sehat. Contohnya, tidak heran jika anak berusaha mencari perhatian dengan bertingkah yang memancing amarah, agresifitas,atau pun hukuman. Tapi, dengan demikian, tujuannya tercapai, yakni mendapat perhatian. Sebaliknya, bisa juga perasaan inferioritas dan tidak berharga di kompensasikan dengan menindas pihak lain yang lebih lemah supaya dirinya merasa hebat.
Salah satu factor yang bisa ikut mempengaruhi terjadinya kekerasan, adalah dari sikap siswa tersebut. Sikap siswa tidak bisa dilepaskan dari dimensi psikologis dan kepribadian siswa itu sendiri. Kecenderungan sadomasochism tanpa sadar bisa melandasi interaksi antara siswa dengan pihak guru, teman atau kakak kelas atau adik kelas. Perasaan bahwa dirinya lemah, tidak pandai, tidak berguna, tidak berharga, tidak dicintai, kurang diperhatikan, rasa takut diabaikan, bisa saja membuat seorang siswa clingingpada powerful / authority figure dan malah "memancing" orang tersebut untuk actively responding to his / her need meskipun dengan cara yang tidak sehat. Contohnya, tidak heran jika anak berusaha mencari perhatian dengan bertingkah yang memancing amarah, agresifitas,atau pun hukuman. Tapi, dengan demikian, tujuannya tercapai, yakni mendapat perhatian. Sebaliknya, bisa juga perasaan inferioritas dan tidak berharga di kompensasikan dengan menindas pihak lain yang lebih lemah supaya dirinya merasa hebat.
Dari Keluarga
Kekerasan yang dilakukan baik oleh guru maupun siswa, perlu juga dilihat dari factor kesejarahan mereka.
Kekerasan yang dilakukan baik oleh guru maupun siswa, perlu juga dilihat dari factor kesejarahan mereka.
Pola Asuh
- Anak yang dididik dalam pola asih yang indulgent, highly privilege (orang tua sangat memanjakan anak dan memmenuhi semua keinginan anak), tumbuh dengan lack of internal control and lack of sense of responsibility. Mengapa? Dengan memenuhi semua keinginan dan tuntutan mereka, anak tidak belajar mengendalikan impulse, menyeleksi dan menyusun skala prioritas kebutuhan, dan bahkan tidak belajar mengelola emosi. Ini jadi bahaya karena anak merasa jadi raja dan bisa melakukan apa saja yang ia inginkan dan bahkan menuntut orang lain melakukan keinginannya. Jadi anak akan memaksa orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, dengan cara apapun juga asalkan tujuannya tercapai. Anak juga tak memiliki sense of responsibility karena kemudahan yang ia dapatkan, membuat anak tidak berpikir action-consequences, aksi reaksi, kalau mau sesuatu ya harus berusaha. Anak di sekolah ingin dapat nilai bagus tapi tidak mau belajar, akhirnya mencontek, atau memaksa siswa lain memberi contekan dengan ancaman atau pun bribe .
- Orang tua yang emotionally or physicallyuninvolved, bisa menimbulkan persepsi pada anak bahwa mereka tidak dikehendaki, jelek, bodoh, tidak baik, dsb. Kalau situasi ini tidak sempat diperbaiki, bisa menimbulkan dampak psikologi, yakni munculnya perasaan inferior, rejected, dsb. Unresolved feeling of emotionally - physically rejected, membuat anak memilih untuk jadi bayang-bayang orang lain, clinging to strong identity meskipun sering jadi bahan tertawaan atau hinaan, disuruh-suruh. Atau, anak cenderung menarik diri dari pergaulan, jadi pendiam, pemurung atau penakut hingga memancing pihak aggressor untuk menindas mereka. Sebaliknya, orang tua yang terlalu rigiddan authoritarian, tidak memberikan kesempatan pada anaknya untuk berekspresi, dan lebih banyak mengkritik, membuat anak merasa dirinya "not good enough" person, hingga dalam diri mereka bisa tumbuh inferioritas, dependensi, sikapnya penuh keraguan, tidak percaya diri, rasa takut pada pihak yang lebih kuat, sikap taat dan patuh yang irrasional, dsb. Atau, anak jadi tertekan, karena harus menahan semua gejolak emosi, rasa marah, kecewa, sedih, sakit hati - tanpa ada jalan keluar yang sehat. Lambat laun tekanan emosi itu bisa keluar dalam bentuk agresivitas yang diarahkan pada orang lain.
Orangtua mengalami masalah psikologis
Jika orangtua mengalami masalah psikologis yang berlarut-larut, bisa mempengaruhi pola hubungan dengan anak. Misalnya, orang tua yang stress berkepanjangan, jadi sensitif, kurang sabar dan mudah marah pada anak, atau melampiaskan kekesalan pada anak. Lama kelamaan kondisi ini mempengaruhi kehidupan pribadi anak. Ia bisa kehilangan semangat, daya konsentrasi, jadi sensitif, reaktif, cepat marah, dsb.
Jika orangtua mengalami masalah psikologis yang berlarut-larut, bisa mempengaruhi pola hubungan dengan anak. Misalnya, orang tua yang stress berkepanjangan, jadi sensitif, kurang sabar dan mudah marah pada anak, atau melampiaskan kekesalan pada anak. Lama kelamaan kondisi ini mempengaruhi kehidupan pribadi anak. Ia bisa kehilangan semangat, daya konsentrasi, jadi sensitif, reaktif, cepat marah, dsb.
Keluarga disfungsional
Keluarga yang mengalami disfungsi punya dampak signifikan terhadap sang anak. Keluarga yang salah satu anggotanya sering memukul, atau menyiksa fisik atau emosi, intimidasi anggota keluarga lain; atau keluarga yang sering konflik terbuka tanpa ada resolusi, atau masalah berkepanjangan yang dialami oleh keluarga hingga menyita energy psikis dan fisik, hingga mempengaruhi interaksi, komunikasi dan bahkan kemampuan belajar, kemampuan kerja beberapa anggota keluarga yang lain. Situasi demikian mempengaruhi kondisi emosi anak dan lebih jauh mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Sering dijumpai siswa "bermasalah", setelah diteliti ternyata memiliki latar belakang keluarga yang disfungsional.
Keluarga yang mengalami disfungsi punya dampak signifikan terhadap sang anak. Keluarga yang salah satu anggotanya sering memukul, atau menyiksa fisik atau emosi, intimidasi anggota keluarga lain; atau keluarga yang sering konflik terbuka tanpa ada resolusi, atau masalah berkepanjangan yang dialami oleh keluarga hingga menyita energy psikis dan fisik, hingga mempengaruhi interaksi, komunikasi dan bahkan kemampuan belajar, kemampuan kerja beberapa anggota keluarga yang lain. Situasi demikian mempengaruhi kondisi emosi anak dan lebih jauh mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Sering dijumpai siswa "bermasalah", setelah diteliti ternyata memiliki latar belakang keluarga yang disfungsional.
Dari Lingkungan
Tak dapat dipungkiri bahwa kekerasan yang terjadi selama ini juga terjadi karena adanya faktor lingkungan, yaitu:
Tak dapat dipungkiri bahwa kekerasan yang terjadi selama ini juga terjadi karena adanya faktor lingkungan, yaitu:
- Adanya budaya kekerasan : seseorang melakukan kekerasan karena dirinya berada dalam suatu kelompok yang sangat toleran terhadap tindakan kekerasan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan tersebut memandang kekerasan hal yang biasa / wajar.
- Mengalami sindrom Stockholm : Sindrom Stockholm merupakan suatu kondisi psikologis dimana antara pihak korban dengan pihak aggressor terbangun hubungan yang positif dan later on korban membantu aggressor mewujudkan keinginan mereka. Contoh, kekerasan yang terjadi ketika mahasiswa senior melakukan kekerasan pada mahasiswa baru pada masa orientasi bersama terjadi karena mahasiswa senior meniru sikap seniornya dulu dan dimasa lalunya juga pernah mengalami kekerasan pada masa orientasi
- Tayangan televisi yang banyak berbau kekerasan : Jika seseorang terlalu sering menonton tayangan kekerasan maka akan mengakibatkan dirinya terdorong untuk mengimitasi perilaku kekerasan yang ada di televisi. Sebab, dalam tayangan tersebut menampilkan kekerasan yang diasosiasikan dengan kesuksesan, kekuatan dan kejayaan seseorang. Akibatnya, dalam pola berpikir muncul premis bahwa jika ingin kuat dan ditakuti, pakai jalan kekerasan.
Dampak Kekerasan Pada Siswa
Apa saja dampak kekerasan pada siswa? Kekerasan yang terjadi pada siswa di sekolah dapat mengakibatkan berbagai dampak fisik dan psikis, yaitu:
Apa saja dampak kekerasan pada siswa? Kekerasan yang terjadi pada siswa di sekolah dapat mengakibatkan berbagai dampak fisik dan psikis, yaitu:
- Dampak fisik : kekerasan secara fisik mengakibatkan organ-organ tubuh siswa mengalami kerusakan seperti memar, luka-luka, dll.
- Dampak psikologis : trauma psikologis, rasa takut, rasa tidak aman, dendam, menurunnya semangat belajar, daya konsentrasi, kreativitas, hilangnya inisiatif, serta daya tahan (mental) siswa, menurunnya rasa percaya diri, inferior, stress, depresi dsb. Dalam jangka panjang, dampak ini bisa terlihat dari penurunan prestasi, perubahan perilaku yang menetap,
- Dampak sosial : siswa yang mengalami tindakan kekerasan tanpa ada penanggulangan, bisa saja menarik diri dari lingkungan pergaulan, karena takut, merasa terancam dan merasa tidak bahagia berada diantara teman-temannya. Mereka juga jadi pendiam, sulit berkomunikasi baik dengan guru maupun dengan sesama teman. Bisa jadi mereka jadi sulit mempercayai orang lain, dan semakin menutup diri dari pergaulan.
Solusi Untuk Mengatasi Kekerasan pada siswa di Sekolah
Bukankah kita mengharapkan agar generasi penerus kita merupakan generasi yang sehat secara fisik dan psikis? Oleh karena itu, kekerasan yang terjadi pada siswa di sekolah perlu ditangani karena mengakibatkan dampak negatif bagi siswa. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi kekerasan pada siswa di sekolah, yaitu:
Bagi Sekolah
- Menerapkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah
- Pendidikan tanpa kekerasan adalah suatu pendidikan yang ditujukan pada anak dengan mengatakan "tidak" pada kekerasan dan menentang segala bentuk kekerasan. Dalam menanamkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah, guru dapat melakukannya dengan menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa, mengenali potensi-potensi siswa, menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, guru memberikan kebebasan pada siswa untuk berkreasi dan guru menghargai siswa sesuai dengan talenta yang dimiliki siswa (Susilowati, 2007).
- Hukuman yang diberikan, berkorelasi dengan tindakan anak. Ada sebab ada akibat, ada kesalahan dan ada konsekuensi tanggung jawabnya.Dengan menerapkan hukuman yang selaras dengan konsekuensi logis tindakan siswa yang dianggap keliru, sudah mencegah pemilihan / tindakan hukuman yang tidak rasional.
- Sekolah terus mengembangkan dan membekali guru baik dengan wawasan / pengetahuan, kesempatan untuk punya pengalaman baru, kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka. Guru juga membutuhkan aktualisasi diri, tidak hanya dalam bentuk materi, status, dsb. Guru juga senang jika diberi kesempatan untuk menuangkan aspirasi, kreativitas dan mencoba mengembangkan metode pengajaran yang menarik tanpa keluar dari prinsip dan nilai-nilai pendidikan. Selain itu, sekolah juga bisa memberikan pendidikan psikologi pada para guru untuk memahami perkembangan anak serta dinamika kejiwaan secara umum. Dengan pendekatan psikologi, diharapkan guru dapat menemukan cara yang lebih efektif dan sehat untuk menghadapi anak didik.
- Konseling. Bukan hanya siswa yang membutuhkan konseling, tapi guru pun mengalami masa-masa sulit yang membutuhkan dukungan, penguatan, atau pun bimbingan untuk menemukan jalan keluar yang terbaik.
- Segera memberikan pertolongan bagi siapapun yang mengalami tindakan kekerasan di sekolah, dan menindaklanjuti kasus tersebut dengan cara adekuat.
Sekolah yang ramah bagi siswa merupakan sekolah yang berbasis pada hak asasi, kondisi belajar mengajar yang efektif dan berfokus pada siswa, dan memfokuskan pada lingkungan yang ramah pada siswa. Menurut Rini (2008), perlu di kembangkan pembelajaran yang humanistik yaitu model pembelajaran yang menyadari bahwa belajar bukan merupakan konsekuensi yang otomatis namun membutuhkan keterlibatan mental, dan berusaha mengubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dengan memadukan potensi fisik dan psikis siswa.
Bagi Orangtua atau keluarga
- Perlu lebih berhati-hati dan penuh pertimbangan dalam memilihkan sekolah untuk anak-anaknya agar tidak mengalami kekerasan di sekolah.
- Menjalin komunikasi yang efektif dengan guru dan sesama orang tua murid untuk memantau perkembangan anaknya.
- Orangtua menerapkan pola asuh yang lebih menekankan pada dukungan daripada hukuman, agar anak-anaknya mampu bertanggung jawab secara sosial
- Hindari tayangan televisi yang tidak mendidik, bahkan mengandung unsur kekerasan. Kekerasan yang ditampilkan dalam film cenderung dikorelasikan dengan heroisme, kehebatan, kekuatan dan kekuasaan.
- Setiap masalah yang ada, sebaiknya dicari solusi / penyelesaiannya dan jangan sampai berlarut-larut. Kebiasaan menunda persoalan, menghindari konflik, malah membuat masalah jadi berlarut-larut dan menyita energy. Sikap terbuka satu sama lain dan saling mendukung, sangat diperlukan untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan baik.
- Carilah bantuan pihak professional jika persoalan dalam rumah tangga, semakin menimbulkan tekanan hingga menyebabkan salah satu atau beberapa anggota keluarga mengalami hambatan dalam menjalankan kehidupan mereka sehari-hari.
Bagi siswa yang mengalami kekerasan
Segera sharing pada orangtua atau guru atau orang yang dapat dipercaya mengenai kekerasan yang dialaminya sehingga siswa tersebut segera mendapatkan pertolongan untuk pemulihan kondisi fisik dan psikisnya.
Segera sharing pada orangtua atau guru atau orang yang dapat dipercaya mengenai kekerasan yang dialaminya sehingga siswa tersebut segera mendapatkan pertolongan untuk pemulihan kondisi fisik dan psikisnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pihak, baik guru, orang tua dan siswa untuk memahami bahwa kekerasan bukanlah solusi atau aksi yang tepat, namun semakin menambah masalah. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat dan mengurangi terjadinya kekerasan pada siswa. Perlu diingat, bahwa untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak.
Sumber: e-psikologi.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, September 24, 2012
Dongeng Pun Bisa Bantu Pemulihan Trauma Anak
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Dongeng yang selama ini digemari anak-anak tidak hanya memberikan pendidikan dasar mengenai penyerapan pesan-pesan moral dan karakter saja, tetapi lebih dari itu melalui cerita dongeng dapat menjadi sarana pendidikan nonformal yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan orangtua dalam memulihkan trauma dan memenuhi dahaga anak berkebutuhan khusus lainnya.
Yang perlu diperhatikan, pendongeng hanya membuat anak-anak gembira dengan cerita yang tidak ada hubungannya dengan bencana. Cari materi dongeng yang ceritanya jenaka, kemudian baru mengenalkan materi dongeng soal alam, misal air dan segala kebaikannya, air dapat menjadi kawan dan lawan dan seterusnya. Jika sudah lebih baik lagi, baru dongeng pilihannya adalah rekayasa penyembuhan apa yang telah dialaminya.
Selain itu, metode mendongeng untuk anak berkebutuhan khusus ini perlu diimbangi dengan mempertimbangkan usia pendengarnya. Anak usia 4 tahun ke bawah lebih baik disuguhi dongeng dengan materi yang ringan dan sesuaikan dengan kompleksitas konflik yang dialami anak. Semakin kompleks masalahnya, carilah materi dongeng yang semakin jenaka.
Sementara itu, anak usia di atas 4 tahun sampai SMP lebih baik disuguhi cerita yang menggunggah dan penuh perjuangan. Tokoh-tokoh heroik dan cerita yang menggugah boleh ditampilkan di sini. Mereka sudah lebih siap untuk mendengarkan dongeng dan menyerapnya sebagai pembelajaran hidup melalui karakter yang ditampilkan .
Untuk anak berkebutuhan khusus juga, pendongeng juga perlu lebih memperhatikan posisinya saat mendongeng. Dengan demikian, anak akan lebih tertarik terhadap materi yang akan disampaikan.
Yang perlu diperhatikan, pendongeng hanya membuat anak-anak gembira dengan cerita yang tidak ada hubungannya dengan bencana. Cari materi dongeng yang ceritanya jenaka, kemudian baru mengenalkan materi dongeng soal alam, misal air dan segala kebaikannya, air dapat menjadi kawan dan lawan dan seterusnya. Jika sudah lebih baik lagi, baru dongeng pilihannya adalah rekayasa penyembuhan apa yang telah dialaminya.
Selain itu, metode mendongeng untuk anak berkebutuhan khusus ini perlu diimbangi dengan mempertimbangkan usia pendengarnya. Anak usia 4 tahun ke bawah lebih baik disuguhi dongeng dengan materi yang ringan dan sesuaikan dengan kompleksitas konflik yang dialami anak. Semakin kompleks masalahnya, carilah materi dongeng yang semakin jenaka.
Sementara itu, anak usia di atas 4 tahun sampai SMP lebih baik disuguhi cerita yang menggunggah dan penuh perjuangan. Tokoh-tokoh heroik dan cerita yang menggugah boleh ditampilkan di sini. Mereka sudah lebih siap untuk mendengarkan dongeng dan menyerapnya sebagai pembelajaran hidup melalui karakter yang ditampilkan .
Untuk anak berkebutuhan khusus juga, pendongeng juga perlu lebih memperhatikan posisinya saat mendongeng. Dengan demikian, anak akan lebih tertarik terhadap materi yang akan disampaikan.
Sumber: kompas.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, September 23, 2012
Suami Malas Rentan Risiko Tekanan Psikologis
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
SUAMI yang menghindari mengerjakan pekerjaan dapur dan membersihkan tempat tidur lebih rentan terserang masalah psikologis. Pria yang suka mengelak biasanya lebih sering merasa cemas dan jantungnya selalu berdebar tak tentu. Mereka juga sulit berkonsentrasi ketimbang laki-laki yang mau berbagi pekerjaan rumah tangga dengan pasangannya. Kesimpulan ini didapat dari penelitian yang dilakukan para ilmuwan.Perempuan yang mendapatkan pasangan pemalas tak hanya merasa lebih lelah karena pekerjaan tambahan, tapi juga menghadapi risiko masalah kesehatan.
Penelitian di Umea University, Swedia, melihat aspek tanggung jawab domestik dan bagaimana pengaruhnya pada pasangan. Peneliti menemukan, tingkat tekanan psikologis akan terjadi lebih tinggi pada mereka yang melakukan kurang dari setengah pekerjaan rumah tangga. Mereka bisanya merasa menempati posisi sosial ekonomi lebih rendah dibanding pasangannya ketika bekerja di rumah. Ini mungkin saja terjadi karena situasi budaya yang bias gender.
"Bagaimanapun, di Swedia, perempuan harus lebih banyak mengerjakan pekerjaan domestik," ujar peneliti, Lisa Harryson.
"Kami melihat, akan lebih baik jika laki-laki mau mengerjakan setengah tanggung jawab domestik," tambahnya.
Lisa menyarankan, setiap pasangan mendiskusikan peran masing-masing di rumah. "Orang-orang harus mencoba untuk melakukan apa yang dia anggap tak harus dilakukan. Terkadang ada baiknya jika pasangan bertukar peran dan menjalankan tanggung jawab yang berbeda," tutupnya.
Sumber: metrotvnews.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kendalikan Hobi Belanja dengan Bijak
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
KEBIASAAN belanja berlebihan sering disebut sebagai hobi. Biasanya, itu dilakukan secara impulsif atau tanpa perencanaan. Keinginan membeli terkadang muncul hanya karena melihat diskon atau kemasan yang menarik. Untuk mengurangi kebiasaan itu, Anda harus bisa menyiasati hobi belanja tersebut dengan trik berikut:
Bedakan antara 'butuh' dan 'ingin'
Membedakan kebutuhan dan keinginan memang tidak sulit. Tapi yang lebih sering terjadi adalah keinginan menempel pada kebutuhan. Sehingga semua keinginan dianggap sebagai kebutuhan.
Membeli sepatu baru mungkin menjadi kebutuhan ketika sepatu lama kita sudah usang. Tetapi membeli sepatu bermerk tertentu bukan lagi kebutuhan, tapi sudah menjadi keinginan.
Uang tunai terbatas
Kenapa bisa memiliki kebiasaan belanja yang berlebihan? Pertama, karena punya keinginan yang sulit dikendalikan ketika melihat barang-barang tertentu. Kedua, karena punya kesempatan untuk memenuhi keinginan tersebut. Yaitu punya uang atau sarana berhutang untuk membelinya.
Jadi, kalau kita masih kesulitan untuk membatasi keinginan, cobalah batasi kesempatannya. Batasi uang tunai yang dibawa. Biasakan hanya membawa kartu debet saat berbelanja. Gunakan kartu kredit hanya untuk kondisi darurat.
Alihkan menjadi belanja produktif
Pada level tertentu, kepuasaan yang didapatkan ketika belanja berlebihan bukanlah untuk memiliki sesuatu, tapi kepuasan karena bisa membeli sesuatu. Kepuasan terjadi bukan ketika menggunakan barangnya, tapi ketika membelinya.
Untuk bisa tetap memenuhi hasrat membeli tapi tidak menjadi boros, coba alihkan pembeliannya menjadi sesuatu yang lebih produktif atau tahan lama. Daripada membeli pakaian yang harganya jelas turun, lebih baik belanja perhiasan emas yang harganya stabil bahkan bisa naik.
Daripada beli perlengkapan rumah yang ternyata juga sangat jarang dipakai, lebih baik beli reksadana, beli deposito, atau saham yang jelas bermanfaat untuk investasi.
Sumber: metrotvnews.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, September 22, 2012
Menjadi Pendidik Yang Mencerahkan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Mengetahui definsi pendidikan mungkin cukup kita ketahui sekali atau sekali-sekali. Tetapi, menyadari peranan kita sebagai pendidik, butuh kita perbarui setiap kali. Sebab, jika tidak, segera posisi kita bergeser, dari pencipta dalam proses pendidikan menjadi sekedar alat. Ini karena jiwa kita akan sulit mengembangkan proses-proses kreatif atau reflektif dengan hanya mengetahui saja, menjalani saja, atau mengetahui dan menjalani saja. Jiwa kita butuh digunakan untuk menyadari. Kesadaranlah yang mengubah tindakan. Mirip seperti ibadah, katakanlah sholat atau puasa. Mestinya, setiap kali mau melakukannya, butuh kesadaran baru. Sebab kalau tidak, jiwa dan raga kita hanya akan menjadi buruh kewajiban, bukan menjadi kreator proses pencerahan. Karena itu, orang shalat pun masih dibilang celaka bila jiwanya alpa.
Dua Kesadaran Dalam Mendidik
Bila melihat berbagai penjelasan tentang pendidikan, ada sedikitnya dua kesadaran yang perlu kita ciptakan setiap kali mau pergi mengajar.
Pertama, kita perlu menyadari pendidik itu mengeluarkan apa yang dari dalam. Ini sesuai dengan arti education sendiri, yaitu e= keluar (out) dan ducare = mengarahkan atau membimbing.
Pertama, kita perlu menyadari pendidik itu mengeluarkan apa yang dari dalam. Ini sesuai dengan arti education sendiri, yaitu e= keluar (out) dan ducare = mengarahkan atau membimbing.
Pada diri setiap siswa itu pasti ada potensi yang tersembunyi. Ibarat tambang emas, emasnya sendiri pasti tertimbun tanah, bebatuan dan pepohonan. Untuk mengeluarkan emas, para penambang punya tradisi membersihkan jalan atau lingkaran tambang lebih dulu, baru kemudian menambang.
Kedua, pendidikan itu menyalakan cahaya. Ibarat energi dalam listrik, energi itu tidak mungkin menghasilkan cahaya dengan hanya dirinya. Untuk menjadi cahaya, perlu ada pembangkit yang mengolah energi dengan menciptakan gesekan, seperti korek api.
Dua kesadaran itulah yang kerapkali menjadi pegangan para tokoh pendidikan yang hasilnya sudah teruji oleh kenyataan. Bagi mereka, ukuran lembaga pendidikan itu bukan wah iklannya, wah administrasinya atau wahkiprahnya di pamerah. Ukurannya adalah, alumninya pada jadi apa di masyarakat?
Kalau alumninya banyak yang bisa mengeluarkan potensi di dalam dirinya dan bisa mengeluarkan cahaya bagi orang lain, berarti lembaga pendidikan atau para pendidiknya di situ OK. Pendidikan di situ berhasil mengejewentahkan esensi pendidikan. Tapi kalau ukurannya baru berapa yang masuk PT negeri, studi ke luar negeri, ranking UAN, dan semisalnya, standarnya dianggap masih rendah. Pengujinya masih berstandarkan tulisan, belum kenyataan. Lebih-lebih kalau menirukan keluhan wongcilik yang sering kita dengar: “Lha wong yang gitu-gitu banyak yang bisa dibayar kok, ngapaian dijadikan kebanggaan?â€Â
Jangan Menjadi Birokrat Kurikulum
Tanpa pembaruan kesadaran, bisa-bisa praktek kita malah membebani siswa, bukan mencerahkan mereka. Mungkin, karena semakin banyak jumlah pendidik yang prakteknya membebani siswanya, di kalangan pendidik sendiri muncul istilah Birokrat Kurikulum sebagai kritik.
Birokrat Kurikulum (BK) adalah sindirian untuk menyebut pendidik yang cara berpikirnya menganut paham “Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?â€Â, mirip seperti budaya birokrasi kita zaman duluâ€â€ruwetnya minta ampun tetapi ringkihnya juga minta ampun. BK lebih kerap tampil sebagai sosok yang otaknya ruwet oleh prosedur, metode, dan teknik, sementara visinya, keyakinanya, dan spiritnya miris. BK tidak mau meniru tradisi para penambang yang mendapatkan cara-cara menambang dari alam dengan membersihkan lebih dahulu.
Sebagian pendidik kerap melakukan pengeboran paksa untuk bisa memasukkan materi kurikulum, tanpa berupa membersihkan areal tambang. Padahal, banyak fakta mengungkap bahwa pendidikan di dunia yang lebih banyak berhasil adalah yang menomersatukan pembersihan konsep diri yang kurang atau yang salah, sebelum kurikulum atau buku paket. BK juga kerap menggunakan senjata indoktrinasi sebagai senjata kesayangan, dengan mengingkari fakta kemanusiaan para murid. Mereka dipaksa harus menjadi manusia berinsting malaikat (positifnya) dengan disuruh membuang kejelekannya.
Padahal, hukum cahaya mengatakan bahwa cahaya itu baru keluar setelah ada gesekan plus dan minus dengan cara yang terdidik. Indoktrinasi mempersempit ruang untuk learning, eksperimentasi, dan eksplorasi. Akibatnya apa? Seperti yang sering kita saksikan, pendidikan lebih sering melahirkan orang yang berwacana tentang kenyataan atau melakukan judgment terhadap kenyataan, tetapi kurang mengeluarkan cahaya. Pendidikan lebih pinter menghasilkan para petarung perdebatan ketimbang penggagas dialog, sinergi, dan kebersamaan.
Itulah kenapa pada dinamika lain ada fakta yang membuktikan bahwa orang-orang yang telah berhasil mengeluarkan cahayanya itu justru diawali dengan keberaniannya menerobos, menentang, atau menafsirkan lain SOP pendidikan melalui berbagai gesekan, internally and externally.
Arah Konsentrasi Guru
Berdasarkan praktek yang sudah kita jalankan sebagai pendidik, sebetulanya ada alat sederhana untuk mengaudit seberapa jauh kita sanggup memerankan fungsi pendidik yang searah dengan esensi pendidikan. Alat sederhana itu kita sebut saja arah konsentrasi. Kemana konsentrasi itu kita arahkan selama ini, akan bisa kita jadikan ukuran apakah selama ini kita hanya pendidik BK atau pendidik yang mendidik. Secara umum, konsentrasi pendidik dapat dikelompokkan seperti berikut ini:
Pertama, ada guru yang sebagian besar konsentrasinya mengarah pada pengembangan dan kepentingan murid atau lembaga pendidikan. Mereka mengembangkan dirinya untuk bisa mengembangkan siswanya. Mereka mendefinisikan muridnya sebagai calon aset pembangunan yang luar biasa, bukan sebagai sebagai pengguna jasa.
Menurut sunnatullahnya, guru seperti inilah yang kerap menghasilkan output yang bagus. Guru seperti ini yang biasanya mampu menghasilkan murid-murid yang jauh lebih pintar dari dirinya. Guru seperti inilah yang murid-muridnya tetap tidak mampu merasa lebih unggul dari gurunya, walau pun sudah sekolah kemana-mana.
Kedua, ada guru yang sebagian konsentrasinya mengarah pada kepentingan dirinya, pangkatnya, kariernya, politiknya, dan seterusnya. Banyak kampus atau sekolah yang murid-muridnya ditinggal oleh dosennya ke kota untuk mengejar beasiswa atau gelar akademik yang lebih tinggi supaya nanti bisa naik pangkat.
Sejauh itu diatur oleh sistem dan komitmen untuk mengembangkan lembaga dan siswa dalam jangka panjangnya, itu sangat bagus. Tapi, kalau hanya untuk kepentingan karier pribadi semata, atau hanya untuk pindah ke tempat yang lebih enak, hubungan kita dengan siswa menjadi hubungan manipulatif.
Ketiga, ada guru yang mengarahkan sebagian besar konsentrasinya untuk mengurusi pekerjaan sebagai pengajar. Meminjam ungkapannya Edison, guru seperti ini tenggelam dalam kesibukan jabatan, tetapi tidak menyadari apa tujuan dari kesibukannya. Yang penting mengajar, absen beres, honor beres, dan selesai. Jika kita terlalu sibuk mengurusi hal-hal teknis, tanpa didukung dengan visi dan imajinasi, serta keyakinan, kita akan sulit berkembang dari kenyataan. Kenyataan akan mengubur kita, mirip seperti truk yang berjalan di atas tanah berlumpur. Langkah kita terpendam oleh lumpur kenyataan.
Keempat, ada guru yang mengarahkan sebagian besar konsentrasinya untuk bisa selamat dari tuntutan sistem yang makin mengikat. Biasanya, ini terjadi di sekolah yang berbiaya tinggi. Tuntutan kepada guru tidak saja datang dari kepala sekolah, tapi juga dari yayasan, wali murid, kepsek, murid, media, dan lain-lain. Bagi guru yang kurang waspada (alert), konsentrasinya bisa salah arah. Konsentrasi yang untuk pengembangan murid, supaya potensinya keluar atau supaya cahayanya keluar, menjadi berkurang. Konsentrasinya terkuras untuk kepentingan orang dewasa yang menjadi stakeholder dan shareholdersekolah.
Semua guru memang harus memikirkan muridnya, dirinya, keluarganya, politiknya, pekerjaannya, atau lembaganya. Tetapi yang kemudian membedakan adalah kesadaran manakah yang paling mendominan. Sejauh bukan didominasi oleh kesadaran untuk meng-educate murid, sepertinya kita telah memilih jalan yang salah. Sebelum kesalahannya jauh, mari kita putar arah.
Merealisasikan Kesadaran
Untuk bisa menjadi pendidik yang mencerahkan, pastinya tidak cukup hanya berhenti di kesadaran. Harus kita lanjutkan pada terbentuknya paradigma dan pendekatan yang lebih mencerahkan terhadap berbagai isu-isu pendidikan yang sehari-hari kita hadapi.
Jangan Minta Digugu Dan Ditiru
Ketika murid-murid kita saat ini nanti menjadi dewasa, kita mungkin sudah tua atau meninggal dunia. Bayangkan jika misalnya kita meminta mereka untuk menggugu dan meniru kita, apa jadinya? Mereka mungkin menjadi orang yang terbelakang di zamannya karena referensinya kita yang sudah tua. So, jangan meminta digugu dan ditiru.
Ungkapan itu hanya perlu kita pahami sebagai motivasi pribadi untuk terus berusaha menjadi orang yang kredibel dan bisa dipercaya secara komitmen dan moral. Atau, kita terima sebagai penghargaan sosial yang perlu kita hargai. Selebihnya, hubungan kita dengan murid adalah hubungan yang membuka, mendorong, menyalakan, atau mengeluarkan (mencerahkan). Dan yang lebih penting lagi, kita memaafkan masyarakat, pemerintah, dan yayasan yang masih kalah dengan negera Thailand, Philipine, Malaysia, Vietnam, dan Brunei dalam menggaji guru. Sebab, jika tidak memaafkan, jiwa ini akan terbebani dan sangat mungkin kita menjadi pendidik yang membebani. Semoga bermanfaat.
Sumber: e-psikologi.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, September 21, 2012
Berkendara dan Bernyanyi
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
MENYANYI dan mendengarkan lagu favorit dari pemutar musik saat berkendara memang menyenangkan. Namun, waspadalah. Berdasarkan pengamatan psikolog Australia, hal itu dapat menjadikan Anda pengendara yang buruk.
Para psikolog yang dipimpin Christina Rudin-Brown menyimpulkannya setelah mengamati 21 pengendara dengan rentang usia 18-55 tahun. Dalam berbagai percobaan, peneliti mencoba mengamati respons partisipan--dengan kondisi sambil bernyanyi--atas berbagai situasi di jalan raya. Walhasil, respons partisipan lebih lambat menghadapi situasi-situasi berbahaya di jalan daripada saat mereka berkonsentrasi dengan kemudi kendaraan. "Sama seperti menggunakan telepon seluler, aktivitas sampingan itu mengganggu pengendara," ujar Rudin-Brown.
Namun, peneliti pun menemukan bahwa mendengarkan musik saat berkendara dapat meningkatkan fokus berkendara ketimbang kondisi senyap. Satu hal yang pasti, lanjut Rudin-Brown, pengemudi harus tetap menjaga mata mereka dan pikiran pada jalan.
Para psikolog yang dipimpin Christina Rudin-Brown menyimpulkannya setelah mengamati 21 pengendara dengan rentang usia 18-55 tahun. Dalam berbagai percobaan, peneliti mencoba mengamati respons partisipan--dengan kondisi sambil bernyanyi--atas berbagai situasi di jalan raya. Walhasil, respons partisipan lebih lambat menghadapi situasi-situasi berbahaya di jalan daripada saat mereka berkonsentrasi dengan kemudi kendaraan. "Sama seperti menggunakan telepon seluler, aktivitas sampingan itu mengganggu pengendara," ujar Rudin-Brown.
Namun, peneliti pun menemukan bahwa mendengarkan musik saat berkendara dapat meningkatkan fokus berkendara ketimbang kondisi senyap. Satu hal yang pasti, lanjut Rudin-Brown, pengemudi harus tetap menjaga mata mereka dan pikiran pada jalan.
Sumber: metrotvnews.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)



