sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label mikrobiologi. Show all posts
Showing posts with label mikrobiologi. Show all posts
Saturday, August 25, 2012
Apakah Kita Memerlukan Paradigma Baru Dalam Ilmu Kedokteran
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Apakah Kita Memerlukan Paradigma Baru Dalam Ilmu Kedokteran?
Ivan Taniputera
24 Agustus 2012
Dewasa ini kita menyaksikan munculnya berbagai penyakit baru yang belum dapat disembuhkan. Apakah ini merupakan peringatan bagi umat manusia bahwa diperlukan paradigma baru dalam ilmu kedokteran. Marilah kita menengok kembali pada sejarah berjangkitnya wabah sampar yang menelan banyak korban jiwa di abad ke-14. Saat itu, para dokter tidak berdaya mengobati penyakit sampar. Penyebabnya adalah paradigma atau konsep yang mereka anut sudah ketinggalan zaman. Mereka ketika itu masih menganut konsep Aristoteles terkait empat elemen, yakni tanah, air, api, dan udara. Berdasarkan konsep tersebut, penyakit timbul akibat adanya ketidak-seimbangan antara keempat elemen ini. Namun konsep tersebut ternyata tidak sanggup menandingi kedigdayaan wabah sampar. Para dokter di zaman Abad Pertengahan belum mengenal mikrobiologi, sehingga tidak mengetahui bahwa penyebab sampar bukanlah "ketidak-seimbangan elemen." Mereka memerlukan paradigma baru dan ilmu kedokteran memang mengalami perombakan dramatis setelah adanya wabah sampar tersebut. Beberapa penemuan baru dalam bidang kedokteran terus bermunculan selama berabad-abad kemudian.
Apakah adanya penyakit-penyakit baru yang tak tersembuhkan itu merupakan pertanda bahwa umat manusia perlu segera merombak paradigmanya dalam ilmu kedokteran? Siapa tahu. Pola-pola pemikiran yang telah dipegang erat-erat saat ini barangkali perlu dilepaskan atau mungkin diperlukan keberanian dalam mengembangkan hipotesa-hipotesa baru. Para ahli mikrobiologi perlu mencari pola bagaimana suatu virus bermutasi.

Beberapa terobosan-terobosan lain yang sangat tidak konvensional mungkin perlu dilakukan. Apa yang dahulu dianggap sebagai ilmiah di masa sekarang, barangkali akan disebut tahayul di masa mendatang. Ilmu kedokteran di zaman kita barangkali akan dianggap ketinggalan zaman, kuno, dan primitif pada masa mendatang; sebagaimana halnya kita memandang teori Aristoteles sebagai sesuatu yang sudah ketinggalan zaman. Jika umat manusia terlambat dalam menanggapi peringatan ini, maka barangkali ini merupakan awal proses kepunahan umat manusia.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Air,
Api,
Aristoteles,
Elemen,
Kedokteran,
Medis,
mikrobiologi,
Paradigma Baru,
Sampar,
Sejarah Kedokteran,
Tanah,
Udara,
Wabah
Wednesday, May 9, 2012
Kuman Menyebar Melalui Alat Musik
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
If you let someone play your instrument, you’re sharing more than music.
Mungkin anda adalah orang yang suka berbagi, termasuk meminjamkan alat musik pada rekan atau saudara anda. Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mikro organisme – termasuk mikroba penyebab penyakit – dapat hidup di alat musik, bahkan lama setelah musik berhenti dimainkan. Ahli biologi dari Tufts University School of Medicine di Boston mengamati 20 Flute, klarinet dan saxophon yang baru saja dimainkan. Para peneliti mencari perbedaan jenis dari bakteri, aneka macam kuman yang diterdapat dalam mulut manusia. Seperti diketahui dalam mulut manusia ditemukan berbagai jenis kuman namun kebanyakan diantaranya tidak menyebabkan penyakit, hanya beberapa saja yang dapat menyebabkan infeksi, semisal radang tenggorokan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya kuman-kuman itu dapat bertahan hidup selama kurang lebih tiga hari pada clarinet dan saxophone. Mikroba ini juga ditemukan pada alat musik flute meski dalam waktu yang lebih singkat.
Stuart Levy, seorang doktor and microbiologis di Tufts, melakukan sebuah penelitian, ia bekerjasama dengan koleganya Bonnie Marshall. Seorang mikrobiologis yang fokus terhadap mikroorganisme, seperti bakteri dan jasad renik lain yang hanya dapat diamati oleh mikroskop.
Pertama, mereka mengumpulkan beberapa bakteri penyebab penyakit, termasuk streptococcus dan staphylococcus. Dibawah mikroskop bakteri streptococcus terlihat seperti untaian tasbih ; sedangkan bakteri staphylococcus terlihat seperti rangkaian buah anggur. Streptococcus adalah penyebab dari radang tenggorokan dan penyakit serius lainnya, sedangkan staphylococcus dapat menyebabkan keracunan makanan.
Kedua peneliti ini meletakan bakteri-bakteri itu pada clarinet dan saxophone. Ternyata bakteri-bakteri itu dapat bertahan hidup selama beberapa hari pada kedua alat musik tersebut. Itu berarti alat musik yang meskipun sudah tidak digunakan beberapa saat , kemungkinan besar tetap mengandung bakteri-bakteri penyebab penyakit yang berasal dari pemain alat tersebut sebelumnya. Jika anda seorang musisi sebaiknya tidak menggunakan instrument musik secara bersamaan dengan rekan anda, karena ternyata alat musik juga dapat menjadi media penyebaran penyakit.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)