Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Tuesday, February 4, 2014

BUKU TENTANG SEJARAH ACEH MASA KEMERDEKAAN

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU TENTANG SEJARAH ACEH MASA KEMERDEKAAN

Ivan Taniputera
4 Februari 2014



Judul: Atjeh Sepintas Lalu
Penulis: Insider
Penerbit: F.A. Archapada, Djakarta, 1950
Jumlah halaman: 124

Buku ini membahas mengenai perkembangan Aceh semenjak Proklamasi Kemerdekaan hingga Pengakuan Kedaulatan. Berikut ini adalah daftar isinya.




Pada halaman 3 dapat kita baca sebagai berikut:

"Buku ketjil ini diterbitkan, denga maksud supaja ia dapat mendjadi alat perantara dalam menjampaikan kepada umum beberapa peristiwa dan kedjadian penting mengenai Atjeh dalam masa kurang lebih empat tahun, terhitung sedjak Proclamatie Kemerdekaan sampai Penjerahan Kedaulatan.
Peristiwa2 dan kedjadian2 jang akan diuraikan, dapat kiranja mendjadi bahan-sekalipun djauh dari lengkap,
pertama: bagi setiap Warga Negara jang ingin mengetahui dalam garis besarnja kesulitan2, sebagai akibat dari kedjadian2 dan peristiwa2 jang harus dihadapi dalam perkembangan sedjarah di Atjeh selama masa jang disebut tadi....."

Pada halaman 18 terdapat kutipan sebagai berikut:

"Harus diakui, harus diakui bahwa sikap beberapa anggota dari golongan Uleebalang adalah amat onsympathiek, segera sesudah mereka mendengar berita tentang capitulatie Djepang.
Mereka ini bersuka ria, ja melahirkan kebentjian mereka terhadap setiap Djepang; sekalipun pada masa pendudukan Djepang mereka bersikap sangat pro Djepang dan berusaha sedapat-dapatnja memperoleh perhubungan persahabatan dengan setiap orang Djepang....."

Pada halaman 39 terdapat kutipan sebagai berikut:

"Diantara sekian banjak nama2 jang telah mengambil peranan penting dalam menembus blokkade Belanda, tidak dapat dilupakan nama Major John Li, anggota "Angkatan Laut Republiek Indonesia."


Berikut ini adalah contoh halamannya:





Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, August 21, 2012

PUTRI ARIMBI, SANG PENULIS YANG MENJADI DUTA BAHASA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Oleh: Tim POTRET

Anda sebagai siswa atau mahasiswa? Bila ya, maka anda harus kreatif dan punya banyak prestasi donk. Hidup berprestasi adalah sebuah wujud anda sebagai orang yang kreatifdan innovative. Prestasi tentu saja tidak didapatkan secara instant, tetapi harus selalu ada upaya untuk menciptkan prestasi itu. Mungkin anda mengenal Putri Arimbi, mahasiswa Program Sarjana (S1) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Sejak duduk dibangku SMA, Putri telah banyak meraih prestasi, hingga akhirnya ditahun 2011 Putri menjadi Duta Bahasa Provinsi Aceh.

Keikut sertaannya dalam kontes pemilihan Duta Bahasa yang diikuti oleh pemenang olimpiade Biologi Tingkat SMA/MA se-Kota Banda Aceh (2008) ini bermula dari saran teman-temannya yang menganggap dirinya mempunyai kapasitas untuk menjadi Duta Bahasa. Setelah mendaftarkan diri menjadi peserta, Putri bersaing dengan 32 peserta lainnya dan mengikuti tes Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), sebuah test seperti Toefl namun dalam bentuk bahasa Indonesia. Hasil seleksi tersebut menyisakan 10 peseta cewek dan cowok, Putri termasuk salah satu di antara 10 peserta tersebut dan menduduki posisi ke-4. Selanjutnya Putri dipasangkan dengan M. Nasir, mahasiswa FKIP Fisika Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mereka harus membuat makalah dan mempersentasikannya. Dari hasil tes makalah tersebut terpilih 5 pasang peserta. Alhamdulillah Putri masuk ke 5 besar cewek yang tepilih. Pada tahap ini Putri dipasangkan dengan M. Fadhil Ahyari.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Putri terpilih menjadi pemenang pertama dan bersama M. Fadhil, Putri diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina dalam rangka pemilihan Duta Bahasa Nasional. Putri dan Fadhil tampil sebagai perwakilan Aceh. Dalam masa karantina selama 5 hari. Mereka benar-benar digembleng dengan beberapa kegiatan dan pemberian materi dari Saiful Fatan, Happy Salma, dan Putu Wijaya.

Selanjutnya mereka mengikuti tes UKBI, namun level soalnya jauh lebih sulit. Kemudian penilaian pada saat persentasi. Pada saat tes persentasi kami mengangkat tema tentang pembentukan forum bahasa di Provinsi Aceh. Kegiatan lain pada saat karantina, para duta bahasa (54 orang) ikut meramaikan peluncuran film dari Dinas Pendidikan. Filmnya tentang Gerakan Cinta Bahasa. Acara puncaknya itu berlokasi di Taman Mini dan kami menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah dan setiap peserta mendapatkan pertanyaan masing-masing. Banyak dari mereka yang sangat apresiasi terhadap Aceh. Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada kami adalah tentang Syariat Islam di Aceh dan tsunami. Putri merasa tertantang untuk lebih menjual nama Aceh dalam aura yang positif, karena sebagian mereka yang sangat mengkritisi Syariat Islam di Aceh.

Persoalan bahasa memang merupakan persoalan individu, namun akan menjadi permasalahan sosial di saat berinteraksi dengan orang lain. Putri menyatakan bahwa sangat disayangkan disaat orang yang berpendidikan tidak bisa berbahasa dengan baik dan benar. Menurutnya hal ini sangat dipengaruhi oleh teknologi dan juga budaya disaat sudah banyak bahasa gaul dan alay yang terserap dalam percakapan anak-anak muda saat ini. Lebih memprihatinkan lagi, jika kondisi ini terus berlanjut. Karena dampaknya akan mereka rasakan pada saat kuliah, pada saat membuat karya ilmiah, atau skripsi dan pada saat kondisi dimana mereka dituntut formal.

Dalam mempromosikan berbahasa yang baik dan benar, “Putri menyarankan untuk semua warga Indonesia memulai dari diri sendiri terlebih dahulu, selanjutnya keluarga dan teman-teman dekat. Walaupun ada sebagian yang menganggap ini tidak penting”. Ungkap anak pasangan Syarif Siregar dan Khairani, S. Pd yang juga hobi menulis. Putri sering memenangkan perlombaan menulis seperti puisi, cerpen, dan artikel. Salah satu artikelnya pernah dimuat dalam buku antologi artikel “Santeut, Khotbah Jender Pelajar Aceh” penerbit Aneuk Mulieng Publishing (2007).

Dalam menkritisi tulisannya Putri mengunggkapkan bahwa dia sangat terbuka. “Karena jika ada yang mengkritik, tandanya tulisan kita dibaca. Menulis itu tidak harus selalu bagus, yang penting kita bisa mengeluarkan gagasan kita yang bisa dibaca orang. Lalu, orang bisa memberikan masukan. Bagi Putri, sangat mudah menjadi penulis. Tips jadi penulis itu juga sangat sederhana. Ya, apa yang ada dipikiran kita, kita tuliskan saja. Jangan pikirkan benar salahnya, karena menulis itu adalah mengeluarkan ide dan gagasan kita. Kita harus sering-sering sharing dengan penulis yang lain agar kita bisa tahu dimana kekurangan dari tulisan kita.

Yuk para pembaca majalah POTRET, jangan enggan untuk menulis. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menulis, misalnya kita dapat mempengaruhi orang lain, bisa berbagi cerita, berbagi ide, dan kita juga bisa mengajak orang lain berbuat lebih melalui tulisan.” Itulah kutipan pesan-pesan Putri untuk pembaca POTRET.

Sejalan dengan POTRET edisi 54 yang mengangkat tema eksploitasi seksual anak, Putri merasa sangat prihatin melihat fenomena dan realitas kehidupan seksual anak saat ini. Menurut Putri, “Ketika melihat posisi Aceh sebagai negeri Syariat Islam, adanya tindakan eksploitasi seksual anak yang diperdagangkan di negeri syariat ini menimbulkan tanda Tanya besar di benak kita. Mengapa itu terjadi di Aceh? Lebih lanjut, ujar Putri, seharusnya Aceh yang kita kenal sebagai daerah yang ketat dalam beragama, namun bias ada praktek ESA. Betapa hati kita terenyuh dan teriris, ketika membaca berita di surat kabar daerah ini, ada dua gadis Aceh yang masih di bawah umur yang dijual ke Singapura. Sangat tragis bukan? Seharusnya, ini tidak terjadi di Aceh. Kita harus menghentikan aksi ini.

Ketika ditanya, mengapa kasus-kasus eksploitasi seksual anak, seperti pelacuran anak, penjualan anak untuk seksual, pernikahan dini, pornografi anak dan wisata seksual terjadi, Putri memaparkan bahwa karena banyak faktor. Misalnya, karena pemahaman masyarakat kita yang mengamini pernikahan dini sebagai sebuah solusi bagi kaum perempuan dan juga remaja agar tidak terlanjur dalam seks bebas. Ada juga karena rendahnya pemahaman kita terhadap bahaya eksploitasi seksual anak dan hak anak. Hal yang lebih parah lagi adalah karena adanya oknum trafficker yang memanfaatkan keadaan. Mereka memanfaatkan kebodohan dan kemiskinan untuk memperdaya anak-anak dengan berbagai iming-iming seperti mendapatkan pekerjaan, lalu dibawa ke kota dan kemudian dijual untuk dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).

Jadi, ketika banyak masyarakat yang masih berada di bawah kesejahteraan yang pendidikannya rendah yang menginginkan ekonomi yang lebih, maka ini dijadikan peluang bisnis oleh mereka yang tidak berperikemanusiaan itu. Kita sering mengatakan keadaan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi berlanjutnya praktek eksploitasi seksual anak ini, lanjut Putri. Ya, solusinya kita harus peduli dan kritis melihat kondisi disekitar kita. Kita harus mampu membaca fenomena dari para pelaku trafficking itu agar kita dan anak-anak perempuan yang kini terkontaminasi oleh budaya konsumtif, tidak dijakan korban lagi. Selain itu,agar kita terbentengi dari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang buruk”, masyarakat, media dan pemerintah harus saling bahu membahu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk menghadapi berbagai kemungkinan buruk yang menghadang. Selayaknya kita mengajak masyarakat kita peduli mengatasi masalah ESA di tempat masing-masing.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

FADHIL: DARI DUTA BAHASA KE DUNIA MODELLING

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

MUHAMMAD Fadhil Achyari. Di kalangan anak muda Banda Aceh nama ini sudah tidak asing lagi. Wajar saja, predikat sebagai Duta Bahasa yang diraihnya pada tahun 2011 lalu telah melambungkan namanya.

Sebelumnya di tahun 2010, Fadhil juga berhasil menyandang gelar Duta Pariwisata Banda Aceh. “Untuk Duta, sudah dua kali. Duta pariwisata dan Duta Bahasa. Alhamdulillah sekali. Saya merasa senang sudah dapat menjadi banggaan  bagi orang-orang disekitar saya,” ujar Fadhil kepada The Atjeh Post, Selasa, 3 Juli 2012 di Tower Café.


Karena keranjingan berjalan di atas cat walk, Fadhil pun mulai menekuni dunia modeling. Hobby barunya ini menurut Fadhil bukan sekedar untuk menampilkan daya tarik semata, tetapi juga sebagai media untuk mengaplikasikan komunikasi yang baik bagi masyarakat.

“Menjadi model itu bukan hanya sekedar menjadi model saja, tapi juga menjadi icon bagi masyarakat umum,” ujar lelaki kelahiran 22 April 1994 ini.

Kepada The Atjeh Post, Fadhil mengatakan jika predikat Duta Bahasa yang dicapainya pada tahun 2011 lalu merupakan awal karirnya di dunia modeling. Hingga sekarang ia sudah sering memperagakan busana dari para desainer ternama di Indonesia.

Ia berharap dengan berjalannya program Duta Mahasiswa yang digagas oleh Balai Bahasa Banda Aceh tersebut, dapat meningkatkan minat masyarakat dalam bidang bahasa dan tidak menganggap remeh bahasa ibu.

Bahkan, menurutnya Bahasa Indonesia lebih sulit ketimbang Bahasa Inggris yang sudah menjadi keharusan kurikulum di sekolah.

“Biasanya orang meremehkan Bahasa Indonesia atau bahasa ibu, sebenarnya itu lebih sulit daripada Bahasa Inggris atau bahasa kebangsaan orang yang harus dikuasai oleh siapa pun dan sudah menjadi kewajiban bagi kurikulum sekolah pada umumnya,” Ujar Fadhil.[]

Sumber: http://atjehpost.com/read/2012/07/05/13889/47/6/Fadhil-dari-Duta-Bahasa-ke-Dunia-Modelling

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, October 1, 2011

FADHIL DAN PUTRI DUTA BAHASA ACEH 2011

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

BANDA ACEH - Pasangan M Fadhil Achyari dan Putri Arimbi Siregar, terpilih sebagai Duta Bahasa tingkat Provinsi Aceh, setelah menyingkirkan 29 pasangan peserta lainnya dalam Lomba Pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan Balai Bahasa Banda Aceh pada 6-12 Oktober lalu. 

Dengan kemenangan tersebut, keduanya memastikan diri untuk maju mewakili Aceh di ajang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada 23-29 Oktober mendatang, di Jakarta.

Fadhil dan Putri berhasil keluar sebagai peserta lomba terbaik dalam setiap tahapan di antaranya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), pembuatan makalah yang dilanjutkan dengan presentasi, dan wawancara. “Awalnya ada 30 pasang peserta yang ikut lomba ini, termasuk kami pada tahap UKBI pada 6 Oktober 2011,” kata Fadhil kepada Serambi, Kamis (13/10).

Dari tahapan tersebut, lanjutnya, terpilih 10 besar untuk mengikuti tahap pembuatan makalah dan presentasi. Lalu mengkerucut menjadi lima pasang pada grand final untuk mengikuti wawancara. Di tahap ini terpilih empat pasang yang keluar sebagai juara I, II, II, dan favorit. “Kami terpilih sebagai juara I Duta Bahasa Provinsi Aceh,” rinci Fadhil, Kamis (13/10).

Fadhil yang merupakan Duta Wisata Kota Banda Aceh 2010 ini mengatakan sedang giat-giatnya belajar Bahasa Perancis sebagai bekal mencari nilai tambah saat mengikuti lomba di tingkat nasional nanti. 

Sebagai Duta Wisata Kota Banda Aceh 2010, Fadhil yang bercita-cita menjadi diplomat ini juga menguasai tari Saman dan Seudati. Jika sewaktu-waktu diminta menarikan Tari Aceh di tingkat nasional ia menyatakan siap. “Syarat menjadi duta adalah peserta minimal berusia 18 tahun lulus SMA, bisa Bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah. Peserta juga harus memiliki kepribadian menarik,” katanya. 

Umumnya peserta memilih bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Tapi, ada juga yang pakai Bahasa Arab, Jerman, dan bahasa lain. Yang penting menguasai tiga bahasa salah satunya bahasa asing. “Saya pilih Bahasa Perancis sebagai bahasa tambahannya,” papar Fadhil yang baru saja lulus SMA dan berencana mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia awal tahun depan.

Putri Arimbi Siregar menambahkan tugas Duta Bahasa nantinya adalah mempromosikan bahasa, khususnya Bahasa Indonesia kepada generasi muda. “Tugas kita, mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk mengenalkan kosakata baru,” sebut Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala, Jurusan Ilmu Komunikasi ini. (ami)

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2011/10/14/fadhil-dan-putri-duta-bahasa-2011
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, September 20, 2011

PEMILIHAN DUTA BAHASA TINGKAT PROPINSI ACEH TAHUN 2011

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BANDA ACEH - Balai Bahasa Banda Aceh mulai membuka pendaftaran peserta “Duta Bahasa 2011”, sejak Senin (12/9) kemarin. Peserta yang mewakili Duta Bahasa dari Aceh nantinya, akan berkompetisi lagi di tingkat nasional pada Oktober mendatang.

Kepala Balai Bahasa Banda Aceh, Teguh Santoso, mengatakan pemilihan Duta Bahasa dilakukan setiap tahun.  Pendaftaran sudah dibuka sejak kemarin sampai dengan 30 September 2011. Namun, pendaftaran segera ditutup jika pesertanya sudah berjumlah 30 orang meskipun belum tanggal 30 September.

“Tujuan pemilihan ini  adalah mengajak generasi muda menjadi Duta Bahasa  yang mampu memasyarakatkan bahasa agar penggunaan bahasa di masyarakat menjadi  baik dan benar. Misi lainnya, pemasyarakatan bahasa dan partisipasi generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah,” kata Teguh Santoso kepada Serambi, Senin (12/9) kemarin.

Selain itu, kata Teguh,  kegiatan tersebut juga bagian dari program pertukaran budaya antar-provinsi. Itu sebabnya, calon-calon yang akan mendaftar, wajib bisa berbahasa Aceh, selain bahasa asing.

Diakuinya, saat ini Balai Bahasa Banda Aceh juga menambah beberapa kriteria teknis lain, seperti tinggi badan minimal 160 cm untuk perempuan dan 165 cm untuk laki-laki.

“Awalnya kriteria hanya pada IQ, namun sekarang penampilan kami masukkan jadi salah satu syarat. Kalau tidak, calon-calon kita kebanting di Jakarta, susah bersaing di sana,” kata Teguh.

Ia menambahkan, Aceh belum pernah meraih juara I nasional. Duta Bahasa dari Aceh hanya pernah meraih juara harapan pada tahun 2010 lalu. Teguh berharap Aceh kali ini bisa masuk nominasi.

Kepada masyarakat Aceh yang berminat menjadi peserta, kata Teguh, bisa mendaftarkan diri ke Balai Bahasa Banda Aceh, Jalan Panglima Nyak Makam 21, Lampineung, Banda Aceh. Atau bisa telepon ke nomor (0651)7551096.(sak)
 
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info