Showing posts with label kejawen. Show all posts
Showing posts with label kejawen. Show all posts

Saturday, June 29, 2019

Kedekatan dengan GUSTI ALLAH

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Setiap manusia selalu memiliki keinginan untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH sebagai Sang Khalik. Tetapi niat untuk mendekatkan diri tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali godaan yang membuat upaya dan niat manusia untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH terhalang. Mengapa?

Penghalang terbesar dari diri manusia untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH itu adalah berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Salah satu yang penghalang terbesar adalah nafsunya yang memang sudah disetir oleh syetan. Maka tidak heran, jika kita senantiasa meminta perlindungan dan pengayoman dari GUSTI ALLAH untuk menapaki jalan yang lurus, jalan orang-orang yang dirihai dan bukannya jalan orang-orang yang sesat, seperti ayat-ayat dalam surat Al Fatihah dalam Al Qur'an.

Syetan yang menguasai nafsu manusia akan berupaya untuk senantiasa menyesatkan jalan kita sehingga kita tidak bisa mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Apalagi bagi para pelaku spiritual, godaan tersebut akan semakin besar. Bagi para pelaku spiritual yang ingin mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH akan digoda dengan beraneka bonus-bonus dan aneka kemampuan ghaib yang muncul dalam diri mereka.

Contohnya, seperti terlihat pada gambar di atas. Upaya untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH bagi para pelaku spiritual umumnya akan terhalang dengan adanya bonus seperti mampu menyembuhkan orang sakit/mengatasi beraneka macam masalah orang lain. Kalau si pelaku spiritual sudah merasa terpikat dengan bonus tersebut dan menjadikan kemampuannya itu untuk mencari nafkah, maka ia hanya akan mendapatkan hal itu saja dan tidak akan pernah dekat pada GUSTI ALLAH.

Contoh bonus yang kedua adalah kebal dari senjata tajam/api. Tentu saja, para pendaki spiritual jika terpikat dengan bonus tersebut, ya itu saja yang akan diterimanya. Ia juga tidak akan bisa mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Pasalnya, ia sudah merasa puas mendapatkan kemampuan kebal dari senjata tajam/api.

Contoh bonus yang ketiga adalah mampu untuk ngrogo sukmo (melepaskan sukma dari jasadnya). Inipun merupakan godaan. Jika para pendaki spiritual tidak pandai-pandai menghindari ketertarikan pada bonus tersebut, maka ia pun juga tidak akan pernah bisa dekat dengan GUSTI ALLAH. Dan ia akan menguasai kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit, kebal senjata dan ngrogo sukmo saja.

Contoh bonus yang keempat adalah Waskito (tahu yang bakal terjadi). Inipun bonus yang merupakan godaan bagi para pendaki spiritual untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Hendaknya para pendaki spiritual tidak merasa bangga dan puas dengan hal itu.

Langkah yang baik bagi para pendaki spiritual adalah mengabaikan berbagai macam bonus tersebut. Artinya, setelah menerima bonus tersebut, hendaknya para pendaki spiritual tetap ingat pada tujuan awal yakni mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Kenapa begitu?

Karena jika kita terus berupaya untuk tetap ingat tujuan kita untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH, maka beraneka macam bonus tersebut akan dengan mudahnya kita dapatkan. Apa dalilnya? Dalilnya adalah dari Al Qur'an yang berbunyi "...Barang siapa yang dekat kepadaKU, maka akan AKU cukupi semua kebutuhannya. MATAKU menjadi matanya, TANGANKU menjadi tangannya...." Oleh karena itu, selalu dekat dengan GUSTI ALLAH adalah merupakan keberadaan yang terindah bagi manusia.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Belajar dari Sastra Jendra Hayuningrat

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Bagi orang yang belajar kawruh Kejawen, tentu sudah tidak asing lagi dengan kata-kata Sastra Jendra Hayuningrat. Meskipun banyak yang sudah mendengar kata-kata tersebut, tetapi jarang ada yang mengetahui apa makna sebenarnya. Menurut Ronggo Warsito, sastra jendra hayuningrat adalah jalan atau cara untuk mencapai kesempurnaan hidup. Apabila semua orang di dunia ini melakukannya, maka bumi akan sejahtera.

Nama lain dari sastra jendra hayuningrat adalah sastra cetha yang berarti sastra tanpa papan dan tanpa tulis. Walaupun tanpa papan dan tulis, tetapi maknanya sangat terang dan bisa digunakan sebagai serat paugeraning gesang.

Ada 7 macam tahapan bertapa yang harus dilalui untuk mencapai hal itu.

1. Tapa Jasad: Tapa jasad adalah mengendalikan atau menghentikan gerak tubuh dan gerak fisik. Lakunya tidak dendam dan sakit hati. Semua yang terjadi pada diri kita diterima dengan legowo dan tabah.

2. Tapa Budhi: Tapa Budhi memiliki arti menghilangkan segala perbuatan diri yang hina, seperti halnya tidak jujur kepada orang lain.

3. Tapa Hawa Nafsu: Tapa Hawa Nafsu adalah mengendalikan nafsu atau sifat angkara murka yang muncul dari diri pribadi kita. Lakunya adalah senantiasa sabar dan berusaha mensucikan diri,mudah memberi maaf dan taat pada GUSTI ALLAH kang moho suci.

4. Tapa Cipta: Tapa Cipta berarti Cipta/otak kita diam dan memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh atau dalam bahasa Jawanya ngesti surasaning raos ati. Berusaha untuk menuju heneng-meneng-khusyuk-tumakninah, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan siapapun dan selalu heningatau waspada agar senantiasa mampu memusatkan pikiran pada GUSTI ALLAH semata.

5. Tapa Sukma: Dalam tahapan ini kita terfokus pada ketenangan jiwa. Lakunya adalah ikhlas dan memperluas rasa kedermawanan dengan senantiasa eling pada fakir miskin dan memberikan sedekah secara ikhlas tanpa pamrih.

6. Tapa Cahya: Ini merupakan tahapan tapa yang lebih dalam lagi. Prinsipnya tapa pada tataran ini adalah senantiasa eling, awas dan waspada sehingga kita akan menjadi orang yang waskitha (tahu apa yang bakal terjadi).

Tentu saja semua ilmu yang kita dapatkan itu bukan dari diri kita pribadi, melainkan dari GUSTI ALLAH. Semua ilmu tersebut merupakan 'titipan', sama dengan nyawa kita yang sewaktu-waktu bisa diambil GUSTI ALLAH sebagai si EMPUNYA dari segalanya. Jadi tidak seharusnya kita merasa sombong dengan ilmu yang sudah dititipkan GUSTI ALLAH kepada kita.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, February 2, 2014

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

Ivan Taniputera 

2 Februari 2014




Judul: Serat Dewa Ruci (dalam aksara Jawa)
Penulis: Empu Widayaka
Diterbitkan dan diedarkan oleh Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 56
Bahasa dan aksara Jawa

Pada halaman 3 tertera sebagai berikut:

"Serat Dewa Ruci punika ing ngajeng mawi tembang Kawi sekar ageng, anggitanipun Empu Widayaka ing Nagari Mamenang, inggih ing Kadhiri."

Empu Widayaka wau inggih Ajisaka, timuripun nama Jaka Sangkala, putranipun Empu Anggajali, ibunipun Putri  ing Nagari Najran, tanah Ngarab...."

Terjemahan:

"Serat Dewa Ruci itu asalnya adalah Tembang Kawi sekar ageng, karangan Empu Widayaka di Negeri Mamenang, yang juga berada di Kediri.

Empu Widayaka juga disebut Ajisaka, waktu muda bernama Jaka Sangkala, putera Empu Anggajali, ibunya adalah Putri di Negeri Najran, Tanah Arab...."

Berikut ini adalah contoh halamannya.



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, January 28, 2014

PRIMBON SANGKAN PARANING MANUNGSA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
PRIMBON SANGKAN PARANING MANUNGSA

Ivan Taniputera
28 Januari 2014



Judul: Primbon Sangkan Paraning Manungsa
Penulis: Rd. Mugihardjo alias mBah Lantip
Penerbit: Toko buku "Keng," Semarang, 1959
Jumlah halaman: 53
Bahasa: Jawa

Ini adalah primbon yang berisikan berbagai macam hal, mulai dari ramalan, pertanda, filsafat, kebatinan, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, pada halaman 5 terdapat makna aksara Jawa:

"1.Aksara Ha = Tegese Hurip/ Ana urip
Urip iku ora ana kang nguripi, urip idjen, urip langgeng ora kena ing Pati. Nguripi sakabehing kahanan.
2.Aksara Na = Tegese Nur.
Nuring Gusti dumunung aneng sipating Manungsa...."

Terjemahan:

"Aksara Ha = Berarti Kehidupan/ Ada kehidupan
Kehidupan itu tidak ada yang menghidupkan, hidup dengan sendirinya, hidup abadi tidak terkena kematian. Menghidupi segenap keadaan.
2.Asara Na = Berarti Cahaya
Cahaya Tuhan itu bernaung dalam sifat manusia....."

Kemudian pada halaman 6 terdapat makna aksara Jawa yang sudah disambung.

"Bag Aksara 20 kang digandeng

1.Ha+Nga = Hanga tegese Hangen-hangen
2.Na+Ta = Nata = Nutuk......"

Terjemahan:

"Bab mengenai 20 aksara yang sudah disambung

1.Ha+Nga = Hanga berarti Anan-angan
2.Na+Ta = Nata berarti Memukul, mengetuk....."

Kemudian terdapat pula isyarat-isyarat yang akan dialami seseorang menjelang kematian. Kemudian terdapat berbagai petuah:

"a.Adja madon
b.Adja minum
c.Adja main
d.Adja maling
e.Adja madat
f.Adja misuh......" (halaman 49)

Terjemahan:

"a.Jangan bermain wanita
b.Jangan bermabuk-mabukan
c.Jangan berjudi
d.Jangan Mencuri
e.Jangan menjadi pecandu
f.Jangan memaki........"

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, January 13, 2014

BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA

Ivan Taniputera
13 Januari 2014



Judul: Pembangunan Djiwa Lajang Kalimosodo Kangdjeng Sunan Kalidjogo Guru Sutji Ing Tanah Djowo
Penulis: M. Amin B.R.
Penerbit: ----, 1961
Jumlah halaman: 102
Bahasa: Jawa

Buku ini berisikan wejangan-wejangan spiritual dan kebatinan guna membangun jiwa manusia berdasarkan semangat Ketuhanan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah beberapa kutipannya:

Di halaman 5:

"O ngger anakku kang wus katon gagah lan bagus, gagahmu lan warasmu iku gunakna lan tandjakna kanggo bekti (ta'at) marang Gusti Allah Dzat ingkang paring gagah lan waras, anggone nggunakake waras lan gagah iku sarana nderek pernatane Gusti Allah S.W.T. lan njonto tumindake Nabi Muhammad kang dadi utusane."

Terjemahannya:

"Wahai anakku yang sudah nampah gagah dan tampan, kegagahan dan kesehatanmu itu pergunakanlah dan manfaatkan untuk berbakti (taat) kepada Gusti Allah Zat yang memberikan kegagahan beserta kesehatan, dalami menggunakan kesehatan beserta kegagahan itu sebagai sarana mengikuti aturan Gusti Allah S.W.T dan meneladani Nabi Muhammad yang menjadi utusanNya."

Pada halaman 23 terdapat sebagai berikut:

"Allah anggone djandji marang sira, amarga Ingsun mangerti manawa sira mbesuk nalika ana ing ndonja pada ora tahan udji/ ora sabar, pada manut marang pembudjuke Iblis/ Sjetan kadjaba mung setitik kang pada teguh atine/ kang pada tahan udji. Manawa sira ana ing alam ndonja pada manut marang Iblis/ Sjetan, mesti Ingsun Siksa pada karo paniksanipun marang Iblis/ Sjetan, lan manawa sira wus pada ngrasaake siksa geni naraka, adja pada sambat: "Duh Gusti Allah, kawula mboten kijat ngraosaken siksa pandjenengan..."

Terjemahannya:

"Allah dalam berjanji padamu, "Karena Aku memahami bahwa di masa mendatang tatkala engkau berada di muka bumi tidak tahan terhadap cobaan/ tidak sabar, mengikuti bujukan Iblis/ Setan, terkecuali hanya sedikit saja yang teguh hatinya/ tahan terhadap cobaan. Jikalau engkau di muka bumi ini mengikuti Iblis/ Setan, pastilah Aku siksa sama seperti penyiksaan bagi Iblis/ Setan, dan bila engkau telah merasakan siksa api neraka, janganlah mengeluh: "Aduh, Gusti Allah, hamba tidak tahan merasakan siksaMu....."

Berikut adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, November 28, 2013

SERAT KANDA TJETA: BUKU FALSAFAH KEBATINAN JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
SERAT KANDA TJETA: BUKU FALSAFAH KEBATINAN JAWA

Ivan Taniputera
28 November 2013



Judul buku: Serat Kanda Tjeta
Pengarang: Ki Darsosawego
Penerbit: CV. Penerbit & Toko Buku "Selamat," Solo, 1963
Jumlah halaman: 31
Bahasa: Jawa

Ini merupakan buku ajaran kebajikan berdasarkan falsafah kebatinan Jawa. Pada bagian depan setelah sampul terdapat penjelasan:

"Isi piwulanganipun para sepuh ing djaman kina, ingkang taksih mempan lan migunani tumrap bebrajan Indonesia ing djaman samangke."

Terjemahan:

"Berisikan ajaran para orang tua di zaman kuno, yang masih berlaku dan berguna terhadap saudara sebangsa Indonesia di masa sekarang."

Selanjutnya dalam buku ini terdapat nasihat-nasihat dalam bahasa Jawa berbentu tembang.

Sebagai contoh ini adalah uraian dalam tembang Sinom mengenai empat hal umum dalam kehidupan:


"........sing lumrah kanggoning umum, ana patang prakara, sarengat kang angka sidji, ping pindone sing diarani tarekat.

3.Kaping telune kakekat, kang kaping pata diarani, makripat kanggo pungkasan, tak tegesi sidji-sidji, ning aku djandji disik, adja maido kandaku, aku mung kanda blaka, kiraku kok gugu betjik, dene ora anggugu tan dadi ngapa."

Terjemahan:

"........yang umum dalam hidup ada empat hal, aturan keagaman adalah yang pertama, yang kedua disebut tarekat.

3.Yang ketiga hakikat, dan yang keempat serta terakhir disebut makrifat, akan kujelaskan satu persatu, tetapi berjanjilah dulu padaku, jangan mencela perkataanku, aku hanya sekedar berkata, jika engkau menurutinya maka itu baik adanya, tetapi tidak dipatuhi pun tak mengapa."

Pada halaman 17 terdapat hal sebagai berikut:

"Supaja terang kandaku, gamblang lehmu anampani, tibaning rahsa kang mulja, pinda udan saka langit, tjumlorot kaja barlejan, tumiba telenging ati."

Terjemahan:

"Agar jelas perkataanku, mudah bagimu memahaminya, turunnya perasaan yang mulia, laksana hujan dari langit, bersinar laksana berlian, merasuk ke dalam hati."

Bagi yang berminat foto kopi, hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, June 21, 2013

Seluk-beluk ajaran kejawen

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya.

Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, August 11, 2012

Seminar Pengusiran Setan (Eksorsisme) Menurut Kejawen, Katolik, & Daoisme

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
SEMINAR PENGUSIRAN SETAN (EKSORSISME) MENURUT KEJAWEN, KATOLIK, & DAOISME

Ivan Taniputera
24 Juni 2012






Hari ini saya menghadiri seminar menarik yang diadakan di TITD Sinar Samudera (Tek Hay Bio) Semarang. Seminar ini membahas tentang pengusiran setan (eksorsisme) ditinjau dari Kejawen, Katolik, dan Daoisme, yang diawali dari kurang lebih pukul sepuluh hingga 17.00.
Pertama-tama Dr. Purwo Susungko membawakan konsep pengusiran setan menurut Kejawen. Beliau mendapatkan ajaran Kejawen sebagaimana termuat dalam Suluk Abdul Jalil Syeh Siti Jenar, yang dikenal sebagai ajaran Kapitaya. Poin-poin yang disampaikan Beliau adalah sebagai berikut. Dituturkan bahwa budaya Jawa dewasa ini mendapatkan pengaruh dari banyak unsur, seperti blangkon dari Timur Tengah dan jas dari Belanda. Peradaban Jawa sendiri menurut penuturan Beliau dimulai di Laut Jawa tahun 700 SM, sewaktu Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera masih menjadi satu, di mana manusia masih belum seperti sekarang.
Setan sendiri tidak dikenal dalam konsep Jawa, yakni dalam artian setan yang menggoda manusia dan bahkan setan tidaklah dianggap sebagai musuh, melainkan teman.
Menurut tradisi Jawa, alam itu dibagi menjadi 3, yakni:

1.Alam Parahyangan (atas), yakni alam yang memiliki budi pekerti tinggi. Terdiri dari orang-orang suci/ baik dan merupakan alam dewa. Kondisinya dikenal sebagai alam suwung atau sangkan paraning dumadi.
2.Alam madya, yakni alam manusia yang dapat dirasakan dengan panca indra (sains).
3.Alam palemahan (bawah), yakni alam buta, raksasa, dan setan. Ciri khas alam ini adalah kemelekatan luar biasa.

Terdapat empat golongan manusia menurut Kejawen, yakni:

1.Golongan Tutug (sempurna), yakni orang yang menyembah Tuhan secara sempurna. Mereka melakukan pemujaan tanpa pamrih. Hati dan pikiran senantiasa terarah pada Tuhan (Sanghyang Tata). Orang-orang seperti ini hanya dapat dihitung dengan jari.
2.Golongan Tuhu (Jawa kuno: benar, tulus, bersungguh-sungguh). Yakni orang yang melakukan pemujaan pada Tuhan dengan tujuan pamrih, umpamanya dengan harapan terlahir di surga).
3.Golongan Tungga (Jawa kuno: Luhur, mulia). Mereka melakukan pemujaan kepada Tuhan dengan tujunan pamrih ukhrawi dan duniawi. Dalam artian selain mengharapkan terlahir di surga, mereka berharap mendapatkan kemegahan dalam kehidupan duniawi.
4.Golongan Tugul (Jawa kuno: bodoh, awam), orang yang belum menyembah Sanghyang Tata (Tuhan) dengan cara yang benar. Mereka hanya mendengar mengenai Sanghyang Tata secara samar-samar. Mereka menyangka bahwa Tuhan berdiam di surga yang terletak di puncak gunung. Mereka menyakini bahwa di dalam benda-benda terdapat makhluk-makhluk halus yang dapat diminta pertolongan. Golongan semacam ini hanya mengarahkan perhatiannya pada kebahagiaan duniawi saja.

Mengapa setan mengganggu manusia? Karena manusia berkomunikasi dengan mereka, terutama golongan Tugul yang hanya mengharapkan kebahagiaan duniawi.
Kejawen tidak ada pengusiran setan, yang ada hanyalah penetralan.
Ada penyakit ganda, yakni fisik dan metafisik. Di antara aspek fisik dan metafisik yang terpenting adalah karma baik. Karma ini selalu menjadi faktor dominan. Contoh adalah arisan, yang disebut Beliau sebagai "permainan karma baik." Misalnya di antara 10 nomor dan ada orang yang pasang 9 di antara 10 nomor, maka meskipun peluangnya adalah 9/10, Belum tentu dia keluar sebagai pemenangnya. Bisa jadi yang menang adalah orang yang peluangnya 1/10. Ilmu peluang hanya membicarakan mengenai peluang.
Oleh karena itu, di dalam Kejawen tidak mengenap konsep setan yang menggoda manusia berbuat jahat, sebab manusia bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Setan dalam konsep Kejawen lebih dimaknai sebagai semacam nafsu keinginan  yang merupakan sumber penderitaan hidup. Bila manusia hidup selalu mengutamakan nafsu maka penderitaanlah yang didapat.
Bagamana membebaskan diri dari kekuatan negatif? Menurut Kejawen, orang yang terkena kekuatan negatif, perlu meminta pertolongan orang yang ahli dalam bidang itu. Namun perlu diingat bahwa orang terkena pengaruh negatif tersebut juga dikarenakan karmanya. Jadi, dalam Kejawen yang penting adalah pencegahan, ketimbang proses kuratifnya.

Setelah rehat selama kurang lebih 15 menit, pembahasan dilanjutkan oleh Romo Fabianus Heatubun, yang akan mengulasnya dari sisi agama Katolik. Uniknya, Romo mengisahkan bahwa dirinya pernah dimuat dalam majalah Playboy yang menyebutkan bahwa ia merupakan seorang demonolog (ahli tentang iblis). Oleh karenanya, bagi yang tidak membaca majalah tersebut, tidak akan mengetahui bahwa dirinya merupakan seorang demonolog. Ayah Romo Fabianus Heatubun berasal dari Kepulauan Kei, Maluku, yang memang terkenal magis. Sedangkan ibunya berasal dari Tatar Sunda. Tradisi orang Sunda sendiri ada juga yang bersinggungan dengan alam lelembut.

Menurut ajaran Gereja Katolik, Setan adalah musuh, bersifat kekal dan tidak dapat ditiadakan siapapun. Bahkan Michael tidak dapat memusnahkan setan. Jadi, pandangan ini kontras dengan pandangan Kejawen di atas, dimana setan dianggap sebagai sahabat. Terdapat pertanyaan besar dalam ilmu teologi, yakni mengapa Tuhan tidak meniadakan saja setan. Romo Fabianus Heatubun menuturkan kembali bahwa praktik eksorsisme sudah ada semenjak zaman Mesopotamia kuno, yakni kurang lebih 3.000 SM.




Setan adalah malaikat yang jatuh, sebagaimana diulas dalam Kitab Yesaya. Malaikat itu (Lucifer) adalah malaikat yang sombong dan tidak mau bersikap rendah hati. Nama Lucifer sendiri berarti Pembawa Cahaya. Ini menandakan bahwa ia merupakan sosok yang sangat gemerlap, sangat indah, dan sangat tampan. Berikut in adalahi gambar-gambar rekaan mengenai Lucifer.





Sebagai selingan disajikan gambar humor Paus Benedictus XVI sedang mengeksorsis George Bush.




Romo melanjutkan lagi, bahwa menurut Gereja Katolik, jikalau seluruh tata cara pengusiran setan telah menemui jalan buntu, pertolongan pamungkas dalam menghadapi iblis dapat diminta dari Bunda Maria. Itulah sebabnya terdapat patung Bunda Maria sedang menginjak ular.

Apakah gereja setan benar-benar ada? Gereja setan benar-benar ada dan didirikan oleh Anton Sandor Lafe. Bahkan mereka memiliki kitabnya sendiri. Sesungguhnya tidak benar bahwa gereja setan ini memuja setan, karena mereka menganggap setan adalah dirinya sendiri. Jadi prinsip mereka adalah "aku memuja diriku sendiri."
Ada yang menggambarkan setan dengan sayap kelelawar. Uniknya dalam tradisi masyarakat Kei, manusia berilmu paling mudah berubah menjadi kelelawar.
Terdapat tradisi dalam Gereja Katolik adalah berdoa pada St. Mikael setiap hari agar memperoleh perlindungan terhadap iblis.

Semakin tinggi dan semakin dekat dengan yang ilahi, maka semakin banyak seseorang mendapat godaan iblis.

Yesus menugaskan muridnya sebagai eksorsis. Bahkan saat seorang imam ditahbiskan ia mengemban pula tugas ini. Namun tidak semua pastur menjadi eksorsis.
Dewasa ini semenjak zaman Paus Benedictus XVI, yang merupakan sosok konservatif, eksorsisme mengalami kebangkitan. Dasar teologinya adalah selama milenium pertama, iblis akan diikat; sedangkan pada milenium kedua ini, iblis akan dilepaskan, sehingga diperlukan eksorsisme. Gereja harus percaya bahwa setan itu ada.

Perlengkapan-perlengkapan yang dapat mengusir setan antara lain adalah salib St. Benedictus.







Ini adalah teks doa pada malaikat pelindung yang biasa dipanjatkan umat Katolik.



Ini adalah lembaran-lembaran yang dibagikan oleh Romo Fabianus Heatubun.







Sebagai penutup, dipaparkan syarat-syarat seorang eksorsis, yakni:

1.Suci.
2.Punya pengetahuan demonologi.
3.Mempunya pengetahuan mengenai psikiatris.

Mengapa harus hidup suci? Karena setan kadang-kadang mengetahui latar belakang kehidupan orang yang melakukan eksorsisme.

Selanjutnya sebagai pembicara ketiga, Bapak Ardian Cangianto memaparkan eksorsisme dari sisi Daoisme. Salah satu permsalahan dalam mengungkapkan eksorsisme menurut Daoisme adalah adanya sifat yang esoteris. Yakni hubungan antara guru dan murid. Umpamanya satu guru yang memiliki 20 murid. Seorang siswa wajib senantiasa menyebutkan nama gurunya, sebagai wujud kekuatan silsilah ajaran.
Banyak orang merasa bangga disebut suhu. Padahal suhu sendiri maknanya adalah orang berbudi luhur dan sanggup membimbing orang yang datang padanya menjadi orang baik.

Agar dapat memahami konsep mengenai eksorsisme berdasarkan Daoisme kita perlu mengenal apa yang dinamakan tiga racun dalam tubuh. Adapun ketiga racun (= du) itu adalah:

1.Tamak, yang bersifat indrawi, yakni keterikatan pada keinginan berlebihan.
2.Kebencian, yakni kebencian dan perasaan keterikatan pada sesuatu yang tak disukai secara belebihan.
3.Kebodohan, berkaitan dengan akal kebijaksanaan. Kebodohan terjadi karena tidak paham akan hakikat ketamakan dan kebencian.

Meskipun demikian tiga racun ini diperlukan agar manusia dapat bertumbuh, hanya saja harus dalam batas kewajaran. Sebagai contoh, adalah berdagang yang boleh mengharapkan untung. Namun jika sudah untung, mengapa harus mengurangi timbangan? Jadi pada intinya segala sesuatu harus dalam batas kewajaran.

MAKNA RACUN

Sebagai contoh adalah racun api (火毒 = huodu), yakni sesuatu yang berlebihan, di luar batas kewajaran, dan berada di suatu titik.

Jenis-jenis makhluk halus  menurut Daoisme:

1.Binatang, yakni wujud manusia yang tidak sempurna.
2.精 (jing), yakni benda mati dan binatang (wujud manusia).
3.怪 (guai), yakni monster.
4.魔 (mo), mara di dalam dan di luar tubuh.
5.鬼 (gui), roh manusia.
6.魄 (po), sisa-sisa kehidupan manusia.

Para dewa tidaklah selalu baik. Karena ada dewa cabul.



Ini adalah contoh jenis-jenis siluman:



Berdasarkan slide di atas terdapat jenis-jenis siluman, seperti xiao, mei, wangliang, dan chi.

Berikutnya adalah jenis-jenis gui atau setan, yakni ada setan darah, setan air, setan api, dan lain sebagainya. Sewaktu meninggal mereka membawa kemarahan luar biasa dan kemudian terlahir di dimensi pararel. Merekalah yang sering membawa masalah bagi manusia.
Mengapa sampai bisa muncul siluman-siluman? Karena manusia memiliki TIGA HUN (San hun), yakni:

1.Youjing: bisa tumbuh dan berkembang, tidak bisa berpindah, memilki perasaan, alamiah, dan hanya menjalankan hakikat mendasar (basic nature) saja.
2.Suangling: bisa tumbuh dan berkembang, mampu berpindah, memiliki komponen persanaan, dan kecerdasan.
3.Shi (始) guang: bisa tumbuh dan berkembang, mampu berpindah, mampu mengoptimalkan diri, memiliki komponten perasaan, dan kebijaksanaan.

Hanya manusia yang sanggup menghubungkan langit dan bumi karena memiliki tulang punggung tegak.

TUJUH PO (Qi po):

1.尸狗 (Shigou)
2.伏(fu) 矣
3.雀阴 (Queyin)
4.吞 贼 (Dunzei)
5.非毒 (Feidu) 
6.
7.

Yang dibahas di sini adalah Shigou yang secara harafiah berarti "mayat anjing." Ini ibaratnya adalah orang yang sedang tidur. Kondisi seseorang saat tidur dan meninggal adalah sama. Hal ini dapat diibaratkan sebagai penjaga guna menolak hawa jahat. Apabila seseorang mudah terjaga saat tidur, maka dapat membuatnya menjadi paranoid.

Sehubungan dengan arah penasaran yang tidak mendapatkan harkat, maka diadakan upacara pengembalian harkat; umpamanya melalui chaodu, saat Qinging, zhongyuan, dan xiayuan. Tujuannya agar mereka dapat terlahir di alam yang lebih baik.
Upacara ini merupakan wujud berbuat kebajikan (saat bulan ketujuh) sehingga dapat menebus dosa seseorang.

Syarat seseorang menjalankan eksosrsisme menurut Dao:

1.Keberanian.
2.Budi pekerti.
3.Kemampuan batiniah.
4.Energi asali.
5.Bakat.
6.Guru sesepuh.
7.Perlindungan.
8.Visualisasi.
9.Kemampuan tubuh.
10.Penyatuan hati dan tubuh.

3 Kekuatan untuk melawan setan:

1.Kekuatan terunggul (Dao), yakni dengan mengundang sanjing, petir, liuding dan liujia.
2.Kekuatan alam.
3.Kekuatan dewa yang benar (zhengshen shenming).
Semua ini ditunjang oleh kekuatan diri (fisik harus sehat).

3 Pusaka dalam Dao:

1.Qing (ajaran)
2.Dao
3.Shi (guru)

Lima jenis ilmu di Tiongkok: Shan, yi, xiang, ming, dan bu.

Cara mengamati tanda-tanda kesurupan:

1.Perubahan fisik.
2.Perubahan perilaku.
3.Kondisi lingkungan.
4.Kondisi keluarga.

Tidak selalu merupakan kesurupan, bisa juga karena stress, sehingga terjadi ketidak-seimbangan tubuh.

Mengapa terjadi kesurupan?

1.Energi yang ditarik.
2.Keinginan untuk ada.
3.Pembalasan.
4.Tiadanya jalan pembebasan.
5.Mencari teman.
6.Pengganti.

Perbedaan karma Buddhis dan Dao adalah menurut Daoisme karma bisa diwariskan, oleh karena itu pewarisan ajaran juga dilandasi garis keturunan.
Ketertarikan pada hal-hal gaib/ mistis juga mengakibatkan seseorang rentan pada kesurupan.

Ada dua jenis kesurupan:

1.Futi (sebagian): tangan dipinjam untuk menulis dan lidah dipinjam untuk berbicara.
2.Fushen (penuh): seseorang menjadi seperti boneka yang digerakkan oleh roh.

Ciri-ciri roh bersifat binatang:

1.Minta disembah.
2.Minta dituruti.
3.Minta dihormati.
4.Minta dipuja.

Biasanya orang yang kesurupan akan berupaya menakut-nakuti orang-orang yang ada di sekitarnya, dengan demikian kekuatannya akan semakin besar.

Tentang "ilmu lima petir" dalam Daoisme (Wulei Zhengfa)

Petir adalah pemberi kehidupan. Menurut Daoisme agar dapat terjadi petir harus ada yin dan yang. Dalam tubuh manusia juga ada petir. Disebut lima petir karena lima merupakan angka tengah dalam kotak luoshu.

Tentang Mantra penakluk setan

Harus punya silsilah ajaran (lineage) agar ampuh. Selain itu harus punya keberanian, dimana hal ini berlaku dalam agama apapun. Jika seseorang takut, maka upacara penaklukan setan tak akan efektif. Setelah seseorang disembuhkan dari kesurupan, maka fisiknya harus dipulihkan, umpamanya dengan tusuk jarum.

Kondisi fisik dan kesurupan

Saat ciong energi seseorang akan merosot, umpamanya karena menjenguk orang meninggal. Penangkalnya dapat dilakukan dengan meminum wedang jahe. Contoh lain energi yang merosot adalah seseorang meninggal, dimana suhu tubuhnya akan turun.

Benda-benda pengusir setan

Pedang merupakan raja senjata, sehingga dapat dipakai mengusir semua kejahatan. Benda lain yang ditakuti setan adalah ludah, air seni, golok jagal, dan lain sebagainya. Semua itu ditakuti setan karena memiliki sha qi (energi) yang tinggi.

Alat-alat penanda kehadiran setan

Burung que, anjing, ayam, kompas, air, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah iblis-iblis yang paling berbahaya atau menakutkan:

1.Iblis yang merasuki hati manusia.
2.Sumpah DY terhadap TD: "Kekuatan dewa-dewa hanya terdapat di langit, tetapi kekuatan iblis telah merasuki bumi."
3.Yang berbahaya adalah iblis langit dan iblis bumi yang merasuki manusia dengan godaan duniawi.
4.Tiga racun yang berlebihan.




Gambar Wulei Zhengfa atau Ilmu Lima Petir




Mantra Penakluk Setan Menurut Daoisme




Proses eksorsisme menurut Daoisme




Benda dan obat yang dipergunakan dalam ritual pengusiran setan menurut Daoisme.



Delapan Mantra Utama Dao (Bada Shenzhou) - 1




Delapan Mantra Utama Dao (Bada Shenzhou) - 2




Delapan Mantra Utama Dao (Bada Shenzhou) - 3




Rangkuman eksorsisme Daois




Pemberian kenang-kenangan
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info