Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Tuesday, January 21, 2014
Pesugihan Makam Keramat Di Pati
Monday, January 20, 2014
Jadi kaya Dengan Tuyul
POHON KETOS ini berumur sekitar 500 tahun. Tumbuh di tengah pemukiman warga dukuh Mbero, Palar, Trucuk. Berjarak sekitar 12 km dari Klaten Jawa Tengah. Banyak didatangi peziarah untuk ngalap berkah, menyampaikan keinginan. Pohon tersebut dikelilingi tembok dan bergapura. Tidak ada larangan tertulis bagi siapa pun untuk mencari ‘pesugihan tuyul’ di situ. Syaratnya sederhana, orang yang akan memasuki kompleks tersebut harus waras (tak boleh stress) dan sopan. Rumah jurukunci, Mbah Kardikem (75) tak jauh dari lokasi itu. Mereka yang ingin menjadi ‘orangtua asuh’ tuyul seyogyanya melalui jurukunci. Banyak orang terkabul keinginannya setelah nyenyuwun berperantara pohon ketos, tapi paling gampang mencari tuyul,” kata nenek itu.Mbak Kardikem mengaku tak tahu sejak kapan pohon itu ada. “Sejak saya kecil pohon itu sudah sebesar itu. Saya hanya mewarisi tugas ibu saya menjadi jurukunci,” jelasnya. Dari cerita leluhurnya, pohon ketos tersebut merupakan titisan Eyang Bondho.
Beberapa saat setelah sukma Eyang Bondho lepas, raganya juga ikut raib, lalu muncul pohon ketos. Sebagai tanaman langka, pohon ketos tak dapat dicangkok. Juga tak dapat ditanam di tempat lain. Menurut Mbah Kardikem, pernah diselenggarakan seminar tentang tuyul, hasilnya membuktikan di pohon ketos tersebut banyak terdapat ‘anak bajang’, berusia rata-rata 5 tahun. ‘Anak bajang’ tersebut adalah anak cucu Eyang Bondho, yang oleh masyarakat lazim disebut tuyul.
Karena jumlah tuyul amat banyak, lalu dinilai sebagai ‘Keraton Tuyul’. Seperti dikatakan Mbah Kardikem, Eyang Bondho termasuk cucu Prabu Jayabaya, Kediri. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri berbentuk ‘rakit’ (gethek) untuk dipakai menyeberang sungai.
Karena sering menampakkan diri, Eyang Bondho biasa disebut pula ‘Gethek Bero’. Selain malam Jumat Kliwon dan Sabtu, ‘Keraton Tuyul’ tersebut banyak dikunjungi peziarah dari luar Klaten. Misal dari Jawa Barat, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Klaten, Ambarawa dan Semarang.
Pada umumnya, peziarah menginginkan penglarisan dan kehilangan barang supaya kembali. Untuk mendapatkan semua itu dibutuhkan persyaratan tertentu.
Syarat itu antara lain dengan menyampaikan sesaji selama 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan selamatan (kenduri). Berapa kali kenduri dilakukan, tergantung dari kepercayaan. Pada umumnya dilakukan dua kali dekat pohon, sebab akan diikuti 2 anak anak kecil, cucu Eyang Bondho.
Untuk mewujudkan keinginan, sebagaimana diungkap Mbah Kardikem, ada beberapa pantangan harus dipatuhi. Antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tak boleh memetik sembarang daun. Warga setempat pun tak ada yang berani memetik daun pohon yang dikeramatkan itu. Setiap 1 Sura, sering digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk atau klenengan. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dan rezeki melimpah.
Sumber : samarinda pos
Sunday, January 19, 2014
Asal usul Pesugihann di Tanah Jawa
Sejak zaman dulu 50.000 tahun yang lalu, Dewi naga selatan ditempatkan bersemayam di tanah Jawa di Indonesia. Atas perintah Bapaknya Malaikat JAAN untuk menetap dan tinggal di daerah gunung selok.Yang dimana Letak persisnya di gunung Selok daerah Cilacap perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dimana di daerah Cilacap ini tempat letaknya Pusatnya Puser Bumi dan Bersemayam Para Dewa-Dewi seluruh Dunia dan juga tempat tinggalnya Sanghiyang Wenang dan Sanghiyang Wening begitu juga Eyang Semar ( Sanghiyang Ismaya ),yaitu salah satu Dewa yang bermain di tanah Jawa.Yang dimana Eyang Semar ini adalah utusan dari Sanghiyang Sys untuk mengajarkan orang Jawa tentang tata krama yaitu tentang sopan santun bijaksana dalam segala hal harus legowo dalam hidup tapi bukan berarti tidak berusaha pasrah bukan berarti diam diri ya harus bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik buat kita jangan terima mentah-mentah.Yang mana Sanghiyang Sys ini adalah Kakak pertama dari Dewi Naga Selatan.

Sanghiyang Ismaya
Dewi naga selatan mempuyai 3 orang anak yaitu: Dewi Blorong, Dewi Rara Panas atau Dewi Kidul dan Dewi Ningrum.

Dewi Naga Selatan
1. Dewi Blorong
menguasai sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah di Indonesia.

Dewi Blorong
2. Dewi Rara Panas
menguasai daerah Jawa barat dan sebagian Jawa Tengah di Indonesia.

Dewi Rara Panas
3. Dewi Ningrum
hanya menguasai Jawa Timur saja.

Dewi Rara Panas adalah Dewi yang berparas cantik dan memiliki kemiripan dengan ibunya Dewi Naga Selatan yang bersifat welas asih dan bijaksana. Sedangkan saudara tuanya yakni Dewi Blorong berwatak panas, digjaya dan menjadi ratu penguasa ilmu kegelapan. Beliaulah Dewi dari segala lelembut yang menyebarkan ilmu kekebalan, ilmu kesaktian, ilmu santet dan sebagainya.
Oleh karena itu kekacauan yang disebabkan oleh ilmu-ilmu tersebut sebenarnya berasal dari Dewi Blorong dan bukan lah dari Dewi Rara Panas(Dewi Rara kidul). Dewi ningrum adalah Ratu yang berwatak dingin dan lemah lembut, tokoh yang terakhir ini jarang muncul di dunia spiritual ketimbang kedua tokoh sebelumnya yakni Dewi Blorong dan Dewi Rara Panas.
Dewi Blorong mengangkat 2 orang anak, yang pertama adalah Dewi Kaditha. Dewi Kaditha adalah putri raja dari ratu di zaman kerajaan Sunda Kuno yaitu Prabu Munding Wangi mendapat cercaan dan hinaan akibat adanya fitnah yang disebarkan kerabat istana. Putri raja tersebut akhirnya diasingkan ke hutan karena selain tidak disukai dikalangan istana,ia memiliki penyakit kulit yang sangat aneh.Walaupun seorang putri raja namun dengan penyakit kulit seperti ini tubuhnya menjadi amis dan berbau busuk.Diduga putri tersebut terkena ilmu teluh dari para punggawa istana karena disuruh oleh beberapa kerabat istana yang terkena “bisikan jahat” tersebut.
Akhirnya sang putri berputus asa dan terus berjalan tanpa arah sehingga sampailah ia disuatu tebing samudra yang bergelombang lautnya sangat dahsyat.Lalu ia mendengar ada bisikan yang dimana yang membisikan itu adalah Dewi Blorong penguasa laut selatan dari Bangsa Jin.Kemudian ia berjanji kepada penguasa laut untuk menerimanya menjadi pengikutnya. Namun sang penguasa laut yaitu Dewi Blorong memberkati ia sebagai ratu di alam goib dengan satu syarat.Syarat tersebut adalah sang putri harus terjun ke laut supaya dapat menjelma menjadi bangsa lelembut atau ruh halus.Dan akhirnya sang putri lalu dijadikan Ratu penguasa pantai selatan di pelabuhan Ratu, Sukabumi,Jawa Barat mengenai adanya petilasan Roro kidul dan makamnya yang berukuran besar disana.Ini adalah kisah nyata bukan legenda.
Salah satu pemimpin Republik Indonesia Presiden Pertama yaitu Bapak Soekarno dibantu oleh Ratu Kaditha penguasa Laut Selatan yang berada didaerah Jawa Barat Letak persisnya di daerah sukabumi karanghawu.
Anak ke dua dari Dewi Blorong adalah anak dari Ratu Atas Angin yaitu Putri NawangWulan.Untuk menjadi penguasa pantai selatan karena telah teruji sebagai pelaku di bumi dengan ketabahan dan kasih sayang layaknya seorang wanita manusia.Pada waktu itu Putri Nawangwulan yang turun mandi bersama saudara-saudaranya mereka bertujuh tapi diantara semuanya dialah yang paling cantik dan baik hati yang dimana mereka mandi disebuah telaga di bumi (Tanah Jawa).mereka bersenang- senang tertawa bersama bersuka ria tapi tanpa disadari mereka ada yang melihat sesosok manusia yang berjenis lelaki,betapa kagetnya dia sambil mengintip di semak – semak belukar melihat bidadari cantik-cantik sedang mandi dan kebetulan laki-laki tersebut adalah orang sakti yang bernama Joko Tarub lalu dia ambil salah satu selendang dari bidadari yang sedang mandi di telaga tersebut.Kemudian dia simpan dibalik bajunya.Tibalah saatnya para bidadari tersebut untuk kembali terbang ke angkasa meniti pelangi.Enam bidadari telah siap dengan membentangkan selendangnya.Namun seorang putri masih sibuk mencari-cari dimanakah gerangan selendang yang ia letakkan dibalik semak.
Alangkah gundah gulananya sang putri mana kala para bidadari telah terbang menuju angkasa.Akhirnya ia mengadu dan menangis sejadi-jadinya disebuah akar pohon besar ditepi telaga.Joko Tarub mengambil kesempatan ini untuk merayu sang putri agar jangan terlalu bersedih dan berduka,karena ia bersedia menolong dan memberinya tempat tinggal sampai selendang yang dicari ditemukan.Ini juga bukanlah legenda tetapi kisah nyata yang terjadi di dunia.
Dan pada suatu masa sang putri berhasil menemukan selendang miliknya disebuah guci yang selalu dirahasikan oleh suaminya Joko Tarub.Akhirnya sang putri mempersiapkan diri kembali ke telaga untuk terbang menuju angkasa di keratonnya Ratu Atas Angin.Yang dimana mempunyai anak satu laki-laki berusia masih berumur 1 thn. Sebenarnya sang putri berat meninggalkan anaknya semata wayang tapi dia kangen juga dengan keluarganya yang di Angkasa. Joko tarub sangat terkejut dan sedih harus kehilangan Sang putri Nawangwulan dan dia memohon untuk tinggal beberapa masa lagi sambil berlari dan menggendong anaknya yang masih kecil.Setelah sekian lama Putri Nawangwulan pulang ke asalnya. Mulailah sang putri mikirin suami dan anaknya yang di Bumi lalu dia minta ijin sama ibundanya untuk menemuinya sebentar. Lalu ibundanya mengatakannya sekalinya turun anakku,turunlah untuk selamanya karena bunda sudah tahu apa yang akan terjadi dengan dirimu. Dan nanti anakku akan diangkat anak oleh turunan Bangsa Jin yang menguasai wilayah jawa tengah yaitu Dewi Blorong. Tapi anakku akan hidup didunia hanya 35 tahun dan anakmu sendiri tidak lama hidup di dunia hanya sampai remaja nanti meninggalnya karena sakit. Dan akan ikut dirimu anakku di alam sana,kalau anakku sudah siap bunda antarkan sekarang atau mau dipikirkan lagi lalu dengan tegas Putri Nawangwulan mengatakan dengan berat hati saya siap apapun yang akan terjadi saya didunia akan saya jalani dan tidak akan meninggalkan ajaran dari leluhur sendiri.Baik kalau begitu dengan air mata berlinang dia mencium tangan ibundanya mohon restunya kuatkan hatimu bunda akan tetap memberikan ilmu tapi dipakai saat yang darurat anakku.Lalu Bunda Ratu Atas Angin memanggil pengawal pribadinya dan beberapa punggawanya yang dipercaya untuk mengawal turun ke Bumi.
Yang dimana dengan diiringi 50.000 bala tentara dengan kereta kencana yang ditunggangi dan ditarik 4 ekor kuda terbang menuju Telaga yang dimana tempat pertama bertemu dengan Joko Tarub. Setelah sampai di tempat tersebut,betapa senangnya Putri Nawangwulan karena bisa dapat bertemu dengan suami dan anaknya,lalu dia buru-buru mendatangi rumah Joko Tarub, sesampainya disana,dia hanya melihat anaknya sedang bermain sendiri. Lalu dia bertanya kepada anaknya kemana bapakmu nak dijawab dengan mata memandang dan tertegun sejenak,bapak ada di sawah terkadang mengajarkan orang bela diri lalu Putri Nawangwulan menangis hatinya ingin rasanya memeluk tapi takut anak itu ketakutan. Ya sudah saya tunggu disini bapakmu pulang kenalkan nana saya Ibu Nawangwulan lalu anak itu berkata; oh ini yang diceritakan bapak bahwa saya mempunyai ibu berasal dari langit,yang bukan asli Manusia dari alam lain.Putri Nawangwulan kaget tidak disangka bahwa bapaknya bercerita tentang siapa dirinya langsung dipeluk anaknya dengan menahan tangis.Yang dimana anak itu sudah berusia 6 tahun, tapi batín Putri Nawangwulan mengatakan,padahal baru beberapa bulan sudah sebesar ini.Lalu mereka bermain bersama tertawa bercanda tanpa disadari ibunda Putri Nawangwulan melihat dari kejauhan dimana anaknya bahagia.Dan tak lama kemudian datanglah Joko Tarub pulang ke rumah melihat istrinya Nawangwulan kembali.Apa yang dipikirkan selama ini Bahwa istrinya tidak akan datang lagi dan tidak mau memaafkan dirinya dan tidak akan mau bertemu lagi anaknya yang di Bumi.Akhirnya mereka saling berpelukan dan saling tangis-tangisan dan saling maaf-maafan.Suatu saat kemudian Putri Nawangwulan bermain ke pantai di Jawa Tengah bersama anaknya pada saat suaminya pergi ke ladang,dia ingin mengajak anaknya melihat pantai laut yang luas supaya anaknya mengerti alam di Bumi ini. Tapi tanpa disadari dari kejauhan di pantau oleh Dewi Blorong dan Panglimanya yang dimana Dewi Blorong Tahu suatu saat anak ini akan menjadi penguasa Laut Selatan.Dan Pada saat itu juga Dewi Blorong mau pulang ke istananya.Dan Dewi Blorong bilang kepada Panglimanya sekarang belum saatnya untuk diambil.Setelah puas bermain pulanglah Putri Nawangwulan dengan anaknya yang sudah tak terasa sudah sore takut suaminya mencari-cari.Seiring sejalan anaknya sudah mulai besar meningkat remaja usia 20 tahun mulailah anaknya sakit-sakitan karena tidak ada obat yang membuat anaknya sehat lagi,maka jadilah ibundanya terpikiran terus dan akhirnya tidak mau makan,tidak mau tidur,akhirnya ikut sakit juga karena dia ingat cerita ibundanya usianya tidak lama di Bumi. Putri Nawangwulan sempat sebentar berbicara dengan ibundanya lewat Bathinnya,Salam Sejahtera Ibunda Nawangwulan,apakah tidak bisa di kasih waktu sudah sembilan tahun lamanya anaknya sakit tidak sembuh-sembuh apa ini sudah menjadi takdirnya anakku Ibunda sambil menangis Putri Nawangwulan karena tanpa anak saya,Putri Nawangwulan tidak bisa hidup karena belahan hati Putri Ibunda.Lalu ibundanya berkata dari awal bunda sudah bicara memang itu jalan hidupmu anakku karena mengikuti alam manusia yang dimana harus mati,tapi nanti ada yang menjemputmu dari Bangsa Jin Yaitu Dewi Blorong yang akan menjadi Ibu angkatmu di Laut Selatan.Ya sudah kalau begitu Putri Nawangwulan akan mengikuti peraturan yang ada kalau memang itu takdir Putri dan anak Putri terima kasih Ibunda salam sejahtera selalu.Ya ibunda hanya bisa mendoakan dari jauh. Tak lama kemudian ada yang datang yang ternyata utusan Dewi Blorong untuk membawa anaknya dan Putri Nawangwulan,lalu putri Nawangwulan berkata silahkan apabila mau dibawa anak saya, Saya siap dan tak lama kemudian dibawa oleh utusannya.Tidak berapa lama kemudian Putri Nawangwulan dibawa juga,tapi sebelum dibawa dia menitip pesan kepada suaminya Mas Joko Tarub jagalah dirimu baik-baik dan harus hati-hati dengan siapa saja.Lalu Putri Nawangwulan berkata saya sudah dijemput waktuku sudah tiba selamat jalan.Dengan berteriak Nawangwulan jangan tinggalkan saya sama siapa nanti saya akan hidup tanpa kalian saya tidak akan berdaya sebelum nafas terakhir pergi saya akan membantu Mas Joko di alam sana. Lalu pergilah Putri Nawangwulan dibawalah oleh utusan Dewi Blorong untuk dibawa ke Istana Dewi Blorong yang dimana sudah di tunggu di singgasananya untuk menerima Putri Nawangwulan yang nantinya untuk diajarkan ilmu kesaktian dan kejayaan dan akan bersatu dengan anaknya yang dimana anaknya akan membantu nantinya.
Setelah sampai di Istana lalu dibawa menghadap ke Dewi Blorong dengan rasa hormat Putri Nawangwulan memberi salam lalu dibalas kembali salammu Saya terima,berdirilah anakku,kini dirimu panggil Saya Bunda pengganti ibumu yang di angkasa sebagai ibu angkatmu yang di Laut Selatan dan dimana bunda akan mengajarkan Nawangwulan ilmu politik kerajaan dan kesaktian dan juga kejayaan dan dimana diajarkan apabila ada manusia yang gampang dan goyah keimanannya Nawangwulan ajak untuk membuat suatu perjanjian tertulis dan lisan tanpa disadari telah ditipu oleh bangsa lelembut.Setelah diajarkan selama 2 tahun barulah dinobatkan menjadi penguasa Laut Selatan yang menguasai dari parangteritis sampai dengan parangkusumo yang dimana Istananya bersebelahan dengan Dewi Blorong, dia diberi pasukan banyak Panglima dan ada Mahapatih,Patih,Punggawa pengawal pribadi dan lain-lain.
Dan setelah mahir dan pintar mengatur tatanegara di Istana,disinilah mulai Ratu Nawangwulan bermain selain membantu suaminya di dunia dan Ratu Nawangwulan mencari manusia untuk membantu mereka tetapi minta syaratnya yaitu minta nantinya mau jadi pengikut saya terserah berapa yang mau dikasih dan dimana pantangannya tidak boleh menantang saya dengan memakai baju Merah atau Hijau tapi kalau tidak tidak akan diapa-apakan atau tidak disakiti.Seiring dengan waktu tiba-tiba Lautnya merasa terguncang ada apa gerangan diatas sana siapa yang membuat goncangan dengan dasyatnya lalu dibukanya kaca Benggalanya.Setelah melihat itu semua, lalu Ratu Nawangwulan keluarlah dari Istananya dan menghampiri laki-laki muda yang sedang bertapa di atas Batu dipinggiran tebing,wahai Senopati ada apa engkau mengganggu dan mengguncangkan Istanaku apa yang kamu inginkan Senopati lalu ia berkata wahai Ratu Penguasa Laut Selatan saya ingin jadi Raja bisakah Ratu membantu saya untuk mewujudkan keinginan saya,baik Ratu Nawangwulan berkata saya akan membantu Senopati menjadi Raja besar di Tanah Jawa dan begitu juga sampai keturunanmu kesananya,tapi ada syaratnya harus mau menikah dulu dengan saya maukah Senopati ikut dengan saya ke Istana saya lalu dijawab oleh Senopati baik Kanjeng Ratu lalu dibawalah Senopati ke Istananya disana dipersiapkan acara untuk persiapkan pesta pernikahan tapi sebelum itu,Ratu Nawangwulan melapor kepada Dewi Blorong bahwa saya mau menikah dengan manusia yang dimana minta tolong saya untuk membantu membuat Istana di Tanah Jawa ini lalu direstui oleh Dewi Blorong.Kemudian pernikahan dilangsungkan dengan meriah dan setelah itu Ratu Nawangwulan mengingatkan perjanjiannya jangan lupa istana itu buatkan khusus untuk Saya dan saya juga minta anakmu yang lahir dari istri-istrimu dan akan Saya juga majukan anak-anakmu untuk meneruskan generasi Senopati dan nanti akan kasih gelar bukan Raja tapi Panembahan Senopati karena bukan turun dari keturunan asli Raja,karena kanda adalah seorang Panglima yang berambisi ingin jadi Raja,dengan Panembahan Senopati mempunyai anak satu Laki-laki yang berbadan sukma dengan Ratu Nawangwulan.Akhirnya Terbentuklah suatu Istana Besar di Jogyakarta hingga sekarang yang dimana tidak pernah lepas adanya sesaji-sesaji di setiap tiang-tiangnya.Dan lilitin kain kuning dan hijau itu semua permintaan Ratu Nawangwulan.
Saya akan menceritakan sedikit tentang siapa Ratu Atas Angin Ibunda yang sekarang anaknya sudah menjadi Ratu Penguasa Laut Selatan yaitu Ratu Nawangwulan.Ibunda Ratu Atas Angin itu adalah Ratu Ciptaan dari Dewi Bulqis.Yang bersemayam di Atas Awan.
Yang sekarang ciptakan Ratu-Ratu dan yang dimana orang-orang temui itu di Laut Selatan adalah Ciptaan dari kedua Ratu tersebut yaitu Ratu Kaditha dan Ratu Nawangwulan atas sepengetahuan Dewi Blorong.
Cerita ini disampaikan untuk mengetahui bahwa belajar ilmu gaib akan ada dampaknya dalam diri sendiri dan turunannya memang ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil,tapi banyak yang tidak berhasil,dan itu dapat merubah takdir yang sudah ditentukan oleh ALLAH SWT.Dan untuk merubah takdir itu harus dikeluarkan siluman-siluman dari badan manusia,yang dimana harus dilawan dari Hatinya.Karena ada turunan yang asli menjaga di dalam badannya apabila tidak dikeluarkan pasangan yang liar liar tidak akan keluar turunan aslinya yang jaga tidak bisa bermain karena turunannya menginginkan keberhasilan dan kejayaan dan kekayaan,tapi terkadang manusia tidak menyadari pergi kemana-mana malah menutup diri sendiri tanpa disadari rejekinya terambil oleh orang lain. Dan kalau ingin menjadi sejatinya manusia harus dikeluarkan siluman-siluman dari dalam badan manusia supaya hilang apes dan terbuka kembali rejekinya.Tapi itu tidak mudah kalau tidak dilawan dari Hati yang paling dalam dengan kekuatan diri dengan izin ALLAH SWT.
http://mbahmarijan.blogdetik.com/2010/07/16/asal-usul-pesugihann-di-tanah-jawa/
Monday, July 30, 2012
Pesugihan, Menikah dengan Jin Di Gunung Salak
Enam Tempat Pesugihan Terkenal di Jawa
Manusia memang makhluk yang serakah. Banyak jalan ditempuh untuk mendapat kekayaan dengan cara instan. Tak peduli akan akibat yang ditimbulkan. Salah satunya dengan mengabdi pada makhluk-makhluk gaib melalui ritual pesugihan. Berikut enam tempat di Jawa yang sering didatangi para pencari pesugihan.
Gunung Kemukus, Sragen
Gunung kemukus berada di Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di gunung ini, terdapat sebuah sendang yang bernama Sendang Ontrowulan. Menurut legenda, Gunung Kemukus ini adalah tempat pelarian Pangeran Samodra dari Majapahit, bersama kekasihnya yang juga ibu tirinya, bernama Nyai Ontrowulan. Nyai Ontrowulan sering mandi di sendang tersebut. Mencuci muka dengan air sendang ini dipercaya bisa membuat awet muda.

Yang paling kontroversial dari Gunung Kemukus adalah ritual pesugihan berbau seksual. Untuk mendapatkan hasil maksimal, konon para pencari pesugihan harus berhubungan seks dengan lawan jenis yang juga sedang mencari pesugihan. Lawan jenis ini harusah bukan suami/istrinya. Konon, ritual ini untuk mengenang cinta terlarang Pangeran Samodra dengan Nyai Ontrowulan
Gunung Kawi, Malang
Gunung Kawi merupakan petilasan dari tokoh-tokoh yang berbeda generasi. Tempat ini pernah menjadi pelarian Pangeran Kameswara dari Kediri pada tahun 1200-an Masehi.
Selain itu, di gunung ini juga terdapat makam Eyang Sujo dan Eyang Jugo, yang merupakan keturunan Mataram. Keduanya adalah pengikut Pangeran Diponegoro yang melarikan diri setelah ditangkapnya Pangeran diponegoro pada tahun 1830. Petilasan dan makam tersebut yang biasanya dikunjungi untuk ngalap berkah.
Di Gunung ini terdapat sebuah pohon yang bernama Pohon Dewandaru. Konon, pohon ini bisa mendatangkan keberuntungan. Para pengalap berkah akan menunggu daun, buah, dahan, atau ranting yang jatuh dari pohon tersebut yang dipercaya bisa mendatangkan apa yang diinginkan
Gunung Srandil, Cilacap
Gunung Srandil yang terletak di Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah ini menyimpan banyak kisah dan mitos. Selain dipercaya sebagi petilasan tokoh-tokoh sejarah seperti Kunci Sari dan Dana Sari yang merupakan pengikut pangeran Diponegoro, gunung ini juga diyakini menjadi petilasan tokoh-tokoh mitologis Jawa, seperti Hanoman dan Eyang Semar.

Menurut legenda yang berkembang, orang pertama yang tinggal di gunung ini adalah Sultan Mukhriti putra kedua dari Dewi Sari Banon Ratu Sumenep Jawa Timur . Namun menurut cerita lain, yang pertama menempati adalah Kunci Sari dan Dana Sari.
Adapun petilasan-petilasan yang ada di Gunung Srandil adalah Mbah Kanjeng Gusti Agung, Nyai Dewi Tanjung Sekarsari, Kaki semar Tunggul Sabdojati Dayo amongrogo, Juragan Dampo Awang, Kanjeng Gusti Agung Akhmat atau Petilasan Langlang Buwana yang berada diatas bukit dan petilasan Hyang Sukma Sejati.
Para pencari berkah biasa datang ke gunung ini dengan membawa berbagai sesajen, baik berupa bunga-bungaan, hingga sembelihan seperti ayam atau kambing. Saat ini di Gunung Srandil berdiri sebuah padepokan kejawen yang mencoba membersihkan nama Gunung Srandil dari image tempat pesugihan
Parangtritis, Bantul
Parang Tritis dianggap sebagai pusat kerajaan siluman yang dipimpin Kanjeng Ratu Kidul. Sosok gaib yang pasti dikenal akrab oleh orang Jawa, khususnya di wilayah Mataraman (Jogja-Solo dan sekitarnya). Dua sosok yang sering dimintai oleh para pencari pesugihan adalah Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul sendiri.
Konon, Nyai Blorong bisa mengabulkan uang sampai milyaran rupiah. Tak ayal, sosok satu ini menjadi pesugihan "kelas atas" di bandingkan jenis-jenis pesugihan lain. Namun semua itu harus ditukar dengan pengorbanan: tumbal nyawa.
Sedangakan Kanjeng Ratu Kidul, dikenal lebih welas asih. Sosok penguasa kerajaan gaib ini tidak meminta tumbal nyawa. Konon, uang yang didapat dari Kanjeng Ratu Kidul tidak sebanyak yang diberikan Nyi Blorong.
Sendang Bulus Jimbung,Klaten
Sendang yang terletak di Desa Jimbung, Klaten ini dipercayai sebagai tempat tinggal sepasang siluman kura-kura yang bernama Kyai Poleng dan Nyai Poleng. Konon keduanya dulu adalah manusia, abdi dalem dari Dewi Mahdi yang disabda menjadi kura-kura. Menurut legenda, sendang ini dibuat oleh Pangeran Jimbung.tokoh legenda yang sakti mandraguna



Konon kedua sepasang siluman kura-kura tersebut mampu mengabulkan keinginan orang yang ingin kekayaan secara instan. Mereka yang terkabul permohonannya, kulit mereka akan mulai menjadi poleng atau bercak putih. Makin lama bercak ini makin melebar seiring bertambahnya kekayaan. Jika bercak ini sudah menutupi seluruh kulit, maka orang tersebut akan meninggal.
Ritual Mesum Pesugihan di Jawa Tengah !
Ritual jorok seperti bokep ini banyak juga dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya, bahkan lebih pintas dari Bisnis Online hehe. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?
Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan (di sebelah kiri jalan akan kita temukan pintu gerbang yang bertuliskan “Daerah Wisata Gunung Kemukus”) dari sini bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu. Perlu diketahui bahwa sejak penggenangan Waduk Kedung Ombo, Gunung Kemukus menjadi seperti sebuah "pulau" tetapi pada waktu musim kemarau air akan surut dan praktis kita tidak memerlukan lagi jasa penyeberangan.
Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil. Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Pon dan Jum’at Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya (mereka boleh membawa pasangannya sendiri atau mungkin bertemu di sana). Haduh-haduh... dari sini aja sudah kelihatan gak benernya.
Nah mari kita ikuti sejarahnya meskipun masih ada yang menganggapnya hanya sebuah legenda rakyat daerah.
Dikisahkan tentang seorang Pangeran dari kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro (ada yang menyebut bangsawan ini berasal dari Majapahit, ada pula yang menduga dari zaman Pajang), Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri (Dewi Ontrowulan). Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.
Dalam kenestapaannya, Pangeran Samudro mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana, akhirnya ia sampai ke Gunung Kemukus. Tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Wah ibu dan anak sama bejatnya nih!
Namun sial, sebelum sempat ibu dan anak ini melakukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia. Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Namun menurut cerita, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.
Konon selengkapnya ia berujar demikian, "Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun".
Yang jelas Anda jangan ikuti jejaknya ya, karena pasti akan mengalami akibat tragis seperti Pangeran Samudro yang bejat itu. Buktinya tempat itu menjadi bejat juga sampai sekarang, menjadi tempat operasi para wanita malam dengan alasan menjadi peziarah.
http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2009/12/ritual-mesum-pesugihan-di-jawa-tengah.html
Ilmu Pesugihan yang Terlarang
http://situsarnes.blogspot.com/2012/02/ilmu-pesugihan-yang-terlarang.html
Sunday, July 29, 2012
Pesugihan Gunung Kemukus Tanpa Tumbal
Beragam cara dilakukan banyak orang untuk menjadi kaya. Sebagian memilih jalan normal dengan bekerja lebih giat dan berusaha lebih keras, sementara sebagian lain memilih mencoba mencari jalan pintas meskipun tampak tidak masuk akal. Banyak orang beranggapan bahwa dengan pesugihan, kekayaan akan didapat segera tanpa harus bekerja membanting tulang. Salah satu ritual pesugihan yang sangat terkenal adalah ritual pesta seks di Kemukus.
Tempat ini seolah menjadi surga pecinta prostitusi karena tingkat keamanannnya. Sebagaian orang menganggap berhubungan seks di alam terbuka akan terasa sangat menyenangkan. Hal tersebut menjadi sangat menyenangkan ketika mereka tidak akan mendapati resiko dirazia oleh aparat dan sebagainya. Pihak “keamanan” setempat akan dengan sigap mengamankan prosesi ritual pengunjung tempat ini, termasuk prosesi seksual tak resminya
Tentu, masih banyak cara kaya yang lebih logis dan tidak melanggar kaidah agama. Lantas, bagaimana bisa “pesugihan seksual” ini terus berlanjut? Buat pemerintah daerah setempat, wilayah ini memberi kontribusi pemasukan daerah yang cukup besar. Setidaknya, aliran dana sebesar Rp 170 juta per bulan masuk ke kas daerah. Melihat angka yang besar, bukan tidak mungkin jumlah sebenarnya jauh lebih besar dari angka tersebut.





