Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Thursday, March 20, 2014

BUKU TENTANG GEOGRAFI, ETNOLOGI, DAN SEJARAH JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU TENTANG GEOGRAFI, ETNOLOGI, DAN SEJARAH JAWA

Ivan Taniputera
9 Maret 2014



Judul: Java: Geographisch, Ethnologisch, Historisch, Eerste Deel (bab I)-Oude Geschiedenis
Penulis: Prof P.J. Veth
Penerbit: Haarlem, De Erven F. Bohn, 1896.
Jumlah halaman: 396+vu
Bahasa: Belanda

Inilah ada buku yang memaparkan mengenai ilmu bumi, kondisi suku bangsa, dan sejarah Pulau Jawa. Berikut ini adalah foto penulisnya.



Ada pun daftar isinya adalah sebagai berikut.



Pada halaman 1 dapat kita baca mengenai "Naamsoorprong, Oudste Berichten" (Asal Muasal Nama, Berita-berita Tertua):

"Onder de eilanden van den Indischen Archipel, ons schoone rijk van Insulinde, is Java niet het grootste: het wordt in dit opzicht door Nieuw-Guinea, door Borneo, Sumatra en Celebes overtroffen....."

Terjemahan:

"Di antara pulau-pulau pada Kepulauan Hindia, negeri Nusantara kita yang indah permai, Jawa bukanlah yang tersar: dalam hal itu ia dikalahkan oleh Papua, Kalimantan, Sumantra, dan Sulawesi...."


"De naam Java is zeer oud en zijn oorsprong is, zooals die der meeste oudegeographische name, niet gemakkelijk te bepalen..."

Terjemahan:

"Nama jawa adalah sangat tua dan asal usulnya, sebagaimana kebanyakan nama geografis lama, tidaklah mudah dicari asal usulnya."

Pada halaman 2 disebutkan bahwa nama Jawa itu pertama kali dipergunakan oleh bangsa India dalam menyebutkan seluruh Kepulauan Nusantara:

".... 't is integendeel hoogst waarschijnlijk, dat de Hindoes daarmede in den vroegsten tijd de geheele Indische eilandenwereld bedoelden, voor zooverre hun die bekend was...."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:








Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, March 19, 2014

Ruh Islam Dalam Wayang - Punakawan

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info








Dengan metode komunikasi massa yang brilian, cerita wayang khususnya


wayang kulit disusupi, diubah dan dikembangkan oleh para wali





sedemikian rupa sehingga bernafaskan Islam.





Pusaka terhebat dalam kisah pewayangan adalah Jamus Kalimasada





atau Dua Kalimat Syahadat.








Empat pendamping atau punakawan para ksatria yang amat sakti,





diberi penafsiran baru dari bahasa Arab yang mengandung makna filosofis tinggi, yaitu:








1.   Semar, berasal dari bahasa Arab simaar yang berarti paku.





Ini dimaksudkan bahwa kebenaran agama Islam kokoh, kuat, sejahtera





bagaikan paku yang sudah kokoh tertancap, simaaroddunyaa.








2.   Petruk, dari kata fat-ruk artinya tinggalkanlah. Fat-ruk kullu man siiwalloohi,





tinggalkanlah segala apa yang selain Alloh.








3.   Gareng, dari kata naa la qorii.





Nala Gareng dimaksudkan mencari kawan sebanyak banyaknya.





Kembangkanlah silaturahmi dan dakwah.








4.   Bagong, dari kata baghoo artinya lacut atau berontak, yaitu keberanian untuk





memberontak terhadap segala sesuatu yang salah dan zholim.




Sementara itu kata dalang, yaitu tokoh yang memainkan cerita dan wayang





juga diberi makna yang berasal dari bahasa Arab dalla,





artinya menunjukkan ke jalan yang benar.







Man dalla alal khoyr ka fa ‘ilayhi yaitu barang siapa bersedia menunjukkan





kepada jalan yang benar atau ke arah kebajikan, maka pahalanya seperti orang





yang berbuat kebajikan itu sendiri (Hadis Bukhori).





Dengan ruh keislaman antara lain seperti gambaran di atas, kemudian dikarang





cerita wayang khusus untuk berdakwah yang tidak ditemukan dalam babon induknya





dari India yaitu Mahabarata dan Ramayana.





Cerita-cerita khas dakwah itu antara lain Dewa Ruci (pelajaran tentang tarekat dan hakikat),





Jimat Kalimasada, Petruk Jadi Ratu, Pandu Pragola,





Semar Ambarang Jantur dan Mustaka Weni.





Dengan cerita-cerita tersebut para dalang, pada mulanya adalah Sunan Kudus





dan Sunan Kalijaga  dua dari wali sembilan, dengan mengenakan baju model baru





yang disebut baju taqwa yang kita kenal dan pakai sampai sekarang,





disertai para penabuh gamelan berdakwah keliling pulau Jawa.





Yang sangat istimewa, selama memainkan wayang, jika malam hari berlangsung





tanpa henti dari segera sehabis Isya sampai menjelang Subuh, mereka harus senantiasa





dalam keadaan berwudhu, tidak boleh menanggung hadas.




Sumber : http://www.kurniafm.com/



sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Gending Tayub 2013

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monggo dipun pirsani piyambak, penjenengan saged mirsani langsung utawi download wonten ing ngriki :























sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Campursari Dalang Poer - Selingkuh MP3

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monggo dipun pirsani piyambak, penjenengan saged mirsani langsung utawi download wonten ing ngriki :



Wiwit biyen mas, aku wis nate matur
Loro larane, wanito yen diwayuh
Ning yo kene, tega-tegane mring bojo
Kangmas nembung, niat arep rabi loro

Ngene lho jeng, murih genah karepku
Timbang slingkuh, harak luwih becik wayuh
Opo kowe, luwih seneng tak apusi
Aku njajan, nanging kowe ora ngerti

Opo kuwat mas opo kuwat, Urip nandhang sujono
Pancen angel jeng, Pancen angel darbe ati kencono
Opo ono mas, Tuladhane coba wanita ngendi
Kene kene jeng, Kene kene lungguho tak kandhani

Dyah sumbodro garwo raden danan joyo
Katon ayu kumpul poro marune
Ora nistho nanging malah nyokrowati
Bebarengan lebur ing sih tresno suci

kembali ke atas..wiwit biyen mas… 




 
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, February 19, 2014

ANAK HEWAN YANG PALING RINGAN DI DUNIA: KEUNIKAN BAHASA JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
ANAK HEWAN YANG PALING RINGAN DI DUNIA: KEUNIKAN BAHASA JAWA

Ivan Taniputera
19 Februari 2014


Ternyata anak hewan yang paling ringan di dunia adalah anak gajah. Bagaimana mungkin? Dalam bahasa Jawa anak gajah disebut "bledug," yang juga berarti "debu." Jadi menurut bahasa Jawa "anak gajah" ini bisa ditiup angin dengan mudah, bahkan dapat membuat mata kelilipan.





Bagaimana yang belum memahaminya, salah satu keunikan bahasa Jawa adalah anak-anak hewan diberi istilah sendiri-sendiri, contohnya:
  • Anak gajah disebut bledug
  • Anak cecak disebut sawiyah
  • Anah bandeng disebut nener
  • Anak kambing disebut cempe
  • Anak kucing disebut cemeng
  • Anak anjing disebut kirik
  • Anak tikus disebut cindil
  • Anak kadal disebut tobil
  • Anak kera disebut kowe (kowe ini dalam bahasa Jawa juga berarti "kamu")-sehingga ada pertanyaan jebakan yang berbunyi "kowe anak apa?" Dengan demikian artinya bisa berarti "kamu anak siapa?" Bagi yang terjebak akan menjawab "anak kethek (kera)." Sang penanya akan tertawa terbahak-bahak.
  • Anak kerbau disebut gudel
  • Anak kuda disebut belo
  • Anak macan disebut gogor

Yang lucu adalah anak salah seorang teman waktu ulangan bahasa daerah, ketika menjawab pertanyaan anak asu diarani..... (anak anjing disebut.....), maka dijawabnya "asu cilik" (anjing kecil). Anak tikus diarani..... (anak tikus disebut......), maka dijawabnya "tikus cilik" (tikus kecil). Anak wedhus diarani..... (anak kambing disebut......), maka dijawabnya "wedhus cilik" (kambing kecil). Anak kucing diarani..... (anak kucing disebut......), maka dijawabnya "kucing cilik." Akibatnya ulangannya mendapat nilai nol.

Demikianlah salah satu keunikan bahasa Jawa.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, February 18, 2014

APAKAH DI DUNIA INI YANG TIDAK MUNGKIN MATI?

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
APAKAH DI DUNIA INI YANG TIDAK MUNGKIN MATI?

Ivan Taniputera
18 Februari 2014

Jikalau mendapatkan pertanyaan ini, maka mungkin kebanyakan orang akan menjawab "tidak ada." Namun sesungguhnya di dunia ini ada sesuatu yang tidak mungkin mati. Apakah itu? Jawabannya adalah aksara Jawa:
  • Ha
  • Ra
  • Nga
Ketiga aksara tersebut sudah memiliki bentuk aksara matinya sendiri, sehingga tidak boleh "dipangku" atau dimatikan dengan tanda "pangkon."



Aksara ha tidak boleh "dipangku" lagi karena jika kita ingin menuliskan huruf mati "h," maka ada aksaranya sendiri atau sandhangannya yang disebut "gajah."

Aksara ra tidak boleh "dipangku" lagi karena jika ingin menuliskan huruf mati  "r," maka ada aksaranya sendiri atau sandhangannya yang disebut "layar."

Aksara nga tidak boleh "dipangku" lagi karena jika ingin menuliskan huruf mati "ng," maka ada aksaranya sendiri atau sandhangannya yang disebut "cecak."

Jadi aksara "ha, ra, dan nga" dalam aksara Jawa mutlak tidak bisa mati.

Bagaimana dengan aksara-aksara lainnya. Secara umum tidak ada aturan yang melarang pemberian pangkon pada aksara selain ketiga aksara di atas. Meskipun demikian, ada juga aksara-aksara lain yang tidak mungkin diberi pangkon, karena tidak ada kata dalam bahasa Jawa yang berakhiran dengan huruf tersebut.

Contohnya adalah aksara ca. Tidak ada kata dalam bahasa Jawa yang berakhiran dengan huruf c.
Aksara nya juga tidak mungkin diberi pangkon, karena tidak ada kata dalam bahasa Jawa yang berakhiran dengan ny.

Aksara-aksara jenis ini bukan tidak dapat mati, melainkan tidak ada kesempatan untuk mematikannya.

Sementara itu, aksara yang umum dipangku misalnya adalah na, ka, dan sa karena banyak kata dalam bahasa Jawa yang berakhiran dengan n dan k. Contohnya adalah dolanan (mainan), katok (celana), dalan (jalan), alas (hutan), dan lain-lain.

Jadi kita boleh menyebutkan bahwa aksara ini bisa mati dan kadang-kadang ada kesempatan untuk mematikannya.

Demikianlah ternyata dalam aksara Jawa terdapat banyak hal menarik.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, November 28, 2013

SERAT KANDA TJETA: BUKU FALSAFAH KEBATINAN JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
SERAT KANDA TJETA: BUKU FALSAFAH KEBATINAN JAWA

Ivan Taniputera
28 November 2013



Judul buku: Serat Kanda Tjeta
Pengarang: Ki Darsosawego
Penerbit: CV. Penerbit & Toko Buku "Selamat," Solo, 1963
Jumlah halaman: 31
Bahasa: Jawa

Ini merupakan buku ajaran kebajikan berdasarkan falsafah kebatinan Jawa. Pada bagian depan setelah sampul terdapat penjelasan:

"Isi piwulanganipun para sepuh ing djaman kina, ingkang taksih mempan lan migunani tumrap bebrajan Indonesia ing djaman samangke."

Terjemahan:

"Berisikan ajaran para orang tua di zaman kuno, yang masih berlaku dan berguna terhadap saudara sebangsa Indonesia di masa sekarang."

Selanjutnya dalam buku ini terdapat nasihat-nasihat dalam bahasa Jawa berbentu tembang.

Sebagai contoh ini adalah uraian dalam tembang Sinom mengenai empat hal umum dalam kehidupan:


"........sing lumrah kanggoning umum, ana patang prakara, sarengat kang angka sidji, ping pindone sing diarani tarekat.

3.Kaping telune kakekat, kang kaping pata diarani, makripat kanggo pungkasan, tak tegesi sidji-sidji, ning aku djandji disik, adja maido kandaku, aku mung kanda blaka, kiraku kok gugu betjik, dene ora anggugu tan dadi ngapa."

Terjemahan:

"........yang umum dalam hidup ada empat hal, aturan keagaman adalah yang pertama, yang kedua disebut tarekat.

3.Yang ketiga hakikat, dan yang keempat serta terakhir disebut makrifat, akan kujelaskan satu persatu, tetapi berjanjilah dulu padaku, jangan mencela perkataanku, aku hanya sekedar berkata, jika engkau menurutinya maka itu baik adanya, tetapi tidak dipatuhi pun tak mengapa."

Pada halaman 17 terdapat hal sebagai berikut:

"Supaja terang kandaku, gamblang lehmu anampani, tibaning rahsa kang mulja, pinda udan saka langit, tjumlorot kaja barlejan, tumiba telenging ati."

Terjemahan:

"Agar jelas perkataanku, mudah bagimu memahaminya, turunnya perasaan yang mulia, laksana hujan dari langit, bersinar laksana berlian, merasuk ke dalam hati."

Bagi yang berminat foto kopi, hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info