Showing posts with label Legenda. Show all posts
Showing posts with label Legenda. Show all posts

Monday, June 17, 2019

Legenda Cerita Timun Emas Cerita Kuno Asli Nusantara

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Legenda Timun Emas. Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.
Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. Hei, mau kemana kamu?, tanya si Raksasa. Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat, jawab mbok Sarni. Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, Tetapi aku tidak mempuyai anak.


Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun.


Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. Mana anak itu? Mana timun emas?, teriak si raksasa.

Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya.Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!, teriak timun emas.

Raksasa pun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, April 25, 2014

Legenda Pengging

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Pengging adalah sebuah desa yang terletak di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, tapi sekarang Pengging lebih dikenal oleh masyarakat mencakup 3 Kelurahan yaitu Bendan, Dukuh dan Jembungan. Dengan peninggalan yang tersisa adalah Pemandian Umbul Pengging ,Umbul Sungsang dan Makam Pujangga Yosodipuro.

Pengging juga mempunyai ritual sebaran apem untuk memperingati bulan Sapar, tradisi ini sudah ada sejak jaman R. Ng Yosodipuro. Hal ini dimulai karena pengaruh R. Ng Yosodipura yang berjasa dalam membawa rakyat Pengging dalam meningkatkan hasil pertanian dan mengusir hama. Acara ini sering bertepatan dengan acara Pengging Fair yaitu pesta rakyat dan budaza Pengging yang dilaksanakan mendekati bulan Agustus. Acara ini berlangsung selama seminggu dengan puncak acaranya adalah hari terakhir perayaan ini. Namun beberapa hari sebelumnya di sepanjang jalan Pengging sudah ramai dengan pedagang-pedagang, mulai penjual makanan sampai pakaian tidak hanya pedagang lokal tapi juga dari luar daerah. Acara tersebut tidak hanya diikuti oleh masyarakat Pengging dan sekitarnya tapi juga dikunjungi oleh masyarakat luar Pengging misalnya dari Boyolali, Surakarta, Klaten bahkan luar karisidenan Surakarta.

Pesta rakyat dan budaya Pengging merupakan acara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia namun karena suatu hal maka sering dilaksanakan sebagai pesta budaya sekaligus memperingati jasa R Ng Yosodipuro dalam bentuk ritual atau upacara tradisi apeman, acara ini mulai diselenggarakan tahun 1967 dan diadakan secara rutin setiap tahun. Pada awalnya dilangsungkan dengan sederhana dan hanya menampilkan satu panggung hiburan. Seiring bertambahnya waktu acara tradisi ini berjalan semakin maju dan semarak dengan berbagai jenis kegiatan dan hiburan. Dengan demikian pengunjung yang datang semakin bertambah banyak dan Pegging menjadi terkenal dengan Obyek Wisata Pemandian Umbul Pengging dan Makam Pujangga Yosodipuro saja namun juga dengan kegiatan tradisi tahunan tersebut.

R. Ng Yosodipuro ádalah seorang Pujangga sekaligus ulama yang menyebarkan agama Islam hidup pada masa pemerintahan Pakubuwono II dikenal sangat dekat dengan kaum petani, karena kearifannya seringkali rakyat Pengging memohon petunjuk termasuk pada saat petani meminta bantuannya untuk mengatasi serangan hama keong mas. Atas petunjuk R. Ng Yosodipuro para petani mengambil keong mas tersebut kemudian dimasak dengan cara dikukus. Sebelumnya keong tersebut dibalut dengan janus yang dibentuk seperti keong mas. Setiap kali panen padi janur bekas balutan keong mas tersbut digunakan untuk membuat apem kukus. Apem kukus itu kemudian dibagi-bagikan pada petani sebagi wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diberikan dan juga berkurangnya hama keong. Tradisi bagi-bagi apem akhirnya terus berkembang hingga berjalan sampai sekarang. Bagi masyarakat yang percaya jika berhasil mendapatkan apem maka diyakini akan mendatangkan berkat.

Berebut kue apem kukus keong mas dalam acara Saparan di Pengging, kecamata Banyudono, Boyolali sudah merupakan tradisi yang tak mudah untuk ditinggalkan oleh masyarakatnya. Masing-masing RT mengirimkan apem sebanyak 200 buah kemudian dikumpulkan di kantor kecamatan. Acra Saparan dilaksanakan tepat di perempatan depan Masjid Cipto Mulyo, kompleks wisata Umbul Pengging. Malam sebelumnya diadakan prosesi melakukan doa dan tahlil di Masjid Cipto Mulyo dan dilanjutkan ziarah di makam R. Ng Yosodipuro kemudian dilanjutkan dengan upacar kenduri serta Sanggaran.

Selanjutnya ritual diawali dengan kirab budaya dan arak-arakan dua buah gunungan apem serta berbagi macam kesenian daerah setempat. Dimulai di depan kantor kecamatan Banyudono menuju halaman Masjid Cipto Mulyo. Acara ini dihadari oleh pejabat daerah setempat, trah dari R. Ng Yosodipuro serta kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat.

1.Acara-acara untuk memeriahkan tradisi ini antara lain:
Pentas seni dan budaya
Diadakan disepanjang Jalan Pasar Pengging, acara dimulai dengan pemotongan pita oleh Bupati Boyolali. Kemudian acara karnaval oleh murid TK dan SD , drum band, Reog dan Barongsai. Iring-iringan ini dimulai dari kantor kecamatan Banyudono sampai di depan Obyek Wisata Umbul Pengging. Malamnya dilanjutkan dengan hiburan kesenian, terdapat lima panggung kesenian yaitu: panggung band rock, anak-anak, orkes melayu (dangdut), campursari, dan Wayang kulit dengan lokasi yang sudah dipersiapkan.

Suasana meriah dan ramai dirasakan sejak sore hari, berlanjut hingga tengah malam apalagi pertunjukan wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk. Dapat terlihat disini semua jenis kesenian baik modern maupun tradisional dapat berjalan bersama. Sehingga secara tidak langsung acara ini juga dijadikan sebagai sarana promosi dan melestarikan kebudayaan daerah. Pertunjukan wayang kulit dimainkan oleh dalang dari Pengging sendiri karena Pengging mempunyai banyak dalang misalnya : Ki Wardono, Ki Gondo Sawi, Ki Gondo Tomo, Ki Gondo Wajiran, Ki Sabdo Carito, dalang muda Ki Nyoman dan kadang kadang mengundang dalang terkenal seperti Ki Anom Suroto dan Warseno Slank diiringi waranggana lokal misalnya Nyimut, Suparsih, Wayan, Suji diselingi lawak Gogon yang asli Pengging dan bahkan pelawak Srimulat turut serta menyemarakkan acara ini. Hal ini mendorong lahirnya seniman - seniman muda dari Pengging selain itu sanggar karawitan dan tari tradisioanal dibuka di Pengging.

Diharapkan dengan diadakannya acara ini mendorong semangat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan serta memajukan daerahnya tidak hanya melalui kekayaan alam namun juga dengan kesenian, kebudayan dan peninggalan sejarah.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, March 25, 2014

Cerita Jaka Tarub (Ki Ageng Tarub- Kab. Grobogan Jateng)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Dewi Rasa Wulan inggih menika putrinipun Raja Singawarman saking Kerajaan Temas ingkang ing wekdal menika saweg nglaksanakaken tapa ngidang inggih menika mlebet wana udakara 7 warsa, mboten pareng kondur utawi nyedhaki manungsa sarta mboten pareng dhahar kajawi ron-ronan ingkang wonten ing wana. Mila saking babagan menika Dewi Rasa Wulan dipunwastani Kidang Telangkas.

Nalika Dewi Rasa Wulan saweg siram wonten sendhang, piyambakipun pirsa menawi wonten ayang-ayang tiyang jaler ingkang bagus nanging piyambakipun sampun kebanjur wuda, saengga piyambakipun siram wonten ing tlaga menika. Kondur sakingntlaga Dewi Rasa Wulan salajengipun ngandhut. Ngantos piyambakipun medalaken putranipun wonten ing desa ingkang ngantos samenika dipunwastani Desa Mbubar Bayi menika dipun tilaraken wonten ing sisih tlaga amargi Dewi Rasa Wulan ngraosaken isin ngandhut tanpa garwa ugi boten mangertosi sinten ingkang sampun ngrekadaya piyambakipun. Awit saking menika amargi sampun dados wewadi, piyambakipun nilaraken bayi kala wau. Dewi Rasa Wulan boten mangertosi menawi putranipun inggih menika titisan saking Kanjeng Syeh Maulana Maghribi.

Rikala menika wonten tiyang estri ingkang nama Dewi Rara Kasian ingkang garwanipun sampun tilar donya inggih menika Aryo Penanggungan., kekalihipun boten diparingi putra Ngantos Aryo Penanggungan tilar donya. Amargi tresnanipun dhateng garwanipun, sinaosa sampun seda saben dinten piyambakipun dedonga wonten pasareyan garwanipun. Saengga Syeh Maulana Maghribi bekta putraipun ingkang dipun lebetaken bokor kencana lajeng dipuntilaraeken sisihipun pasareyan Aryo Penangungan. Kaleresan wekdal menika Dewi Roro Kasian saweg tuwi pasareyan garwanipun. Piyambaikpun kaget amargi mangertosi bokor kencana wonten ing pasareyan garwanipun. Sinaosa Arya Penanggungan sampun seda , Dewi Rara Kasian taksih nganggep garwanipun kersa maringi putra. Piyambakipun remen sanget amargi saged kagungan putra sinaosa sanes putra ingkang medal saking rahim piyambakipun, lajeng bayi menika dipun bekta kondur. Lajeng bayi menika dipunwastani Joko Tarub. Amargi rikala semanten Dewi Rara Kasian mendhet saking pasareyan garwanipun ingkang arupi Taruban.

Joko Tarub kagungan karemenan nangkep kupu-kupu ing sabin. Nalika dolanan ngantos mlebet wana, Joko Tarub menika diparingi aji-aji. Aji-aji menika dipunwastani Tulup Tunjung Lanang. Lajeng Joko Tarub kondur lan nyariosaken menawi piyambakipun angsal aji-aji tulup saking tiyang sepuh wonten ing wana. Dewi Rara Kasian boten ngijinaken Joko Tarub dolan dhateng wana amargi saking tresnanipun lan khawatir menawi wonten menapa-menapa kaliyan Joko Tarub. Ananging Joko tarub tetep dolan dhateng wana Joko Tarub remen pados manuk.

Nalika Joko Tarub badhe pados manuk wonten ing wana, piyambakipun mireng swanten ingkang sae sanget. Jebul swanten menika saking swanten manuk perkutut. Lajeng Joko Tarub nyedhaki panggenan manuk menika, Joko Tarub nulup manuk menika, ananging boten kena. Saking kedadosan menika Joko ngraosaken menawi manuk menika sanes manuk biyasa. Joko Tarub boten putus asa mireng manuk menika mabur mengidul, lajeng Joko Tarub ngoyak manuk menika naging boten kena malih. Jaka Tarub mireng swanten manuk menika malih, ingkang asalipun saking kidul. Jaka Tarub nyedhaki malih nyobi nulup manuk menika. Nanging gagal malih, manuk menika malah mabur menyang kidul. Nalika Jaka Tarub ngejar manuk kutut menika malih dhateng kidul, Jaka Tarub ngraosaken manuk menika dados pratandha piyambakipun badhe pikantuk rejeki ingkang ageng.

Nalika Jaka Tarub nguber manuk menika, piyambakipun mireng swanten tiyang estri ingkang kadosipun taksih asyik adus ing tlaga.
Jaka Tarub nyedhaki tlaga saperlu mastheke swanten menika. Jebul leres menawi swanten menika saking swantenipun widadari ingkang taksih sami adus. Amargi dinten sampun sonten, Jaka Tarub kondur. Nalika Jaka Tarub kondur, piyambakipun nemu sampur ing sisih tlaga. Joko Tarub mendhet salah satunggaling sampur menika, lajeng dipunbekta dhateng griyanipun. Joko Tarub ndeken sampur menika ing nginggilipun lumbung. Joko Tarub ngraos lepat amargi sampun mendhet sampur menika. Salajengipun Joko Tarub tindak malih dhateng tlaga badhe nglintuni sampur widadari menika ngangge ageman kagungan ibunipun Joko Tarub.

Sasampunipun dugi ing tlaga, prayata para widadari menika sampun sami kondur dhateng kahyangan. Jaka Tarub. Nanging, jebulipun taksih wonten satunggal widadari ingkang taksih wonten ing tlaga. Widadari menika nangis amargi sampuripun ical. Widadari menika ngucap sinten kemawon ingkang saged mbiyantu nemokaken sampuripun, menawi jaler badhe dipundadosaken garwa lan menawi estri badhe dados sedherekipun. Joko Tarub nyedhaki widadari lan ngaturake ageman kagungan ibunipun dhateng widadari menika. Amarga widadari menika sampun boten saged kondur dhateng kahyangan, Joko Tarub mbekta widadri kasebut dhateng griyanipun. Sasampunipun dugi ing griya, Joko Tarub nepangaken widadari menika dhateng ibunipun. Pranyata widadari menika asmanipun Nawang Wulan. Joko Tarub matur dhateng ibunipun bilih Nawang Wulan menika widadari ingkang ditemokake ing tlaga. Miturut janjinipun, Nawang Wulan akhiripun dados garwanipun Joko Tarub lajeng kagungan putra ingkang dipunasmani Nawang Sih.

Nalika Nawang Sih taksih alit, wonten prastawa ingkang ngedab-edabi inggih menika nalika Nawang Sih taksih ten ayunan. Nalika Nawang Wulan badhe umbah-umbah ing lepen, piyambakipun ngaturake amanat dhumateng Joko Tarub supados Joko Tarub njaga Nawang Sih sarta sampun mbikak kekep. Sesampunipun Nawang Wulan medal teng lepen, amargi penasaran kalih amanat saking garwanipun, mangka kekep dipunbikak, Joko Tarub kaget amargi sesampunipun ningali pranyata ingkang dipun mangsak ten kukusan inggih menika naming sealer pantun. Raos penasaran ingkang salebeting wekdal dipunraosaken Joko Tarub sampun dipunwangsuli, amarga piyambakipun gumun garwanipun mangsak saben dinten ananging pantun ingkang wonten lumbung mboten kirang-kirang prayata ingkang dipunmangsak namung sealer pantun. Boten let dangu, Nawang Wulan kondur saking lepen, piyambakipun duka amargi Joko Tarub sampun nglanggar amanat saking piyambakipun. Joko Tarub mboten kalah anggenipun duka amargi Nawang Wulan mboten mangsak kanthi cara ingkang wajar. Nawang Wulan kaliyan Joko Tarub padu.

Saking prastawa kasebut, Nawang Wulan sadhar saniki mangsak ingkang wajar-wajar kemawon kadasto manungsa-manungsa sanesipun. Saengga pantun ingkang wonten ing lumbung kantun sakedhik, wonten ing pantun ingkang pungkasan, Nawang Wulan kaget amargi sampur kagungan piyambakipun wonten ing lumbung. Nawang Wulan ngadhep Joko Tarub supados nyariosaken babagan sampur menika. Nawang Wulan kaliyan Joko Tarub padu lajeng Nawang Wulan kondur menyang khayangan. Ananging saderengipun kondur menyang kahyangan, Nawang Wulan paring amanat dhumateng Joko Tarub menawi Nawang Sih badhe ngersakake mimik, supados dipundamelaken anjang-anjang ten njawi griya. Joko Tarub piyambak nglarang masyarakat Tarub ndamel anjang-anjang amargi anjang-anjang menika tandha nelangsa wekdal dipuntilar Nawang Wulan ten khayangan kangge ngagengaken Nawang Sih piyambak mboten wonten sisihanipun. Joko Tarub mboten krama malih sasampunipun dipuntilar Nawang Wulan.
Wonten ing khayangan, pranyata Nawang Wulan mboten dipuntampi malih dening rencang-rencangipun amargi Nawang Wulan sampun kena ambu-ambu manungsa.

Salajengipun Nawang Wulan medhak malih menyang bumi namung mboten teng dalemipun Joko Tarub. Nawang Wulan badhe bunuh diri kanthi mlumpat saking Gunung Merbabu dhumateng Segara Kidul. Ananging Nawang Wulan slamet malahan perang kaliyan panguasa Segara Kidul inggih menika Ratu Kidul. Paperangan kasebut dipunmenangaken dening Nawang Wulan. Mila saking menika Nawang Wulan saniki dados panguasa Segara Kidul kanthi gelar Nyi Roro Kidul, dene Ratu Kidul dados panasihat Nyi Roro Kidul.

(salam kagem: mbah daroji, erik, paris, biya, mba Ve, Nadin, tikli, agus klampok, toyax, depi, yudis..,dkk sedaya).
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, March 20, 2014

BUKU TENTANG HIKAYAT SERTA LEGENDA DALAM AGAMA HINDU DAN BUDDHA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU TENTANG HIKAYAT SERTA LEGENDA DALAM AGAMA HINDU DAN BUDDHA

Ivan Taniputera
16 Maret 2014




Judul: Gewijde, Verhalen en Legenden van Hindoes en Boeddhisten
Penulis: Dr H. J. van Prooye-Salomons
Penerbit: Zutphen-W.J. Thieme & Cie., 1916
Jumlah halaman: 409
Bahasa: Belanda

Pada buku ini terdapat keterangan sebagai berikut:

"Vrij bewerkt naar

Myths of the Hindus and Buddhists by the Sister Nivedita (Margaret E. Noble) of Ramakrishna-Vivekananda and Ananda K. Coomaraswamy."

Terjemahan:

"Saduran bebas dari


Myths of the Hindus and Buddhists by the Sister Nivedita (Margaret E. Noble) of Ramakrishna-Vivekananda and Ananda K. Coomaraswamy."

Berikut ini adalah daftar isinya:




Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, November 21, 2012

Pendekar Indonesia - Antara Mitos dan Nyata

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Pendekar Pendekar Asli Indonesia antara kisah nyata dan mitos kalau jaman sekarang preman mungkin ya ? atau beda..? - Anda pastinya sering mendengar nama nama si pitung, sangkuriang, jaka tarub, joko tingkir dan lain sebagainya, bahkan di televisi suka ada film dan sinetronnya yang mengangkat nama nama Pendekar atau jagoan tersebut, di bawah ini adalah nama nama pendekar asli indonesia :

SI PITUNG

Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin. Setelah dewasa si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya. Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.

Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api. Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan si Pitung.

Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan si Pitung dari gurunya Haji Naipin.

Joko Tingkir dari Lamongan
Joko Tingkir mempelajari ilmu sakti dari Ki Buyut Banyubiru. Ia mempelajari ilmu sakti tersebut karena ingin menebus pengampunan karena ia telah membunuh Dadungawuk sodara dari Sultan Demak. Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Gunung Lawu. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.

Setelah beberapa bulan lamanya Joko Tingkir menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Joko Tingkir untuk menemui Sultan Demak untuk meminta pengampunan atas yang pernah dilakukannya yaitu membunuh Dadungawuk. Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Joko Tingkir banyak menghadapi binatang-binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.

Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Joko Tingkir bertemu dengan Sultan Demak untuk meminta pengampunan dengan persyaratan harus dapat melawan banteng buas tersebut, Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Joko Tingkir berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, mental dan pecah akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.

Prajurit didesa itu terkagum dengan aksinya Joko Tingkir yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya. Sultan Demak mengampuni perbuatan Joko Tingkir tempo hari dan memaafkannya. Kemudian Joko Tingkir diangkat sebagai pempimpin laskar tamtama, dan akhirnya menjadi menantu dari Sultan Demak.

JAKA TARUB
Disuatu desa pedalaman di Indonesia, hidup seorang janda dan seorang anak yang bernama Jaka di dusun Tarub. Semasa kecilnya ia suka bermain dengan kebiasaanya yaitu menyumpit burung. Sampai dewasa pun sumpit nya selalu dibawa-bawa kemanapun. Pada suatu hati Jaka Tarub sedang berjalan ditengah hutan dan melihat burung-burung dan Jaka Tarub menyumpitnya tapi tidak mengena. Burung-butung itu berterbangan dan dikejar oleh Jaka Tarub. Padahal hutan yang dilaluinya ini adalah hutan yang angker sekali. Dikesibukan mengejar burung, Jaka Tarub mendengar suara beberapa wanita yang sedang mandi di sebuah air terjun kecil. Jaka Tarub mengintai dan mengintip dari balik semak-semak belukar. Dan melihat ada sebuah selendang didekatnya dan diambilnya oleh Jaka Tarub.

Ternyata wanita-wanita yang sedang bermandikan itu adalah kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Salah satu bidadari menyadai kalau Jaka Tarub mengintip mereka yang sedang mandi, akhirnya semua bidadari disitu panik dan terbang kembali ke kahyangan. Kecuali satu bidadari kebingungan mencari selendangnya yang di ambil oleh Jaka Tarub. Lalu si bidadari dan Jaka Tarub saling menyapa. Bidadari ikut dengan Jaka Tarub ke desanya, lalu mereka berdua hidup bersama sampai mempunyai 1 anak. Selama hidupnya Jaka Tarub walau kerjanya hanya tidur-tidur saja tapi hasil pangannya melimpah karena keajaiban dari bidadari. Lumbung pada penuh, masakan cepat tersaji banyak.

Pada suatu saat Jaka Tarub tak sengaja melanggar janji yang diberikan oleh bidadarinya yaitu tidak boleh membuka hidangan sebelum matang betul. Akhirnya keajaiban sang bidadari hilang. Dan mereka kembali harus bekerjakeras setiap harinya. Suatu hari si bidadari menemukan selendangnya yang disimpang oleh Jaka Tarub, akhirnya perpisahan pun terjadi, bidadari kembali pergi kekayangan meninggalkan Jaka Tarub beserta anaknya.

ARYA PENANGSANG
Pada saat kerjaan Pajang mencapai kejayaan di wilayah pesisir dan wilayah timur dengan masa pemerintahan Sultan Adiwijaya, semua rakyat dan para penguasa tunduk dan nurut kepadanya, hanya ada satu orang yang tidak mau tunduk yaitu Adipati Jipang yang bernama Arya Panangsang. Sultan Adiwijaya bersikeras untuk menundukan Arya Panangsang, lalu mengumpulkan para penasehat raja-raja berunding untuk menundukan Arya Panangsang. Hasil rundingan diputuskan untuk diumumkan di masyarakat umum "Barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Panangsang dari Jipang akan diberikan hadiah dan harta kekayaan". Namun strategi ini gagal dilakukan.

Strategi selanutnya adalah, dengan mengirim pesan kepada Arya Panangsang melalui tukang kebunnya yang diiris kupingnya. Arya Pangsang marah dan memutuskan untuk melawan Sulta Adiwijaya. Karena tidak sabaran maka Arya Panangsang pergi duluan, setibanya di sungai Bengawan ternyata sudah banyak pasukan Sultan Adiwijaya yang sudah lama menantinya. Dengan gigih Arya Panangsang dengan menggunakan tombak saktinya dapat merobohkan banyak pasukan. Akan tetapi disela perperangan Arya Panangsang mendapatkan luka dibagian perutnya yang sobek sehingga ususnya sampai keluar, oleh Arya Panangsang ususnya di lilitkan di kerisnya dan melanjutkan peperangan tersebut. Betapa gigih dan pemberaninya Arya Panangsang.

Karena peperangan tersebut tidak seimbang karena banyaknya pasukan sedangkan Arya Panangsang hanya seorang diri, luncurlah sebuah tombak menancap di dadanya Arya Panangsang, dan sewaktu Arya Panangsang ingin membalas dengan kerisnya, ia lupa bahwa ususnya ia lilitkan dikeris, akhirnya keris dicabut dan ususnya Arya Panangsang terputus-putus yang mengakibatkan Arya Panangsang tewas.

SANGKURIANG
Sangkuriang lahir dari kehidupan para siluman yang berkehidupan bersama dengan manusia, pada waktu itu masa kejayaan Kerajaan Parahyangan dengan seorang raja Prabu Sungging Prabangkara. Sangkuriang tumbuh di hutan belantara yang dibesarkan oleh Sang Petapa yang sudah tua, ia banyak belajar ilmu-ilmu kesaktian dan sering melakukan pertapaan. Beranjak dewasa Sangkuriang menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.

Diawali dari sebuah kisah, ia sedang berkelana dan pada sebuah hutan ia menolong seorang wanita yang sedang terancam jiwanya oleh seekor badak besar yang ganas siap menerjang, dengan gerak cepat Sangkuriang menolong wanita itu dari marabahaya menggunakan kesaktiannya. Tanpa disadari Sangkuriang terpesona terhadap wanita ini dan ternyata wanita tersebut adalah ibu kandungnya. Sangkuriang ingin meminang wanita itu, akan tetapi wanita tersebut berkeberatan karana Sangkuriang adalah anak kandungnya, supaya tidak terlaksana maka wanita tersebut memberi persyaratan untuk bisa meminangnya yaitu dengan membuat sebuah danau dan perahu besar dalam satu malam saja, akhirnya Sangkuriang menyanggupinya dan gagal.

Perahu yang setengah jadi itu ditendangnya oleh Sangkuriang dan lama kelamaan berubah menjadi gunung merapi yang sekarang disebut gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriang memohon permintaan ampun kepada sang Dewata atas semua perbuatannya ini.

JOKO TOLE
Seorang raja beranama Sri Baginda Brawijaya, memerintahkan kepada Empu Keleng untuk dibuatkannya pintu gerbang besi yang besar dan megah. Dan sudah satu tahunan Empu Keleng beserta temannya yang lain sudah mengerjakannya akan tetapi belum rampung juga pintu gerbang besinya. Tenaga semakin berkurang dan Empu Keleng jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan perkerjaanya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sri Baginda Brawijaya. Lalu Empu Keleng mengirim berita kepada anak angkatnya yang bernama Jaka Tole. Ia segera menyusul Empu Keleng di Majapahit.

Didalam perjalanan melewati beberapa desa, Jaka Tole bertemu dengan seseorang berjubah hitam mengenakan ikat kepala. Lalu terjadi dialog antara Jaka Tole dengannya. Jaka Tole menceritakan tujuan ke Majapahit untuk menyelesaikan pekerjaan menyelesaikan pintu gerbang besi yang besar dan megah itu dalam sehari, kalau tidak terkena hukuman. Orang berjubah itu memberikan setengkai bunga dan disuruhnya Jaka Tole memakannya, nanti sesampai di Majapahit, bakarlah tubuhmu Jaka Tole nanti dari pusarmu akan keluar patrian untuk menyambung besi-besi pintu gerbang. Kemudian Jaka Tole melanjutkan perjalannya ke Majapahit dan akhirnya sampai dan menemuni sang raja sri baginda Brawijaya. Lalu Jaka Tole berkesanggupan untuk membantu ayah angkatnya Empu Keleng dan menyelesaikan tugasnya membaut pintu besar besi yang besar dalam satu malam dan jika tidak selesai akan menerim hukuman.

Lalu Jaka Tole mengumpulan para pekerjanya, dan memberitahukan bahwasannya Jaka Tole mempunya patrian besi yang sangat hebat, yaitu dengan cara dibakarnya tubuh Jaka Tole dibagian pusarnya keluar cairan patrian yang bisa digunakan untuk menyelesaikan perampungan pintu besi. Dan dalam satu malam itu pekerja terselesaikan, pintu besar besi jadi. Raja Brawijaya sangat senang menyaksikan pintu gerbang itu. Kemudian Raja Brawijaya memberikan hadiah yang berupa perhiasan perak dan emas.


Like This..?? Share This Article...........
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, May 28, 2009

Sarasehan bab "Legenda"

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info



Reog, seni tradisi kang kondhang nganti tekan mancanegara. Apa senimane bisa urip mulya ??







Gandrung Banyuwangi salah sawijining seni tradisi sing perlu dilestarekake.






Ing gedhong Cak Durasim Surabaya dianakake sarasehan ngenani bab legenda.Wiwit makna legenda nganti kepriya carane supaya legenda ing Nuswantara iki ora bakal sirna dirembug kanthi tuntas. Nanging kuciwane sadurunge rembugan rampung kaselak gedhonge arep dianggo dening paguyuban liya, mula ya rembugan mau kandheg, sanajan inti sari masalah mau wis dirembug. Ing kono uga dipitontonake kabisane seniman-seniman saka kutha Blambangan main "drama tari "kang mentasake lakon "Macan Putih".Pentas mau disutradarani dening Mas Sumitro Hadi. Penata tari : Jajulaidik, Evalia A, Karyati W. Pranyata seniman-seniman saka kutha Banyuwangi mau ora gawe kuciwa para pamirsa. Trampil sarta hebat banget. Ora ngira babar pisan yen paraga-paraga mau isih sekolah ing SD lan SMP. Kaprigelane ora kalah karo seniman-seniman profesional. Mung ing kene ana pitakonan : 1. Pentas mau kanggo sapa? Kanggo bocah , apa wong diwasa? Sebabe sing padha main isih bocah-bocah, ning garapan sutradarane, ubete jogede kalebu ora prasaja(sederhana) 2. Isine crita kanggo bocah apa dudu? Bab iki perlu dirembug kanthi luwih omber.
Sawise pentas drama banjur dianakake sarasehan, ngrembug bab legenda, kepriye carane supaya legenda Nuswantara mau tetep lestari, ora bakal musna saka lumahing bumi, kalah karo crita-crita utawa dongeng saka manca negara. "Nara sumber" kang maringi wawasan yaiku panjenengane Mas Yanusha Nugroho saka Jakarta. Sawijining seniman beken ing jagading seni drama tari. Satemene yen kita ngrembug bab legenda, dongeng, kethoprak, ludruk lan liya-liyane kang sipate seni tradisi, mesthi mentok ana pitakonan gedhe : sapa sing arep nanggap, sapa sing bakal nonton???
Ing titi wanci iki satemene wis akeh sing diupayakake dening pamarentah kanggo nguri-uri, ngurip-ngurip amrih seni -seni mau tetep bisa lestari. Nanging apa kanyatane?
Pitakonan-pitakonan kaya upamane "seni tradisi mau dibawa ke mana?, siapa yang akan melesatrikan budaya kita?, apa yang seharusnya kita kerjakan? " mangkono iku saben sarasehan mesthi muncul. Lan pangajap "kita harus malestarikan seni budaya kita yang adi luhung"?
Pepuntone rembug (simpulan) saka sarasehan mau ing antarane yaiku :
1. Kita harus mengikuti perkembangan jaman.
2. Seni tradisi tidak harus terpaku pada pakem yang ada.
3. Yang kita ambil dari legenda adalah isi atau makna dari legenda itu sendiri kemudian di kemas dalam bentuk baru.

Wiwit 30 utawa 40 tahun kapungkur saben-saben ana sarasehan ngrembug seni tradisi, pungkasane tiba marang pitakonan: yen wis bubar pentas iki sapa sing bakal nanggap? Lamun ana sing nanggap sethithike saben sasi sepisan manggung, mesthi para seniman bisa urip lumrah lan bisa nyukupi kabutuhane. Nanging yen proses kreatif mandheg ing sarasehan, aja diarep-arep seni tradisi bisa lestari.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sarasehan bab "Legenda"

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info



Reog, seni tradisi kang kondhang nganti tekan mancanegara. Apa senimane bisa urip mulya ??







Gandrung Banyuwangi salah sawijining seni tradisi sing perlu dilestarekake.






Ing gedhong Cak Durasim Surabaya dianakake sarasehan ngenani bab legenda.Wiwit makna legenda nganti kepriya carane supaya legenda ing Nuswantara iki ora bakal sirna dirembug kanthi tuntas. Nanging kuciwane sadurunge rembugan rampung kaselak gedhonge arep dianggo dening paguyuban liya, mula ya rembugan mau kandheg, sanajan inti sari masalah mau wis dirembug. Ing kono uga dipitontonake kabisane seniman-seniman saka kutha Blambangan main "drama tari "kang mentasake lakon "Macan Putih".Pentas mau disutradarani dening Mas Sumitro Hadi. Penata tari : Jajulaidik, Evalia A, Karyati W. Pranyata seniman-seniman saka kutha Banyuwangi mau ora gawe kuciwa para pamirsa. Trampil sarta hebat banget. Ora ngira babar pisan yen paraga-paraga mau isih sekolah ing SD lan SMP. Kaprigelane ora kalah karo seniman-seniman profesional. Mung ing kene ana pitakonan : 1. Pentas mau kanggo sapa? Kanggo bocah , apa wong diwasa? Sebabe sing padha main isih bocah-bocah, ning garapan sutradarane, ubete jogede kalebu ora prasaja(sederhana) 2. Isine crita kanggo bocah apa dudu? Bab iki perlu dirembug kanthi luwih omber.
Sawise pentas drama banjur dianakake sarasehan, ngrembug bab legenda, kepriye carane supaya legenda Nuswantara mau tetep lestari, ora bakal musna saka lumahing bumi, kalah karo crita-crita utawa dongeng saka manca negara. "Nara sumber" kang maringi wawasan yaiku panjenengane Mas Yanusha Nugroho saka Jakarta. Sawijining seniman beken ing jagading seni drama tari. Satemene yen kita ngrembug bab legenda, dongeng, kethoprak, ludruk lan liya-liyane kang sipate seni tradisi, mesthi mentok ana pitakonan gedhe : sapa sing arep nanggap, sapa sing bakal nonton???
Ing titi wanci iki satemene wis akeh sing diupayakake dening pamarentah kanggo nguri-uri, ngurip-ngurip amrih seni -seni mau tetep bisa lestari. Nanging apa kanyatane?
Pitakonan-pitakonan kaya upamane "seni tradisi mau dibawa ke mana?, siapa yang akan melesatrikan budaya kita?, apa yang seharusnya kita kerjakan? " mangkono iku saben sarasehan mesthi muncul. Lan pangajap "kita harus malestarikan seni budaya kita yang adi luhung"?
Pepuntone rembug (simpulan) saka sarasehan mau ing antarane yaiku :
1. Kita harus mengikuti perkembangan jaman.
2. Seni tradisi tidak harus terpaku pada pakem yang ada.
3. Yang kita ambil dari legenda adalah isi atau makna dari legenda itu sendiri kemudian di kemas dalam bentuk baru.

Wiwit 30 utawa 40 tahun kapungkur saben-saben ana sarasehan ngrembug seni tradisi, pungkasane tiba marang pitakonan: yen wis bubar pentas iki sapa sing bakal nanggap? Lamun ana sing nanggap sethithike saben sasi sepisan manggung, mesthi para seniman bisa urip lumrah lan bisa nyukupi kabutuhane. Nanging yen proses kreatif mandheg ing sarasehan, aja diarep-arep seni tradisi bisa lestari.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info