sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Wayang Kulit. Show all posts
Showing posts with label Wayang Kulit. Show all posts
Monday, July 9, 2012
SEJARAH WAYANG KULIT INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.
Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan Indonesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk memperkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.
Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.
Asal Usul
Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.
Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.
Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.
Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pewayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.
Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indonesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmurnya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga India, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi India, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).
Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawayang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah pertunjukan wayang.
Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehistoric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indonesia halaman 987.
Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewayangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.
Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah ceritacerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.
Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.
Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.
Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.
Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.
Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.
Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pewayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.
Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indonesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmurnya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga India, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi India, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).
Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawayang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah pertunjukan wayang.
Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehistoric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indonesia halaman 987.
Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewayangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.
Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah ceritacerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.
Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.
Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.
Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.
Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, April 30, 2012
Wahyu Widayat - MP3 Wayang Ki Hadi Sugito
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
01 - Wahyu Widayat - 1A.mp302 - Wahyu Widayat - 1B.mp303 - Wahyu Widayat - 2A.mp304 - Wahyu Widayat - 2B.mp305 - Wahyu Widayat - 3A.mp306 - Wahyu Widayat - 3B.mp307 - Wahyu Widayat - 4A.mp308 - Wahyu Widayat - 4B.mp309 - Wahyu Widayat - 5A.mp310 - Wahyu Widayat - 5B.mp311 - Wahyu Widayat - 6A.mp312 - Wahyu Widayat - 6B.mp313 - Wahyu Widayat - 7A.mp314 - Wahyu Widayat - 7B.mp315 - Wahyu Widayat - 8A.mp316 - Wahyu Widayat - 8B.mp3
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Download,
Ki Hadi Sugito,
MP3,
Wahyu Widayat,
Wayang Kulit
Friday, October 28, 2011
Aribawana Lena - MP3 Wayang Ki Hadi Sugito
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
[001] 01 - Aribawana Lena 1A.mp3
[002] 02 - Aribawana Lena 1B.mp3
[003] 03 - Aribawana Lena 2A.mp3
[004] 04 - Aribawana Lena 2B.mp3
[005] 05 - Aribawana Lena 3A.mp3
[006] 06 - Aribawana Lena 3B.mp3
[008] 08 - Aribawana Lena 4B.mp3
[007] 07 - Aribawana Lena 4A.mp3
[009] 09 - Aribawana Lena 5A.mp3
[010] 10 - Aribawana Lena 5B.mp3
[011] 11 - Aribawana Lena 6A.mp3
[012] 12 - Aribawana Lena 6B.mp3
[013] 13 - Aribawana Lena 7A.mp3
[015] 15 - Aribawana Lena 8A.mp3
[014] 14 - Aribawana Lena 7B.mp3
[016] 16 - Aribawana Lena 8B.mp3
[002] 02 - Aribawana Lena 1B.mp3
[003] 03 - Aribawana Lena 2A.mp3
[004] 04 - Aribawana Lena 2B.mp3
[005] 05 - Aribawana Lena 3A.mp3
[006] 06 - Aribawana Lena 3B.mp3
[008] 08 - Aribawana Lena 4B.mp3
[007] 07 - Aribawana Lena 4A.mp3
[009] 09 - Aribawana Lena 5A.mp3
[010] 10 - Aribawana Lena 5B.mp3
[011] 11 - Aribawana Lena 6A.mp3
[012] 12 - Aribawana Lena 6B.mp3
[013] 13 - Aribawana Lena 7A.mp3
[015] 15 - Aribawana Lena 8A.mp3
[014] 14 - Aribawana Lena 7B.mp3
[016] 16 - Aribawana Lena 8B.mp3
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Aribawana Lena,
Download,
Ki Hadi Sugito,
MP3,
Wayang Kulit
Thursday, August 4, 2011
Bagong Ratu - MP3 Wayang Ki Hadi Sugito
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Update per 21 Agustus 2011: kanthi kualitas audio ingkang langkung alus tinimbang saderengipun. [skd]
01 - Bagong Ratu 1A.mp3
02 - Bagong Ratu 1B.mp3
03 - Bagong Ratu 2A.mp3
04 - Bagong Ratu 2B.mp3
05 - Bagong Ratu 3A.mp3
06 - Bagong Ratu 3B.mp3
07 - Bagong Ratu 4A.mp3
08 - Bagong Ratu 4B.mp3
09 - Bagong Ratu 5A.mp3
10 - Bagong Ratu 5B.mp3
11 - Bagong Ratu 6A.mp3
12 - Bagong Ratu 6B.mp3
13 - Bagong Ratu 7A.mp3
14 - Bagong Ratu 7B.mp3
15 - Bagong Ratu 8A.mp3
16 - Bagong Ratu 8B.mp3
01 - Bagong Ratu 1A.mp3
02 - Bagong Ratu 1B.mp3
03 - Bagong Ratu 2A.mp3
04 - Bagong Ratu 2B.mp3
05 - Bagong Ratu 3A.mp3
06 - Bagong Ratu 3B.mp3
07 - Bagong Ratu 4A.mp3
08 - Bagong Ratu 4B.mp3
09 - Bagong Ratu 5A.mp3
10 - Bagong Ratu 5B.mp3
11 - Bagong Ratu 6A.mp3
12 - Bagong Ratu 6B.mp3
13 - Bagong Ratu 7A.mp3
14 - Bagong Ratu 7B.mp3
15 - Bagong Ratu 8A.mp3
16 - Bagong Ratu 8B.mp3
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Bagong Ratu,
Download,
Ki Hadi Sugito,
MP3,
Wayang Kulit
Wednesday, December 2, 2009
Antasena Lahir - MP3 Wayang Ki Hadi Sugito
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
All tracks = 137 MB
Bitrate = 40 Kbps
Duration = 8 hrs
01 - Antasena Lahir - 01A.mp3
02 - Antasena Lahir - 01B.mp3
03 - Antasena Lahir - 02A.mp3
04 - Antasena Lahir - 02B.mp3
05 - Antasena Lahir - 03A.mp3
06 - Antasena Lahir - 03B.mp3
07 - Antasena Lahir - 04A.mp3
08 - Antasena Lahir - 04B.mp3
09 - Antasena Lahir - 05A.mp3
10 - Antasena Lahir - 05B.mp3
11 - Antasena Lahir - 06A.mp3
12 - Antasena Lahir - 06B.mp3
13 - Antasena Lahir - 07A.mp3
14 - Antasena Lahir - 07B.mp3
15 - Antasena Lahir - 08A.mp3
16 - Antasena Lahir - 08B.mp3
Bitrate = 40 Kbps
Duration = 8 hrs
01 - Antasena Lahir - 01A.mp3
02 - Antasena Lahir - 01B.mp3
03 - Antasena Lahir - 02A.mp3
04 - Antasena Lahir - 02B.mp3
05 - Antasena Lahir - 03A.mp3
06 - Antasena Lahir - 03B.mp3
07 - Antasena Lahir - 04A.mp3
08 - Antasena Lahir - 04B.mp3
09 - Antasena Lahir - 05A.mp3
10 - Antasena Lahir - 05B.mp3
11 - Antasena Lahir - 06A.mp3
12 - Antasena Lahir - 06B.mp3
13 - Antasena Lahir - 07A.mp3
14 - Antasena Lahir - 07B.mp3
15 - Antasena Lahir - 08A.mp3
16 - Antasena Lahir - 08B.mp3
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Antasena Lahir,
Download,
File sharing,
MP3,
Wayang Kulit
Sunday, August 23, 2009
Seta Gugur - MP3 Wayang Ki Hadi Sugito
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
All tracks = 137 MB
Bitrate = 40 Kbps
Duration = 8 hrs
01 - Seta Gugur - 01A.mp3
02 - Seta Gugur - 01B.mp3
03 - Seta Gugur - 02A.mp3
04 - Seta Gugur - 02B.mp3
05 - Seta Gugur - 03A.mp3
06 - Seta Gugur - 03B.mp3
07 - Seta Gugur - 04A.mp3
08 - Seta Gugur - 04B.mp3
09 - Seta Gugur - 05A.mp3
10 - Seta Gugur - 05B.mp3
11 - Seta Gugur - 06A.mp3
12 - Seta Gugur - 06B.mp3
13 - Seta Gugur - 07A.mp3
14 - Seta Gugur - 07B.mp3
15 - Seta Gugur - 08A.mp3
16 - Seta Gugur - 08B.mp3
Bitrate = 40 Kbps
Duration = 8 hrs
01 - Seta Gugur - 01A.mp3
02 - Seta Gugur - 01B.mp3
03 - Seta Gugur - 02A.mp3
04 - Seta Gugur - 02B.mp3
05 - Seta Gugur - 03A.mp3
06 - Seta Gugur - 03B.mp3
07 - Seta Gugur - 04A.mp3
08 - Seta Gugur - 04B.mp3
09 - Seta Gugur - 05A.mp3
10 - Seta Gugur - 05B.mp3
11 - Seta Gugur - 06A.mp3
12 - Seta Gugur - 06B.mp3
13 - Seta Gugur - 07A.mp3
14 - Seta Gugur - 07B.mp3
15 - Seta Gugur - 08A.mp3
16 - Seta Gugur - 08B.mp3
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Download,
Ki Hadi Sugito,
MP3,
Online File sharing,
Seta Gugur,
Wayang Kulit
Subscribe to:
Posts (Atom)