sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label sel. Show all posts
Showing posts with label sel. Show all posts
Monday, March 26, 2012
Media Animasi Lisosom
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Belajar Biologi kali ini menggunakan bantuan media. Media Animasi Lisosom ini dapat membantu kita memahami proses fungsi lisosom di dalam sel.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, March 15, 2012
Struktur Kimiawi Sel
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Belajar Biologi kali ini akan membahas tetang struktur kimiawi sel Sebagai unit dasar penyusun makhluk hidup sel menjalankan fungsi yang bermacam-macam sesuai struktur dan lokasi sel itu berada. Misalnya sel darah putih yang melakukan fungsi sebagai pembangun system kekebalan tubuh. Setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.
Meskipun bentuk, struktur dan fungsi sel berbeda-beda. Namun, secara umum sel memiliki karakteristik yang sama, misalnya :
1). oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
2). mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
3). setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitar sel
4). hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh makhluk hidup mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus). Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
a. Air
Sekitar 70-85% bagian sel adalah air, terdapat didalam sitoplasma. Bahan-bahan kimia banyak terlarut didalam cairan sel ini baik dalam bentuk suspense maupun membranous.
b. Elektrolit
Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c. Protein
hampir semua proses fisiologis sel tak lepas dari peran protein, beberapa dapat diringkas sebagai berikut :
1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat
Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Demikian pula dengan mahluk hidup lain, senyawa kimia penyusun selnya sama. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma. Protoplasma merupakan substansi yang kompleks. Sebagian besar protoplasma tediri dari air. meski demikian protein memberikan ciri pada strukturnya. Senyawa organik dalam protoplasma berupa karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat.
Meskipun bentuk, struktur dan fungsi sel berbeda-beda. Namun, secara umum sel memiliki karakteristik yang sama, misalnya :
1). oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
2). mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
3). setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitar sel
4). hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh makhluk hidup mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus). Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
a. Air
Sekitar 70-85% bagian sel adalah air, terdapat didalam sitoplasma. Bahan-bahan kimia banyak terlarut didalam cairan sel ini baik dalam bentuk suspense maupun membranous.
b. Elektrolit
Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c. Protein
hampir semua proses fisiologis sel tak lepas dari peran protein, beberapa dapat diringkas sebagai berikut :
1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat
Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Demikian pula dengan mahluk hidup lain, senyawa kimia penyusun selnya sama. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma. Protoplasma merupakan substansi yang kompleks. Sebagian besar protoplasma tediri dari air. meski demikian protein memberikan ciri pada strukturnya. Senyawa organik dalam protoplasma berupa karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, February 8, 2012
Nukleus, Ibukota Sel
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Belajar Biologi kali ini akan membahas tentang bagian terpenting yang bertugas sebagai pengendali sel yaitu inti sel atau Nukleus. Nucleus merupakan struktur paling mencolok pada sel eukariotik. Memiliki diameter rata-rata 5 µm. nukkleus memiliki membrane yang menyelubunginya yang disebut dengan membrane atau selubung inti. Membran ini merupakan struktur pemisah isi nucleus dengan sitoplasma.
![]() |
| Gambar Inti Sel |
Beberapa struktur didalam nukleus
- Nukleolus (anak inti), didalam nucleolus sintesis berbagai macam molekul RNA (Asam Ribonukleat) terjadi. RNA ini nantinya digunakan untuk perakitan ribosom. Setelah di sintesis molekul RNA ini akan menuju sitoplasma melalui pori membrane inti, kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom. Nukleolus bentuknya membulat hamper menyerupai bola, jika diamati melalui mikroskop electron, nucleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
- Nukleoplasma (cairan inti) protein adalah komponen penyusun utama cairan inti.
- Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Butiran ini akan tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Ketika terjadi pembelahan sel, butiran kromatin akan menebal menjadi seperti benang yang disebut kromosom. Didalam kromosom ini terdapat DNA (Asam Deoksiribonukleat) yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetic melalui proses sintesis protein.
![]() |
| Inti sel Berperan dalam proses pembelahan sel |
Secara umum, Nukleus bertugas mengontrol serta mengendalikan seluruh kegiatan yang terjadi di sitoplasma. DNA yang terdapat di dalam kromosom merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di dalam nukleus juga ditemui nukleolus.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, February 7, 2012
Biologi Sel
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Belajar Biologi kali ini akan mempelajari tentang sel, materi ini cukup penting bahkan sangat penting karena hamper selalu masuk kedalam soal ujian nasional, serta ujian SNMPTN.
Tahukah Kamu bahwa tubuh kita tersusun dari Triliunan struktur kecil yang menjalankan fungsi kehidupan secara teratur, struktur itu disebut dengan Sel. Jika melihat pengertiannya, Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Mulai dari semut hingga Gajah, dari rumput hingga pohon kelapa semua bagian tubuhnya tersusun atas sel. Namun, Makhluk hidup ada yang tersusun dari satu sel saja, disebut organisme uniseluler, dan ada makhluk hidup yang tersusun lebih dari satu sel, disebut organisme multiseluler.
Walaupun ukurannya yang sangat kecil sel menjalankan fungsi yang amat kompleks di dalamnya, fungsi-fungsi metabolism, seperti respirasi, pencernaan selular dapat terjadi didalam organel-organel sel yang terdapat di sitoplasma. Dengan ukuran yang sekecil itu sel menjalankan fungsi layaknya sebuah pabrik raksasa, pabrik ini akan terus bekerja untuk memastikan kehidupan terus berlangsung. Ada bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi, ada yang bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel, dan ada bagian yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan keluar sel. Dengan mempelajari komponen sel, kita akan dapat memahami fungsi sel bagi kehidupan.
Robert Hooke (1635-1703) orang yang pertama kali mengidentifikasi sel. Tahun 1665 Hooke mengamati sel gabus dengan menggunakan mikroskop sederhana. Hooke melihat di dalam gabus tersebut Nampak seperti ruangan-ruangan yang kosong. Maka, dipilihlah kata dari bahasa Latin yaitu cellula yang berarti kamar kecil untuk menamai objek yang ditemukannya itu.
Kini teknologi yang semakin berkembang memungkinkan kita untuk mempelajari sel, walaupun kecil namun sel memiliki cara kerja yang sangat kompleks, rumit namun sangat teratur. Dewasa ini juga berkembang ilmu yang fokus mempelajari sel, atau biasa disebut dengan nama sitologi.
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1). Selaput plasma (membran sel, membran plasma atu juga disebut plasmalema)
2). Sitoplasma dan organel sel
3). Inti sel (Nukleus)
Tahukah Kamu bahwa tubuh kita tersusun dari Triliunan struktur kecil yang menjalankan fungsi kehidupan secara teratur, struktur itu disebut dengan Sel. Jika melihat pengertiannya, Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Mulai dari semut hingga Gajah, dari rumput hingga pohon kelapa semua bagian tubuhnya tersusun atas sel. Namun, Makhluk hidup ada yang tersusun dari satu sel saja, disebut organisme uniseluler, dan ada makhluk hidup yang tersusun lebih dari satu sel, disebut organisme multiseluler.
Walaupun ukurannya yang sangat kecil sel menjalankan fungsi yang amat kompleks di dalamnya, fungsi-fungsi metabolism, seperti respirasi, pencernaan selular dapat terjadi didalam organel-organel sel yang terdapat di sitoplasma. Dengan ukuran yang sekecil itu sel menjalankan fungsi layaknya sebuah pabrik raksasa, pabrik ini akan terus bekerja untuk memastikan kehidupan terus berlangsung. Ada bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi, ada yang bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel, dan ada bagian yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan keluar sel. Dengan mempelajari komponen sel, kita akan dapat memahami fungsi sel bagi kehidupan.
Robert Hooke (1635-1703) orang yang pertama kali mengidentifikasi sel. Tahun 1665 Hooke mengamati sel gabus dengan menggunakan mikroskop sederhana. Hooke melihat di dalam gabus tersebut Nampak seperti ruangan-ruangan yang kosong. Maka, dipilihlah kata dari bahasa Latin yaitu cellula yang berarti kamar kecil untuk menamai objek yang ditemukannya itu.
Kini teknologi yang semakin berkembang memungkinkan kita untuk mempelajari sel, walaupun kecil namun sel memiliki cara kerja yang sangat kompleks, rumit namun sangat teratur. Dewasa ini juga berkembang ilmu yang fokus mempelajari sel, atau biasa disebut dengan nama sitologi.
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1). Selaput plasma (membran sel, membran plasma atu juga disebut plasmalema)
2). Sitoplasma dan organel sel
3). Inti sel (Nukleus)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, February 2, 2012
Kromosom Sex dan Kromosom Tubuh
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Belajar Biologi kali ini akan membahas tentang kromosom sex dan kromosom tubuh
Kromosom berasal dari bahasa Yunani: chroma, warna; dan soma, badan. kromosom merupakan struktur dalam sel berbentuk deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme, seperti molekul kelima jenis histon dan faktor transkripsi yang terdapat pada beberapa deret, dan termasuk gen unsur regulator dan sekuens nukleotida. Kromosom yang berada di dalam nukleus sel eukariota, secara khusus disebut kromatin.
Dalam kromosom sel eukariota, DNA yang tidak terkondensasi berada dalam struktur order-quasi dalam nukleus, dimana ia membungkus histon (protein struktural, dan di mana material komposit ini disebut kromatin. Selama mitosis (pembelahan sel), kromosom terkondensasi dan disebut kromosom metafase. Hal ini menyebabkan masing-masing kromosom dapat diamati melalui mikroskop optik.
Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut lengan p (dari bahasa Perancis petit yang berarti kecil) dan lengan yang panjang lengan q (q mengikuti p dalam alfabet).
sedangkan pada sel Prokariota tidak memiliki histon atau nukleus. Dalam keadaan santainya, DNA dapat diakses untuk transkripsi, regulasi, dan replikasi.
Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Nägeli pada 1842 dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882. Sedangkan Prinsip-prinsip klasik genetika merupakan pemikiran deduksi dari Gregor Mendel pada tahun 1865 yang banyak diabaikan orang hingga tahun 1902, Walter Sutton dan Theodor Boveri menemukan kesamaan antara perilaku kromosom saat meiosis dengan hukum Mendel dan menarik kesimpulan bahwa kromosom merupakan pembawa gen.
Sistem X-Y
Sistem penentuan kelamin XY adalah sistem penentuan kelamin yang dapat ditemui pada mamalia (termasuk manusia), dan beberapa serangga (Drosophila) serta beberapa tumbuhan (Ginkgo). Pada sistem penentuan seks XY, betina memiliki dua dari kromosom seks yang sama jenisnya (XX), dan disebut kelamin homogenik sedangkan jantan memiliki dua kromosom seks berbeda (XY), dan disebut kelamin heterogenik.
Sistem ini pertama kali dijelaskan oleh Nettie Stevens dan Edmund Beecher Wilson tahun 1905
Sistem Z-W
Sistem penentuan kelamin ZW adalah sistem penentuan jenis kelamin (seks) yang berlaku pada unggas, beberapa reptil (termasuk biawak komodo), sebagian ikan, sebagian amfibia, monotremata, dan sebagian serangga (termasuk kupu-kupu dan ngengat, seperti ngengat sutera).
Dalam sistem ini, sel telurlah yang menentukan jenis kelamin keturunan, berbeda dari sistem penentuan kelamin XY dan sistem penentuan kelamin X0. Huruf Z dan W digunakan untuk membedakan sistem ini dari sistem XY. Jenis jantan memiliki kelamin homogamet ZZ sedangkan betina memiliki kelamin heterogamet ZW. Kromosom Z lebih besar dan memiliki gen lebih banyak, seperti pada kromosom X dalam sistem XY.
Sistem XO
Sistem XO dijumpai pada beberapa jenis serangga, misalnya belalang. Di dalam sel somatisnya, individu betina memiliki dua buah kromosom X sementara individu jantan hanya mempunyai sebuah kromosom X. Jadi, hal ini mirip dengan sistem XY. Bedanya, pada sistem XO individu jantan tidak mempunyai kromosom Y. Dengan demikian, jumlah kromosom sel somatis individu betina lebih banyak daripada jumlah pada individu jantan. Sebagai contoh, E.B. Wilson menemukan bahwa sel somatis serangga Protenor betina mempunyai 14 kromosom, sedang pada individu jantannya hanya ada 13 kromosom.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, January 23, 2012
Organel Sel : Sentriol
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Artikel e-Learning Biologi tentang sentriol : Organel sel ini berbentuk tabung, biasanya ditemukan pada sel-sel hewan eukariot, sentriol tidak terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi dan jamur. terbentuk dari mikrotubulus dengan lebar 0,2 μm dan panjangnya 0,4 μm. Sentriol terbentuk dari mikrotubulus, dinding sel tiap sentriol adalah 9 kelompok mikrotubulus dengan masing-masing terdiri dari 3 mikrotubulus yang tersusun secara paralel, sehingga lebih dikenal dengan nama struktur 9 + 3. tiap kelompok tidak tegak lurus dengan inti tabung, tetapi agak miring.
![]() |
| Gambar Struktur Sentiol |
Penemu Sentriol
Theodor Boveri adalah penemu struktur ini pada tahun 1888, boveri juga yang ;pertama kali mengemukakan bahwa kanker disebabkan oleh kesalahan pada saat pembelahan sel. tugas utama sentriol adalah membantu terjadinya pembelahan sel.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, January 21, 2012
Struktur Membran Sel Eukariotik
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Membran Sel
Membran sel adalah membran semi permeabel yang melingkupi sitoplasma. membran ini berfungsi untuk melindungi struktur dalam sel dari lingkungan luar sel, selain itu juga berfungsi sebagai jalur transpor bagi materi yang keluar masuk sel. sel hewan, sel tumbuhan, sel prokariotik dan sel fungi memiliki membran sel.
![]() |
| Struktur semi permeabel membran sel |
Struktur Membran Sel
Membran sel terdiri dari campuran protein dan Lipid hingga terkadang disebut juga dengan lapisan lipoprotein. kandungan lipid pada membran sel berkisar antara 20-80%. karena adanya kandungan lipid membran sel menjadi lebih fleksibel, selain itu lipid juga melakukan fungsi monitoring terhadap protein dan mengatur keadaan kimiawi sel serta membantu sel melakukan tranpor molekul yang melalui membran sel.
Lipid Membran Sel
- Phospholipid adalah komponen utama dari membran sel. terbentuk dari dua lapisan lipid (bilayer phospholipid) bagian kepalanya bersifat hidropilik namun bagian ekornya bersifat hidrophobik. lapisan ini bersifat semi-permiabel, memungkinkan molekul-molekul tertentu untuk dapat masuk ke membran sel melalui mekaniksme difusi.
- Kolesterol adalah komponen lain dari membran sel. berfungsi memberi bentuk pada membran sel, namun kolesterol tidak ditemukan pada sel tumbuhan.
- Glikolipid terletak di permukaan membran sel, pada glikolipid terdapat rantai gula karbohidrat yang berfungsi untuk mengenali sel-sel lainya di tubuh kita.
Protein Membran Sel
Struktur protein pada membran sel berfungsi memberi bentuk pada sel. reseptor protein yang terdapat pada membran sel berfungsi untuk alat komunikasi sel dengan lingkungan eksternal sel dengan menggunakan hormon, neurotransmitter dan signal molekul lainnya.
Struktur sel Eukariotik
Membrane sel hanya salah satu dari komponen sel. komponen-komponen berikut ini dapat juga ditemukan pada sel hewan eukariotik.
Sentriol - Menarik kromosom menuju ke kutub saat pembelahan sel
Cilia dan Flagela - Membantu pergerakan sel
Retikulum Endoplasma - Sintesis karbohidrat dan lipid
Aparat Golgi - Sekresi Polisakarida dan protein
Lisosom - Pencernaan Intraselular
Mitokondria - Penghasil energi sel
Nukleus - mengontrol pertumbuhan sel dan reproduksi sel
Peroxisomes - detoksifikasi alkohol, membentuk asam empedu, dan menggunakan oksigen untuk menghancurkan lemak.
Ribosom - bertanggungjawab terhadap produksi protein melalui proses translasi.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, January 20, 2012
Tipe Sel
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Artikel e-Learning Biologi tentang Tipe Sel : Sel adalah unit terkecil dari struktur kehidupan. Dari Bakteri Uniseluler hingga organisme Multiseluler yang cukup kompleks, tersusun atas sel. kali ini artikel e-Learning Biologi akan membahas tentang komponen dasar penyusun makhluk hidup.
![]() |
| E. coli : Sel Prokariot |
Dalam sistem tiga Domain, Prokariot terdiri dari Arkaea dan Bakteria. Eukariot terdiri dari Hewan, Tumbuhan, Fungi dan Protista. sel eukariot lebih kompleks dan berukuran lebih besar dibanding dengan sel prokatiot. rata-rata sel eukariot berukuran 10 kali lebih besar dibanding dengan sel prokariot.
Sel Eukariot berkembang biak melalu dua cara yaitu mitosis dan meiosis, sedangkan sel prokariot berkembangbiak dengan melakukan pembelahan biner. selama melakukan pembelahan biner, molekul DNA melakukan peplikasi sel induk dan kemudian membentuk dua sel anakan identik.
Eukariot dan prokariot memperoleh energi dengan melakukan respirasi selular. respirasi seluler melalui tiga tahapan utama; Glikolisis, siklus asam sitrat, dan transport elektron. pada sel eukariot respirasi seluler dilakukan oleh mitokondria, sedangkan pada sel prokariot fungsi ini terjadi didalam sitoplasma.
Ada beberapa struktur yang membedakan antara sel eukariot dan sel prokariot, berikut adalah tabel perbedaan antara sel prokariot dan sel eukariot.
Perbandingan Struktur Sel
| Struktur Sel Eukariot dan Prokariot | |||
| Struktur Sel | Sel Prokariot | Sel Hewan Eukariot | |
| Membran Sel | Ya | Ya | |
| Dinding Sel | Ya | Tidak | |
| Sentriol | Tidak | Ya | |
| Kromosom | Seuntai DNA | Banyak | |
| Cilia atau Flagella | Ya, sederhana | Ya, complex | |
| Retikulum Endoplasma | tidak | Ya (Kecuali Beberapa Jenis) | |
| Aparat Golgi | Tidak | Ya | |
| Lysosom | Tidak | Ya | |
| Mitokondria | Tidak | Ya | |
| Nukleus | Tidak | Ya | |
| Peroxisom | Tidak | Beberapa | |
| Ribosom | Ya | Ya | |
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, January 2, 2012
Transpor Membran : Endositosis
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Endositosis berarti transpor makromolekul dan juga materi lain yang sangat kecil ke dalam sel. pada saat melakukan endositosis sel akan membentuk vesikula baru dari membran plasma. pada dasarnya langkah-langkahnya berkebalikan dengan Eksositosis. sebagian kecil permukaan plasma akan terbenam membentuk kantong. kantong ini lama-kelamaan akan terbenam kedalam sel dengan materi dari luar sel yang terperangkap di dalamnya. Endositosis memiliki peranan penting bagi metabolisme sel, endositosis juga dapat meregulasi berbagai macam proses, seperti pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya patogen, neurotransmisi, presentasi antigen, polaritas sel, mitosis, pertumbuhan dan diferensiasi, dan masuknya obat.
Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu :
- Fagositosis ("pemakanan seluler") merupakan proses di mana sel menelan suatu partikel dengan kaki semu (pseudopod) yang membalut di sekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk bisa digolongkan sebagai vakuola. partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik.
- Pinositosis ("peminuman seluler") merupakan proses di mana sel "meneguk" tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetersan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinositosis tidak bersifat spesifik dalam substansi yang ditranspornya.
- Endositosis yang diperantarai oleh reseptor, membutuhkan reseptor yang disebut ligan.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Media Animasi Endositosis
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Media Animasi Endositosis ini diharapkan mampu membantu kita untuk memahami proses endositosis.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, December 20, 2011
Cabang-cabang Ilmu Biologi
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
2. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
3. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
5. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
6. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
7. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
8. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
9. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
10. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
11. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
12. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
13. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
14. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
15. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
16. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
17. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
18. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
19. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
20. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
21. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
22. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
23. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
24. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
25. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
26. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
27. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
28. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism
29. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
30. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga
31. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
32. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
33. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
34. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
35. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
36. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
37. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
38. Iktiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan
39. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia
40. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
41. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
42. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
43. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
44. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
45. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
46. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
47. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
48. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
49. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
50. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
2. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
3. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
5. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
6. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
7. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
8. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
9. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
10. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
11. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
12. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
13. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
14. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
15. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
16. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
17. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
18. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
19. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
20. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
21. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
22. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
23. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
24. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
25. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
26. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
27. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
28. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism
29. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
30. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga
31. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
32. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
33. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
34. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
35. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
36. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
37. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
38. Iktiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan
39. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia
40. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
41. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
42. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
43. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
44. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
45. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
46. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
47. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
48. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
49. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
50. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)






