Showing posts with label Satrio Piningit. Show all posts
Showing posts with label Satrio Piningit. Show all posts

Thursday, August 11, 2016

Wawancara Permadi, SH: Satrio Piningit Akan Muncul

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Ramalan kadang diperlukan manusia. Bisa untuk hiburan, sekadar ingin tahu, menguatkan sugesti, atau juga, untuk kepentingan politik--meski kadangkala hasilnya meleset. Salah satu tokoh yang laris ditanya perkara ramal-meramal, dan kadang hasilnya sedikit ampuh, siapa lagi jika bukan Permadi, SH., 56 tahun. Tokoh yang gemar berpakaian serba gelap ini sepertinya tak pernah luput dari incaran pers untuk soal macam begini. "Saya tahu pasti pers akan mendatangi saya bila mau akhir tahun," tuturnya pada suatu kesempatan.

Kendati demikian, sarjana hukum lulusan Universitas Indonesia ini tetap saja mau mengeluarkan jurus-jurus ramalnya. Dan ketika Hani Pudjiarti dan Bina Bektiati dari TEMPO Interaktif datang ke rumahnya yang antik dan penuh dengan kicauan cucakrawa di Kayu Putih, Rawamangun, Jakarta, pada 10 Desember kemarin, Permadi pun bicara nyaris tanpa henti. Ia lalu menyebut tahun 1997 sebagai tahun ketidak-pastian. Apa pasal? Bagaimana ia mendasarkan setiap ramalannya? Berikut petikannya.

Bagaimana ramalan Anda tentang situasi dalam negeri pada tahun 1997?

Memprediksikan Indonesia tidak bisa terlepas dari kondisi makro dunia internasional dan makro jagad raya yang lebih luas: tata surya kita. Beberapa tahun terakhir ini, tata surya kita mengalami gangguan. Yaitu terjadi konjungsi antara planet Saturnus-Neptunus- Bumi. Akibat terlalu lamanya konjungsi yang diselesaikan pada 1995 kemarin, maka yang diterima bumi ini sampai 1998, berupa keberingasan alam dan manusia. Ditambah terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. Menurut perhitungan Jawa, bulan ini dan tahun berikutnya akan terjadi tabrakan antara planet Yupiter dan komet-komet Levistra.

Peristiwa itu akan menyebabkan terjadinya pengaruh bencana alam yang lama, yakni sejak 1990 sampai 1998 nanti. Dunia akan penuh dengan berbagai gejolak yang ditimbulkan oleh alam dan manusia. Misalnya: banjir, timbulnya penyakit mewabah , keberingasan individu, perkosaaan, perampokan, tawuran, perang lokal dan internasional. Sejak 1990 kejadian ini sudah dimulai dan berlanjut sampai 1998. Klimaksnya akan kita temui pada 1997. Hanya saja, tahun 1997 nanti boleh dikata the unpredictable years. Maksudnya, tahun yang tidak bisa diprediksi keseluruhannya secara ilmiah, baik di bidang ekonomi, politik, sosial, hankam dan sebagainya. Kalau di Indonesia sendiri, karena pengaruh konjungsinya belum berakhir sejak 1995 kemarin, maka sampai 1997 nanti gejala-gejala bumi makin panas.

Kalau begitu, kondisi di seluruh dunia bisa kacau?

Ya. Karena dunia sudah kacau. Ini ditandai dengan maraknya dunia yang sudah menimbulkan kerusuhan-kerusuhan seperti pemboman, teroris, pembunuhan separatis dan sebagainya. Ini tersebar dari Yugoslavia, Afrika, Timur Tengah dan di Indonesia sendiri. Pokoknya, tidak ada negara yang tidak ribut. Nah, hari-hari yang semakin mendekati klimaksnya menjelang tahun 1997, sebagai tahun yang sulit diramalkan, maka tak ada satu ilmu pun termasuk ilmunya Habibe yang mampu menguasai perubahan -perubahan alam secara tepat.

Mengapa dibilang tahun yang tak bisa diprediksikan secara ilmiah?

Di sana ada hal-hal yang tak bisa ditebak dan dicegah, seperti hancurnya bumi oleh komet, mencairnya kutub-kutub es, dan sebagainya. Karena semua belum ada yang mampu menanggulanginya, sehingga akan terulang lagi kasus Sodom dan Gomorah, kasus Nabi Nuh. Pokoknya, akan bangkit soal kesewenangan di lapisan dunia. Di Indonesia juga begitu. Yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. Lihat kasus Marsinah, kasus 27 Juli, kasus Udin dan sebagainya. Semuanya dilakukan oleh political egineering (rekayasa politik) yang dirancang menjadi bermakna negatif. Rekayasa bahkan menjustifikasi kesalahan menjadi kebenaran. Perlakuan manusia terhadap manusia ini sudah menimbulkan keprihatinan,dan penderitaan luar biasa. Mereka menjadi gampang marah, tidak mampu mengekspresikan kebaikan karena ketakutan yang diterima.
Bisakah sekarang disebut sebagai zaman edan? Contohnya?

Ciri-ciri zaman edan menurut bait-bait syair Joyoboyo, ya, persis seperti sekarang. Bait itu mengatakan, bila sistim pemerintahnya, para penguasanya, bertindak sewenang-wenang , yang di atas menjilat dan menindas yang di bawah, korupsi merajalela, rakyat kecil hanya bisa menangis, moral akan rusak, maka menunjukkan ke arah sana. Semua ini sebenarnya sudah tergambar pada seribu tahun lalu, yang menyebutkan, besok tumakaning (kalau sudah sampai, Red) zaman edan. Akan banyak anak tanpa bapak, orang laki-laki jadi perempuan, dan orang perempuan menjadi laki-laki, laki-laki kehilangan keperwiraannya, orang perempuan kehilangan rasa malunya. Akan terjadi perkosaan, pembunuhan, dan sebagainya.

Kalau Pak Harto, akan menjadi Presiden lagi atau tidak?
Kalau menurut prediksi saya, tidak.
Bahkan tidak akan menyelesaikan tahun ini?
Ya.
Mengapa tidak menyelesaikan?

Karena saya yakin bila Pak Harto harus mundur, itu mungkin. Jika dilihat usianya, bisa saja sakit. Arahnya ke ketidakmampuan beliau seperti Deng Xoping, atau Kim Il Sung yang meninggal dan putra mahkotanya belum tentu mempunyai potensi yang sama. Seperti juga Yeltsin (yang terserang jantung) dan sebagainya. Semua muncul karena hukum alam dan hukum manusia saling memperebutkan kue yang sudah mulai bisa diperebutkan dan penjaganya mulai lengah.

Bila Pak Harto tidak mampu menyelesaikan jabatannya ini, apa yang akan terjadi?

Saya kembalikan ke Joyoboyo. Karena, ramalan itu mengatakan: kalau puncak zaman edan sudah dicapai, yang terjadi, penyelesaiannya, adalah goro-goro. Gejolak sosial pakemnya Joyoboyo.

Apakah tahun depan kerusuhan antar agama akan terjadi?

Sebagai tahun yang sulit diduga, hal-hal itu akan mewarnai tidak hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia. Contoh, dengan dijatuhkanya Benazir Bhutto di Pakistan, tidak akan membuat ketenangan, karena dalam satu tahun mendatang akan diteruskan dengan pergolakan-pergolakan. India bergejolak, juga di Myanmar, dan sebagainya. Setelah keluar dari penjara, pernah saya katakan akan terjadi perang besar di Timur Tengah. Orang-orang mentertawakan saya, karena yang terjadi justru perdamaian antara Israel dengan Palestina. Tapi kalau mau jujur, dibalik perdamaian itulah awal dari peperangan akan datang. Ini dimulai dengan pembunuhan para juru damai oleh rakyatnya sendiri seperti Anwar Sadat, Yitzhak Rabin, Simon Peres. Hal-hal yang tidak terduga ini akan memungkinkan terjadinya perang agama, perang politik, dan akibatnya pun sampai ke Indonesia.

Adakah cara untuk mencegahnya?

Tidak ada. Karena seperti yang difirmankan Tuhan: pada zaman Nabi Muhammad akan Kuturunkan seorang penyelamat yang akan menghancurkan jahiliyah, begitu juga zaman Musa, Fir'aun, Nabi Nuh, dan zaman Kristus. Jadi sesungguhnya sudah diberitahukan di Indonesia akan menyaksikan munculnya Ratu Adil atau Satrio Pingitan. Jongko Joyoboyo sudah menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia ini suatu saat akan mempunyai pemimpin yang adil, mau memakmurkan rakyatnya. Mitos-mitos ini banyak sekali diungkap dari mitos Joyoboyo atau sebagai mitosnya kebangkitan kembali Majapahit dan mitos Notonegoro.

Apa isi penting mitos Notonegoro?

Umumnya mempunyai penafsiran cukup luas dan bisa kita analisa secara politik. Maksudnya, bahwa pemimpin Indonesia nama belakangnya Notonegoro. Yang pertama no kebetulan Soekarno, kedua to - Soeharto. Orang lalu tercekam yang ketiga lalu pakai no. Tetapi ada juga jongko-jongko mengatakan Indonesia sebelum masyarakat adil dan makmur ini cuma punya tiga pemimpin yang disebut Satrio Kinengjoro (satria yang dipenjara, Red), Mukti Wibowo (baik dan berwibawa, Red) dan Satrio Piningit. Kebetulan Satrio Kinengjoronya sudah Bung Karno yang selama hidupnya banyak dipenjara. Dan Satrio Mukti Wibowonya Pak Harto yang kaya raya. Sekarang tinggal menunggu Satrio Piningit ya kebetulan tinggal pakai suku kata Negoro. Orangnya apakah Wardiman Djojonegoro, Mochtar Djojonegoro, atau siapa pun.

Kemudian, sekarang, faktor no ketiga ini siapa yang berfungsi menimbulkan goro-goro apakah Tri Sutrisno, Moerdiono, atau Hartono? Kalau Hartono mempunyai potensi untuk no yang ketiga. Sebelum Hartono muncul, saya sudah ngomong, bahwa yang akan menjadi Satrio Piningit ini adalah gabungan dari Soekarno dan Soeharto. Apakah karakternya atau namanya. Lah, kebetulan kok Hartono ini mempunyai gabungan dari Harto dan Soekarno. Dilihat dari hari lahirnya pun sangat berpotensi. Soekarno lahir 6 juni 1901. Soeharto lahir 8 juni 1921. Dan, Hartono lahir 10 juni 1941. Ya urutanya klop. 6, 8 ,10 serta 01, 21, 41. Jadi, dia berpotensi untuk menjadi no ketiga yang menimbulkan goro-goro, baru muncul Satrio Piningit. Ini teori spritual saya sebagai wong jowo yang ngotak ngatik kathuk (sekadar mencocok-cocokan saja, Red)

Menurut Anda, siapa Satrio Piningit itu?

Ya, kalau namanya diketahui bukan Satrio Piningit. Yang jelas sekarang banyak orang merasanya begitu. Sebut saja Habibie -- Harmoko pun begitu. Bahkan, Sri Bintang Pamukas pun sama. Saya beri contoh, antara Soekarno dan Soeharto adalah setengah piningit. Soekarno, kemunculanya sudah diketahui orang sejak dia muda. Cokro Aminoto, Agus Salim dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya sudah paham bila anak muda inilah yang akan menjadi pemimpin. Jadi, kemunculannya sudah diketahui. Tapi, soal tindak tanduknya tidak dapat diketahui. Tiba-tiba keluar dari PBB, bikin Ganevo, dan sebagainya.

Sebaliknya, Soeharto, kemunculannya tidak diketahui dan ndak (ada yang) ngira Pak Harto bisa jadi presiden berhadapan dengan A. Yani, Juanda dan Chairul Saleh. Tetapi, tindakannya semua orang sudah pada tahu, pidatonya mesti begini. Jadi, diapun setengah piningit. Nah yang nanti munculnya tidak diketahui dan tindakanya pun tidak diketahui. Kelak dialah yang akan membesarkan Indonesia tetapi juga akan memakai ajaran Soekarno untuk kebesaran bangsa dan keyakinan Sukarno untuk menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia. Kelak dunia ini akan hancur, tetapi Indonesia sudah konsolidasi terlebih dahulu dengan Satrio Piningit yang akan menjadikannya negara besar Nusantara seperti mitosnya masyarakat Jawa.

Kalau menurut jongko Joyoboyo, siapa itu Satrio Piningit?

Satrio Piningit itu adalah seorang yang masih berdarah Majapahit. Sebab, kemunculannya berkaitan dengan munculnya kembali kebangkitan Majapahit setelah 500 tahun lalu. Dan kemudian orang banyak yang mengaku-aku dirinya Satrio Piningit . Tetapi dikatakan dalam jongko Joyoboyo, Satrio Piningit ini adalah seorang Majapahit yang berilmu untuk keadilan dan kebenaran orang banyak. Sehingga, disebut Ratu Adil. Dalam perjalan hidupnya, ia sering mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sering kesapar ( bernasib malang dan susah, Red), kesandung. Makanya, dia mendapat predikat Satrio Wiragung (ksatria yang agung, Red). Karena hidupnya dipermalukan terus oleh masyarakat, maka dia mempunyai kekuatan seperti nabi. Jadi, dirinya sudah ada, mungkin sudah membaur. Karena waktunya sangat dekat, saya ndak tahu . Sebab kalau saya tahu sudah bukan Satrio Piningit lagi.

Kemunculan Ratu Adil akan ditandai dengan meletusnya gunung Karakatau?

Memang didalam jongko Joyoboyo disebutkan gunung-gunung akan meletus nanti. Seperti, Krakatau, Slamet, dan terakhir gunung Merapi. Yang aneh, dalam jongko Joyoboyo tersebut, disebutkan laharnya akan ke kota Yogya. Padahal, selama ini hanya menuju Magelang. Pada tahun 1994 itu laharnya memang mulai ke kota Yogya, tapi hanya sedikit. Ini semua seperti yang sudah diramalkan 1000 tahun yang lalu sebagai akhir dari segala puncak zaman edan.

Kembali ke Pak Harto. Bila beliau tidak dapat menyelesaikanya akhir jabatan nya pada tahun 1998, apakah akan ada periode yang meminta banyak korban ?

Ya. Kalau referensi saya kembali ke Joyoboyo, ya, memang itu yang akan terjadi goro-goro itu. Dan ini memang tahap milenium ketiga yang memungkinkan selama tiga tahun sejak 1995 sebagai masa transisi kita. Yang jelas penghancuran itu bukan hanya di Indonesia tetapi juga diseluruh dunia oleh alam.

Apakah Satrio Piningit itu laki-laki?

Belum tentu. Seperti yang saya katakan tadi, Indonesia itu meluhurkan wanita sejak dulu. Wanita yang menjadi pemimpin tidak sedikit. Paling tidak, sergaraning nyowo( belahan jiwa, Bed) bisa dilihat dari Ken Dedes, Tri Buawana Tunggal Dewi, Ratu Kalinyamat, dan sebagainya. Mereka sangat hebat dan bagus. Contoh lain, Sultan Hamengkubuwono IX terikat pada ratu Kidul. Sukarno pun mengatakan keterikatannya pada wanita Inggit yang mendampinginya sampai ke gerbang kemerdekaan. Tidak sedikit pula wanita yang jadi raja, jadi panglima perang, seperti Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, Kartini, Cut Nya' Dhien, dan sebagainya.

Kalau memang abad milenium ketiga ini dimulai dengan abad Aquarius memang menguntungkan wanita. Nggak heran melihat kemunculan Indira Gandhi, Margareth Teacher, nyonya Clinton, Aung San Suu Kyi, sampai Megawati. Jadi bisa dikatakan arah ke depan sebagai ladies' years.

Menurut Anda, Megawati mampu jadi pemimpin ?

Setiap pemimpin Indonesia secara pribadi kualifikasi tidak ada yang mampu, kecuali, Bung Karno. Kalau Bung Karno itu sudah sampai saya mengkultuskannya karena sudah seperti dewa. Dia mempunyai pemahaman segala macam. Megawati, Tutut, Hartono, mereka pun masih begitu sempit soal pandangannya. Tetapi memang pemimpin Indonesia mempunyai suatu keistimewaan karena rakyat Indonesia yakin dia menerima wahyu.

Jadi, sekalipun Megawati itu secara kualifikasi individunya tidak mampu, tetapi kalau nanti dia terpilih, maka, akan didampingi konsep orang Jawa sebagai pemimpin yang dekat dengan para leluhurnya. Seperti halnya Bung Karno: mengapa bisa besar - karena diyakini oleh Gajah Mada yang mampu mempersatukan Indonesia ber-Bhineka Tunggal Ika beribu pulau, beribu etnis disatukan pada Sumpah Palapanya. Lalu, Pak Harto yang didampingi para leluhur tertentu sehingga mampu bertahan didalam segala guncangan.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, November 17, 2014

Ronggowarsito Ramalkan Tujuh Satrio Piningit Indonesia

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Ronggowarsito adalah spiritualis indonesia yang sangat ternama karena ramalannya banyak yang sudah terbukti. Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit (Negara Indonesia), yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
 
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR
. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
 
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
 
SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
 
SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
 
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
 
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

 
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Misteri Satrio Piningit

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa "Ratu Adil" atau Satrio Piningit ialah sosok pemimpin yang mampu membawa Nusantara atau Bangsa Indonesia menuju negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo (kaya sumber daya alam dan subur, aman, tentram, dan sejahtera). Bung Karno Sang Proklamator Bangsa Indonesia pun di suatu kesempatan pernah menyatakan bahwa, kelak suatu saat nanti Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju zaman keemasan.

"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil". Apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan, datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap. "Kapan, kapankah matahari terbit?" (Soekarno, 1930), dalam bukunya Indonesia Menggugat.

Bila mengikuti alur ramalan Prabu Sri Jayabaya tentang keadaan Nusantara, di suatu masa di masa datang, akan ada suatu masa yang penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Tetapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru. Zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman keemasan nusantara. Dan, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Banyaknya berbagai bencana dan persoalan bangsa Indonesia yang datang dan pergi silih berganti apakah pertanda bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu". Suatu zaman yang digambarkan dengan kekacauan dan pengrusakan yang demikian dahsyat. Kedahsyatan itu sering pula dinamakan dengan masa "Goro-goro" yang digambarkan dengan "bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap", bumi mengalami kegoncangan yang dahsyat hingga langit menjadi tergetar.

Suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu" atau "Goro-goro" ini sebagai awal akan datangnya suatu zaman keemasan dengan datangnya seorang pemimpin yang disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Membawa Bumi Nuswantoro atau Musantara ke masa kejayaan, di mana kebenaran akan jaya: "suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti" atau "semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi", dan dalam terminologi Islam disebut: "idza jaal haqqu wazahaqal bathil, innal batila kana zahaqu".

Ratu Adil atau Satrio Piningit
Kita mungkin dengan diam-diam atau bahkan dengan terbuka berharap kelak Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki berbagai keutamaan yang oleh kepercayaan masyarakat Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Kelak akan datang seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis).

Sifatnya yang lemah lembut, penuh perasaan, dan kasih sayang layaknya seorang ratu yang memerintah. Sifatnya yang juga adil dalam menjalankan hukum dan persamaan derajat membuat dia disebut sebagai "Ratu Adil" karena dia adalah keadilan itu sendiri.

Istilah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit baru dikenal pada zaman pujangga Kraton Mataram di Surakarta. Pada sekitar tahun 1830-1873 Masehi meskipun sebelumnya telah ada Jangka Tanah Jawa yang merupakan mahakarya Prabu Sri Jayabaya pada masa keemasannya di Kerajaan Kediri (1135-1157 M).

Prabu Sri Jayabaya menyebut dalam ramalannya: "marga sirapih, rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji sijilane utama, ingapuran naranata, kang kapisan, karanya, adenge tanpa sarana, nagdom, makduming srinata, sonya rutikedannya". Artinya: kedatangan pemimpin baru tidak terduga. Seperti muncul secara gaib dan mempunyai sifat-sifat utama.

Munculnya yang tidak terduga dan sifat-sifat keutamaan pemimpin baru yang dalam Jangka Tanah Jawa Jayabaya diyakini akan mengakhiri zaman "Kolo Bendhu". Besar kemungkinan oleh R Ng Ronggowarsito dicoba untuk dihadirkan sosoknya secara lebih jelas dengan mengartikannya sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dengan berbagai sifat-sifat keutamaannya.

Segala sifat adil "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang berarti satria yang masih tersembunyi itu digambarkan oleh R Ng Ronggowarsito sebagai tunjung putih semune pudhak sinumpet. Artinya, tokoh yang masih suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak laksana bunga pandan yang tersembunyi di kelebatan daunnya.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya --R Ng Ronggowarsito tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan. Seperti tersirat pada penjelasan R Ng Ronggowarsito berikutnya: "wadya punggawa sujud sadya, tur padha rena prentahe". Artinya, rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya.

R Ng Ronggowarsito mempertegas lagi dengan mengatakan, "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu tak membebani kehidupan rakyatnya. Sebagaimana tersurat pada bait ramalan selanjutnya, "wong deso iku wedale kang duwe pajak sewu pan sinuda dening narpati mung metu satus dinar". Artinya, pajak yang dibebankan kepada rakyat dikurangi dari seribu menjadi hanya seratus dinar.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit diramalkan akan muncul secara tak terduga ketika zaman dalam keadaan kacau atau zaman "Kolo Bendhu", dan membuka zaman baru, "Kolo Subo". Ramalan ini telah pula disebutkan dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya dalam bait "saking marmaning Hyang Sukma, zaman kolobendhu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjaniro, karaton ing Tanah Jawa mamalaning bumi sirna, sirep dur angkara murka". Artinya: atas kehendak Tuhan, zaman kolobendhu hilang berganti zaman kemakmuran, hilang kutukan bumi dan angkara murka mereda. R Ng Ronggowarsito menyebut zaman Kolo Bendhu dengan zaman edan dalam serat kalatidha.

Kepemimpinan yang Amanah

Mengikuti berbagai ciri-ciri keutamaan dan gambaran tentang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dalam ramalan Prabu Sri Jayabaya dan R Ng Ronggowarsito dapatlah kita meyakini bahwa pemimpin yang menjadi dambaan rakyat itu adalah sosok pemimpin yang amanah (dipercaya). Pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi yang kepribadiannya merupakan penyatuan nur dan cahaya illahi.

Pemimpin yang melanjutkan atau mewarisi kepemimpinan nabi itu tentu bisa jadi adalah seorang pemimpin yang sekaligus memiliki sifat-sifat keulamaan. Karena, ulama adalah pewaris nabi. Bisa jadi pada diri tokoh pemimpin itu yang dalam terminologi Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah tokoh yang menyatu pada dirinya sebagai umara dan ulama.

Bila menggambarkan sosok "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana yang meyakini adanya Imam Mahdi sebelum datangnya Dajjal maka dalam pemahaman ini Al Quran tidak pernah menyebut tentang Imam Mahdi yang datang menolong umat manusia dari datangnya Dajjal. Ada beberapa hadist mengungkap tentang Imam Mahdi di antaranya adalah: "Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan" (HR Abu Dawud 9435).

"Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan" (HR Muslim 5161).

"Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membaiat Imam Mahdi secara paksa, maka ia diabaiat di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Kabah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah" (HR Abu Dawud 3737).

"Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbaiatlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas dalju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al Mahdi" (HR Abu Dawud 4047).

Dalam sejarah kehidupan manusia Allah mengutus Rasul dan Nabi untuk memperbaiki tatanan masyarakat yang jahiliyah. Masyarakat yang zalim penuh dengan perbuatan angkara murka. Kejahatan dan perbuatan dosa yang menentang keesaan dan kekuasaan Allah.

Apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah seperti pemimpin yang ditunjuk oleh Allah melalui nabi dan mewarisi kepemimpinan nabi atau pemimpin yang ditunjuk oleh Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al Quran: "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu". Mereka menjawab, "bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekeyaan yang banyak". (Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik". Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Allah maha luas, maha mengetahui" (QS: Al Baqarah: 247).

"Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)" (QS: Al Qasas: 5).

Kemudian apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu adalah para pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi seperti para sahabat nabi yang menjadi khulafaur Rasyidin. Atau pemimpin seperti Umar Bin Abdul Azis yang termashur kepemimpinannya sebagai pemimpin yang amanah?

Tampaknya dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia yang masih terus menghadapi berbagai persoalan dan masalah terutama masalah krisis moral yang membawa bangsa Indonesia sebagai negara yang terkorup di dunia hingga menjadi suatu negeri yang disebut sebagai "negeri tuyul" dan banyaknya berbagai musibah dan bencana dan "Goro-goro" apakah telah memenuhi syarat akan munculnya pemimpin yang disebut sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit?

Kini dan di masa yang akan datang kita belum dapat memastikan bahwa para pemimpin Indonesia itu dapat disebut sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Kita hanya dapat memastikan bahwa Bangsa Indonesia kini dan di masa yang akan datang memiliki pemimpin yang disebut sebagai "Satrio Pinilih". Karena, pemimpin itu terpilih dan dipilih oleh rakyat melalui suatu mekanisme pemilihan umum yang demokratis.

Apakah kita Bangsa Indonesia boleh berharap akan datangnya "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagai pemimpin yang masih tersembunyi dan siapa sebenarnya "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu?

Hanya Allah yang maha tahu, yang menguasai alam semesta dan segala isi dan segala rahasia yang terkandung di dalamnya
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, November 16, 2014

Ratu Adil dan Satrio Piningit

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Banyak tulisan-tulisan di internet yang menyamaratakan antara Ratu Adil dan Satrio Piningit. Satu orang menulis: "Satrio Piningit (Ratu Adil)" maka orang lain menulis seperti itu tanpa tahu duduk persoalannya. Dibandingkan isu Ratu Adil, isu Satrio Piningit tergolong baru. Isu Satrio Piningit populer dan dibicarakan dimana-mana sekitar tahun 1998.

Pengalaman saya mengatakan bahwa Ratu Adil dan Satrio Piningit adalah dua sosok yang berbeda, tetapi bukan berarti keduanya tidak memiliki hubungan sama sekali. Seorang budayawan dan rohaniwan yang mengangkat topik Ratu Adil dalam disertasinya tidak memahami apa arti satrio piningit yang sebenarnya.
Berikut ini saya kutipkan tulisan Sindhunata yang berjudul Kera Sakti dalam kumpulan karyanya yang berjudul Bayang-bayang Ratu Adil diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) tahun 1999. Dalam artikel tersebut dikatakan: "Bersama kawan-kawannya, Marwoto baru mementaskan lakon ketoprak Kera Sakti Satria Piningit. Satria Piningit sedang diramalkan dan dibicarakan di mana-mana. Tapi tak pernah jelas, siapa itu Satria Piningit. Apakah ia ada dan akan datang, juga masih tanda tanya. Kegemaran kita untuk berkasak-kusuk tentang Satria Piningit yang tidak jelas itu adalah bukti, bahwa kita ini adalah bangsa yang gemar akan politik yang tidak jelas dan penuh
teka-teki" (hlm 193).

Kutipan di atas jelas-jelas menunjukkan sesorang yang mendalami tradisi Ratu Adil dalam disertasinya pun tidak tahu apa itu Satrio Piningit. Ini juga menunjukkan isu Satrio Piningit tidak setua isu Ratu Adil.

Ada beberapa buku yang secara khusus membicarakan isu Satrio Piningit. Dua di antaranya adalah karya Kusumo Lelono (KL) terbitan GPU dan karya D Soesetro & Zein Al Arief (D&Z) terbitan Penerbit Media Pressindo Yogyakarta. Keduanya terbit tahun 1999. Dalam buku KL di bawah judul Satrio Piningit ditambahkan keterangan 25 Sandi Gaib Mengenai Pemimpin Bangsa, Para Tokoh, Partai, dan Situasi Sosial Politik Indonesia. Sementara dalm buku karya D&Z diberi judul tambahn: Sosok Misterius yang akan membawa Indonesia keluar dari Krisis.

Keduanya banyak membahs isu satrio piningit meskipun memiliki pendekatan berbeda. Karya KL berisi sandi gaib berdasarkan pendekatan spiritual KL sebagaiman ditulis dalam pengantar (hlm xx). Sementara karya D&Z menggunakan pendekatan studi pustaka khususnya tabloid dan majalah yang marak mengangkat isu SatrioPiningit di tahun 1998.

Memang dalam kedua buku itu istilah satrio piningit dikaitan dengan Ratu Adil. Dalam pengantarnya di hlm xii-xiii, KL mengatakan: "Zaman Kalasuba bertepatan dengan munculnya seorang penyelamat berjulukan Sultan Herucakara atau disebut juga Satrio Piningit. Dalam Ramalan Jayabaya tokoh ini dilambangkan sebagai Tunjung Putih Semune Pudak Sinumpet". Sementara itu dalam karya D&Z dikatakan: "Zaman Edan muncul pada tahap sejarah tertentu baru berakhir jika sudah muncul Ratu Adil atau Satrio Piningit untuk memulihkan situasi" (hlm 10).

Mungkin karena kutipan itu lalu orang menyamaratakan satrio piningit dengan Ratu Adil. Pengalaman saya mengatakn keduanya memang memiliki kemiripan tetapi tidak sama. Istilah piningit dalam satrio piningit memang berarti tersembunyi atau disembunyikan, tetapi bisa juga berarti belum dikenal. Airlangga (1021-1042M) dan kisah Damrwulan bisa mengilustrasikan makna Satrio Piningit. Seorang satrio piningit tidak harus muncul sebagai Ratu Adil tetapi tidak berarti bertentangan dengan Ratu Adil. Dalam pengalaman saya seperti yang telah saya ceritakan dalam postingan terdahulu (Wahyu Keprabon) muncul sebagai raja mataram. Mungkin bagi banyak orang itu aneh, tetapi bagi saya tidak. Persoalannya adalah karena tiak bnyak yang tahu bahwa bumi Mataram pernah dikuasa oleh orang asing yang tidak tahu makna mataram.

Orang yang memahami makna mataram, tindakannya bisa selaras dengan kehendak Ratu Adil yang membela keadilan dan kesejahteraan publik bagi rakyat. Meskipun saya meyakini bahwa saya adalah satrio piningit, saya tidak akan mengaku sebagai Ratu Adil karena yang pantas menjadi Ratu Adil adalah Tuhan sendiri. Tetapi itu bukan berarti saya bertentangan dengan Ratu Adil. Saya telah memahami pantangan-pantangan apa yang harus saya jalani yang ditetapkan Tuhan. Hal ini adalah salah satu bentuk asketisme.

Kalau ada seseorang mengaku sebagai Satrio Piningit tetapi tidak menjalani pantangan-pantangan tertentu, ia bukan Satrio Piningit yang ditunggu banyak orang.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, November 15, 2014

Ramalan Joyo Boyo "Satrio Piningit

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Pasca goro-goro besar melanda planet bumi (antara lain terjadi kiamat bumi, perang besar, perang dunia, serangan jatuhnya benda angkasa, bencana alam terus-menerus) dan pulihnya jagad bumi manusia seperti sediakala menjadi normal kembali maka Ratu Adil alias "satrio piningit" alias "satrio pinandito sinisihan wahyu" didampingi titisan atau reinkarnasi terbaru Sabdo Palon dalam wujud seorang manusia (bukan makhluk halus) akan tampil memimpin kejayaan Nusantara dan bumi selatan yang berpenduduk bangsa kulit berwarna. Sedangkan bangsa kulit putih dan bangsa berkulit kuning bukan menjadi urusan beliau. Demikian ucapan Sabdo Palon tatkala muncul pertama kali setelah menghilang selama limaratus tahun sejak runtuhnya Majapahit.

     Sesuai ramalan Joyoboyo bersinggungan munculnya sang Ratu Adil alias "satrio piningit" dan sesuai uga Prabu Siliwangi  tentang pendamping Satrio Piningit yakni pemuda berjanggut, dan juga sesuai ucapan Sabdo Palon di atas dengan sendirinya kedua tokoh pemimpin Nusantara tersebut adalah dwi-tunggal satu sama lain saling melengkapi dan tidak saling bertentangan. Tugas atau peran Sabdo Palon ialah mengadakan "fit and propher test" terhadap "satrio piningit". Sejak pertama muncul Sabdo Palon sudah menyediakan kursi singgasana kosong, dan barang siapa sanggup duduk di atasnya maka dialah yang akan diangkat sebagai raja. Sebagai gambaran struktur negara modern Sabdo Palon akan berperan sebagai "yudikatif" sekaligus "legislatif", Satrio Piningit (yang dimaksud di sini adalah Ratu Adil) memegang tampuk pemerintahan "eksekutif".

     Sabdo Palon memang telah muncul akan tetapi Ratu Adil "Satrio Piningit" belum ada atau belum maju ke hadapan Sabdo Palon. Mengapa? Ratu Adil "Satrio Piningit" belum menerima wahyu Illahi atau pulung gaib wahyu keprabon karena memang belum tiba saat yang tepat. Kapan dan di mana keberadaan Sabdo Palon dan calon Ratu Adil "Satrio Piningit" memang belum ditemukan selama mereka belum muncul karena sebab besar atau goro-goro besar belum terjadi. Dalam teori revolusi mbah karl marx dan mbah lenin, "pimpinan akan muncul tatkala segenap rakyat sudah siap untuk mengadakan revolusi." Pemimpin revolusi tidak akan mengumumkan kapan memulai suatu revolusi, rakyatlah yang merasa kehidupannya keterlaluan menyengsarakan dan tidak lagi mempercayai negara. Tatkala itulah seorang pemimpin tampil maju ke depan untuk memimpin rakyat yang sudah matang hendak berevolusi.

     Berikut ini bait-bait yang menggambarkan kemunculan satrio piningit yang dilontarkan oleh Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo dari Kediri pada abad kesebelas masehi:

selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun
sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu
bakal ana dewa ngejawantah
apengawak manungsa

Kelak menjelang tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu. Akan muncul dewa turun ke bumi yang berwujud seorang manusia (Ratu Adil "satrio piningit"
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info