Showing posts with label sma xi. Show all posts
Showing posts with label sma xi. Show all posts

Saturday, May 12, 2012

Proses Defekasi; Bagaimana Makanan dicerna?

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Proses defekasi (buang air besar) adalah proses yang sangat penting dalam proses pencernaan, juga sangat erat kaitannya dengan tingkat kesehatan tubuh. Pada tahun 1929 Dr. Arbuthnot Hane, seorang dokter dan pakar colon mengemukanan "sembelit merupakan sebab dari segala jenis penyakit yang menyerang peradaban manusia".

Jika proses defekasi terhambat maka akan terjadi penumpukan sisa-sisa makanan yang telah membusuk. Pembusukan tesebut menghasilkan toksin yang dapat mengikis membran mukosa usus besar sehingga terjadi infeksi. Selain itu tumpukan kotoran yang tidak terbuang akan membentuk plak di dinding usus. Plak ini dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri dan virus patogen yang dapat menginfeksi membran usus dan masuk ke sirkulasi tubuh dan menyerang seluruh organ tubuh. Kondisi inilah yang disebut proses autointoksinasi.
Sisa-sisa makanan akan mengalami masa transit di usus besar. Waktu yang dibutuhkan dalam proses itu kurang lebih 14 jam. Kemudian pembuangan bila lambung terisi makanan dan merangsang peristaltik didalam usus besar.

Hal ini berarti jumlah yang normal untuk proses defekasi adalah dua kali setiap hari. Jika seseorang mengalami defekasi satu kali setiap hari atau kurang dari itu berati dia mengalami sembelit. Dimana jika telah berlangsung lama akan menyebabkan autointoksinasi.
Kotoran yang tertahan di dinding usus besar

Hari Pertama
08.00 pagi
Sarapan, proses dimulai setelah makanan ditelan
12.00
Sisa-sisa makan pagi telah sampai di ileum dan katup ileocecal dan segera memasuki usus besar
13.00
(A) Lambung diisi makan siang
(B) Sisa sarapan melewati katup Ileocecal masuk ke usus besar.
17.00
(A) Sisa sarapan sudah memasuki colon
(B) Makanan siang akan memasuki usus besar
18.00
(A) Sebagian besar sisa makan pagi berada di kolon mendatar dan kolon menurun.
(B) Sisa makan siang memasuki kolon bercampur dengan sisa makan pagi.
(C) Makan malam memasuki lambung.
21.00
(A) Sisa makan pagi berada di colon sigmoid dan siap dikeluarkan.
(B) Sisa makan siang berada di colon naik dan colon mendatar.
(C) Sisa makan malam siap memasuki colon.
22.00
(A) Sisa makan pagi dibuang
(B) Sisa makan siang mulau menuju colon menurun
(C) Sisa makan malam menungu untuk masuk ke colon
Hari kedua
 06.00
Sisa makan siang siap untuk dibuang
06.30
Sisa makan malam masih ada dalam colon.

Makan pagi masuk ke dalam lambung.
Jika defekasi terjadi satu kali dalam sehari

Gambaran menunjukkan keadaan colon jika defekasi hanya terjadi satu kali sehari. Dalam colon terdapat sisa-sisa enam kali makan.

Menggambarkan keadaan colon pada kasus sembelit kronis. Dalam colon terdapat sisa sembilan kali makan

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Struktur dan Anatomi Usus Halus

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Usus halus adalah saluran yang memiliki panjang ± 6 m. Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi chyme dari lambung. Usus halus memanjang dari pyloric sphincter lambung sampai sphincter ileocaecal, tempat bersambung dengan usus besar. Usus halus terdiri atas tiga bagian , yaitu: duodenum, jejunum, ileum.
Organ Pencernaan

Duodenum, bagian terpendek (25cm), yang dimulai dari pyloric sphincter di perut sampai jejunum. Berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pancreas dan duodenal papilla, tempat bermuaranya pancreas dan kantung empedu. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase. Pankreas menghasilkan amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino/albumin dan polipeptida. Dinding usus halus mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar brunner yang berfungsi  memproduksi getah intestinum.

Letak Duodenum

Jejunum memiliki panjang antara 1,5 m – 1,75 m. Di dalam usus ini, makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan berbagai macam enzim yang dapat memecah makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam jejunum, makanan menjadi bubur yang lumat yang encer.

Usus penyerapan (ileum), panjangnya antara 0,75m – 3,5m terjadi penyerapan sari–sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus/vili. Adanya jonjot usus mengakibatkan permukaan ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan makanan dapat berjalan dengan baik. Dinding jonjot usus halus tertutup sel epithelium yang berfungsi untuk menyerap zat hara. Terdapat sekitar 1000 mikrovili (gambar 3) dalam tiap sel. Dinding tersebut juga mengeluarkan mucus. Enzim pada mikrovili menghancurkan makanana menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa yang menyerap zat hara dari permukaan jonjot. Vena porta mengambil glukosa dan asam amino, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke sel limfa.

Mikrovili

Lapisan usus halus (gambar 4) terdiri atas 4 lapisan yang sama dengan lambung, yaitu :

  1. Lapisan luar adalah membran selulosa, yaitu peritornium yang melapisi usus halus dengan erat.
  2. Lapisan otot polos terdiri atas 2 lapisan serabut, lapisan luar yang memanjang (longitudinal) dan lapisan dalam yang melingkar (serabut sirkuler). Kontraksi otot polos dan bentuk peristaltic usus yang turut serta dalam proses pencernaan mekanis, pencampuran makanan dengan enzim-enzim pencernaan dan pergerakkan makanan sepanjang saluran pencernaan.. Diantara kedua lapisan serabut berotot terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, dan pleksus syaraf.
  3. Submukosa terdiri dari jaringan ikat yang mengandung syaraf otonom, yaitu plexus of meissner yang mengatur kontraksi muskularis mukosa dan sekresi dari mukosa saluran pencernaan. Submukosa ini terdapat diantara otot sirkuler dan lapisan mukosa. Dinding submukosa terdiri atas jaringan alveolar dan berisi banyak pembuluh darah, sel limfe, kelenjar, dan pleksus syaraf yang disebut plexus of meissner. Pada duodenum terdapat kelenjar blunner yang berfungsi untuk melindungi lapisan duodenum dari pengaruh isi lambung yang asam. Sistem kerjanya adalah kelenjar blunner akan mengeluarkan sekret cairan kental alkali.
  4. Mukosa dalam terdiri dari epitel selapis kolumner goblet yang mensekresi getah usus halus (intestinal juice). Intestinal juice merupakan kombinasi cairan yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar usus (glandula intestinalis) dari duodenum, jejunum, dan ileum. Produksinya dipengaruhi oleh hormon sekretin dan enterokrinin. Pada lapisan ini terdapat vili (gambar 3) yang merupakan tonjolan dari plica circularis (lipatan yang terjadi antara mukosa dengan submukosa). Lipatan ini menambah luasnya permukaan sekresi dan absorpsi serta memberi kesempatan lebih lama pada getah cerna untuk bekerja pada makanan. Lapisan mukosa berisi banyak lipatan Lieberkuhn yang bermuara di atas permukaan, di tengah-tengah villi. Lipatan Lieberkuhn diselaputi oleh epithelium silinder.



sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, May 11, 2012

Proses Sekresi Empedu

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Empedu mengandung beberapa komponen diantaranya yaitu garam empedu, figmen empedu, elektroloit, kolesterol dan lemak. Namun yang akan di bahas terkait dengan eksekresi getah empedu yaitu garam empedu dan pigmen hati terutama bilirubin.
Garam empedu

Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati. Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi. Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.

Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan. Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya.

Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu. Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
Jumlah rata-rata sekresi empedu tergantung oleh berbagai faktor. Rangsangan dari vagal dapat meningkatkan produksi empedu hingga dua kali lipat lebih banyak. Hormon sekretin yang merangsang sintesis dari cairan pankreas yang kaya akan Na-bikarbonat, juga merangsang sekresi empedu. Ketika aliran darah yang melalui hati meningkat, maka sekresi dari empedu juga akan meningkat. Keberadaan jumlah garam empedu yang tinggi di darah juga akan meningkatkan sekresi empedu.

Bila makanan masuk ke mulut, resistensi katup Oddi menurun. Asam lemak dalam duodenum mengeluarkan hormon kolesistokinin (CCK), yang menyebabkan kandung empedu berkontraksi. Asam hasil pencernaan protein dan Ca2+ juga merangsang sekresi CCK. Zat-zat yang menyebabkan kontraksi kandung empedu dinamakan kolagogue. Pembentukan empedu ditambah dengan rangsangan nervus vagus oleh hormon sekretin meningkatkan kadar air dan HCO3- empedu. Zat-zat yang meningkatkan sekresi dinamakan koleretik. Garam empedu sendiri merupakan koleretik fisiologis yang penting. Sebenarnya garam-garam empedu yang direabsorpsi dari usus menghambat sintesis asam-asam empedu yang baru, tetapi garam-garam empedu sendiri disekresi dengan cepat dan jelas meningkatkan aliran empedu.

Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama. Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) membentuk saluran empedu utama. Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada katup oddi, yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung. Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus. Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.

Laju aliran dari empedu terjadi paling lambat pada saat puasa, dan sebagian besar empedu dialihkan ke kantung empedu (gallbladder) untuk dikonsentratkan. Ketika chyme dari makanan yang telah dicerna memasuki usus halus, asam lemak dan protein menstimulir sekresi dari sekretin dan kolesistokinin. Hormon-hormon ini mempunyai pengaruh yang amat penting pada sekresi eksokrin dari pankreas. Hormon-hormon tersebut juga penting untuk sekresi dan aliran empedu.

  • Kolesistokinin : Nama dari hormon ini menggambarkan efeknya terhadap sistem empedu. Kolesisto = gallbladder (kandung empedu) dan kinin = pergerakan. Rangsangan yang paling berpotensi untuk dapat dilepaskannya hormon ini adalah kehadiran lemak di duodenum. Sekali dilepaskan , kolesistokinin akan menstimulir kontraksi dari kandung kemih dan saluran empedu yang akan mengakibatkan empedu dapat disampaikan ke dalam usus.
  • Sekretin : Hormon ini disekresikan untuk bertanggung jawab  terhadap asam di duodenum. Pengaruhnya pada sistem empedu sangat mirip dengan apa yang terjadi di pankreas. Sekretin menstimulir sel-sel saluran empedu untuk mensekresikan bikarbonat dan air, yang akan memperbesar volume dari empedu dan meningkatkan daya alirnya menuju usus halus

Proses reabsorpsi cairan empedu 
Proses penyerapan garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu. Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.

Sekitar separuh empedu ini dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus. Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Kandung Empedu dan Fungsinya

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


Nama lain dari kandung empedu adalah Gallbladder, yakni tempat cairan empedu dikumpulkan sebelum disekresikan kedalam usus halus.

Anatomi dan fisiologi kandung empedu
Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati). Kandung empedu memiliki bentuk seperti buah pir dengan panjang 7-10 cm dan merupakan membran berotot. Terletak didalam fossa dari permukaan visceral hati. Kandung empedu terbagi kedalam sebuah fundus, badan dan leher.

Bagian-bagian dari kandung empedu, terdiri atas:

  • Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung empedu yang paling akhir setelah korpus vesikafelea.
  • Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu yang didalamnya berisi getah empedu. Getah empedu adalah suatu cairan yang disekeresi oleh sel hati sebanyak 500-1000 cc setiap harinya, sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi cairan empedu dapat meningkat pada saat mencerna lemak.
  • Leher kandung empedu. Merupakan saluran pertama tempat masuknya getah empedu ke badan kandung empedu lalu berkumpul dan dipekatkan dalam kandung empedu.
  • Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 ¾ cm. berjalan dari leher kandung empedu dan bersambung dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum.
  • Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.
  • Duktus koledokus saluran yang membawa empedu ke duodenum.

Kandung empedu tidak memiliki submukosa. Pembungkus pada kandung empedu terdiri dari tiga lapis, yakni permukaan luar dari kandung empedu adalah Visceral peritoneum, pada bagian tengah, otot dari dindingnya terdiri dari serat otot halus (sel), dan disebelah dalam merupakan membran mukosa yang tersambung dengan lapisan saluran empedu. Membran mukosanya terdiri atas sel-sel epitel sederhana yang berbentuk sel tiang (silinder), disusun menyerupai epitel pada permukaan lambung yang mengeluarkan sekret musin dan cepat mengabsorpsi air dan elektrolit, tetapi tidak mensekresikan garam-garam empedu dan pigmen, karena itu, cairan empedu menjadi pekat. Kontraksi dari otot tersebut dipengaruhi oleh sistem hormonal yang menyebabkan isi dari kandung empedu (cairan empedu) masuk ke pembuluh cystic.


Letak Kandung Empedu

Fungsi kandung empedu
Kandung empedu memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati.

Pada individu normal, cairan empedu mengalir ke kandung empedu pada saat katup Oddi tertutup. Dalam kandung empedu, cairan empedu dipekatkan dengan mengabsorpsi air. Derajat pemekatannya diperlihatkan oleh peningkatan konsentrasi zat-zat padat. Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati mengandung 97% air, sedangkan kadar rata-rata air yang terkandung dalam cairan empedu yang telah tersimpan didalam kandung empedu adalah 89%. Bila saluran empedu dan duktus sistikus dijepit, maka  tekanan dalam saluran empedu akan naik sampai kira-kira 30 mm cairan empedu dalam 30 menit dan sekresi empedu berhenti. Akan tetapi bila saluran empedu dijepit dan duktus sistikus dibiarkan terbuka, air akan diabsorspi dalam kandung empedu dan tekanan intrafilier naik hanya kira-kira 100 mm cairan empedu selama beberapa jam.

Cairan yang disekresikan oleh sel-sel hepatosit dalam organ hati adalah cairan yang berwarna kekuningan atau kecoklatan atau kuning kehijauan yang disekresikan oleh sel-sel hati. Setiap hari sel-sel hati mensekresikan 800-1000 ml cairan empedu dengan pH sekitar 7,6-8,6. Cairan empedu sebagian besar terdiri atas air, garam-garam empedu, kolesterol, dan sebuah fosfolipid (lesitin), pigmen-pigmen empedu dan beberapa ion-ion, serta zat-zat lain yang ada dalam larutan elektrolit alkali yang mirip dengan getah pankreas.

Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah diubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.
Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.

Proses pembentukkan empedu
Empedu sebagian besar adalah hasil dari excretory dan sebagian adalah sekresi dari pencernaan. Garam-garam empedu termasuk ke dalam kelompok garam natrium dan kalium dari asam empedu yang berkonjugasi dengan glisin atau taurin suatu derifat atau turunan dari sistin, mempunyai peranan sebagai pengemulsi, penghancuran dari molekul-molekul besar lemak menjadi suspensi dari lemak dengan diameter ± 1m dan absorpsi dari lemak, tergantung dari sistem pencernaannya. Terutama setelah garam-garam empedu bergabung dengan lemak dan membentuk Micelles (agergat dari asam lemak, kolesterol dan monogliserida), kompleks yang larut dalam air sehingga lemak dapat lebih mudah terserap dalam sistem pencernaan (efek hidrotrofik). Ukuran lemak yang sangat kecil sehingga mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga kerja enzim lipase dari pankreas yang penting dalam pencernaan lemak dapat berjalan dengan baik. Kolesterol larut dalam empedu karena adanya garam-garam empedu dan lesitin.

Bagian-bagian Kandung Empedu

Zat-zat yang dibentuk dalam empedu antara lain adalah:
Bilirubin, yang juga dikenal sebagai pigmen empedu, merupakan hasil dari metabolisme hem. Hem, yang merupakan bagian nonprotein dari hemoglobin, akan mengalami perubahan lagi menjadi biliverdin, lalu bilirubin. Keseluruhan proses perubahan ini berlangsung di hati. Sekitar 70-80% bilirubin diperoleh dari pemecahan hem yang berasal dari hemoglobin ini, dan 20-25% berasal dari protein hem lain seperti mioglobin, sitokrom (yang mengandung hem) dan katalase. Sebagian kecil diperoleh dari penghancuran sel eritroid muda (akibat eritropoesis yang tidak efektif).

Dalam metabolismenya, struktur bilirubin yang dihasilkan dari perubahan-perubahan hemoglobin itu bersifat tidak larut dalam air, tetapi sangat larut dalam lemak. Karena sifat tidak larut dalam air ini, maka di dalam plasma darah, bilirubin harus diangkut dengan bantuan suatu pembawa (karier), dan karier fisiologis tersebut adalah albumin serum. Bilirubin dalam bentuk ikatan bilirubin-albumin akan beredar di dalam sirkulasi darah, untuk kemudian masuk ke dalam sel hati. Pada permukaan sinusoid hati, bilirubin tidak terkonjugasi akan melepaskan diri dari ikatannya dengan albumin, dan masuk melalui membran sel hati dengan cara difusi (facilitated diffusion).

Di dalam sel hati (hepatosit), bilirubin diikat oleh 2 protein intraseluler utama dalam sitoplasma, protein sitosolik Y (misalnya, ligandin atau glutathione S-transferase B) dan protein sitosolik z (dikenal juga sebagai fatty acid–binding protein [FABP]).

Agar bilirubin dapat diekskresikan ke dalam empedu (untuk kemudian dikeluarkan ke usus), terlebih dulu ia harus dibuat dapat larut dalam air. Untuk mencapai maksud tersebut, maka di dalam sel parenkim hati, sebagian besar bilirubin akan dikonjugasikan dengan asam glukuronat.

Dua asam empedu utama (primer) yang dibentuk dalam hati adalah asam kolat dan asam kenodeoksikolat. Dalam usus besar, bakteri mengubah asam kenodoeksikolat dan asam deoksikolat menjadi asam litokolat. Karena asam deoksikolat dan asam litokolat di bentuk oleh kerja bakteri, asam deoksikolat dan asam litokolat dinamakan asam empedu sekunder. Konjugasi asam-asam terjadi dalam empedu dan konjugatnya, misalnya asam glikokolat dan asam taurokolat membentuk garam natrium dan garam kalium dalam empedu hati yang bersifat alkali.

Air                           97,0%
Garam empedu           0,7%
Pigmen empedu   0,2%
Kolesterol           0.06%
Garam anorganik   0.7%
Asam lemak           0.15%
Lesitin                   0.1%
Lemak                   0.1%
Alkali fosfatase           ....
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Fungsi Hati (Liver)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Secara fisiologis, fungsi utama dari hati adalah:
a. Membantu dalam metabolisme karbohidrat
Fungsi hati menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Misalnya, pada saat  kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar gula darah menurun, maka cadangan glikogen  di hati atau asam amino dapat diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk tetap normal. Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

b. Membantu metabolisme lemak
Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan asam lemak dari Asetil Koenzim A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis). Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.

c. Membantu metabolisme Protein
Fungsi hati dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh bakteri-bakteri dalam usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma, seperti  dan  globulin, albumin, fibrinogen, dan protombin (bersama-sama dengan sel tiang, hati juga membentuk heparin) dan transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (-keto acid) dan senyawa lain.

d. Menetralisir obat-obatan dan hormon
Hati dapat berfungsi sebagai penetralisir racun, yakni pada obat-obatan seperti penisilin, ampisilin, erythromisin, dan sulfonamide juga dapat mengubah sifat-sifat kimia atau mengeluarkan hormon steroid, seperti aldosteron dan estrogen serta tiroksin.
Letak Hati di Tubuh

e. Mensekresikan cairan empedu
Bilirubin, yang berasal dari heme pada saat perombakan sel darah merah, diserap oleh hati dari darah dan dikeluarkan ke empedu. Sebagian besar dari bilirubin di cairan empedu di metabolisme di usus oleh bakteri-bakteri dan dikeluarkan di feses.
Dalam proses konjugasi yang berlangsung di dalam retikulum endoplasma sel hati tersebut, mekanisme yang terjadi adalah melekatnya asam glukuronat (secara enzimatik) kepada salah satu atau kedua gugus asam propionat dari bilirubin. Hasil konjugasi (yang kita sebut sebagai bilirubin terkonjugasi) ini, sebagian besar berada dalam bentuk diglukuronida (80%), dan sebagian kecil dalam bentuk monoglukuronida.
Penempelan gugus glukuronida pada gugus propionat terjadi melalui suatu ikatan ester, sehingga proses yang terjadi disebut proses esterifikasi. Proses esterifikasi tersebut dikatalisasi oleh suatu enzim yang disebut bilirubin uridin-difosfat glukuronil transferase (lazimnya disebut enzim glukuronil transferase saja), yang berlokasi di retikulum endoplasmik sel hati.
Akibat konjugasi tersebut, terjadi perubahan sifat bilirubin. Perbedaan yang paling mencolok antara bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi adalah sifat kelarutannya dalam air dan lemak. Bilirubin tidak terkonjugasi bersifat tidak larut dalam air, tapi mempunyai afinitas tinggi terhadap lemak. Karena sifat inilah, bilirubin tak terkonjugasi tidak akan diekskresikan ke urin. Sifat yang sebaliknya terdapat pada bilirubin terkonjugasi.
Karena kelarutannya yang tinggi pada lemak, bilirubin tidak terkonjugasi dapat larut di dalam lapisan lemak dari membran sel. Peningkatan dari bilirubin tidak terkonjugasi dapat menimbulkan efek yang sangat tidak kita inginkan, berupa kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi karena otak merupakan jaringan yang banyak mengandung lemak.

f. Mensintesis garam-garam empedu
Garam-garam empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap lemak, fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein. 

g. Sebagai tempat penyimpanan
Selain glikogen, hati juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E, K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang disebut apoferritin yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe dapat disimpan di hati. Fe juga dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.

h. Sebagai fagosit
Sel-sel Kupffer’s dari hati mampu memakan sel darah merah dan putih yang rusak serta bakteri.

i. Mengaktifkan vitamin D
Hati dan ginjal dapat berpartisipasi dalam mengaktifkan vitamin D.

j. Menghasilkan kolesterol tubuh 
Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormonadrenal).


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, May 10, 2012

Anatomi dan Fisiologi Hati

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan. Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen. Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses. Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.
Hati

            Hampir seluruh bagian dari organ hati dilapisi oleh peritoneum dan lapisan tebal dari jaringan penghubung melapisi seluruh bagian hati, letaknya dibawah peritoneum. Organ hati terbagi menjadi dua buah lobus, yakni lobus kanan yang lebih besar serta lobus kiri, dipisahkan oleh ligament falciform. Ligament falciform adalah bentuk lanjutan  dari parietal peritoneum yang membujur dari permukaan bawah diaghfragma hingga ke bagian atas hati, diantara dua lobus hati. Di antara dua lobus, ada bagian batas yang kosong dari ligamental falciform yang dinamakan  ligamentum teres (ligament keliling). Memanjang dari hati hingga umbilicus. Ligamentum teres seperti kawat berserat yang ada di umbilicus pada janin. Bagian bawah hati juga dipisahkan antara bagian kanan dan kiri oleh Fisura longitudinal. Lobus kanan dirancang dengan banyak anatomi, yang terdiri atas  bagian depan yakni lobus kuadrate dan bagian belakang yakni lobus kaudata. Menurut morfologi dasar, khususnya aliran darah, lobus kuadrate dan lobus kaudata lebih tepat dianggap sebagai bagian dari lobus kiri. Bentuk dari hati sangat disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. Terdapat bagian yang dinamakan permukaan depan (parietal surface atau anterior surface), dan permukaan belakang (posterior surface atau visceral surface) yang memberikan pengaruh pada lambung, usus halus, ginjal sebelah kanan, dan usus besar. Pengaruh ini diakibatkan oleh vena kafa inferior yang menjadi batas penanda antara lobus kiri dan lobus kaudata. Selain lobus kaudata, juga terdapat lobus kaudrata yang terletak diantara lobus kiri dan kandung empedu.     
            Lobus-lobus dari hati terdiri atas lobulus-lobulus. Sebuah lobulus terdiri atas sel-sel epitel yang disebut sel-sel hati atau hepatosit. Disusun secara tak beraturan, bercabang, berlapis-lapis dan dihubungkan langsung ke sebuah vena pusat. Sel-sel ini mensekresikan cairan empedu. Diantara lapisan-lapisan sel tersebut ada ruang endothelial-lined yang disebut sinusoid-sinusoid yang diteruskan ke aliran darah. Sinusoid-sinusoid juga sebagian terdiri atas sel-sel fagosit dan sel-sel kupffer yang merombak sel-sel darah merah dan sel darah putih yang telah rusak, bakteri-bakteri dan senyawa-senyawa beracun. Hati terdiri atas sinusoid-sinusoid yang bergantung pada tipe pembuluh kapilernya. Hati menerima darah dari usus dan jantung. Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses. Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol, dan zat lainnya. Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.
            Kelainan pada hati bisa dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama yaitu:
  • Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
  • Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, April 14, 2012

Hipertensi

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Hipertensi dijuluki dengan “silent desease” atau pembunuh diam-diam, Hipertensi memang seringkali datang diam-diam dan tiba-tiba sudah merenggut nyawa. Kalaupun tidak sefatal itu, pasien bisa terkena komplikasi berupa stroke, kebutaan, gagal ginjal dan serangan jantung.

Pada tahun 1995 Survei Kesehatan Rumah Tangga menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sudah mencapai 83 per 1.000 anggota rumah tangga. Wanita lebih banyak yang terkena ketimbang pria. Angka ini cukup tinggi dan akan terus bertambah.

Survei yang sama sebelumnya tahun 1986, hipertensi disebutkan sebagai penyebab utama kematian pada penderita jantung koroner di Indonesia. Jumlah kasusnya 428 per 100.000 kematian.

Maka dalam makalah ini kami mencoba untuk menelusuri penyebab, komplikasi, teknik diagnosa serta cara pencegahan dan pengobatan hipertensi melalui kajian literatur dari berbagai sumber cetak maupun digital. Semua data yang kami dapat kami coba rangkai untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan sudut pandang pengobatan JAWI.

DEFINISI
Dilihat dari bahasa Hipertensi terdiri dari dua kata yaitu Hiper yang berarti sangat, lebih atau hebat dan Tensi berarti tegangan. Sedangkan dalam istilah medis Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbilitas) dan angka kematian (mortalitas).

TEKANAN DARAH
Tekanan darah ada pada setiap manusia yang hidup karena adanya aktivitas jantung memompa darah dalam tubuh. Besarnya tekanan darah dapat diukur dengan alat tensimeter, hasil pengukuran akan menunjukan dua nilai, nilai tertinggi adalah tekanan sistolik yaitu tekanan ketika jantung berkontraksi memompa darah keluar jantung. Dan nilai terendah adalah tekanan diastolik yaitu ketika jantung mengendur dan terisi darah. Besarnya tekanan darah tersebut berbeda-beda pada setiap orang bergantung faktor usia, berat badan dan lain sebagainya.

Tekanan darah normal pada orang dewasa diatas 18 tahun menurut WHO dalam guidelines 1999 adalah (sistolik/diastolik) kurang dari 130/85 mmHg. sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHg sudah termasuk hipertensi.

Untuk mendapatkan angka tersebut pengukuran dilakukan pada objek dalam keadaan duduk diukur pada tangan kanan. Berikut table data klasifikasi tekanan darah lebih lengkap:

Klasifikasi tekanan darah pada dewasa  (www.medicalstore.com)


Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal
Dibawah 130 mmHg
Dibawah 85 mmHg
Normal Tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg
Stadium I 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Stadium II 160-179 mmHg 100-109 mmHg
Stadium III 180-209 mmHg 110-119 mmHg
Stadium IV 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih
Tingginya tekanan darah secara tidak langsung menunjukkan adanya gangguan sistemis yang melibatkan sistem kardiovaskuler, syaraf, hormon yang dapat mengakibatkan komplikasi pada organ-organ vital tubuh.

PENYEBAB HIPERTENSI

Dalam dunia medis hipertensi dibagi dalam dua kategori :
  1. Hipertensi esensial (primer) yaitu hipertensi yang belum diketahui faktor penyebabnya secara pasti. Beberapa faktor yang diduga kuat menjadi penyebab hipertensi jenis ini adalah faktor usia, lingkungan, rokok, konsumsi garam, obesitas, alkohol, rokok dan faktor genetis. Meskipun belum diketahui penyebabnya secara pasti 95% penderita hipertensi termasuk dalam kategori ini.
  2. Hipertensi sekunder. Yaitu hipertensi yang telah diketahui penyebabnya secara pasti, yaitu faktor gangguan ginjal, kelebihan hormon esterogen dan aldosteron.
Tinjauan Fisis Penyebab Hipertensi
Naiknya tekanan darah secara sederhana dapat diketahui dengan mengarahkan perhatian pada organ yang terlibat secara langsung yaitu sistem kardiofaskuler. Tekanan darah meningkat diatas normal karena ada gangguan dalam organ-organ sistem kardiofaskuler. Gangguan tersebut antara lain:
  1. Gangguan Jantung: Tekanan darah akan meningkat jika jantung berdenyut lebih cepat dan lebih kuat.
  2. Gangguan pembuluh darah: Tekanan darah akan meningkat jika pembuluh darah mengalami penurunan elastisitas, penyempitan atau penyumbatan.
  3. Gangguan pada darah: Tekanan darah akan meningkat jika darah mengalami peningkatan volume atau penggumpalan.
Jantung berdetak lebih cepat dan lebih kuat karena pengaruh hormon adrenalin. sekresi hormon adrenalin dapat dipicu oleh dua hal:
  • Stress. Stress dapat mempengaruhi kinerja syaraf otonom ketika dalam kondisi tekanan atau ancaman mengirim perintah pada kelenjar adrenalin untuk mengeluarkan hormon adrenalin dimana hormon tersebut dapat memacu kerja jantung.
  • Nikotin pun dapat merangsang sekresi hormon adrenalin.
Berkurangnya elastisitas pembuluh darah bisa disebabkan oleh inveksi, radikal bebas dan penyempitan pembuluh darah yang terlalu lama.
  • Inveksi oleh Chlamydia Pneumonial, Cytomegalovirus dan Helicobacter Pylori dapat menyebabkan penyakit arteriosklerosis (pengapuran pembuluh darah).
  • Rusaknya lapisan endotel arteri oleh radikal bebas meningkatkan risiko inveksi.
  • Penyempitan pembuluh darah yang terlalu lama menebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang.
Penyempitan pembuluh darah disebabkan oleh keracunan kanbon mono oksida (CO), hormon adrenalin, kadar garam yang tingi, munculnya Ateroma (benjolan pada dinding endotel pembuluh darah) dan flek.
  • CO yang masuk melalui pernafasan kemudian masuk ke peredaran darah. CO  akan diikat kuat oleh Hb sehingga Hb tidak bisa mengikat oksigen, akibatnya tubuh kekurangan oksigen. Sebagai respon dari kurangnya oksigen pembuluh darah akan menyempit.
  • Hormon adrenalin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit.
  • Kadar garam (Na) yang tinggi dalam darah sangat mudah mengendap dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pembuluh menyempit.
  • Munculnya Ateroma pada lapisan endotel pembuluh darah diakibatkan oleh koleserol jahat (LDL). LDL sangat mudah masuk ke dalam intima pembuluh darah kemudian teroksidasi. LDL teroksidasi ini memancing monosit (salah satu jenis sel darah putih) masuk ke intima lalu berubah menjadi makrofag. Makrofag berubah menjadi sel busa dan menimbulkan ateroma.
  • Munculnya flek adalah akibat lain dari LDL. Tumpukan LDL pada permukaan endotel sangat rapuh. Jika tumpukan LDL tersebut rontok akan meinggalkan iritasi pada pembuluh darah. Kemudian iritasi tersebut ditutup oleh fibrinogen yang membentuk flek sehingga menimbulkan penyempitan.
Tersumbatnya pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah. Penyumbatan diakibatkan oleh tupukan LDL yang terlepas lalu menyumbat aliran darah .
Bertambahnya volume darah dapat disebabkan oleh kadar garam (Na) dan air yang tinggi.
  • Kadar garam yang tinggi disebabkan oleh kelebihan hormon aldosteron. Hormon ini mengurangi ekskresi garam dalam darah.
  • Tingginya kadar garam dalam darah bisa juga disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebihan.
  • Gangguan pada organ ginjal dapat mengganggu pengeluaran garam dalam darah.
  • Kadar air yang tinggi disebebkan oleh gangguan ginjal dan kelebihan hormon diuretik.
Munculnya gumpalan dalam darah diakibatkan oleh racun yang merangsang trombosit berkelompok dan menggumpal. Selanjutnya gumpalan-gumpalan darah ini dapat menghambat aliran darah.

Dengan penjelasan diatas setidaknya kita dapat memahami penyebab dari hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.
 

Hipertensi esensial
  1. Faktor usia berpengaruh pada naiknya tekanan darah karena organ-organ tubuh mulai melemah dan elastisitas pembuluh darah telah berkurang. ketika seseorang mulai menginjak usia tua kemungkinan naiknya tekanan darah semakin besar.
  2. Faktor lingkungan sangat berpengaruh karena dapat menimbulkan stres yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan hormon. Lingkungan juga menjadi penyebab diserapnya zat racun yang menyebabkan penggumpalan darah, polusi CO yang tinggi di udara menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
  3. Rokok dapat memperparah hipertensi karena mengandung CO dan nikotin. Dimana nikotin dapat merangsang sekresi adrenalin, mengubah HDL menjadi LDL dan merangsang trombosit berkelompok dan menggumpal.
  4. Konsumsi garam berlebih dapat menambah volume darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
  5. Kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kadar LDL tinggi semisal fast food akan menambah kadar LDL dalam darah yang menyebabkan Ateroma, flek dan penyumbatan pada pembuluh darah.
  6. Kebiasaan minum beralkohol dapat mengganggu fungsi syaraf  sehingga sistem hormon terganggu.
  7. Faktor genetik berperan jika seseorang mewarisi kelemahan pada ginjal sistem syaraf otonom.
Hipertensi sekunder
  1. Gangguan pada ginjal menyebabkan ekskresi garam dan air terganggu sehingga volume darah  tinggi.
  2. Penggunaan hormon esterogen untuk kontrasepsi telah terbukti menjadi penyebab hipertensi pada wanita.
  3. Hormon aldosteron mengurangi ekskresi garam dalam darah.

KOMPLIKASI AKIBAT HIPERTENSI
Hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan komplikasi pada organ-organ penting yaitu pembuluh darah, ginjal, jantung, otak, tulang belakang dan mata.
  • Komplikasi pada pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi adalah berkurangnya elastisitas pembuluh darah karena terus-menerus mendapatkan tekanan yang tinggi.
  • Komplikasi pada otak dan tulang belakang adalah stroke. Stroke terjadi karena plak, aterosklerosis dan pembekuan darah menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak dan tulang belakang dapat menyebabkan stroke.
  • Komplikasi pada mata adalah terjadinya kerusakan retina karena hipertensi (retinopati hipertensi) dan dapat menimbulkan kebutaan.
  • Komplikasi pada ginjal adalah gagal ginjal. Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah ginjal mengkerut (Vasokonstriksi) sehingga aliran darah ke ginjal terganggu dan mengakibatkan kerusakan sel-sel ginjal. Jika dibiarkan dalam waktu lama akan mengakibatkan gagal ginjal kronik bahkan gagal ginjal terminal.
  • Komplikasi pada jantung adalah penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Penyakit jantung koroner terjadi jika penyumbatan terjadi pada arteri koroneria sehingga aliran nutrisi ke otot jantung tersumbat akibatnya  otot jantung mengalami kerusakan (infark jantung). Sedangkan gagal jantung terjadi akibat beban kerja jantung yang terlalu berat. Otot jantung akan menyesuaikan diri dengan memperbesar volume, lama kelamaan otot jantung akan mengendur dan elastisitasnya berkurang sehingga tidak lagi dapat memompa darah dengan baik.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Pembuluh Darah

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Keseluruhan pembuluh darah terdiri dari arteri,arteriola, kapiler, venula dan vena.


Pembuluh Nadi (arteri) terdiri atas tiga lapis. Lapisan terluar  terdiri atas jaringan ikat fibrus. Disebut tunina advantisia. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung.
Lapisan tengah yang memiliki otot elastis, disebut tunika media. Lapisan ini bersifat kuat, berfungsi menjaga pembuluh darah tetap terbuka dan memiliki otot yang dapat berkontraksi membesar dan menyempit untuk mempertahankan tekanan darah.
Lapisan terdalam disebut tunika intima,  lapisan ini dibentuk oleh endotelium yang bersifat sangat licin untuk mengurangi gesekan darah dengan dinding pembuluh.
Ada beberapa perbedaan sifat pada pembluh arteri:
  1. Arteri yang lebih kecil dan arteriol berisi lebih banyak jaringan otot karena dindingnya harus menyesuaikan dengan pengendalian syaraf vasomotorik untuk keperluan tubuh.
  2. Arteri besar (aorta) memiliki banyak serabut elastis dan sedikit otot karena harus dapat mengembung ketika mendapat tekanan darah dari jantung. Kelenturannya mem-bantu mempertahankan tekanan darah
Pembuluh Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan hanya memiliki lapisan endotelium. Kapiler berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam tissu sel jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari tissu sel jaringan ke dalam darah.

Pembuluh balik (vena) memiliki tiga lapis dinding seperti arteri tetapi lapisan tengah  berotot lebih tipis, kurang kuat, lebih mudah kempes dan kurang elastis. Disain ini berguna untuk mempertahankan tekanan darah yang kecil karena jauh dari jantung. Pada anggota gerak yang melawan arah gravitasi, vena dilengkapi dengan katup yang mencegah darah kembali jatuh menjauhi jantung.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sistem Peredaran Darah

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Sistem sirkulasi darah terdiri dari jantung, dan serangkaian pembuluh yaitu arteri, kapiler dan vena. Sistem ini berguna untuk membagikan bahan nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh bagian tubuh kemudian mengangkut limbah metabolisme sel tubuh.

JANTUNG
Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.
Bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.


Fungsi Jantung
Fungsi utama jantung adalah pompa sistem sirkulasi, jantung menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

Pasokan Darah ke Jantung

Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan. Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan. Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).

Mekanisme Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Peredaran Darah Kecil (sirkulasi pulmonal)
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Peredaran Darah Besar

Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darak ke gabian-bagian tubuh tertentu.
Arteri ini bercabang dan beranting menjadi arteriol yang mengantarkan darah ke tissu sel. Arteriol membentuk cabang-cabang yaitu kapiler, tempat pertukaran zat antara tissu sel dengan pembuluh darah terjadi. Lalu kapiler bersatu di venula. Venula-venula bersatu menjadi vena yang membawa kembali darah ke jantung. Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru. 

Sirkulasi Portal
Darah dari lambung, usus, pankreas dan limpa dikumpulkan oleh vena porta (pembuluh gerbang) didalam hati. Vena ini bercabang membentuk kapiler-kapiler yang bersatu dengan kapiler-kapiler arteri hepatika. Kemudian darah dibawa menjelajahi organ hati dan dikumpulkan oleh vena hepatika. Vena ini mengantarkan darah ke vena kava inferior dan masuk ke jantung.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info