sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label sejarah Indonesia. Show all posts
Showing posts with label sejarah Indonesia. Show all posts
Thursday, March 20, 2014
BUKU BABAD DEMAK TENTANG HIKAYAT DAN SEJARAH KERAJAAN DEMAK
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU BABAD DEMAK TENTANG HIKAYAT DAN SEJARAH KERAJAAN DEMAK
Ivan Taniputera
2 Maret 2014

Judul: Babad Demak
Penulis: Atmodarminto
Penerbit: Jajasan Penerbitan "Pesat," Yogyakarta, 1955
Jumlah halaman: 184
Bahasa: Jawa
Buku ini merunut hikayat dan sejarah Demak, yang diawali dengan ulasan mengenai Majapahit.
Berikut ini adalah daftar isinya.

Berikut ini adalah daftar gambar yang ada dalam buku ini.

Pada bagian pertama diriwayatkan mengenai silsilah Majapahit.
"Lajang Babad Demak tembang wiwitane njritakake sedjarahe para ratu Madjapait. Iki pantjen wigati banget, sabab para ratu sabakdane Madjapait, para ratu Bintara (Demak), Sultan Hadiwidjaja Padjang sarta para ratu Mentaram, kabeh pada ngaku turune prabu Brawidjaja ratu Madjapait pungkasan. Sarasilahe kaja ing ngisor iki:
1.Prabu Brawidjaja pungkasan peputra Raden Patah, Sultan Demak I.
2.Prabu Brawidjaja pungkasan peputra putri dadi garwane Adipati Andajaningrat, Pengging. Andajaningrat peputra Djakasengara. Djakasengara peputra Kebokenanga Pengging. Kebokenanga peputra Djaka Tingkir ija Sultan Hadiwidjaja Padjang...."
Terjemahan:
"Buku Babad Demak itu bagian awalnya menriwayatkan mengenai sejarah para raja di Majapahit. Hal ini memang tepat sekali, karena seluruh raja Majapahit, para raja Bintara (Demak), Sultan Hadiwidjaja Padjang beserta para raja Mataram, seluruhnya mengaku sebagai keturunan Prabu Brawidjaja, raja Majapahit terakhir. Silsilahnya adalah seperti di bawah ini:
1.Prabu Brawidjaja terakhir berputra Raden Patah, Sultan Demak I.
2.Prabu Brawidjaja terakhir memiliki anak perempuan yang menjadi isteri Adipati Andajaningrat di Pengging. Andajaningrat berputra Djakasengara. Djakasengara berputra Kebokenanga di Penging. Kebokenanga berputra Djaka Tingkir, yang merupakan Sultan Hadiwidjaja di Padjang...."
Selanjutnya disebutkan sebagai berikut:
"Kutjiwane sedjarahe para ratu ing Madjapait munggah, ana ing lajang babad Demak tembang mau mung ditjritakake kaja dongeng takajulan. Dadi ora kena dienggo waton, mangkono uga sarasilahe. Nek urut-urutane mula tarik-tarik. Nanging bareng nganggo dileboni sarasilahe wajang lang sarasilahe para dewa Suralaja wiwit Djenggala wae wis mbingungake. Urut-urutane mangkene:
1.Pandji Semarabangun ratu Djenggala peputra:
2.Pandji Kuda Lalean peputra...."
Terjemahan:
"Yang mengecewakannya para raja Majapahit sebelumnya, yang terdapat di Babad Demak itu hanya diriwayatkan seperti dongeng dan tahayul saja. Jadi tidak dapat dijadikan sebagai pedoman, demikian pula dengan silsilahnya. Jikalau urutan-urutannya ditarik ke atas. Tetapi kemudian dimasukkan silsilah wayang beserta silsilah para dewa di Suralaya. Semenjak zaman Jenggala saja silsilahnya sudah membingungkan. Urut-urutannya adalah sebagai berikut:
1.Pandji Semarabangun, raja Jenggala berputra:
2.Pandji Kuda Lalean berputra...."
Pada halaman 116 diriwayatkan mengenai penyerbuan kerajaan Supiturang oleh Sultan Trenggana:
"Kira-kira ana ing tahun 1536 pradjurit Demak disenapateni Sultan Trenggana pijambak budal nglurug mangetan. Beteng Supiturang digempur lan kutane diobong..."
Terjemahan:
"Kira-kira pada tahun 1536, prajurit Demak yang dipimpin oleh Sultan Trenggana sendiri melakukan penyerbuan ke arah timur. Benteng Supiturang diserbu dan kotanya dibakar...."
Berikut ini adalah contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SELUK BELUK PERBURUHAN DI INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SELUK BELUK PERBURUHAN DI INDONESIA
Ivan Taniputera
2 Maret 2014

Judul: Pedoman Perburuhan
Penulis: R. Soejono
Penerbit: C.C.T. van Dorp & Co N.V., Djakarta, Bandung, Semarang, Surabaja, 1952
Jumlah halaman: 159
Buku ini membahas berbagai hal mengenai perburuhan di Indonesia. Berikut ini adalah daftar isinya.


Berikut ini adalah kutipan dari halaman 41:
"POLITIK PERBURUHAN
1.Kementerian Perburuhan R.I.
(Menteri S. K. Trimurty)
Sewaktu Mr. Wilopo mendjabat Menteri Muda Kementerian Perburuhan (2 Djuli 1947-28 Djanuari 1948) di Jogjakarta, oleh beliau dikeluarkan suatu statement mengenai Politik Perburuhan R.I sebagai berikut:
Pendahuluan:
Politik Perburuhan hanja dapat diberikan dengan djelas djika terlebih dahulu diterangkan pokok2 pendirian Pemerintah jang mengenai soal2 Perekonomian. Pendahuluan keterangan tentang Politik Ekonomi ini diperlukan, karena bukan sadja pentingnja tempat jang harus diberikan kepada buruh dalam dunia produksi, tetapi djuga karena rapat tersangkut pautnja atas perekonomian sesuatu Negara dengan paham sosial jang hidup dalam kalbu rakjatnja.
Lebih2 sesudah perang dunia kedua ini,......"
Pada halaman 46 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Berhubung dengan itu maka politik perburuhan Republik Indonesia menudju kearah tertjapainja tjita2 sebagai berikut:
1.Tenaga manusia (manpower) dalam lapangan produksi dihargai setinggi-tingginya. Mereka tidak lagi ondergeschikt kepada ondernemers (kapitaal), akan tetapi mereka mempunjai tingkatna kedudukan jang sama (bedrijfsgenoten)...."
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
buruh,
Indonesia,
perburuhan,
Sejarah,
sejarah Indonesia,
undang-undang,
undang-undang perburuhan
Tuesday, February 18, 2014
BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG SEJARAH PERANG PADERI
Ivan Taniputera
18 Februari 2014

Judul: Perang Paderi di Sumatera Barat
Penulis: Muhamad Radjab
Penerbit: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K., 1954
Jumlah halaman: 430
Ini adalah buku yang sangat baik dan mudah dipahami mengenai Perang Paderi. Pada bab 1 berjudul "Perbenturan Agama dan Adat" diulas mengenai keadaan masyarakat Minangkabau sebelum Paderi. Pada halaman 3 dapat kita jumpai uraian sebagai berikut:
"Diachir abad ke-18 sebelum bangsa Belanda mendjedjakkan kakinja di Padang Darat, rakjat daerah jang sangat permai dan subur pada umumnja, hidup dalam kemakmuran. Kesentosaan mereka hanja kadang-kadang diganggu oleh perkelahian dan perang batu antara dua golongan rakjat, dari Kota Piliang dan Tjaniago, perang batu antara kampung ini dengan kampung itu, atau satu suku dengan jang lainnja.....
"Penduduk Minangkabau seluruhnja terbagi dalam dua belas suku jang berbeda-beda namanja, da mereka diam tersebar diseluruh keradjaan dan dirantau, dan tiap orang jang sesuku menganggap dirinja ada pertalian darah. Malahan seorang laki-laki tidak boleh mengawini perempuan jang sesuku dengan dia."
Pada halaman 4 dan 5 dapat kita baca:
"Keradjaan Minangkabau pada masa itu sedang menurun dan mundur. Kekuatan dari dalam jang mendorong kemadjuannja tidak ada lagi. Pembesar-pembesar tidak mempunjai tjita-tjita jang mulia.......
Kaum bangsawan itu menghabiskan waktunja dengan permainan, pergi kegelanggang menjabung ajam, berdadu dan berdjudi. Setiap hari diadakan gelanggang disetiap kampung berganti-ganti...."
Pada halaman 10 diriwayatkan mengenai Haji Miskin yang membakar balai tempat menyabung ayam:
"Larangan menjabung ajam dan lain-lainnja dari Hadji Miskin tidak diperdulikan oleh orang banjak. Hadji Miskin jang djengkel, pada suatu malam membakar balai tempat orang mendurhaka kepada Tuhan itu. Kaum adat bukan kepalang marahnja; Hadji Miskin lalu dikedjarnja bersama-sama, akan dibunuh dan ditjentjangnja. Hadji Miskin dapat melarikan diri ke Kota Lawas, bersembunji disurau Tuanku Mesiangan."
Pada Bab II berjudul "Api Perang Saudara Mulai Menjala" antara lain diriwayatkan mengenai pertempuran pertama yang terjadi antara kaum Adat dan kaum Agama. Pada halaman 20 dapat kita baca:
"Kira-kira setahun sesudah paham baru tersebar di Luhak Agam, sengadja untuk menaikkan darah guru-guru agama jang bertindak keras, dikampung Bukit Batabuh, didekat Sungai Puar dan dilereng Gunung Merapi, diadakan oleh kaum adat keramaian menjabung ajam. Tuanku Kota Tua jang mendengar berita ini, segera mengundang guru-guru agama dan penghulu-penghulu kesatu rapat, dan dimintanja hadirin akan mengurungkan maksud menjabung itu...."
Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai lampiran:
Lampiran 1: Kontrak Penjerahan Keradjaan Minangkabau Kepada Belanda.
Lampiran 2: Persetudjuan Masang.
Lampiran 3: Persetudjuan Keramat-De Stuers.
Berikut ini adalah contoh halamannya.



Berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Indonesia,
Perang Paderi,
Sejarah,
sejarah Indonesia
Monday, February 17, 2014
BUKU MENGENAI SEJARAH REPUBLIK INDONESIA SERIKAT
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SEJARAH REPUBLIK INDONESIA SERIKAT
Ivan Taniputera
17 Februari 2014

Judul: Taufan Disekitar Negara Indonesia
Penulis: Mustafa Sulaiman
Penerbit: Widjaja, Djakarta, 1951
Jumlah halaman: 136
Buku ini membahas mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi semasa Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada bab pertama berjudul "Politik Pemerintah Dimuka Parlemen" dapat kita baca sebagai berikut (halaman 3):
"Kesulitan-kesulitan, baik politis maupun ekonomis ataupun sosial jang dihadapi oleh Pemerintah Republik Indonesia Serikat dari semendjak saat penjerahan Kedaulatan di Amsterdam pada tanggal 27 Desember 1949 selama enam bulan pertama dari usianja mentjapai setahun, pada hakekatnja akan kita mulai dari tanggal 15 Februari 1950, djam 10.00 pagi dengan pidato dari Presiden Sukarno pada pembukaan Parlemen RIS,...."
Pada halaman 5 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Sidang jang terhormat!
Bahaja aksi Westerling ini tidak boleh dipandang remeh. Siapa selama ini jang memasang kupingnja dan membuka matanja, tahu bahwa aksi Westerling ini telah disiapkan oleh kaum reaksioner, lama sebelum penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949...."
Pada halaman 44 terdapat kutipan sebagai beirkut:
"Siapa Andi Azis?
Andi Azis baru berusia 25 tahun dan kelahiran Barru, Sulawesi Selatan. Perawakannya gemuk dan tampak tidak intellegent.
Ia masuk KNIL sedjak tahun 1945. Pada pagi hari pemberontakan tersebut Andi berpakaian uniform KNIL dan tidak pakai tanda pangkat. Dilengannja terdapat tanda Merah Putih dan dipinggangnja tergantung sebuah postol dan terselit sebilah pisah belati, sedangkan dilehernja dikalungkan sehelai sapu tangan...."
Pada halaman 77 terdapat kutipan sebagai beirkut:
"Sembojan "Irian harus masuk Indonesia sebelum fadjar tahun 1951 menjingsing," kini merupakan teka-teki jang menanti penjelesaian.
Kita harus akui keuletan Belanda dalam mempertahankan roti mereka, walaupun......"
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Indonesia,
Republik Indonesia Serikat,
RIS,
Sejarah,
sejarah Indonesia
Wednesday, February 12, 2014
MENGAPA BUNG KARNO MEMERINTAHKAN MENGGANYANG MALAYSIA? SUATU TELAAH [YANG BERUSAHA] OBYEKTIF
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
MENGAPA BUNG KARNO MEMERINTAHKAN MENGGANYANG MALAYSIA? SUATU TELAAH [YANG BERUSAHA] OBYEKTIF
Ivan Taniputera
12 Februari 2014
Semenjak beberapa waktu lalu, terjadi kontroversi mengenai penamaan salah satu kapal perang kita dengan Usman Harun. Pemerintah Singapura mengajukan protes terhadap hal itu sehingga menimbulkan riak dalam hubungan antara kedua negara. Oleh karenanya, tiba-tiba timbul keinginan dalam benang saya untuk menelaah permasalahan tersebut pada akarnya, yakni perintah presiden kita saat itu Bung Karno dalam mengganyang Malaysia. Saya akan mencoba menggali hal ini dari sumber-sumber yang tersedia pada saya atau yang dapat saya jumpai. Tentu saja tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai tulisan sejarah yang serius, namun lebih merupakan catatan untuk diri saya sendiri.
Pertama-tama, saya mencoba menelaahnya dari sumber yang tersedia pada saya, yakni buku kumpulan pidato-pidato Bung Karno dari tahun 45-65. Saya mencoba menggali pemikiran Bung Karno yang menjadi dasar konfrontasi terhadap Malaysia. Pada pidato Beliau 17 Agustus 1962 bertajuk "Tahun Kemenangan", nampak jelas perlawanan Bung Karno terhadap apa yang menurut Beliau merupakan imperialisme, sebagaimana dituangkan dalam permasalahan Irian Barat:
"Pun kita tidak membebaskan Irian Barat untuk menambah djumlah penduduk! Djumlah penduduk dalam daerah kekuasaan Republik sekarang ini sudah hampir 100.000.000 orang, dan apa arti tambahan 750.000 putera Irian Barat kepada djumlah 100.000.000 itu?
Pertimbangan untuk mentjari keuntungan ekonomi? Atau tambahan kekajaan alam? Itupun tidak! Daerah jang dalam kekuasaan Republik sudah mempunjai kekajaan alam jang berlimpah-limpah, baik jang sudap dieksplorir dan dieksploitir, maupun jang belum dieksplorir dan dieksploitir, sehingga semua imperialis ngiler ketes-ketes melihat kekajaan alam kita itu. Ada imperialis jang mengatakan bahwa tidak adil 90.000.000 manusia diberi kekajaan alam sebanjak itu...." (1)
Selanjutnya Bung Karno menegaskan pula perjuangan membebaskan Irian Barat merupakan suatu "Kewadjiban Suci" yang merupakan bagian "Djiwa Indonesia." Berdasarkan kutipan di atas, maka salah satu pemikiran utama yang melandasi seruan Bung Karno dalam mengganyang Malaysia adalah kebencian Beliau terhadap imperialisme.
Hal ini ditegaskan kembali oleh Bung Karno pada pidato tanggal 17 Agustus 1963 bertajuk "Genta Suara Revolusi Indonesia." Bung Karno menegaskan bahwa:
"Bahkan saja telah njatakan baru-baru ini didepan SESKOAD, bahwa revolusi berarti konfrontasi terus-menerus. Ini berarti bagi Angkatan Bersendjata kita dengan seluruh rakjat konfrontasi terus terhadap imperialisme/kolonialisme dan terhadap kontra-revolusi, dengan kekompakan dan kesiagaan jang teguh baik fisik maupun mental." (2)
Perang Dingin merupakan salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan dalam memberikan sumbangsih terhadap konfrontasi dengan Malaysia, khususnya dalam hal pemberontakan PRRI dan Permesta. Para pemberontak beroperasi dari tempat-tempat di sekitar Indonesia, seperti Malaya, Singapura, Filipina, Taiwan, dan Korea Selatan. Bung Karno menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan asing yang ada di kawasan tersebut dipergunakan sebagai landasan operasi bagi kegiatan subversi terhadap Indonesia.
Dengan demikian, terdapat kekhawatiran bahwa kelak Federasi Malaysia akan dijadikan sebagai pangkalan militer asing yang antara lain ditujukan kepada Indonesia dan menentang New Emerging Forces di Asia Tenggara (3).
Itulah sebabnya, pembentukan federasi Malaysia, menurut Bung Karno adalah sesuatu yang patut dicurigai, apa lagi bila pembentukannya merupakan "projek asing," yakni bukan menurut kehendak penduduk negara tersebut. Indonesia yang merupakan tetangga bagi negara baru akan dibentuk tersebut menurut Bung Karno tidak dipedulikan. Indonesia tidak mau menjadi penonton saja atas apa yang terjadi di sekitarnya, apalagi hal tersebut dianggap Bung Karno sebagai ancaman terhadap bangsa dan negara Indonesia. Kendati demikian pada pidatonya Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia memilih jalan damai.
Kini kita akan menelaah pandangan Bung Karno bahwa pembentukan Federasi Malaysia merupakan suatu proyek asing. Di kawasan negara yang sekarang menjadi Malaysia sebelumnya terdapat beberapa kerajaan, seperti Pahang, Trengganu, Negeri Sembilan, Perak, Kedah, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, pada saat itu belum ada suatu negara Malaysia yang bersatu. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, British Military Administration (Administrasi Militer Inggris), yang merupakan wujud kembalinya kekuasaan Inggris setelah masa penjajahan Jepang, merasa perlu menerapkan kebijakan jangka panjang bagi jajahannya tersebut. Sebelumnya semasa Perang Dunia II, Colonial Office berniat menciptakan negara kesatuan, dimana semua etnis menjadi warga negaranya (4).
Demi mewujudkan niatnya ini, pihak Inggris merasa perlu mengadakan pendekatan dengan para sultan-sultan Melayu. Mereka akan dibujuk melepaskan sebagian kekuasaannya, namun sebagai kompensasinya mereka dapat memperoleh pengaruh lebih luas melebihi wilayah kesultanannya sendiri di negara kesatuan baru tersebut. Mengingat perkembangan politik regional masa itu, seperti di Indonesia, India, dan Vietnam, yang cenderung anti kolonialisme, Inggris merasa bahwa rencana pembentukan negara kesatuan itu perlu diwujudkan secepat mungkin. Suatu pemberintahan pusat yang kuat di Malaya perlu didirikan dan rakyat di sana akan dibujuk agar mencurahkan kesetiaan padanya.
Pada bulan Oktober 1945, Sir Harold MacMichael diutus menemui para sultan dan meminta mereka menanda-tangani perjanjian yang telah dipersiapkan sebelumnya itu. Meskipun demikian, di kalangan rakyat terjadi penentangan yang luar biasa terhadap gagasan pembentukan negara kesatuan itu (5). Demikian pula rakyat di Kalimantan Utara juga menentang gagasan ini. Barangkali hal ini yang menjadi alasan bagi Bung Karno dalam menuduh bahwa pembentukan Federasi Malaysia itu bertentangan dengan kehendak rakyatnya sendiri, karena memang itu awalnya merupakan gagasan Inggris.
Upaya damai sebenarnya telah ditempuh. antara lain sewaktu berlangsungnya konferensi tingkat wakil-wakil menteri yang diadakan di Manila antara tanggal 9-17 April 1963. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan mengenai pembentukan federasi Malaysia dan pembentukan federasi longgar antara ketiga negara tersebut sehingga dapat tercapai kerja sama lebih baik (6). Bahkan sewaktu Bung Karno berada di Tokyo telah diadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malaya Tengku Abdul Rachman yang berlangsung pada tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 1963. Pada tanggal 1 hingga 11 Juni 1963 diadakan pula konferensi antara para menteri luar negeri di Manila, yang diikuti oleh Indonesia, Malaysia, dan Filipina (7). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sampai tahapan ini ketegangan antara Indonesia dan Malaysia mulai berkurang.
Meskipun demikian, hubungan menjadi memburuk sewaktu Perdana Menteri Tengku Abdul Rachman pada tanggal 9 Juli 1963 menanda-tangani dokumen pembentukan Federasi Malaysia yang sedianya akan diadakan tanggal 31 Agustus 1963. Hal ini dianggap oleh Pemerintah Indonesia sebagai pelanggaran bagi hasil pertemuan antara tiga menteri luar negeri di atas. Pada tanggal 31 Juli-5 Agustus 1963 berlangsung pertemuan kepala-kepala pemerintahan di Manila yang menyepakati bahwa mereka akan meminta Sekretaris Jenderal PBB guna mengetahui kehendak rakyat di daerah-daerah yang hendak dimasukkan ke dalam Federasi Malaysia. Pada hakikatnya disepakati bahwa Indonesia dan Filipina akan menyetujui pembentukan Federasi Malaysia, apabila kehendak rakyat di Kalimantan Utara diselidiki oleh suatu pihak yang tidak memihak (dalam hal ini Sekretaris Jenderal PBB). Namun pada kenyataannya pemerintah kolonial Inggris justru menghambat masuknya peninjau-peninjau yang berasal dari Indonesia dan Filipina (8).
Berbeda dengan kesepakatan sebelumnya, meskipun proklamasi berdirinya Federasi Malaysia diundur dari rencana semula pada tanggal 31 Agustus 1963 menjadi 16 September 1963, tetap saja proklamasi dilakukan sebelum misi PBB menyerahkan laporannya. Dengan kata lain, Malaysia telah diproklamasikan sebelum diketahui bagaimana aspirasi rakyat Kalimantan Utara. Pemerintah Indonesia menganggap bahwa hal ini merupakan pelecehan terhadap PBB dan juga hasil kesepakatan di Manila, sehingga dengan demikian merupakan penghinaan pula terhadap Indonesia. Sebagai wujud protes terhadap hal ini, pemerintah RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia pada tanggal 17 September 1963. Selanjutnya pada akhir tahun 1963, pemerintah RI menyatakan dukungannya bagi perjuangan rakyat Kalimantan Utara dalam melawan neokolonialisme Inggris.
Demikianlah secara ringkas sejarah timbulnya konfrontasi dengan Malaysia. Kita dapat meringkaskan beberapa hal sebagai berikut.
1.Adanya Perang Dingin dan kedekatan RI ketika itu dengan negara Blok Timur, menjadikan timbulnya jarak antara RI dengan negara-negara blok Barat.
2.Pemberontakan PRRI dan Permesta yang disokong oleh asing menjadikan kawasan Malaysia dan Singapura sebagai pangkalannya.
3.Rencana pembentukan Federasi Malaysia oleh Inggris yang awalnya juga bermasalah, yakni belum didukung oleh rakyat setempat.
4.Meskipun awalnya terdapat perkembangan positif, namun nampak adanya keengganan Inggris (selaku salah satu negara blok Barat) dalam melibatkan Indonesia. Ini yang memicu kemarahan Indonesia.
5.Sikap Bung Karno yang dengan tegas menentang kolonialisme dan imperialisme.
Silakan bagi yang ingin memberikan koreksi atau tambahan informasi.
CATATAN KAKI
(1)Dari Proklamasi Sampai Takari, halaman 539-540.
(2)Dari Proklamasi Sampai Takari, halaman 598.
(3)Lihat Sejarah Nasional Indonesia VI, halaman 354.
(3)Lihat A Short History of Malaysia, halaman 186.
(4)Lihat A Short History of Malaysia, halaman 187.
(6)Lihat Sejarah Nasional Indonesia VI, halaman 354.
(7)Lihat Sejarah Nasional Indonesia VI, halaman 355.
(8)Lihat Sejarah Nasional Indonesia VI, halaman 357.
DAFTAR PUSTAKA
--------------------------. Dari Proklamasi Sampai Takari, B.P. Prapantja, Djakarta.
Hooker, Virginia Matheson. A Short History of Malaysia: Linking East and West, Allen & Unwin, 2003.
Poesponegoro, Marwati Djoened & Notosusanto, Nugroho. Sejarah Nasional Indonesia VI, PN Balai Pustaka, 1984.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Bung Karno,
konfrontasi Malaysia,
Malaysia,
Sejarah,
sejarah Indonesia
Tuesday, February 4, 2014
BUKU TENTANG SEJARAH ACEH MASA KEMERDEKAAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG SEJARAH ACEH MASA KEMERDEKAAN
Ivan Taniputera
4 Februari 2014

Judul: Atjeh Sepintas Lalu
Penulis: Insider
Penerbit: F.A. Archapada, Djakarta, 1950
Jumlah halaman: 124
Buku ini membahas mengenai perkembangan Aceh semenjak Proklamasi Kemerdekaan hingga Pengakuan Kedaulatan. Berikut ini adalah daftar isinya.

Pada halaman 3 dapat kita baca sebagai berikut:
"Buku ketjil ini diterbitkan, denga maksud supaja ia dapat mendjadi alat perantara dalam menjampaikan kepada umum beberapa peristiwa dan kedjadian penting mengenai Atjeh dalam masa kurang lebih empat tahun, terhitung sedjak Proclamatie Kemerdekaan sampai Penjerahan Kedaulatan.
Peristiwa2 dan kedjadian2 jang akan diuraikan, dapat kiranja mendjadi bahan-sekalipun djauh dari lengkap,
pertama: bagi setiap Warga Negara jang ingin mengetahui dalam garis besarnja kesulitan2, sebagai akibat dari kedjadian2 dan peristiwa2 jang harus dihadapi dalam perkembangan sedjarah di Atjeh selama masa jang disebut tadi....."
Pada halaman 18 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Harus diakui, harus diakui bahwa sikap beberapa anggota dari golongan Uleebalang adalah amat onsympathiek, segera sesudah mereka mendengar berita tentang capitulatie Djepang.
Mereka ini bersuka ria, ja melahirkan kebentjian mereka terhadap setiap Djepang; sekalipun pada masa pendudukan Djepang mereka bersikap sangat pro Djepang dan berusaha sedapat-dapatnja memperoleh perhubungan persahabatan dengan setiap orang Djepang....."
Pada halaman 39 terdapat kutipan sebagai berikut:
"Diantara sekian banjak nama2 jang telah mengambil peranan penting dalam menembus blokkade Belanda, tidak dapat dilupakan nama Major John Li, anggota "Angkatan Laut Republiek Indonesia."
Berikut ini adalah contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, February 1, 2014
BUKU HASIL PERSIDANGAN KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT TANGGAL 25 FEBRUARI-25 MARET 1947
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU HASIL PERSIDANGAN KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT TANGGAL 25 FEBRUARI-25 MARET 1947
Ivan Taniputera
1 Februari 2014

Judul: Saat Bersedjarah
Penulis: Parada Harahap
Penerbit: Gapura N.V., Jakarta, 1951
Jumlah halaman: 89
Buku ini berisikan hasil sidang Komite Nasional Indonesia Pusat tanggal 25 Februari-25 Maret 1947 di Malang.
Sebagai contoh pada halaman 37, Wakil Presiden DRS. Mohamad Hatta memberikan keterangannya pula:
"Semendjak mulanja sidang dibuka, Wakil Presiden selalu hadir, baik bersama dengan Presiden pada permulaannja baik pun sendirian, ketika Presiden kembali ke Djokjakarta berhubung dengan keadaan njonja Beliau jang kurang sehat.
Semua kupasan dan kritik jang tadjam-tadjam jang diperdengarkan oleh anggoa, mengenai Peraturan Presiden nomor 6 didengarkannja baik-baik dan kerapkali kelihatan beliau mengadakan tjatetan.
Nampak dari perobahan warna muka Beliau kadang-kadang kemerah-merahan, suatu tanda ada mengandung kekesalan dan kemarahan, melihat berbagai-bagai sikap dan tjara jang kadang-kadang harus diakui, patutlah djuga Beliau marah....... tetapi bagi Beliau jang terkenal pandai menahan hati itu hanjalah nampak pada wadjah Beliau sadja tanda kemarahan hati.....
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, January 20, 2014
BUKU MENGENAI PANDANGAN TERHADAP SEJARAH INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI PANDANGAN TERHADAP SEJARAH INDONESIA
Ivan Taniputera
20 Januari 2014

Judul: Pandangan Tentang Sedjarah Indonesia Jang Bersifat Serba-Dua dan Jang Bersifat Serba Tunggal
Penulis: r. Moh. Ali
Penerbit: Bhratara, Djakarta, 1964
Jumlah halaman: 36
Ini adalah buku berbagai pandangan mengenai sejarah Indonesia. Berikut ini adalah daftar isinya:

Berikut ini adalah contoh-contoh kutipan dalam buku tersebut:
Halaman 6-7:
"Ruang hidup kita senantiasa berintikan konfrontasi jang menjeluruh dan merata diseluruh bidang perikehidupan kebangsaan:
Physical : Konfrontasi dengan bangsa2, ras2, apapun ;
Kebudajaan: kebudajaan2 dunia menjerbu kedalam batang-tubuh kebudajaan kita;
Politik : setjara damai maupun dengan kekerasan politik-ekspansi dalam 1001 tjorak menghadapi kita;
Ekonomi: ekspansi ekonomi dunia selalu berusaha menguasai kita;
Sosial : beraneka-warna gerakan dan arus aliran kemasjarakatan dari manapun djua bertemu di Indonesia.
Perintjian itu dapat diperluas dengan sekian banjak istilah dan nama seperti agama, falsafah, mode, bahan, dsb. dsb. tanpa berkesudahan. Tetapi bagaimanapun djuga djelaslah bahwa problematik azasi daripada perikehidupan kebangsaan kita ialah konfrontasi..."
Halaman 10:
"Pandangan itu anti-thetis reaktif melukiskan pertentangan, hubungan timbal balik antara dua-kekuasaan jang saling bertentangan. Maka oleh sebab itu dapat disebut sebagai pandangan sedjarah jang bersifat serba-dua."
Halaman 16:
"Pandangan tentang sedjarah jang bersifat anti-thetis ini tentu bersifat positif oleh sebab sederadjat, seharga, dan setaraf dengan lawannja: asing. Pandangan regio-centris itu adalah udjud daripada salah satu segi daripada suatu kebudajaan daerah jang utuh dan tunggal: Bugis, Atjeh, Djawa, Bali dsb. Sedjarah suatu daerah sedjarah suatu suku merupakan suatu kesatuan "tjeritera" jang menjeluruh dari zaman purbakala sampai kepada zaman modern."
Berikut ini adalah contoh halamannya:


Berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, December 25, 2013
BUKU PENJELASAN PEMERINTAH MENGENAI PEMBERONTAKAN PRRI
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU PENJELASAN PEMERINTAH MENGENAI PEMBERONTAKAN PRRI
Ivan Taniputera
25 Desember 2013

Judul buku: Keterangan Pemerintah Tentang "Persoalan Sumatera"
Penerbit: Kementerian Penerangan Republik Indonesia, 1958
Jumlah halaman: 7
Pada bagian sampul terdapat penjelasan bahwa buku ini merupakan penjelasan yang diucapkan oleh "Perdana Menteri H. Djuanda dalam rapat pleno Dewan Perwakilan Rakjat hari Senen tanggal 3 Pebruari 1958 djam 09.00." Berikut ini adalah beberapa kutipannya:
Halaman 1:
"Saudara Ketua jang terhormat,
1.Sedjak beberapa waktu belakangan ini keadaan politik di Tanah Air kita diliputi suasana jang hangat berhubung dengan soal-soal mengenai pulau Sumatera.
Suasana itu timbul karena berita-berita dalam pers, baik didalam maupun luar negeri..."
Halaman 4:
7.Selandjutnja diketahui dengan pasti oleh Pemerintah, bahwa pada tanggal 9 Djanuari 1958 telah berlangsung suatu rapat jang dihadiri oleh sedjumlah tokoh-tokoh militer dan politik di Sungai Dareh, suatu kota ketjil diperbaasan antara Sumatera Barat dan Djambi.
Hadir dalam rapat itu antara lain kolonel Z. Lubis, Kolonel Simbolon, Kolonel Dahlan Djambek, Letnan Kolonel A. Hussein dan lain-lain serta......."
Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, November 7, 2013
BUKU MENGENAI SEJARAH MASA AWAL BERDIRINYA REPUBLIK INDONESIA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI SEJARAH MASA AWAL BERDIRINYA REPUBLIK INDONESIA
Ivan Taniputera
7 November 2013

Judul buku: Lembaran Sedjarah
Pengarang:-
Penerbit: Kementerian Penerangan Republik Indonesia, Jogjakarta, Agustus 1950
Jumlah halaman: 72
Buku ini adalah meriwayatkan sejarah lima tahun pertama berdirinya Republik Indonesia. Pembahasannya dibagi berdasarkan tahunnya.
Pada Kata Pengantar di halaman 1 dapat kita baca sebagai berikut:
"Tanggal 17 Agustus, adalah suatu hari jang mempunjai daja gaib, daja penarik bagi kita bangsa Indonesia. Djika bangsa Amerika mempunjai hari Kemerdekaan (Independent Day) tanggal 4 Djuli dan bangsa Perantjis mempunyai "Quatorze Juillet" (14 Djuli), 17 Agustus 1945 kita telah menjatakan diri bebas merdeka lepas dari tindakan kekuasaan asing.
Apa jang terjadi kemudian, penuh dengan bermatjam2 peristiwa bersedjarah, adalah semata-mata untuk mempertahankan semangat 17 Agustus 1945: "Sekali merdeka, tetap merdeka".
Dalam tahun 1950 ini, kita memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus dalam suasana jang sangat berlainan dari pada tahun-tahun jang lampau. Ia dirajakan diseluruh kepulauan Indonesia, ia diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia jang 70.000.000 djumlahnja itu. bukan sadja sudah genap 5 tahun usia proklamasi kemerdekaan dimana kita kini hidup didalam suasana kegentingan internasional, tetapi dalam tahun ini djuga kita memasuki fase baru dalam perdjuangan. Setelah kita mengalami pertempuran-pertempuran diseling dengan perundingan-perundingan serta usaha memetjah belah dari fihak lawan, achirnja kita bersatu kembali dalam Negara Kesatuan jang merdeka dan berdaulat. Namun perdjuangan kita belum lagi selesai. Irian masih mendjadi soal persengketaan.
Brosur ketjil ini dimaksud sebagai sumbangsih dalam kita memperingati hari ulang tahun ke-5 dari proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1950.
Semoga brosur ini mentjapai maksudnja dan digunakan sebagai bahan atau pedoman seperlunja dalam kita meneruskan perdjuangan dimasa depan, dengan memetik peladjaran akan kedjadian-kedjadian dimasa jang lampau !"
Berikut ini adalah contoh uraian mengenai peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 April 1949 (halaman 24):
"14 April perundingan permulaan dimulai dan 7 Mei tertjapai "persetudjuan": "Keterangan bersama," jalah "Rum-Royen" Statement. Pemerintah Republik kembali ke Jogja, Presiden dan wakil Presiden mendjamin (persoonlijk) pemerintah Republik akan berusaha menghentikan permusuhan dan ikut serta berunding ke Den Haag untuk diserahkannja kedaulatan Belanda atas Indonesia. Dr Beel berhenti, djendral Spoor dapat menjetudjui RR statement itu. Persiapan kembalinja pemerintah pusat Republik Indonesia ke Jogjakarta segera dilakukan. 22 Djuni tertjapai "meeting of mind" mengenai garis-garis besar cease fire dan waktu dan atjaranja konferensi di Den Haag. BFO akan boleh ikut serta, UNCI akan tetap mengawasinja, selaku wakil DKPBB...."
Berikut ini adalah contoh foto-foto yang terdapat dalam buku ini:



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, August 4, 2012
Perjuangan Etnis Tionghua di Kota Baru Dalam Mempertahankan Kemerdekaan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Perjuangan Etnis Tionghua di Kota Baru Dalam Mempertahankan Kemerdekaan
Ivan Taniputera
3 Agustus 2012
Kebetulan pada hari ini saya berkesempatan mengadakan wawancara dengan pemilik rumah tempat saya kost yang dulu pernah berjuang di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Waktu itu, Kota Baru masih merupakan ibukota Kalimantan Tenggara. Pada kesempatan tersebut. Beliau, yakni Bapak Arifin Tjandra (Tjan Tjian Hwa) memberikan dokumen riwayat perjuangan rakyat menegakkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Kota Baru dan Kalimantan Tenggara, yang juga didukung oleh etnis Tionghua. Dokumen-dokumen tersebut berupa:
1. Catatan Peristiwa: Kabupaten Kotabaru Mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945.
2. Formulir Pendaftaran Calon Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, tertanggal 13 April 1987.
Rangkaian perjuangan kemerdekaan di Kalimantan Tenggara tidak terpisahkan dari kembalinya pasukan NICA yang membonceng Sekutu guna menegakkan kembali kolonialisme pascakekalahan Jepang. Bahkan Belanda berniat mendirikan negara boneka di bumi Kalimantan. Para pemuda yang tergabung dalam Gabungan Pemuda Indonesia (GAPIKA) mengundang rapat anggota organisasi kepemudaan lainnya dari seluruh Kalimantan Selatan. Rapat tersebut kemudian diselenggarakan di Gedung Bioskop "Pandai" pada tanggal 17 hingga 20 Maret 1947. Sementara itu, dari Kota Baru hadir Syahran Gani, Peran Kamar, dan Nadalsah (lihat "Catatan Peristiwa: Kabupaten Kotabaru Mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, halaman 109).
Sesuai rapat, Syahran Gani dan Peran Kamar mengadakan pertemuan rahasia dengan pimpinan gerakan M.N.1001 (M. Sibli Imansyah) beserta Hasan Basri selaku pimpinan gerilyawan. Adapun pertemuan dengan Hasan Basri dilangsungkan di tempat kediaman H. Rafai, di Kandangan. Pertemuan rahasia itu menghasilkan keputusan sebagai berikut:
a.Penyatuan taktik dan strategi perjuangan.
b.Cara-cara peningkatan perjuangan yang lebih aktif serta efektif.
Sementara itu, di luar Kota Baru, perjuangan rakyat semakin menghebat dan pasukan NICA terus mengejar para pejuang. Gerakan-gerakan di bawah tanah bermunculan bagai cendawan di musim hujan demi menghadapi penjajah. Sebagai contoh adalah Gerakan Rahasia Cantung (Sungai Kupang). Perjuangan mempertahankan kemerdekaan ini juga mendapat dukungan etnis Tionghua. Karena tidak dicurigai oleh penjajah, mereka dapat menjadi tempat perlindungan yang aman bagi para gerilyawan. Mereka kerap membocorkan pada para gerilyawan mengenai rencana Belanda, sehingga gerak-gerik musuh dapat diketahui dan tidak mudah melakukan penyergapan terhadap para gerilyawan. Adapun nama-nama tokoh Tionghua yang turut membantu perjuangan antara lain adalah:
- Tyan A Song, Oey Gwan Seng, Tjan Tjian Hwa (yakni om kost saya), dan Tjan Ing Kay di daerah Sungai Kupang, Cantung.
- Tjan A Teng dan Tjan Ing Kay di Kampung Sangking (Benyiur), yang pernah menyembunyikan Hasan Basri di tempat kediaman mereka, sewaktu yang bersangkutan dicari-cari oleh Belanda.
- Lim Heng Po, Nyo A Hai, dan Tjan A Kay di kawasan pantai.
- Ong Sung Hang di Kota Baru yang kerap mengirimkan barang keperluan perjuangan, seperti kain dan lain sebagainya.
- Seorang wanita bernama Ang Tiauw Ek di Batulicin yang kerap membantu perjuangan dengan mengirimkan berbagai barang keperluan bagi para gerilyawan. (lihat "Catatan Peristiwa: Rakyat Kabupaten Kotabaru Mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945," halaman 145)
Om kost saya sendiri, yakni Tjan Tjian Hwa, merupakan anggota veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia pernah bergabung sebagai anggota kelaskaran ALRI Divisi IV PT. 10 (A) dari tanggal Juni 1948 hingga Desember 1949. Ketika itu yang menjadi komandannya adalah Sakar Taib, sedangkan wakil komandannya adalah Mohamad Taib. Asuk (Paman) Tjan Tjian Hwa sendiri kini telah berusia hampir 90 tahun, sehingga banyak peristiwa yang telah terlupakan.Namun Beliau juga memiliki andil dalam perjuangan.
Demikianlah sekilas perjuangan etnis Tionghua di Kalimantan Tenggara dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Foto Bapak Tjan Tjian Hwa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)