sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Tetesan Kisah. Show all posts
Showing posts with label Tetesan Kisah. Show all posts
Thursday, January 19, 2012
Kata mutiaraku, kata terakhirku..
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kerongkonganku tercekat, aku bahkan tak bisa bicara
Aku sedang menatap kosong ke angkasa,
Aku menangis..
Dan aku mencoba untuk melupakan
Bantu aku melupakanmu..
Sendirian,
Aku terus berbicara pada diriku sendiri
Lalu berhenti,
Karena aku terluka, karena aku terbakar di dalamnya
Kukatakan pada diriku sendiri, aku tak punya apa-apa selain cinta
Apakah aku merasa sakit hati? apakah aku merasa tertekan?
Kataku pada diriku sendiri, jangan jatuh cinta lagi, kumohon lupakan,
berhenti, lupakan saja,
aku telah memutuskan
Tetapi bayanganmu kembali lagi,
Tak ada yang terjadi, bahkan jika kau melupakanku,
Setelah beberapa hari aku akan baik-baik saja
Aku akan tertidur setelah menangis dan tertawa
Aku mengangkat telepon lalu meletakkannya
Seperti orang bodoh, Persis seperti orang bodoh
Aku seperti gila ingin berjumpa denganmu
Aku seperti tergila-gila merindukanmu, ingin berhenti dan lupakan,
Karena aku sangat lelah
Aku begitu lelah
Airmata telah menyelimuti mataku
Membuat bayangan wajahmu menjadi kabur sekarang
Tiba saatnya untuk melupakan
Sekarang, ‘tuk beberapa saat, aku tak bisa lagi tertidur lelap
Mencoba untuk tak memikirkanmu, namun kau kembali dalam anganku
Semuanya akan baik-baik saja,
Hanya beberapa hari lagi, lalu aku akan lupa
Seperti es, hatiku pasti akan meleleh
Aku seperti orang bodoh
Aku sangat lelah, karena aku begitu lelah
Airmata menyelimuti mataku..
Tak inginkah membalas salam perpisahanku? Setelah lima tahun, tujuh puluh dua hari. Bukankah itu waktu yang lama untuk menciptakan kenangan. Apakah terlupakan begitu saja? Kau bahkan tak mengucapkan sepatah katapun.
Hati manusia memang begitu, akan berubah, tak pernah ada kata ‘selamanya’. Aku bahkan tak bisa selamanya melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, hanya sesekali saja. Bolehkah aku bertahan untukmu, mungkin kau ingin kembali. Mungkin kau yang berjanji akan membuatku bahagia. Aku selalu menunggu, selama waktu yang aku miliki. Mungkin saja aku dan kau bisa bahagia.
Kau selalu penting bagiku, dan kaupun bisa penting untuk orang lain, mungkin untuk kekasihmu yang akan datang. Bertemu denganmu membuatku beruntung dan bahagia. Tapi silahkan, temukanlah orang-orang yang menyayangimu melebihi aku. Aku mungkin tak mampu berbuat lebih jauh untukmu. Tak bisa lebih dalam menyayangimu. Hanya sebatas ini hatiku terbuat untuk menyayangimu.
Mungkin aku akan pergi. Maka aku ingin orang melihatku pergi dengan bahagia, sebagai seorang yang ceria, yang naif dan tanpa beban. Aku pernah mendapatkan cinta, dan aku akan melihatnya kembali, sebagai kenangan yang indah. Melihat kembali apa yang pernah cinta berikan untukku.
Aku akan tegar ketika berkata, aku mencintaimu. Dan meninggalkanmu pergi, karena tak ada lagi kata darimu untuk membalasku. Kau melepaskanku begitu saja. Maka aku akan rela. Perasaan tulus itu mungkin bukan milikku lagi.
Tak ada ketulusan yang bebas dari kesalahpahaman. Meski kau selalu salah paham, aku tak ingin lagi menjelaskannya. Biar saja kau tetap seperti itu. Agar kau tak terluka. Biar aku saja. Menyembunyikan semuanya juga membuat lelah. Carakulah yang salah. Aku hanya tau mencintai, tapi tak tau bagaimana melakukannya. Apalagi terhadapmu. Aku tak tau cara mencintaimu. Rumit.
Aku selalu ingin mencintaimu. Adakah harapan seperti itu di dunia ini? Aku bahagia, meski yang kau lihat adalah air mata. Adakah air matamu yang begitu dalam untukku? Mungkin tidak. Tapi aku akan tetap tegar. Kau memberiku alasan untuk hidup. Kau memberiku harapan untuk bertahan, untuk menunggumu, mungkin kau kembali. Ketika itu terjadi, aku ingin ada disana, menyambutmu.
Mungkin aku merusak hidupku sendiri. aku menyadarinya, ketika kau tak lagi mencegahku ketika aku ingin pergi. Hatimu telah keras olehku. Salahku. Akupun marah dan membenci diriku.
Jika saja aku bisa memutar waktu, kita akan duduk berhadapan, dan mengatakan semuanya dengan baik. Harapanku sungguh rapuh. Bagaimana mungkin waktu akan kembali. Tapi meski begitu, kau sama sekali tak memberiku kesempatan kedua. Seakan semuanya menjadi salah, untuk selamanya. Tak ada lagi yang bisa diubah.
Hiduplah dengan baik tanpaku. Tentu, kau pasti melakukannya meski tanpa kuminta. Kau tak lagi mendengarku, untuk menemukan hidup yang baik tanpaku. Aku tak bisa lagi menempatkan semuanya ke tempat asalnya. Maafkan aku.
Setelah waktu berlalu, mungkin kau tak akan lagi mengenang apapun. Dan aku mungkin bisa melupakannya. Tak lagi mengingat, kenangan itu entah seperti apa. Jika saatnya tiba, mungkin aku bisa memaafkan diriku sendiri. Aku telah berjanji tak aka mengganggumu, maka aku akan pergi. Mungkin itu yang paling kau inginkan.
Semuanya hanya kukatakan dengan mungkin. Karena diammu, membuatku tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa tiada artinya untukmu. Semoga aku benar. Karena itu cukup, menjadi alasanku menangis.
Hidup yang kujalani bersamamu, seakan itu adalah hidup yang terakhir dari takdir yang kupunya. Aku bahagia dengannya, dan semua berhenti disana. Semakin ke depan, sudah semakin tak terasa. Miyanhae.. really sorry..
Saranghae..
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, January 1, 2012
Mencintai Tanpa Syarat
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Co-Pas from Kaskus.us
Mencintai Tanpa Syarat
Berbagi A Very Touching Story
Semoga bermanfaat.
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!
Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.
"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku. ..Jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis
" Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..."BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".
(Semoga Allah memberkahi para suami yang sholeh dan istri yang sholehah)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)