sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Saturday, May 19, 2012
Kekuatan Raksasa Militer Indonesia 1960
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salahsatu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).

Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.

Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.
sumber: kaskus.us
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, May 17, 2012
Istilah, singkatan, kata-kata gaul di dunia maya
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Tidak diragukan lagi, setiap orang ingin mempercepat waktu dalam berkomunikasi. Seperti saat chatting, mereka menggunakan kata-kata gaul yang kadang disingkat agar dapat berbicara lebih banyak dalam waktu yang singkat. Namun kadang kita juga sering menemukan kode-kode SLANG yang mungkin kita tidak mengetahui artinya. Berikut merupakan beberapa kata gaul yang paling sering diucapkan oleh para user melalui Facebook, Twitter, Linkedin, atau situs jejaring sosial lainnya.
| Kode Slang | Kepanjangan | Arti |
|---|---|---|
| ASAP | As Soon As Possible | Sesegera mungkin |
| ASAIC | As Soon As I Can | Secepat saya bisa |
| LOL | Laugh Out Loud | nGakak/Terbahak-bahak |
| ASL | Tell me your Age,Sex and Location | Beritahu saya umur, jenis kelamin dan lokasimu |
| TU | Thank You | Terima kasih |
| GM | Good Morning | Selamat pagi |
| GE | Good Evening | Selamat malam |
| GN | Good Night | Selamat malam, tidur |
| JFY | Just For You | Hanya untukmu |
| MTUK | More Than You Know | Lebih dari yang kau tahu |
| OSLT | Or Something Like That | Atau sesuatu yang seperti itu |
| ACC | Actually | Sebenarnya |
| ACE | Excellent or Great | Sangat baik atau hebat |
| AFS | Always Forever and Seriously | Selalu selamanya dan sesungguhnya |
| APP | Application | Aplikasi |
| AUO | I don't know | Saya tidak tahu |
| AW | Any Way | Omong-omong, cara apapun |
| B4 | Before | Sebelum |
| BBS | Be Back Soon | Akan kembali secepatnya |
| BBL | Be Back Later | Akan kembali nanti |
| BBN | Be Back Never | Tidak akan pernah kembali |
| BBT | Be Back Tomorrow | Akan kembali besok |
| BF | Boy Friend | Pacar, laki-laki |
| GF | Girl Friend | Pacar, perempuan |
| BFF | Best Friend Forever | Sahabat selamanya |
| BOT | Back On Topic | Kembali ke topik |
| BBZ | Babes | Sayang |
| CYL | Catch You Later | Menangkapmu nanti |
| D8 | Date | Hari |
| DAM | Don't Ask Me | Jangan minta saya, jangan tanya saya |
| DAQ | Don't Ask question | Jangan ajukan pertanyaan |
| DARL | Darling | Sayang, kekasih |
| DAT | That | Itu |
| DDT | Don't Do That | Jangan lakukan itu |
| F9 | Fine | baik, bagus, tidak apa-apa |
| FBF | Facebook Friend | Teman facebook |
| G2E | Go To Eat | Pergi makan |
| G8 | Great | Bagus, hebat |
| GTH | Go To Hell | Pergilah ke neraka |
| H2CUS | Hope To See You Soon | Semoga bertemu denganmu secepatnya |
| HAGL | Have A Good Life | Selamat menikmati hidup |
| HAGD | Have A Good Day | Selamat menikmati siang |
| HAGN | Have A Good Night | Selamat menikmati malam |
| HAGE | Have A Good Evening | Selamat menikmati malam |
| HAND | Have A Nice Day | Semoga harinya menyenangkan |
| HBU | How About You | Begaimana denganmu |
| HDU | How Dare You | Beraninya kamu |
| HEY | Hello, Hi | Halo, hai |
| HF | Have Fun | Selamat bersenang-senang |
| HHOJ | Ha Ha, Only Joking | Ha ha, cuma guyon |
| HHOK | Ha Ha, Only Kidding | Ha ha, cuma bercanda |
| HHVF | Ha Ha, Very Funny | Ha ha, sangat lucu |
| hm... | Thinking | Berpikir |
| I<3U, ILU, ILY | I Love You! | Aku cinta kamu |
| IAS | In A Second | Dalam beberapa detik |
| IB | I'm Back | Saya telah kembali |
| IHS | I Hope So | Saya harap seperti itu |
| IIL | I'm in Love | Aku jatuh cinta |
| IK | I Know | Aku tahu |
| J4F | Just For Fun | Hanya untuk bersenang-senang |
| J4L | Just For Laugh | Hanya untuk tertawa |
| J4U | Just For You | Hanya untukmua |
| JLT | Just Like That | Begitu saja |
| K | Okay | Oke, baik |
| KL | Cool | Keren |
| B4 | Before | Sebelum |
| M/F | Are you Male or Female | Apa kamu pria atau wanita |
| IDK | I Don't Know | Aku tidak tahu |
| L8 | Later | Nanti, kemudian |
| L8ER | Later | Nanti, kemudian |
| ME2 | Me Too | Aku juga |
| N | And | Dan |
| N2G | Need To Go | Harus pergi |
| NOPE | No | Tidak |
| O7 | Salute | Salut, hormat |
| OOPS | If you make a mistake, you can say | Jika Kamu salah, kamu bisa mengatakan |
| OYE | Listen up | Dengarkan |
| PPL | People | Orang |
| PRO | Professional | Professional, ahli |
| PLZ | Please | Tolong, mohon |
| PM | Private Message | Pesan pribadi |
| Q&A | Question and Answer | Pertanyaan dan jawaban |
| RI8 | Right | Benar, kanan |
| S2U | Same to You | Sama sepertimu |
| SRY | Sorry | Maaf, menyesal |
| THANQ | Thank You | Terima kasih |
| THANX, TNX, TX | Thanks | Terima kasih |
| THN | Then | Lalu, kemudian |
| TTLY | Totally | Secara total, tentunya |
| TTUL | Talk To You Later | Mengobrol denganmu nanti |
| TTUS | Talk To You Soon | Mengobrol denganmu secepatnya |
| U | You | Kamu |
| UR | Your | Milikmu |
| W/ | With | Dengan |
| W/O | Without | Tanpa |
| W/E | Whatever | Apapun, terserah |
| W8 | Wait | Tunggu |
| WC | Welcome | Selamat datang |
| W^ | What's up | Ada apa |
| XLNT | Excellent | Luar biasa, sangat bagus |
| X_X | Dead | Mati |
| Y | Why | Mengapa |
| YEAH, YH | Yes | Iya |
| SD | Sweet Dreams | Mimpi manis, selamat bermimpi manis |
| WTF | What The F**k | Apa-apaan (sarkasme) |
| BTW | By The Way | Omong-omong |
| BRB | Be Right Back | Akan kembali secepatnya |
| JK | Just Kidding | Hanya bercanda |
| zzz | Sleeping | Sedang tidur |
| FYI | For Your Information | Informasi untukmu |
| FB | ||
| WTH | What The Hell | Apa-apaan (sarkasme) |
| LMK | Let Me Know | Biar saya mengetahuinya |
| OMG | Oh! My God | Oh! Tuhanku |
sumber:
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, May 13, 2012
Pembuatan Sabun
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan sendiri berasal dari kata surface actif agents yaitu senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. Molekul surfaktan mengandung suatu ujung hidrofobik dan suatu ujung hidrofilik. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen pada permukaan dengan cara meletakkan bagian kepala hidrofiliknya pada permukaan air dan bagian ekor hidrofobiknya menjauhi permukaan air. Kegunaan sabun adalah kemampuannya mengemulsi kotoran berminyak sehingga dapat dibuang dengan cara pembilasan karena sabun merupakan molekul organic yang terdiri dari 2 kelompok gugus. Gugus pertama dinamakan liofil (atau hidrofil bila medium pendispersinya air) yang mempunyai arti “suka akan pelarut” dan gugus kedua dinamakan liofolik (atau hidrofobik bila medium pendispersinya adalah air) yang berarti “tidak menyukai pelarut”. Pada sabun, gugus hidrofilik memiliki afinitas yang sangat kuat terhadap medium air, sedangkan gugus hidrofobik bergabung dengan gugus hidrofobik dari molekul sabun lain membentuk agregat yang dinamakan misel. Pada proses pembuatan sabun digunakan Sodium lauryl sulfat sebagai surfaktan yang ditambahkan ke dalam air demin sambil dipanaskan, hal ini dilakukan karena surfaktan mudah larut dalam air panas dibandingkan dengan air dingin sehingga dengan adanya pemanasan maka akan meningkatkan kelarutan (mudah larut). Selain menggunakan sodium lauryl sulfat (SLS) dapat pula digunakan senyawa-senyawa lain sebagai surfaktan, diantaranya adalah sodium lauryl ether sulfat (SLES), sodium dodecyl sulfat dan ammonium lauryl sulfat. Selain surfaktan, pada proses pembuatan sabun ditambahkan pula bahan-bahan pendukung yang antara lain adalah CAB-30 dan glycerin yang berfungsi sebagai pelembut karena sabun yang dihasilkan adalah sabun tangan cair sehingga harus lembut di tangan dan dapat mengangkat kelembaban pada lapisan kulit. Selain itu digunakan pula pewarna yang dapat memikat daya tarik konsumen, pewarna yang digunakan adalah pewarna yang aman untuk kesehatan kulit, contohnya adalah pewarna makanan. Sebagai pengompleksnya adalah Na-EDTA (garam dari EDTA) karena garam dari EDTA lebih mudah larut dalam air daripada EDTA. pH sabun harus diatur karena pH sabun adalah 7 (netral). Jika pada pembuatan sabun tersebut berada dalam suasana basa maka harus dibuat netral dengan cara menambahkan suatu larutan basa ke dalam campuran tersebut. Sebagai larutan basa dapat digunakan larutan NaOH sedangkan jika suasananya asam maka harus dinetralkan dengan cara menambahkan suatu larutan asam ke dalam campuran tersebut, salah satu contohnya adalah larutan asam sitrat. Untuk mengetahui suasana (asam/basa/netral) dari campuran tersebut maka dapat digunakan kertas pH.
Selain itu digunakan pula larutan NaCl jenuh yang berfungsi sebagai pengatur kekentalan. Larutan NaCl yang ditambahkan sesuai kebutuhan pembuatan sabun, tetapi sebaiknya untuk sabun tangan cair tidak terlalu kental dan juga tidak terlalu encer. Proses pembuatan sabun dasar, meliputi:
1. Safonifikasi
Pada proses ini minyak yang sudah dipucatkan (bleaching) dicampur dengan NaOH, kemudian dipanaskan dan diaduk sehingga terjadi tahap-tahap berikut:
a. Tahap periode inkubasi lambat
b. Tahap eksotermik cepat
c. Tahap penyelesaian (completion)
Safonifikasi dianggap selesai jika terbentuk sabun yang kental, kemudian ditambah garam kering supaya terjadi pemisahan antara sabun padat dan alkali.
2. Pencucian
Untuk memisahkan sisa gliserol dalam sabun dilakukan dengan cara menambahkan air garam panas (85oC) 10o pada sabun.
3. Fitting
Sabun yang didapatkan setelah mengalami pencucian selanjutnya mengalami pemanasan dan penambhan air sedikit demi sedikit sehingga didapatkan bentuk yang dikehendaki. Penentuan menggunakan “trowel test.”
Setelah penyabunan lengkap, lapisan air yang mengandung gliserol dipisahkan dari gliserol dipulihkan dengan penyulingan. Gliserol digunakan sebagai pelembab dalam tembakau, industri farmasi dan kosmetik. (Sifat kelembaban timbul dari gugus-gugus hidroksil yang dapat berikatan hidrogen dengan air dan mencegah penguapan air itu). Sabunnya dimurnikan dengan mendidihkan dalam air bersih untuk membuang lindi yang berlebih, NaCl dan gliserol. Zat tambahan (additive) seperti batu apung, zat warna dan parfum kemudian ditambahkan. Sabun padat lalu dilelehkan dan dituang ke dalam suatu cetakan.
sumber:
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tugas-kuliah-tentang-pembuatan-sabun.html
Selain itu digunakan pula larutan NaCl jenuh yang berfungsi sebagai pengatur kekentalan. Larutan NaCl yang ditambahkan sesuai kebutuhan pembuatan sabun, tetapi sebaiknya untuk sabun tangan cair tidak terlalu kental dan juga tidak terlalu encer. Proses pembuatan sabun dasar, meliputi:
1. Safonifikasi
Pada proses ini minyak yang sudah dipucatkan (bleaching) dicampur dengan NaOH, kemudian dipanaskan dan diaduk sehingga terjadi tahap-tahap berikut:
a. Tahap periode inkubasi lambat
b. Tahap eksotermik cepat
c. Tahap penyelesaian (completion)
Safonifikasi dianggap selesai jika terbentuk sabun yang kental, kemudian ditambah garam kering supaya terjadi pemisahan antara sabun padat dan alkali.
2. Pencucian
Untuk memisahkan sisa gliserol dalam sabun dilakukan dengan cara menambahkan air garam panas (85oC) 10o pada sabun.
3. Fitting
Sabun yang didapatkan setelah mengalami pencucian selanjutnya mengalami pemanasan dan penambhan air sedikit demi sedikit sehingga didapatkan bentuk yang dikehendaki. Penentuan menggunakan “trowel test.”
Setelah penyabunan lengkap, lapisan air yang mengandung gliserol dipisahkan dari gliserol dipulihkan dengan penyulingan. Gliserol digunakan sebagai pelembab dalam tembakau, industri farmasi dan kosmetik. (Sifat kelembaban timbul dari gugus-gugus hidroksil yang dapat berikatan hidrogen dengan air dan mencegah penguapan air itu). Sabunnya dimurnikan dengan mendidihkan dalam air bersih untuk membuang lindi yang berlebih, NaCl dan gliserol. Zat tambahan (additive) seperti batu apung, zat warna dan parfum kemudian ditambahkan. Sabun padat lalu dilelehkan dan dituang ke dalam suatu cetakan.
sumber:
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tugas-kuliah-tentang-pembuatan-sabun.html
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, April 15, 2012
Cara-Cara Pengolahan Sampah Organik
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
![]() |
| pupuk kompos dari sampah organik |
1. Yang termasuk sampah Organik
- Daun
- Sayuran
- Nasi
- Buah-buahan
- Rumput
2. Pengolahan Kompos
20 liter air
1 kg gula pasir
1-2 liter susu sapi
EM-4 1 botol
3. Cara Pengolahannya
Campurkan air dan gula pasir, diaduk sampai merata, lalu tambahkan susu diaduk sampai berbuih. Setelah itu tambahkan I botol EM-4 kemudian diaduk.
Lalu diamkan sambil tempat pengadukan ditutup . Lalu setiap 12 jam diaduk kembali selama +/- 15 menit, sampai berbuih. Ulangi sampai 4 hari.
sumber:
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, February 12, 2012
Panduan Menulis Jurnal Ilmiah
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
ilustrasi
KOMPAS.com - Ada banyak panduan yang bisa membantu Anda dalam menulis sebuah jurnal ilmiah. Panduan yang satu ini, mungkin bisa dijadikan referensi.
Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari:
1. Judul;
2. Abstrak;
3. Pendahuluan;
4. Bahan dan metode;
5. Hasil;
6. Pembahasan;
7. Kesimpulan;
8. Daftar pustaka.
1. Judul
Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul "Laporan Lab Biologi". Dengan judul seperti ini, maka tidak ada pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Contoh judul yang jelas, misalnya "Pengaruh Cahaya dan Suhu terhadap Pertumbuhan Populasi Bakteri Escherichia Coli". Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal.
2. Abstrak
Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal.
Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda.
3. Pendahuluan
Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang Anda diselidiki, yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan.
Catatan: Jangan membuat pendahuluan terlalu luas. Ingat saja bahwa Anda menulis jurnal untuk rekan yang juga memiliki pengetahuan yang sama dengan Anda.
4. Bahan dan Metode
Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan.
5. Hasil
Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakan teks naratif, tabel, atau gambar. Ingat hanya hasil yang disajikan, tidak ada interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Data yang dikumpulkan dalam tabel/gambar harus dilengkapi teks naratif dan disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Jangan ulangi secara panjang lebar data yang telah disajikan dalam tabel dan gambar.
6. Pembahasan
Pada bagian ini, peneliti menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain. Ingat bahwa setiap percobaan tidak selalu harus menunjukkan perbedaan besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk diubah dalam penelitian Anda.
7. Kesimpulan
Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan kembali pada pertanyaan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.
8. Daftar Pustaka
Semua informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal Anda.
Selamat menulis!
Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari:
1. Judul;
2. Abstrak;
3. Pendahuluan;
4. Bahan dan metode;
5. Hasil;
6. Pembahasan;
7. Kesimpulan;
8. Daftar pustaka.
1. Judul
Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul "Laporan Lab Biologi". Dengan judul seperti ini, maka tidak ada pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Contoh judul yang jelas, misalnya "Pengaruh Cahaya dan Suhu terhadap Pertumbuhan Populasi Bakteri Escherichia Coli". Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal.
2. Abstrak
Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal.
Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda.
3. Pendahuluan
Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang Anda diselidiki, yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan.
Catatan: Jangan membuat pendahuluan terlalu luas. Ingat saja bahwa Anda menulis jurnal untuk rekan yang juga memiliki pengetahuan yang sama dengan Anda.
4. Bahan dan Metode
Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan.
5. Hasil
Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakan teks naratif, tabel, atau gambar. Ingat hanya hasil yang disajikan, tidak ada interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Data yang dikumpulkan dalam tabel/gambar harus dilengkapi teks naratif dan disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Jangan ulangi secara panjang lebar data yang telah disajikan dalam tabel dan gambar.
6. Pembahasan
Pada bagian ini, peneliti menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain. Ingat bahwa setiap percobaan tidak selalu harus menunjukkan perbedaan besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk diubah dalam penelitian Anda.
7. Kesimpulan
Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan kembali pada pertanyaan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.
8. Daftar Pustaka
Semua informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal Anda.
Selamat menulis!
source:
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, September 9, 2011
Penemuan-penemuan penting Ilmu Pengetahuan dan Sains
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tabel Penemuan Penting | |||
Tahun | Penemuan Penting | Penemu | Kebangsaan |
1250 | Kaca Pembesar | Roger Bacon | Inggris |
1504 | Jam Saku | Peter Heinlein | Jerman |
1590 | Mikroskop tabung berlensa ganda | Zacharias Janssen | Belanda |
1593 | Termometer air | Galileo | Italia |
1608 | Teleskop | Hans Lippersey | Belanda |
1629 | Turbin uap | Giovani Branca | Italia |
1643 | Barometer | Evangelista torricelli | Italia |
1650 | Pompa udara | Otto Van Guericke | Jerman |
1656 | Jam bandul | Chgristian Huygens | Belanda |
1668 | Teleskop pantul | Issac Newton | Inggris |
1698 | Pompa uap | Thomas savery | Inggris |
1712 | Mesin uap | Thomas Newcomen | Inggris |
1714 | Termometer raksa | Daniel Gabriel Fahrenheit | Jerman |
1745 | Botol leyden ( cikal bakal kapasitor ) | E.G.Von Kleist | Jerman |
1752 | Penangkal petir | Benjamin franklin | Amerika Serikat |
1758 | Lensa akromatis | John Dollond | Inggris |
1769 | Mesin uap ( Penguap Terpisah) | James Watt | Inggris |
1769 | Lokompotif cugnot | Nicholas Joseph Cugnot | Perancis |
1775 | Kapal selam | David Bushnell | Amerika Serikat |
1780 | Lensa bifokal | Benjamin franklin | Amerika Serikat |
1783 | Balon udara | Joseph Michel Montgolfer dan | Perancis |
Jacques Etienne montgolfer | |||
1786 | Kapal uap | John Fitch | Amerika Serikat |
1791 | Turbin gas | john Barber | Inggris |
1792 | Gas cahaya | william Murdock | Skotlandia |
1795 | Kempa hidrolik | Joseph bramah | Inggris |
1800 | Baterei listrik | Count Alessandro Volta | Italia |
1804 | Baling-baling kapal | John Stevens | Amerika Serikat |
1804 | Roket barbahan bakar padat | Wiliam Congreve | Inggris |
1804 | Lokomotif uap | Richard Trevithick | Inggris |
1805 | Penyepuhan listrik | Luigi Gasparo Brugnatelli | Italia |
1814 | Lokomotif kereta api | George Stephenson | Inggris |
1820 | Higrometer | J.F.Daniel | Inggris |
1820 | Galvanometer | Johann Salomo Cristoph Schweiger | Jerman |
1821 | Motor listrik | Michael faraday | Inggris |
1823 | Silikon | Jons jakob Berzelius | Swedia |
1823 | Elektromagnet | William sturgeon | Inggris |
1830 | Timbanagan permukaan datar | Thaddeus Fairbanks | Amerika Serikat |
1831 | Dinamo | Michael faraday | Inggris |
1834 | Trem listrik | Thomas davenport | Amerika Serikat |
1837 | Telegraf | Samuel finley Breese Morse | Amerika Serikat |
Sir Charles wheatstone | Inggris | ||
1838 | Kode morse | Samuel finley Breese Morse | Amerika Serikat |
1839 | Fotografi | Louis Jacques Mande Daguerre | Perancis |
Joseph Nicephore Niepce | |||
william Henry Fox Talbot | Inggris | ||
1839 | Palu uap | James Nasmyth | Skotlandia |
1849 | Tiurbin air | James Bicheno Francis | Amerika Serikat |
1852 | Balon udara tekanan gas | Henri Giffard | Perancis |
1852 | Lift/elevator (dilengapi rem) | Elisa Graves Otis | Amerika Serikat |
1852 | Giroskop | Jean Bernard Leon Foucault | Perancis |
1856 | Konverter bessemer (baja) | Sir Henry Bessemer | Inggris |
1859 | Spektroskop | Gustav Robert Kirchov | Jerman |
Robert Wilhelm Bunsen | |||
1860 | Mesin bensin | Jean Joseph -Ettiene Lenoir | Perancis |
1861 | Tanur listrik | Wilhelm Siemens | Inggris |
1861 | Kinematoskope | Coleman Sellers | Amerika Serikat |
1866 | Dinamit | Alfred Bernhard Nobel | Swedia |
1868 | Sel (baterei ) kering | Georges Leclanche | Perancis |
1868 | Rem udara | Georges Westinghouse | Amerika Serikat |
1871 | Dinamo arus search (DC) | Zenobe- Theopile gramme | Belgia |
1874 | Telegraf Quadruplex | Thomas Alfa Edison | Amerika Serikat |
1876 | Telepon | Alexander graham Bell | Amerika Serikat |
1877 | Mesin pembakar internal (4tak) | Nikolous August Otto | Jerman |
1877 | Perekam suara (fonograf) | Thomas Alfa Edison | Amerika Serikat |
1877 | Mikrofon | Emile Berliner | Amerika Serikat |
1877 | las listrik | Elihu Thomson | Amerika Serikat |
1877 | Mesin pendingin | G.F Swift | Amerika Serikat |
1878 | Tabung sinar katode | Sir William Crookes | Inggris |
1879 | Lampu pijar berfilamin | Thomas Alfa Edison | Amerika Serikat |
Sir Joseph Wilson Swan | Inggris | ||
1879 | Kendaraan bermesin (2tak) | Karl Benz | Jerman |
1879 | lampu sorot | Charles Francis Bush | Amerika Serikat |
1884 | Turbin uap | C.A Parsons | Inggris |
1884 | Mesin uap roda ganda | Sir Charles Algernon Parsons | Inggris |
1885 | Grafofon (mesin pendikte) | Chicester A.Bell | Amerika Serikat |
Charles Sumner Tainter | |||
1885 | Trafo arus bolak-balik ( AC) | William stanley | Amerika Serikat |
1887 | Ban karet isi udara | J.B.Dunlop | Skotlandia |
1887 | Gramofon ( piringan hitam ) | Emile Berliner | Amerika Serikat |
1888 | Kamera kodak | George Eastman | Amerika Serikat |
1889 | Mesin uap | C.G.de Laval | Swedia |
1891 | Pesawat terbang layang | Otto Lilienthal | Jerman |
1891 | Kamera gambar bergerak(kinetograf) | Thomas Alfa Edison | Amerika Serikat |
William K.L.Dicson | Inggris | ||
1891 | Pemutar gambar bergerak ( kinetoskope) | Thomas Alfa Edison | Amerika Serikat |
William K.L.Dicson | Inggris | ||
1892 | Motor arus bolak balik (AC) | Nikola Tesla | Amerika Serikat |
1892 | Kamera tiga warna | Frederick Eugene Ives | Amerika Serikat |
1892 | Botol termos ( termos dewar ) | Sir james Dewar | Inggris |
1893 | Sel fotolistrik | Julius Elster Hans F.Geitel | Jerman |
1893 | Mesin diesel | Rudolf Diesel | Jerman |
1893 | Kendaraan bermesin bensin | Charles Edgar Duryea and | Amerika Serikat |
J Frank Duryea | |||
1894 | Proyektor gambar bergerak | Louis Jean Lumiere dan | Perancis |
Auguste Marie lumiere | Amerika Serikat | ||
Charles Francis Jenkins | |||
1895 | Sinar X | Wilhem Conrad Rontgen | Jerman |
1895 | Telegraf nirkabel | Marchese Guglielmo Marconi | Italia |
1896 | Pesawat terbang uji coba | Samuel Pierp[ont Langley | Amerika Serikat |
1900 | Balon Udara berkerangka&bernavigasi | Graf Ferdinand von Zeppelin | Jerman |
1902 | Radio komunikasi | Valdemar poulsen | Denmark |
Reginald Aubrey Fessenden | Amerika Serikat | ||
1903 | Pesawat terbang | Wilbur Wright & Orvile Wright | Amerika Serikat |
1903 | Kardiograf listrik | Willem Einthoven | Belanda |
1905 | Tabung penyearah dioda (radio) | Sir john Ambrose Fleming | Inggris |
1906 | Giroskop kompas | Hermann Anschutz-Kampfe | Jerman |
1907 | Tabung penguat triode (radio) | Lee De Forest | Amerika Serikat |
1908 | Kamera gambar bergerak 2 warna | C. Albert Smith | Inggris |
1910 | Giroskop kompas ber-penstabil | Elmer Ambrose Sperry | Amerika Serikat |
1911 | Penyejuk udara | W.H Carrier | Amerika Serikat |
1911 | Lampu neon | Georges Cloude | Perancis |
1912 | Lampu uap raksa | Peter Cooper Hewitt | Amerika Serikat |
1913 | Mesin jet jenis ramjet | Rene Lorin | Perancis |
1913 | Tabung elektron jamak | Irving Langmuir | Amerika Serikat |
1913 | Radio penerima heterodyne | Reginald Aubrey Fessenden | Amerika Serikat |
1915 | Kendaraan bermesin dengan starter | Charles Franklin Kettering | Amerika Serikat |
1916 | Lampu listrik pijar isi gas | Irving Langmuir | Amerika Serikat |
1916 | Tabung sinar X | William David Coolidge | Amerika Serikat |
1919 | Spektografr massa | Sir Francis William Aston | Inggris |
Arthur Jefrey Demster | Amerika Serikat | ||
1923 | Pesawat terbang aouto giro | Juan de la Cierva | Spanyol |
1923 | Televisi berlayar pulsa listrik | Vladimir Kosma Zorykin | Amerika Serikat |
1925 | Televisi bertabung gambar terpisah | Philo Taylor Farnsworth | Amerika Serikat |
1926 | Gambar bergerak bersuara | T.W Case | Amerika Serikat |
1926 | Roket berbahan bakar cair | Robert Hutchings Goddard | Amerika Serikat |
1930 | Bathyspere ( wahana selam ) | (Charles)William Beebe | Amerika Serikat |
1930 | Mesin turbin gas modern | Sir Frank Whittle | Inggris |
1931 | Siklotron (pemercepat inti atom) | Ernest Orlando Lawrence | Amerika Serikat |
1931 | Penganalis diferensiual (Komputer analog) | Vanevar Bush | Amerika Serikat |
1932 | Mikroskop kontras cahaya | Fritz Zernike | Belanda |
1932 | Generator Van de Graaff | Robert Jemison van de Graaff | Amerika Serikat |
1933 | Frekwensi modulation (FM) | Edwin Howard Amstrong | Amerika Serikat |
1935 | Radio penjejak (Radar) | Sir Robert Watson-Watt | Inggris |
1935 | Mikroskop elektron | Tim Ilmuwan Jerman | Jerman |
1936 | Helikopterr baling-baling kembar(1) | Heinrich Focke | Jerman |
1937 | Kendaraan salju | Armand Bombardier | Kanada |
1939 | Helikopter (3) | Igor Sikorsky | Amerika Serikat |
1940 | Betatron (pemercepat elektron) | Donald william Kerst | Amerika Serikat |
1941 | Mesin jet peasawat terbang jenis Turbo Jet | Sir Frank Whittle | Inggris |
1942 | Peluru kendali | Wernher von Braun | Jerman |
1942 | Reaktor nuklir | Enrico Fermi | Amerika Serikat |
1942 | Xerografi (foto kopi listrik statis) | Chester Carlson | Amerika Serikat |
1944 | Roket V-2 ( roket bom) | Tim Ilmuwan Jerman | Jerman |
1945 | Bom atom | Tim Ilmuwan Amerika Serikat | Amerika Serikat |
1946 | Komputer digital elektronik | John Presper Eckert,Jr dan | Amerika Serikat |
John W. Mouchly | |||
1947 | Holografi (hologram) | Dennis Gabon | Inggris |
1947 | Kamera p[olaroid | Edwin Herbert Land | Amerika Serikat |
1947 | Kapal selam mini Bathyschape | Auguste Piccard | Swiss |
1947 | Oven mikrowive | Percy L. Spencer | Amerika Serikat |
1948 | Pencacah (radiasi nuklir) sintilasi | Hartmunn Kallmann | Jerman |
1948 | Transistor | John Bardeen,Walter Houser Brattain | Amerika Serikat |
dan William Shockley | |||
1949 | Pesawat terbang bermesin ramjet | Rene Leduc | Perancis |
1950 | Televisi berwarna | Peter Carl Goldmark | Amerika Serikat |
1952 | Bom Hidrogen | Tim Ilmuwan Amerika Serikat | Amerika Serikat |
1952 | Bubble chamber (kamr pendeteksi jejak nuklir) | Donald Arthur Glaser | Amerika Serikat |
1953 | Maser (penguat sinyal radar atau radio) | Charles Townes | Amerika Serikat |
1954 | Baterei tenaga surya | Tim Ilmuwan Bell Telephone Laboratory | Amerika Serikat |
1955 | Berlian sintetis (buatan) | Tim Ilmuwan Generic Electric (GE) | Amerika Serikat |
1955 | Carbon dating (penghitungan umur fposil) | W.F. Libby | Amerika Serikat |
1955 | Serat optikal | Narinder S. Kapany | India |
1956 | Hovercraft (kapal amfibi) | Cristhoper Cockerell | Inggris |
1956 | Mesin rotasi-prototipe pertama | Felix Wankel | Jerman |
1956 | Video kaset | Charles Ginsberg Ray Dolby | Amerika Serikat |
1957 | Reaktor atom berpendingion sodium | Tim Ilmuwan Amerika Serikat | Amerika Serikat |
1957 | Satelit buatan orbit bumi | Tim Ilmuwan Uni Soviet (Rusia) | Uni Soviet (Rusia) |
1958 | Satelit Komunikasi | Tim Ilmuwan Amerika Serikat | Amerika Serikat |
1959 | Integrated Sircuit (IC) | Jack Kilby dan Robert Noyce | Amerika Serikat |
1960 | Sinar laser | Charles Hard Townes, | Amerika Serikat |
Arthur L Schawlow dan | |||
Gordon Gould | |||
1962 | Dioda jenis Light emittoing diode (LED) | Nick Holonyak Junior | Amerika Serikat |
1964 | Liquid Crystal Display (LCD) | George Heilmeir | Amerika Serikat |
1965 | Teknologi kevlar (tahan peluru) | Stephanie Kwolek | Amerika Serikat |
1966 | Laser warna | Mary Spaeth | Amerika Serikat |
1971 | Mikroprosesor | Ted Hoff | Amerika Serikat |
1971 | Nuclear Magnetic resonance imaging (NMRI) | Raymond Damadian | Amerika Serikat |
1972 | Kalkulator saku elektronik | J.S.Kilby dan J.D. Merryman | Amerika Serikat |
1972 | Pembangkit listrik magnetohidrodinamic pertama | Tim Ilmuwan Uni Soviet (Rusia) | Uni Soviet (Rusia) |
1973 | Laboratorium ruang angkasa Skylab | Tim Ilmuwan Amerika Serikat | Amerika Serikat |
1975 | Pemindai Computerized axial tomography (CAT) | Godfrey N. Hounsfield | Inggris |
1975 | Serat optikal | Bell Laboratories | Amerika Serikat |
1975 | Telepon seluler pertama | Martin Cooper | Amerika Serikat |
1976 | Superkomputer | J.H. Van Tassel dan | Amerika Serikat |
Seymour Cray | |||
1979 | Compact Disc (CD) | Joob Sinjou dan | Belanda |
Toshi Tada Doi | Jepang | ||
1981 | Transportasi ruang angkasa (pesawat ulang-alik) | Tim Insinyur National Aeronautics | Amerika Serikat |
and Space Administration (NASA) | |||
1983 | Mikroskop pengintai bedah organ (endoskopi) | Gerd Binnig | Jerman |
Heinrich Rohrer | Swiss | ||
1986 | Superkonduktor suhu tinggi | J.Georg Bednorz | Jerman |
Karl A.Muller | Swiss | ||
1990 | World wide web,internet protocol dan HTML | Tim Berner-Lee | Amerika Serikat |
1992 | Perahu magnetik | Yoshiro Saji | Jepang |
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)


