Showing posts with label Duta Bahasa 2008. Show all posts
Showing posts with label Duta Bahasa 2008. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

Internasionalisasi Pendidikan

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Oleh Dian Syahfitri
Duta Bahasa Sumatera Utara tahun 2008,mahasiswa Sekolah Pascasarjana UPI Prodi Linguistik tahun 2010.

Internasionalisasi pendidikan akan mengantarkan kita pada dualisme paradigma pendidikan, yaitu pendidikan dengan nilai-nilai lokal dan internasional. Dominasi pendidikan yang mengusung bendera internasionalitas secara langsung akan merendahkan martabat bangsa sendiri. Menipisnya rasa kebangsaan akan menyebabkan kehilangan jati diri bangsa.

Banyak orang masih sulit mendefinisikan tempat belajar yang isinya orang-orang Indonesia dengan pluralitas mental dan latar belakang dalam konteks world class. Sayangnya, masih banyak yang berpikir bahwa internasionalitas pendidikan ditandai dengan berbahasa Inggris di dalam kelas, menerima mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri, mewajibkan dosen untuk sekolah di luar negeri, dan membuat kerjasama-kerjasama dengan universitas di luar negeri. Tentu konsep ini tidak sesederhana yang kita kira.

Jangan lupa bahwa internasionalitas dasarnya adalah mental manusianya yang harus siap dengan sebuah perubahan tanpa harus menghilangkan nilai-nilai luhur budaya lokal.

Menurut Wagner (2008) internasionalisasi memiliki tiga kerangka kerja yang dominan, yaitu: Global Competency, Academic Capitalism, dan Academic Colonialism. Indonesia dalam melakukan internasionalisasi bidang pendidikan mau merujuk kerangka kerja yang mana? Kalau merujuk Academic Capitalism dan Academic Colonialism, maka Indonesia hanya mengekor ilmu dan teori yang sudah dikembangkan oleh negara-negara barat. Buktinya saat ini Indonesia sedang gencar-gencarnya membuat sekolah internasional, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama.

Kemendiknas melaksanakan program berupa Sekolah berstandard Internasional (SBI) maupun Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI), sedangkan Kementerian Agama membuat Madrasah berstandard Internasional (MBI) maupun Rintisan Madrasah Berstandard Internasional (RMBI). Fokus kementerian ini sama, tetapi cara penyiapannya berbeda.

Begitu juga dengan perguruan tinggi, saat ini perguruan tinggi yang berkualitas semakin menjadi incaran bagi para lulusan SMU.

Berkualitas dapat diterjemahkan menjadi unggul dalam sistem proses belajar mengajar, up to date dengan teknologi informasi, dan mampu menghasilkan lulusan yang handal.

Bagaimana bentuk konkret dari pengaruh globalisasi dan internasionalisasi di kehidupan perguruan tinggi di Indonesia.

Contoh nyata pengaruh globalisasi sudah dirasakan sejak satu dekade terakhir negara maju dapat dapat dengan bebas masuk dan mendirikan perguruan tinggi di Indonesia. Kurikulum dan proses belajar mengajar pun diadopsi dari negara asal tanpa harus mengikuti aturan dari Departemen Pendidikan Nasional begitu juga dengan dosen yang didatangkan dari luar.

Seiring dengan masuknya pengaruh globalisasi, banyak juga perguruan tinggi di Indonesia yang telah menerapkan strategi internasionalisasi untuk mempertahankan mutu dan tetap bertahan (exist) di masyarakat. PT kita belum mampu mempekerjakan dosen asing (Alwasilah, 2008:62).

Cara yang dapat dilakukan dapat berbentuk kegiatan pertukaran dosen dan mahasiswa, joint program studi dengan menawarkan kuliah di luar negeri untuk semester tertentu, program dual degree dan joint research untuk bidang tertentu dan sebagainya.

Internasionalisasi ini dilakukan sebagai antisipasi untuk dapat bertahan dengan perguruan tinggi asing yang masuk di Indonesia.

Jadi sebenarnya pengaruh dari globalisasi yang menyebabkan perguruan tinggi melakukan internasionalisasi karena jelas tidak mungkin negara berkembang (kalau tidak suka disebut miskin) seperti Indonesia dapat bersaing dengan negara maju baik dari segi modal, sumber daya manusia, dan teknologi. (*)

Tulisan ini telah dipublikasi di Sumut Pos, edisi 15 Desember 2010
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, July 23, 2009

ABUL & GIRA, "TRENDSETTER" MUDA BAHASA INDONESIA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

SEBERAPA penting peran bahasa untuk Belia? Semuanya pasti bilang sangat penting, kan? Tanpa bahasa, manusia enggak mungkin bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Walau di Indonesia punya banyak bahasa daerah, tetap saja, yang resmi dipakai untuk berkomunikasi adalah bahasa Indonesia. Supaya penggunaan bahasa Indonesia lebih meluas lagi, Jawa Barat ternyata punya sepasang Duta Bahasa, lho! Pengen tau tugas mereka seperti apa? Simak obrolan belia dengan Gira Mayang Septantia dan Ahmad Hasbullah, Duta Bahasa Jawa Barat 2008 di bawah ini!

Sabtu (10/10) pagi menjelang siang di sebuah gerai donat, belia ngobrol banyak sama Gira dan Abul. Menurut mereka, gelaran pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat ini belum banyak yang tau. "Acara ini emang baru berlangsung selama tiga tahun. Belum banyak yang tahu karena sosialisasi lewat media kurang banyak dan waktunya pendek," kata Gira. Pemilihan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa ini, tadinya memang hanya ditujukan untuk mereka yang bener-bener berminat pada bidang ini. "Saya sendiri taunya udah dari tahun lalu karena diberi tahu temen yang anak Sastra. Tapi mulai tahun ini, lebih dibuka ke umum karena nantinya di pemilihan yang nasional, banyak pertanyaan mengenai wawasan umum," jelas cewek yang sedang mengambil magister kenotariatan di Unpad ini.

Kemudahan untuk mengikuti ajang ini juga didapat oleh Abul. "Kebetulan saya dan Gira juga ikutan pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat. Jadinya info tentang pemilihan ini didapat dari sana," kata cowok asal Garut ini. Menurut mereka berdua, seleksi yang harus mereka jalani selama lomba termasuk berat. "Ada tes menulis dalam tiga bahasa: Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Sunda, interview, presentasinya, sama ada juga Uji Kompentensi Bahasa Indonesia (UKBI). Yang terakhir ini adalah semacam tes TOEFL-nya Bahasa Indonesia," jelas Abul.

Mungkin Belia juga banyak yang belum tahu soal UKBI ini ya? "UKBI ini diperlukan oleh warga asing yang akan bekerja atau sekolah di Indonesia. Sama kayak kita aja kalau mau kerja atau sekolah di Amerika or Inggris, butuh standar minimal nilai TOEFL," tambah Gira. Tuh, tambah satu pengetahuan lagi kan, kalau Bahasa Indonesia bukan sekadar bisa mengucapkan, tetapi juga harus tau tata bahasa atau grammar-nya juga.

Tujuan utama dari pemilihan Duta Bahasa ini, kata Abul dan Gira, sang Duta Bahasa ini akan menjadi trendsetter dalam penggunaan bahasa lokal, dalam hal ini bahasa Indonesia. "Sekarang banyak terjadi degradasi penggunaan bahasa Indonesia, kayak di iklan-iklan yang menggunakan bahasa asing. Jadi si Balai Bahasa ingin ada kampanye kecil-kecilan untuk melestarikan bahasa Indonesia. Bahasa asing, Inggris, dalam hal ini penting karena kita juga harus bisa menyerap informasi dari luar negeri, tetapi ada porsinya. Bahasa Sunda juga penting karena kita tetap harus melestarikan budaya, supaya enggak lupa sama asal usul kita. Bahasa Indonesia untuk menunjukkan identitas kita kepada orang luar," kata cewek kelahiran 13 September 1985 ini panjang lebar.

Banyak yang terkecoh juga kalau bahasa Indonesia yang baik dan benar itu harus mengacu kepada ejaan yang disempurnakan alias EYD. Ternyata enggak gitu, lho. "Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu adalah bahasa yang dipakai sesuai dengan tempatnya atau tepat sasaran. Misalnya gini, kalau berbicara di depan forum yang formal, tentunya kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang formal juga, menggunakan EYD. Akan tetapi, kalau ada forum yang nonformal, sah-sah saja jika berbicara bahasa Indonesia yang enggak mengacu EYD," tutur Abul. Yang baik belum tentu benar, kan? Tapi kalau Belia tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang bahasa, enggak ada salahnya untuk main-main ke Balai Bahasa. Kalau di Bandung sih, di kawasan Jalan Sumbawa. Gimana? Mau ikutan? ***

tisha_belia@yahoo.com

Sumber : Pikiran Rakyat

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, November 30, 2008

MEWAKILI DIY, DUA MAHASISWA UGM DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BAHASA NASIONAL 2008

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Dhinar dan Analisa Bersama Piagam Penghargaan

Bahasa dalam tayangan sinetron perlu dicermati. Begitulah pesan yang disampaikan dua mahasiswa UGM, Dhinar Arga Dumadi dan Analisa Widyaningrum yang telah ditetapkan sebagai pemenang Duta Bahasa Indonesia tahun 2008.

Menurutnya, bahasa sinetron telah mengundang keprihatinan karena penggunaannya yang tidak mengenal tempat. Bahasa sinetron atau "bahasa gaul" dinilai telah digunakan secara salah kaprah. Yaitu digunakannya bahasa tidak baku (non formal) dalam situasi formal.

"Sebagai Duta Bahasa, kami ini kan mitra kerja pusat-pusat bahasa dan Balai Bahasa yang ada. Oleh karena itu kami ingin mengoptimalkan berbagai program kerja yang telah ada. Salah satunya terkait dengan program penggunaan bahasa," ujar keduanya, Jum'at (12/12) di ruang Fortakgama UGM.

Dhinar Arga Dumadi, mahasiswa Sastra Perancis FIB UGM angkatan 2008 dan Analisa Widyaningrum, mahasiswi Psikologi UGM angkatan 2007 adalah wakil Provinsi DIY. Keduanya dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional tahun 2008 setelah melewati beberapa tahapan seleksi, dan berhasil menyisihkan 25 peserta lain dari seluruh Indonesia saat seleksi tingkat nasional tanggal 20-27 Oktober 2008 lalu di Depdiknas. Keduanya lolos setelah melalui berbagai kriteria penilaian. Berbagai kriteria tersebut antara lain kemampuan bahasa Indonesia, bahasa asing dan daerah, hingga pembuatan makalah serta penyajiannya di hadapan dewan juri dari Pusat Bahasa.

Khusus untuk pembuatan makalah, ujar Dhinar, mereka berdua yang satu tim ini membuat sebuah judul "Bahasa Sinetron Sebagai Pemicu Rusaknya Jati Diri Bangsa". Dalam makalah itu mereka menyoroti dampak dari penggunaan bahasa Indonesia terhadap perilaku/kesopanan dan efek psikologis terhadap masyarakat, khususnya anak-anak.

"Bahasa sinetron kita akui banyak digunakan tidak pada tempatnya sehingga sering membuat kesalahan pula ketika dipraktekan di masyarakat. Ironisnya banyak pula yang secara psikologis menyebabkan efek negatif bagi anak karena bahasanya yang kasar dan tidak sopan," tutur Dhinar.

Sementara, Analisa Widyaningrum menambahkan setelah mereka berdua berhasil menyabet gelar duta bahasa, maka pada tanggal 28-31 langsung diikutsertakan dalam Kongres Bahasa Indonesia tingkat Internasional di Jakarta. Konggres ini, katanya, diikuti oleh 20 negara dunia seperti China, Australia, dan Jerman.

"Jelas kita bangga karena ternyata bahasa Indonesia di luar negeri sudah diajarkan. Bahkan di China dibuka pula jurusan Bahasa Indonesia pada salah satu Universitasnya," terang Analisa.

Dengan kemenangan tersebut mereka berdua berhak mendapatkan hadian piagam, uang pembinaan masing-masing Rp 7 juta serta pin emas. Sebagai Duta Bahasa Nasional, keduanya akan menjalankan tugas-tugas secara terus menerus.

"Tidak ada batasan waktu. Seandainya nanti terpilih Duta Bahasa Nasional yang baru, maka itu akan menjadi mitra. Kami berdua tetap sebagai Duta Bahasa, istilahnya tambah teman dalam menjalankan tugas-tugas sebagai Duta Bahasa Nasional," tandas Dhinar (Humas UGM)

Sumber: http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1680
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, July 16, 2008

Duta Bahasa 2008 (Kalimantan Tengah)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Feronard AS. B dan Marina TA Meifany, Duta Bahasa 2008 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info