Showing posts with label Avertebrata. Show all posts
Showing posts with label Avertebrata. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

Insekta | Ordo Isoptera

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Di seluruh dunia jenis-jenis rayap yang telah dikenal (dideskripsikan dan diberi nama) ada sekitar 2000 spesies (dari padanya sekitar 120 spesies merupakan hama), sedangkan di negara kita dari kurang lebih 200 spesies yang dikenal baru sekitar 20 spesies yang diketahui berperan sebagai hama perusak kayu serta hama hutan/pertanian.

Sebutan umum adalah semut putih. Di Sumatera digunakan istilah anai-anai,  di Jawa rangas, sedangkan beberapa jenis rayap di daerah Jawa Barat disebut rinyuh, sumpiyuh. Bergantung jenisnya, panjang tubuh rayap berkisar di antara 4 - 11 mm, dan umumnya individu-individu rayap yang tak bersayap berwarna keputih-putihan. Dari sini muncul nama “semut putih”.

Di antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, kecuali beberapa jenis yang umum seperti rayap kayu kering (Cryptotermes) yang menghuni dan makan kayu kering, dan rayap subteran (seperti Macrotermes) yang sarang koloninya umumnya terdapat dalam tanah lembab, dengan ukuran tubuh relatif besar.

Penampilan rayap memang mirip semut. Tetapi perbedaannya cukup banyak, bahkan semut merupakan salah satu musuh utama dari rayap. Dari segi sistematika/filogenetika semut mendekati golongan lebah, sehingga kedua serangga ini dicakup dalam Ordo Hymenoptera  (bersayap selaput).

Pada jenis-jenis rayap, batas antara toraks dan abdomen kurang jelas, atau secara awam kita katakan "rayap tidak memiliki pinggang yang ramping". Individu bersayap yang lazim disebut laron (atau sulung, alata, alates ), memiliki sepasang sayap yang dalam keadaan diam cara melipatnya memanjang lurus ke belakang, seperti halnya jenis-jenis belalang dan lipas  berbeda dengan Hymenoptera yang terlipat dalam beberapa simpul, sebelum memanjang ke belakang.

Rayap selalu  menutup jalur-jalur kembaranya dengan bahan-bahan tanah. Perkembangan hidup rayap adalah melalui metamorfosa hemimetabola , yaitu secara bertahap, yang secara teori melalui stadium (tahap pertum¬buhan) telur, nimfa dan dewasa. Walaupun stadium dewasa pada serangga umumnya terdiri atas individu-individu bersayap (laron), karena sifat polimorfismenya maka di samping bentuk laron yang bersayap, stadium dewasa rayap mencakup juga kasta pekerja yang bentuknya seperti nimfa yang berwarna keputih-putihan, dan kasta prajurit yang berbentuk khusus dan berwarna lebih kecoklatan.

Semula agak mengherankan para pakar bahwa rayap mampu makan (menyerap) selulosa karena manusia sendiri tidak mampu mencernakan selulosa (bagian berkayu dari sayuran yang kita makan, akan dikeluarkan lagi !), sedangkan rayap mampu melumatkan dan menyerapnya sehingga sebagian besar ekskremen hanya tinggal lignin saja. Keadaan menjadi jelas setelah ditemukan berbagai protozoa flagellata  dalam usus bagian belakang dari berbagai jenis rayap (terutama rayap tingkat rendah: Mastotermitidae, Kalotermitidae dan Rhinotermitidae), yang ternyata berperan sebagi simbion untuk melumatkan selulosa sehingga rayap mampu mencernakan dan menyerap selulosa. Bagi yang tak memiliki protozoa seperti famili Termitidae, bukan protozoa  yang berperan tetapi bakteria -- dan bahkan pada beberapa jenis rayap seperti Macrotermes , Odontotermesdan Microtermes memerlukan bantuan jamur perombak kayu yang dipelihara di "kebun jamur" dalam sarangnya.

Berdasarkan lokasi sarang utama atau tempat tinggalnya, rayap perusak kayu dapat digolongkan dalam tipe-tipe berikut :

  1. Rayap pohon, yaitu jenis-jenis rayap yang menyerang pohon yang masih hidup, bersarang dalam pohon dan tak berhubungan dengan tanah. Contoh yang khas dari rayap ini adalah Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae),  hama pohon jati.
  2. Rayap kayu lembab, menyerang kayu mati dan lembab, bersarang dalam kayu, tak berhubungan dengan tanah. Contoh : Jenis-jenis rayap dari genus Glyptotermes  (Glyptotermes spp., famili Kalotermitidae).
  3. Rayap kayu kering, seperti Cryptotermes spp. (famili Kalo-termitidae), hidup dalam kayu mati yang telah kering. Hama ini umum terdapat di rumah-rumah dan perabot-perabot seperti meja, kursi dsb. Tanda serangannya adalah terdapatnya butir-butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan yang sering berjatuhan di lantai atau di sekitar kayu yang diserang. Rayap ini juga tidak berhubungan dengan tanah, karena habitatnya kering.
  4. Rayap subteran, yang umumnya hidup di dalam tanah yang mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. Di Indonesia rayap subteran yang paling banyak merusak adalah jenis-jenis dari famili Rhinotermitidae. Terutama dari genus Coptoterme s (Coptotermes spp.) dan Schedorhinotermes. Perilaku rayap ini mirip rayap tanah seperti Macr¬otermes namun perbedaan utama adalah kemampuan Coptotermes untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan dengan tanah, asal saja sarang tersebut sekali-sekali memperoleh lembab, misalnya tetesan air hujan dari atap bangunan yang bocor. Coptotermes pernah diamati menyerang bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang melayani pelayaran Palembang-Jakarta. Coptotermes curvignathus Holmgren sering kali diamati menyerang pohon Pinus merkusii dan banyak meyebabkan kerugian pada bangunan.
  5. Rayap tanah. Jenis-jenis rayap tanah di Indonesia adalah dari famili Termitidae. Mereka bersarang dalam tanah terutama dekat pada bahan organik yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah dan humus. Contoh-contoh Termitidae yang paling umum menyerang bangunan adalah Macrotermes spp. (terutama M. gilvus) Odontotermes spp. dan Microtermes spp. Jenis-jenis rayap ini sangat ganas, dapat menyerang obyek-obyek berjarak sampai 200 meter dari sarangnya. Untuk mencapai kayu sasarannya mereka bahkan dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa cm, dengan bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya. Macrotermes dan Odontotermes merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang bangunan di Jakarta dan sekitarnya.

Sumber bacaan lanjutan


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Saturday, November 24, 2012

34 Ordo Insekta

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Insekta merupakan bagian dari filum artropoda, menurut bahasa insekta berarti serangga. anggota dari insekta adalah yang terbanyak di kerajaan animalia. disekitar kita sangatlah mudah menemukan serangga. lalat, kupu-kupu, belalang, nyamuk adalah contoh anggota insekta disekeliling kita. Anggota insekta sangat beragam, tetapi memiliki ciri khusus,yaitu kakinya berjumlah enam buah,sehingga disebut juga hexapoda ( hexa = enam, podos = kaki ). Tubuh terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Insekta merupakan satu-satunya invertebrata yang dapat terbang, dengan ukuran tubuh yang beragam. Dengan habitat yang sangat luas insekta mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Peranan yang menguntungkan antara lain: penyerbukan tanaman oleh lebah atau insekta lain, tetapi ada juga yang merugikan misalnya: wereng coklat menyerang hektaran tanaman padi.


klik tombol play untuk mengetahui nama-nama bagian pada Insekta 

Kebanyakan insekta mempunyai dua pasang sayap yang bertaut pada segmen ke-2 dan ke-3 dari thorax, ada juga yang hanya mempunyai satu pasang sayap yang terdapat pada segmen ke-2 (mesothorax), atau tidak bersayap. beberapa insekta berukuran kecil mikroskopis (0,25 mm), tetapi umumnya berukuran 2-40 mm. insekta terpanjang adalah Pharmacia serratipes (260 mm).

Sayap insekta bertekstur dan bermodifikasi macam-macam, menyangkut bentuk, ukuran besarnya, dan kemajemukan venasi. pada insekta yang bersayap dua pasang belakang mungkin diganti dengan helter, yaitu sebuah organ vestigial.

Ciri-ciri Insekta
  1. Kepala, thorax, dan abdomen pada insekta terlihat jelas. 
  2. Abdomen secara eksternal, bersegmentasi menjadi 6-10 metamer. 
  3. Memiliki sepasang antena
  4. Memiliki 3 pasang alat mulut primitif serupa rahang (dapat berbentuk mandibula pada serangga penggigit atau termodifikasi sebagai alat hisap pada serangga penghisap)
  5. Respirasi Insekta Dewasa menggunakan trakea bercabang.
  6. Larva insekta air bernafas dengan insang trakea
Perkembangan insekta bentuk primitif terjadi secara langsung, yaitu organisme mudah telah berbentuk sebagai miniatur individu dewasa. namun pada bentuk yang lebih majemuk, terjadi proses metamorfosis tak sempurna, yaitu bentuk muda berbeda dengan bentuk dewasa dan aktif pada semua stadium. dan pada bentuk majemuk terjadi metamorfosis sempurna, yaitu dengan stadium larva aktif, pupa inaktif, serta stadium imago dan stadium dewasa yang keduanya aktif.
Menurut perkiraan  jumlah jenis dalam kelas insekta mencapai beberapa juta. lebih dari setengan juta jenis dari jumlah itu telah diuraikan secara tertulis dan diterbitkan. Yang paling banyak jenisnya adalah Coleptera (200.000), Lepidoptera (95.000 jenis tertulis),  Hymenoptera (70.000 jenis), Diptera (52.000 jenis tertulis)

34 Ordo Insekta
  1. Ordo Protura (Mirientomata)
  2. Ordo Thysanura
  3. Ordo Entotrophi (Diplura)
  4. Ordo Collembola
  5. Ordo Grylloblattodea
  6. Ordo Orthoptera
  7. Ordo Phasmatodea
  8. Ordo Dermaptera
  9. Ordo Diploglossata
  10. Ordo Thysanoptera
  11. Ordo Blattaria
  12. Ordo Mantodea
  13. Ordo Embiodea
  14. Ordo Isoptera
  15. Ordo Corrodentia (Psocoptera)
  16. Ordo Zoraptera
  17. Ordo Mallophaga
  18. Ordo Anoplura
  19. Ordo Homoptera
  20. Ordo Hemiptera
  21. Ordo Odonata
  22. Ordo Plectoptera (Ephemeroptera)
  23. Ordo Plecoptera
  24. Ordo Megaloptera
  25. Ordo Raphidiodea
  26. Ordo Neuroptera
  27. Ordo Mecoptera
  28. Ordo Trichoptera
  29. Ordo Lepidoptera
  30. Ordo Diptera
  31. Ordo Siphonoptera
  32. Ordo Coleoptera
  33. Ordo Strepsiptera
  34. Ordo Hymenoptera
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, November 21, 2012

Anatomi Serangga Betina

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Biologi Serangga

Anatomi serangga betina
A- Kepala (caput)   B- Dada (thorax)   C- Perut (abdomen)
1. antena
2. ocelli (bawah)
3. ocelli (atas)
4. mata majemuk
5. otak (ganglia otak)
6. dada depan (prothorax)
7. pembuluh darah dorsal
8. saluran trakea (ruas-ruas dengan spirakulum)
9. dada tengah (mesothorax)
10. dada belakang (metathorax)
11. sayap depan
12. sayap belakang
13. perut
14. jantung
15. ovarium
16. perut belakang (usus, rektum, anus)
17. anus
18. vagina
19. berkas saraf (ganglia perut)
20. saluran Malpighia
21. tungkai dada
22. cakar pengait
23. tarsus
24. tibia
25. femur
26. trochanter
27. perut depan
28. ganglion dada
29. coxa
30. kelenjar ludah
31. ganglion suboesophagus
32. mulut
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Friday, June 1, 2012

Tanya Jawab : Fillum Annelida (2)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
1. Apa jenis sistem peredaran darah pada fillum Annelida?
Filum Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, yaitu, sirkulasi darah terjadi hanya dalam pembuluh khusus.
2.Apakah ada pigmen pernapasan dalam darah annelida?

Darah pada hewan  filum Annelida juga terdapat pigmen hemoglobin sebagai pengikat oksigen hasil dari system pernafasan. 
3.Uraikan system ekresitoris dari Anelida?

Dalam setiap segmen tubuh (metamere) terdapat sepasang struktur ekskretoris lengkap yang disebut metanephridium. Metanephridium ini memiliki ekstremitas, nephrostoma, yang mengumpulkan residu dari coelom, penyaringan yang dilakukan menyebabkan reabsorpsi (mirip dengan tubulus nefron manusia). Hasilnya kemudian dibuang keluar melalui pori, nephridiopore, yang terbuka di permukaan tubuh.
 
4.Apakah clitellum dan dimana dia berada?

Clitellum ini merupakan daerah khusus dari annelida (cacing tanah) yang dibentuk oleh cincin (metameres) berfungsi sebagai alat reproduksi. Clitelium dapat ditemukan di bagian depan tubuh Annelida dan biasanya memiliki warna lebih terang dibandingkan dengan warna normal dari segmen lainnya.
5.Bagaimana pengklasifikasian Annelida berdasarkan jenis kelaminnya?

Annelida bersifat dioecious (mayoritas polychaetes) atau hermaprodit (Oligochaeta dan hirudineans).

6. Apakah perkembangan embrio dalam cacing tanah bersifat langsung?

Pada cacing tanah tidak ada tahap larva, sehingga perkembangan embrio adalah langsung.

7.Apa nama dari tahap larva dari polychaetes?

Di antara kelas annelida hanya polychaetes memiliki tahap larva. Larva mereka disebut trocophore.

8.Apa peran ekologi cacing tanah?

Cacing tanah memiliki peran ekologi penting karena mereka adalah pembusuk bahan organik. Mereka juga menggali terowongan di bawah tanah yang memungkinkan masuknya gas dan nutrisi yang berguna untuk akar tanaman dan makhluk hidup lainnya. Jadi, mereka bertindak sebagai dekomposer sekaligus juga sebagai pupuk.

9.Sebutkan pembagian kelas filum Annelida?

Annelida dibagi menjadi tiga : Oligochaeta (misalnya, cacing tanah), hirudineans (misalnya, lintah) dan polychaetes (ini sebagian besar air laut dengan parapodia, seperti nereis, cacing wawo dan cacing palolo).





sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tanya Jawab : Filum Annelida (1)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
1. Sebutkan beberapa contoh dari Annelida!

Cacing tanah, lintah dan cacing wawo.
2.Sebutkan cirri-ciri morfologi yang membedakan filum Annelida dari nematoda dan platyhelminthes?

Platyhelminthes adalah cacing dengan tubuh datar (cacing pipih), nematoda adalah cacing dengan tubuh silinder tapi tidak tersegmentasi (cacing gelang). Annelida adalah cacing silindris dengan tubuh tersegmentasi (mereka metameric).
3.Apa contoh evolusi yang ada pada Annelida?

Hal evolusioner utama yang terdapat pada hewan dari filum Annelida adalah coelom, rongga tubuh internal yang tertutup oleh mesoderm, Coelom juga ada arthropoda, moluska, echinodermata dan chordata. Sedangkan Platyhelminthes adalah acoelomate dan nematoda adalah pseudocoelomate (rongga internal mereka sebagian tertutup oleh mesoderm).
hal  evolusioner lain yang cukup  penting dari annelida adalah sistem peredaran darah tertutup.
4.Apakah kemiripan karakter morfologi evolusioner yang dimiliki  filum Annelida dan Fillum arthropoda?

Sifat  metameric, yaitu segmentasi tubuh dalam metamer, mendekati Annelida untuk arthropoda karena mereka adalah makhluk yang tubuhnya juga tersegmentasi . (Annelida polychaete juga ditutupi oleh  kitin, substansi yang sama dari exoskeleton Artropoda.)
5.Bagaimana sistem kerja pencernaan  filum Annelida ?

Sistem pencernaan filum Annelida adalah ekstraseluler. Hewan ini memiliki sistem pencernaan yang lengkap, dengan mulut dan anus.

6.Jelaskan  karakteristik dan organ dari sistem pencernaan cacing tanah yang berhubungan dengan jenis makanan hewan ini?

Cacing tanah memakan sisa bahan organik dan organisme kecil tertelan bersama dengan partikel tanah. Tabung pencernaan cacing tanah memiliki struktur khusus, seperti dinding otot dan ampela, yang menggiling makanan menjadi serbuk makanan. Karena pencernaan cacing tanah secara eksklusif adalah ekstraseluler yang juga terdapat di bagian posterior dari struktur sistem pencernaan mereka seperti sekum dan typhlosole yang memiliki fungsi meningkatkan penyerapan permukaan  usus.
7.Apakah darah yang dihisap oleh Lintah akan membeku didalam tubuhnya? Mengapa bisa begitu?

Darah yang ditelan oleh lintah (Hirudo medicinalis) tidak akan mengental  karena dalam air liur lintah terdapat zat antikoagulan ampuh, merupakan  protein yang disebut hirudin. Hirudin dilepaskan ketika lintah menghisap darah inangnya, sehingga darah akan terus mengalir dan tidak mengalami pembekuan.

Dahulu kala, lintah banyak digunakan sebagai pengobatan medis. Saat ini terapi lintah Hirudotherapy tetap digunakan pada pasien dengan peradangan luas dan penyakit kulit kronis, digunakan juga sebagai pencegahan terhadap nekrosis jaringan pasca operasi, selain itu lintah juga digunakan dalam beberapa bidang di kedokteran.
8.Bagaimana sistem pernafasan fillum Annelida?

Respirasi hewan fillum Annelida bersifat branchial. Respirasi kulit terjadi karena vaskularisasi di bawah epidermis. Insang, dimiliki  oleh Annelida air, terletak di parapodia (cakar palsu) yang memiliki jaring kapiler yang cukup luas.
9.Anellida disebut juga sebagai makhluk vascular, jelaskan maksud dari pernyataan tersebut?

Klasifikasi makhluk sebagai makhluk vaskular berarti bahwa mereka memiliki sistem peredaran darah, dengan pembuluh darah  yang mendistribusikan zat-zat ke seluruh tubuh.
Poriferans, cnidaria dan cacing pipih tidak memiliki sistem peredaran darah.
Sedangkan padanematoda ada sirkulasi gas dan nutrisi melalui cairan pseudocoelom.
10.Bagaimana sistem peredaran darah hewan diklasifikasikan?

Sebuah sistem peredaran darah diklasifikasikan menjadi system peredaran darah terbuka atau tertutup. Dalam sistem peredaran darah terbuka darah keluar dari pembuluh dan masuk kejaringan tubuh, sedangkan pada system peredaran darah tertutup, sirkulasi darah hanya terjadi didalam pembuluh darah dan jantung.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, May 29, 2012

Biologi Terumbu Karang

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Terumbu Karang dan Karang
Terumbu karang adalah struktur di dasar laut berupa deposit kalsium karbonat di laut yang dihasilkan terutama oleh hewan karang. Karang adalah hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam Filum Coelenterata (hewan berrongga) atau Cnidaria. Karang (coral) mencakup karang dari Ordo Scleractinia (karang sejati) dan Sub kelas Octocorallia (kelas Anthozoa) maupun kelas Hydrozoa.
satu individu karang atau disebut polip karang memilikiukuran yang bervariasi mulai dari yang sangat kecil 1 mm hingga yang sangat besar yaitu lebih dari 50 cm. Namun pada umumnya polip karang berukuran kecil. polip dengan ukuran besar dijumpai pada karang yang soliter.

Anatomi Karang
Karang atau disebut polip memiliki bagian-bagian tubuh yang terdiri dari:
  1. mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa dari perairan serta sebagai alat pertahanan diri.
  2. rongga tubuh (coelenteron) yang juga merupakan saluran pencernaan (gastrovascular)
  3. dua lapisan tubuh yaitu ektodermis dan endodermis yang lebih umum disebut gastrodermis karena berbatasan dengan saluran pencernaan. Dia antara kedua lapisan terdapat jaringan pengikat tipis yang disebut mesoglea. Jaringan ini terdiri dari sel-sel, serta kolagen dan mukopolisakarida. Pada sebagian besar karang, epidermis akan menghasilkan material guna membentuk rangka luar karang. Material tersebut berupa kalsium karbonat (kapur).
Di dalam gastrodermis terdapat zooxanthellae, yaitu alga uniseluler dari kelompok Dinoflagelata, dengan warna coklat atau coklat kekuning-kuningan.
Karang dapat menarik dan menjulurkan tentakelnya. Tentakel tersebut aktif dijulurkan pada malam hari saat karang mencari mangsa, sementara di siang hari tentakel ditarik masuk ke dalam rangka.
Bagaimana karang dapat menangkap mangsanya? Di bagian ektodermis tentakel terdapat sel penyengat (knidoblas), yang merupakan ciri khas semua hewan Cnidaria. Knidoblas dilengkapi alat penyengat (nematosita) beserta racun di dalamnya. Sel penyengat bila sedang tidak digunakan akan berada dalam kondisi tidak aktif, dan alat sengat berada di dalam sel. Bila ada zooplankton atau hewan lain yang akan ditangkap, maka alat penyengat dan racun akan dikeluarkan.

Cara Makan
Karang memiliki dua cara untuk mendapatkan makanan, yaitu:
  1. menangkap zooplankton yang melayang di air.
  2. menerima hasil fotosintesis zooxanthellae.
Ada pendapat para ahli yang mengatakan bahwa hasil fotosintesis zooxanthellae yang dimanfaatkan oleh karang, jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan proses respirasi karang tersebut (Muller-Parker & D'Elia, 2001). Sebagian ahli lagi mengatakan sumber makanan karang 75-99% berasal dari zooxanthellae (Tucket & Tucket, 2002).
Berikut ini adalah dua mekanisme bagaimana mangsa yang ditangkap karang dapat mencapai mulut:
  1. mangsa ditangkap lalu tentakel membawa mangsa ke mulut 
  2. mangsa ditangkap lalu terbawa ke mulut oleh gerakan silia di sepanjang tentakel
Reproduksi dan Pertumbuhan Karang
Seperti halnya hewan lain, karang memiliki kemampuan reproduksi secara aseksual dan seksual.
  • reproduksi aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum). Pada reproduksi ini, polip/ koloni karang membentuk polip/ koloni baru melalui pemisahan potongan-potongan tubuh atau rangka. Ada pertumbuhan koloni dan ada pembentukan koloni baru.
  • reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan peleburan sperma dan ovum (fertilisasi). Sifat reproduksi ini lebih kompleks karena selain trjadi fertilisasi, juga melalui sejumlah tahap lanjutan (pembentukan larva, penempelan baru kemudian pertumbuhan dan pematangan)
Organisme di Terumbu Karang
Tumbuhan:
  1. Alga
  2. Lamun
Hewan, dapat berasal dari kelompok:
  • Invertebrata
  1. Protozoa
  2. Porifera
  3. Cnidaria lain
  4. Platyhelminthes & Annelida
  5. Moluska
  6. Krustasea
  7. Echinodermata
  • Vertebrata
  1. Ikan
  2. Reptil
  3. Mamalia
Asosiasi
Organisme yang tinggal atau beraktivitas di terumbu karang memiliki interaksi baik antara spesies satu dengan spesies lain, bahkan dalam satu spesies.
Asosiasi organisme berbeda spesies
Simbiosis adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis. Hubungan itu terdapat dalam kategori:
1. Mutualisme, yaitu simbiosis dengan kedua simbion mendapat keuntungan, contoh: 
  • Ikan dokter (Labridae) dan penyu. Ikan memakan parasit yang menempel pada punggung penyu.
  • Shrimp goby (Amblyeleotris gymnocephala) dengan udang (Alpheus sp) yang obligat mutualisme.
2. Komensalisme, yaitu simbiosis yang apabila salah satu simbion mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya tidak untung dan tidak rugi, contoh:
  • Krustasea, moluska, cacing yang tinggal pada gorgonian dan crinoid. Ketiga kelompok hewan disebut sebelumnya mendapat tempat tinggal dan perlindungan dari musuh, sementara gorgonian tidak mendapatkan apapun, juga tidak kehilangan.
  • Kuda laut dengan lamun
3. Parasit, yaitu simbiosis dengan satu pihak mendapat untung, sementara pihak lain mendapat kerugian, sebagai contoh:
  • Hewan pembor karang dengan karang sebagai inang
  • Copepoda (krustasea) parasit pada ikan gobi (Pleurosicya boldninghi)
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info