Showing posts with label Menguak Misteri. Show all posts
Showing posts with label Menguak Misteri. Show all posts

Monday, August 15, 2016

ILMU MELIHAT GHOIB KEBANYAKAN HANYALAH IMAJINASI

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Sering kita mendengar ada orang yang mengaku bisa melihat makhluk gaib dengan melalui penglihatan batin. Mata orang itu bisa terbuka atau terpejam atau tertutup tapi orang itu mengaku bisa melihat wujud makhluk gaib / roh orang mati, sebagai contoh anak kecil dalam film hollywood sixth sense.

Rekan-rekan pembaca, yang disebut manusia dengan “melihat” adalah penafsiran otak manusia atas sinyal-sinyal listrik yang dikirimkan oleh syaraf-syaraf dibelakang mata manusia. Sebelumnya lensa mata manusia menangkap cahaya yang berasal dari matahari atau sumber cahaya lainnya maupun pantulan cahaya dari suatu benda. Nah Cahaya yang masuk kedalam lensa mata ini diubah oleh enzim dan sejenisnya menjadi sinyal-sinyal listrik yang dibawa oleh syaraf menuju otak.

Ketika saya dan rekan-rekan pembaca memejamkan mata, maka dalam otak kita dapat muncul berjuta-juta gambar dari macam-macam wajah manusia, istana yang megah, gubuk reot, dinosaurus, siluman babi ngepet atau bahkan artis-artis yang ganteng dan cantik. Jadi ketika kita memejamkan mata berarti tidak terjadi proses penglihatan. Yang ada hanyalah proses manusia berimajinasi / berkhayal. Ya seperti anda bermimpi ketika tidur. Sekali lagi saya tegaskan yang disebut penglihatan batin pada dasarnya hanyalah hasil kita berimajinasi / berkhayal.

Selain itu, jujur saja saya tidak melihat ada hubungan sedikitpun antara melukis dengan mata tertutup dengan gambar seram yang berhasil dibuat di kanvas seperti dalam acara Pemburu Hantu. Itu mah hanya kemampuan seseorang untuk melukis dengan mata tertutup. Dengan mata terpejam seorang pelukis yang sudah terlatih bisa dengan mudah menggambar wajah abstrak sosok seram setan tengkorak hingga gambar jelas dari wajah lucu Sponge Bob.

Pengujian ilmiah :

Untuk membuktikan bahwa ilmu penglihatan ghoib itu kebanyakan Cuma hoax dan hanya angan-angan/khayalan para praktisinya dan hasil trawangan akan berbeda tiap orang, caranya kumpulkan 2 orang atau lebih yang ahli   ilmu trawangan untuk disuruh untuk melihat pohon angker yang dipercaya masyarakat ada penunggunya. Suruhkan tiap orang untuk melihat bentuk dan wujud makhluk ghoib apa yang ada disana dengan cara mencatat hasil penglihatan bathinnya secara terpisah dan rahasia, tanpa diketahui  oleh masing-masing praktisi ilmu trawangan maka akan bisa dilihat hasilnya bahwa mereka akan berbeda-beda penglihatan, mungkin ada yang melihat kuntilanak berupa seorang gadis berambut panjang dengan berbaju putih, ada yang melihat genderuwo ( mahkluk berbulu,)  ada yang melihat tuyul, jika ga percaya boleh dibuktikan hehehe
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, August 14, 2016

Trik Penipuan Pertunjukkan Tenaga Dalam

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Trik Penipuan Pertunjukkan Tenaga Dalam :
1 Ditonton banyak orang, dan di antara yang nonton ada “anggota”nya
2 Bila ada sukarelawan yang menjadi penyerang biasanya itu “anggota”
3 Bila ada sukarelawan yang bukan “anggota” atau anda sendiri biasanya mereka menawarkan menjadi pihak yang diserang dan mereka akan mentransfer tenaga dalam me…reka jadi seolah2 tetap saja tenaga dalam itu ada.
4 Bila ada lebih dari 1 sukarelawan, biasanya mereka bilang 1 saja atau 2 orang tadi menjadi pihak yg diserang.
5 Menghindari sukarelawan benar yang menjadi pihak penyerang
6 Mengganti metoda pertunjukkan saat sudah terdesak


Ohya pernah suatu kasus begini :
Si sukarelawan beneran diminta berdiri lalu saat akan dihempaskan dgn tenaga dalam si Suhu menghampiri dan memegang punggung sukarelawan sambil berkata : “ada orang yang punya ilmu yang mengganggu acara ini, tolong… yg mengganggu hentikan” biasanya emang ga ada yang ngaku karena emang gak ada yang ganggu. Lalu dia bilang “mas maaf saya tidak bisa melanjutkan karen kalau dilanjutkan entah gagal entah saya yang terhempas, entah anda yang terhempas dan muntah darah.”


Salah satu perguruan silat tenaga dalam di daerah teluk naga Tangerang sedang memperagakan aksi kenaikan tingkat, semua yang mendekat terpelanting, lucunya beberapa terlihat kuda-kuda kakinya seperti mendorong ke belakang.
Saya : “Pak, mau tidak diuji keilmiahan tenaga dalamnya?”
Datuk : “Wah, ini tidak untuk diuji dan dipertontonkan.”
Saya …: “Lho ini kan tempat umum?”

FAIL FAIL FAIL, biasanya alasan gak bermutu dari para penipu itu seperti ini :

1. “Kemampuan kami tidak untuk dipertontonkan” Kenyataannya mereka sering memamerkan kemampuan di depan orang untuk menarik murid.
2. “Wah, anda lebih sakti dari kami.” karena tidak berhasil menjatuhkan
3. “Sulit konsentrasi, terlalu ramai.” padahal mereka mempertontonkan di depan orang banyak.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, August 8, 2016

LAKU SENOPATI ING ALAGA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Setelah bersemedi di tengah samudera pantai Parangritis memohon kepada Gusti Allah agar dirinya diizinkan untuk menjadi raja di tanah jawa, Senopati lalu berjalan di atas air menuju darat, jalannya bagaikan berjalan diatas tanah saja hebatnya selama bersemedi ditengah samudera badannya tidak basah walau diterjang ombak berkali-kali. Begitu dekat dengan bibir pantai alangkah terkejutnya dia melihat Sunan Kalijaga berdiri disana. Dia lalu bersujud dan memohon ampun karena telah berani menyombongkan diri dengan ilmunya itu.

Sunan Kalijaga lalu berkata "Bangunlah hai putera Ki Gede Pamanahan, janganlah menuruti kelemahan hati yang menyuarakan keserakahan, enyahkanlah bisikan setan itu, bangkitlah hai murid Jaka Tingkir!". Senopati lalu bangkit, Sunan Kalijaga kemudian bertanya padanya "apakah benar kau sangat ingin menjadi raja yang menguasai tanah jawa ini?", Senopati mengangguk perlahan, Sunan Kalijaga bertanya lagi "meskipun itu berati kau harus berhadapan dengan guru sekaligus ayah angkatmu Sultan Hadiwijaya dan berperang dengan seluruh negeri Pajang yang selama ini menjadi negeri tumpah darahmu dan tempat alamrhum ayahmu mengabdi?", Senopati lalu menundukan kepalanya, tubuhnya berguncang, air matanya meleleh lalu pelan berkata "Hamba selalu memohon petunjuk kepada Gusti Allah namun belum mendapatkan petunjuknya, mungkin Gusti Allah memberikan petunjuknya lewat Kanjeng Sunan", Sunan Kalijaga tersenyum lalu kembali membuka mulutnya "Baiklah Senopati akan kuberikan pelajaran yang amat tinngi dari Kanjeng Rasul untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat".

Sunan Kalijaga menghela nafas sebelum memberikan wejangannya, lalu sambil duduk diatas sebuah batu karang dia memulai wejangannya kepada Senopati "Perang itu sesungguhnya hanyalah suatu alat penghancur untuk menghilangkan kerusakan yang disebabkan oleh kebhatilan, diganti dengan yang baru. Timbulnya suatu peradaban itu adalah karena perombakan dar yang silam yang manusia rusak sendiri. Agama Islam lahir sebagai agama penutup, tidak akan ada lagi agama yang diridhai oleh Gusti Allah selain Islam, Kitab suci Al Qur'an lahir sebagai pelengkap dari semua kitab suci sebelumnya yaitu Taurat, Zabur, dan Injil. Memang sudah menjadi takdir Hyang Maha Kuasa kalau semua pemeluk kitab sebelum Al Qur'an itu akan selalu memusuhi para pemeluk agama Islam jika mereka menolak untuk masuk Islam, dan diantara para pemeluk Islam pun akan selalu muncul perbedaan, hal itu dikarenakan terbatasnya daya berpikir manusia yang tidak akan pernah bisa menyingkap takdir Illahi".

Sambil memandang ke arah laut Sunan Kalijaga menyedekapkan tangannya lalu melanjutkan ucapannya "Tanpa persengketaan manusia tidak akan bergairah untuk hidup lebih maju. Tanpa perangpun semua mahluk akan menemui ajal yang telah digariskan. Setelah itu diganti dengan manusia yang baru untuk meneruskan sisa pekerjaan yang telah mati. Demikianlah seterusnya seperti alam raya yang terus bergerak gberputar tak pernah diam, demikian pula pikiran manusia setiap detik bergerak terus tak pernah berhenti. Manusia sebagai tempat roh akan mengalami masa bayi, kanak-kanak, dewasa sampai kemudian mati, bagi yang tawakal berserah diri kepada Gusti Allah tidak akan goncang hatinya. Walaupun tidak perang, alam akan merusak dan menghancurkan kehidupan agar manusia menjadi sadar, bahwa dia tak berkuasa apa-apa di dunia ini. Pandanglah kehidupan di sekitar kesultanan Pajang anakku, mereka itu adalah manusia-manusia yang tak menyadari asalnya dan diperbudak oleh khayalan. Perjalan hidup manusia tidak bisa tetap, bagaikan alam, ada terang dan gelap, ada panas dan dingin, berubah-ubah sesuai kehendak Hyang Maha Kuasa. Usia hidup dialam ini kasar ini tak ubahnya seperti kedipan mata cepatnya bila dibandingkan dengan usia alam yang berjuta-juta tahun. Oleh sebab itu terimalah segala derita ataupun semua cobaan dengan ikhlas nerima kepada yang telah digariskan oleh Gusti Allah."

Sunan Kalijaga lalu mengelus-elus jenggotnya "Atma atau roh itu tak dapat dihancurkan dengan kekuatan apapun, tak dapat dilihat, tak dapat dipikirkan, tak bisa berubah sifatnya. Tak bisa dibunuh walaupun jasad yang menjadi temaptnya bersemayam dihancurkan. Semua mahluk pada permulaannya tidak tampak, setelah melalui nafsu birahi antara pria dan wanita diasatukan, barulah dibentuk dalam rahim. Setelah dilahirkan barulah nampak, semenjak kecil hingga tua bangka, mereka tak menyadari bahwa mereka berasal dari tak tampak yaitu tiada. Kematian menjadi momok ketakutan bagi yang tak mengenal atmanya. Orang seringkali memperbincangkan tentang roh, meskipun demikian hanya beberapa orang saja yang mengerti pada sifat abadi itu. Ada dan tiada sama saja bagi siapa yang sesungguhnya mengetahui sajatining kebenaran. Yang menguasai manusia dialam lahir ilaha pancaindra, sedangkan Atma adalah pendukung raga seluruhnya. Lahirnya pancaindra setelah menjelma menjadi manusia, sedangkan atma sudah ada sebelum manusia lahir kedunia. Tetapi janganlah menyekutukan atma dan pancaindra, karena didalam pancaindra itu terdapat nafsu-pikiran, itikad persaan dan akal. Siapa yang beritikad baik pikirannyapun akan tenang, nafsunya dapat terkendalikan, perasaannya akan lebih tajam, dan akalnyapun akan lebih cerdas. Siapa yang dapat mengendalikan seluruh panca indranya dan memusatkan akal budinya terhadap atma untuk bersujud berserah diri kepada Illahi, dialah yang akan menemukan kebahagiaan sejati nan abadi dunia-akhirat. Illahi adalah yang tak ada habis-habisnya dan tertinggi yang meniptakan alam semesta dengan segala isinya, Adhi Atma adalah roh suci yang bersemayam dalam diri manusia, setan adalah nafsu negatif yang menimbulkan nafsu keduniawian. Siapa yang mengingat bahwa Gusti Allah adalah yang paling esa berkuasa, maka dialah yang mengetahui kebenaran.

Deru ombak menggetarkan tempat itu, semakin lama semakin pasang, namun Sunan Kalijaga meneruskan wejangannya " Orang yang sempit pikirannya menganggap Illahi itu hanya bersifat tidak kelihatan dan beranggapan Illahi itu omong kosong belaka yang tidak masuk akal, padahal Illahi ada dimana-mana dalam segala bentuk dan kekal sifatnya yang memberikan daya berpikir pada seluruh manusia. Bukan Ilmu ataupun kesaktian fisik yang bisa menuntun kejalan yang manunggal di Jalan Illahi, karena ilmu tanpa disertai budi, dan kesaktian lahir adalah kesombongan dan kemurkaan. Dia yang beriman, bertaqwa, dan bertwakal kepadanya dan berikhtiar mempersatukan dia dengan Illahi sambil menjalankan kebajikan, dan menyebarkan ajaran Illahi dia akan mencapai sifat yang diridhai Gusti Allah untuk menjadi Khalifah Umatnya. Apa yang disebut prikebajikan adalah rendah hati, jujur, sabar, dapat melepaskan pikiran dan hawa nafsu keduniawian, dan tidak menyimpan kebencian. siapa yang melihat bahwa benda yang saling bunuh dan bukan rohnya, siapa yang mengakui segala yang terjadi akibat kesalahannya sendiri dialah yang nerima. Bangkitlah engkau Senopati anakku! Kalahkanlah semua musuh-musuhmu! Karena engkau adalah alat untuk melenyapkan angkara murka dan membentuk kehidupan yang baru di tanah jawa ini! Sesungguhnya tanpa peranmu pun orang-orang Pajang yang berlindung dibawah kekuasaan Sultan Hadiwijaya sudah mati, karena diliputi oleh benci dan dendam. Mereka orang-orang yang berlindung dibawah kekuasaan Sulta Hadiwijaya untuk melampiaskan hasrat serakahnya seperti serigala-serigala yang terkurung api, sebentar lagi hangus terbakar. Janganlah bersedih hati menghadapi ujian ini Senopati, semua yang kukatakan ini adalah Ilapat dari Gusti Allah demi memberimu petunujuk atas permohonanmu kepada Gusti Allah siang dan malam, wahyu keprabon untuk memimpin umat di tanah jawa ini telah berpindah dari Sultan Hadiwijaya kepadamu karena Pajang telah rusak oleh orang-orang yang serakah. Namun ketahuilah Mataram akan berumur pendek dari mulai engkau, anak dan cucumu, cucumu akan menjadi raja yang sangat kaya, mataram akan mencapai puncak kejayaannya, namun Mataram akan rusak oleh cicitmu karena bersekutu dengan orang-orang asing bertubuh tinggi-besar, berkulit putih, berambut seperti rambut jagung yang akan menyengsarakan seluruh umat di tanah jawa ini. kerusakan Mataram akan ditandai dengan muculnya bintang kemukus setiap malam, sering terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan, Gunung Merapi sering bergolak dahsyat".

Senopati mengankat kepalanya "Yang kanjeng Sunan wejangkan benar-benar meresap dalam sanubariku, hamba bersyukur ternyata Gusti Allah mengabulkan permohonan Hamba dan alamarhum ayahanda. Namun yang belum saya mengerti mengapa di jagat ini begitu banyak aliran kepercayaan?"

Sunan Kalijaga Menjawab " Sumbernya hanya satu seperti sumber air gunung yang sangat bersih tanpa ada kotoran mengalir kebawah. Lalu beranak sungai dihulu, dialirkan kesetiap arah untuk dipergunakan macam-macam keperluan seperti minum, mencuci, mengairi sawah, dan lain-lain sehingga kotor sulit dibersihkan kembali. Begitupun pengertian tentang Tuhan, siapa yang memuja Allah SWT dia akan pergi kepada Gusti Allah, siapa yang memuja Dewa dia akan pergi kepada Dewa, siapa yang memuja Jin dia akan pergi kepada Jin, siapa yang memuja Leluhur dia akan Pergi kepada Leluhurnya. Namun tetaplah semua akan kembali kepada satu sumbernya yaitu sang maha pencipta Gusti Allah SWT, La Illa Haillallah tiada tuhan selain Allah. Ada pula orang-orang yang menyerahkan hartanya sebagai bakti kepada Illahi, Namun dibalik hatinya ia meminta kembalinya yang lebih besar, itu namanya murka, ada orang yang berpura-pura memuja Illahi nmun mengharapkan upah, dia tidak akan sampai kepada Illahi. Begitulah pengertian tentang Tuhan, diolah beraneka ragam hasil pengertian akal tanpa budi, iman, dan Taqwa. Tidak demikian dengan orang yang beriman dan bertaqwa, dia akan terus menuju mencari sumbernya. Dia tidak akan terpengaruh oleh kesibukan dan nikmat duniawi yang tercipta darisetan pembawa hawa nafsu yang merusak. Dia akan senantiasa tenang, karena ia sadar bahwa semua pergolakan disebabkan oleh setan. Bagaikan orang yang berjalan di lorong gelap gulita yang menemukan pelita, demikianlah orang yang berserah diri kepada Gusti Allah SWT".

Senopati lalu bangun, Sunan Kalijaga lalu mengajaknya pulang ke Kota Gede "Mari anakku aku ingin melihat rumahmu dan kota yang telah engkau bangun", Senopati menjawab "Mari kanjeng Sunan". Setelah sampai Sunan Kalijaga memerintahkan Senopati untuk memagari rumahnya dan membangun tembok dari batu bata disekitar Kota Gede dengan memberi petunjuk lewat air doanya "Senopati anakku, bila kelak engkau hendak membangun tembok benteng Kota Gede ikutilah tempat dimana aku mengikuti air tadi, nah selamat tinggal anakku, aku hedak pulang ke Kadilangu". Senopati lalu membangun tembok kota mengikuti saran yang Sunan Kalijaga sampaikan. Wejangan itupun diresapinya hingga kelak tiba saatnya ia menjadi raja sekaligus penyebar agama islam di tanah jawa ini.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, July 28, 2016

Mencari Jejak Tuyul

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info





Sebelumnya saya mengira tuyul hanyalah dongeng seperti halnya Peter Pan dari negeri seberang. Alasannya sederhana, saya belum pernah melihat tuyul dan keberadaannya sama tak masuk akal seperti halnya Peter Pan yang bisa terbang dan tak pernah dewasa. Selain itu, banyaknya versi di televisi tentang tuyul, ada yang baik ada yang jahat, ada yang mencuri, ada yang hanya ingin bersenang-senang dengan anak sebayanya, dan sebagainya, membuat keberadaan tuyul sebagai makhluk nyata makin tak berarti dalam logika saya. Mana ada anak kecil (yang bahkan masih perlu menyusui pada induk semangnya/tuannya atau istri tuannya) bisa mencuri uang dengan amat sangat lihai tanpa diketahui si pemilik? Mana ada anak kecil tega menghabisi nyawa induknya padahal dia masih butuh menyusui? Menurut logika saya saat itu, tuyul mirip Peter Pan. Bedanya, Peter Pan terarsipkan dengan baik sehingga kita dapat melacak siapa penulis asli dongeng itu sedangkan sebagai bangsa yang tak terlalu peduli dengan catatan, kita melupakan siapa penulis dongeng tuyul versi pertama. Ini bukan hal yang mengherankan bagi saya. Buktinya dewasa ini di mana berita dapat menyebar antar benua dalam hitungan sepersekian detik, kita telah kecolongan batik sebagai budaya nenek moyang kita dan nyaris kehilangan reog Ponorogo sebagai warisan budaya Jawa Timuran.








Logiskah Keberadaan Tuyul di Abad Ultramodern?


Keberadaan tuyul mulai memaksa logika saya tak berfungsi sejak sebulan yang lalu. Dimulai saat saya kehilangan uang seratus ribu (dua lembar lima puluh ribuan) dari dompet di dalam rumah sendiri. Mulanya saya pikir saya telah salah menghitung. Keesokan harinya ketika jumlah yang sama hilang lagi, saya mulai curiga pada putra saya. Biasanya dia tidak pernah mengambil uang sendiri dari dalam dompet saya. Kalau terpaksa -misalnya saya sedang tidur sedangkan dia harus segera pergi- maka dia akan memberitahukan hal itu. Kehilangan uang dua hari berturut-turut dalam jumlah yang sama meski tidak terlalu besar, membuat saya lebih berhati-hati. Saya menanyakan pada anak saya tanpa bermaksud menuduhnya, tentang uang yang hilang. Tapi alasannya masuk akal.


Kebiasaan saya adalah memisahkan uang setiap sejuta rupiah. Ini saya lakukan sebelum berangkat tidur. Lalu menyimpannya dalam dompet dan kemudian dalam tas tangan di dalam kamar tidur. Uang dalam jumlah besar yang sewaktu-waktu akan dipergunakan saya masukkan dalam dompet lebih besar dan dompet itu dimasukkan dalam koper kecil di sudut kamar dan tak lupa menguncinya.


Hari ketiga, kejadian yang sama terulang. Uang sejuta hanya tinggal sembilan ratus ribu. Sayangnya saya lupa menghitung sebelum berangkat kerja sehingga bisa jadi uang tersebut jatuh saat saya membayar pembelian bensin. Meski membayar dari uang yang selain sejuta rupiah tersebut, tapi mana tahu ada yang jatuh atau tertiup angin saat saya mengeluarkan dompet? Tidak ada alasan untuk mencurigai anak saya karena uang diletakkan dalam koper yang terkunci malam sebelumnya dan baru saya keluarkan setelah dia berangkat sekolah. Tapi menyalahkan diri sendiri karena telah salah menghitung jumlah uang malam sebelumnya, juga tak mungkin, karena sebelum memasukkan uang ke dalam dompet, saya tiga kali menghitung dan akhirnya hanya mengambil sejuta dan sisanya beberapa lembar lima puluh ribuan, sepuluh ribuan, dan ribuan tak saya hitung lagi.


Kejadian berhenti sampai di situ. Saya sudah menemukan kuncinya: jangan memisahkan uang persejutaan tapi per satu setengah juta. Karena setiap saya memisahkannya per sejutaan, pasti ada seratus ribu (sekali lagi: dua lembar lima puluhan) yang hilang di antara 4-5 juta uang yang ada. Dua minggu berlalu tanpa kejadian apa-apa. Saya sudah melupakan pernah kehilangan beberapa ratus ribu tanpa tahu siapa pencurinya, dan kembali ke kebiasaan lama: memisahkan uang setiap satu juta. Dan kejadian yang nyaris sama terulang: saya kehilangan uang dari dalam dompet yang disimpan di dalam koper terkunci. Tapi kali ini hanya selembar lima puluh ribuan.

Rasa penasaran yang besar membuat saya ingin menangkap pelakunya. Jam dua pagi sebelum tidur, saya hitung jumlah uang dan memisahkannya seperti biasa: setiap satu juta dijadikan satu. Lalu menyimpan lima juta rupiah di dalam dompet besar. Meletakkan dopet itu di dalam koper dan menguncinya. Kunci gembok kecil itu saya simpan di tempat yang agak jauh dari koper (bukan tempat biasa saya menyimpannya) tetapi masih di kamar yang sama. Tak mungkin ada pencuri yang tahu. Bangun tidur jam lima pagi, setelah sholat Subuh, yang pertama saya lakukan adalah mengecek jumlah uang dalam koper. Empat juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah. Reaksi pertama saya, “God damn it!’


Tapi saya belum kapok. Keesokan malamnya saya lakukan hal yang sama tetapi kali ini kunci gemboknya saya simpan dalam saku celana yang saya kenakan saat tidur. Dan sekali lagi uang saya berkurang lima puluh ribu rupiah. Dan sekali lagi uang itu hilang di depan hidung saya di dalam kamar saya sendiri meski disimpan dalam koper terkunci. Waktu saya keluhakan hal ini pada wanita yang membantu mencucikan pakaian kami, dia mengatakan hal paling tak terpikirkan oleh saya. Katanya itu pasti kerjaan tuyul. Karena beberapa kali mbak-mbak yang tinggal di sekitar rumah saya melihat ada dua orang anak kecil sedang bermain air sekitar jam empat dini hari. Saya hanya bisa berkomentar, ‘Masa’ sih, Mbak ada tuyul?’ Keyakinannya yang kuat akan makhluk yang invisible dan kekuatan gaib jahat yang menyertainya mau tak mau mempengaruhi akal sehat saya.

Dengan perasaan campur aduk saya telpon seorang teman tentang uang yang hilang dan keberadaan tuyul yang diyakini wanita tadi. Teman ini menyarankan saya berzikir dengan surah tertentu dengan jumlah tertentu. Memang kami jarang sholat di rumah, kecuali Subuh. Sholat Zuhur dan Ashar di tempat kerja atau sekolah masing-masing, sedangkan Maghrib dan Isya di mesjib depan rumah. Malam itu saya lakukan sholat Isya di rumah.


Hal lebih aneh saya dengar ketika menelpon ibu saya. Beliau meminta saya menyediakan perangkat tertentu dan meletakkannya di tempat tertentu. Tentu saja saya tak bersedia melakukan itu. Bagaimana kalau benar tuyul yang mencuri uang saya? Bagaimana kalau makhluk itu tertangkap mata saya? Iya kalau hanya berupa anak kecil normal yang ganteng. Kalau ternyata berupa makhluk menyeramkan dengan taring yang panjang atau cekikikan yang menyeramkan? Tanpa pikir panjang saya akan pindah rumah detik itu juga, atau paling tidak mengungsi ke tempat lain jika barang-barang belum sempat dipindahkan.

Sampai saat ini saya tak pernah menangkap keberadaan tuyul di sekitar rumah atau di mana pun. Jadi tak ada alasan untuk menyediakan bermacam alat yang disarankan ibu atau teman-teman. Apalagi kemudian saya mengubah cara menyimpan uang, tak pernah lagi ada kejadian uang hilang sejak dua minggu lalu.


Kesimpulan: Tuyul Hanyalah Dongeng Anak-Anak
Entah karena kebodohan saya, saya tetap menganggap makhluk itu sebuah dongeng untuk memperingatkan anak kecil agar hati-hati menyimpan uang dan tidak bermain dengan sembarang teman. Tapi kehilangan uang tanpa tahu pencurinya menjadikan saya agak paranoid. Uang yang biasanya saya simpan di koper, segera saya pindahkan ke bank padahal tentu saja tak efisien. Uang sisanya yang kurang dari sejuta, saya simpan dalam kantong plastik dan selalu saya bawa ke mana pun saya pergi. Bahkan tidur sekali pun. Biasanya saya masukkan dalam saku celana panjang. Kalau tidur, saya simpan uang di dalam celana dalam yang saya kenakan. Putra saya tertawa setiap kali melihat saya sibuk dengan plastik uang itu. Apalagi jika uang dalam plastik itu kemudian seringkali tertinggal di kamar mandi. Tanpa kehadiran tuyul pun, saya akan kehilangan uang lebih besar karena jadi sembarangan meletakkan uang.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info