sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label tugas. Show all posts
Showing posts with label tugas. Show all posts
Tuesday, July 19, 2016
GAYA TARIK ANTAR MOLEKUL
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
GAYA TARIK ANTAR MULEKUL
Gaya tarik antar molekul berkaitan dengan sifat fisis suatu zat, seperti titik leleh dan titik didih. Semakin kuat gaya tarik antar molekul semakin sulit untuk memutuskannya sehingga titik didih dan titik leleh nya tinggi.
a. GAYA TARIK DIPOL SESAAT-DIPOL TERIMBAS (GAYA LONDON = GAYA DISPERSI)
Gaya dispersi adalah gaya tarik menarik antar molekul dalam zat yang non polar. Penjelasan teoritis mengenai gaya dispersi di kemukakan oleh seorang ilmuwan jerman, yaitu FRIZT LONDON. Oleh karena itu gaya dispersi di sebut juga gaya london.
Gaya london dapat di jelaskan sebagai berikut. Elektron senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul secara normal bersifat non polar menjadi polar sesaat sehingga terbentuk dipol sesaat. Dipol ini dapat berubah milyaran kali dalam satu detik. Pada saat berikutnya dipol itu daat hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya. Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas molekul di sekitarnya sehingga terbentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya tarik menarik antar molekul yang lemah.
Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu dipol disebut polarisabilitas. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif dan bentuk molekul. Dengan kata lain semakin besar Mr maka semakin kuat gaya London. Pada molekul yang bentuknya memanjang lebih mengalami polarisasi daripada bentuk molekul yang bulat, kompak dan simetri, karena area kontak molekul yang bentuknya memanjang lebih besar daripada molekul yang bulat.
GAYA TARIK DIPOL DIPOL
Gaya tarik dipol-dipol adalah gaya antar molekul yang bersifat polar. Molekul yang distribusi rapatan elektronnya tidak simetris bersifat polar dan ujungnya mempunyai muatan yang berbeda . dalam zat polar, molekul molekul ceenderung menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul di dekatnya. Susunan seperti itu menyebabkan gaya tarik menarik, yang di sebut gaya dipol-dipol
Gaya tarik dipol-dipol lebih besar dari pada gaya london, sehingga zat polar cenderung memiliki titik didih dan titik cair yang lebih tinggi jika di bandingkan zat non polar yang massa molekulnya sama.
c. GAYA TARIK DIPOL TERIMBAS
Gaya tarik antar molekul seperti ini terjadi antara molekul polar dan non polar. Misalnya antara hidrogen florida (HF) dengan tetrakloro metana (CCl4). Dalam hal ini molekul polar akan mengimbas molekul non polar di sekitarnya, sehingga menghasilkan dipol sesaat. Hasilnya adalah gaya tarik elektro statik antara dipol dan dipol sesaat.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sifat Fisik Mineral
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sifat Fisik Mineral
Sifat fisik mineral adalah sifat-sifat fisik yang dimiliki oleh satu mineral yang dapat digunakan untuk mengenali satu jenis mineral. Sifat fisik mineral berupa warna, cerat, kilap, bentuk kristal, pecahan, belahan, kekerasan. Sifat fisik mineral ini merupakan sifat yang khas dan unik karena sifat ini merupakan ekspresi dari komponen penyusun dari mineral.
1. Warna (Colour)
Bila suatu permukaan mineral dikenai cahaya, maka cahaya tersebut sebagian akan diserap dan dipantulkan, gelombang cahaya yang direfleksikan oleh mineral kemudian diterima oleh mata adalah warna yang dimiliki oleh mineral. Warna merupakan sifat fisik mineral yang dapat dengan langsung teramati, namun warna tidak sepenuhnya mencerminkan warna asli dari mineral. Karena warna mineral tidak hanya berasal dari mineral itu sendiri namun juga dapat berasal dari warna zat lain yang mengotori mineral. Warna asli mineral disebut dengan warna idiochromatic sedangkan warna yang dihasilkan oleh adanya pengotor disebut warna allochromaatic.
Warna idiochromatic dihasilkan oleh warna materi penyusun mineral, contoh warna idiochromatic pada mineral adalah sebagai berikut : sulfur memiliki warna kuning, magnetit berwarna hitam, hornblende berwarna cokelat kehitaman, corundum berwarna merah muda, emas berwarna kuning. Sedangkan warna allochromatic ini disebabkan oleh adanya zat lain yang mengotori mineral yang mengakibatkan warnanya berbeda dengan mineral pada kondisi murni. Warna allochromatic ini dapat berubah-ubah meskipun pada mineral yang sama, contohnya pada kuarsa. Kuarsa warnanya tidak selalu putih transparan, kuarsa dapat berwarna merah muda, ungu, ataupun cokelat kehitaman. Jasper merupakan SiO2 yang dapat berwarna hijau, merah, ataupun warna lain karena tercampur dengan hematit ataupun limonit.

idiochromatic (sulfur)

allochromatic (Amethys)
Warna tidak selamanya menjadi indikator atau karakteristik khas dari satu mineral. Karena warna tidak selamanya menunjukkan warna asli mineral. Warna mineral di alam dipengaruhi oleh komposisi kimia penyusun mineral dan pengotor pada mineral.
2. Kilap
Kilap adalah sifat fisik mineral yang berupa pantulan cahaya yang dimiliki mineral. Intensitas cahaya yang dipantulkan dari mineral sangat berhubungan dengan nilai indeks bias yang dimiliki oleh mineral. Nilai indeks bias satu mineral tidak dapat diketahui dengan pengamatan mata telanjang, namun harus dengan menggunakan alat bantu. Oleh karena itu dalam pengamatan kilap dengan menggunakan mata telanjang hanya dengan menggunakan parameter kemiripan kilap mineral dengan kilap yang dimiliki benda lain. Secara umum kilap dibagi menjadi kilap logam dan non logam. Kilap logam adalah kilap mineral yang kilapnya mirip dengan kilap yang dimiliki oleh logam dan umumnya kilap ini dijumpai pada mineral-mineral yang mengandung unsur logam yang dominan. Contohnya adalah galena (PbS), pirit (FeS2), magnetit (Fe3O4 ), kalkopirit (Cu FeS2 ).

kilap logam pada kalkopirit
Kilap non logam dibagi lagi menjadi beberapa kelompok antaralain :
a. Kilap sutra, contohnya asbes, gipsum, serpentin
b. Kilap intan contohnya intan
c. Kilap kaca contohnya kuarsa, kalsit, plagioklas
d. Kilap damar contohnya sphalerit (ZnS), monasit (Ce, La, Y, Th)PO4
e. Kilap mutiara contohnya pada dolomit, dan bukit
f. Kilap lemak contohnya pada talk, dan alit
g. Kilap tanah contohnya pada bauksit.

kilap pada serpentin
3. Cerat
Cerat adalah warna mineral pada kondisi bubuk, warna cerat bersifat tetap daripada warna mineral. Karena meskipun terdapat pengotor pada mineral yang menyebabkan perubahan warna mineral, jumlah pengotor itu sangatlah sedikit sehingga tidak mampu mengubah warna dari cerat satu mineral. warna cerat dapat lebih diandalkan untuk mengenali satu mineral. Warna cerat tidak selamanya sama dengan warna mineral, misalnya pada hematit, warna mineralnya merah cokelat atau abu-abu, namun warna ceratnya selalu merah cokelat. Augit berwarna hitam, namun ceratnya berwarna abu-abu hijau. Biotit berwarna cokelat amin ceratnya tidak berwarna. Ortoklas berwarna putih, abu-abu atau merah jambu, namun ceratnya berwarna putih.

cerat pada sulfur
4. Pecahan
Pecahan merupakan kemampuan satu mineral untuk membelah tidak melalui bidang belahnya. Pecahan tidak mengekspresikan susunan atom di dalam kristal satu mineral. pecahan dibagi menjadi :
a. Concloidal, merupakan pecahan yang bentuknya berupa gelombang lengkung yang mirip dengan pecahan pada kaca ataupun botol. Contoh mineral yang memiliki pecahan concloidal adalah kuarsa, obsidian, kalkosit.

concloidal pada obsidian
b. Splintery=fibrous yaitu pecahan yang bentuknya berserat seperti jarum. Contohnya adalah pecahan pada augit, hipersten, asbes.

asbes
c. Uneven=irregular adalah pecahan dengan permukaan kasar tidak beratuan. Contohnya pada irit, kalkopirit, garnet dan hematit.

hematit
d. Hackly, yaitu pecahan yang runcing-runcing tidak teratur dan kasar. Contohnya pecahan pada perak dan tembaga.

native Cu
5. Belahan
Belahan adalah kemampuan satu mineral untuk membelah pada bidang belahnya, ini dicirikan dengan bidang belahan yang rata dan licin serta beraturan. Dalam pengamatan belahan akan nampak jelas pada pengamatan dibawah mikroskop. Karena bidang belah mineral hanya nampak sebagai garis-garis yang beraturan pada mineral. bidang belah mineral ini mencerminkan struktur atom yang ada di dalam susunan kristal mineral. berdasarkan banyaknya bidang belahan, belahan dibagi menjadi :
a. Belahan satu arah, kenampakannya berupa adanya garis-garis satu arah pada mineral. biasanya belahan ini ditemukan pada mineral yang berbentuk lembaran seperti muskovit dan biotit.
b. Belahan dua arah, kenampakan ini akan nampak sangat jelas dibawah mikroskop dengan kenampakan berupa garis-garis cengeng dua arah orientasi. Contohnya pada piroksen, hornblende dan feldspar.
c. Belahan tiga arah adalah belahan yang memiliki bidang belah tiga arah dan saling tegak lurus. Contohnya pada halit, pirit dan galena.
6. Kekerasa
Kekerasan mineral adalah daya tahan mineral terhadap goresan (scratching). Penentuan kekerasan relativ mineral ialah dengan cara menggoreskan permukaan mineral yang rata pada mineral standar dari skala Mohs yang sudah diketahui kekerasannya.
Skala kekerasan relativ mineral dari Mohs :
1. Talc Mg3Si4O10(OH)2
2. Gypsum CaSO22H2O
3. Calcite CaCO3
4. Fluorite CaF2
5. Apatite Ca5(PO4)3F
6. Orthoclas K(AlSi3O8)
7. Quartz SiO2
8. Topaz Al2SiO4(FOH)2
9. Corondum Al2O3
10. Diamond C
Misal suatu mineral di gores dengan kalsit (H = 3) ternyata mineral itu tidak tergores, tetapi dapat tergores oleh Fluorite (H = 4), maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 3 dan 4. Dapat pula penentuan kekerasan relativ mineral dengan mempergunakan alat-alat sederhana yang sering terdapat di sekitar kita. Misalnya :
- Kuku jari manusia H = 2,5
- Kawat tembaga H = 3
- Pecahan kaca H = 5,5
- Pisau baja H = 5,5
- Kikir baja H = 6,5
- Lempeng baja H = 7
Bila mana suatu mineral tidak tergores oleh kuku jari manusia tetapi oleh kawat tembaga, maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 2,5 dan 3.
7. Daya Tahan Terhadap Pukulan ( Tenacity )
Tenacity adalah suatu daya tahan mineral terhadap pemecahan, pembengkokan, penghancuran, dan pemotongan. Macam-macam tenacity :
a. Brittle : Apabila mineral mudah hancur menjadi tepung halus
Contoh :- Calcite
- Quartz
- Marcasite
- Hematite
b. Sectile : Apabila mineral mudah terpotong pisau dengan tidak berkurang menjadi tepung.
Contoh :- Gypsum
- Ceragyrite
c. Malleable : Apabila mineral ditempa dengan palu akan menjadi pipih.
Contoh :- Gold
- Copper
d. Ductile : Dapat di tarik / diulur seperti kawat. Apabila mineral ditarik dapat bertambah panjang dan aopabila dilepaskan maka mineral akan kembali seperti semula.
Contoh :- Silve - Cerrargyrite
- Copper - Olivine
e. Flexible : Apabila mineral dapat dilengkungkan kemana-mana dengan mudah.
Contoh :- Talc - Mika
- Gypsum
f. Elastic : Dapat merenggang bila ditarik dan kembali seperti semula bila dilepaskan.
Contoh :- Muscovite
- Hematite tipis
8. Berat Jenis ( Specific Gravity )
Banyak mineral-mineral yang mempunyai sifat fisis yang banyak persamaannya, dapat dibedakan dari berat jenisnya. Seperti pada colestite SrSO4 dengan berat jenis 3,95 dapat dengan mudah dibedakan dengan barit yang mempunyai berat jenis 4,5 salah satu penentuan berat jenis dengan teliti dapat menggunakan pycnometer. Berat jenis adalah angka perbandingan antara berat suatu mineral di bandingkan dengan berat air pada volume yang sama.
9. Sifat Kemagnetan
Pada acara praktikum mineral fisik ini adalah sifat dari mineral yang diselidiki apakah paramagnetit ( magnetit ) ataukah diamagnetit (non magnetit ).
a. Paramagnetit (magnetit) adalah mineral tersebut mempunyai gaya tarik terhadap magnet.
b. Diamagnetit (non magnetit) adalah mineral tersebut mempunyai gaya tolak terhadap magnet.
10. Derajat ketransparanan
Sifat transparan dari suatu mineral tergantung kepada kemampuan mineral tersebut men-transmit sinar cahaya ( berkas sinar ). Sesuai dengan itu, variasi jenis mineral dapat dibedakan atas :
a. Opaque mineral : Mineral yang tidak tembus cahaya meskipun dalam bentuk helaian yang amat tipis. Mineral-mineral ini permukaannya mempunyai kilauan metalik dan meninggalkan berkas hitam atau gelap (logam-logam mulia,belerang,ferric oksida )
b. Transparant mineral : Mineral-mineral yang tembus pandang seperti kaca biasa ( batu-batu kristal dan ieland spar )
c. Translusent mineral : mineral yang tembus cahaya tetapi tidak tembus pandang seperti kaca frosted ( Calsedon, Gypsum, dan kadang-kadang Opal ).
d. Mineral-mineral yang tidak tembus pandang (non transparent) dalam bentuk pecahan-pecahan (fragmen) tetapi tembus cahaya pada lapisan yang tipis (feldspar)
11. Perawakan Kristal (Crystal Habit)
Perawakan kristal (crystal habit), bentuk khas mineral ditentukan oleh bidang yang membangunnya, termasuk bentuk dan ukuran relatif bidang-bidang tersebut. Kita perlu mengenal beberapa perawakan kristal yang terdapat pada jenis mineral tertentu, sehingga perawakan kristal dapat dipakai untuk penentuan jenis mineral, walaupun perawakan kristal bukan merupakan ciri tetap mineral. Contoh : Mika selalu menunjukkan perawakan kristal yang mendaun (foliated), Amphibol selalu menunjukan perawakan kristal meniang (columnar). Perawakan kristal dibedakan menjadi 3 golongan (Richard Pearl,1975) yaitu ;
a.Elongated Habits
1. Meniang ( Columnar )
Contoh : - Tourmaline
2. Menyerat ( Fibrous )
Contoh : - Asbestos
3. Menjarum ( Acicular )
Contoh : - Natrolite
4. Menjaring ( Reticulate )
Contoh : - Rulite
5. Merabut ( Capillery )
Contoh : Cuprite
6. Membintang ( Stellated )
Contoh : - Pirofilit
7. Membenang ( Filliform )
Contoh : - Silver
8. Mondok ( Stound,tubby,Equant )
Contoh : - Zircon
9. Menjari ( Radiated )
Contoh : - Markasit
b. Flattened Habits
1. Membilah ( Bladed )
Contoh : - Kyanite
Kalaverit
2. Memapan ( Tabular )
Contoh : - Barite
Hypersthene
3. Membata ( Blocky )
Contoh : - Microcline
Calcite
4. Mendaun ( Foliated )
Contoh : - Mika
Chlorite
5. Memencar ( Divergen )
Contoh : - Aragonite
6. Membulu ( Plumose )
Contoh : - Mika
c. Rounded Habits
1. Mendada ( Mamillary )
Contoh : - Malachite
Opal
2. Membulat jari ( Co;;oform radial )
Contoh : - Pyrolorhyte
3. Mengginjal ( Rentiform )
Contoh : - Hematite
4. Membulat ( Colloform )
Contoh : Glsuconite
5. Membutir ( Granular )
Contoh : - Olivine
6. Stalaktit (Stalactic )
Contoh : - Goethite
7. Memisolit ( Pisolitic)
Contoh : - Gibbsite
Pisolitic
Sifat fisik mineral adalah sifat-sifat fisik yang dimiliki oleh satu mineral yang dapat digunakan untuk mengenali satu jenis mineral. Sifat fisik mineral berupa warna, cerat, kilap, bentuk kristal, pecahan, belahan, kekerasan. Sifat fisik mineral ini merupakan sifat yang khas dan unik karena sifat ini merupakan ekspresi dari komponen penyusun dari mineral.
1. Warna (Colour)
Bila suatu permukaan mineral dikenai cahaya, maka cahaya tersebut sebagian akan diserap dan dipantulkan, gelombang cahaya yang direfleksikan oleh mineral kemudian diterima oleh mata adalah warna yang dimiliki oleh mineral. Warna merupakan sifat fisik mineral yang dapat dengan langsung teramati, namun warna tidak sepenuhnya mencerminkan warna asli dari mineral. Karena warna mineral tidak hanya berasal dari mineral itu sendiri namun juga dapat berasal dari warna zat lain yang mengotori mineral. Warna asli mineral disebut dengan warna idiochromatic sedangkan warna yang dihasilkan oleh adanya pengotor disebut warna allochromaatic.
Warna idiochromatic dihasilkan oleh warna materi penyusun mineral, contoh warna idiochromatic pada mineral adalah sebagai berikut : sulfur memiliki warna kuning, magnetit berwarna hitam, hornblende berwarna cokelat kehitaman, corundum berwarna merah muda, emas berwarna kuning. Sedangkan warna allochromatic ini disebabkan oleh adanya zat lain yang mengotori mineral yang mengakibatkan warnanya berbeda dengan mineral pada kondisi murni. Warna allochromatic ini dapat berubah-ubah meskipun pada mineral yang sama, contohnya pada kuarsa. Kuarsa warnanya tidak selalu putih transparan, kuarsa dapat berwarna merah muda, ungu, ataupun cokelat kehitaman. Jasper merupakan SiO2 yang dapat berwarna hijau, merah, ataupun warna lain karena tercampur dengan hematit ataupun limonit.
idiochromatic (sulfur)
allochromatic (Amethys)
Warna tidak selamanya menjadi indikator atau karakteristik khas dari satu mineral. Karena warna tidak selamanya menunjukkan warna asli mineral. Warna mineral di alam dipengaruhi oleh komposisi kimia penyusun mineral dan pengotor pada mineral.
2. Kilap
Kilap adalah sifat fisik mineral yang berupa pantulan cahaya yang dimiliki mineral. Intensitas cahaya yang dipantulkan dari mineral sangat berhubungan dengan nilai indeks bias yang dimiliki oleh mineral. Nilai indeks bias satu mineral tidak dapat diketahui dengan pengamatan mata telanjang, namun harus dengan menggunakan alat bantu. Oleh karena itu dalam pengamatan kilap dengan menggunakan mata telanjang hanya dengan menggunakan parameter kemiripan kilap mineral dengan kilap yang dimiliki benda lain. Secara umum kilap dibagi menjadi kilap logam dan non logam. Kilap logam adalah kilap mineral yang kilapnya mirip dengan kilap yang dimiliki oleh logam dan umumnya kilap ini dijumpai pada mineral-mineral yang mengandung unsur logam yang dominan. Contohnya adalah galena (PbS), pirit (FeS2), magnetit (Fe3O4 ), kalkopirit (Cu FeS2 ).

kilap logam pada kalkopirit
Kilap non logam dibagi lagi menjadi beberapa kelompok antaralain :
a. Kilap sutra, contohnya asbes, gipsum, serpentin
b. Kilap intan contohnya intan
c. Kilap kaca contohnya kuarsa, kalsit, plagioklas
d. Kilap damar contohnya sphalerit (ZnS), monasit (Ce, La, Y, Th)PO4
e. Kilap mutiara contohnya pada dolomit, dan bukit
f. Kilap lemak contohnya pada talk, dan alit
g. Kilap tanah contohnya pada bauksit.
kilap pada serpentin
3. Cerat
Cerat adalah warna mineral pada kondisi bubuk, warna cerat bersifat tetap daripada warna mineral. Karena meskipun terdapat pengotor pada mineral yang menyebabkan perubahan warna mineral, jumlah pengotor itu sangatlah sedikit sehingga tidak mampu mengubah warna dari cerat satu mineral. warna cerat dapat lebih diandalkan untuk mengenali satu mineral. Warna cerat tidak selamanya sama dengan warna mineral, misalnya pada hematit, warna mineralnya merah cokelat atau abu-abu, namun warna ceratnya selalu merah cokelat. Augit berwarna hitam, namun ceratnya berwarna abu-abu hijau. Biotit berwarna cokelat amin ceratnya tidak berwarna. Ortoklas berwarna putih, abu-abu atau merah jambu, namun ceratnya berwarna putih.
cerat pada sulfur
4. Pecahan
Pecahan merupakan kemampuan satu mineral untuk membelah tidak melalui bidang belahnya. Pecahan tidak mengekspresikan susunan atom di dalam kristal satu mineral. pecahan dibagi menjadi :
a. Concloidal, merupakan pecahan yang bentuknya berupa gelombang lengkung yang mirip dengan pecahan pada kaca ataupun botol. Contoh mineral yang memiliki pecahan concloidal adalah kuarsa, obsidian, kalkosit.
concloidal pada obsidian
b. Splintery=fibrous yaitu pecahan yang bentuknya berserat seperti jarum. Contohnya adalah pecahan pada augit, hipersten, asbes.

asbes
c. Uneven=irregular adalah pecahan dengan permukaan kasar tidak beratuan. Contohnya pada irit, kalkopirit, garnet dan hematit.
hematit
d. Hackly, yaitu pecahan yang runcing-runcing tidak teratur dan kasar. Contohnya pecahan pada perak dan tembaga.
native Cu
5. Belahan
Belahan adalah kemampuan satu mineral untuk membelah pada bidang belahnya, ini dicirikan dengan bidang belahan yang rata dan licin serta beraturan. Dalam pengamatan belahan akan nampak jelas pada pengamatan dibawah mikroskop. Karena bidang belah mineral hanya nampak sebagai garis-garis yang beraturan pada mineral. bidang belah mineral ini mencerminkan struktur atom yang ada di dalam susunan kristal mineral. berdasarkan banyaknya bidang belahan, belahan dibagi menjadi :
a. Belahan satu arah, kenampakannya berupa adanya garis-garis satu arah pada mineral. biasanya belahan ini ditemukan pada mineral yang berbentuk lembaran seperti muskovit dan biotit.
b. Belahan dua arah, kenampakan ini akan nampak sangat jelas dibawah mikroskop dengan kenampakan berupa garis-garis cengeng dua arah orientasi. Contohnya pada piroksen, hornblende dan feldspar.
c. Belahan tiga arah adalah belahan yang memiliki bidang belah tiga arah dan saling tegak lurus. Contohnya pada halit, pirit dan galena.
6. Kekerasa
Kekerasan mineral adalah daya tahan mineral terhadap goresan (scratching). Penentuan kekerasan relativ mineral ialah dengan cara menggoreskan permukaan mineral yang rata pada mineral standar dari skala Mohs yang sudah diketahui kekerasannya.
Skala kekerasan relativ mineral dari Mohs :
1. Talc Mg3Si4O10(OH)2
2. Gypsum CaSO22H2O
3. Calcite CaCO3
4. Fluorite CaF2
5. Apatite Ca5(PO4)3F
6. Orthoclas K(AlSi3O8)
7. Quartz SiO2
8. Topaz Al2SiO4(FOH)2
9. Corondum Al2O3
10. Diamond C
Misal suatu mineral di gores dengan kalsit (H = 3) ternyata mineral itu tidak tergores, tetapi dapat tergores oleh Fluorite (H = 4), maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 3 dan 4. Dapat pula penentuan kekerasan relativ mineral dengan mempergunakan alat-alat sederhana yang sering terdapat di sekitar kita. Misalnya :
- Kuku jari manusia H = 2,5
- Kawat tembaga H = 3
- Pecahan kaca H = 5,5
- Pisau baja H = 5,5
- Kikir baja H = 6,5
- Lempeng baja H = 7
Bila mana suatu mineral tidak tergores oleh kuku jari manusia tetapi oleh kawat tembaga, maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 2,5 dan 3.
7. Daya Tahan Terhadap Pukulan ( Tenacity )
Tenacity adalah suatu daya tahan mineral terhadap pemecahan, pembengkokan, penghancuran, dan pemotongan. Macam-macam tenacity :
a. Brittle : Apabila mineral mudah hancur menjadi tepung halus
Contoh :- Calcite
- Quartz
- Marcasite
- Hematite
b. Sectile : Apabila mineral mudah terpotong pisau dengan tidak berkurang menjadi tepung.
Contoh :- Gypsum
- Ceragyrite
c. Malleable : Apabila mineral ditempa dengan palu akan menjadi pipih.
Contoh :- Gold
- Copper
d. Ductile : Dapat di tarik / diulur seperti kawat. Apabila mineral ditarik dapat bertambah panjang dan aopabila dilepaskan maka mineral akan kembali seperti semula.
Contoh :- Silve - Cerrargyrite
- Copper - Olivine
e. Flexible : Apabila mineral dapat dilengkungkan kemana-mana dengan mudah.
Contoh :- Talc - Mika
- Gypsum
f. Elastic : Dapat merenggang bila ditarik dan kembali seperti semula bila dilepaskan.
Contoh :- Muscovite
- Hematite tipis
8. Berat Jenis ( Specific Gravity )
Banyak mineral-mineral yang mempunyai sifat fisis yang banyak persamaannya, dapat dibedakan dari berat jenisnya. Seperti pada colestite SrSO4 dengan berat jenis 3,95 dapat dengan mudah dibedakan dengan barit yang mempunyai berat jenis 4,5 salah satu penentuan berat jenis dengan teliti dapat menggunakan pycnometer. Berat jenis adalah angka perbandingan antara berat suatu mineral di bandingkan dengan berat air pada volume yang sama.
9. Sifat Kemagnetan
Pada acara praktikum mineral fisik ini adalah sifat dari mineral yang diselidiki apakah paramagnetit ( magnetit ) ataukah diamagnetit (non magnetit ).
a. Paramagnetit (magnetit) adalah mineral tersebut mempunyai gaya tarik terhadap magnet.
b. Diamagnetit (non magnetit) adalah mineral tersebut mempunyai gaya tolak terhadap magnet.
10. Derajat ketransparanan
Sifat transparan dari suatu mineral tergantung kepada kemampuan mineral tersebut men-transmit sinar cahaya ( berkas sinar ). Sesuai dengan itu, variasi jenis mineral dapat dibedakan atas :
a. Opaque mineral : Mineral yang tidak tembus cahaya meskipun dalam bentuk helaian yang amat tipis. Mineral-mineral ini permukaannya mempunyai kilauan metalik dan meninggalkan berkas hitam atau gelap (logam-logam mulia,belerang,ferric oksida )
b. Transparant mineral : Mineral-mineral yang tembus pandang seperti kaca biasa ( batu-batu kristal dan ieland spar )
c. Translusent mineral : mineral yang tembus cahaya tetapi tidak tembus pandang seperti kaca frosted ( Calsedon, Gypsum, dan kadang-kadang Opal ).
d. Mineral-mineral yang tidak tembus pandang (non transparent) dalam bentuk pecahan-pecahan (fragmen) tetapi tembus cahaya pada lapisan yang tipis (feldspar)
11. Perawakan Kristal (Crystal Habit)
Perawakan kristal (crystal habit), bentuk khas mineral ditentukan oleh bidang yang membangunnya, termasuk bentuk dan ukuran relatif bidang-bidang tersebut. Kita perlu mengenal beberapa perawakan kristal yang terdapat pada jenis mineral tertentu, sehingga perawakan kristal dapat dipakai untuk penentuan jenis mineral, walaupun perawakan kristal bukan merupakan ciri tetap mineral. Contoh : Mika selalu menunjukkan perawakan kristal yang mendaun (foliated), Amphibol selalu menunjukan perawakan kristal meniang (columnar). Perawakan kristal dibedakan menjadi 3 golongan (Richard Pearl,1975) yaitu ;
a.Elongated Habits
1. Meniang ( Columnar )
Contoh : - Tourmaline
2. Menyerat ( Fibrous )
Contoh : - Asbestos
3. Menjarum ( Acicular )
Contoh : - Natrolite
4. Menjaring ( Reticulate )
Contoh : - Rulite
5. Merabut ( Capillery )
Contoh : Cuprite
6. Membintang ( Stellated )
Contoh : - Pirofilit
7. Membenang ( Filliform )
Contoh : - Silver
8. Mondok ( Stound,tubby,Equant )
Contoh : - Zircon
9. Menjari ( Radiated )
Contoh : - Markasit
b. Flattened Habits
1. Membilah ( Bladed )
Contoh : - Kyanite
Kalaverit
2. Memapan ( Tabular )
Contoh : - Barite
Hypersthene
3. Membata ( Blocky )
Contoh : - Microcline
Calcite
4. Mendaun ( Foliated )
Contoh : - Mika
Chlorite
5. Memencar ( Divergen )
Contoh : - Aragonite
6. Membulu ( Plumose )
Contoh : - Mika
c. Rounded Habits
1. Mendada ( Mamillary )
Contoh : - Malachite
Opal
2. Membulat jari ( Co;;oform radial )
Contoh : - Pyrolorhyte
3. Mengginjal ( Rentiform )
Contoh : - Hematite
4. Membulat ( Colloform )
Contoh : Glsuconite
5. Membutir ( Granular )
Contoh : - Olivine
6. Stalaktit (Stalactic )
Contoh : - Goethite
7. Memisolit ( Pisolitic)
Contoh : - Gibbsite
Pisolitic
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, July 18, 2016
Mineral
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Untuk mempelajari bumi, mutlak untuk mempelajari dan mengetahui apa itu penyusun bumi. Pada bagian terluar bumi atau kerak bumi, tersusun oleh berbagai macam jenis batuan. Batuan tidaklah berdiri sendiri, batuan tersusun oleh komponen yang lebih kecil lagi yaitu mineral. Di kerak bumi, mineral dijumpai dalam berbagai jenis. Suatu benda dapat disebut sebagai mineral apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
· Terbentuk secara alamiah
Mineral terbentuk secara alamiah melalui proses alam di permukaan ataupun di dalam bumi. Mineral tidak dibuat di dalam laboratorium, meskipun memiliki bentuk dan rumus kimia yang sama dengan mineral yang ditemukan di alam. Sebagai contoh, mineral halit (NaCl) yang dibuat laboratorium melalui reaksi kimia bukanlah mineral, meskipun sifat fisik yang dimilikinya sama dengan NaCl yang ditemukan di alam sebagai mineral halit.
· Tersusun oleh zat anorganik
Sebuah mineral tidak pernah “hidup”, maksudnya mineral bukanlah zat yang dihasilkan dari organisme meskipun sifat fisik dan komposisi kimianya sama dengan mineral yang terbentuk secara alamiah di alam. Demikian dengan batubara ataupun tamber (resin kayu), meskipun sifatnya keras dan mirip dengan batu, batubara ataupun tamber bukanlah mineral karena terbentuk dari hasil aktivitas organisme.
· Dapat dirumuskan dengan rumus kimia atau simbol kimia
Mineral di alam dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, ada yang ditemukan sebagai unsur murni seperti emas, namun ada juga yang ditemukan sebagai senyawa kimia yang tersusun oleh unsur-unsur yang saling berikatan seperti kuarsa (SiO2).
· Berbentuk kristalin
Atom-atom penyusun mineral tersusun dengan susunan yang teratur dan membentuk satu struktur tertentu yang disebut dengan kristal. Kristal ini seringkali terekspresikan ke dalam bentuk dari mineral, namun hal ini selamanya tidak terjadi tergantung bagaimana mineral itu terbentuk. Apakah dia terbentuk tanpa adanya gangguan sehingga sanggup membentu sesuatu susunan kristal yang sempurna, ataukah pada saat terbentuk mineral mengalami gangguan dari luar sehingga tidak membentuk susunan kristal yang sempurna bahkan amorf.
Dalam ilmu geologi terdapat cabang ilmu yang khusus mempelajari tentang mineral, yang disebut dengan mineralogi. Umumnya mineralogi dibedakan menjadi dua berdasarkan objek yang dipelajarinya yaitu :
· Kristalografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang geometri luar ataupun geometri dalam dari kristal seperti struktur atom. Aspek-aspek yang dipelajari dalam kristalografi adalah bagaimana mineral itu terbentuk, bentuk mineral itu sendiri dan karakteristik geometri dari kristal.
· Mineralogi fisik, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sifat fisik dai mineral
· Mineralogi kimia, mempelajari tentang sifat kimia dan struktur kimia dari mineral
Dengan mempelajari mineral dapat mengetahui mengenai mineral-mineral penyusun batuan. Dengan mengetahui dan memahami mineral dapat digunakan untuk mempelajari penyusun bumi ataupun planet lain. Selain itu dengan mempelajari mineral dapat digunakan dalam pengembangan dunia industri, kesehatan, dan berbagai keperluan lain. Karena pada beberapa jenis mineral memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, misalnya uranium yang dapat digunakan dalam pembangunan energi nuklir, pengobatan, rekayasa genetika dan juga alat pertahanan.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Penerjemahan adalah...
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Penerjemahan merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk menerjemahkan suatu teks dalam bahasa sumber ke dalam bahasa bahasa tujuan. Sebelum melanjutkan tulisan ini ada baiknya untuk menjelaskan apa maksud dari bahasa sumber dan bahasa target. Bahasa sumber merupakan bahasa yang akan diterjemahkan, sedangkan bahasa target atau bahasa tujuan merupakan bahasa yang akan menjadi hasil dari penerjemahan. Nah, sekarang maksud dari penerjemahan, penerjemahan sebenarnya digunakan untuk mempermudah seorang pembaca yang belum terlalu fasih dalam suatu bahasa agar bisa membaca suatu teks dalam bahasanya sendiri. Dengan kata lain penerjemahan merupakan suatu jembatan untuk menghubungkan dua bahasa yang berbeda, untuk menyalurkan isi dari suatu teks dalam bahasa sumber pada bahasa target.
Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam penerjemahan adalah seorang penerjemah tidak boleh mengganti isi pokok bahasan yang diterjemahkannya. Seorang penerjemah bukanlah seorang penulis, dia hanyalah menyalurkan apa yang penulis pikirkan ke dalam bahasanya. Jadi, untuk menjadi seorang penerjemah anda harus berhati-hati dalam menerjemahkan suatu bahasa, jangan sampai anda menuliskan apa yang ada didalam pikiran anda padahal hal itu tidak tertera pada teks aslinya karena penerjemah bukanlah penulis.
Satu hal lain yang harus dilakukan oleh seorang penerjemah adalah memahami bahasa yang akan diterjemahkannya secara teoritis kritis dan memahami bahasa targetnya secara aktif praktis. Seorang penerjemah haruslah menggunakan bahasa target terjemahannya dalam kegiatan sehari-harinya sedangkan dia juga harus benar-benar paham bahasa sumber secara teoritis.
Menerjemahkan tidak boleh dilakukan dengan cara kata per kata atau “word to word translating” karena belum tentu maksud dari bahasa sumbernya benar-benar tersaji secara konkret dalam penggunaan seperti itu. Yang harus dilakukan seorang penerjemah adalah menerjemahkan sesuai dengan konteks isi bacaan pada bahasa sumber karena sekali lagi penerjemahbuksnlsh penulis.
Contoh sederhana tersaji pada kalimat ini, “This mean nothing to me.” Jika kita menggunakan teknik penerjemahan kata per kata maka akan menghasilkan, “Ini artinya tidak ada untukku.” Memang jika merujuk pada artian kata per kata pada kamus hal itu dapat dibenarkan tapi jika merujuk pada maknanya hal itu juah melenceng sekali, karena arti yang sesuai maksud dari frasa diatas adalah, “Hal ini sama sekali tidak berarti bagiku.”
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, July 7, 2016
CONTOH RESENSI BUKU
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Some Aspects of Theory and Practice of TRANSLATION
Penulis : Kistanto, Nurdien H
Penerbit : Arts and Science Vision, University of Diponegoro Press
Tebal Buku : 104 halaman
PENULIS
Nudien Harry Kistanto adalah seorang Profesor Antropologi di Universitas Diponegoro.Pada tahun 1975, beliau mendapat gelar Bachelor of Arts dan empat tahun kemudian menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Diponegoro dengan naskah yang berjudul, “Some Aspects of the Theory and Practiceof Translation yangsekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul yang sama.
SINOPSIS
Translation atau penerjemahan merupakan salah satu dasar dalam berbahasa Inggris yang penting untuk dikuasai. Sebagai media alternatif bagi mereka yang belum mengerti Bahasa Indonesia, seorang penerjemah akan menjadi pemandu yang sangat diperlukan. Dalam buku ini beliau menjelaskan berbagai aspek penting dalam penerjemahan disertai dengan contoh yang konkret sehingga pembacaakan lebih mudah memahamiisi dari buku ini.
Buku ini mengandung berbagai teori yang penting dalam bidang penerjemahan. Isi dari buku ini yang konkret ditambah dengan bahasa yang mudah dipahami memudahkan pembaca untuk memahami pokok bahasan yang penulis utarakan.
Layaknya buku-buku yang lain buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan yang dimiliki buku ini adalah bentuk sampul yang kurang menarik. Walaupun jika merujuk pada istilah klasik yang berbunyi, “Don’t judge a book from its cover” buku ini telah memiliki hal yang dibutuhkan seang yang ingin mempelajari penerjemahan, namun jika melihat dari kebiasaan masyarakat dewasa ini yang selalu mengedepankan penampilan, buku ini saya rasa belum memiliki kriteria sebagai buku yang diminati. Kelemahan lain yang terdapat dalam buku ini adalah tata letak yang kurang jelas. Artikel dalam Bahasa Inggris diletakkan di sebelah kiri sementara hasil penerjemahannya di sebelah kanan. Hal ini akan menyulitkan pembaca untuk memahami berbagai contoh yang terdapat dalam buku ini. Sebagai contoh apabila seorang pembaca menemukan sebuah kata yang belum pernah dia temui sebelumnya, dia akan kebingungan dalam menemukan penerjemahannya di sebelah kanan.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia
A. Latar Belakang dan Pengertian
Tiap bangsa memiliki cita-cita, baik itu dinyatakan secara tertulis ataupun tidak. Isinya adalah aspirasi langgeng yang rumusannya sangat luhur dan tinggi. Fungsinya selain memberi gairah hidup, menjiwai kehidupan bangsa, menjadi penggairah yang abadi sekaligus juga sebagai penentu dari tujuan nasional.
1. Latar Belakang Munculnya Konsepsi Wawasan Nusantara
Dalam menyelenggarakan kehidupan nasional ditengah pergaulan antarbangsa, setiap bangsa membutuhkan wawasan nasional untuk menuju ke masa depan. Eksistensi wawasan nasional sangat ditentukan oleh bagaimana bangsa tersebut berdialog secara dinamis dengan kondisi objektif, subjektif dan kondisi idealistic atau aspirasinya.
2. Unsur Dasar Pemikiran Wawasan Nusantara
a. Keadaan Geografis
1. Panjang wilayah mencakup 1/8 garis katuistiwa.
2. Jarak terjauh Utara-Selatan sekitar 1888 Km, Timur-Barat 5110 Km.
3. Terletak di antara 6 derajat LU-11 derajat LS dan 95 derajat BB-141 derajat BT.
4. Jumlah pulau 17508 (6044 pulau dengan nama baru).
5. Luas seluruh wilayah 5193250 km2 (daratan 2027087 km2 dan 3166163 perairan).
6. Tanah yang subur, mengandung bahan-bahan vital, minyak bumi, besi, timah, mangan, bauxite dan lain-lain.
7. Jumlah penduduk sampai tahun 2000 sekitar 220 juta jiwa.
8. Persebaran penduduk tidak merata 60 persen tinggal di jawa dan Madura.
b. Geopolitik
b. Geopolitik
1. Wawasan Bahari
Sir Walter Raleigh, “Siapa menguasai lautan, dia menguasai kekayaan-kekayaan dunia dan dengan itu dia menguasai dunia itu sendiri”.
2. Wawasan Benua
Sir Halford Mackinder, “Barangsiapa dapat menguasai penduduk dan sumber-sumber alam di daerah jantung (Jerman-Siberia Tengah), maka akan memperoleh posisi strategis sebagai tahap pertama menguasai dunia”.
3. Wawasan Kombinasi
Prof. Nichols J.Spykman dan Stephen B John, “Siapa menguasai daerah batas (Bulan Sabit dalam Eurasia) berarti menguasai Eurasia; siapa menguasai Eurasia untuk menguasai daerah jantung tinggal selangkah lagi”.
4. Wawasan Geopolitik
a. Friederich Ratzel, “Pertumbuhan Negara mirip dengan pertumbuhan organism, yang membutuhkan ruang hidupyang cukup agar dapat tumbuh dengan subur”.
b. Rudolp Kjellen, “Negara sebagai organism juga memiliki kemampuan intelektual”.
c. Karl Haushoffer, “Landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan dari kelangsungan hidup suatu organisasi Negara untuk memperoleh ruang hidupnya”.
5. Wawasan Dirgantara
Kekuatan udara akan menjadi kekuatan yang sangat menentukan, karena mempunyai daya tangkal terhadap ancaman. Dia dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandangnya sendiri, hingga tidak mampu untuk menyerang.
c. Geostrategi Indonesia
1. Demografi, Asia(utara) berpenduduk padat dan Australia(selatan) jarang.
2. Ideologi, antara komunisme di utara dan liberalism di selatan.
3. Politik, antara demokrasi rakyat di utara dan liberalism di selatan.
4. Ekonomi, antara system ekonomi terpusat di utara dan system ekonomi liberal di selatan.
5. Sosial, antara sosialisme di utara dan individualism di selatan.
6. Budaya, antara budaya timur di utara dan budaya barat di selatan.
d. Landasan Historis dan Yuridis formal
1. Daerah Hindia-Belanda, yang merupakan bekas jajahan Belanda.
2. Daerah Hindia-Belanda ditambah Borneo(Kalimantan Utara), Papua jajahan Inggris(Papua Nugini) yang penduduknya sama dengan Irian Barat dan Timor seluruhnya(termasuk Timor jajahan Portugal). Adanya tambahan itu dimaksudkanmuntuk membulatkan wilayah Negara yang akan dibentuk.
3. Daerah Hindia-Belanda, ditambah semenanjung Malaya, Borneo Utara(Serawak), Papua, Timor dan kepulauan kecil disekitarnya. Bagian lain lain dari wilayah yang disebut “Indonesia Raya”, seperti Filipina, Formosa(Taiwan), Kamboja dan Thailand tidak dimasukkan karena telah menjadi Negara merdeka atau sebagian dari Negara merdeka yang kemerdekaannya harus dihormati. Semenanjung Malaya masih dimasukkan karena masih merupakan jajahan Inggris.
4. Daerah Hindia-Belanda, dikurangi Papua(Irian) dengan alasan penduduk papua bukan rmpn bangsa melayu (usulan Drs. Moh. Hatta).
5. Daerah Hindia-Belanda, ditambah Semenanjung Malaya(karena masih merupakan rumpun bangsa melayu) dikurangi Papua.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, July 6, 2016
Deskripsi Batuan Sedimen
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Breksi
Deskripsi Megaskopis :
Warna : Coklat
Struktur : non struktural
Tekstur
Ukuran butir : Kerakal-kerikil
Kebundaran : Membundar
Sortasi : Buruk
Kemas : Terbuka
Komposisi
Fragmen : Kerakal
Matriks : Pasir Sangat kasar
Semen : Karbonatan
Deskripsi Komposisi :
· Fragmen berupa hasil lapukan dari batuan beku, warna fragmen cokelat dengan ukuran butir kerayak (4-64 mm), bentuknya menyudut tanggung dengan kelimpahan pada batuan sekitar 75%.
· Matriks berukuran pasir sangat kasar (1-2 mm) dengan bentuk butir menyudut tanggung, matriks terletak diantara fragmrn-fragmen dengan kelimpahan pada batuan sekitar 10%
· Semen pada batuan ini ketika ditetesi dengan HCl bereaksi, berarti semen pada batuan ini berupa karbonatan.
Petrogenesa :
Berdasarkan ukuran butirnya yang berukuran krakal dan bentuk butirnya yang menyudut tanggung, dapat diketaui bahwa batuan ini berasal dari batuan induk yang mengalami pelapukan dan tertrasport kemudian terdeposisi pada tempat yang tidak begitu jauh dari tempat batuan asal. Mekanisme transportasi material ini adalah secara bed load yaitu mekanisme pengangkatan pada dasar perairan. Kemudian karena penurunan enegi transportasi mmaterial ini terendapkan pada dasar cekungan. Berdasarkan kandungan semennya pada tempat pembentukan batuan ini kondisi perairannya jenuh dengan karbonat sehingga karbonat yang telarut pada saat lithifikasi membentuk semen yang mengikat butiran-butiran sedimen.
FotoBatuan :
Nama Batuan : Breksi (Wentworth,1922)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, July 5, 2016
Deskripsi Batuan Metamorf
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Serpentinit
Deskripsi Megaskopis :
Warna : Hijau kehitaman
Struktur : Foliasi, Schistositic
Tekstur :
Ketahanan Metamorfosa : Kristaloblastik
Ukuran butir : Fanerik
Bentuk Kristal : Euhedral
Komposisi : Mika, Serpentin, Hornblende
Deskripsi Komposisi :
· Mika berwarna putih dengan bentuk berlembar dan dapat digores dengan kuku tersebar pada setiap foliasi. Kelimpahannya pada batuan sekitar 5 %.
· Serpentin berwarna hijau tua agak kehitaman dengan bentuk berserabut prismatic dengan kilap mutiara, dapat digores dengan koin tembaga dan cerat berwarna putih. Kelimpahannya pada batuan sekitar 70%.
· Hornblende berwarna hitam dengan bentuk prismatic dengan kilap kaca dan ceratnya berwarna putih, dapat digoren dengan paku baja dan kelimpahannya sekitar 20 %.
Petrogenesa :
Berdasarkan strukturnya yang foliasi dapat diketahui bahwa pengaruh metamorfisme yang dominan pada saat pembentukan batuan ini adalah tekanan. Tekanan mengakibatkan mineral-mineral yang pipih mengelompok dan membentuk penjajaran mineral. Berdasarkan komposisi utama batuan yang berupa serpentin dapat diketahui bahwa batuan ini terbentuk dari batuan beku basa sampai ultra basa yang mengalami metamorfosa regional. Karena mineral serpentin sendiri merupakan mineral hasil metamorfosa mineral olivine ataupun piroksen. Mineral ini banyak terkandung pada batuan beku basa ataupun ultra basa. Batuan ini mengalamai metamorfisme pada kedalaman kerak bumi pada zona subduksi, karena pengaruh dorongan tektonik batuan ini terangkat dan tersingkap pada permukaan bumi.
Foto Batuan :
Nama Batuan : Serpentinit (W.T. Huang, 1961)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, July 3, 2016
Deskripsi Batuan Beku Gabro
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Deskripsi Megaskopis :
Warna : Hitam
Struktur : masif
Tekstur
Derajat Kristalisasi : Holokristalin
Granularitas : Fanerik
Bentuk Kristal : Euhedral
Hubungan Antar Kristal : equigranular
Komposisi : olivine, piroksen, plagioklas
Deskripsi Komposisi :
· Olivine berwarna kehijaunan dengan transparansi trasnparan, kilapnya kilap kaca karena kilap yang dimilikinya sama dengan kilap yang dimiliki kaca, kekerasannya 6,5 dapat digores dengan paku baja tetapi tidak dapat digores dengan kaca. Kelimpahan pada batuan berkisar sekitar 16%,
· Piroksen berbentuk prismatic pendek dengan warna hitam dan dapat digores dengan kaca, kilapnya kilap kaca karena kilap yang dimilikinya sama dengan kilap yang dimiliki kaca, kelimpahannya pada batuan sekitar 32%.
· Plagioklas berwarna putih dengan kilap kaca dengan kekerasan 6 dapat digores dengan paku baja tetapi tidak dapat digores dengan kaca. Ceratnya berwarna putih dan kelimpahannya pada batuan sekitar 40%.
Petrogenesa :
Berdasarkan komposisi batuannya yang banyak mengandung olivine dan piroksen dapat diketahui bahwa jenis batuan ini termasuk batuan beku basa yang berarti batuan ini terbentuk dari magma encer yang bersifat basa. Berdasarkan derajar kristalisasinya yang holokristsalin dapat diketahu bahwa batuan ini terbentuk jauh di dalam kerak bumi pada zona plutonik, batuan yang membeku pada zona ini membeku dengan sangat lambat sehingga kristal-kristalnya dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat berukuran besar-besar seperti pada peraga. Hubungan antar kristal yang equigranular menandakan bahwa pada saat prosen pembekuan magma berjalan secara sempurna tidak mengalami gangguan sehingga semua kristalnya dapat tumbuh dengan baik.
Foto Batuan :
Nama batuan : Gabro
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)


