sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Crita Rakyat. Show all posts
Showing posts with label Crita Rakyat. Show all posts
Friday, April 25, 2014
Legenda Pengging
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Pengging adalah sebuah desa yang terletak di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, tapi sekarang Pengging lebih dikenal oleh masyarakat mencakup 3 Kelurahan yaitu Bendan, Dukuh dan Jembungan. Dengan peninggalan yang tersisa adalah Pemandian Umbul Pengging ,Umbul Sungsang dan Makam Pujangga Yosodipuro.
Pengging juga mempunyai ritual sebaran apem untuk memperingati bulan Sapar, tradisi ini sudah ada sejak jaman R. Ng Yosodipuro. Hal ini dimulai karena pengaruh R. Ng Yosodipura yang berjasa dalam membawa rakyat Pengging dalam meningkatkan hasil pertanian dan mengusir hama. Acara ini sering bertepatan dengan acara Pengging Fair yaitu pesta rakyat dan budaza Pengging yang dilaksanakan mendekati bulan Agustus. Acara ini berlangsung selama seminggu dengan puncak acaranya adalah hari terakhir perayaan ini. Namun beberapa hari sebelumnya di sepanjang jalan Pengging sudah ramai dengan pedagang-pedagang, mulai penjual makanan sampai pakaian tidak hanya pedagang lokal tapi juga dari luar daerah. Acara tersebut tidak hanya diikuti oleh masyarakat Pengging dan sekitarnya tapi juga dikunjungi oleh masyarakat luar Pengging misalnya dari Boyolali, Surakarta, Klaten bahkan luar karisidenan Surakarta.
Pesta rakyat dan budaya Pengging merupakan acara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia namun karena suatu hal maka sering dilaksanakan sebagai pesta budaya sekaligus memperingati jasa R Ng Yosodipuro dalam bentuk ritual atau upacara tradisi apeman, acara ini mulai diselenggarakan tahun 1967 dan diadakan secara rutin setiap tahun. Pada awalnya dilangsungkan dengan sederhana dan hanya menampilkan satu panggung hiburan. Seiring bertambahnya waktu acara tradisi ini berjalan semakin maju dan semarak dengan berbagai jenis kegiatan dan hiburan. Dengan demikian pengunjung yang datang semakin bertambah banyak dan Pegging menjadi terkenal dengan Obyek Wisata Pemandian Umbul Pengging dan Makam Pujangga Yosodipuro saja namun juga dengan kegiatan tradisi tahunan tersebut.
R. Ng Yosodipuro ádalah seorang Pujangga sekaligus ulama yang menyebarkan agama Islam hidup pada masa pemerintahan Pakubuwono II dikenal sangat dekat dengan kaum petani, karena kearifannya seringkali rakyat Pengging memohon petunjuk termasuk pada saat petani meminta bantuannya untuk mengatasi serangan hama keong mas. Atas petunjuk R. Ng Yosodipuro para petani mengambil keong mas tersebut kemudian dimasak dengan cara dikukus. Sebelumnya keong tersebut dibalut dengan janus yang dibentuk seperti keong mas. Setiap kali panen padi janur bekas balutan keong mas tersbut digunakan untuk membuat apem kukus. Apem kukus itu kemudian dibagi-bagikan pada petani sebagi wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diberikan dan juga berkurangnya hama keong. Tradisi bagi-bagi apem akhirnya terus berkembang hingga berjalan sampai sekarang. Bagi masyarakat yang percaya jika berhasil mendapatkan apem maka diyakini akan mendatangkan berkat.
Berebut kue apem kukus keong mas dalam acara Saparan di Pengging, kecamata Banyudono, Boyolali sudah merupakan tradisi yang tak mudah untuk ditinggalkan oleh masyarakatnya. Masing-masing RT mengirimkan apem sebanyak 200 buah kemudian dikumpulkan di kantor kecamatan. Acra Saparan dilaksanakan tepat di perempatan depan Masjid Cipto Mulyo, kompleks wisata Umbul Pengging. Malam sebelumnya diadakan prosesi melakukan doa dan tahlil di Masjid Cipto Mulyo dan dilanjutkan ziarah di makam R. Ng Yosodipuro kemudian dilanjutkan dengan upacar kenduri serta Sanggaran.
Selanjutnya ritual diawali dengan kirab budaya dan arak-arakan dua buah gunungan apem serta berbagi macam kesenian daerah setempat. Dimulai di depan kantor kecamatan Banyudono menuju halaman Masjid Cipto Mulyo. Acara ini dihadari oleh pejabat daerah setempat, trah dari R. Ng Yosodipuro serta kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat.
1.Acara-acara untuk memeriahkan tradisi ini antara lain:
Pentas seni dan budaya
Diadakan disepanjang Jalan Pasar Pengging, acara dimulai dengan pemotongan pita oleh Bupati Boyolali. Kemudian acara karnaval oleh murid TK dan SD , drum band, Reog dan Barongsai. Iring-iringan ini dimulai dari kantor kecamatan Banyudono sampai di depan Obyek Wisata Umbul Pengging. Malamnya dilanjutkan dengan hiburan kesenian, terdapat lima panggung kesenian yaitu: panggung band rock, anak-anak, orkes melayu (dangdut), campursari, dan Wayang kulit dengan lokasi yang sudah dipersiapkan.
Suasana meriah dan ramai dirasakan sejak sore hari, berlanjut hingga tengah malam apalagi pertunjukan wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk. Dapat terlihat disini semua jenis kesenian baik modern maupun tradisional dapat berjalan bersama. Sehingga secara tidak langsung acara ini juga dijadikan sebagai sarana promosi dan melestarikan kebudayaan daerah. Pertunjukan wayang kulit dimainkan oleh dalang dari Pengging sendiri karena Pengging mempunyai banyak dalang misalnya : Ki Wardono, Ki Gondo Sawi, Ki Gondo Tomo, Ki Gondo Wajiran, Ki Sabdo Carito, dalang muda Ki Nyoman dan kadang kadang mengundang dalang terkenal seperti Ki Anom Suroto dan Warseno Slank diiringi waranggana lokal misalnya Nyimut, Suparsih, Wayan, Suji diselingi lawak Gogon yang asli Pengging dan bahkan pelawak Srimulat turut serta menyemarakkan acara ini. Hal ini mendorong lahirnya seniman - seniman muda dari Pengging selain itu sanggar karawitan dan tari tradisioanal dibuka di Pengging.
Diharapkan dengan diadakannya acara ini mendorong semangat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan serta memajukan daerahnya tidak hanya melalui kekayaan alam namun juga dengan kesenian, kebudayan dan peninggalan sejarah.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, March 25, 2014
Legenda nama Wonogiri (Cerita Prosa Rakyat)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Cerita ini berawal ketika Sunan Giri mengadaka perjalanan mencari kayu jati untuk membuat tiang masjid Demak. Dalam perjalanan itu Beliau menemukan kayu Jati yang tumbuh di atas pegunungan-pegunungan dan berada di dalam hutan belantara. Setelah menemukan siapa pemiliknya itu, akhirnya kayu itu dihanyutkan di sebuah sungai yang bernama sungai Keduwang. Saat ingin menghanyutkannya Beliau member nama daerah itu dengan sebutan Wono yang berarti hutan dan giri yang berarti gunung.
Cerita itu memberikan pelajaran kepada kita bahwa kejujuran itu akan membawa keuntungan. Dengan begitu Tuhan akan memberikan kemudahan untuk kita agar bisa menjalankan kewajiban dengan baik.
(PF R.4 Pbsj Unnes angk.08';dr brbgai smber).
Cerita itu memberikan pelajaran kepada kita bahwa kejujuran itu akan membawa keuntungan. Dengan begitu Tuhan akan memberikan kemudahan untuk kita agar bisa menjalankan kewajiban dengan baik.
(PF R.4 Pbsj Unnes angk.08';dr brbgai smber).
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
CERITA SINGKAT PETILASAN MAKAM JOKO BUDUG / R. HARYO BANGSAL
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Joko Budug nama lengkapnya adalah Raden Haryo Bangsal Putra Raja Majapahit.
Pada suatu ketika Joko Budug / R. Haryo Bangsal pergi dari rumah sampailah di desa Bayem Taman Daerah Sine Ngawi mampir ke rumah Mbok Rondo Dadapan sampai beberapa waktu.
Di dekat desa Bayem Taman ada Kerajaan yang namanya Kerajaan POHAN. Raja POHAN mempunyai Pohon Pisang Pupus Cinde Mas, di Gunung Liliran, Pada musim kemarau pohon pisang Pupus Cinde Mas layu. Raja Pohan mengadakan Sayembara “ Barang Siapa yang bisa mengalirkan air ke pohon pisang Pupus Cinde Mas, Kalau laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya, kalau wanita akan dijadikan Sedulur Sinorowati / anak angkat “.
Joko Budug mendengar bahwa Raja Pohan mengadakan sayembara, Beliau pamit akan mohon do’a restu pada Mbak Rondo Dadapan, Mbok Rondo Dadapan merestui akhirnya Joko Budug mengikuti Sayembara tersebut. Dengan kesaktiannya Joko Budug berhasil membuat terowongan dengan tangan kosong, sehingga air mengalir ke tanaman pohon pisang Pupus Cinde Mas. Akhirnya Joko Budug akan dikawinkan dengan Putri Raja Pohan. Berhubung Joko Budug badannya rata penyakit kulit/gudig. Raja Pohan memerintahkan Patih untuk memandikan/mbilasi Joko Budug di Sendang Gampingan sekarang dukuh Gamping. Sang Patih melaksanakan perintah Raja. Sang Patih agak kurang pendengarannya/tuli Perintah Sang Raja untuk mbilasidi dengar sang patih untuk Nelasi. Sampai didekat Sendang Gampingan Joko Budug dihabisi/dibunuh.
Setelah itu dibuatkan lubang kubur sepanjang orang biasa, setelah dimasukkan ternyata tidak muat, jasadnya tidak bisa masuk lubang kubur dan penjangnya ditambah lagi mencapai 11 (sebelas) meter. namun tidak cukup juga.
Pada waktu itu sesepuh Kerajaan Pohan mendapat wangsit agar Joko Budug dimakamkan bersama Calon Istrinya (anak Raja Pohan) di gunung Liliran. Akhirnya Joko Budug di makamkan digunung liliran bersama calon istrinya.
Akhirnya Sang Raja Majapahit mendengar kematian Putranya (Joko Budug ) jasad keduanya di bawa ke Majapahit.
Demikian cerita singkat Makam Joko Budug alias R. Haryo Bangsal yang terletak di Gampingan yang sekarang di sebut dukuh Gamping dan di gunung liliran tinggal petilasan makam.
Sampai sekarang Petilasan Makam Joko Budug ( R. Haryo Bangsal ) yang berada di Gamping maupun di Gunung Liliran banyak pengunjung yang ziarah terutama pada malam Jum’at Legi bulan Suro .
(Penelitian Folklor lisan eks solo r4 pbsj unnes 08';Sumber:Mbah Karyo Wirono alias Simin.
Pada suatu ketika Joko Budug / R. Haryo Bangsal pergi dari rumah sampailah di desa Bayem Taman Daerah Sine Ngawi mampir ke rumah Mbok Rondo Dadapan sampai beberapa waktu.
Di dekat desa Bayem Taman ada Kerajaan yang namanya Kerajaan POHAN. Raja POHAN mempunyai Pohon Pisang Pupus Cinde Mas, di Gunung Liliran, Pada musim kemarau pohon pisang Pupus Cinde Mas layu. Raja Pohan mengadakan Sayembara “ Barang Siapa yang bisa mengalirkan air ke pohon pisang Pupus Cinde Mas, Kalau laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya, kalau wanita akan dijadikan Sedulur Sinorowati / anak angkat “.
Joko Budug mendengar bahwa Raja Pohan mengadakan sayembara, Beliau pamit akan mohon do’a restu pada Mbak Rondo Dadapan, Mbok Rondo Dadapan merestui akhirnya Joko Budug mengikuti Sayembara tersebut. Dengan kesaktiannya Joko Budug berhasil membuat terowongan dengan tangan kosong, sehingga air mengalir ke tanaman pohon pisang Pupus Cinde Mas. Akhirnya Joko Budug akan dikawinkan dengan Putri Raja Pohan. Berhubung Joko Budug badannya rata penyakit kulit/gudig. Raja Pohan memerintahkan Patih untuk memandikan/mbilasi Joko Budug di Sendang Gampingan sekarang dukuh Gamping. Sang Patih melaksanakan perintah Raja. Sang Patih agak kurang pendengarannya/tuli Perintah Sang Raja untuk mbilasidi dengar sang patih untuk Nelasi. Sampai didekat Sendang Gampingan Joko Budug dihabisi/dibunuh.
Setelah itu dibuatkan lubang kubur sepanjang orang biasa, setelah dimasukkan ternyata tidak muat, jasadnya tidak bisa masuk lubang kubur dan penjangnya ditambah lagi mencapai 11 (sebelas) meter. namun tidak cukup juga.
Pada waktu itu sesepuh Kerajaan Pohan mendapat wangsit agar Joko Budug dimakamkan bersama Calon Istrinya (anak Raja Pohan) di gunung Liliran. Akhirnya Joko Budug di makamkan digunung liliran bersama calon istrinya.
Akhirnya Sang Raja Majapahit mendengar kematian Putranya (Joko Budug ) jasad keduanya di bawa ke Majapahit.
Demikian cerita singkat Makam Joko Budug alias R. Haryo Bangsal yang terletak di Gampingan yang sekarang di sebut dukuh Gamping dan di gunung liliran tinggal petilasan makam.
Sampai sekarang Petilasan Makam Joko Budug ( R. Haryo Bangsal ) yang berada di Gamping maupun di Gunung Liliran banyak pengunjung yang ziarah terutama pada malam Jum’at Legi bulan Suro .
(Penelitian Folklor lisan eks solo r4 pbsj unnes 08';Sumber:Mbah Karyo Wirono alias Simin.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Cerita Jaka Tarub (Ki Ageng Tarub- Kab. Grobogan Jateng)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Dewi Rasa Wulan inggih menika putrinipun Raja Singawarman saking Kerajaan Temas ingkang ing wekdal menika saweg nglaksanakaken tapa ngidang inggih menika mlebet wana udakara 7 warsa, mboten pareng kondur utawi nyedhaki manungsa sarta mboten pareng dhahar kajawi ron-ronan ingkang wonten ing wana. Mila saking babagan menika Dewi Rasa Wulan dipunwastani Kidang Telangkas.
Nalika Dewi Rasa Wulan saweg siram wonten sendhang, piyambakipun pirsa menawi wonten ayang-ayang tiyang jaler ingkang bagus nanging piyambakipun sampun kebanjur wuda, saengga piyambakipun siram wonten ing tlaga menika. Kondur sakingntlaga Dewi Rasa Wulan salajengipun ngandhut. Ngantos piyambakipun medalaken putranipun wonten ing desa ingkang ngantos samenika dipunwastani Desa Mbubar Bayi menika dipun tilaraken wonten ing sisih tlaga amargi Dewi Rasa Wulan ngraosaken isin ngandhut tanpa garwa ugi boten mangertosi sinten ingkang sampun ngrekadaya piyambakipun. Awit saking menika amargi sampun dados wewadi, piyambakipun nilaraken bayi kala wau. Dewi Rasa Wulan boten mangertosi menawi putranipun inggih menika titisan saking Kanjeng Syeh Maulana Maghribi.
Rikala menika wonten tiyang estri ingkang nama Dewi Rara Kasian ingkang garwanipun sampun tilar donya inggih menika Aryo Penanggungan., kekalihipun boten diparingi putra Ngantos Aryo Penanggungan tilar donya. Amargi tresnanipun dhateng garwanipun, sinaosa sampun seda saben dinten piyambakipun dedonga wonten pasareyan garwanipun. Saengga Syeh Maulana Maghribi bekta putraipun ingkang dipun lebetaken bokor kencana lajeng dipuntilaraeken sisihipun pasareyan Aryo Penangungan. Kaleresan wekdal menika Dewi Roro Kasian saweg tuwi pasareyan garwanipun. Piyambaikpun kaget amargi mangertosi bokor kencana wonten ing pasareyan garwanipun. Sinaosa Arya Penanggungan sampun seda , Dewi Rara Kasian taksih nganggep garwanipun kersa maringi putra. Piyambakipun remen sanget amargi saged kagungan putra sinaosa sanes putra ingkang medal saking rahim piyambakipun, lajeng bayi menika dipun bekta kondur. Lajeng bayi menika dipunwastani Joko Tarub. Amargi rikala semanten Dewi Rara Kasian mendhet saking pasareyan garwanipun ingkang arupi Taruban.
Joko Tarub kagungan karemenan nangkep kupu-kupu ing sabin. Nalika dolanan ngantos mlebet wana, Joko Tarub menika diparingi aji-aji. Aji-aji menika dipunwastani Tulup Tunjung Lanang. Lajeng Joko Tarub kondur lan nyariosaken menawi piyambakipun angsal aji-aji tulup saking tiyang sepuh wonten ing wana. Dewi Rara Kasian boten ngijinaken Joko Tarub dolan dhateng wana amargi saking tresnanipun lan khawatir menawi wonten menapa-menapa kaliyan Joko Tarub. Ananging Joko tarub tetep dolan dhateng wana Joko Tarub remen pados manuk.
Nalika Joko Tarub badhe pados manuk wonten ing wana, piyambakipun mireng swanten ingkang sae sanget. Jebul swanten menika saking swanten manuk perkutut. Lajeng Joko Tarub nyedhaki panggenan manuk menika, Joko Tarub nulup manuk menika, ananging boten kena. Saking kedadosan menika Joko ngraosaken menawi manuk menika sanes manuk biyasa. Joko Tarub boten putus asa mireng manuk menika mabur mengidul, lajeng Joko Tarub ngoyak manuk menika naging boten kena malih. Jaka Tarub mireng swanten manuk menika malih, ingkang asalipun saking kidul. Jaka Tarub nyedhaki malih nyobi nulup manuk menika. Nanging gagal malih, manuk menika malah mabur menyang kidul. Nalika Jaka Tarub ngejar manuk kutut menika malih dhateng kidul, Jaka Tarub ngraosaken manuk menika dados pratandha piyambakipun badhe pikantuk rejeki ingkang ageng.
Nalika Jaka Tarub nguber manuk menika, piyambakipun mireng swanten tiyang estri ingkang kadosipun taksih asyik adus ing tlaga.
Jaka Tarub nyedhaki tlaga saperlu mastheke swanten menika. Jebul leres menawi swanten menika saking swantenipun widadari ingkang taksih sami adus. Amargi dinten sampun sonten, Jaka Tarub kondur. Nalika Jaka Tarub kondur, piyambakipun nemu sampur ing sisih tlaga. Joko Tarub mendhet salah satunggaling sampur menika, lajeng dipunbekta dhateng griyanipun. Joko Tarub ndeken sampur menika ing nginggilipun lumbung. Joko Tarub ngraos lepat amargi sampun mendhet sampur menika. Salajengipun Joko Tarub tindak malih dhateng tlaga badhe nglintuni sampur widadari menika ngangge ageman kagungan ibunipun Joko Tarub.
Sasampunipun dugi ing tlaga, prayata para widadari menika sampun sami kondur dhateng kahyangan. Jaka Tarub. Nanging, jebulipun taksih wonten satunggal widadari ingkang taksih wonten ing tlaga. Widadari menika nangis amargi sampuripun ical. Widadari menika ngucap sinten kemawon ingkang saged mbiyantu nemokaken sampuripun, menawi jaler badhe dipundadosaken garwa lan menawi estri badhe dados sedherekipun. Joko Tarub nyedhaki widadari lan ngaturake ageman kagungan ibunipun dhateng widadari menika. Amarga widadari menika sampun boten saged kondur dhateng kahyangan, Joko Tarub mbekta widadri kasebut dhateng griyanipun. Sasampunipun dugi ing griya, Joko Tarub nepangaken widadari menika dhateng ibunipun. Pranyata widadari menika asmanipun Nawang Wulan. Joko Tarub matur dhateng ibunipun bilih Nawang Wulan menika widadari ingkang ditemokake ing tlaga. Miturut janjinipun, Nawang Wulan akhiripun dados garwanipun Joko Tarub lajeng kagungan putra ingkang dipunasmani Nawang Sih.
Nalika Nawang Sih taksih alit, wonten prastawa ingkang ngedab-edabi inggih menika nalika Nawang Sih taksih ten ayunan. Nalika Nawang Wulan badhe umbah-umbah ing lepen, piyambakipun ngaturake amanat dhumateng Joko Tarub supados Joko Tarub njaga Nawang Sih sarta sampun mbikak kekep. Sesampunipun Nawang Wulan medal teng lepen, amargi penasaran kalih amanat saking garwanipun, mangka kekep dipunbikak, Joko Tarub kaget amargi sesampunipun ningali pranyata ingkang dipun mangsak ten kukusan inggih menika naming sealer pantun. Raos penasaran ingkang salebeting wekdal dipunraosaken Joko Tarub sampun dipunwangsuli, amarga piyambakipun gumun garwanipun mangsak saben dinten ananging pantun ingkang wonten lumbung mboten kirang-kirang prayata ingkang dipunmangsak namung sealer pantun. Boten let dangu, Nawang Wulan kondur saking lepen, piyambakipun duka amargi Joko Tarub sampun nglanggar amanat saking piyambakipun. Joko Tarub mboten kalah anggenipun duka amargi Nawang Wulan mboten mangsak kanthi cara ingkang wajar. Nawang Wulan kaliyan Joko Tarub padu.
Saking prastawa kasebut, Nawang Wulan sadhar saniki mangsak ingkang wajar-wajar kemawon kadasto manungsa-manungsa sanesipun. Saengga pantun ingkang wonten ing lumbung kantun sakedhik, wonten ing pantun ingkang pungkasan, Nawang Wulan kaget amargi sampur kagungan piyambakipun wonten ing lumbung. Nawang Wulan ngadhep Joko Tarub supados nyariosaken babagan sampur menika. Nawang Wulan kaliyan Joko Tarub padu lajeng Nawang Wulan kondur menyang khayangan. Ananging saderengipun kondur menyang kahyangan, Nawang Wulan paring amanat dhumateng Joko Tarub menawi Nawang Sih badhe ngersakake mimik, supados dipundamelaken anjang-anjang ten njawi griya. Joko Tarub piyambak nglarang masyarakat Tarub ndamel anjang-anjang amargi anjang-anjang menika tandha nelangsa wekdal dipuntilar Nawang Wulan ten khayangan kangge ngagengaken Nawang Sih piyambak mboten wonten sisihanipun. Joko Tarub mboten krama malih sasampunipun dipuntilar Nawang Wulan.
Wonten ing khayangan, pranyata Nawang Wulan mboten dipuntampi malih dening rencang-rencangipun amargi Nawang Wulan sampun kena ambu-ambu manungsa.
Salajengipun Nawang Wulan medhak malih menyang bumi namung mboten teng dalemipun Joko Tarub. Nawang Wulan badhe bunuh diri kanthi mlumpat saking Gunung Merbabu dhumateng Segara Kidul. Ananging Nawang Wulan slamet malahan perang kaliyan panguasa Segara Kidul inggih menika Ratu Kidul. Paperangan kasebut dipunmenangaken dening Nawang Wulan. Mila saking menika Nawang Wulan saniki dados panguasa Segara Kidul kanthi gelar Nyi Roro Kidul, dene Ratu Kidul dados panasihat Nyi Roro Kidul.
(salam kagem: mbah daroji, erik, paris, biya, mba Ve, Nadin, tikli, agus klampok, toyax, depi, yudis..,dkk sedaya).
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, October 8, 2013
Asal-Usule Kutha Semarang
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Asal-Usule Kutha Semarang
Kacarita ing Kasultanan Demak ana sawijining pangeran kang ajejuluk Made Panda. Panjenengane kagungan putra aran Raden Pandan Arang.
Ing sawijining dina Raden Pandan Arang sarta para pandhereke nyumurupi bab kang nyalawadi. Ing lemah kang subur iku prenahe sela-selane tanduran tuwuh wit asem sing pating plencar arang-arang.
“He, sedulurku kabeh padha gatekna,” pangandikane Raden Pandan Arang marang para pandhereke.
“Wonten menapa Raden?” Pitakone saperangan pandherek.
“Sawangen! Ing sela-sela tanduran kang subur iku, tuwuh wit asem,” pangandikane raden Pandan Arang.
“Oh, inggih leres Raden.” Tumangape wong-wong sing dherekake.
“Ning kok sajak nyalawadi temen,” Pitakone wong-wong mau rada gumun.
“Aneh, wit-witan asem iku thukule rada adoh-adoh utawa arang-arang. Kamangka lemah kene subur. Mesthine tuwuhe kerep ora arang-arang ngene iki”.
“Inggih leres Raden, punika tuwuhipun sajak nyalawadi,” sambunge para pandhereke.
“Mula iku para sedulur, padha seksenana. Amarga iku, thukul wit asem sing arang-arang wewengkon iki dak arani Semarang -- (diarani Semarang – saka asem arang).
(Kapendhet saking Buku Piwulang Basa Kelas 9; dening:Sri Suparmi lan Ririn Safitri).
Klik
Ki Pandan Arang (Wikipedia Jawa)
Ki Pandan Arang (Wikipedia Indonesia)
Seputar Semarang
(Asal-Usul Kota Semarang ; Asal Usul Semarang ; Semarang)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, January 13, 2012
Asal-usule Kabupaten Kebumen
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Miturut critane, biyen Kabupaten Kebumen jenenge Panjer. Kebumen isih duwe sesambungan apik lan kuwat karo keraton Mataram. Panguwasa Panjer jaman kuwi yaiku Ki Kertawangsa, gelare Temenggung Kolopaking.Kolopaking setya banget marang Sultan Agung, panguwasa Mataram. Sawise Sultan Agung mati banjur disulihi karo Sultan Amangkurat I. Nalika kuwi dadi akeh kadadeyan sing nglibatake kabeh krabat keraton. Pangeran Bumidirjo, pamane aweh wejangan supaya yen ana prekara sing wigati kudu diungkuli kanthi musyawarah, nanging kuwi kabeh disepelekake. Banjur Pangeran Bumidirjo mutusake lunga neng Mataram karo ditutake Jagusara menyang tlatah Bagelan sisih kulon lan netep ing desa Panjer. Ora suwe Pangeran Bumidirjo ngganti jenenge dadi Ki Bumi. Ki Bumi duwe putra papat yakuwi Ki Gusti, Ki Bagus, Nyai Ageng, lan Ki Bekel. Saka Ki Bekel dhewe lair Ki Ragil, Ki Ragil duwe putra Ki Hanggayuda, sing ditetepake dadi demang Kutowinangun. Ki Hanggayuda duwe putra pitu, salah sawijine yakuwi Joko Sangkrib.
Nalika kuwi Joko Sangkrib kena lelara kulit sing mutawir banget, saengga dheweke diremehake karo keluwargane lan konco – koncone. Joko Sangkrip banjur lunga ngembara nggolek ngelmu lan kawarasan. Sawise mari saka lelarane lan tambah sekti, Joko Sangkrib nerusake lakune lan ngganti jenenge dadi Surawijaya.
Surawijaya banjur nggolek pangalaman neng pondhok Pesantren Kyai Akhmad Yusuf ing Bojongsari. Surawijaya ditresnani karo gurune amarga kapinterane. Joko Sangkrip ora mung nggolek ngelmu nanging uga sinau beladiri.
Sawise ngelmune krasa wis cukup dheweke pamit lan entuk wejangan saka gurune supaya ngabdi neng Mataram. Amarga kabecikane bisa ngadhepi lawan, dening Raja diwenehi gelar Adipati Aryo Arumbinang. Banjur dheweke urip neng Kutowinangun diparabi Kyai Hanggawangsa. Kyai Hanggawangsa utawa Arumbinang I ngurmati banget marang para leluhure. Tlatah sing dienggoni Ki Bumi dijenengi Kebumian, suwe – suwe dadi Kebumen.
Kebumen ditetepake nganggo dhasar SK Gubernur Jenderal De Jonge No. 03 tanggal 31 Desember 1935 lan mulai digunakake tanggal 01 Januari 1936. Tanggal 01 Januari kuwi sing nganthi saiki ditetepake dadi dinane kabupaten Kebumen. Nalika jamane Clash karo Belanda tanggal 19 Desember 1948, pendhopo kuwi dibakar supaya ora digunakake penjajah. Pungkasan neng dina kemis kliwon tanggal 29 April 1982, pendhopo sing wis rata lemah dening Drs. Hadiyono, Bupatine dibangun maneh karo upacara kejawen. Mangkana wewangunan joglo dadi katon apik lan endah.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, January 11, 2012
Asal-usulipun Kabupaten Blora lan Ajaran Saminisme
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kabupaten Blora wis kawentar ana ing papan endi wae. Miturut carita rakyat asal usul jeneng Blora saka tembung Belor sing duwe teges Lumpur. Wiwit jaman kerajaan Pajang nganti kerajaan mataram kabupaten Blora iku daerah sing apik ana ing pemerintah. Sejarahe yaiku Blora wektu dicekhel karo kadipaten jipang wiwit abad XVI sing isih dicekhel pemerintahan Demak yaiku Adipati Jipang sing jenenge Aryo Penangsang. Aryo Penangsang luwih misuwur nganggo jeneng Aryo Jipang. Daerah sing dikuasai yaiku Pati, Lasem, Blora, lan Jipang. Nanging sakwise Jaka Tingkir (hadiwijaya) ngwarisi tahta Demak pemerintahan lajeng dipindahke ana Pajang dadi Blora iku mlebu kerajaan Pajang.
Kerajaan Pajang ora suwe dadi pemimpin amarga direbut karo kerajaan Mataram sing ana ing Kotagede Yogyakarta. Blora salah sijine wilayah saka Mataram Timur utawa daerah bang wetan. Wektu pemerintahan Paku Buwana I daerah Blora di wenehna anake sing jenenge Pangeran Blitar lan diwenehi gelar Adipati. Wektu Mataram ana ning tangane Paku Buwana II ana kedadean pemberontakan sing dipimpin karo Mangku Bumi lan Mas Sahid, Mangku Bumi bisa nguasai Sukowati, Grobogan, Demak, Blora lan Yogyakarta. Ing wektu sing bebarengan Blora uga ngangkat Wilaktika dadi bupati Blora. Perang Mangku Bumi rampung amarga ana perjanjian Giyanti sing misuwur nganggo jeneng palihan negari. Amarga perjanjian kuwi Mataram kabagi dadi 2 yaiku kerajaan Surakarta lan kerajaan Yogyakarta.
Ana ing Palihan negari, Blora dadi wilayah kasunan. Nanging Bupati Wilaktika ora gelem mlebu dadi daerah kasunan. Mula dheweke luwih milih mundur saka Jabatane. Wiwit jaman Pajang nganthi jaman Mataram kadipaten Blora pancen daerah penting kanggone pemerintah pusat kerajaan amarga Blora misuwur karo hutan jatine. Blora wis obah statuse saka apanage dadi daerah kabupaten wiwit dina kamis kliwon tanggal 2 suro tahun 1675 utawa tanggal 11 desember 1749 Masehi, sing nganthi saiki wis misuwur dadi Hari jadi Kabupaten Blora. Perlawanan rakyat Blora sing dilakoni petani ora ucul saka kondisi sosial lan ekonomi pedesaan sing ora apik wiwit akhir abad 19. Pembayaran pajak sing diterapke saka pemerintah kolonial belanda panci abot kanggo pemilik tanah. Mula wiwit tahun iku ana gerakan Samin sing dipelopori karo Samin Surosentiko.
Samin Surosentiko lahir ana ing desa ploso kedhiren, randublatung kabupaten Blora. Bapake Surosentiko jenenge Raden Surowijaya utawi luwih misuwur kanggo jeneng Samin Sepuh. Jeneng Samin Surosentiko sing asli yaiku Raden Kohar. Jeneng iki diubah dadi Samin yaiku jeneng sing nafase kerakyatan. Samin Surosentiko isih ana pertalian darah karo pangeran Kusumoningayu sing kuasa ana ing kabupaten Sumoroso pas tahun 1802 - 1826. Wiwit tahun 1890 Samin Surosentiko ngembangake ajaran ana ing daerah Blora. Akeh penduduk ana ing desa sekitar sing tertarik karo ajarane. Wektu kuwi pemerintah kolonial belanda durung tertarik karo ajarane amarga dianggap dadi ajaran kebatinan biasa utawa agama anyar sing ora mbahayake kanggone pemerintah kolonial belanda. Wiwit tahun 1903 Residen Rembang nglaporake yen ana 722 wong pengikut Samin sing nyebar ana ing 34 desa ing Blora. Pemerintah kolonial Belanda mulai ngrasa was – was dadi akeh pengikut Samin sing ditangkap lan dipenjara.
Samin Surosentiko diangkat dadi ratu adil tanggal 8 November 1907 banjur diwenehi gelar prabu Panembahan Suryangalam. Banjur selang 40 dina sakwise kedadian kuwi, Samin Surosentiko ditangkap karo raden Pranolo yaiku asisten wedana randublatung. Sakwise ditangkap Samin karo 8 pengikute dibuwang ana ing luar Jawa lan mati tahun 1914. Tahun 1908, penangkapan Surosentiko ora madamake pergerakan Samin. Wong sorejo salah siijine pengikut Samin nyebarke ajaran didistrik Jawa, Madiun. Ana kene wong – wong desa sing padha dihasut supaya ora bayar pajak marang pemerintah kolonial belanda. Nanging Wongsorejo karo pengikute ditangkap lan dibuwang. Tahun 1911 Surohidin menantu Samin Surosentiko lan engkrak salah sijine pengikute nyebarke ajaran Samin ing daerah Grobogan. Karsiyah nyebarke ajaran Samin ing Kajen, Pati. Puncak gegere Samin amarga pemerintah kolonial Belanda mundake pajak, malah ing daerah Purwodadi wong – wong Samin wis ora maneh ngormati Pamong desa lan polisi uga ana ing distrik balarejo, Madiun. Ana ing Kajen Pati, Karsiyahh dadi pangeran Sendang janur ngelingna para bebrayan supaya ora bayar pajak. Ana ing desa Larangan wong – wong Samin uga nyerang aparat desa lan polisi.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, January 6, 2012
Asul-asul Kabupaten Batang
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Batang, salah sijine kabupaten kang ana ing Jawa Tengah duweni sejarah. Manut cerita, ing jaman biyen ana kerajaan sing jenenge Kerajaan Mataram Islam. Rajane yaiku Sultan Agung Hanyokrokusumo. Wektu kuwi Sultan Agung lagi nyiapake prajurit-prajurite kanggo nyerang prajurit Belanda ing Jakarta sing biyene arane Batavia.
Sultan Agung ngutus Bupati Kleyangan sing jenenge Dipokusumo supaya babat alas Roban, banjur didadekake sawah sakperlu kanggo nyukupi kabutuhan pangane para prajurit sing arep nyerang Batavia. Kamangka ing sakjerone Alas Roban mau akeh para dhedhemit lan sakjinise sing saba ing alas kono. Manut cerita, sing dadi rajane dhedhemit yaiku Dadungawuk. Dipokusumo lan para prajurite banjur babat alas roban mau, nanging pagaweyane mau kandheg dening para dhedhemit mau. Para prajurite Dipokusumo akeh sing mati dadi korbane dhedhemit mau. Dipokusumo kang ngerteni kahanan sing kaya kuwi dadi bingung arep laporan dening Sultan Agung amarga pagaweyane ora kasil.
Dipokusumo banjur njaluk pitulungan karo Ki Gede Cempaluk, salah sijining punggawa Mataram sing diukum dening Sultan Agung amarga dheweke nglakoni salah marang Sultan Agung. Ki Gede cempaluk saguh ngrewangi pagaweyane Dipokusumo kanggo babat alas amarga disemayani dening Dipokusumoarep dijalukake pangapura marang Sultan Agung. Ki Gede Cempaluk banjur ngutus putrane kang duweni jeneng Jaka Bahu kanggo nglakokaken tugas babat alas mau saperlu arep digawe sawah-sawah, Jaka Bahu banjur mangkat menyang alas Roban.
Ora beda karo Dipokusumo, Jaka Bahu kang lagi babat alas dadi kandheg pagaweyane dening dhedhemit sing saba ing alas kono. Jaka Bahu banjur nglakoni tapa sakperlu pengen ngerteni sebabe para prajurite akeh sing mati. Ora suwe Jaka Bahu nglakoni tapa, dheweke banjur ngerti yen sing nyebabake pagaweyane kandheg yaiku Dadungawuk, raja dhedhemit ing Alas Roban, karo para prajurite. Jaka Bahu banjur perang nglawan Dadungawuk lan para prajurite. Dadungawuk lan para prajurite kasil dikalahake dening Jaka Bahu, banjur pagaweyane Jaka Bahu bisa diterusake.
ujuane Jaka Bahu babat alas Roban kuwi sakperlu arep digawe sawah-sawah, mula Jaka Bahu kudu duweni sumber banyu kanggo ngalirake banyu marang sawah-sawah sing arep digawe mau. Jaka Bahu banjur nggaawe kedhung kanggo ngalirake banyu. Nanging pagaweyane mau yo duweni alangan. Banyune ngalire ora tetep, kadhang ngalire cilik kadhang gedhe. Jaka Bahu banjur nggoleki sebabe banyune mau ngalire ora ajeg. Bareng ngerti sebabe, jebul sumber mau kaline kadhangan watang sing ambruk ing tengah kedhung. Mula banyune ngalire ora ajeg. Jaka Bahu banjur nglakoni tapa maneh ing sakpinggire kali mau supaya bisa entuk kakuwatan kanggo nyingkirake watang mau. Sakwise kuwi Jaka Bahu banjur entuk kakuwatan kanggo nyingkirake watang mau. Banjur pagaweyane nggawe kedhung bisa diterusake. Tlatah ing kono banjur dikenal kanthi jeneng yaiku Batang, saka kasile Jaka Bahu ngemBat waTang mau.
Nanging alangan ora kandheg. Jaka Bahu nemoni alangan maneh olehe nggawe kedhung. Jedhung sing wis digawe dening Jaka Bahu bobol. Jaka Bahu rumangsa bingung amarga dheweke wis kasil olehe nyingkirake watang mau. Banjur apa kang nyebabake pagaweyane kandheg maneh? Jaka Bahu kepeksa nglakokake tapa maneh kanggo mangerteni sebabe. Nalika Jaka Bahu rampung tapa, dheweke ngerti yen ing jero kedhung kuwi mau ana gapura istanane para uling. Sejatine kedhung kuwi jebul istanane para uling sing rajane jenenge Kala Drubiksa. Kala Drubiksa seneng gawe geger tumrap uripe manungsa. Jaka Bahu banjur nyebur ing jero kedhung mateni para uling sing ngrusak kedhung mau.
Kala Drubiksa kaget entuk warta saka prajurite yen para prajurite akeh sing mati dipateni Jaka Bahu. Kala Drubiksa ora trima. Kala Drubiksa sing panggonane dirusak karo manungsa tansaya kobongan jenggot. Dheweke banjur menyat lan tandhang dhewe ngadhepi Jaka Bahu. Perange Jaka Bahu lan Kala Drubiksa dadi perang sing gedhe amarga loro karone padha sektine. Ananging Jaka Bahu wis kesel amarga tenagane wis kari sithik kanggo nglawan para prajurite Kala Drubiksa mau. Jaka Bahu bisa kecekel dening Kala Drubiksa kanthi digubet nganggo buntute. Jaka Bahu ora kalah pokal, kanthi tenaga kang wis kari sithik Jaka Bahu bisa ucul saka gubetane Kala Drubiksa. Jaka Bahu banjur mlayu ninggalake Kala Drubiksa sakperlu golek papan kanggo ndhelik kanggo mulihake tenagane.
Ana ing papan pandhelikane, Jaka Bahu ketemu karo Drubiksawati sing jebule adhine Kala Drubiksa. Pancen papan sing dienggo ndhelik Jaka Bahu mau jebul Taman Kaputrene Drubiksawati. Saka panyawange Drubiksawati, dheweke banjur thukul rasa katresnan tumrap Jaka Bahu, Drubiksawati banjur nyedhaki Jaka Bahu banjur loro karone padha kenalan. Mawi kuwi Jaka Bahu ngerti yen Drubiksawati kuwi adhine Kala Drubiksa sing wis kebacut tresna marang Jaka Bahu. Ngerti kahanane sing nguntungake Jaka Bahu, mula Jaka Bahu banjur njaluk tulung marang Drubiksawati golek wadine Kala Drubiksa kanthi syarat gelem nampa katresnane Drubiksawati. Drubiksawti kang ora seneng marang tumindhake Kala Drubiksa nyanggupi, nanging Jaka Bahhu ora kena mateni Kala Drubiksa.
Jaka Bahu banjur dicolongake pedhang Swedhang kang dadi sumbere tenagane kasektene Kala Drubiksa. Sakwise Jaka Bahu entuk pedhang swedhang mau, Jaka Bahu banjur mangkat maneh ngrampungake perange nglawan Kala Drubiksa lan para prajurite sing uga lagi nggoleki Jaka Bahu. Pancen bener, kanthi pedhang swedhang mau Kala Drubiksa tenan kasil dikalahake dening Jaka Bahu. Kala Drubiksa banjur mlayu menyang lor alas roban. Jaka Bahu ngoyak nganti kecekel, sakwise kecekel ing Kali Kramat, Kala Drubiksa banjur nyerah maranmg Jaka Bahu lan perange loro karone mau kandheg, nanging dadi rundhingan utawa prajanjen loro karone mau ing Kali Kramat. Kasile rundhingan mau menawa Kala Drubiksa ora bakal ngganggu maneh tumrape uripe manungsa, nangingdheweke diwenehi panggonan ing Alas roban sisih lor kango papan uripe. Kala Drubiksa uga entuk jupuk jatah kanggo uripe saka hasil bumine manungsa, ananging sithik wae lan ora entuk ana kang mangerteni. Pedhang Swedhang mau banjur ditancepake ing sakpinggire Kalli Kramat. Wong-wong sing padha ngerti yen Kala Drubiksa kasil dikalahake dening Jaka Bahu rumangsa seneng, banjur nganakake syukuran ing dhuwur Kali Kramat.
Kanthi Jaka Bahu bisa ngalahake Kala Drubiksa, mula kedhung sing lagi dibangun mau kasil dadi. Jaka Bahu uga kasil olehe babat Alas Roban, mula Alas Roban mau didadekake sawah. Sawah-sawahmau dadi tlatah kang subur amarga banyu sing ngalir saka kedhung lancar. Jaka Bahu banjur bali menyang Mataram nglaporake hasile mau dhumateng Sultan Agung. Sultan Agung rumangsa bungah banget senenge ngerteni pagaweyane Jaka Bahu mau. Kanggo imbalan, Jaka Bahu didadekake bupati ing Kendal. Nanging sakdurunge kuwi Jaka Bahu diwenehi tugas maneh karo Sultan Agung. Tugase yaiku njupuk putri sing jenenge Retno Rantan Sari sing dititipake ing dhusun Kalisalak. Sultan Agung pengen ndadekake Retno Rantan Sari dadi bojone.jaka Bahu banjur mangkat menyang dhusun Kalisalak
Tekan panggonane, Jaka Bahu rumangsa kesengsem karo kaendahan ing sakiwo tengene pangonane Retno Rantan Sari. Jaka Bahu banjur nemoni Pak Wongso, wong sing dititipi Retno Rantan Sari lan ngomong yen dheweke diutus dening Sultan Agung sakperlu mboyong Retno Rantan Sari arep diboyong menyang Mataram. Retno Rantan Sari jebul wong wedok sing pancen ayu banget ora ana tandhingane. Kanthi ayune kuwi mau Jaka Bahu banjur kesengsem lan tresno marang Retno Rantan Sari. Semono uga Retno Rantan Sari, dheweke uga tresna marang Jaka Bahu. Jaka Bahu rumangsa bingung. Menawa Jaka Bahu mboyong Retno ning Mataram, dheweke ora lila yen Retno Rantan sari jejeran karo Sultan Agung, nanging saumpama dheweke ora kasil mboyong Retno, Jaka Bahu wedi menawa Sultan Agung duka. Jaka Bahu banjur bali mennyang omahe sakperlu njaluk wejange Ki Gede Cempaluk.
Ing ngomah, Ki Gede Cempaluk uga rumangsa bingung. Dheeke uga ngerteni manahe Jaka Bahu, putrane. Ki Gedhe Cempaluk banjur nggoleki akal supaya bisa nggolek wong wedok sing ayune padha karo Retno Rantan Sari, banjur digawa menyang Mataram. Ing dhusun Kalibeluk ana kenya ayu sing ayune padha Retno Rantan Sari, rupane uga mirip. Ngerteni bab iku, Ki Gede Cempaluk banjur ngongkon Jaka Bahu lunga menyang Kalibeluk sakperlu njaluk kenya ayu mau sing jenenge Endang Wuranti. Rupane pancen mirip tenan. Wong tuwane Endang Wuranti ngijinke, mula Endang Wuranti kasil digawa dening Jaka Bahu. Endang Wuranti dikongkon nyamar dadi Retno Rantan Sari banjur digawa menyang Mataram sakperlu diwenehake marang Sultan Agung. Banjur Retno Rantan Sari bisa kasandhing karo Jaka Bahu dadi bojone. Sultan Agung banjur ngajak Endang Wuranti lungguh jejer bebarengan ing singgasanane, nanging Endang Wuranti sing mung wong biyasa banjur semaput. Sultan Agung banjur sulika marang Jaka Bahu. Sakwise Endang Wuranti sadar, dheweke ditakoni marang Sultan Agung. Endang Wuranti kang wong biyasa ngandha yen dheweke kuwi dudu Retno Rantan Sari, nanging Endang Wuranti saka dhusun Kalibeluk, anake wong tukang dodol serabi. Endang Wuranti ora diiukum dening Sultan Agung banjur dikongkon bali dening Sultan Agung menyang dhusune.
Sultan Agung duka ngerteni kahanan kuwi mau. Dheweke rumangsa diapusi, banjur ngongkon Jaka Bahu ngadhep dheweke. Sakwise kuwi Jaka Bahu disengeni marang Sultan Agung. Jaka Bahu banjur diwenehi ukuman supaya Jaka Bahu entuk tugas-tugas liyane sing luwih abot tinimbang tugas babat alas roban lan gawe kedhung ing Kali Kramat. Tugas pisanan yaiku dheweke diutus babat alas Gambiran, banjur diwenehi tugas-tugas liyane nganti dianggep cukup kanggo nebus salahe marang Sultan Agung.
Gambar:
http://www.google.co.id/imgres?q=kabupaten+Batang&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1366&bih=651&tbm=isch&tbnid=R8kuOGr_i_mJ9M:&imgrefurl=http://kuwarasanku.blogspot.com/2011/05/logo-kabupaten-batang.html&docid=opP2AP-xCMei5M&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvB3ZIARlpxB8WsZTppoQSunYsI2TypPvBvPJoQgzmxl3djQF_5LyAfYnbTOCt2yEFZTJ-xUOdOuMAY-0bcoU3P4jK4Zq1WblBIeRp5QL31G4mC4GWJmUIJRdhO2L0rn694MRtjD5hzT58/s1600/Kab.%252BBatang.jpg&w=678&h=678&ei=x28GT8KBBcHYrQfFs9joDw&zoom=1
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, January 3, 2012
Asal-usul Tegal
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tegal kuwe asale saka tembung Tetegal sing artine sawah sing bisa ditanduri palawija. Asal-usul Tegal ora bisa dipisahna karo tokoh Ki Gede Sebayu sing urip sekitar taun 1980. ki Gede Sebayu asale saka Kerajaan Pajang. Kerajaan Pajang dikalahna dening Kerajaan Mataram, akeh priyayi muda lan bangsawan lunga ngumbara nggolet panguripan sing anyar. Ki Gede Sebayu ngumbara parane ngulon.
Ki Gede Sebayu mangkat karo Raden Sidawini. Ki Gede Sebayu karo Raden Sidawini nglewati alas-alas. Ana ing alas akeh begal, dadi Ki Gede Sebayu lan Raden Sidawini ora mung bekal dhuwit nanging bekal ilmu agama lan ilmu bela diri.
KiGede Sebayu lan Raden Sidawini anjog neng dhaerah Pemalang sing wis akeh penduduke. Sak wetara Ki gede Sebayu karo Raden Sidawini manggon neng Pemalang. Sawise pirang-pirang taun neng Pemalang Ki Gede Sebayu lan Raden Sidawini ditampa dadi tokoh masyarakat. Ora let suwe, Raden Sidawini diangkat dad bupati Pemalang.
Ki Gede Sebayu nerusna ngumbarane mring kulon nggoleti Ki Wana Kusuma. Ki Wana Kusuma yaiku salah sijining priyayi keturunan Patih Kerajaan Demak. Ki Gede Sebayu karo Ki Wana Kusuma ketemu neng tetegal, awit kuwe KI Gede Sebayu nduweni niyat yen dheweke pan netep neng dhaerah kuwe. Sawise Ki Gede Sebayu oleh piwulang saka Ki Wana Kusuma, dheweke wis bisa nata masyarakat, mangkane Ki Gede Sebayu diakoni dadi sesepuh. Desa tetegal dadi rame penduduke ana sing dadi tani, dagang lan nelayan. Tetegal sing rame penduduke dipercayakna mring Ki gede Sebayu. Dheweke diangkat dadi demang. Saiki kira-kira setingkar karo kepala desa. Wektu kuwe tetegal esih wilayah kadipaten Pemalang. Ki Gede Sebayu mimpin tetegal mikirna kepentingan penduduke. Buktine dheweke bisa mbangun Bendungan Danawarih, kanggo mbanyoni tegalan utawa sawah sing ana sakiwa tengene.
Ki Gede Sebayu seda sakwise mbangun bendungen Danawarih. Sawise dheweke seda desa tetegal dipimpin dening anake yaiku Ki Gede Honggowono. Dheweke diangkat dadi Demang. Ki Gede Honggowono seda diterusna dening putrane sing jenenge Ki Honggowono. Aran kembar kuwe diarani Nunggak Semi. Putune Ki Gede Sebayu kuwe diangkat dening Sultan Agung dadi adipati Tegal. Arane diganti dadi Ki Gede Honggowono Secomenggolo utawa Tumenggung Reksonegara I.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, January 2, 2012
Raden Maoneng (Dukuh Mengoneng - Desa Bojongbata-Pemalang)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Manut critane rakyat pasarean kang misuwur. Pasarean iku dipercaya dening masyarakat kana minangka papan kramat. Pasarean kuwi yaiku pasareane Raden Maoneng. Saiki legenda pasarean Raden Maoneng kerep dipentasake ing kesenian kethoprak utawane pagelaran wayang golek kana, dhek biyen kabupaten pemalang diparentah dening Kanjeng Adipati Raden Tumenggung Soeryonegoro.
Raden Adipati nduwe patih kang asmane Patih Jongsari. Patih Jongsari kesengsem marang putrane adipati kang nduweni praupan ayu. Nanging sang patih ora wani ngandarake yen dheweke tresna marang Sang putri. Ing sawijining dina, ana Sang Pangeran kang asmane Raden Maoneng teka ing kabupaten Pemalang. Raden Maoneng kuwi putrane Adipati Madiun. Raden Maoneng diutus ramane supaya munggah kaji. Manut pangandikane ramane, Raden Maoneng didhawuhi supaya liwat ing pelabuhan pemalang sakdurunge nyebrang maring tanah suci. Sang Pangeran ditrima dening Adipati merga solah bawahe katon sopan. Amarga Raden Maoneng gagah tur ngganteng, Sang Putri tresna marang awake.
Ora dinyana, jebule Raden Maoneng uga duwe rasa tresna marang Sang Putri. Ora let suwe, adipati uga ngerti kahanan antarane putrine karo Raden Maoneng. Banjur adipati aweh pangastuti marang wong loro mau. Pungkasane Raden maoneng dipek mantu dening adipati. Sawijining dina Raden maoneng matur ngenani tujuan utamane biyen yaiku munggah kaji. Amarga niyate Raden Maoneng niyat kang suci mangka Adipati lan putrine oara kabotan yen ditinggal lunga. Malahan nyiapake kabeh samubarang sing dibutuhake dening Raden Maoneng. Patih Jongsari lan para sentana pemalang diutus ngeterke raden Maoneng tekan bandar ing pinggir kadipaten Pemalang. Jebul patih isih duwe dendam amarga Raden Maoneng bisa njupuk atine putrine adipati sing ditresnani awake. Patih nduweni niyat mateni Raden Maoneng. Semana uga Raden Maoneng iya mbalik nyerang. Nanging amarga Patih Jongsari direwangi karo prajurite, akhire Raden Maoneng kalah lan mati. Mayite diselehake ing ngisor wit tanjung lan ditutupi gegodhongan. Getihe sing metu mambune wangi.
Saiki papan panggonan mau diarani desa Tanjungsari. Tanjung tegese wit tanjung, dene sari tegese getih. Adipati nduwe rasa ora kepenak sakwise ditinggal Raden Maoneng. Apa maneh, entuk laporan menawa Patih Jongsari wis wani ngrayu putrine. Putri adipati njaluk marang bapake supaya nusul Raden Maoneng. Bajur Adipati pemalang lunga saperlu arep nglakoni tapa lan nggrogo sukma. Sukmane adipati nggoleki Raden Maoneng. Kelawan kesaktiane, pungkasane sukmane Raden maoneng bisa ketemu. Sukmane Raden Maoneng nyritakake kabeh prastawa kang dilakoni saksuwene lunga saka omah. Klawan panjaluke adipati, sukmane Raden maoneng nyawiji ing ragane saengga dheweke urip maneh. Raden maoneng lan adipati mulih menyang kadipaten Pemalang.
Sakwise Raden maoneng mulih, kabeh kejahatan sing dilakoni dening patih Jongsari kasingkap. Banjur adipati ngutus marang prajurit-prajurit supaya nyekel patih Jongsari. Patih Jongsari mlayu nyang arah kidul. Nanging prajurit wis nyebar ing kabeh penjuru. Pungkasane patih Jongsari dikepung karo prajurit utusane Adipati Pemalang. Saiki desa papan dicekele Patih Jongsari diarani desa kepungan( ora adoh saka dukuh Mangoneng). Patih Jongsari dihukum dening sang adipati merga sangkin gedhene kejahatan sing dilakoni. Sakwise prastawa mau, Raden Maoneng lan putrine adipati urip seneng, mulya lan raharja saklawase urip. Suk mbene Raden Maoneng bisa nganteni Adipati Soeryonegara marentah kadipaten Pemalang.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)









