Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Saturday, June 29, 2019

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF SMARTPHONE BAGI KEHIDUPAN SOSIAL

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Memang di akui dan tidak bisa di pungkiri bahwa produksi smartphone kian hari semakin banyak. Dari tahun ke tahun semakin meningkat tajam bahkan perkembangan smartphone dari tahun ke tahun semakin maju.

Smartphone android di zaman sekarang banyak yang telah di bekali berbagai macam fitur canggih seperti Instant message (whatsapp, telegram, BBM), Video Call, SMS, Telphone dan lain sebagainya. Berbagai perusahan besar seperti Samsung,dan Apple selalu bersaing untuk mendapatkan sebuah produk yang banyak di minati oleh kalangan orang banyak.

Tapi tahukah kamu?

Dengan perkembangan teknologi tersebut menimbulkan berbagai efek sosial baik dari segi positif maupun yang negatif. Adpati akan sedikit mengulas tentang efek/dampak dari smartphone baik yang positif atau yang negatif.

Jika di lihat dari segi positif:

Membantu mencari informasi yang lebih mudah. Seiring perkembangan smartphone kebutuhan akan internet pun semakin meningkat. Bahkan di jaman sekarang bisa di bilang tidak bisa hidup tanpa internet.
Membantu kegiatan dalam berhubungan/ komunikasi baik antar keluarga, saudara, dan kerabat. Jika pada zaman dulu masih begitu sederhana menggunakan surat menyurat yang di mana di bagian amplop di tempel sebuah perangko. Dan pesan akan sampai dalam waktu 1-2minggu kalau sekarang cukup 1-3detik pesan sudah terkirim.

Jika di lihat dari sisi negatif:

Kesenjangan sosial


Dengan adanya smartphone ,hampir semua orang tidak bisa lepas dari Hp setiap harinya. Sedang makan selalu di temani hp, buang air besar di wc bawa hp, tidur dekat hp semua kegiatan selalu sibuk dengan hp. Bahkan sedang ngobrol sama keluarga, teman selalu buka hp.

Kadang tidak fokus dengan lawan bicara. Kita sedang duduk bareng,dekat tapi semua membisu pada asyik dengan hp masing-masing. Padahal kita dekat tapi serasa jauh. Kita harus sadar bahwa waktu dengan orang-orang disekitar kita itu lebih penting untuk selalu dapat menjalin komunikasi yang secara langsung.

Dengan demikian kita dapat menghargai waktu yang ada untuk melakukan aktivitas bersama keluarga ataupun kerabat.



Dengan Smartphone canggih tidak lepas dari mudahnya akses internet.


Internet sendiri juga mimicu dampak negatif bagi para pengguna smartphone. Banyak situs - situs terlarang yang sangat mudah sekali di akses lewat internet. Seperti pornografi, kekerasan , obat-obatan dan narkoba.
Kurangnya rasa toleransi


Jika sudah berhadapan dengan hp susah untuk di ajak bicara. Gak ada sedikit rasa menghormatinya sama sekali.

Kurangnya etika sopan dan santun


Banyak dari kalian yang mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya selfi. Smartphone zaman sekarang banyak yang sudah di lengkapi dengan Camera. Baik kamera depan dan belakang. Nah bagaimana jika selfi tidak pas dengan kondisi dan situasi suatu tempat. Contoh : Ada orang jatuh dari motor bukannya di tolong malah selfi dan di upload ke sosial media, ada orang meninggal malah selfi di upload lagi ke sosial media.

Oleh karena itu dengan adanya perkembangan industri smartphone tersebut kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan baik. Apalagi bagi anak - anak kita nantinya. Kita sebagai orang tua perlu memonitoring akan perilaku anak.


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

LAGU 17 AGUSTUS 45 MP3 LAGU KEBANGSAAN INDONESIA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Lirik Lagu 17 Agustus 45

Tujuh belas agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih di kandung badan


Kita tetap setia tetap setia


Mempertahankan Indonesia


Kita tetap setia tetap setia


Membela negara kita

Judul : Hari Merdeka / Tujuh Belas (17) Agustus


Pencipta Lagu : H. Mutahar

Teks Naskah Proklamasi Klad adalah asli tulisan tangan oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Adapun yang merumuskan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo

Berikut bunyi Text Proklamasi

Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17 – 8 – ’05 Wakil2bangsa Indonesia.


Teks naskah Proklamasi telah mengalami perubahan, yang dikenal dengan sebutan naskah “Proklamasi Otentik“, adalah hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi), yang isinya sebagai berikut :

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta.



Download Lagu Nasional 17 Agustus 45

Google drive


Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi, di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemer­dekaan Indonesia, untuk pertama kali secara resmi bendera kebangsaan merah putih dikibarkan oleh dua orang pemuda, Latief Hendraningrat dan Suhud. Bende­ra ini dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati Soekarno dan bendera ini pula yang kemudian disebut “bendera pusaka”.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

RUMUS MENCARI HARI LAHIR SECARA MANUAL

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Apakah kalian pernah mendengar istilah seperti : Nogo dino, nogo tahun, Weton, Neptu dino, Pasaran (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing), Nyigar kupat, Pathok mejan, nglumahno ngurepno, dan masih banyak yang lain.Jika belum pernah mendengar mungkin artikel ini akan sedikit membantu kalian.

Tumbu ketemu tutup mungkin kalian pernah dengar? "Kamu anak ragil (terakhir) kalau bisa mencari suami/istri itu yang anak mbarep (pertama)".dan sebagainya. Itu adalah sedikit contoh wanti-wanti (nasihat) orang tua khususnya di daerah jawa.

Kenapa anak ragil di anjurkan untuk mencari pasangan yang anak pertama. Banyak orang jawa terdahulu berpendapat dengan ILMU TITÊN bahwa anak ragil dengan anak pertama akan mempengaruhi rejeki saat berumah tangga. Disini saya tegaskan itu ilmu titên ya !(Seperti yang kita tahu bahwa rejeki,jodoh dan maut Tuhan yang atur). Kita orang jawa hanya mencoba mencari yang terbaik dan selanjutnya serahkan sama Tuhan. 

Kenapa harus memakai perhitungan begitu?

Setidaknya dengan hitungan begitu bisa meminimalisir masalah yang akan terjadi.

Seperti contoh mudahnya:

Kalian pernah melihat sendiri mungkin, sebuah pernikahan ijab qobul yang dimana disamping pengantin terbaring jenazah dengan kain kafan. (Jika secara umum Mati itu kehendak Alloh SWT) iya memang. Mati, jodoh,rejeki itu Alloh SWT yang ngatur.

Tapi bagi orang jawa bentar dulu. Contoh di atas masih di telisik lebih dalam lagi. Kenapa disaat terjadi pernikahan,harus ada jenazah pada saat itu juga. Nah disini mulailah muncul ilmu titen. Mulai dari perhitungan hari lahir kedua pengantin, ataupun hari pelaksanaan pernikahan tersebut. Apakah ada hari naas (hari sial) atau tidak dan sebagainya.

Mungkin banyak orang-orang yang di luar sana bilang gini " itu musyrik dan sebagainya ". Saya pribadi si cuek saja. Toh kita hidup di indonesia, macam budaya dan tradisi, orang sunda ya memakai adat sunda, orang medan ya memakai adat dan tradisi medan, orang makassar ya begitu, dan orang jawa juga. Kita kaya akan budaya dan tradisi. Dan saya sendiripun salut dengan penemu Ilmu titen tersebut. Wong di kehidupan nyatapun memang banyak yang sudah nyata-nyata terjadi. Jadi kalian tidak usah percaya banget-banget tentang hal ini.

Pernikahan / Jejodohan adalah sesuatu yang sakral. Banyak dari kalangan orang jawa apabila mau menikah pasti menggunakan metode dengan cara mencari weton, seperti hari lahir dan pasaran, hal ini masih sangat kental dan melekat di hati orang-orang jawa terdahulu.

Kali ini saya akan berbagi ilmu cara mencari hari lahir seseorang menggunakan tanggal lahir secara manual.

Simak tabel berikut:


Cara menghitung: 

Contoh:

Seseorang lahir di bulan 18 Desember 1993. Nah 18 desember itu hari apa ya?.

Tarik garis di tabel antara tahun 1993 dan bulan Desember ke satu titik. Maka akan ketemu dan di jumpai angka 3.

Angka 3 tersebut kita tambahkan dengan 18 (tanggal lahir seseorang) maka ketemunya ada di tabel bawah ini.


3 (hasil dari tarik satu titik) + 18 (tanggal lahir seseorang) = 21 (lihat ke tabel yang ke dua bahwa tanggal 21 itu berada di hari SABTU)

Maka Seseorang tersebut lahirnya hari SABTU.


Sabtu nya sabtu apa? Sabtu Pon, sabtu Wage, sabtu Kliwon, sabtu Legi, atau sabtu Pahing ya?? Untuk menghitung Pasarannya bisa baca Rumus Mencari Pasaran Hari Lahir 2018 (pasti benar).

Demikian sedikit berbagi ilmu tentang mencari hari lahir.


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

PERHITUNGAN JODOH DAN HARI PERNIKAHAN

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Cara menghitung weton Jejodohan dan Pernikahan dengan neptu hari dan pasaran.
Hitungan Perjodohan Pernikahan Berdasarkan Weton Jawa. Nah langsung saja mari kita simak rahasia perjodohan dan hitungan versi jawa; 
Bagi kalangan masyarakat Jawa, nama pasaran tidaklah asing lagi. Mereka punya perhitungan sendiri dalam penamaan hari, misalnya: 

Senin Pahing, 
Selasa Pon, 
Rabu Wage, dll. 
Perhitungan hari tersebut sudah ada sejak dahulu kala. Yang akan kita bahas adalah, tentang fanatisme pada perhitungan Jawa. Dari nama-nama hari, dapat dihitung nilai-nilai tertentu, yang disebut dengan WETON. 

Nah, dari nilai WETON inilah, dapat ditentukan apa-apa saja yang boleh atau tidak, bagaimana kita berbuat, dll. Misalnya mau pergi mencari rejeki, mencari obat, termasuk juga adalah tentang perjodohan!.Sekarang mari kita bahas mengenai perjodohan. 

Perhitungan dalam memilih calon pasangan tidak lepas dari 'BOBOT', 'BIBIT' dan 'BEBET'. Bobot Bibit Bebet merupakan istilah untuk melakukan seleksi awal dalam memilih pasangan yang berkualitas. 

BOBOT diartikan dengan berbobot atau bermutu. Dari kemampuan berpikir, cara mengolah emosi dan prestasi yang dihasilkan, seseorang akan menunjukan seberapa tinggi kemampuannya serta seberapa besar bobotnya. 
BIBIT ‘benih’ keturunan. Di mana ia dilahirkan? Siapa orang tuanya? Dari lingkungan sosial dan keluarga yang baik-baik, biasanya akan melahirkan keturunan yang baik pula. 
BEBET – "bebedan" adalah istilah Jawa yang artinya cara berpakaian atau penampilan. Bebed menunjukan cara seseorang membawa diri, bergaul dan bertingkah laku. Idealnya, ketiga hal tersebut di atas baik adanya. 

Setelah didapatkan calon pasangan yang bobot, bibit dan bebednya baik, bahkan mendekati sempurna, ada satu hal esensial yang perlu dipertimbangkan, sebelum melangkah lebih jauh, yaitu menghitung hari, pasaran, tanggal, bulan dan tahun kelahiran masing-masing calon pasangan. Di dalam primbon terdapat perhitungan yang menunjukan apakah kedua calon pasangan tersebut, jika bersatu membangun rumah tangga akan mengalami kehidupan yang baik, atau mengalami kehidupan yang tidak baik. 

Calon pasangan pria dan calon pasangan wanita, yang masing-masing memiliki bobot, bibit, bebed baik, belum tentu mereka cocok ketika harus membangun rumah tangga. 

Ada istilah: mencari ‘bojo’(suami/istri) itu mudah, tetapi memilih ‘jodho’(jodoh) itu susah, perlu pertimbangan dan perhitungan yang cermat. 

Karena yang namanya jodoh dalam konteks ini diartikan dengan, jika pasangan tersebut bersatu akan saling melengkapi kekurangannya, saling menutupi kelemahannya dan saling menambah kelebihannya. Sehingga pasangan yang sudah jodoh ketika membangun rumah tangga, masing-masing pasangan dapat mengembangkan diri dengan maksimal. 
Untuk mengetahui apakah calon pasangan tersebut jodoh atau tidak jodoh, ada beberapa macam cara menghitung:



Caranya: Hari dan Pasaran kelahiran pasangan pria dan wanita masing-masing diangkakan sesuai dengan Tabel A dan Tabel B, kemudian dijumlah. Jumlahnya dibagi 10 ( sepuluh). Jika dibagi 10 sisanya lebih dari tujuh, maka tidak dibagi sepuluh melainkan dibagi 7. 

Prinsipnya sisanya tidak boleh lebih dari 7. 

Contoh: Pasangan pria lahir pada Hari Senin, Pasaran Paing. Senin 4 + Pahing 9 = 13 (lihat tabel A & B) Pasangan wanita lahir pada Hari Kamis Pasaran Kliwon Kamis 8 + Kliwon 8 = 16 (lihat tabel A & B) Kelahiran Pria diangkakan = 13 Kelahiran wanita diangkakan = 16 Jumlah 29.

Pertama kali yang untuk membagi angka 29 adalah bilangan 10.

29 : 10 = 2, sisanya 9. Karena sisanya lebih dari 7 maka memakai kemungkinan yang ke dua, yang untuk membagi tidak 10 tetapi 7.


29 : 7 = 4, sisanya 1. 



Angka sisa 1 (satu) tersebut yang menjadi kunci untuk dihitung. Angka sisa 1, namanya Wasesa Sagara, artinya besar wibawanya, luas budinya, panjang sabar dan pemaaf. (lihat Tabel C). Artinya bahwa pasangan tersebut jodoh. Kehidupan rumah tangganya kelak akan penuh wibawa, disegani karena kebaikan budinya. 

Catatan : Sisa angka 7 artinya bahwa angka hasil dari penjumlahan habis dibagi 7. 

Dilihat dari Tabel C jumlah hari pasaran kelahiran pasangan yang setelah dibagi 10 atau 7 menyisakan angka 1, 2, 3, dan 4 kategori Jodho, semuanya baik adanya. 

Bagi pasangan yang menyisakan angka 5, 6 atau 7, digolongkan dalam pasangan yang kurang jodho, karena berpengaruh jelek. 

Tetapi jika sudah mantap dengan pasangannya, dapat disyarati agar kejadian buruk tidak menimpa keluarganya kelak. 

Angka 5 (Satriya Wirang) : Syaratnya sebelum pelaksanaan upacara perkawinan salah satu calon pengantin menyembelih ayam. 

Angka 6 (Bumi Kapethak) : Syaratnya sebelum menikah salah satu calon pengantin mendhem Siti atau menamam tanah. 

Angka 7 (Lebu Katiyup Angin) : Syaratnya sebelum pernikahan berlangsung, salah satu pasangan menghambur-hamburkan tanah. 


Sekian tentang informasi mengenai cara menghitung hari pernikahan atau menghitung jodoh sesuai weton.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Thursday, June 27, 2019

CARA PAHAMI NOGO TAHUN LAN , NOGO DINO DALAM HITUNGAN JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Mungkin dari beberapa kalian, warga jawa khususnya jawa tengah dan jawa timur sudah tidak asing dengan istilah ini. Seperti Nogo Dino, dan Nogo Tahun.

Nogo Tahun yoiku ilmu kejawen adat jawa yang di gunakan untuk menghitung baik buruknya sesuatu yang akan kita lakukan. Tradisi ini biasanya sering di gunakan untuk menghitung jejodohan atau pernikahan, ngunduh mantu, pindahan rumah dll. Selain menggunakan istilah Nogo tahun perhitungan pernikahan biasanya juga memakai weton,dan pasaran. Untuk weton dan pasaran sudah di bahas di waktu yang lalu.

Sebenarnya untuk hitungan nogo tahun ada beberapa versi,namun kali ini yang saya share yaitu pelajaran yang saya pelajari dari bapak saya dan simbah saya. Apabila ada perbedaan ya di maklumi.

Menurut Kalender jawa bulan dalam setahun sering di namakan:

Suro
Safar
Mulud
Bakdomulud
Jumadil awal
Jumadil akhir
Rejeb
Ruwah
Poso
Syawal
Dzulkaidah
Besar.

Nogo = Naga. Yang dimana Naga ini berubah arah posisi setiap 3 bulan. Cermati Gambar berikut.


Apabila kita melihat gambar di atas. Bisa kita Simpulkan bahwa:

Bulan Suro, Safar, Mulud = Naga tersebut berada di Arah Timur.
Bulan BakdaMulud, JumadilAwal, JumadilAkhir = Naga tersebut berada di Arah Selatan.
Bulan Rejeb, Ruwah, Poso = Naga tersebut berada di Arah Barat.
Bulan Syawal, Dzulkaidah, Besar = Naga tersebut berada di Arah Utara.

Cara memahaminya bagaimana,??

Contoh:

Ketika kalian mau menikah atau mau ngunduh mantu atau temon besan, antara rumah kalian dengan pasangan anda, beda kecamatan ataupun beda desa. Nah coba pastikan arah tempat tinggal pasangan kalian itu berada di arah mana kalau di lihat dari tempat tinggal kalian. 

Sedikit contoh, rumah kalian desa (A) dan rumah pasanganmu desa (B). Arah kedua tempat itu yaitu Timur ke barat dan sebaliknya. Rumah pasanganmu di arah timur kalau di lihat dari rumah tempat tinggalmu. Dan tempat tinggalmu berada di arah barat kalau di lihat dari tempat tinggal pasanganmu. 

Kita terapkan pada gambar di atas. Bulan yang berada di arah timur yaitu, Suro ,Safar ,Mulud. Dan bulan yang berada di arah barat yaitu Bulan Rejeb, Ruwah, Poso. Berati untuk kalian yang mau ngunduh mantu untuk menghindari bulan bulan tersebut.

Cara mudahnya begini anggap saja ketika bulan Suro, safar, mulud. Mulut naga berada di Timur menghadap ke barat. Kalian jangan ngunduh mantu ke tempat pasanganmu di bulan itu. Sama saja ada mulut naga di timur kok kalian dari arah barat jalan ke timur. Ya kalian nanti kemakan oleh naga. Begitupun sebaliknya.

Maka apabila sesuai contoh di atas kalau pingin ngunduh mantu bisa di tarik kesimpulan:

Bulan yang di Hindari : Suro, Safar, Mulud dan Rajab, Ruwah, Poso.
Bulan yang di Sarankan : BakdaMulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, dan Syawal, Dzulkaidah, Besar. 

Lain kesimpulan apabila tempat tinggal kalian dan pasangan kalian di posisi Utara ke Selatan atau Selatan ke Utara. Apabila di posisi ini maka:
Bulan yang di Hindari : Suro (Bulan naas), Bakdamulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir dan Syawal, Dzulkaidah, Besar. (Karena di bulan ini Mulut naga berada di Selatan dan Utara. Untuk menghindari kemakan naga supaya memakai Bulan yang di sarankan.
Bulan yang di sarankan : Safar, Mulud, dan Rejeb, Ruwah, Poso.

Untuk yang berikutnya yaitu Kecocokan pasangan. Perhatikan Gambar berikut:


Berdasarkan gambar di atas contoh yang tidak di sarankan untuk menikah antara yang lahir pada hari. Yaitu:

Minggu dan Selasa / Senin dan Kamis. bagi kalangan orang yang paham bisa di sebut dengan Nyigar Kupat. Pernah lihat kupat yang di belah ke samping kan? Hal yang sudah banyak terjadi di lingkup masyarakat desa saya. Salah satu orang tua dari pihak pengantin pria dan wanita akan cepat meninggal. (kembali lagi ke Pati, jodoh, rejeki semua milik Gusti Alloh). Ini hanya srono kalau orang bilang. Kenapa masyarakat jawa masih menggunakan adat ini (termasuk desa saya) karena yang di cari sababiyahnya.

Selasa dan Senin / Senin dan Minggu / Selasa dan Kamis. Kembali ke gambar. Selasa dan Senin tidak di sarankan karena apa? Ada Hari Rabu di antara Hari tersebut. Orang sering menyebutnya Abot Sanggane. Kita ambil contoh pernah melihat orang mikul? Orang mikul berada di antara beban. Orang mikul itu ya rekasa. Banyak beban di kehidupannya. Begitupun untuk hari Senin dan Minggu. Diantara hari tsb ada hari Jumat. Dst.
Jumat dan Sabtu. Kedua hari tersebut juga bisa dibilang tidak cocok apabila akan menikah. Orang sering menyebutnya. Pathok Mejan. Coba lihat ke gambar antara hari Sabtu ke Jumat arahnya yaitu ngalor ngidul atau selatan ke utara. Pernah melihat kuburan. Di gundukan tanah kuburan sering terdapat dua patok. Hal yang biasa akan terjadi yaitu orang tua dari salah satu pasangan akan sakit sakitan lama, lalu meninggal.


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

CARA MENGHITUNG KALENDER JAWA ABOGE DAN ASAPON 2019 (BELAJAR MUDAH)

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Orang jawa pasti tau dengan perhitungan tiap-tiap bulan mulai dari Suro, Sapar, Mulud, BakdoMulud, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Syawal, Dzulkangidah, Besar. Nama-nama itu adalah nama bulan yang terdapat di kelender jowo. Yang di mana kalender jawa tersebut masih dipakai sampai sekarang oleh para penganut agama islam kejawen.

Kalender Jawa / Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram saat itu dan berbagai kerajaan. Penanggalan ini memiliki keistimewaan tersendiri karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sistem penanggalan Julian dari budaya Barat.

Sistem kalender Jawa ini memakai dua siklus hari yaitu siklus mingguan terdiri dari tujuh hari (Senin sampai Ahad) dan siklus pekan pancawara terdiri dari lima hari pasaran.(Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing).

Pada tahun 1625 Masehi (1547 Saka), Sultan Agung dari Mataram berusaha keras menanamkan ajaran agama Islam di pulau Jawa. Upaya yang di keluarkan oleh sultan Agung ialah mengganti penanggalan Saka yang berbasis dari perputaran matahari dengan sistem kalender qomariah atau lunar yang (berbasis dari perputaran bulan).Untuk penentuan awal bulan biasanya di tandai dengan melihat hilal.

Sebelumnya kalian harus hafal terlebih dahulu urutan Pasaran hari mulai

Pon
Wage
Kliwon
Legi
Pahing

Pada Zaman Sultan Agung penanggalan jawa dimulai di 1 Suro/muharam yang bertepatan dengan Hari Jum'at Legi. Setiap 120 tahun sekali ada kelebihan 1 hari ,sehingga tahun yang ke 120 / windu ke 15 Yang tadinya tahun Jim Akhir adalah tahun Kabisat maka menjadi Tahun Basitah.Dan cara penghitungannya setiap 120 tahun sekali maka maju satu hari berarti dari Jumat Legi menjadi Kamis Kliwon. Setelah Kamis Kliwon 120 kemudian itu, muncul lah penanggalan RABU WAGE (Aboge) pada (Tahun 1749- 1866 jawa). 

Seharusnya mulai tahun 1867 jawa / 1987 Masehi lalu s/d - tahun 2107 Masehi / 1987 jawa yang akan datang, kalender sudah mundur satu hari menjadi Selasa Pon (Asapon). Dan sekarang sudah tahun 2018 Masehi (1439 Hijriyah). Seharusnya penanggalan jawa sudah memakai Alif Selasa Pon. Tapi kebanyakan penganut agama islam jawa masih menggunakan kalender Jawa Aboge. Itu lah salah satu penyebab mengapa kadang ada selisih hari saat menentukan Bulan puasa dan Bulan Syawal ( Hari raya idul fitri). Kadang ada yang puasa duluan kadang malah ada yang sampai selisih 2 hari.


Dan tahun alif yang akan datang berada di tahun 2107 Masehi / 1987 jawa dan jatuh di hari Senin Pahing dan kita sudah tidak memakai Aboge ataupun Asapon lagi melainkan Asehing (Alif Senin Pahing). Setelah 120 tahun kemudian yang bertepatan di tahun 2227 Masehi / 2107 Jawa maka tahun alif mundur satu hari tepat di hari Minggu legi. Entah apakah kita akan mendapati tahun alif tersebut wallohu a'lam. Semoga kita masih di beri umur panjang. Setidaknya ini buat pembelajaran anak cucu kita nanti.

Didalam kalender jawa terdapat siklus windu dan 1 windu tersebut terdiri dari 8 tahun ( Tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za', Dal, Ba', Wau, dan tahun Jim Akhir ). Kita akan mencoba menghitung Tahun 2018 ini berada di tahun apa ya?

Cara menghitungya cukup mudah simak tabel berikut klik untuk memperjelas:



Tabel di atas berdasarkan penanggalan Alif Selasa Pon. Rumus mencari tahun ini tahun apa? Caranya tahun Hijriyah sekarang di bagi 8 berarti tahun 2018 tersebut berada di tahun 1439 H. Maka 1439H : 8 =179 (sisanya 7). Kembali ke tabel di atas (dibagian warna merah) yang sisa 7 itu berada Di tahun Dal. (yang didalam kurung itu jumlah sisa). Apabila ketika di bagi tidak ada sisa berarti 0 dan berada di tahun Ba)

Berarti tahun 2018 berada di tahun Dal. Cara mencari Hari puasa 2018 jatuh pada hari apa? Caranya tarik garis antara bulan Poso (puasa) dan tahun Dal (tahun 2018 sekarang) tarik ke satu titik. Disitu terdapat nama hari yaitu Rebo Legi. Berarti Jika menurut Kalender Asapon Bulan puasa 2018 jatuh di Rabu Legi.

Tapi apabila masih menggunakan Kalender Aboge (Alif rabu wage) maka Puasa di tahun 2018 jatuh pada hari Kamis Pahing. (Maju satu hari dari asapon). Jika menggunakan Asapon ( selasa pon) maka mundur satu hari dari penanggalan Aboge.

Berikut adalah Kalender Aboge dan Asapon yang Adpati buat. Klik gambar untuk memperjelas.


Bisa dilihat tabel di atas Arti Rumus bagian penanggalan Aboge disitu terdapat beberapa Rumus yang di mana dijadikan sebagai patokan.

Arti rumus di kalender Aboge sbb:

Tahun Alif jatuh di ABOGE (rabu wage)
Tahun Ha jatuh di HAHAD PON (ahad pon)
Tahun Jim Awal jatuh di JANGAH PON (jumat pon)
Tahun Za jatuh di ZA SAHING (selasa pahing)
Tahun Dal jatuh di DAL TU GI (sabtu legi)
Tahun Ba jatuh di BI MIS GI (kamis legi)
Tahun Wau jatuh di WO NEN WON (senin kliwon)
Tahun Jim Akhir jatuh di JA NGAH GE (jumat wage)

Apabila sudah 120 tahun maka ganti ke Asapon. Seharusnya untuk tahun 2018 ini yang kita pakai yang Asapon.Maka rumusnya Mundur 1 hari :

Tahun Alif mundur 1 hari dari Aboge (rabu wage) maka jatuh di ASOPON (selasa pon)
Tahun Ha mundur 1 hari dari Ahad pon maka jatuh di HA TU HING (sabtu pahing)
Tahun Jim Awal mundur 1 hari jatuh di JA MES HING (kamis pahing)
Tahun Za mundur 1 hari jatuh di ZA NEN GI (senin legi)
Tahun Dal mundur 1 hari jatuh di DAL NGAWON (jumat kliwon)
Tahun Ba mundur 1 hari jatuh di BI BOWON (rebo kliwon)
Tahun Wau mundur 1 hari jatuh di WA HAD GE (ahad wage)
Tahun Jim Akhir mundur 1 hari jatuh di JA MIS PON (kamis pon)

Nah bagaimana jika mau mencari Awal bulan jatuh di hari apa ya? Lihat ke tabel Aboge kita ambil contoh :

Bulan Syawal (hari raya idul fitri 2018) jatuh di hari apa? Untuk Rumus Bulan Syawal pada tabel Aboge adalah WAL JI RU ( SYAWAL DINO 1 PASARAN 2). Karena tahun 2018 ini adalah tahun DAL. Dan tahun Dal menurut kalender aboge Jatuh di hari Sabtu Legi maka menghitungnya WAL JI RU Di hitung mulai dari Sabtu Legi. Dino 1 = Sabtu dan Pasaran 2 = setelah legi = pahing (harus hafal urutan Pon, wage, kliwon, legi,pahing). Maka di tarik kesimpulan menurut kalender Aboge 1 syawal 2018 jatuh di hari SABTU PAHING.

Apabila mau di hitung menggunakan Kalender Asapon ( Selasa Pon ).

Bulan syawal (hari raya idul fitri 2018) jatuh di hari apa ya? Untuk rumus bulan syawal pada tabel Asapon adalah WAL JI RU ( SYAWAL DINO 1 PASARAN 2). Karena tahun 2018 ini adalah tahun DAL. Dan tahun Dal menurut kalender Asapon Jatuh di hari Jum'at kliwon maka menghitungnya WAL JI RU Di hitung mulai dari Jum'at Kliwon. Dino 1 = Jumat dan Pasaran 2 = setelah kliwon = legi (harus hafal urutan Pon, wage, kliwon, legi,pahing). Maka di tarik kesimpulan menurut kalender Asapon 1 syawal 2018 jatuh di hari JUM'AT LEGI.

Apabila belum paham mohon di baca kembali. Demikian artikel tentang Menghitung kalender Jawa Asapon.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

CARA MENGHITUNG PRANOTO MONGSO

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Informasi ini mengenai Pranata Mangsa, Kalender Jawa Kuno.


Menurut kitab primbon, dengan mongso maka dapat di ketahui bagaimana sifat atau watak seseorang, apa potensi keberuntungannya, bagaimana keadaan fisiknya, apakah gemuk, kurus atau langsing dan sebagainya. Kita juga bisa menerawang bagaimana kehidupan mereka ketika masih kecil kanak-kanak, bagaimana setelah remaja dan bagaimana setelah dewasa. 


Ciri khas/ sesuatu yang unik pada diri seseorang juga bisa dilihat dari mongsonya sendiri. Juga pekerjaan apa yang paling cocok agar bisa sukses sesuai dari kemampuan si bocah tersebut. Selain itu juga bisa menebak bagaimana gambaran rezeki seseorang, apa hobinya, kapan hari kejayaan nya akan tiba serta mengetahui jodoh yang paling serasi sesuai mongso terbaik. Mongso ini dalam zaman sekarang bisa di sama artikan dengan Zodiak. 

Mongso atau mangsa / zodiak yaitu di dapatkan dari tanggal tertentu sampai tanggal tertentu. Mongso seseorang bisa dilihat dari tanggal kelahirannya, seperti di bawah ini. 

Contoh: Jika kalian lahir tanggal 25 Juni. Maka kalian jatuh di mongso Kaso. Karena Mangsa Kaso antara tanggl 23 Juni- 2 Agustus. 

Lahir tgl 22 Juni sampai 1 Agustus (Mongso: KASO) 
Lahir tgl 2 Agustus sampai 24 Agustus (Mongso: KARO) 
Lahir tgl 25 Agustus sampai 18 September (Mongso: KATELU) 
Lahir tgl 19 September sampai 13 Oktober (Mongso: KAPAT) 
Lahir tgl 14 Oktober sampai 9 November (Mongso: KALIMA) 
Lahir tgl 10 November sampai 22 Desember (Mongso: KANEM) 
Lahir tgl 23 Desember sampai 3 Februari (Mongso: KAPITU) 
Lahir tgl 4 Februari sampai akhir Februari (Mongso: KAWOLU) (4 Tahun sekali =27 hari)
Lahir tgl 1 Maret sampai 25 Maret (Mongso: KASANGA) 
Lahir tgl 26 Maret sampai 18 April (Mongso: KASADASA) 
Lahir tgl 19 April sampai 11 Mei (Mongso: DESTA) 
Lahir tgl 12 Mei sampai 21 Juni (Mongso: SADDHA)

Berikut beberapa tanda-tanda alamnya.

1. Kasa, mulai 22 Juni, berusia 41 hari. Para petani membakar dami yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija, sejenis belalang masuk ke tanah, daun-daunan berjatuhan. Penampakannya/ibaratnya : lir sotya (dedaunan) murca saka ngembanan (kayu-kayuan). 

2. Karo, mulai 2 Agustus, berusia 23 hari. Palawija mulai tumbuh, pohon randu dan mangga, tanah mulai retak/berlubang. Penampakannya/ibaratnya : bantala (tanah) rengka (retak). Musim kapok bertunas tanam palawija kedua. 

3. Katiga, mulai 25 Agustus, berusia 24 hari. Musimnya/waktunya lahan tidak ditanami, sebab panas sekali, yang mana Palawija mulai di panen, berbagai jenis bambu tumbuh. Penampakannya/ibaratnya : suta (anak) manut ing Bapa (lanjaran). Musim ubi-ubian bertunas panen palawija. 

4. Kapat, mulai 19 September, berusia 25 hari. Sawah tidak ada (jarang) tanaman, sebab musim kemarau, para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga, pohon kapuk mulai berbuah, burung-burung kecil mulai bertelur. Penampakannya/ibaratnya : waspa kumembeng jroning kalbu (sumber). Musim sumur kering, kapuk berbuah, tanam pisang. Pada masa ini kemarau berakhir. 

5. Kalima, mulai 14 Oktober, berusia 27 hari. Mulai ada hujan, selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah, mulai menyebar padi gaga, pohon asem mulai tumbuh daun muda, ulat-ulat mulai keluar. Penampakannya/ibaratnya : pancuran (hujan) emas sumawur (hujannya) ing jagad. Musim turun hujan, pohon asam bertunas, pohon kunyit berdaun muda. 

6. Kanem, mulai 10 Nopember, berusia 43 hari. Para petani mulai menyebar bibit tanaman padi di pembenihan, banyak buah-buahan (durian, rambutan, manggis dan lain-lainnya), burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. Penampakannya/ibaratnya : rasa mulya kasucian (sedang banyak-banyaknya buah-buahan). Musim buah-buahan mulai tua, mulai menggarap sawah. 

7. Kapitu, mulai 23 Desmber, usianya 43 hari. Benih padi mulai ditanam di sawah, banyak hujan, banyak sungai yang banjir. Penampakannya/ibaratnya : wisa kentar ing ing maruta (bisa larut dengan angin, itu masanya banyak penyakit). Musim banjir, badai longsor mulai tandur. 

8. Kawolu, mulai 4 Pebruari, usianya 26 hari, atau 4 tahun sekali 27 hari. Padi mulai hijau, uret mulai banyak. Penampakannya/ibaratnya : anjrah jroning kayun (merata dalam keinginan, musimnya kucing kawin). Musim padi beristirahat, banyak ulat, banyak penyakit. 

9. Kasanga, mulai 1 Maret, usianya 25 hari. Padi mulai berkembang dan sebagian sudah berbuah, jangkrik mulai muncul, kucing mulai kawin, cenggeret mulai bersuara. Penampakannya/ibaratnya : wedaring wacara mulya (binatang tanah dan pohon mulai bersuara). Musim padi berbunga, turaes (sebangsa serangga) ramai berbunyi. 

10. Kasepuluh, mulai 26 Maret, usianya 24 hari. Padi mulai menguning, mulai panen, banyak hewan hamil, burung-burung kecil mulai menetas telurnya. Penampakannya/ibaratnya : gedong minep jroning kalbu (masa hewan sedang hamil). Musim padi berisi tapi masih hijau, burung-burung membuat sarang, tanam palawija di lahan kering. 

11. Desta, mulai 19 April, berusia 23 hari. Penampakannya/ibaratnya: sotya (anak burung) sinara wedi (disuapi makanan). Masih ada waktu untuk palawija, burung-burung menyuapi anaknya. 

12. Sadha, mulai 12 Mei, berusia 41 hari. Para petani mulai menjemur padi dan memasukkan ke lumbung. Di sawah hanya tersisa dami. Penampakannya/ibaratnya : tirta (keringat) sah saking sasana (badan) (air pergi darisumbernya, masa ini musim dingin, jarang orang berkeringat, sebab sangat dingin). Musim menumpuk jerami, tanda-tanda udara dingin pada pagi hari. 

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

RUMUS MENCARI PASARAN HARI LAHIR SESEORANG SECARA MANUAL!

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Lanjutan dari artikel Rumus Mencari Hari Lahir Seseorang 2018 (pasti benar). Apabila belum membaca silahkan baca terlebih dahulu. 

Untuk artikel rumus mencari hari lahir sudah dibahas, nah kali ini yang akan kita bahas tentang mencari Pasaran hari. Jika tadi sudah belajar mencari harinya hari apa? Sekarang tinggal mencari pasangan harinya. Jika di artikel sebelumnya adalah hari sabtu maka disini yang akan kita cari adalah sabtu apa? (Sabtu pon,wage,kliwon,legi atau pahing).

Sebelum di lanjut kalian perlu tau?
Apa itu Neptu?

Neptu adalah jumlah bilangan (nilai) di suatu hari.Bahwa setiap hari mulai hari senin sampai minggu mempunyai jumlah neptu yang berbeda. Dimana dengan neptu ini nantinya kita bisa menghitung baik buruknya pernikahan/jejodohan.

Yang dimana jumlah neptu pihak laki-laki di tambah jumlah neptu pihak perempuan. Maka akan di dapat jumlah dari kedua belah pihak dan jumlah ini yang biasanya di jadikan sebagai gambaran baik buruknya pernikahan tersebut.Mulai dari jumlah keturunan, Rejeki dan kesehatan di dalam rumah tangga.

Tiap-tiap hari mempunyai nilai neptu yang berbeda.

Minggu : 5
Senin : 4
Selasa : 3
Rabu : 7
Kamis : 8
Jum’at : 6
Sabtu : 9

Selain hari, dari pasarannya pun juga memiliki jumlah neptu tersendiri.

Kliwon : 8
Legi : 5
Pahing : 9
Pon : 7
Wage : 4

Jika pihak laki-laki lahir di hari sabtu pon maka 9+7=16. Dan pihak perempuan di kamis kliwon maka 8+8=16. Jadi jumlah dari kedua pihak menjadi 16+16=32. Untuk soal neptu akan di bahas di lain waktu.

Tapi yang akan di bahas disini ialah Mencari pasaran hari seseorang. Bagi yang belum dapat pasangan mungkin artikel ini bisa sedikit membantu.

Simak tabel berikut:


Cara menghitung:

Kita kembali dulu ke artikel yang pertama disitu di ambil contoh seseorang lahir tanggal 18 Desember 1993 dan harinya sudah ketemu yaitu hari SABTU. Kita kembali lagi ke tabel di atas. Cara menghitungnya tarik bagian tahun 1993 dan bulan Desember ke satu titik. Maka di dapat angka 0.

Angka 0 tersebut kita tambahkan 18 (tanggal lahir seseorang) maka ketemunya di tabel berikut:


Maka 0 (hasil satu titik) + 18 (tanggal lahir) = 18. Angka 18 pada tabel yang kedua terdapat di pasaran LEGI.

Maka seseorang tersebut lahir di SABTU LEGI.

Supaya tidak bingung mohon di baca dari artikel yang pertama Rumus mencari hari lahir seseorang 2018 (pasti benar).

Demikian artikel tentang mencari hari dan pasaran lahir seseorang. Semoga bisa membantu.

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

MENGENAL SEJARAH TARI NDOLALAK KESENIAN BUDAYA KOTA PURWOREJO

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Kita hidup berada di negara indonesia yang kaya akan budaya,tradisi dan adat istiadat. Setiap daerah pasti memiliki budaya ciri khas masing-masing. Dan seharusnya kita bangga dengan banyaknya keanekaragaman tersebut. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas masing masing yang identik dengan daerah tersebut. Seperti ciri khas dari segi bangunan, atau tarian, atau makanan dll.


Nah untuk kali ini yang akan di ulas yaitu mengenal tarian dari Kota Purworejo, Jawa Tengah. Tarian tersebut bernama ndolalak.

Apa sih 

Tari Dolalak itu ?

Tari Dolalak


Dolalak adalah tarian tradisional peninggalan pada jaman penjajahan Belanda yang di mainkan atau di tarikan oleh beberapa penari pria dan wanita dengan seragam prajurit serdadu belanda. Tarian ini adalah salah satu tarian tradisional khas Kota Purworejo, Jawa tengah. Nama tari dolalak diambil dari not atau nada “Do” dan “La” karena awalnya tari dolalak ini hanya di iringi dengan alat musik dua nada. Namun nama itu di sesuaikan dengan lidah orang jawa (orang purworejo khususnya) menjadi ndolalak atau dolalak.







Menurut sejarah, Tari Dolalak tersebut terinspirasi dari perilaku-perilaku serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp peristirahatan. Pada saat istirahat, para serdadu Belanda itu melakukan pesta dengan minum–minuman keras dan berdansa. Aktivitas itu lalu di tiru oleh orang pribumi dan terciptalah gerakan yang sederhana dan berulang–ulang. Sekitar tahun 1940, Tari Dolalak di kembangkan sebagai salah satu misi keagamaan dan politik untuk memerangi pasukan Belanda. Gerakan dan lagu yang menarik kemudian menjadi inspirasi pengembangan kesenian yang sudah ada yaitu rebana (kemprang) dari tiga orang pemuda dari dukuh Sejiwan desa Trirejo Kecamatan Loano yaitu :

1. Rejo Taruno

2. Duliyat

3. Ronodimejo

Ketiga orang tersebut bersama dengan warga masyarakat purworejo yang pernah menjadi serdadu Belanda membentuk grup kesenian. 


Awal-awalnya tari ndolalak hanya di pentaskan pada saat acara tertentu seperti tasyakuran, sunatan, dan hajatan. Tari Dolalak biasanya di pentaskan pada malam hari semalam suntuk untuk memeriahkan acara-acara tersebut. Seiring perkembangan zaman, mulai banyak modifikasi dari Tari Dolalak dengan maksud atau tujuan agar lebih menarik dan agar telepas dari budaya Belanda yang masih merekat pada tarian ndolalak ini untuk menciptakan ciri khas tersendiri. Pengembangan tersebut terlihat dari musik pengiring, lagu yang di bawakan, gerakan tari dan kostum seragam yang digunakan.Tari

Dolalak mempunyai ragam ciri khas masing masing sesuai dengan daerah asalnya, diantaranya seperti gaya kaligesingan, mlaranan, banyuuripan dan sejiwanan. Keempat daerah tersebut merupakan daerah daerah yang berada di wilayah purworejo. 

Pada pertunjukan tari tunggal Dolalak biasanya diwarnai dengan keadaan trance para penari, yaitu keadaan dimana penari dolalak ini mengalami kesurupan karena sudah larut dalam gerakan tari dan iringan musik. Keadaan trance tersebut menimbulkan tingkah lucu para penari dan membuat masyarakat tertarik dengan tontonan tersebut. 

Kostum yang digunakan Tari Dolalak ini biasanya memakai baju lengan panjang dan celana pendek hitam dengan coraknya yang khas dengan warna keemasan pada bagian dada dan punggung atau orang familiarnya menyebut dengan seragam kompeni belanda. Pada bagian kepala biasanya menggunakan topi pet hitam dengan hiasan seperti bulu yang berwarna – warni. Dan tidak lupa pada bagian kaki menggunakan kaos kaki dan sampur pinggang yang diikat disebelah kanan.


Tari Dolalak pada awalnya hanya di iringi dengan acapela saja. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini juga diiringi dengan alat musik seperti kendang, terbangan, bedug, kecer, dan organ. Selain itu juga lagu lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi pertunjukan Tari ndolalak sangat bermacam macam, sampai lagu jenis pop, dangdut, dan campursari di kemas sesuai dengan gerakan para penari. Syair lagu yang dibawakan biasanya bertema tentang agama, sindiran sosial, kegembiraan, percintaan dan nasehat tentang kehidupan.


Demikian mengenai informasi tentang tarian ndolalak asal kota Purworejo, Jawa Tengah.


sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Wednesday, December 19, 2018

KAMUS BAHASA SAMBAS BESERTA CONTOH KATANYA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info


1. Abek (kb); bambu dan sejenisnya. Contoh, ‘tinggi lalu batang abek iye’ (tinggi sekali batang bambu itu).


2. Ambek (kk); ambil. Ambekkkan (ambilkan), ngambek (mengambil) contoh, ‘ambek duit dalam laci yo’ (ambil duit dalam laci itu).


3. Ampak (kk); kunyah, ngampak (mengunyah). Contoh, ‘ape kau ampak ye’ (apa yang kamu kunyah).


4. Ape (kt); apa. Contoh, ‘ape ye’ (apa itu).


5. Bulak (ks); bohong, bual, dusta. Pembulak (pembohong). Contoh, ‘kau bulak i’ (kamu bohong ya)’


6. Babal (ks); bebal, bodoh, sulit mengerti, sulit paham. Contoh, ‘babal lalu’ (bodoh sekali)


7. Basak (ks); tidak kering, basah. Basaek (membasahi). Contoh, ‘bajuku basak kanak aek’ (bajuku basah kena air).


8. Batol (ks); benar, betul, tidak salah. Batolkan (kk); membetulkan, memperbaiki, merenovasi. Contoh, ‘dah batol’ (sudah benar).


9. Biak (kb); mereka, anak-anak. Makbiak (istri). Contoh, ‘kemane biak tok’ (kemana mereka ya).


10. Cantek (ks); cantik, indah, mempesona, anggun, menarik. Contoh, ‘cantek inyan die’ (cantik sekali dia).


11. Canting (kb); cawan, centong, gayung, penakar beras. Contoh, ‘canting untok mandek’ (gayung untuk mandi).


12. Carat (ks);pengen, ingin, menginginkan, keinginan. Contoh, ‘carat aku dengan motor iye’ (aku pengen motor itu).


13. Ceret (kb); teko, wadah menyimpan air, alat penuang air. Contoh, ‘ceret ku mane i’ (teko ku mana ya).


14. Daan ; tidak. Contoh, ‘daan nak ke pasar ke’ (tidak mau kepasar ?).


15. Danggol (kk); kayu alas yang melintang, tedanggol (tersandung). Contoh, ‘gare-gare tedanggol ke kayu iye, sampai terantak aku ke tanah’ (gara-gara tersandung kayu itu, aku sampai terjerembab ke tanah’


16. Dise’ (ks); tidak ada, kosong. Contoh, ‘disek biak sitok’ (mereka tidak ada disini).


17. Dolok (ks); dulu, masa lalu, hal yang sudah terjadi. Contoh, ‘dolok we aku’ (dulu aku).


18. Dalu (ks); larut malam. Contoh, ‘dah dalu tok, tidok udek’ (sudah larut malam, segera tidur).


19. Dakok (kk); peluk, rangkul, bedakok (berpelukan). Contoh, ‘teletubis iye bedakok’ (teletubis itu berpelukan).


20. Elak (kk); hinder, elak, ngelak (menghindar). Contoh, ‘bola hamper kanak aku, untong aku ngelak’ ( bola itu hampir mengenaiku, untung saja aku mengelak ).


21. Gare (kk); agar, supaya,gare-gare (gara-gara). Contoh, ‘makan sayok we supaye sehat (makan sayur, agar sehat).


22. Gadoh (ks); repot, berisik. Contoh, ‘maaf mun kamek ngadohek urang nak ang tok’ (maaf kalau kami Cuma merepotkan orang).


23. Gerete (kb); sepeda, begerete (bersepeda). Contoh, ‘gerete sape ye’ (sepeda siapa itu)


24. Hangas (ks); ngos-ngosan. Contoh, ‘hangas lakak becacak tok we’ (ngos-ngosan habis berlari).


25. Insanak (kb); keluarag, sanak keluarga. Contoh, ‘insanak mu ke ye’(apakah dia keluargamu).


26. Indak (ks); tidak, enggan, tak mau. Contoh, ‘indak aku geye e’ (aku tidak mau begitu).


27. Intare (kb); pembatas di sawah, pematang sawah. Contoh, ‘itok intare ume si anok dengan si anok’ (ini pembatas antara sawah si dia dan si dia).


28. Isek (kk); isi, mengisi, ngisek (mengisi). Contoh, ‘isek kotak iye dengan barang-barang’ (isi kotak itu dengan barang-barang).


29. Incarut (kk); ngomong atau bicara kotor atau ajorok. Contoh, ‘usah nak incarut’ (jangan mengucapkan kata kotor).


30. Jajal (ks); jahil, nakal. Contoh, ‘jajal lalu kau tok we’ (nakal sekali kamu ini).


31. Jaler (kk); menjulurkan lidah keluar dengan maksud mengejek teman. Contoh, ‘jalerek die’ (julurkan lidah kita untuk dia).


32. Jikku (kk); menurutku, pendapatku, kataku. Contoh, ‘yo ngape tang geye jiku be’ (loh kenapa kok begitu kataku).


33. Jope (kt); mengapa. Contoh, ‘jope be tang geye jadiannye’ (mengapa kok jadi begitu).


34. Kacak (kk); menginjak. Contoh, ‘usah nak di sie narohkannye, kalak kanak kacak’ (jangan di situ menyimpannya, nanti terinjak).


35. Kaleh (kk); pindah, minggat, pergi,lihat, tengok, bekaleh (berpindah). Contoh, ‘cobe kaleh, ngalikek nak’ang kau sitok e’ (coba pindah, kamu disini Cuma menghalangi).


36. Kalak; nanti. Contoh, ‘kalak we aku ke sie’ (nanti aku ke sana).


37. Ladde (ks, kb); sadar, siuman, lada, merica. Contoh, ‘payah inyan mangunek urang iye tidok e, payah nak melade’ ( susah sekali membangunkan orang ini tidur, susah mau sadar).


38. Lene (kk); lena, terlena, terpesona. Contoh, ‘cantek lalu perempuan iye, sampai lene aku ngalehnye’ (cantik sekali wanita itu, sampai terpesona aku melihatnya).


39. Layyak (kb); jahe. Contoh, ‘tulong balikan layyak, untok masak yo’ (tolong belikan jahe, untuk keperluan masak).


40. Malar (ks); selalu, sering, tak jarang. Contoh, ‘kau tang malar sian, biak beracek dengan kau’ (kamu kok sering tak ada, mereka itu mencarimu).


41. Ngadar (ks); tau diri, sadar diri.contoh, ‘ngadar sikit we jadi urang’ (jadi orang tu tau diri sedikit).


42. Paik; mustahil,sulit di percaya, sulit untuk bisa dilakukan. Contoh, ‘paik nak bise kau manjat batang kelapak yang tinggi lalu ye’ (mustahil kamu bisa memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi itu).


43. Ragi (kk); membicarakan orang lain, bergosip, mengolok orang lain. Contoh, ‘tadek we biak meragi aku’ (tadi mereka membicarakanku).


44. Sappor (ks); gurih, renyah. Contoh, ‘sappor lalu gorengan banding itok’ (gurih sekali singkong goring ini).


45. Tambol (kb); kue, roti, makanan ringan. Contoh, ‘tambol ape tok e tang rupe nyaman inyan’ (kue apa ini sepertinya enak sekali).


46. Tirau (kk); lihat, pantau. Contoh, ‘cobe tirau we, ade ke inyan die sie’ (coba lihat, apakah dia ada disana).


47. Tolen (ks); selalu, sering. Contoh, ‘kau tolen yang dating tok we, sian ke yang laing. (kamu terus yang dating, apakah tidak ada yang lain).


48. Umak (kb); ibu, panggilan untuk orang yang melahirkan kita. Contoh, ‘umak nak kepasar ke’ (apakah ibu mau kepasar).


49. Umme (kb); sawah. Contoh, ‘ume sape tok e’ (sawah siapa ini).





50. Usah (kk). Jangan, melarang. Contoh, ‘usah nak macam-macam, kalak dapat bala’ (jangan berbuat macam-macam, nanti mendapat musibah).
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

RESUME KEBUDAYAAN SUKU MELAYU

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
SUKU MELAYU
OlehAris Munandar
Sejarah kebudayaan Indonesia

PENGENALAN SUKU MELAYU

            

Suku atau ras melayu adalah sebuah kelompok masyarakat yang tidak hanya berada di sebagian wilayah Indonesia, melainkan juga berbagai Negara di asia tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam. Diluar asia tenggara juga terdapat suku melayu meskipun tidak sebanyak di asia tenggara seperti di Sri lanka dan Afrika Selatan.


Bila kita mendengar orang melayu, pasti dibenak kita akan timbul pemikiran bahwa orangnya ramah, baik, santun dsb. Ada juga yang selalu mengidentikkan melayu dengan Malaysia. Namun saya disini akan mencoba menjelaskan bagaimana sebenarnya asal orang melayu dan bagaimana karakteristik orang melayu.


Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Proto Melayu atau melayu tua diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan. Proto melayu inilah yang akan menjadi suku bangsa dayak, toraja batak, papua dll. Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara. Deutro melayu atau melayu muda inilah yang akan menjadi suku melayu sekarang, jawa, bugis, minang dsb.


Menurut Raden Kesuma yang berasal dari Sambas, Suku Melayu di Kalbar ini adalah campuran (asmilasi) Dayak dan Melayu. Orang Melayu datang dari Sumatera ke pulau ini sekitar abad ke-5 M hingga 7 M dan kemudian berasimilasi dengan Orang Dayak Iban di pesisir pulau ini lalu menghasilkan masyarakat baru dipesisir (pada saat itu seluruh Sungai-sungai di pulau ini di diami oleh Orang -Orang Dayak sedangkan sebelum kedatang Orang Dayak dari Kamboja, pulau ini dihuni oleh Orang Negrito yang juga berasimilasi dengan Orang Dayak di pulau ini yaitu asimilasi Melayu-Dayak itulah yang menghasil generasi pertama Suku Melayu di Kalimantan Barat yaitu Melayu Sambas (Sungai Sambas) dan Melayu Ketapang (Sungai Pawan). Saat ini percampuran terus terjadi sebagai contoh yang sekarang disebut Orang Melayu Sambas itu adalah campuran (mix asimilasi) secara nasab (garis bapak) dari Melayu, Dayak, Bugis dan Jawa (Orang Cina banyak di wilayah Sambas tetapi masih eksklusif, kalau pun ada asimilasi, jumlahnya masih tidak signifikan).






Ketika bangsa kolonial datang di negeri bernama Nusantara ini mereka menyebutnya ras melayu. Hal itu disebabkan oleh penggunaan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar dan berbudaya melayu yaitu kain kuning, telok belanga; sarong dan rempah jenis makanannya yg sama. Secara antropologis bangsa melayu penyebarannya "hampir' diseluruh wilayah Nusantara. Istilah deutro dan potro melayu adalah dua hal yg berbeda karena tarikh kedatangan bangsa-bangsa tersebut dari Yunan (India belakang) ribuan tahun silam sebelum zaman gletser yang diperkirakan 3.500 tahun SM.





Melayu Pesisir (bermukim di kawasan tepi pantai,laut,sungai, terbagi atas sub pengelompokan meliputi : sub Melayu Sambas, sub Melayu Mempawah, sub Melayu Kubu Raya dan sub Melayu Pontianak.Khusus di Kalimantan Barat,kelompok Melayu ini mayoritas tersebar dikawasan pesisir dan mereka merupakan kelompok yang telah lama bermukim didaerah ini.Bahkan secara umum masyarakat ini dikenal sebagai salah satu penduduk asli Propinsi Kalimantan Barat selain masyarakat Dayak yang lebih banyak tinggal dipedalaman di wilayah Kalimantan Barat.Sehingga kelompok Melayu ini menghasilkan karakter khas yang bersifat relatif lebih tenang dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan alam.
Melayu dari kawasan pedalaman dekat,terbagi atas sub pengelompokan meliputi : sub Mempawah Hulu,sub Melayu Bengkayang,sub Melayu Landak,sub Melayu Sanggau.
Melayu dari kawasan pedalaman jauh,terbagi atas sub pengelompokan meliputi : sub Melayu Tayan,sub Melayu Sekadau, sub Melayu Melawi,sub Melayu Sintang, sub Melayu Kapuas Hulu.
Melayu dari kawasan peralihan pada dua kawasan pedalaman, terbagi atas sub pengelompokan meliputi : sub Melayu Kayong Utara, sub Melayu Ketapang.









KEBUDAYAAN BANGSA MELAYU






1.Sistem Kepercayaan /Religi


Upacara yang bersifat tradisional sudah tidak ada lagi karena sebagian penduduk beragama islam dan hanya merayakan hari-hari besar agama islam saja, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.


Ada perbedaan dalam sistem religi antara masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat dengan masyarakat suku Jawa. Misalnya, di dalam keyakinan dan kepercayaan pada masyarakat suku Jawa, dimana keyakinan mereka sedikit banyak dipengaruhi oleh agama yang timbul dan dianut masyarakat Jawa tersebut. Sikap religius mereka sering ditampakkan dalam kegiatan berkunjung ke makam nenek moyang dengan menaburkan bunga yang disebut “Nyekar”. Mereka percaya bahwa nenek moyang adalah sebagai cikal bakal atau benih suatu kaum. Oleh karena itu, untuk menghormati para nenek moyang, mereka melakukan kegiatan nyekar kemakam nenek moyang. Selain itu mereka juga mempunyai aliran kepercayaan lain yang sangat dipatuhi dan tetap mereka laksanakan, dan aliran kepercayaan itu merupakan hasil saringan ajaran agama resmi seperti agama Islam, Hindu, Budha dan agama Nasrani.


Sedangkan pada masyarakat suku Melayu di Kalimantan Barat pada khususnya kepercayaan mereka sepenuhnya berawal dari agama Islam dan aliran kepercayaan seperti itupun tidak kita jumpai pada suku Melayu ini karena mereka taat dalam menjalankan syariat agama Islam dan mereka berpegang teguh pada ajaran agama tersebut. Adapun kegiatan yang bersifat keagamaan yang masih mereka jalankan dengan sepenuh hati, misalnya Nazam, Berzanji, Tahar dan sebagainya.


2.Sistem Kekerabatan


Sistem kekerabatan pada masyarakat Melayu di Kalimantan Barat pada umumnya menganut sistem bilinial atau bilateral yaitu mengambil garis keturunan dari ayah dan ibu. Anak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama dari orang tua maupun sanak keluarga dari ayah dan ibu.


Tetapi dalam pembagian warisan, anak laki-laki memperoleh bagian yang lebih banyak dari anak perempuan.

Dalam suku Melayu, yang merupakan kelompok kekerabatan terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Ketiga unsure inilah yang disebut keluarga inti. Adapun istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu adalah:





A. Mertua, yaitu panggilan untuk menyebut orang tua suami atau istri.

B. Besan, yaitu panggilan orang tua dari pihak laki-laki menyebut orang tua pihak istri anaknya atau dengan menantunya dengan sebutan besan dan demikian sebaliknya.

C. Ipar, yaitu panggilan untuk saudara kandung dari suami atau istri.

D. Biras, yaitu panggilan untuk suami atau istri dari ipar.

E. Ayah, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua laki-laki.

F. Umak, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua perempuan.

G. Nek Aki, yaitu panggilan terhadap orang tua laki-laki ayah atau ibu.

H. Nek Wan, yaitu pangglan terhadap orang tua perempuan ayah atau ibu.

I. Pak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara laki-laki ayah atau ibu.

J. Mak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara perempuan ayah atau ibu.

Panggilan terhadap Pak Tuak ini tergantung dari urutan kelahiran. Apabila Pak Tuak merupakan anak pertama maka dipanggil Pak Along (yang sulung), anak kedua dipanggil Pak Angah (yang tengah), dan yang terakhir dipanggil Pak Usu (yang bungsu) Sedangkan untuk yang perempuan dipanggil Mak Along, Mak Angah dan Mak Usu. Jika jumlah saudara lebih dari tiga orang disebut berdasarkan warna kulitnya.

Istilah tersebut dapat juga dilihat dari fisiknya. Apabila waktu lahir badannya kecil, maka dapat dipanggil Pak Acik. Apabila badannya panjang, maka dapat dipanggil Pak Anjang. Dan apabila badannya gemuk dipanggil Pak Amok.

Bila panggilan terhadap orang dewasa ada istilahnya, maka antara anak-anak juga ada istilah sendiri. Misalnya sebutan saudara sepupu untuk anak dari Pak Tuak dan Mak Tuak.

Ada beberapa adat istiadat Melayu yang masih berlaku hingga saat ini, diantaranya adat istiadat dalam upacara perkawinan, gunting rambut dan lain sebagainya. Yang merupakan puncak adat istiadat dalam upacara perkawinan.


3.Adat Istiadat Perkawinan


Perkawinan yang ideal, terdapat hal-hal yang menjadi criteria dalam mencarikan jodoh bagi anak adalah ketaatan dalam menjalankan syariat agama, tingkah lakunya yang sopan, peramah, tidak sombong, tidak angkuh dan sebagainya serta diiringi dengan kecantikan atau ketampanan paras dan fisiknya.


Masalah pembatasan jodoh, secara resmi di dalam suku Melayu berpegang teguh pada hukum syara’ yaitu hukum yang terdapat dalam agama yang mengatur tentang hal perkawinan tersebut, selain itu ada juga larangan kawin antara dua orang yang :

a) Berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas.

b) Berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang dengan saudara orang tua dan seorang dengan saudara neneknya

c) Berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu / bapak tiri

d) Berhubungan susunan, yaitu orang tua susunan, anak susunan, saudara susunan dan paman / bibi susunan

e) Berhubungan saudara dengan istri atau sebagai bibi atau kemenakan dari istri, jika seorang suami memiliki istri lebih dari satu.

f) Mempunyai hubungan yamg di dalam agama Islam antar peraturan lain yang berlaku, dilarang melakukan perkawinan

Selain itu ada hal lain juga yang membatasi jodoh, yaitu masalah usia yang masih di bawah umur, masalah kesehatan dan agama yang berbeda. Tetapi apabila sudah masuk ke dalam agama Islam, maka tidak ada lagi larangan untuk melaksanakan perkawinan. Dalam masyarakat Melayu, banyak tradisi atau adat istiadat yang harus dipenuhi sebelum dan sesudah perkawinan, antara lain sebagai berikut :





a) Cikram


Cikram merupakan tanda ikatan pertunangan antara dua insan, dan jika sudah ada gadis pilihan, maka di utus orang-orang yang dituakan atau orang-orang tua untuk datang ke pihak orang tua perempuan pilihannya tersebut. Biasanya menurut adat istiadat, dalam kedatangan wakil dari pihak laki-laki itu, ada barang-barang yang perlu dibawa, antara lain: sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau, dalam satu ceper atau talam, sedangkan sehelai sarung, selendang, sabun dan bedak sebagai bahan pengiring, dan bahan-bahan tersebut diberikan kepada pihak orang tua perempuan.


Barang-barang tersebut belum diserahkan dan terlebih dahulu dimulai dengan acara pelamaran. Dalam acara pelamaran ini, biasanya maksud kedatangan pihak laki-laki ini dikiaskan dengan pantun dan sajak. Apabila pantun dan sajak itu dijawab dengan baik oleh pihak perempuan, maka pihak laki-laki menyerahkan barang bawaan berupa sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau.


Setelah penyerahan barang bawaan berupa sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau ini, wakil dari pihak perempuan membalas pemberian sirih, pinang tersebut dengan tidak ketinggalan sirih, pinang serta sarung dan songkok sebagai tambahan. Hal ini merupakan pertanda bahwa telah ada persetujuan mengenai ikatan kedua insan tersebut.


b) Aktar Pinang


Setelah pelaksanaan antar cikram, maka tahap berikutnya adalah antar pinang. Antar pinang ini merupakan salah satu adat istiadat dalam perkawinan yang harus dilaksanakan.

Apabila hari dan waktu dari pelaksanaan antar pinang telah disepakati atau ditetapkan, maka barang-barang yang akan diantarkan lebih banyak dari cikram dan menurut adat istiadat yang berlaku, sirih pinanglah yang lebih diutamakan. Mas kawin untuk perempuaan dapat berupa uang, emasdan barang. Hal ini tergantung kesepakatan kedua belah pihak.


Selain itu yang turut serta menjadi barang antaran adalah perlengkapan alat- alat tempat tidur, pakaian, pakaian dalam, sandal, payung dan barang-barang kelontongan lainnya. Barang-barang tersebut dibawa kepihak perempuan, dan orang-orang dari pihak laki-laki turut serta beramai-ramai mengantarkannya. Kecuali tempat tidur diantarkan sebelum antar pinang. Adakalanya syarat yang ditentukan yaitu disebutkannya sejumlah uang hangus tersebut dan besar kecilnya tergantung keadaan atau kemampuan pihak laki-laki. Uang hangus tersebut bertujuan untuk membantu konsumsi pihak perempuan dalam pelaksanaan pesta perkawinan.






c) Pelaksanaan Perkawinan


Beberapa hari sebelum acara pokok perkawinan dilaksanakan, maka kaum kerabat yang jauh sudah berdatangan. Kaum kerabat itu membantu membuat tarup dan emper-emper. Tarup tempat duduk untuk undangan, sedangkan emper-emper tempat sajian makanan. Tarup ini dihiasi dengan “Gladak” yang lukisannya berwarna-warni. Gladak adalah dekorasi untuk tarup dimana bahannya dari kain yang telah disiapkan, tujuan dipasangnya gladak adalah supaya para undangan tidak merasa bosan.


Ketika hari perkawinan telah tiba, acara ini diiringi dengan musik tanjidor yang bertujuan untuk menyemarakan acara pesta. Apabila tamu-tamu sudah berdatangan, maka protokol menyambut dengan ucapan selamat datang kepada para undangan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh penyelenggara, kemudian acara dilanjutkan dengan acara adat yaitu pembacaan zibir nazam dan Al-berzanji.


d) Pulang Memulangkan


Malam pertama setelah acara perkawinan, ada lagi acara yang disebut acara pulang memulangkan. Dalam acara ini wakil dari pihak laki-laki dan perempuan diharapkan kehadirannya untuk saling menyerahkan kedua mempelainya tersebut.


Adapun acaranya adalah wakil dari pengantin laki-laki menyerahkan kepada wakil pengantin perempuan dan menurut adat yang telah ditentukan, wakil pihak pengantin laki-laki menyerahkan anaknya kepada pengantin perempuan itu tersendiri. Berikutnya wakil dari pengantin perempuan menerima penyerahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pengantin perempuan kepada pihak pengantin laki-laki, sama halnya dengan penyerahan pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan.







Setelah selesai acara pulang memulangkan, kepada orang yang dituakan diminta untuk memberikan nasihat, khususnya nasihat perkawinan kepada kedua mempelai dalam mengarungi hidup berumah tangga, lalu dilanjutkan dengan acara sujud. Dalam acara sujud ini, pengantin laki-laki dan perempuan bersalaman mencium tangan kedua ibu bapak dan mertuanya sebagai tanda taat setia. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa selamat.


e) Buang-Buang


Acara ini biasanya dilaksanakan pada tengah malam pertama setelah acara pulang memulangkan dan pihak pengantin perempuan yang maendatangkan dukun untuk melaksanakan acara ini. Alat-alat yang diperlukan berupa air tolak bala, lilin dua batang, telur ayam sebiji, kelapa setampang diisi gula pasir, benang sumbu dan beras secupak. Semuanya dimasukkan kedalam suatu tempat yang disebut bintang.


Pengantin laki-laki memakai sarung yang dililitkan dibadan, sedangkan perempuan memakai kemban dan berkerudung. Mereka berdiri dipelataran yang telah disiapkan, lalu dukun menyiram kedua mempelai hingga basah kemudian dengan dua buah lilin yang sedang menyala dikelilingkan sebanyak tujuh kali dan pada keliling yang ketujuh, apinya harus ditiup serempak oleh kedua mempelai dengan disaksikan oleh seluruh keluarga yang hadir pada saat itu, lalu mereka berganti pakaian dan duduk yang telah dipersiapkan.


Maksud dari acara buang-buang ini adalah sebagai peringatan bagi pengantin baru untuk membersihkan diri dan membuang kebiasaan-kebiasaan yang tidak bermanfaat bagi kehidupannya.


f) Balik Tikar


Hari keempat setelah acara perkawinan adalah dilaksanakannya adat yang disebut sebagai adat balik tikar. Tikar diranjang dibalikkan dan demikian dengan kasurnya. Kelambu yang dihiasi dengan berbagai dekorasi dibuang dan diganti dengan kelambu yang baru.

Apabila utusan pengantin laki-laki datang menjemput untuk membawa kedua mempelai kerumah orang tua laki-laki pengantin perempuan dibawa mak inangnya yang disebut dengan adat singgahan.


Biasanya, dua hari dua malam berada dirumah orang tua laki-laki dan berkunjung kerumah keluarga terdekat pengantin baru pulang kerumah orang tua perempuan.

Adat istiadat ini masih ada dan perlu dilestarikan demi kelestarian budaya yang terdapat di dalamnya.


4.Sistem Kesenian


Dalam masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat, banyak terdapat berbagai jenis kesenian. Oleh karena suku Melayu banyak yang memeluk agama islam, sehingga banyak yang dipengaruhi agama islam. Kesenian tersebut terdiri dari seni sastra, seni rupa, seni pertunjukan dan seni musik.


1. Seni Sastra


Seni sastra dari suku Melayu Kalimantan Barat ini berupa Nazam, Berzanji, dan sebagainya.





a) Zikir Nazam


Nazam merupakan kesenian yang bernafaskan islam. Bentuk dari kesenian Nazam ini adalah seperti Berzanji. Syairnya dilagukan dalam bahasa Arab. Biasanya Nazam dilakukan setiap malam jum’at disurau atau dirumah penduduk yang menginginkan kegiatan itu. Nazam merupakan pembacaan Berzanji dengan dilakukan dan terdapat pengurangan kata-kata dalam syairnya apabila jumlah baris kelebihan dan ada penambahan jumlah baris apabila kekurangan. Yang penting jumlah baris dalam setiap bait harus ada empat belas.


b) Berzanji


Berzanji juga merupakan kesenian yang bernafaskan islam. Kesenian ini berupa pembacaan syair-syair dari kitab Al-berzanji yang ditulis dalam bahasa Arab. Kitab ini berisikan sejarah lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam pembacaan syair ini biasanya menggunakan irama-irama dan gerakan tertentu. Ada syair yang dibacakan dengan duduk dan ada pula yang dibacakan dengan berdiri.

Berzanji biasanya dilakukan pada waktu memperingati Maulud Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada acara gunting rambut bayi, ataupun pada acara perkawinan, serta pada acara pindah rumah. Tujuan dari pembacaan Berzanji ini adalah mengagungkan nama Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW.


2. Seni Rupa


Seni rupa pada masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat ini berkembang sejak masuknya pengaruh agama islam. Agama islam mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan seni rupa. Bentuk seni rupa yang dihasilkan seperti seni arsitektur, seni kerajinan,seni ukir (kaligrafi) dan lain-lain.


3. Seni Pertunjukan


Pada umumnya perkembangan seni tari Melayu di Kalimantan Barat berkembang dengan baik. Tari Jepin merupakan tarian rakyat Melayu pesisir pantai yang masih ada, tarian ini bernafaskan islam. Jumlah penarinya minimal dua orang.

Selain tari Jepin, ada juga tarian lain yang terkenal. Khususnya tarian yang berasal dari Kabupaten Sambas, seperti Tari Tandak Sambas dan Tari Radat.


4. Seni Musik


Pada masyarakat Melayu Kalimantan Barat seni musik tradisional yang terkenal adalah seni musik tanjidor dan tahar. Seni musik tanjidor ini sampai sekarang masih dipergunakan dalam acara perkawinan. Peralatan musik tanjidor ini terdiri dari terompet yang beranekaragam ukuran, drum, rebana dan lain sebagainya.


Tahar merupakan sekelompok orang yang memainkan peralatan kesenian yang memainkan rebana.Biasanya tahar terdiri dari enam sampai sepuluh orang dengan membawaka lagu yang bernafaskan islam, dan orang yang membawakan tahar ini biasanya berteriak menyanyikan syair yang memuji keagungan dan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.





Selain dalam pesta perkawinan, baik tanjidor maupun tahar dapat dipakai juga untuk upacara khitanan, khataman Qur’an dan lain-lain.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

PANTANG LARANG MELAYU

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
PANTANG LARANG


MELAYU SAMBAS





Oleh


Aris Munandar






Sejarah kebudayaan Indonesia










Saya lahir dan dibesarkan di daerah yang masih bersifat tradisional yaitu sambas. Sambas yang merupakan kabupaten terluar dikalimantan barat sekaligus kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara jiran Malaysia. Sambas memiliki banyak suku yang salah satunya adalah suku melayu yang memiliki kebudayaan dan adat serta tradisi yang masih sangat dipegang teguh oleh masyarakat suku melayu Sambas.


Melayu sambas memiliki banyak budaya , adat dan tradisi yang beraneka macam, namun saya disini ingin memaparkan, menjelaskan dan menerangkan tentang “PANTANG LARANG” yang merupakan salah satu dari berbagai kebudayaan dalam keseharian masyarakat melayu sambas.


Pantang Larang adalah sebuah pantangan atau larangan di dalam budaya melayu sambas yang dipercaya apabila dilanggar mendatangkan suatu bala atau musibah bagi yang melanggar. Pantang larang ini sering kita dengar diucapkan oleh para orang tua kepada anaknya untuk melarang anaknya berbuat sesuatu yang berbahaya, sesuatu yang tidak ada gunanya dll.


Memang bila dikaji dari segi ilmu pengetahuan, logika dan pemikiran rasional pantang larang memang sangat tidak masuk akal. Karena tidak didasari dengan sebab akibat yang tidak wajar dan tidak masuk akal di zaman modern sekarang ini.


Meskipun pantang larang sering dianggap kebohongan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, jika dicermati lebih dalam pantang larang memiliki tujuan baik yaitu mendidik,menasehati, melarang agar seseorang tidak berprilaku menyimpang.


Pantang larang biasanya berisi dengan larangan yang selalu beriringan dengan akibat tidak masuk akal. Menurut kepercayaan dan ajaran yang disampaikan orang tua terdahulu kepada anaknya adalah Pantang larang yang sepele kita lakukan biasanya berakibat fatal bagi kehidupan.


Pantang larang kadang selalu dimulai dengan kata “daan boleh geye” atau “daan boleh gitok” yang dalam bahasa Indonesia berati tidak boleh begitu sebagai kalimat awal untuk menyampaikan pantang larang kepada seorang anak atau seseorang yanglebih muda. Ada juga kata “usah nak geye” yang kalau dibahasakan dalam bahasa Indonesia berarti tidak boleh begitu.


Yang menyampaikan perkataan pantang larang pastilah orang yang lebih tua seperti kakak, abang, ibu, ayah, nenek, kakek dll. Ini untuk menakuti atau tujuan lain agar sang anak takut dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.


Banyak pantang larang yang sering diucap orang-orang dilingkungan saya pada zaman dulu. Hampir setiap kali kita lewat pasti akan mendengar perkataan anak kepada orang tuanya seperti “daan boleh ngajalkan lading tangah ari, kalak lukak”. Yang dalam bahasa Indonesia berarti tidak boleh memainkan pisau saat siang bolong, nanti luka.






Saya akan menjelaskan beberapa pantang larang dan akibatnya serta apa yang sebenar-benarnya akan terjadi jika dilanggar.


Yang pertama adalah “daan boleh pakai baju tebalik, nyroh mati umak” yang memiliki makna tidak boleh memakai baju secara terbalik, dapat berakibat matinya ibu dari yang memakai baju tersebut. Namun menurut kalian apakah logis jika hanya dengan memakai baju terbalik dapat berakibat pada lenyapnya nyawa seseorang ? jelas jawabannya pasti tidak. Menurut saya itu hanya penyampaian larangan orang tua terhadap anak agar anak tersebut tidak melakukan pekerjaan yang tidak berguna dan tidak dianggap gila oleh para tetangga.


Kedua, jika kita memakai topi atau payung di dalam ruangan, pasti orang tua akan berkata “usah nak pakai geye dalam rumah nong, kalak palak sulah”. Ini dalam bahasa Indonesia berarti jangan pakai itu dirumah nak, nanti kepalamu pitak. Jelas perkataan ini tidak masuk di akal sehat karena mana mungkin hanya dengan memakai penutup kepala di dalam rumah dapat menyebabkan kepala menjadi pitak. Mungkin sang ibu bermaksud agar anak tersebut jangan bermain menggunakan barang-barang tersebut didalam rumah.


Yang ketiga adalah “daan boleh ningkap, nyuroh mati umak”. Ini berarti tidak boleh tengkurap, bisa mengakibatkan ibunya mati. Sungguh tidak masuk akal bukan, namun itulah yang diucapkan ibu kepada anak agar anak tidak “ningkap” atau tengkurap yang dapat menyebabkan rasa sakit didada sang anak.


Keempat, “makan ujung tabu, supaye bise beranang”. Ini berarti makan ujung tebu, agar bisa berenang dalam bahasa Indonesia. Pantang larang ini diucapkan kepada anak yang sedang makan tebu yang kebetulan juga tidak tahu cara berenang. Jika sang anak memakan tebu, pasti ujungnya tidak dimakan karena rasanya tidak lagi manis. Orang tua mengucapkan pantang larang tersebut agar sang anak memakan tebu sampai ke ujungnya, supaya tidak mubazir atau kata orang sambas “meruse”


Yang kelima adalah jika seorang anak makan dengan berantakan, maka sang ibu berkata “daan boleh makan betaboran, nyuroh nasek menangis” yang dalam bahasa indonesia berarti jangan makan berantakan, nanti nasinya menangis. Mungkin maksud orang tua zaman dahulu adalah agar sang anak tidak makan berantakan, karena jika nasinya bertebaran kemana-mana pasti akan mubazir.


Yang keenam adalah “mun daan ngamping, kalak padi jahat”. Kalimat ini berarti jika tidak “ngamping”, padi akan menjadi rusak . ngamping adalah mengambil padi yang dua minggu sebelum panen dan dibuat semacam kue. Lalu kue itu di kumpulkan dimesjid untuk dimakan bersama bersama-sama dengan warga masyarakat setempat. Mungkin pantang larang ini lebih bermaksud dan bertujuan menjalin silaturahmi antar petani di desa tersebut dan sebagai ucapan syukur atas rezeki yang diberikan allah, tuhan yang maha esa kepada masyarakat desa tersebut.


Yang ketujuh adalah “daan boleh guring ditanah, kalak dilangkah antu” yang berarti jangan berbaring di tanah, nanti bisa dilangkah hantu. Menurut kalian masuk akal kah pernyataan tersebut.mendengar kata hantu saja sudah ada rasa percaya tidak percaya, apalagi dilangkah hantu. Mungkin maksud orang tua dahulu agar sang anak tidak berbaring di tanah dan membuat baju sang anak kotor.


Kedelapan, “tangah ari usah ngerayau, mun sakit sian obatnye”. Dalam bahasa Indonesia berarti siang bolong tidak boleh keluyuran,kalau sakit tak ada obatnya. Mungkin pantang larang ini diucapkan para orang tua zaman dahulu kepada anak mereka agar tidak bermain diluar saat siang hari karena panas matahari yang terik dapat mengganggu kesehatan sang anak dan dapat menyebabkan demam pada sang anak.


Selanjutnya yaitu kesembilan adalah “nak dare daan boleh dudok ngengkang di dapan lawang, kalak daan bise beranak”. Kata dalam bahasa sambas ini jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti gadis remaja tidak boleh duduk mengangkang di depan pintu, karna dapat menyebabkan nanti tidak bisa hamil. Coba anda bayangkan apahubungan duduk mengangkang dengan tidak bisa hamil, ada-ada saja orang melayu di sekitar saya ini. Menurut saya ini hanya tentang kesopanan. Bukankah tidak sopan kalau serang gadis duduk mengangkang di depan pintu dan dilihat oleh orang yang lewat. Mungkin itulah alasan orang tua dahulu mengucapkan pantang ;larang ini kepada sang anak. Hanya penyampaiannya saja yang terlalu dilebih-lebihkan orang tua zaman dulu agar anak takut dan tidak mengulangi perbuatan tak sopan itu lagi dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya dengan bahasa yang sama.


Contoh yang kesepuluh adalah “daan boleh makan di tampat tidok, kalak dipagek antu malamnye”. Itulah yang kita dengar ketika kita seorang anak dari suku melayu sambas pada zaman dahulu makan di tempat tidur. Dalam bahasa Indonesia ini berarti tidak boleh makan di atas tempat tidur, nanti malam bisa didatangi hantu. Memang tidak masuk akal bagaimana makan di tempat tidur sampai bisa didatangi hantu ?.orang tua zaaman dahulu hanya takut kalau makan di tempat tidur, nanti tempat tidurnya bisa kotor. Perkataan ini akan memberikan efek psikologis pada anak yaitu adalah berupa rasa takut dan tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari.


Yang ke sebelas adalah “makan aek nidehan nasek, supaye pintar” yang berarti makan air dari didihan tanakan nasi, agar pintar. Saya bingung dan tidak tau apa maksud dari perkataan ini. Apa hubungan air tanakan nasi dan kepintaran serta daya cerdas anak. Apakah ada penelitian yang mengungkapkan nya ?. namun inilah kata-kata yang disampaikan orang tua dahulu kepada anaknya.


Ke duabelas, “makan daan abis e nyuroh mati ayam”. Kalimat pantang larang ini berarti makan tidak sampai habis dapat mengakibatkan matinya peliharaan kita, terutama ayam. Menmang tidak masuk akal, kita yang makan tidak habis kenapa ayam yang mati. Mungkin maksud yang sebenarnya dari kalimat ini adalah makan itu harus habis, agar tidak mubazir. Namun di plesetkan orang tua dahulu agar ingatan sang anak lebih mampu mengingat perkataan ibunya.


Contoh pantang larang yang ke tiga belas adalah jika anak-anak makan sambil berbaring, ibunya akan berkata “Usah makan sambel guring, kalak nyuroh pemalas”. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kalimat ini berarti jangan makan sambil berbaring, nanti jadi orang yang pemalas. Namun jika dilogikakan, sangat tidak rasional bukan. Mana mungkin makan berbaring mempengaruhi kepribadian seseorang. Mungkin saja maksud sebenarnya dari apa yang disampaikan orang terdahulu dan sedikit masuk akala sehat adalah jika anak-anak makan berbaring akan tersedak makanan yang dimakannya.


Yang ke empat belas adalah “daan boleh nak motong kuku waktu malam, kalak pendek umor”. Dalam bahasa Indonesia berarti jangan mengguting kuku pada waktu malam, nanti umurnya pendek. Memeng jika dikaji secara medis, tak ada hubungan nya jika menggunting kuku malam hari dapat mengakibatkan meninggalnya orang lebih cepat. Maksud dan tujuan sebenarnya dari pantang larang ini adalah kalau malam hari kan gelap, jadi sulit untuk menggunting kuku dan akan berakibat melukai jari sendiri dan waktu malam adalah waktunya tidur, lebih baik tunggu siang untuk memotong kuku.


Contoh pantang larang yang ke lima belas adalah “daan boleh nunjok pelangi, kalak jari putus”. Jika di artikan dalam bahasa Indonesia berarti tidak boleh menunjuk pelangi, nanti jari terpotong. Ada-ada saja, apa masuk akal jika menunjuk pelangi dengan jari dengan pelangi dapat mengakibatkan jari seseorang terpotong. memang tidak masuk akal, namun inilah salah satu pantang larang yang telah lama hadir dan hidup di kebudayaan masyarakat melayu di sambas, Kalimantan barat.


Itulah beberapa contoh pantang larang dari masyarakat sambas, dan masih banyak lagi pantang larang lain yang belum saya sebutkan. Pantang larang tidak hanya ada di sambas, melainkan di setiap suku melayu di Indonesia, bahkan di Malaysia.


Kenapa pantang larang ini sering diucapkan kepada anak-anak ?. jawabannya adalah karena anak-anak masih mempunyai pikiran yang pendek dan tidak memikirkan lagi apa maksud sebenarnya dari apa yang disampaikan oleh orang tuanya melalui pantang larang tersebut.


Jika pantang larang tersebut diucapkan pada remaja atau orang dewasa yang sudah panjang pemikirannya, pastilah dia akan memikirkan apa hubungan pantang larang yang sepele dengan akibatnya. Apa sangkut pautnya dan apakah masuk akal pantang larang tersebut. Pasti akan mengundang pertanyaan dipikiran orang yang sudah berakal panjang.


Meskipun banyak mengandung unsur kebohongan, tapi setiap pantang larang pasti memiliki tujuan baik, entah itu untuk melindungi, menasehati, mengajari sang anak agar anak itu tumbuh dengan baik di lingkungan yang masih tradisional ini. Dengan nasihat yang biasa mungkin anak kurang dapat menuruti, namun dengan pantang larang ini,sedikit banyak anak akan lebih menuruti nasihat orang tuanya.


Namun dewasa ini dengan semakin perkembangan zaman dan masuknya paham-paham baru, pantang larang sudah jarang kita dengar diucap oleh orang tua kepada anaknya. Ini diakibatkan sudah bergesernya kebudayaan masyarakat dari masyarakat tradisional kepada masyarakat modern. Ini dipengaruhi semakin derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang melanda Indonesia.

Sebagai generasi selanjutnya kita lah yang perlu mengambil sikap apakah kebudayaan melayu ini perlu dilestarikan atau tidak untuk kedepannya agar anak cucu kita nanti tidak hanya terfokus pada perkembangan teknologi
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info