sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts
Wednesday, December 19, 2018
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Oleh
Kelompok 1
Pengantar Pendidikan
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, yang atas rahmat dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini merupakan hasil dari tugas mandiri bagi para mahasiswa, untuk belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang unsur-unsur pendidikan.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menumbuhkan proses belajar mandiri kepada mahasiswa, agar kreativitas dan penguasaan materi kuliah dapat optimal sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengetahui tentang latar belakang dan ruang lingkup pembahasan dalam mata kuliah pengantar pendididikan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa menjadi sahabat dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang. Kritik dan saran dari dosen pengampu mata kuliah dan juga teman-teman sangat kami harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan dalam belajar pada masa mendatang.
1.Peserta Didik
Status peserta didik menurut pandangan modern sebagai subjek didik, karena peserta didik adalah suyek atau pribadi yang otonom dan ingin diakui keberadaannya. Selaku pribadi yang memiliki ciri khas dan otonom ia ingin mengembangkan diri secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dialami sepanjang hidup.
Ciri khas peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik adalah:
a. Individu memiliki potensi fisik dan psikis yang khas sehingga merupakan makhluk yang unik. Peserta didik sejak lahir telah memiliki potensi yang ingindikembangkan dan diaktualisasi.
b. Individu tersebut sedang berkembang. Yang dimaksud berkembang disini adalah perubahan yang terjadi pada peserta didik secara wajar, baik yang ditunjukkan kepada diri sendiri maupun ke arahpenyesuaian dengan lingkungan.
c. Individu itu membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan yang manusiawi. Individu sejak dilahirkan dalamkeadaan tidak berdaya, sehingga memerlukan bantuan dan uluran tangan dari orang tuanya. Disisi lain individu tersebut memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya, namun perlu bimbingan.
d. Individu itu memiliki kemampuan yang mandiri. Para peserta didik ada kecenderungan untuk memerdekakan diri. Hal ini menimbulkan kebebasan dan mengundurkan diri. Ini bermaksud agar peserta didik memperoleh kesempatan memerdekakan diri dan bertanggung jawab sesuai dengan kepribadiannya.
Peserta didik menerima pendidikan dalam tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Di keluarga dia mendapat pengajaran dari orang tua dan keluarganya. Di sekolah dia mendapat pendidikan dari guru yang sekaligus orang tua kedua disekolahnya. Dan di masyarakat dia belajar dengan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar lingkungannya.
2.Pendidik
Pendidik dalam hal ini adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran utama adalah peserta didik. Pendidik tidak hanya guru di sekolah baik itu di SD, SMP, dan SMA atau dosen di perguruan tinggi. Tapi orang tua juga merupakan pendidik yang pertama kali memberikan pengajaran sejak kita baru lahir.
Tanggung jawab seorang guru, baik itu guru SD, SMP atau SMA adalah mendidik dan menanamkan nilai-nilaikebaikan terhadap peserta didik di lingkunan sekolah.
Seperti halnya guru, dosen juga bertanggung jawab terhadap mahasiswa untuk memberi materi dan memberi penilaian terhadap hasil belajar dan tugas yang dikerjakan mahasiswa atau yang disini disebut peserta didik.
3. Interaksi Edukatif
Interaksi edukatif adalah interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Intraksi yang dikatakan sebagai interaksi edukatif, apabila secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik dan mengantarkan peserta didik kearah kedewasaannya.
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dan pendidik yang terarah pada tujuan pendidikan. Pencapai tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi secara intensif dengan memanipulasikan isi, metode dan alat-alat pendidilan.
Ciri-ciri interaksi edukatif adalah sebagai berikut;
1. Ada tujuan yang ingin dicapai
2. Ada bahan atau pesan yang menjadi isi interaksi
3. Ada pelajar atau peserta didik yang aktif mengalami
4. Ada pendidik yang melaksanakan
5. Ada metode untuk mencapai tujuan
6. Ada situasi yang memungkinkan proses belajar mengajar dengan baik
7. Ada penilaian terhadap hasil interaksi
4. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu;
1. Memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan
2. Merupakan sesuatu yang oleh segenap kegiatan pendidikan
Kekurangan pendidik terhadap terhadap tujuan pendidikan dapat mengakibatkan kesalahan didalam melaksanakan pendidikan. Pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu.
Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemerintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai tingkat universitas.
Pada intinya tujuan pendidikan adalah untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Tapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpamelihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti peserta didik.
5. Materi Pendidikan
Dalam system pendidikan persekolahan materi pembelajaran telah diramu dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Kurikulum merupakan seperangkat atau system rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar.
Materi pendidikan ada dua yaitu materi inti dan materi local. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan pemersatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinnekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
6. Alat dan Metode
Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam dalam praktek pendidikan, istilah alat pendidikan sering diidentifikasikan dengan media pendidikan, walaupun sebenarnya pengertian alat lebih luas dari media.
Metode pendidikan adalah cara untuk mencapai sebuah tujuan pendidkan dengan jalan yang sudah ditentukan.
Alat dan metode pendidikan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Alat melihat jenisnya, sedangan metode melihat efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pendidikan. Alat dan metode pendidkan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.
Untuk memilih dan menggunakan alat dan metode pendidikan yang efektif, ada beberapa yang harus diperhatikan, yaitu;
1. Kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai
2. Kesesuaian dengan peserta didik
3. Kesesuaian dengan pendidik sebagai pemakai
4. Kesesuaian dengan situasi dan kondisi saat digunakannya alat tersebut
7.Lingkungan Pendidikan
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan dan makhluk hidup. Sedangkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Jadi dapat diartikan lingkungan pendidikan adalah berrbagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan.
Lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan ada tiga, yaitu;
1. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan searah.
2. Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan.
3. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat merupakan pendidikan diluar lingkungan keluarga dan sekolah, telah dimulai beberapa waktu ketika anak-anak telah lepas dari asuhan keluaraga dan beberapa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, December 16, 2018
Teori Belajar Behaviorisme, Kognitivisme, Humanisme, dan Konstruktivisme
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Teori Belajar

https://corojowo.blogspot.co.id/
Teori belajar adalah seperangkat cara yang mendeskripsikan bagaimana proses manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar. Ada empat teori belajar, yaitu Behaviorisme, Kognitivisme, Humanisme, dan Konstruktivisme. Pada dasarnya teori kedua adalah perbaikan dan perluasan dari teori pertama dan seterusnya, sehingga ada varian, gagasan utama, ataupun tokoh yang tidak dapat dimasukkan dengan jelas termasuk yang mana, atau bahkan menjadi teori tersendiri. Namun hal ini tidak perlu kita perdebatkan. Yang lebih penting untuk kita pahami adalah teori mana yang baik untuk diterapkan pada kawasan tertentu, dan teori mana yang sesuai untuk kawasan lainnya. Pemahaman semacam ini penting untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
1. Behaviorisme

http://practicee.com
Behaviorisme dari kata behave yang berarti berperilaku dan isme berarti aliran. Behavorisme merupakan pendekatan dalam psikologi yang didasarkan atas proposisi (gagasan awal) bahwa perilaku dapat dipelajari dan dijelaskan secara ilmiah. Karakteristik esensial dari pendekatan behaviorisme terhadap belajar adalah pemahaman terhadap kejadian-kejadian di lingkungan untuk memprediksi perilaku seseorang, bukan pikiran, perasaan, ataupun kejadian internal lain dalam diri orang tersebut.
Teori Behavioritik lebih menekankan pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati. Dalam hal ini perubahan ke arah yang lebih baik setelah proses belajar. Hal terpenting dari teori ini adalah input atau masukan yang berupa stimulus dan output atau keluaran yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi diantara stimulus dan respon kurang diperhatikan.
Stimulus dan respon ini bisa juga berupa pikiran, perasaan, dan perbuatan. Contohnya: stimulus berupa materi yang disampaikan atau diberikan oleh guru, dan responnya berupa reaksi serta hail dari materi tersebut. Para ahli yang berpengaruh dalam teori ini antara lain, Ivan Pavlov (yang terkenal dengan teori clasical conditioning), John B. Watson yang dijuluki behavioris S-R (Stimulus-Respons), Edward Thorndike (dengan teorinya Law of Efect), dan B.F. Skinner dengan teorinya yang disebut operant conditioning.
2. Kognitivisme
Banyak kelemahan berkaitan dengan belajar pada teori behavioritik, sehingga muncul banyak kritikan. Menjawab kritikan itu, muncullah teori kognitivisme. Kognitivis mengalihkan perhatiannya pada “otak”. Teori ini menekankan pengalaman pada proses belajar.
Teori ini mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar, tetapi tidak mngesampingkan faktor-faktor lain. Mereka berpendapat bagaimana manusia memproses dan menyimpan informasi sangat penting dalam proses belajar. Pakar psikologi kognitif modern berpendapat bahwa belajar melibatkan proses mental yang kompleks, termasuk memori, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah. Mereka meneliti bagaimana manusia memproses informasi dan membentuk representasi mental dari orang lain, objek, dan kejadian.
Kalau teori behavioristik berfokus pada perubahan yang dapat diamati sebagai hasil belajar, teori kognitivisme lebih luas, juga mencakup perubahan yang tidak dapat diamati. Namun ada baberapa ahli yang mengatakan teori ini lebih dekat kepada teori psikologi daripada teori belajar, karena angat sulit diaplikasikan. Teori ini terkadang juga menghendaki peserta didik untuk belajar sendiri untuk mencari pengalaman. Tokoh-tokoh dalam teori ini antara lain, Edward C. Tollman, Jerome Bruner, Avram Noam Chomsky, Piaget, dan Lev Vygotsky.
3. Humanisme
Tujuan belajar dari teori ini adalah “memanusiakan manusia”. Humanisme dipelopori oleh pakar psikologi Carl Rogers dan Abraham Maslow. Menurut Rogers, semua manusia yang lahir sudah membawa dorongan untuk meraih sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara yang konsisten menurut diri mereka sendiri. Teori belajar humanistik sifatnya abstrak dan lebih mendekaji kajian filsafat. Teori ini lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep. Dalam teori pembelajaran humanistik, belajar merupakan proses yang dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia, yakni untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar secara optimal. Dal hal ini, maka teori humanistik ini bersifat eklektik (memanfaatkan / merangkum semua teori apapun dengan tujuan untuk memanusiakan manusia).
Salah satu ide penting dalam teori belajar humanistik adalah siswa harus mempunyai kemampuan untuk mengarahkan sendiri perilakunya dalam belajar (self regulated learning), apa yang akan dipelajari dan sampai tingkatan mana, kapan dan bagaimana mereka akan belajar. Siswa belajar mengarahkan sekaligus memotivasi diri sendiri dalam belajar daripada sekedar menjadi penerima pasif dalam proses belajar. Siswa juga belajar menilai kegunaan belajar itu bagi dirinya sendiri.
Aliran humanistik memandang belajar sebagai sebuah proses yang terjadi dalam individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada yang meliputi domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain, pendekatan humanistik menekankan pentingnya emosi atau perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa. Untuk itu, metode pembelajaran humanistik mengarah pada upaya untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan siswa. Guru, oleh karenanya, disarankan untuk menekankan nilai-nilai kerjasama, saling membantu, dan menguntungkan, kejujuran dan kreativitas untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran.
4. Konstruktivisme
Konstruktivisme memandang belajar sebagai proses di mana pembelajar secara aktif mengkonstruksi atau membangun gagasan-gagasan atau konsep-konsep baru didasarkan atas pengetahuan yang telah dimiliki di masa lalu atau ada pada saat itu. Dengan kata lain, ”belajar melibatkan konstruksi pengetahuan seseorang dari pengalamannya sendiri oleh dirinya sendiri”. Dengan demikian, belajar menurut konstruktivis merupakan upaya keras yang sangat personal, sedangkan internalisasi konsep, hukum, dan prinsip-prinsip umum sebagai konsekuensinya seharusnya diaplikasikan dalam konteks dunia nyata.
Guru bertindak sebagai fasilitator yang meyakinkan siswa untuk menemukan sendiri prinsip-prinsip dan mengkonstruksi pengetahuan dengan memecahkan problem-problem yang realstis. Siswa sendiri harus proaktif mencari dan menemukan pengetahuan itu, dan mengalami sendiri proses belajar dengan mencari dan menemukan itu. Di sini diperlukan pemahaman guru tentang “apa yang sudah diketahui pebelajar”, atau apa yang disebut pengetahuan awal (prior knowledge), sehingga guru bisa tepat menyajikan bahan pengajaran yang pas

https://corojowo.blogspot.co.id/
Teori belajar adalah seperangkat cara yang mendeskripsikan bagaimana proses manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar. Ada empat teori belajar, yaitu Behaviorisme, Kognitivisme, Humanisme, dan Konstruktivisme. Pada dasarnya teori kedua adalah perbaikan dan perluasan dari teori pertama dan seterusnya, sehingga ada varian, gagasan utama, ataupun tokoh yang tidak dapat dimasukkan dengan jelas termasuk yang mana, atau bahkan menjadi teori tersendiri. Namun hal ini tidak perlu kita perdebatkan. Yang lebih penting untuk kita pahami adalah teori mana yang baik untuk diterapkan pada kawasan tertentu, dan teori mana yang sesuai untuk kawasan lainnya. Pemahaman semacam ini penting untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
1. Behaviorisme

http://practicee.com
Behaviorisme dari kata behave yang berarti berperilaku dan isme berarti aliran. Behavorisme merupakan pendekatan dalam psikologi yang didasarkan atas proposisi (gagasan awal) bahwa perilaku dapat dipelajari dan dijelaskan secara ilmiah. Karakteristik esensial dari pendekatan behaviorisme terhadap belajar adalah pemahaman terhadap kejadian-kejadian di lingkungan untuk memprediksi perilaku seseorang, bukan pikiran, perasaan, ataupun kejadian internal lain dalam diri orang tersebut.
Teori Behavioritik lebih menekankan pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati. Dalam hal ini perubahan ke arah yang lebih baik setelah proses belajar. Hal terpenting dari teori ini adalah input atau masukan yang berupa stimulus dan output atau keluaran yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi diantara stimulus dan respon kurang diperhatikan.
Stimulus dan respon ini bisa juga berupa pikiran, perasaan, dan perbuatan. Contohnya: stimulus berupa materi yang disampaikan atau diberikan oleh guru, dan responnya berupa reaksi serta hail dari materi tersebut. Para ahli yang berpengaruh dalam teori ini antara lain, Ivan Pavlov (yang terkenal dengan teori clasical conditioning), John B. Watson yang dijuluki behavioris S-R (Stimulus-Respons), Edward Thorndike (dengan teorinya Law of Efect), dan B.F. Skinner dengan teorinya yang disebut operant conditioning.
2. Kognitivisme
Banyak kelemahan berkaitan dengan belajar pada teori behavioritik, sehingga muncul banyak kritikan. Menjawab kritikan itu, muncullah teori kognitivisme. Kognitivis mengalihkan perhatiannya pada “otak”. Teori ini menekankan pengalaman pada proses belajar.
Teori ini mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar, tetapi tidak mngesampingkan faktor-faktor lain. Mereka berpendapat bagaimana manusia memproses dan menyimpan informasi sangat penting dalam proses belajar. Pakar psikologi kognitif modern berpendapat bahwa belajar melibatkan proses mental yang kompleks, termasuk memori, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah. Mereka meneliti bagaimana manusia memproses informasi dan membentuk representasi mental dari orang lain, objek, dan kejadian.
Kalau teori behavioristik berfokus pada perubahan yang dapat diamati sebagai hasil belajar, teori kognitivisme lebih luas, juga mencakup perubahan yang tidak dapat diamati. Namun ada baberapa ahli yang mengatakan teori ini lebih dekat kepada teori psikologi daripada teori belajar, karena angat sulit diaplikasikan. Teori ini terkadang juga menghendaki peserta didik untuk belajar sendiri untuk mencari pengalaman. Tokoh-tokoh dalam teori ini antara lain, Edward C. Tollman, Jerome Bruner, Avram Noam Chomsky, Piaget, dan Lev Vygotsky.
3. Humanisme
Tujuan belajar dari teori ini adalah “memanusiakan manusia”. Humanisme dipelopori oleh pakar psikologi Carl Rogers dan Abraham Maslow. Menurut Rogers, semua manusia yang lahir sudah membawa dorongan untuk meraih sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara yang konsisten menurut diri mereka sendiri. Teori belajar humanistik sifatnya abstrak dan lebih mendekaji kajian filsafat. Teori ini lebih banyak berbicara tentang konsep-konsep. Dalam teori pembelajaran humanistik, belajar merupakan proses yang dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia, yakni untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar secara optimal. Dal hal ini, maka teori humanistik ini bersifat eklektik (memanfaatkan / merangkum semua teori apapun dengan tujuan untuk memanusiakan manusia).
Salah satu ide penting dalam teori belajar humanistik adalah siswa harus mempunyai kemampuan untuk mengarahkan sendiri perilakunya dalam belajar (self regulated learning), apa yang akan dipelajari dan sampai tingkatan mana, kapan dan bagaimana mereka akan belajar. Siswa belajar mengarahkan sekaligus memotivasi diri sendiri dalam belajar daripada sekedar menjadi penerima pasif dalam proses belajar. Siswa juga belajar menilai kegunaan belajar itu bagi dirinya sendiri.
Aliran humanistik memandang belajar sebagai sebuah proses yang terjadi dalam individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada yang meliputi domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain, pendekatan humanistik menekankan pentingnya emosi atau perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa. Untuk itu, metode pembelajaran humanistik mengarah pada upaya untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan siswa. Guru, oleh karenanya, disarankan untuk menekankan nilai-nilai kerjasama, saling membantu, dan menguntungkan, kejujuran dan kreativitas untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran.
4. Konstruktivisme
Konstruktivisme memandang belajar sebagai proses di mana pembelajar secara aktif mengkonstruksi atau membangun gagasan-gagasan atau konsep-konsep baru didasarkan atas pengetahuan yang telah dimiliki di masa lalu atau ada pada saat itu. Dengan kata lain, ”belajar melibatkan konstruksi pengetahuan seseorang dari pengalamannya sendiri oleh dirinya sendiri”. Dengan demikian, belajar menurut konstruktivis merupakan upaya keras yang sangat personal, sedangkan internalisasi konsep, hukum, dan prinsip-prinsip umum sebagai konsekuensinya seharusnya diaplikasikan dalam konteks dunia nyata.
Guru bertindak sebagai fasilitator yang meyakinkan siswa untuk menemukan sendiri prinsip-prinsip dan mengkonstruksi pengetahuan dengan memecahkan problem-problem yang realstis. Siswa sendiri harus proaktif mencari dan menemukan pengetahuan itu, dan mengalami sendiri proses belajar dengan mencari dan menemukan itu. Di sini diperlukan pemahaman guru tentang “apa yang sudah diketahui pebelajar”, atau apa yang disebut pengetahuan awal (prior knowledge), sehingga guru bisa tepat menyajikan bahan pengajaran yang pas
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, December 13, 2018
Jenis-Jenis Kampus yang Ada Di Indonesia
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Buat kamu yang baru ingin masuk kuliah dan bingung menentukan dimana kamu akan kuliah, disini saya akan menjelaskan berbagai macam jenis kampus yang ada di Indonesia.
1. Akademik
Akademi adalah kampus-kampus yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi, kejujuran atau professional dalam satu cabang baik ilmu pengetahuan tekhnologi ataupun seni, ingat kejuruan. Kampus ini merupakan lembaga pendidikan yang akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa professional dalam bidangnya, karena apa ? karena di kampus ini kita akan diajaran untuk mendalami keterampilan praktek kerja (action) dan kemampuan untuk mandiri. Dan kamu disini mendapatkan praktek 40% dan teori 60%. Jadi saat kamu belajar, kamu juga akan praktek untuk mengasah keterampilanmu dan teori yang kamu dapatkan di bangku kuliah, KEREN BUKAN ?.. so sekali lagi kampus ini bisa mencetak kamu sebagai lulusan yang mempunyai keahlian PROFESIONAL. Nah salah satu foto kampusnya; akademi keperawaa (AKPER), akademi kebidanan (AKBID), akademi farmasi (AKFAR) dan akademi militer (AKMIL). Buat kamu yang mau jadi perawat handal atau jadi apoteker dan yang mau punya keahlian sekertaris, cocok banget nih kampus buat kamu. Jenjang penddikan akademi adalah diploma. Dan yang kamu harus tau, akademi itu diselenggarakan olh departemen pendidikan dan kebudayaan, instansi pemerintah lainnya dan penyelenggara perguruan tinggi swasta lainnya yang pembinaannya dilakukan oleh mentri pendidikan dan kebudayaan. Nah untuk lamanya kuliah terhantung kamu mau ambil jenjang yang mana.
§ Diploma satu (D1), lama pendidikan 1 tahun.
§ Diploma dua (D2), lama pendidikan 2 tahun
§ Diploma tiga (D3), lama pendidikan 3 tahun
Agar cepat jadi wisudawan dan wisudawati dan mempunyai keahlian yang professional, cepat tentukan pilihanmu. Semoga lancer dan sukses.
2. Politeknik
Kampus ini hampir sama dengan akademik, Cuma bedanya kalau akademik pendidikan vokasi yang hanya satu caang jurusan, sedangkan politeknik adalah kampus pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus, juga merupakan bidang vokasi professional, mamiliki spesialisasi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknik dan tekhnologi. Jenjang pendidikannya pun dari diploma satu (D1) sampai diploma empat (D4). Contoh kampusnya adalah Politeknik Negri Pontianak, Politeknik negri Bandung, Politeknik Negri Jakarta. Dan kemudian contoh jurusannya ada jurusan teknik sipil, jurusan teknik mesin, jurusan teknik asrsitektu dan masih banyak lagi. Segera tentukan arah pendidikanmu sekarang juga.
3. Sekolah Tinggi
Wah sekolah lagi ? Eits, jangan salah kampus ini salah satu perguruan tinggi tapi dalam bentuk sekolah tinggi, tetap aja kamu bisa masuk ke dalam kampus ini jika memang ada jurusan yang kamu senangi. Namun, terlebih dahulu kamu harus tau sekolah tinggi itu, bukan berarti kamu sekolah lagi seperti waktu kamu SMA, ya ? tapi sekolah tinggi itu kampus yang menjalankan program akademik dan professional yang mengajarkan satu bidang pendidikan kejuruan atau memiliki satu cabang ilmu pengetahuan. Bidang pendidikan itu bisa terdiri atas banyak jurusan atau program pendidikan lho. Nah kalau yangini beda sebutan jenjang pendidikan yaitu strata satu (S1) lamanya empat tahun. Contoh kampus sekolah tinggi terdiri dari beberapa jurusan seperti ; Stikes, STIE, STAIN, STIK, STKIP dan lain-lain, ayo langkahkan kakimu.
4. Institut
Kampus ini merupakan pendidikan akademi atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahan, teknologi, seni dan jika memenuhi syarat data menyelenggarakan pendidikan profesi. Gimana ? kerenkan ? bahkan memiliki beberapa fakultas dalam satu jenis keilmuan misalnya Institut Agama Islam Negri (IAIN), mempunyai fakultas tarbiah, fakultas dakwah, dan fakultas syari’ah. Selain itu ada Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI, mempelajari ilmu keguruan dan ilmu pendidikan, jadi terdiri dari jurusan-jurusan yang berkaitan dengan ilmu pkeguruan dan ilmu pendidikan saja. So IKIP akan menjadikan kamu yang menjadi GURU GURU terbaik, ayo bergerak !.
5. Universitas
NAH, kalau kampus yang satu ini, menyediakan pendidikan sarjana dan paska sarjana (S2). Kampus ini terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Misalnya Universitas Tanjungpura (UNTAN) memiliki fakultas kedokteran, fakultas hukum, fakultas pertanian, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, fakultas matematika dan ipa, fakultas teknik, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, fakultas ekonomi dan fakltas kehutanan. Yang paling penting segera tentukan pilihan sebelum kamu masuk kuliah.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, December 6, 2018
Makna Lambang Universitas Tanjungpura
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Pembuatan lambang Untan serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya dilaksanakan pada tahun 1960 dengan cara sayembara melalui surat kabar yang ada di Pontianak. Lambang dibuat berdasarkan hasil penggabungan antara kreasi hasil sayembara dengan ide panitia. Hasil karya yang dijadikan ide utama dalam pembuatan lambang tersebut adalah ciptaan E. Sortandy Ardiamidjaja, mahasiswa Fakultas Tata Niaga Universitas Daja Nasional yang dibuat tanggal 10 Mei 1960.
Menurut keterangan bapak Ismail Hamah, salah seorang pendiri Untan, lambang serta maknanya tersebut disahkan dalam suatu Sidang Pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 1961.
Komponen lambang Untan terdiri dari sebuah obor menyala dengan sepasang madau, sepasang sayap yang masing-masing terbelah lima serta pita merah putih. Dalam suatu bingkai terbentuk segi lima dengan uraian berikut:
Lambang-lambang tersebut mengandung makna
- Obor, yang bertingkat tiga serta dengan api berwarna merah bermakna civitas akademika Untan mempunyai semangat yang menyala-nyala dan tak kunjung padam dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.
- Mandau, melambangkan Untan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nasional berada di daerah Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat, yang dalam perkembangannya harus selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan.
- Sayap, yang berwarna kuning bermakna Untan berkewajiban menghantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik, maju, dan modern berlandaskan pada pandangan hidup Pancasila, yang tergambar pada setiap sayap yang memiliki lima helai bulu. Sayap yang berbulu lima itu menggambarkan semangat dan dinamika Untan yang memanivestasikan sepak terjang, sikap dan cara berfikir yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur Pancasila.
- Pita Merah Putih, bermakna mewujudkan cita-cita dan tujuan Untan sebagai Perguruan Tinggi yang bersifat nasinal, selalu mengabidkan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain, merupakan perwujudan dari perjuangannya didasarkan pada keberanian dan kebenaran, kesucian demi mewujudkan kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia.
- Segi Lima, yang menjadi bingkai lambang Untan bermakna Untan merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada dasar negara Pancasila.
Sumber: Buku Dies Emas Universitas Tanjungpura 20 Mei 59-09
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Jenis-Jenis Potensi Kecerdasan
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Jenis-Jenis Potensi Kecerdasan
Potensi kecerdasan yang kamu miliki bisa berbentuk macam-macam. Menurut berbagai teori kecerdasan yang kamu miliki bisa sebagai berikut ;
1. Kecerdasan Verbal-Linguistik (kecerdasan mengolah kata)
Kecerdasan kamu dalam hal Verbal-Linguistik akan terlihat bila kamu pintar berbicara, berdebat, membuat cerpen atau novel, serta menulis artikel.
2. Kecerdasan Numeric
Kecerdasan ini ditemukan pada orang yang bisa denganmudah menangkap data dan angka. Biasanya, ia kan menjadi pemikir yang rasional dan tenang.
3. Kecerdasan Ruang
Kecerasan ini terbiasa melihat pola, desain dan ruang. Biasa ditemukan pada profesi seniman, arsitek dan koreografi yang bisa menggambarkan benda-benda atau kejadian, dua atau tiga dimensi menjadi nyata.
4. Kecerdasan Musical
Kecerdasan yang berhubungan dengan suara, ritme dan irama.
5. Kecerdasan Fisik
Dengan kecerdasan ini, kamu dapat menggunakan tubuhmu dengan baik, seperti atlet dan penari.
6. Kecerdasan Bergaul
ini dia yang dibutuhkan dalam bergaul, Kecerdasan Intrapersonal. Melalui kecerdasan ini kamu dapat bergaul dengan mdah sehinggakamu mendapat julukan “cerdas gaul”.
7. Kecerdasan Intrapersonal (mengenai diri sendiri)
Berarti kamu memiliki kemampuan untuk “sadar sendiri”.sadar diri ini berhubungan dengan caramu mengatasi emosi, misalnya rasatakut, rasa malu, atau rasa marah dan iri.
8. Kecerdasan Natural
Yaitu kecerdasan yang menunjukkan kepekaan kamu terhadap dunia yang ada di sekitar kamu.
9. Kecerdasan Visi
Apakah kamu melihat situasi yang akan terjadi dan akan mengambil tindakan tepat yang akan terjadi dan mengambil tindakan tepat untuk menggapainya ? bila yakin bisa melakukannya, kamu memiliki Kecerdasan Visi.
10. Kecerdasan Integritas
Kecerdasan integritas adalah kecerdasan untuk menggabungkan da menghubungkanseluruh kecerdasan dari 1-9.
Sumber:
Muhtasa Rizal dan Hendi Kurniah. 2011. Kuliah Membuatku Gila. Telaga Inspirasi
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)

