sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Tradisi Jawa. Show all posts
Showing posts with label Tradisi Jawa. Show all posts
Tuesday, March 25, 2014
Upacara Tingkeban
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Acara Tingkeban utawi mitoni inggih menika satunggaling upacara ingkang dipun tindakaken tiyang jawi kangge mengeti jabang bayi umur 7 wulan wonten kandhutanipun ibu. Miturut para winasis, tembung mitoni asalipun saking tembung pitu, saged dipun tegesi pitutur, pituduh tumuju kasaenan lan kaluhuran. Wondene, miturut ilmu medhis, jabang bayi ngancik umur 7 wulan sampun nggadhahi wewujudan minangka manungsa kanthi wetah, pramila lajeng dipun pengeti kanthi ngawontenaken syukuran.
(wonten candhakipun)
(wonten candhakipun)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, February 19, 2014
BUKU PRIMBON SASMITA, MIMPI, DAN KEDUTEN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU PRIMBON SASMITA, MIMPI, DAN KEDUTEN
Ivan Taniputera
19 Februari 2014

Judul: Sasmita, Ngimpi, Keduten, dan Lain-lain
Penulis: N.A. Srimaya
Penerbit: Marfiah, Surabaja, tahun 1960-an
Jumlah halaman: 36
Ini adalah buku yang membahas mengenai pertanda-pertanda, makna mimpi, keduten (denyutan-denyutan pada tubuh), dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah daftar isinya.

Sebagai contoh adalah makna mimpi menurut jamnya pada halaman 6:
"Djam: 7-10 malam: Titijoni. Bermimpi waktu itu tak akan ada sasmitanja.
Djam: 11-2 malam: Gondojoni. Bermimpi waktu itu tak ada arti dan sering terlupakan.
Djam: 3-6 malam: Puspotadjem. Kebanyakan mengandung arti (sasmita gaibnja) jang perlu diinsjafi."
Selanjutnya pada halaman 7 terdapat pula memaknai mimpi bersadarkan naptu atau hari pasarannya.
Pada halaman 7 terdapat arah tidur yang baik berdasarkan hari pasaran (pancawara dan saptawara) guna menolak kejahatan dan gangguan setan.
Misalnya hari Minggu Pahing ke arah selatan.
Kemudian dijelaskan makna berbagai mimpi.
Masih terdapat pula berbagai firasat berdasarkan jam terjadinya, seperti:
- Firasat telinga terasa panas.
- Firasat telinga berbunyi.
- Firasat hati kedar.
- Firasat salak anjing di dalam rumah tanpa sebab
- Firasat kejatuhan cecak.
- Firasat lebah (tawon besar) yang bersarang
- Firasat rayap dalam membuat rumahnya
- Firasat adanya bintang kemukus
- Firasat kilat tanpa mendung
- Firasat petir menyambar
- Firasat berdenyut-denyut (keduten)
Berikut ini adalah contoh halamannya.

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
kebudayaan Jawa,
Metafisika,
metafisika Jawa,
PRIMBON,
ramalan,
Tradisi Jawa
Sunday, February 2, 2014
BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA
Ivan Taniputera
2 Februari 2014

Judul: Serat Dewa Ruci (dalam aksara Jawa)
Penulis: Empu Widayaka
Diterbitkan dan diedarkan oleh Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 56
Bahasa dan aksara Jawa
Pada halaman 3 tertera sebagai berikut:
"Serat Dewa Ruci punika ing ngajeng mawi tembang Kawi sekar ageng, anggitanipun Empu Widayaka ing Nagari Mamenang, inggih ing Kadhiri."
Empu Widayaka wau inggih Ajisaka, timuripun nama Jaka Sangkala, putranipun Empu Anggajali, ibunipun Putri ing Nagari Najran, tanah Ngarab...."
Terjemahan:
"Serat Dewa Ruci itu asalnya adalah Tembang Kawi sekar ageng, karangan Empu Widayaka di Negeri Mamenang, yang juga berada di Kediri.
Empu Widayaka juga disebut Ajisaka, waktu muda bernama Jaka Sangkala, putera Empu Anggajali, ibunya adalah Putri di Negeri Najran, Tanah Arab...."
Berikut ini adalah contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
kebatinan,
kebudayaan Jawa,
kejawen,
kesusasteraan Jawa,
Metafisika,
Spiritual,
Tradisi Jawa
Wednesday, January 29, 2014
BUKU ULASAN JANGKA TANAH JAWA, RAMALAN JAYABAYA DAN KARANGAN-KARANGAN RANGGAWARSITA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU ULASAN JANGKA TANAH JAWA, RAMALAN JAYABAYA DAN KARANGAN-KARANGAN RANGGAWARSITA
Ivan Taniputera
29 Januari 2014

Judul: Wetja Guru Loka (Wahju Praba Sujasa)
Penulis: Ki Sastrahandaja dan R. S. Hadhisono
Jumlah halaman: 65
Penerbit: Muria, Kudus, 1959
Buku ini mengulas beberapa hal, antara lain mengenai tahapan-tahapan sejarah Jawa berdasarkan Jangka Tanah Jawa, Ramalan Jayabaya, karya-karya Ranggawarsita, dan lain sebagainya. Ada pun daftar isinya adalah sebagai berikut:

Sebagai contoh pada halaman 11 terdapat nama-nama tahun Jawa dan pembagian windu.
WINDU
Masa I, yang dibagi menjadi 4 lagi, yang masing-masing delapan tahunan yakni:
1.Hadhi, tahun 1803-1810
2.Kanthara (1811-1818)
3.Sengara (1819-1826)
4.Santjaja (1827-1834)
Keempat windu ini disebut Kala Pandita.
Masa II juga terbagi menjadi 4 lagi,
5.Hadhi (1835-1842)
6.Kanthara (1843-1850)
7.Sengara (1851-1858)
8.Santjaja (1859-1866)
Masa III juga terbagi 4 lagi,
9.Hadhi (1867-1874)
10.Kunthara (1875-1882)
11.Sengara (1883-1890)
12.Santjaja (1891-1898)
Selanjutnya berulang kembali ke atas.
Selanjutnya pada halaman 12 terdapat kutipan sebagai berikut:
"KITAB MUSARAR DAN DJAJABAJA
Konon, pada suatu hari Sri Maharadja Djajabaja, seorang radja jang adil dan bidjaksana titisan Sanghyang Wisnu telah kedatangan seorang pandita waskita dari negara Rum bernama Maulana Ali Sjamsu Zain. Oleh sang Pandita Sri Baginda telah diberi peladjaran segala sesuatu mengenai soal2 gaib, segala hal jang belum terdjadi dapatlah diketahui berdasarkan sasmita gaib. Setelah Sri Baginda paham akan segala peladjaran jang diperoleh, oleh Sang Pandita kemudian dikeluarkan dan diberikanlah kepada Sri Baginda seadanja isi djangka jang dibawanja, yaitu ramalan2 jang terjantum didalam Kitab Musarar. Diantara ramalan2 itu terdapatlah pula Djangka Tanah Djawa, jaitu sedari Tanah Djawa masih keadaan kosong belum terisi manusia sehingga kelak HABISNJA SEGALA SESUATU DARI MUKA BUMI jang disebut KIAMAT KUBRA...."
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, January 28, 2014
PRIMBON SANGKAN PARANING MANUNGSA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
PRIMBON SANGKAN PARANING MANUNGSA
Ivan Taniputera
28 Januari 2014

Judul: Primbon Sangkan Paraning Manungsa
Penulis: Rd. Mugihardjo alias mBah Lantip
Penerbit: Toko buku "Keng," Semarang, 1959
Jumlah halaman: 53
Bahasa: Jawa
Ini adalah primbon yang berisikan berbagai macam hal, mulai dari ramalan, pertanda, filsafat, kebatinan, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh, pada halaman 5 terdapat makna aksara Jawa:
"1.Aksara Ha = Tegese Hurip/ Ana urip
Urip iku ora ana kang nguripi, urip idjen, urip langgeng ora kena ing Pati. Nguripi sakabehing kahanan.
2.Aksara Na = Tegese Nur.
Nuring Gusti dumunung aneng sipating Manungsa...."
Terjemahan:
"Aksara Ha = Berarti Kehidupan/ Ada kehidupan
Kehidupan itu tidak ada yang menghidupkan, hidup dengan sendirinya, hidup abadi tidak terkena kematian. Menghidupi segenap keadaan.
2.Asara Na = Berarti Cahaya
Cahaya Tuhan itu bernaung dalam sifat manusia....."
Kemudian pada halaman 6 terdapat makna aksara Jawa yang sudah disambung.
"Bag Aksara 20 kang digandeng
1.Ha+Nga = Hanga tegese Hangen-hangen
2.Na+Ta = Nata = Nutuk......"
Terjemahan:
"Bab mengenai 20 aksara yang sudah disambung
1.Ha+Nga = Hanga berarti Anan-angan
2.Na+Ta = Nata berarti Memukul, mengetuk....."
Kemudian terdapat pula isyarat-isyarat yang akan dialami seseorang menjelang kematian. Kemudian terdapat berbagai petuah:
"a.Adja madon
b.Adja minum
c.Adja main
d.Adja maling
e.Adja madat
f.Adja misuh......" (halaman 49)
Terjemahan:
"a.Jangan bermain wanita
b.Jangan bermabuk-mabukan
c.Jangan berjudi
d.Jangan Mencuri
e.Jangan menjadi pecandu
f.Jangan memaki........"
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Ilmu Kebatinan,
kebatinan,
kejawen,
PRIMBON,
Primbon Jawa,
tradisi,
Tradisi Jawa
Monday, January 27, 2014
BUKU WEDATAMA PININGIT DALAM AKSARA JAWA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU WEDATAMA PININGIT DALAM AKSARA JAWA
Ivan Taniputera
27 Januari 2014

Judul: Serat Jangka Wedhatama Piningit (Dalam Aksara Jawa)
Pengarang: Wiryapanitra
Penerbit: Boekhandel Pasarpon, Solo, 1936
Jumlah halaman: 6
Bahasa Jawa dengan Aksara Jawa.
Ini adalah buku mengenai filsafat dan kebatinan Jawa. Berikut ini adalah contoh halamannya:

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Monday, January 13, 2014
BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA
Ivan Taniputera
13 Januari 2014

Judul: Pembangunan Djiwa Lajang Kalimosodo Kangdjeng Sunan Kalidjogo Guru Sutji Ing Tanah Djowo
Penulis: M. Amin B.R.
Penerbit: ----, 1961
Jumlah halaman: 102
Bahasa: Jawa
Buku ini berisikan wejangan-wejangan spiritual dan kebatinan guna membangun jiwa manusia berdasarkan semangat Ketuhanan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah beberapa kutipannya:
Di halaman 5:
"O ngger anakku kang wus katon gagah lan bagus, gagahmu lan warasmu iku gunakna lan tandjakna kanggo bekti (ta'at) marang Gusti Allah Dzat ingkang paring gagah lan waras, anggone nggunakake waras lan gagah iku sarana nderek pernatane Gusti Allah S.W.T. lan njonto tumindake Nabi Muhammad kang dadi utusane."
Terjemahannya:
"Wahai anakku yang sudah nampah gagah dan tampan, kegagahan dan kesehatanmu itu pergunakanlah dan manfaatkan untuk berbakti (taat) kepada Gusti Allah Zat yang memberikan kegagahan beserta kesehatan, dalami menggunakan kesehatan beserta kegagahan itu sebagai sarana mengikuti aturan Gusti Allah S.W.T dan meneladani Nabi Muhammad yang menjadi utusanNya."
Pada halaman 23 terdapat sebagai berikut:
"Allah anggone djandji marang sira, amarga Ingsun mangerti manawa sira mbesuk nalika ana ing ndonja pada ora tahan udji/ ora sabar, pada manut marang pembudjuke Iblis/ Sjetan kadjaba mung setitik kang pada teguh atine/ kang pada tahan udji. Manawa sira ana ing alam ndonja pada manut marang Iblis/ Sjetan, mesti Ingsun Siksa pada karo paniksanipun marang Iblis/ Sjetan, lan manawa sira wus pada ngrasaake siksa geni naraka, adja pada sambat: "Duh Gusti Allah, kawula mboten kijat ngraosaken siksa pandjenengan..."
Terjemahannya:
"Allah dalam berjanji padamu, "Karena Aku memahami bahwa di masa mendatang tatkala engkau berada di muka bumi tidak tahan terhadap cobaan/ tidak sabar, mengikuti bujukan Iblis/ Setan, terkecuali hanya sedikit saja yang teguh hatinya/ tahan terhadap cobaan. Jikalau engkau di muka bumi ini mengikuti Iblis/ Setan, pastilah Aku siksa sama seperti penyiksaan bagi Iblis/ Setan, dan bila engkau telah merasakan siksa api neraka, janganlah mengeluh: "Aduh, Gusti Allah, hamba tidak tahan merasakan siksaMu....."
Berikut adalah contoh-contoh halamannya:



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
kebatinan,
kejawen,
Spiritual,
Sunan Kalijaga,
Tradisi Jawa
Friday, December 6, 2013
BAIK BURUKNYA HARI PERKAWINAN MENURUT PRIMBON JAWA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BAIK BURUKNYA HARI PERKAWINAN MENURUT PRIMBON JAWA
Ivan Taniputera
6 Desember 2013
Berikut ini adalah cara memilih hari pasaran (Saptawara dan Pancawara) berdasarkan tradisi Primbon Jawa. Caranya adalah dengan melihat tabel nilai angka (neptu) bagi Saptawara dan Pancawara. Lalu jumlahkan nilai angka tersebut. Misalnya Jumat Wage, maka Jumpat mempunyai nilai 1 dan Wage mempunyai nilai 5. Apabila keduanya dijumlahkan akan menjadi 6. Kemudian cocokkan hasilnya pada keterangan di bawah tabel.

Hasilnya:
1.Jika hasilnya adalah 7, maka mempelai berserta orang tuanya akan banyak mengalami pertengkaran.
2.Jika hasilnya adalah 2 atau 8, maka mempelai beserta orang tuanya akan sakit-sakitan.
3.Jika hasilnya adalah 3 atau 9, maka mempelai beserta orang tuanya akan banyak mengalami kebahagiaan.
4.Jika hasilnya adalah 4 atau 10, maka mempelai beserta orang tuanya akan banyak mengalami kesejahteraan dan kesenangan.
5.Jika hasilnya adalah 5 atau 11, maka mempelai beserta orang tuanya akan banyak berjumpa dengan orang-orang yang berniat jahat dan sering pula mengalami kehilangan.
6.Jika hasilnya adalah 6 atau 12, maka mempelai beserta orang tuanya akan mengalami perpisahan dan kematian.
Dengan demikian jumlah neptu yang baik bagi pernikahan adalah 3, 4, 9, dan 10.
Kunjungi pula https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, December 1, 2013
MENEBAK ISI TOPLES DENGAN ILMU NUJUM JAWA: TUYUL
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
MENEBAK ISI TOPLES DENGAN ILMU NUJUM JAWA: TUYUL
Ivan Taniputera
30 November 2013
Sewaktu mengunjungi sebuah grup metafisika seseorang menanyakan mengenai isi toples yang tampak pada gambar sebagai berikut.

Guna menentukan apa isi toples tersebut saya mencoba menggunakan ilmu nujum jawa guna menentukan apa isi toples tersebut. Metoda yang saya pergunakan adalah dengan melihat jam saat mengajukan pertanyaan. Ternyata jamnya adalah 22:57.
Angka jam tersebut lalu saya ubah menjadi aksara Jawa, yakni NA-NA-KA-PA-TA. Na-na-ka itu merupakan singkatan sebagai "anak-anak." Pa-ta itu bisa jadi "patah." Artinya meskipun wujudnya seperti anak-anak, tetapi ini usianya sebenarnya sudah bukan anak-anak lagi. Namun penafsiran lainnya Pa-Ta bisa juga menjadi "peteng." Jadi ini adalah semacam makhluk seperti anak kecil tapi punya niat "peteng" (gelap) atau tidak baik.
Selanjutnya diinformasikan bahwa isinya ternyata adalah TUYUL. Memang dalam kepercayaan rakyat, tuyul adalah sejenis makhluk halus seperti anak kecil yang bertugas mencuri uang seseorang bagi majikannya. Jadi niatnya memang tidak baik. Uniknya dengan metoda ilmu nujum Jawa ini dapat menebak isi toples tersebut.
Silakan bergabung dengan: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, November 30, 2013
PRIMBON ILMU NUJUM ATAU METODA RAMALAN JAWA YANG LUAR BIASA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
PRIMBON ILMU NUJUM ATAU METODA RAMALAN JAWA YANG LUAR BIASA
Ivan Taniputera
30 November 2013

Judul: Primbon Nudjum Djawa Sedjati
Pengarang: R. Mugihardjo, Al. mBah Lantip
Penerbit: Toko Buku Keng, Semarang, 1958
Jumlah halaman: 40
Bahasa: Jawa
Ini merupakan buku primbon unik dan lain dari yang lain karena di dalamnya dibahas mengenai metoda peramalan guna menjawab berbagai pertanyaan. Sebagai contoh menanyakan penyakit, hubungan rumah tangga, dan lain sebagainya. Dasar-dasar yang dipakai antara lain:
Neptu atau numerologi Jawa bagi sistim Tujuh Hari (Saptawara) dan sistim Lima Hari (Pancawara), yakni sebagai berikut:
SAPTAWARA
1.Akad (Minggu) Neptunipun 5.
2.Senen (Senin) Neptunipun 4.
3.Slasa (Selasa) Neptunipun 3.
4.Rebo (Rabu) Neptunipun 7.
5.Kemis (Kamis) Neptunipun 8.
6.Djumaat (Jumat) Neptunipun 6.
7.Setu (Sabtu) Neptunipun 9.
PANCAWARA
1.Kliwon Neptu 8.
2.Legi (Manis) Neptu 5.
3.Paing Neptu 9
4.Pon Neptu 7.
5.Wage Neptu 4.
Kemudian baik Saptawara dan Pancawara itu dikombinasikan, misalnya Minggu Kliwon, neptunya menjadi 5 + 8 atau sama dengan 13.
Kemudian berdasarkan tabel berikutnya Neptu 13 itu kedudukannya di Timur.
Selanjutnya dijelaskan pula perbedaan Neptu ganjil dan genap terhadap watak manusia.
Sehubungan dengan penyakit maka terdapat tabel (halaman 6) yang menghubungkan antara hari dengan organ tubuh manusia.
1.Minggu wonten ing Tungkak (sendi)
2.Senen wonten ing Talingan (telinga)
3.Slasa wonten ing Grana (hidung)
4.Rebo wonten ing Madaran (perut)
dan seterusnya
Lalu terdapat pula hubungan antara Pancawara dan arah, misalnya:
1.Kliwon kedudukannya berada di tengah.
2.Legi kedudukannya berada di Timur.
3.Paing kedudukannya berada di Selatan.
dan seterusnya.
Selanjutnya aksara Jawa juga dibedakan berdasarkan arah, misanya Ha, Na, Ca, Ra, Ka, kedudukannya ada di timur.
Ada hal penting dalam metoda peramalan ini:
1.Jam
2.Hari
3.Tanggal
4.Aksara Jawa
5.Nama
Hubungan antara hari dan penyakit adalah sebagai berikut.
Hari Senin kedudukannya berada di telinga (lihat tabel di atas).
"Tijang ingkang sakit dinten Senen asalipun saking:
1.Bok menawi mentas tukaran.
2.Mirengaken tembung ingkang boten njenengaken.
3.Ngempet hawa.
Ing wusana ladjeng saged dados sakit madaran lan sanesipun. Ananging djalaranipun boten bade pisah saking talingan."
Terjemahan:
"Orang yang sakit hari Senin diakibatkan oleh:
"Orang yang sakit hari Senin diakibatkan oleh:
1.Barangkali sehabis berkelahi.
2.Mendengarkan kata-kata yang tidak menyenangkan.
3.Memendam keinginan.
Selanjutnya dapat berkembang menjadi sakit perut dan lain sebagainya. Tetapi penyebabnya adalah dari telinga."
Kemudian dijelaskan mengenai metodanya:
Umpamanya dengan berdasarkan jam kedatangan orang yang ingin berkonsultasi. Orang itu misalnya datang jam 04.30. Angka-angkanya kemudian dijumlahkan: 0+4+3+0, sehingga menjadi 7. Angka 7 dalam bahasa Jawa adalah "pitu." Kata "pitu" jika dalam aksara Jawa maka dasarnya adalah huruf pa - ta.
Agar dapat digunakan dalam peramalan, maka aksara pa-ta itu harus diberikan "sandhangan." Ada pun yang dimaksud "sandhangan" adalah huruf hidup dan huruf mati. Umpamanya pa-ta tadi dapat menjadi pa-tah (putus atau patah), peteng (gelap), putung, atau putus. Ini menandakan hal yang kurang baik. Tandanya orang tadi tidak memiliki harapan sembuh.
Lalu peramalan bisa juga dilakukan dengan numerologi aksara Jawa. Misalnya 4 itu mewakili aksara "Ra"; 3 mewakili aksara "Ca" dan 7 mewakili "Ta."
Semua ini disusun dengan aksara "pa-ta" tadi; menjadi Ra-Ca-Ta-Pa-Ta. Susunan ini kemudian diolah lagi guna melakukan peramalan lebih lanjut.
Selain itu terdapat pula ramalan berdasarkan nama dan lain sebagainya.
Buku ini sangat layak dimiliki oleh para pecinta primbon dan penggemar atau pemerhati ilmu ramalan pada umumnya karena metodanya yang unik.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
ilmu nujum,
PRIMBON,
Primbon Jawa.,
ramalan,
Tradisi Jawa
TRADISI DARI PRIMBON JAWA MENGENAI MENCARI TEMPAT KEDUDUKAN MAKHLUK HALUS PENGUASA DESA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
TRADISI DARI PRIMBON JAWA MENGENAI MENCARI TEMPAT KEDUDUKAN MAKHLUK HALUS PENGUASA DESA
Ivan Taniputera
30 November 2013
Tradisi Jawa meyakini adanya makhluk halus yang menunggu sebuah rumah, desa, tempat, dan lain sebagainya. Makhluk-makhluk tersebut diberi sesaji pada waktu-waktu tertentu. Oleh karenanya, perlu diketahui di sebelah mana makhluk halus atau dalam bahasa Jawa disebut dhanyang tersebut bersemayam. Dalam Primbon dijelaskan mengenai cara mencari letak bersemayamnya makhluk halus penunggu desa tertentu. Caranya adalah melihat tabel berikut ini.

Misalkan nama desa adalah Sidosermo, maka huruf awalnya adalah s yang setara dengan aksara jawa "sa." Aksara Jawa sa letaknya berada di sebelah selatan. Dengan demikian, penunggu desa tersebut berada di selatan. Pada hari-hari tertentu perlu diadakan upacara selamatan di sebelah selatan desa.
Silakan bergabung dengan https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Astrologi Jawa,
dhanyang.,
makhluk halus,
PRIMBON,
Tradisi Jawa
Thursday, November 28, 2013
ARAH YANG BAIK DALAM MENCARI PENGHIDUPAN MENURUT PRIMBON JAWA: SUATU KONSEP RUANG DAN WAKTU TRADISIONAL
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
ARAH YANG BAIK DALAM MENCARI PENGHIDUPAN MENURUT PRIMBON JAWA: SUATU KONSEP RUANG DAN WAKTU TRADISIONAL
Ivan Taniputera
28 November 2013
28 November 2013
Berikut ini adalah pedoman mencari arah yang baik dalam mencari penghidupan yang diambil dari buku Primbon Jawa. Pedoman ini mencerminkan konsep Jawa mengenai ruang dan waktu, dimana ruang beserta waktu akan senantiasa berubah baik dan buruknya. Karena konsep perhitungan waktu yang berputar (siklis) berdasarkan sistim Lima Hari (Pancawara) dan sistim Tujuh Hari (Saptawara), maka arah baik serta buruk itu juga akan mengalami siklus pula, yang akhirnya juga kembali ke asal lagi.
Menurut tradisi Primbon Jawa tersebut, arah mata angin dalam suatu hari pasaran tertentu dapat digolongkan menjadi empat, yakni sandhang, pangan, lara, dan pati. Sandhang dan pangan secara harafiah berarti "pakaian" serta "makanan," sehingga tentunya ini merupakan arah yang bagus. Sedangkan lara dan pati, secara harafiah berarti "penyakit" serta "kematian," sehingga tentunya merupakan arah yang kurang bagus. Arah-arah yang kurang bagus itu tentunya harus dihindari.
Sebagai contoh adalah hari Jum'at Pahing, menurut Primbon, pada hari tersebut, sandhang jatuh di barat, pangan jatuh di selatan, lara jatuh di timur, dan pati di utara.
Berikut ini adalah tabel selengkapnya.
Menurut tradisi Primbon Jawa tersebut, arah mata angin dalam suatu hari pasaran tertentu dapat digolongkan menjadi empat, yakni sandhang, pangan, lara, dan pati. Sandhang dan pangan secara harafiah berarti "pakaian" serta "makanan," sehingga tentunya ini merupakan arah yang bagus. Sedangkan lara dan pati, secara harafiah berarti "penyakit" serta "kematian," sehingga tentunya merupakan arah yang kurang bagus. Arah-arah yang kurang bagus itu tentunya harus dihindari.
Sebagai contoh adalah hari Jum'at Pahing, menurut Primbon, pada hari tersebut, sandhang jatuh di barat, pangan jatuh di selatan, lara jatuh di timur, dan pati di utara.
Berikut ini adalah tabel selengkapnya.

sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, January 17, 2013
Tumpak Punjen lan Tumplak Punjen
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kabudayan Jawa nduweni upacara adat sing diarani tumpak punjen lan tumplak punjen. Upacara tumpak punjen iku katindakake ing kalane wong mantu kang kepiasan, dene tumplak punjen iku katindakake ing kalane wong mantu kang pungkasan.
Punjen tegese pundhi-pundhi utawa celengan. Tembung tumpak punjen maknane tumapak ngiseni celengan. Sarehdene lagi mantu sepisan, mula kudu ngati-ati anggone nanjakake lakune ekonomi. Para luhur paring pitutur kanthi pralambang utawa pasemon tumpak punjen menawa diwedharake mangkene. "Kowe kudu ngati-ati mecaki urip kang bakal kelakon, butuhmu isih akeh banget, mula sing gemi nastiti ngati-ati, nyelengana dhuwit saben dina."
Tumplak punjen uga pralambang lan pasemon. Tumplak tegese ngesok. wong kang mantu pungkasan mono karepe mung kari iku butuhe.
Punjen tegese pundhi-pundhi utawa celengan. Tembung tumpak punjen maknane tumapak ngiseni celengan. Sarehdene lagi mantu sepisan, mula kudu ngati-ati anggone nanjakake lakune ekonomi. Para luhur paring pitutur kanthi pralambang utawa pasemon tumpak punjen menawa diwedharake mangkene. "Kowe kudu ngati-ati mecaki urip kang bakal kelakon, butuhmu isih akeh banget, mula sing gemi nastiti ngati-ati, nyelengana dhuwit saben dina."
Tumplak punjen uga pralambang lan pasemon. Tumplak tegese ngesok. wong kang mantu pungkasan mono karepe mung kari iku butuhe.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, August 31, 2012
Makna Penampakan Komet atau Lintang Kemukus Menurut Tradisi Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop

Makna Penampakan Komet atau Lintang Kemukus Menurut Tradisi Jawa
Ivan Taniputera
25 Agustus 2012
Komet yang juga disebut bintang berekor atau lintang kemukus dalam bahasa Jawa oleh berbagai kebudayaan dianggap sebagai pembawa pertanda bagi kejadian di masa mendatang. Pada kesempatan kali ini saya hendak membagikan hasil terjemahan saya mengenai makna kemunculan komet menurut tradisi Jawa berdasarkan arahnya.
1.Yen ana lintang kemukus metu ing : Wetan, ngalamat ana ratu sungkawa. Para nayakaning praja padha ewuh pikirane. Wong desa akeh kang karusakan lan susah atine. Udan deres. Beras pari murah, emas larang.
Terjemahan: Jika ada bintang berekor muncul di sebelah timur merupakan pertanda ada raja sedang berbela sungkawa. Para pengikutnya sedang bingung pikirannya. Orang desa banyak mengalami kerusakan dan bersusah hatinya. Beras dan padi murah harganya, tetapi emas akan mahal harganya.
2.Kidul-wetan: ngalamat ana ratu surud (seda). Wong desa akeh kang ngalih, udan arang. Woh2an akeh kang rusak. Ana pagebluk, akeh wong lara lan wong mati. Beras pari larang. Kebo sapi akeh kang didoli.
Terjemahan: Tenggara. Pertanda ada raja meninggal. Orang desa banyak yang pindah. Hujan menjadi jarang. Buah-buahan banyak yang rusak. Ada wabah penyakit. banyak orang sakit dan meninggal. Beras dan padi mahal. Kerbau dan sapi banyak yang dijual oleh pemiliknya.
3.Kidul: ngalamate ana ratu surud (seda). Para panggedhe pada susah atine. Akeh udan. Karang kitri wohe ndadi.Beras pari, kebo sapi murah regane. Wong desa pada nalangsa atine, ngluhurake panguwasane Pangeran kang Maha Suci.
Terjemahan: Selatan. Pertanda ada raja meninggal. Para pembesar sedang bersusah hatinya. Banyak hujan. Hasil kebun melimpah hasilnya. Beras, padi, kerbau, dan sapi murah harganya. Orang desa merana hatinya, mengagungkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Suci.
4.Kidul Kulon, ngalamat ana ratu surud. Wong desa padha nindakake kabecikan. Beras pari murah. Karang kitri wohe ndadi. Kebo sapi akeh kang mati.
Terjemahan: Barat daya. Pertanda ada raja meninggal. Orang desa melakukan kebajikan. Beras dan padi murah harganya. Hasil kebun berlimpah ruah. Kerbau dan sapi banyak yang mati.
5.Kulon bener, ngalamat ana jumenengan Ratu. Panggede lan wong desa padha bungah atine. beras pari murah. Apa kang tinandur padha subur, kalis ing ama. Udan deres tur suwe. Barang dagangan wujud apa bae padha murah regane, jalaran saka oleh nugrahaning Pangeran.
Terjemahan. Barat. Pertanda ada penobatan Raja. Pembesar dan orang desa merasa senang hatinya. Beras dan padi murah harganya. Apa yang ditanam akan berbuah subur dan cepat membuahkan hasil. Hujan deras dan lama. Barang yang diperjual-belikan dalam bentuk apa saja akan murah harganya, karena memperoleh berkah Tuhan.
6.Lor kulon, ngalamat ana Ratu pasulayan, rebutan raja darbeke lan pangwasane. Para Adipati padha tukaran rebut bener. Wong desa padha sedhih atine. Kebo sapi akeh kang mati. udan lan gludhug salah mangsa. Grahana marambah-rambah tur suwe. Beras pari larang emas murah.
Terjemahan. Barat laut. Pertanda ada raja berselisih memperebutkan kekuasaan. Para adipat berselisih memperebutkan kekuasaan. Warga desa bersedih hatinya. Kerbau dan sapi banyak yang mati. Hujan dan petir akan terjadi di musim yang salah. Kekurangan (gerhana) akan semakin meluas dan berjangka waktu lama. Beras dan padi akan mahal harganya, namun emas murah harganya.
7.Lor bener: ngalamat ana Ratu ruwet panggalihe jalaran saka kisruh paprentahane, kang temahan nganakake pasulayan, banjur dadi perang. beras pari larang, emas murah.
Terjemahan. Utara: pertanda ada raja yang kalut pikirannya karena kekeruhan dalam pemerintahan. Akan timbul perselisihan yang berkembang menjadi peperangan. Beras dan padi mahal harganya, namun emas murah.
Sumber: Sejarah Kutha Sala: Kraton Sala, Bengawan Sala, Gunung Lawu oleh R.M. Ng. Tiknopranoto dan R. Mardisuwignya, halaman 35-36.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Alamat,
Astrologi Jawa,
Bintang Berekor.,
Komet,
Lintang Kemukus,
Metafisika,
Pertanda,
Tradisi Jawa
Friday, July 13, 2012
Tata Cara Adat Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tata cara adat Jawa iku werna-werna saka sajrone kandhutan tumekane pati. Tata cara adat kalebu gugon tuhon. Gugon tuhon iku lumrah dilaksanakake dening wong-wong sing percaya. Wong sing percaya lumrahe padha nggugu lan mituhu marang sakabehe ila-ilane leluhur. Ancas tujuane nglaksanakake tatacara mau murih rahayu lakune panguripan lan bisa katekan apa kang dadi sedyane.
Tata cara adat Jawa kaperang dadi 3 golongan:
- Tata cara adat saka kandhutan - bocah
- Tata cara adat saka bocah - diwasa
- Tata cara kematian
Werna-werna Tata Cara Adat Jawa, ing antarane yaiku:
- Ngupati = wilujengan kandhutan umur 4 sasi
- Mitoni = wilujengan kandhutan umur 7 sasi
- Brokohan = wilujengan bayi lair
- Sepasaran = wilujengan bayi umur sepasar
- Selapanan = wilujengan bayi umur selapan
- Tedhak siten = wilujengan bayi umur 7 lapan / 7 sasi
- Tetesan = wilujengan bocah wadon sing lagi nggarap sari sepisan
- Khitanan = wilujengan bocah lanang sing lagi dikhitan
- Palakrama/nambut silane akrami = nikahan, perkawinan
- Surtanah = wilujengan kepaten (geblake)
- Mitung dina = wilujengan kepaten 7 dina
- Matang puluh = wilujengan kepaten 40 dina
- Mendhak (1) = wilujengan kepaten setaun
- Nyewu = wilujengan kepaten 1000 dina
- Midadarani = wengi sadurunge pala krama
(Sumber gambar saka:http://www.tembi.org/tembi/mitoni01.htm)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Saturday, November 26, 2011
Permainan Tradisional Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
1. Jamuran
Permainan ini dilakukan oleh sekelompok orang minimal 4 orang. Pemainnya berdiri melingkar dan bergandengan tangan. Ada salah satu pemain yang berdiri di tengah-tengah. Biasanya orang yang jadi (masang). Para pemain berputar sambil menyanyikan lagu jamuran.
Kemudian yang berada ditengah / yang jadi meminta. Misalnya meminta jamur kethek menek. Semua pemain harus memanjat. Berarti dia yang jadi (masang).
2.Bekelan
Permainan ini bisa dimainkan oleh dua orang, yang satu sebagai lawan mainnya. Permainan ini dilakukan secara bergantian. Apabila satu pemain kalah, pemain yang satu yang memainkan begitu seterusnya. Alatnya berupa bola bekel dan empat buah batu kerikil. Cara bermainnya, bola bekel dilempar ke atas dengan pelan. Kemudian mengambil batu yang berada di bawah. Lalu kembali menangkap bola yang melambung tadi, sebelum bola jatuh ke tanah. Pertama, ambil batunya satu persatu, lalu dua per dua, lalu 3, lalu 4, begitu seterusnya.
3.Dakon
Permainan ini tidak hanya sering dilakukan oleh masyarakat. Namun permainan ini juga dilakukan oleh puteri raja dalam keraton Dalam keraton biasanya menggunakan kecik (biji sawo). Selain biji sawo juga bisa menggunakan kerikil. Setiap lingkaran diberi kerikil 5 buah. Kecuali lingkaran yang berada disamping. Lingkaran itu dibiarkan kosong karena untuk menempatkan hasilnya. Permainan ini dimainkan oleh dua orang secara bergantian.
4.Bedelikan
Permainan ini biasanya dilakukan oleh 5-7 orang atau lebih. Biasanya dilakukan pada siang hari atau juga sore hari. Pemain yang jaga biasanya pemain yang kalah pinsut. Pemain yang jaga menutup matanya lalu menghitung dari 1 sampai 10. pemain yang lain bersembunyi ditempat yang kira-kira dianggapnya aman dan tidak diketahui oleh yang jaga. Pemain yang bisa ditemukan oleh pemain yang jaga berkumpul lalu pinsut dan yang kalah pinsut menjadi yang jaga. Di daerah Boyolali permainan ini sering disebut ambbellan atau delikan.
5.Sudamanda (engklek)
Di daerah Boyolali permainan ini sering disebut Brok. Permainan ini biasanya dilakukan oleh 3-5 orang. Permainan ini menggunakan gancu (pecahan genting). Permainan ini dimainkan sesuai dengan bidangnya. Pemain melempar gancu kedalam kotakan bidang. Lalu pemain berjalan menggunakan satu kaki atau engklek. Pemain deprok apabila berada di tempat yang dianjurkan untuk deprok. Pemain kembali engklek kemudian mengambil gancu. Ulangi permainan tersebut sampai akhir. Setelah gancu berhasil menempati semua kotakan, lalu pemain berjalan dengan mata tertutup untuk mencari gancunya sendiri. Apabila pada saat berjalan pemain menginjak garis, berarti permainan diulangi lagi setelah temannya bermain. Setelah gancunya berhasil didapatkan, pemain membelakangi bidang kemudian melempar gancu tersebut ke bidang. Setelah dapat, maka pemain mendapatkan tempat untuk deprok dan tempat itu tidak bisa dijamah oleh pemain lainnya.
6.Apolo
Di daerah Boyolali permainan ini sering disebut Boinan. Permainan ini biasanya dilakukan oleh 3-5 orang atau lebih. Permainan ini menggunakan pecahan genting yang ditumpuk-tumpuk. Kemudian para pemain melemparnya dengan menggunakan bola kasti. Pemain dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang menang dan kelompok yang jaga. Apabila salah satu pemain dari kelompok yang menang berhasil merobohkan tumpukan genteng pemain yang menang berlari, lalu pemain yang kalah berusaha melempar bola tersebut ke pemain yang menang sambil menata tumpukan genteng. Apabila genteng berhasil ditumpuk, maka kelompok pemain yang menang menjadi kalah.
7.Bentik
Permainan ini biasanya dilakukan oleh 5 orang atau lebih. Para pemain dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok jaga dan kelompok main. Permainan ini menggunakan bambu/bilah. Yang satu panjang dan yang satu pendek. Memainkanya, bambu yang pendek ditempatkan ditanah yang sudah dilubangi dengan arah melintang menyerupai jembatan. Lalu bambu yang panjang dimasukan dalam lubang dan mengangkat bamboo yang kecil sehingga melambung. Pemain yang jaga menangkap bambu tersebut.
Apabila tertangkap mendapatkan poin. Lalu bambu yang panjang ditaruh diatas tanah yang berlubang tadi. Apabila berhasil mengenai bambu yang panjang maka pemain yang main menjadi kalah dan bergantian menjadi jaga.
8.Cublak-cublak suweng
Dimainkan oleh beberapa orang. Ada satu yang tengkurap. Sedangkan yang lain meletakan tangannya diatas punggung orang yang tengkurap tadi. Sambil menyanyikan lagu cublak-cublak suweng ada seorang anak yang membawa kerikil kemudian diletakkan secara berurutan sampai lagu selesai. Setelah selesai kerikil itu ada digenggaman salah seorang anak dan yang tengkurap menjawab siapa yang membawa kerikil itu. Bila benar, si pembawa kerikil akan jaga. Jika salah, dia tetap jaga.
9.Pak tepong
Dimainkan oleh beberapa orang. Sebelumnya dibuat garis sebagai batas pelempar dan beberapa meter didepannya dibuat lingkaran. Setiap pemain melemparkan gacuknya ke dalam lingkaran. Bagi yang gacuknya diluar lingkaran dan paling jauh, dia harus jaga. Si penjaga menata gacuk. Ke atas kemudian ia harus menutup matanya. Saat dia menutup mata, teman-temannya bersembunyi. Dia harus mencari kawannya. Bila dia melihat temannya, dia harus memegang kacuk dan berkata pak tepong. Namun kawannya juga bisa menendang gacuk-gacuk itu. Saat itulah kawan-kawan lain bisa bersembunyi lagi sementara penjaga menata kembali gacuk-gacuk itu. Yang digunakan sebagai gacuk biasanya adalah serpihan genting dan kaca.
10.Betengan
Dimainkan oleh beberapa orang. Cara bermainnya yaitu ada dua buah pohon yang letaknya berseberangan. Tiap pohon dihuni oleh beberapa orang. Caranya yaitu perkelompok berusaha untuk memegang kelompok lawan. Namun dalam usahanya it dihalang-halangi oleh pemilik pohon. Bila lawan ada yang dipegang pemilik maka lawan itu menjadi milik pemilik. Dan jika bisa memegang pohon lawan maka ia menjadi pemenang. Benda yang dibutuhkan yaitu dua buah pohon.
11.Bat engklek
Dimainkan lebih dari satu orang. Ada dua macam batengklek yaitu batengklek biasa dan montor mabur. Bathengklek biasa berbentuk segiempat yang dibagi-bagi sedangkan montor mabur berbentuk pesawat terbang. Cara bermainnya sama, gacuk dilempar sesuai urutan kemudian pemilik engklek pada kotak-kotak yang ditentukan. Jika semuanya sudah selesai, pemilik akan mendapatkan sawah jika lemparan gacuk masuk pada kotak-kotak tadi. Alat : gacuk (serpihan genting, kaca, uang).
12. Mbar Suru
Mbar suru adalah permainan rakyat yang ada di daerah eks karisidenan Surakarta khususnya di daerah Boyolali. Permainannya adalah dengan biji Flamboyan atau Asam, disebar di lantai, tidak boleh melewati garis ubin, kemudian diserok dengan kertas atau plastik yg dijepitkan di antara jemari. Ketika menyerok 2 biji yg berdempetan, tidak boleh menyentuh biji yg tidak diserok. Jika menyentuh, artinya harus berganti pemain. Permainan ini diawali dengan masing-masing pemain menyertakan 'modal' biji, misalnya 5 atau 10 dan pada akhir permainan, dihitung siapa yg lebih untung.
13.Ancak-ancak Alis
Jenis permainan tradisional anak-anak yang ada di daerah sekitar eks karisidenan Surakarta ini, dalam proses permainannya menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan pertanian. Ketentuan jumlah pemain dalam permainan ini tidak ada, semakin banyak anak-anak yang terlibat dalam permainan ini akan semakin meriah. Tempat permainannya biasanya dipilih yang luas dan rata.
Cara bermainnya yaitu pertama-tama semua pemain bersepakat untuk memilih dua orang yang diantara mereka cenderung memiliki kekuatan, ketinggian, dan besar badan yang sama untuk menjadi petani. Kemudian petani ini segera menyingkir dari kelompok permainan untuk berunding mengenai nama-nama yang diambil dari istilah pertanian, misalnya A memilih nama jagung dan B memilih nama kacang. Kemudian kedua petani berdiri berhadapan dengan kedua tangan diangkat keatas dan mereka saling menepuk tangan sambil menyanyikan ancak-ancak alis. Masing-masing lagu ini di daerah Jawa ada perbedaan antara daerah yang satu dengan yang lainnya.(cia pbsj unnes 2007;r4)
(Oleh: Kelompok 2 Penelitian Foklor eks Karesidenan Surakarta, Dosen: Sukadaryanto;Rombel 4 Chafid dkk; PBSJ-BSJ-FBS-UNNES Universitas Negeri Semarang)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, November 18, 2011
Tari Bedhaya Ketawang
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tari Bedhaya Ketawang merupakan tarian yang biasa digunakan atau ditarikan di dalam keraton, karena biasa dipertunjukkan untuk mengiringi upacara Tingalan Jumeneng Dalem (ulang tahun penobatan raja).
Tarian ini ditarikan oleh sembilan orang penari putri. Ke sembilan penari putri tadi dicarikan yang sama atau hampir mirip Wajahnya, besar tinggi badannya. Begitu juga dengan tata rias dan tata pakaiannya sama. Ada nama-nama tersendiri untuk ke sembilan penari tersebut yaitu Endel, Batak, Jangga, Dada, Bunthil, Apit Ngajeng, Apit Wingking, Endel Wedalan Ngajeng, dan Endel Wedalan Wingking. Tarian Bedhaya Ketawang ini ditarikan oleh sembilan penari putri karena sembilan penari tersebut mencerminkan atau menyimbolkan sembilan lubang pada tubuh manusia. Penarinya juga harus masih perawan.
Untuk latihan tarian ini tidak boleh di sembarang hari, ada hari khusus untuk latihan tarian ini yaitu hari Selasa Kliwon. Tarian ini diiringi gendhing ketawang. Baik tari maupun gendhing pengiringnya merupakan sesuatu yang kramat, sehingga untuk menyajikannya harus didahului dengan suatu upacara tersendiri. Tari Bedhaya Ketawang ini melukiskan kisah pertemuan antara panembahan Senapati seorang raja Mataram dengan Nyi Roro Kidul seorang ratu di lautan Indonesia.
Di Keraton Surakarta tari Bedhaya Ketawang pada mulanya hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Namun, karena tari ini dianggap sebuah tarian khusus dan dipercaya sebagai tari uang amat sakral kemudian diperankan oleh sembilan prang penari. Tarian ini muncul karena akibat bersemadinya panembahan Senapati di pantai selatan. Dalam semadinya panembaan Senapati bertemu dengan Ratu Kidul yang sedang menari. Ratu Kidul ini mengajarkan pada panembahan Senapati Mataram, yang disesuaikan dengan alunan sebuah gendhing yang di dengar.
Tarian ini ditarikan oleh sembilan orang penari putri. Ke sembilan penari putri tadi dicarikan yang sama atau hampir mirip Wajahnya, besar tinggi badannya. Begitu juga dengan tata rias dan tata pakaiannya sama. Ada nama-nama tersendiri untuk ke sembilan penari tersebut yaitu Endel, Batak, Jangga, Dada, Bunthil, Apit Ngajeng, Apit Wingking, Endel Wedalan Ngajeng, dan Endel Wedalan Wingking. Tarian Bedhaya Ketawang ini ditarikan oleh sembilan penari putri karena sembilan penari tersebut mencerminkan atau menyimbolkan sembilan lubang pada tubuh manusia. Penarinya juga harus masih perawan.
Untuk latihan tarian ini tidak boleh di sembarang hari, ada hari khusus untuk latihan tarian ini yaitu hari Selasa Kliwon. Tarian ini diiringi gendhing ketawang. Baik tari maupun gendhing pengiringnya merupakan sesuatu yang kramat, sehingga untuk menyajikannya harus didahului dengan suatu upacara tersendiri. Tari Bedhaya Ketawang ini melukiskan kisah pertemuan antara panembahan Senapati seorang raja Mataram dengan Nyi Roro Kidul seorang ratu di lautan Indonesia.
Di Keraton Surakarta tari Bedhaya Ketawang pada mulanya hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Namun, karena tari ini dianggap sebuah tarian khusus dan dipercaya sebagai tari uang amat sakral kemudian diperankan oleh sembilan prang penari. Tarian ini muncul karena akibat bersemadinya panembahan Senapati di pantai selatan. Dalam semadinya panembaan Senapati bertemu dengan Ratu Kidul yang sedang menari. Ratu Kidul ini mengajarkan pada panembahan Senapati Mataram, yang disesuaikan dengan alunan sebuah gendhing yang di dengar.
(Diposting oleh Chafid pbsj 07' unnes) (disusun oleh kelompok penelitian folklor setengah Lisan Chafid dkk) Dosen Bapa Sukadaryanto, PBSJ-BSJ-FBS-UNNES Universitas Negeri Semarang). (Sumber gambar dari: http://kamusjawa.com/tari-bedhaya-ketawang.html)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)



