sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Belajar Bahasa Jawa. Show all posts
Showing posts with label Belajar Bahasa Jawa. Show all posts
Tuesday, January 1, 2019
Mengenal Huruf Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Di dalam bahasa Jawa, ada huruf yang disebut HaNaCaRaKa. Huruf atau aksara Jawa ini adalah turunan dari bahasa Brahmi yang kemudian dimodifikasi oleh Kesultanan Mataram. Nah, modifikasi dari Kesultanan Mataram tadi digunakan hingga sekarang dan disebut sebagai huruf Jawa modern.
Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf yaitu:
Ini dia huruf Jawa yang saya kutip dari Wikipedia.org.
Pada penulisan yang menggunakan aksara Jawa juga menggunakan huruf pasangan yang berfungsi sebagai penekan vokal konsonan di depannya, contoh, kita menulis kata "pakan sapi" kalau tidak ada aksara pasangan maka akan menjadi pakanasapi , karena huruf "na" tidak dimatikan dengan huruf pasangan.
Selain itu, ada juga huruf vokal mandiri (sandhangan), dalam istilah bahasa Arab dikenal sebagai harakat yang berfungsi sebagai tanda vokal, tanda ganti konsonan, dan tanda penghilang voka. Mengapa? Karena dalam huruf Jawa yang disebut di atas berbunyi akhir "a". Maka untuk menimbulkan bunyi vokal seperti "a, i, u, e, dan o", huruf konsonan seperti "r, h, dan ng, ya, ra, dan re" serta penghilang bunyi vokal harus menggunakan sandhangan.
Terakhir adalah tanda baca dalam penulisan aksara Jawa.
Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf yaitu:
Ha Na Ca Ra Ka
Da Ta Sa Wa La
Pa Dha Ja Ya Nya
Ma Ga Ba Tha Nga
Ini dia huruf Jawa yang saya kutip dari Wikipedia.org.
![]() |
| Wikipedia.org |
Pada penulisan yang menggunakan aksara Jawa juga menggunakan huruf pasangan yang berfungsi sebagai penekan vokal konsonan di depannya, contoh, kita menulis kata "pakan sapi" kalau tidak ada aksara pasangan maka akan menjadi pakanasapi , karena huruf "na" tidak dimatikan dengan huruf pasangan.
| Wikipedia.org |
![]() |
| http://id.wikipedia.org |
![]() |
| http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa |
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Mengenal Angka Dalam Bahasa Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Selamat datang para sedulur, apa kabarnya hari ini? Semoga Tuhan selalu melindungi sedulur-sedulur semua. Amiiin.
Kali ini saya ingin membahas angka dalam bahasa Jawa.
Satu = Siji
Dua = Loro (lihat beda Loro sama Lara)
Tiga = Telu
Empat = Papat
Lima = Lima
Enam = Nenem
Tujuh = Pitu
Delapan = Wolu
Sembilan = Sanga (baca: songo)
Sepuluh = Sepuluh
Sebelas = Sewelas
Dua Belas = Rolas
Tiga Belas = Telulas
Empat Belas = Patbelas
Lima Belas = Limalas
Enam Belas = Nembelas
Tujuh Belas = Pitulas
Delapan Belas = Wolulas
Sembilan Belas = Sangalas
Dua Puluh = Rong Puluh
Dua Puluh Satu = Selikur
Dua Piluh Tiga = Telulikur
Dua Puluh Empat = pat likur
Dua Puluh Lima = Selawe
Dua Puluh Enam = Nem Likur
Dua Puluh Tujuh = Pitu Likur
Dua Puluh Delapan = Wolu Likur
Dua Puluh Sembilan = Sanga likur
Tiga Puluh = Telung Puluh
Empat Puluh = Petang Puluh
Lima Puluh = Seket
Enam Puluh = Sewidak
Tujuh Puluh = Pitung Puluh
Delapan Puluh = Wolong Puluh
Sembilan Puluh = Sangang Puluh
Seratus = Satus
Dua Ratus = Rong Atus
Tiga Ratus = telung Atus
Empat Ratus = Patang Atus
Lima Ratus = Limang Atus
Enam Ratus = Nem Atus
Tujuh Ratus = Pitung Atus
Delapan Ratus = Wolong Atus
Sembilan Ratus = Sangang Atus
Seribu = Sewu
Silakan baca Teknik Pengucapan Bunyi Vokal terlebih dahulu...
Sekian dulu dulur, nanti saya bahas yang lain....
Matur Nuwun..
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.2)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal huruf "a". Sekarang kita akan menuju pada pengucapan vokal "i".
Teknik pengucapan vokal "i" ada 2 macam:
1. Vokal "i" dibaca "i" seperti pada kata "ikan, ilalang, miyabi"
Biasanya teknik pertama ini, hurufvokal "i" tidak diikuti huruf konsonan mati. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan vokal "i" dibaca "i":
Note: Huruf "i" saya tulis standar sebagai tanda bacanya.
2. Vokal "i" dibaca "e" seperti pada kata "lele dan lebar"
Biasanya teknik bunyi kedua ini huruf vokal "i" selalu diikuti/diakhiri dengan huruf konsonan mati. Contoh:
Note: Huruf "i" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
Teknik pengucapan vokal "i" ada 2 macam:
1. Vokal "i" dibaca "i" seperti pada kata "ikan, ilalang, miyabi"
Biasanya teknik pertama ini, hurufvokal "i" tidak diikuti huruf konsonan mati. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan vokal "i" dibaca "i":
Note: Huruf "i" saya tulis standar sebagai tanda bacanya.
- kali dibaca "kali" berarti sungai
- lali dibaca "lali" berarti lupa
- mburi dibaca "mburi" berarti belakang
- iwak dibaca "iwak" berarti ikan
- bali dibaca "bali" berarti kembali
- wedi dibaca "wedi" berarti takut
- wedhi dibaca "wedhi" berarti pasir
2. Vokal "i" dibaca "e" seperti pada kata "lele dan lebar"
Biasanya teknik bunyi kedua ini huruf vokal "i" selalu diikuti/diakhiri dengan huruf konsonan mati. Contoh:
Note: Huruf "i" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
- Kuping dibaca "kupeng" berarti telingaNah, Anda dapat mencoba teknik pengcapan huruf vokal "i" berulang-ulang. Pada postingan berikutnya saya akan membahas teknik pengucapan vokal "u".
- sikil dibaca "sikel" berarti kaki
- miring dibaca "mireng" berarti condong
- lirih dibaca "lireh" berarti pelan
- kirim dibaca "kirem" berarti hantar
- winih dibaca "wineh" berarti benih
- jirih dibaca "jireh" berarti takut
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Teknik Pengucapan T, TH, D, DH
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh". Nah, untuk keempat huruf ini sering terjadi kesalahan bahkan sebagian orang Jawa asli sendiri pun ada yang salah dalam mengucapkan. Salah ucap berarti beda arti.
Langsung aja mari dimulai:
1. Bunyi "t". Bunyi ini juga disebut "t tipis". Tekniknya adalah pada saat Anda mengucapkan "t" ujung lidah menyentuh gigi seri bagian atas.
Anda coba sekarang ucapkan kata ini: "te".
Berikutnya adalah contoh kata yang menggunakan "t tipis":
- tuman-ketagihan
- tuku-beli
- turu-tidur
- telu-tiga
2. Bunyi "th". Bunyi ini juga disebut "t tebal". Nah, tekniknya adalah ketika Anda mengucapkan "th" tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit-langit mulut bagian depan.
Coba ucapkan kata ini : "the".
Ini dia contoh kata yang menggunakan "th":
- cetha-jelas
- kutha-kota
3. Bunyi "d". Bunyi ini juga disebut "d tipis". Tekniknya, ketika Anda mengucapkan bunyi "d tipis" sama seperti pada saat mengucapkan "t tipis" di atas. Sekarang coba ucapkan kata ini :"de".
Contoh kata:
- dara-merpati
- durung-belum
- demak-kota demak
- degan-kelapa muda
- wedi-takut
4. Bunyi "dh". Bunyi ini juga disebut " d tebal". Teknik pengucapannya sama dengan pengucapan "th". Coba ucapkan kata ini :"dhe"
contoh kata:
- padha-sama
- padhang-terang
- randha-janda
- wedhi-pasir
Nah, Anda lihat perbedaan kata "wedi dan wedhi" bagaimana cara pengucapannya. Sekarang Anda sudah mengerti teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh".
Sekian dulu yah, lain waktu saya akan sambung ke kata tanya dalam bahasa Jawa. Pelajari dulu dech teknik pengucapan bunyinya hingga benar betul.
Langsung aja mari dimulai:
1. Bunyi "t". Bunyi ini juga disebut "t tipis". Tekniknya adalah pada saat Anda mengucapkan "t" ujung lidah menyentuh gigi seri bagian atas.
Anda coba sekarang ucapkan kata ini: "te".
Berikutnya adalah contoh kata yang menggunakan "t tipis":
- tuman-ketagihan
- tuku-beli
- turu-tidur
- telu-tiga
2. Bunyi "th". Bunyi ini juga disebut "t tebal". Nah, tekniknya adalah ketika Anda mengucapkan "th" tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit-langit mulut bagian depan.
Coba ucapkan kata ini : "the".
Ini dia contoh kata yang menggunakan "th":
- cetha-jelas
- kutha-kota
3. Bunyi "d". Bunyi ini juga disebut "d tipis". Tekniknya, ketika Anda mengucapkan bunyi "d tipis" sama seperti pada saat mengucapkan "t tipis" di atas. Sekarang coba ucapkan kata ini :"de".
Contoh kata:
- dara-merpati
- durung-belum
- demak-kota demak
- degan-kelapa muda
- wedi-takut
4. Bunyi "dh". Bunyi ini juga disebut " d tebal". Teknik pengucapannya sama dengan pengucapan "th". Coba ucapkan kata ini :"dhe"
contoh kata:
- padha-sama
- padhang-terang
- randha-janda
- wedhi-pasir
Nah, Anda lihat perbedaan kata "wedi dan wedhi" bagaimana cara pengucapannya. Sekarang Anda sudah mengerti teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh".
Sekian dulu yah, lain waktu saya akan sambung ke kata tanya dalam bahasa Jawa. Pelajari dulu dech teknik pengucapan bunyinya hingga benar betul.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.1)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Update:
Belajar bahasa Jawa sama dengan belajar bahasa lain. Ada 3 (tiga) teknik untuk dapat menguasai bahasa ini yaitu:
1. Belajar pengucapan bunyi
2. Menghafal kosa kata
3. Belajar tata bahasanya
Nah, untuk langkah awalnya, kita belajar dulu teknik pengucapan bunyinya sekaligus menghafal kosa katanya yah.
Dalam percakapan bahasa Jawa pengucapan bunyi sangatlah penting, salah sedikit saja bisa berbeda arti. Misalnya, kata "lara" yang berarti sakit dan kata "loro" yang berarti angka dua. Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa.
a.) Huruf Vokal "a"
1. Ada dua macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata "kosong, dan lorong". Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan menambah kosakata bahasa Jawa Anda).
Note: Huruf "a" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
Contoh di atas adalah beberapa kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan huruf vokal "a". Ingat sekali lagi, huruf vokal "a" seperti pada contoh di atas dibaca sebagai huruf "o" seperti pada kata "lorong". Nah, coba ucapkan kata-kata di atas sekali lagi.
2. Oke, sekarang pengucapan huruf vokal "a" dibaca sebagai huruf "a" seperti pada kata "papan, wajan". Kini giliran anda praktek mengucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
Note: Huruf "a" saya tulis standar sebagai tanda baca.
Nah, biasanya (sebagian besar) untuk huruf vokal "a" dibaca sebagai "a" terdapat pada kata yang diakhiri konsonan mati. Misalnya, kata "gawan" jika huruf "n" dihilangkan maka akan dibaca "gowo" seperti contoh-contoh nomor satu. Sekarang praktekkan sekali lagi dengan mengucapkan kata-kata di atas.
Saya kira sekian dulu deh belajar bahasa Jawa kali ini. Pada postingan selanjutnya, InsyaAllah saya akan melanjutkan mengenai teknik pengucapan bunyi vokal bahasa Jawa lainnya.
Belajar bahasa Jawa sama dengan belajar bahasa lain. Ada 3 (tiga) teknik untuk dapat menguasai bahasa ini yaitu:
1. Belajar pengucapan bunyi
2. Menghafal kosa kata
3. Belajar tata bahasanya
Nah, untuk langkah awalnya, kita belajar dulu teknik pengucapan bunyinya sekaligus menghafal kosa katanya yah.
Dalam percakapan bahasa Jawa pengucapan bunyi sangatlah penting, salah sedikit saja bisa berbeda arti. Misalnya, kata "lara" yang berarti sakit dan kata "loro" yang berarti angka dua. Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa.
a.) Huruf Vokal "a"
1. Ada dua macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata "kosong, dan lorong". Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan menambah kosakata bahasa Jawa Anda).
Note: Huruf "a" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya.
- randa dibaca "rondo" berarti janda dalam bahasa Indonesia
- jaka dibaca "joko" berarti jejaka
- gawa dibaca "gowo" berarti bawa
- waja dibaca "wojo" berarti gigi
- lara dibaca "loro" berarti sakit
- mara dibaca "moro" berarti datang
- lawa dibaca "lowo" berarti kelelawar
- maca dibaca "moco" berarti membaca
- pasa dibaca "poso" berarti puasa
- mrana dibaca "mrono" berarti ke sana
- kana dibaca "kono" berarti sana
- wana dibaca "wono" berarti hutan
Contoh di atas adalah beberapa kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan huruf vokal "a". Ingat sekali lagi, huruf vokal "a" seperti pada contoh di atas dibaca sebagai huruf "o" seperti pada kata "lorong". Nah, coba ucapkan kata-kata di atas sekali lagi.
2. Oke, sekarang pengucapan huruf vokal "a" dibaca sebagai huruf "a" seperti pada kata "papan, wajan". Kini giliran anda praktek mengucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
Note: Huruf "a" saya tulis standar sebagai tanda baca.
- gawan dibaca "gawan" berarti bawaan
- sarapan dibaca "sarapan" berarti makan pagi
- bal dibaca "bal" berarti bola
- kapan dibaca "kapan" berarti kata tanya yang menanyakan waktu
- papat dibaca "papat" berarti angka empat
- ora dibaca "ora" berarti tidak
- lawang dibaca "lawang" berarti pintu
- nyawang dibaca "nyawang" berarti melihat
- balang dibaca "balang" berarti lempar
Nah, biasanya (sebagian besar) untuk huruf vokal "a" dibaca sebagai "a" terdapat pada kata yang diakhiri konsonan mati. Misalnya, kata "gawan" jika huruf "n" dihilangkan maka akan dibaca "gowo" seperti contoh-contoh nomor satu. Sekarang praktekkan sekali lagi dengan mengucapkan kata-kata di atas.
Saya kira sekian dulu deh belajar bahasa Jawa kali ini. Pada postingan selanjutnya, InsyaAllah saya akan melanjutkan mengenai teknik pengucapan bunyi vokal bahasa Jawa lainnya.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Contoh Peribahasa Dalam Bahasa Jawa (bag.1)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Selamat datang dulur,
Sudah lama nih baru update blog belajar bahasa jawa ini. Harap maklum yah :D
Kali ini saya ingin membagikan contoh-contoh peribahasa (paribasan) dalam bahasa Jawa.
- Yitna Yuwana Lena kena artinya kurang lebih begini siapa yang hati-hati akan selamat, yang kurang hati-hati bakal celaka
- Ana catur mungkur artinya tidak mau membantu urusan orang lain
- Wiwit kuncung nganti gelung artinya mulai dari bocah (anak-anak) hingga tua
- Kadang konang artinya mengaku saudara kalau banyak harta (kaya)
- Tulung menthung artinya maunya menolong tapi malah membuat susah
- Criwis cawis artinya banyak bicara/ngomel/mencela tapi mampu melaksanakan sesuatu dengan benar
- Sing sapa salah seleh artinya orang yang bertindak salah bakal ketahuan
- Becik ketitik ala ketara artinya perbuatan baik dan jahat akan kelihatan
- Keplok ora tombok artinya maunya ikut senang tapi tidak mau keluar uang
- Nyolong pethek artinya tidak mengira/menyangka
- Jalukan ora wewehan artinya maunya meminta, tidak mau memberi
- Anak polah bapak kepradah artinya setiap kelakuan/tindakan anak menjadi tanggung jawab orang tua
- Rubuh-rubuh gedhang artinya orang yang mengikuti tindakan orang lain tanpa mengetahui maksudnya
- Busuk ketekuk pinter keblinger artinya orang yang pintar dan bodoh sama-sama celaka
- Katula-tula katali artinya kesengsaraan yang bertubi-tubi / sangat sengsara
- Desa mawa cara, negara mawa tata artinya setiap tempat memiliki peraturan/adat sendiri-sendiri
Bab paribasan ini bakal dilanjutkan lagi.....
Matur nuwun
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Mari Mengenal Macam Kata Tanya Dalam Bahasa Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Anda pasti sudah mengenal bagaimana teknik pengucapan bunyi vokal dan konsonan bahasa Jawa pada posting saya sebelumnya. Jika belum sebaiknya, anda pelajari dulu deh sebelum di bab ini biar Anda mudah dalam membacanya menggunakan tanda yang saya gunakan. Nah, kini saya akan membahas tentang macam-macam kata tanya dalam bahasa Jawa.
1. Apa....?
Kata tanya ini juga digunakan untuk menanyakan sesuatu benda. Contoh:
- apa kuwi sing mbok gawa?
(apa itu yang kamu bawa?)
- apa iki?
(apa ini?) dan lain-lain....
2. Sapa....?
Kata Tanya ini biasa digunakan untuk menanyakan orang. Contoh:
- Sapa jenengmu?
(siapa nama kamu?)
- Sapa bapakmu?
(siapa bapak kamu? dan lain-lain....
3. Piye
Kata tanya ini untuk menanyakan keadaan seseorang. Contoh:
- Piye kabarmu?
(bagaimana kabarmu?)
- Piye carane?
(bagaimana caranya?) dan lain-lain....
4. Pira
Nah, kalau yang ini untuk menanyakan jumlah benda atau harga. Contoh:
- Pira sedulurmu?
(berapa saudara kamu?)
- Buku iki regane pira?
(buku ini harganya berapa?) dan lain-lain....
5. Kapan
Kata tanya ini digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh:
- Kapan kowe arep bali?
(kapan kamu akan kembali?)
- Tanggal lairmu kapan?
(tanggal lahir kamu kapan?) dan lain-lain....
6. Ngapa? Kena apa?
Kata tanya ini menanyakan suatu alasan. Contoh:
- Kowe kok nangisi ngapa/kena apa?
(kamu kok nangis kenapa? atau mengapa kamu kok nangis?) dan lain-lain.....
Nah, mungkin hanya itu dulu postingan untuk hari ini yah.....have a nice day!
Matur Suwun
1. Apa....?
Kata tanya ini juga digunakan untuk menanyakan sesuatu benda. Contoh:
- apa kuwi sing mbok gawa?
(apa itu yang kamu bawa?)
- apa iki?
(apa ini?) dan lain-lain....
2. Sapa....?
Kata Tanya ini biasa digunakan untuk menanyakan orang. Contoh:
- Sapa jenengmu?
(siapa nama kamu?)
- Sapa bapakmu?
(siapa bapak kamu? dan lain-lain....
3. Piye
Kata tanya ini untuk menanyakan keadaan seseorang. Contoh:
- Piye kabarmu?
(bagaimana kabarmu?)
- Piye carane?
(bagaimana caranya?) dan lain-lain....
4. Pira
Nah, kalau yang ini untuk menanyakan jumlah benda atau harga. Contoh:
- Pira sedulurmu?
(berapa saudara kamu?)
- Buku iki regane pira?
(buku ini harganya berapa?) dan lain-lain....
5. Kapan
Kata tanya ini digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh:
- Kapan kowe arep bali?
(kapan kamu akan kembali?)
- Tanggal lairmu kapan?
(tanggal lahir kamu kapan?) dan lain-lain....
6. Ngapa? Kena apa?
Kata tanya ini menanyakan suatu alasan. Contoh:
- Kowe kok nangisi ngapa/kena apa?
(kamu kok nangis kenapa? atau mengapa kamu kok nangis?) dan lain-lain.....
Nah, mungkin hanya itu dulu postingan untuk hari ini yah.....have a nice day!
Matur Suwun
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Contoh Percakapan Dalam Bahasa Jawa (Bag.2)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Nina lagi dolan menyang omahe kanca sak kelas jenenge Siti. Dina iku Siti pas lagi nandur kembang ning latar mburi omahe. (Nina sedang main ke rumah teman sekelasnya namanya Siti. Hari itu Siti pas sedang menanam bunga di halaman belakang rumahnya)
NB: Dalam bahasa Jawa jika kata kerja untuk orang tua menggunakan bahasa krama alus : pada contoh di atas membelikan:
Ngoko : nukokake
Krama Alus : mundhutake
Nina : Hai Siti (Hai Siti)
Siti : Hai Nina (Hai Nina)
Nina : Kowe lagi ngapa? (Kamu sedang apa? / kamu lagi ngapain?)
Siti : Aku lagi nandur kembang ki. Aku njaluk tulung gawakno pot kembang sing ning kana kae mrene, isa ora? (Aku sedang/lagi menanam bunga nih. Aku minta tolong bawakan pot bunga yang di sana itu ke sini bisa nggak?
Nina : Ya ( Nina nggawa pot kembange).....Siti iki pot kembange. (ya...Nina membawa pot bunganya...Siti ini pot bunganya)
Siti : Matur nuwun ya (terima kasih ya)
Nina : Padha-padha Siti. Kembang-kembang iki endah ya. Apa iki kabeh duwekmu Siti? (Sama-sama Siti. Bunga-bunga ini indah ya. Apa ini semua punyamu Siti?)
Siti : Iya. Ibuku mundhutake kembang-kembang iki kabeh kanggo aku. (Iya ibuku membelikan bunga-bunga ini semua untuk aku)
Nina : Tak ewangi nyirami kembange ya? (Aku bantu menyirami bunganya ya?)
Siti : Wis ora usah Nina malah dadi ngrepotake awakmu...(udah nggak usah Nina malah merepotkan kamu...)
Nina : Ora apa-apa...aku malah seneng hlo (nggak apa-apa..aku malah senang lho)
Siti : Ya wis kae nek njupuk banyu ning kran kidul kae ya....(Ya udah itu kalau mengambil air di keran sebelah selatan itu ya..)
Nina : Ok :) (ok!)
NB: Dalam bahasa Jawa jika kata kerja untuk orang tua menggunakan bahasa krama alus : pada contoh di atas membelikan:
Ngoko : nukokake
Krama Alus : mundhutake
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.3)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
3. Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi vokal "u" dalam bahasa Jawa. Ada dua macam bunyi untuk "u":
a. Bunyi "u". Saya tulis standar huruf "u" maka Anda mengucapkannya seperti huruf "u" pada kata "KUTU", "BUKU".
Sekarang ucapkan kosakata Jawa berikut ini:
- Tuku- Beli
- Turu- Tidur
- Krungu- Mendengar
- Urip- Hidup
b. Bunyi "u". Huruf saya tulis tebal berarti Anda membacanya seperti huruf "o" biasa pada kata "KOLAM", "KOTAK".
Nah sekarang giliran Anda mengucapkan kosakata berikut ini:
Note: Biasanya bunyi "u" ini diucapkan jika "u" pada suatu kata diikuti akhiran konsonan mati.
- Mundur- Mundur
- Nganggur- Mengganggur
- Taun- Tahun
- Mung- Hanya
- Durung- Belum
4. Pengucapan bunyi "e". Ada tiga (3) macam bentuk teknik pengucapan bunyi untuk "e".
a. Bunyi "e". Saya tulis "e" standar berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "LELE", "BELA".
Sekarang ucapkan bunyi "e" pada kosa kata berikut ini:
- Edan-Gila
- Entuk-Dapat
- Enak-Sedap
- Eman-Sayang
- Endah-Elok
b. Bunyi "e". Saya tulis "e" tebal berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "BELI", BELUM".
OK! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
- Beras-beras
- Bener-Betul
- Seneng- Senang, gembira
- Ketan-nama beras
- Banget-Ungkapan yang menyangatkan seperti kata : akeh banget! (banyak sekali!)
- Mlebu-masuk
- Metu-keluar
c. Bunyi "e". Saya tulis "e" miring berarti Anda membacanya seperti "e" pada kata "SOBEK", TOKEK".
Bisa kan! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut ini:
- Kabeh-semua
- Akeh-banyak
- Yen-jika
- Ben-biar, agar, supaya
- Leren-istirahat
5. Terakhir adalah pengucapan bunyi "o". Nah, untuk "o" cuma ada 2 teknik pengucapan yaitu:
a. Bunyi "o". Saya tulis "o" standar berarti Anda emmbacanya seperti "o" pada "KOLAM", OLAHRAGA".
OK! Sekarang bunyikan huruf "o" dibawah:
- Loro-dua
- Coro-kecoa
- Ora-tidak
- Kanggo-untuk
- Golek-cari
b. Bunyi "o". Saya tulis tebal huruf "o" berarti Anda bunyikan seperti pada kata "POCONG", KOLONG", KOLOM". Nah, bunyikan kata-kata di bawah ini:
Note: Biasanya bunyi "o" ini diucapkan jika diikuti akhiran konsonan mati pada suatu kata.
- Colong-curi
- Ngomong-bicara
- Copot-lepas
- Wong-orang
- Lor-utara
Nah, sekian dulu belajarnya yah. InsyaAllah nanti akan saya lanjutkan ke pengucapan konsonan "t", "th", "d", "dh".
a. Bunyi "u". Saya tulis standar huruf "u" maka Anda mengucapkannya seperti huruf "u" pada kata "KUTU", "BUKU".
Sekarang ucapkan kosakata Jawa berikut ini:
- Tuku- Beli
- Turu- Tidur
- Krungu- Mendengar
- Urip- Hidup
b. Bunyi "u". Huruf saya tulis tebal berarti Anda membacanya seperti huruf "o" biasa pada kata "KOLAM", "KOTAK".
Nah sekarang giliran Anda mengucapkan kosakata berikut ini:
Note: Biasanya bunyi "u" ini diucapkan jika "u" pada suatu kata diikuti akhiran konsonan mati.
- Mundur- Mundur
- Nganggur- Mengganggur
- Taun- Tahun
- Mung- Hanya
- Durung- Belum
4. Pengucapan bunyi "e". Ada tiga (3) macam bentuk teknik pengucapan bunyi untuk "e".
a. Bunyi "e". Saya tulis "e" standar berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "LELE", "BELA".
Sekarang ucapkan bunyi "e" pada kosa kata berikut ini:
- Edan-Gila
- Entuk-Dapat
- Enak-Sedap
- Eman-Sayang
- Endah-Elok
b. Bunyi "e". Saya tulis "e" tebal berarti Anda membacanya seperti bunyi "e" pada kata "BELI", BELUM".
OK! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut di bawah ini:
- Beras-beras
- Bener-Betul
- Seneng- Senang, gembira
- Ketan-nama beras
- Banget-Ungkapan yang menyangatkan seperti kata : akeh banget! (banyak sekali!)
- Mlebu-masuk
- Metu-keluar
c. Bunyi "e". Saya tulis "e" miring berarti Anda membacanya seperti "e" pada kata "SOBEK", TOKEK".
Bisa kan! Sekarang coba ucapkan kata-kata berikut ini:
- Kabeh-semua
- Akeh-banyak
- Yen-jika
- Ben-biar, agar, supaya
- Leren-istirahat
5. Terakhir adalah pengucapan bunyi "o". Nah, untuk "o" cuma ada 2 teknik pengucapan yaitu:
a. Bunyi "o". Saya tulis "o" standar berarti Anda emmbacanya seperti "o" pada "KOLAM", OLAHRAGA".
OK! Sekarang bunyikan huruf "o" dibawah:
- Loro-dua
- Coro-kecoa
- Ora-tidak
- Kanggo-untuk
- Golek-cari
b. Bunyi "o". Saya tulis tebal huruf "o" berarti Anda bunyikan seperti pada kata "POCONG", KOLONG", KOLOM". Nah, bunyikan kata-kata di bawah ini:
Note: Biasanya bunyi "o" ini diucapkan jika diikuti akhiran konsonan mati pada suatu kata.
- Colong-curi
- Ngomong-bicara
- Copot-lepas
- Wong-orang
- Lor-utara
Nah, sekian dulu belajarnya yah. InsyaAllah nanti akan saya lanjutkan ke pengucapan konsonan "t", "th", "d", "dh".
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Contoh Percakapan Dalam Bahasa Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wah, sudah lama ni saya tidak update posting di blog ini karena kesibukan di luar online. Sebelumnya saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri / Sugeng Riyadi 1433 H untuk sedulur-sedulur muslim semua di seluruh dunia walaupun sudah terlambat beberapa hari heheheehhe :).
Ok lanjut...
Kali ini saya ingin menulis beberapa contoh percakapan dalam bahasa Jawa.
A : Piye Kabare? (Apa kabar?)
B : Apik. Hla kowe piye? (Baik. Lha kamu bagaimana?)
A : Aku ya apik. Wah, wis suwe ora ketemu ki. Kangen rasane karo kanca. ( Aku juga baik. Wah, sudah lama tidak ketemu nih. Kangen rasanya sama teman).
B : Saiki kowe wis nyambut gawe apa durung? (Sekarang kamu sudah kerja apa belum?)
A : Aku durung nyambut gawe isih nganggur. Hla kowe piye? (Aku belum kerja masih nganggur. Lha kamu bagaimana?)
B : Alhamdulillah, aku wis oleh gawean. Ya wis ayo mangan bareng ning warung mi ayam kae. Tak traktir tenang wae.(Alhamdulillah, aku sudah dapat kerja. Ya udah makan bareng di warung mi ayam itu yuk.Aku traktir tenang saja)
A : Ayo. (Ayo)
Itulah sedikit percakapan dalam bahasa Jawa. Nanti InsyaAllah ada lanjutannya. :)
Ok lanjut...
Kali ini saya ingin menulis beberapa contoh percakapan dalam bahasa Jawa.
A : Piye Kabare? (Apa kabar?)
B : Apik. Hla kowe piye? (Baik. Lha kamu bagaimana?)
A : Aku ya apik. Wah, wis suwe ora ketemu ki. Kangen rasane karo kanca. ( Aku juga baik. Wah, sudah lama tidak ketemu nih. Kangen rasanya sama teman).
B : Saiki kowe wis nyambut gawe apa durung? (Sekarang kamu sudah kerja apa belum?)
A : Aku durung nyambut gawe isih nganggur. Hla kowe piye? (Aku belum kerja masih nganggur. Lha kamu bagaimana?)
B : Alhamdulillah, aku wis oleh gawean. Ya wis ayo mangan bareng ning warung mi ayam kae. Tak traktir tenang wae.(Alhamdulillah, aku sudah dapat kerja. Ya udah makan bareng di warung mi ayam itu yuk.Aku traktir tenang saja)
A : Ayo. (Ayo)
Itulah sedikit percakapan dalam bahasa Jawa. Nanti InsyaAllah ada lanjutannya. :)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Contoh Terjemahan Bahasa Jawa Ke Indonesia (bag.1)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sugeng rawuh dulur,
Kali ini saya ingin mencoba menerjemahkan kalimat dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Petikan kalimat ini saya ambil dari Solopos.com. Silakan jika ada dari Anda yang menemukan keganjilan atau kesalahan dalam penerjemahan ini bisa mengkoreksi melalui kotak komentar.
Tekan omahe randha kembang kuwi atiku kaya dijedorne lawang. Nalika randha kembang kuwi mbukak lawang ora bisa dak ampet kagetku nalika aku nyawang raine,”Esti!” pambengokku terus bubar kuwi aku ora mangerteni maneh ana kadadeyan apa. Ngerti-ngerti aku wis ana ngomah lan dirubung sedulur-sedulurku.
“Le, nyatane meneng-meneng kowe luwih nakal timbang, Mas Bas,” ngendikane Mas Kun. ”Dhik Esti, randha kembang kuwi, crita akeh babagan biyen sesambungan karo awakmu ananging wong tuwane ora setuju. Terus kowe nekad nganti Dhik Esti duwe anak siji ora ana bapake. Tibake bapake ya kowe kuwi. Sesambungane Dhik Esti karo Mas Bas kuwi tibake mung sandiwara kanggo mancing tanggung jawabmu sawise Dhik Esti mangerteni manawa Mas Bas kuwi masmu ipe. Saiki gelem ora gelem kowe dak rabekke karo Esti,” ngendikane Mas Kun.
Terjemahannya kurang lebih seperti ini:
Tiba di rumah janda kembang itu hatiku seperti dibenturkan pintu. Ketika janda kembang itu membuka pintu tidak bisa aku tahan kagetku ketika aku menatap wajahnya, "Esti!" teriakku kemudian setelah itu aku tidak tahu lagi ada kejadian apa. tahu-tahu aku sudah ada di tumah dan dikelilingi saudara-saudaraku.
"Nak, kenyataannya diam-diam kamu lebih nakal daripada Mas Bas, " ujar Mas Kun. " Dik Esti, janda kembang itu, cerita banyak tentang dulu hubungan dengan kamu tapi orang tuanya tidak seutju. Kemudian kamu nekat hingga Dik Esti mempunyai anak satu tidak memiliki bapak. Ternyata bapaknya ya kamu itu. Hubungan Dhik Esti dengan Mas Bas itu ternyata hanya sandiwara untuk memancing tanggung jawabmu setelah mengetahui bahwa Mas Bas itu kaka iparmu. Sekarang mau tidak mau kamu aku nikahkan dengan Esti," ujar Mas Kun.
Dari kutipan cerita di atas Anda dapat sekalian belajar kosakata bahasa jawa ngoko seperti di bawah:
1. Tekan = tiba, sampai
2. Omah = Rumah
3. Randha = janda
4. Kembang = bunga, kembang
5. Kuwi = itu
6. Ati = hati
7. Kaya = seperti
8. Dijedorne = dibenturkan
9. Lawang = pintu
10. Nalika = ketika, saat
11. Mbukak = membuka (pasifnya 'dibukak')
12. Ora = tidak
13. Bisa = bisa (dalam percakapan lisan biasa diucapkan dengan 'isa')
14. Crita = bercerita
15. Akeh = banyak
16. Babagan = hal, tentang, mengenai
17. Ampet = tahan
18. Kaget = kaget, terkejut
19. Aku = aku, saya
20. Nyawang = melihat, menatap
21. Rai = wajah
22. Pambengokku = Teriakku (kata dasarnya 'bengok' berarti teriak)
23. Terus = kemudian, lalu, terus
24. Bubar = setelah, bubar, selesai (tergantung konteks kalimatnya)
25. Mangerteni = mengetahui
26. Maneh = lagi
27. Ana = ada
28. Kadadeyan = kejadian
29. Apa = apa
30. Ngerti = tahu, ngerti
31. Wis = sudah, telah
32. Dirubung = dikelilingi
33. Sedulur = saudara
34. Le = panggilan untuk anak laki-laki (thole)
35. Meneng = diam
36. Kowe = kamu
37. Luwih = lebih
38. Nakal = nakal, bengal
39. Ketimbang = daripada, ketimbang
40. Ngendika = ngomomg, berujar (ini adalah bahasa jawa halus untuk 'ngomong')
41. Mas = kakak laki-laki
42. Biyen = dulu, dahulu
43. Sesambungan = hubungan
44. Karo = dengan
45. Awakmu = kamu
46. Ananging = tetapi (bisa juga 'nanging')
47. Wong = orang
48. Tuwa = tua
49. Nekad = nekat
50. Nganti = hingga, sampai
51. Duwe = punya
52. Anak = anak, putra
53. Siji = satu
54. Tibake = ternyata
55. Kanggo = untuk
56. Sawise = sesudah, setelah
57. Mas ipe = kakak ipar laki-laki
58. Saiki = sekarang
59. Gelem = mau
60. Rabi = nikah, kawin (dak rabekke = aku nikahkan)
Demikian untuk sharing kali ini semoga bermanfaat untuk dulur-dulur semua.
Matur nuwun
Terima kasih untuk solopos.com yang telah menerbitkan kolom khusus bahasa Jawa yang salah satunya saya kutip di blog ini.
Terima kasih untuk solopos.com yang telah menerbitkan kolom khusus bahasa Jawa yang salah satunya saya kutip di blog ini.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, September 4, 2018
Contoh Terjemahan Dari Bahasa Jawa Ke Bahasa Indonesia
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kangmas Mbakyu,
Hari ini saya akan memberi satu cvontoh lagi terjemahan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Selain itu, kita dapat belajar kosakata dalam bahasa Jawa.
Tulisan asli yang saya kutip sebagian dari solopos.com:
Terjemahannya kurang lebih begini, kalau ada koreksi silakan dikomen :):
Kosakata bahasa Jawa:
Nalika = ketika
Warga = warga
Milih = memilih
Lan = dan
Ing = pada
Katut = ikut
Pancen = memang
Negara = negara
Sing = yang
Ana = ada
Gandheng cenenge = hubungannya
Laku uripe = kehidupan
Isih = masih
Cilik = kecil
Dheweke = dia
Urip = hidup
Maturnuwun = terima kasih
Sega = nasi
Tumeka = datang
Kapungkur = yang lalu
Kabeh = semua
Grothal-grathul = terbata-bata, tidak lancar
Nanging = tapi
Nengsemake = menyenangkan
Tumrap = kepada
Sapa = siapa
Wae = saja
Hari ini saya akan memberi satu cvontoh lagi terjemahan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Selain itu, kita dapat belajar kosakata dalam bahasa Jawa.
Tulisan asli yang saya kutip sebagian dari solopos.com:
Nalika warga Amerika Serikat milih Barack Obama minangka presiden ing 2008, Indonesia lan Jawa katut disebut dening medhia-medhia internasional. Indonesia pancen negara sing ana gandheng cenenge kalawan laku uripe Obama. Jaman isih cilik, dheweke urip ing tengah-tengahe warga Jakarta.
“Maturnuwun baksone, sega goreng, emping lan kerupuke,” ujare Obama nalika tumeka ing Istana Merdeka, Jakarta, November 2010 kapungkur. “Kabeh enak,” ujare Obama ing basa Indonesia sing grothal-grathul, nanging nengsemake tumrap sapa wae.
Terjemahannya kurang lebih begini, kalau ada koreksi silakan dikomen :):
Ketika warga Amerika Serikat memilih Obama menjadi presiden pada tahun 2008, Indonesia dan Jawa ikut disebut oleh media-media internasional. Indonesia memang negara yang ada hubungannya dengan kehidupan Obama. Jaman masih kecil, dia hidup di tengah-tengah warga Jakarta.
"Terima kasih baksonya, nasi goreng, emping dan kerupuknya", ujar Obama ketika datang di Istana Merdeka Jakarta November 2010 lalu. " Semua enak, " ujar Obama dalam bahasa Jawa Indonesia yang terbata-bata tapi menyenangkan untuk siapa saja.
Kosakata bahasa Jawa:
Nalika = ketika
Warga = warga
Milih = memilih
Lan = dan
Ing = pada
Katut = ikut
Pancen = memang
Negara = negara
Sing = yang
Ana = ada
Gandheng cenenge = hubungannya
Laku uripe = kehidupan
Isih = masih
Cilik = kecil
Dheweke = dia
Urip = hidup
Maturnuwun = terima kasih
Sega = nasi
Tumeka = datang
Kapungkur = yang lalu
Kabeh = semua
Grothal-grathul = terbata-bata, tidak lancar
Nanging = tapi
Nengsemake = menyenangkan
Tumrap = kepada
Sapa = siapa
Wae = saja
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Nama-Nama Bagian Tubuh Dalam Bahasa Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
HaloDulur, sudah lama tidak update ini blog, rasanya kangen ingin nulis lagi hehehehehe. Kali ini saya ingin membagikan nama-nama bagian tubuh dalam bahasa Jawa.
JAWA
|
INDONESIA
|
JAWA
|
INDONESIA
|
Alis
|
A lis
|
Sirah
|
Kepala
|
Mripat
|
Mata
|
Gulu
|
Leher
|
Bathuk
|
Dahi
|
Janggut
|
Dagu
|
Kuping
|
Telinga
|
Jenggot
|
Jenggot
|
Irung
|
Hidung
|
Brengos
|
Kumis
|
Lambe
|
Bibir
|
Dhadha
|
Dada
|
Untu
|
Gigi
|
Weteng
|
Perut
|
Ilat
|
Lidah
|
Udel
|
Pusar
|
Rai
|
Muka
|
Bokong
|
Pantat
|
Pipi
|
Pipi
|
Dhengkul
|
Lutut
|
Idhep
|
Bulu Mata
|
Sikut
|
Siku
|
Sikil
|
Kaki
|
Kelek
|
Ketiak
|
Tangan
|
Tangan
|
Pupu
|
Paha
|
Geger
|
Punggung
|
Driji
|
Jari
|
Bangkekan
|
Pinggang
|
Jempol
|
Ibu Jari
|
Pundhak
|
Bahu
|
Tungkak
|
Tumit
|
Kuku
|
Kuku
|
Dlamakan
|
Telapak Kaki
|
Kempol / Wentis
|
Betis
|
Kulit
|
Kulit
|
Wulu
|
Bulu
|
Cangkem
|
Mulut
|
Jenthik
|
Jari Kelingking
|
Semoga berguna bagi Anda semua Dulur.
Matur nuwun :)
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kegiatan Sehari-Hari Dalam Bahasa Jawa
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Hari ini, Belajar Bahasa Jawa akan membahas kosa kata kegiatan sehari-hari dalam bahasa Jawa yang disertai dengan terjemahan ke bahasa Indonesia.
JAWA
|
INDONESIA
|
Ngantuk
|
Mengantuk
|
Merem
|
Menutup Mata
|
Melek
|
Membuka Mata
|
Angop
|
Menguap
|
Turu
|
Tidur
|
Mlumah
|
Berbaring
|
Mengkurep
|
Tengkurap
|
Nglindur
|
Mengigau
|
Ngimpi
|
Mimpi
|
Tangi
|
Bangun
|
Raup
|
Cuci Muka
|
Adus
|
Mandi
|
Sikatan
|
Gosok Gigi
|
Ngliwet
|
Masak
|
Nyapu
|
Menyapu
|
Ngepel
|
Mengepel
|
Nyiram
|
Menyiram
|
Nandur
|
Menanam
|
Sarapan
|
Makan Pagi
|
Mangan
|
Makan
|
Ngombe
|
Minum
|
Mangkat
|
Berangkat
|
Lunga
|
Pergi
|
Mulih
|
Pulang
|
Bali
|
Kembali
|
Numpak
|
Naik
|
Nyambut Gawe
|
Kerja
|
Leren / Ngaso
|
Istirahat
|
Luwe / Ngeleh
|
Lapar
|
Wareg
|
Perut Penuh Habis Makan
|
Ngelak
|
Haus
|
Kesel
|
Lelah
|
Lungguh
|
Duduk
|
Ngadeg
|
Berdiri
|
Ndhodhok
|
Jongkok
|
Menggok
|
Belok
|
Munggah
|
Naik
|
Mudhun
|
Turun
|
Mlayu
|
Lari
|
Mlaku
|
Jalan
|
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)


