Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

BUKU SERAT DEWA RUCI DALAM AKSARA JAWA

Ivan Taniputera 

2 Februari 2014




Judul: Serat Dewa Ruci (dalam aksara Jawa)
Penulis: Empu Widayaka
Diterbitkan dan diedarkan oleh Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 56
Bahasa dan aksara Jawa

Pada halaman 3 tertera sebagai berikut:

"Serat Dewa Ruci punika ing ngajeng mawi tembang Kawi sekar ageng, anggitanipun Empu Widayaka ing Nagari Mamenang, inggih ing Kadhiri."

Empu Widayaka wau inggih Ajisaka, timuripun nama Jaka Sangkala, putranipun Empu Anggajali, ibunipun Putri  ing Nagari Najran, tanah Ngarab...."

Terjemahan:

"Serat Dewa Ruci itu asalnya adalah Tembang Kawi sekar ageng, karangan Empu Widayaka di Negeri Mamenang, yang juga berada di Kediri.

Empu Widayaka juga disebut Ajisaka, waktu muda bernama Jaka Sangkala, putera Empu Anggajali, ibunya adalah Putri di Negeri Najran, Tanah Arab...."

Berikut ini adalah contoh halamannya.



Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Monday, January 13, 2014

BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
BUKU WEJANGAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA

Ivan Taniputera
13 Januari 2014



Judul: Pembangunan Djiwa Lajang Kalimosodo Kangdjeng Sunan Kalidjogo Guru Sutji Ing Tanah Djowo
Penulis: M. Amin B.R.
Penerbit: ----, 1961
Jumlah halaman: 102
Bahasa: Jawa

Buku ini berisikan wejangan-wejangan spiritual dan kebatinan guna membangun jiwa manusia berdasarkan semangat Ketuhanan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah beberapa kutipannya:

Di halaman 5:

"O ngger anakku kang wus katon gagah lan bagus, gagahmu lan warasmu iku gunakna lan tandjakna kanggo bekti (ta'at) marang Gusti Allah Dzat ingkang paring gagah lan waras, anggone nggunakake waras lan gagah iku sarana nderek pernatane Gusti Allah S.W.T. lan njonto tumindake Nabi Muhammad kang dadi utusane."

Terjemahannya:

"Wahai anakku yang sudah nampah gagah dan tampan, kegagahan dan kesehatanmu itu pergunakanlah dan manfaatkan untuk berbakti (taat) kepada Gusti Allah Zat yang memberikan kegagahan beserta kesehatan, dalami menggunakan kesehatan beserta kegagahan itu sebagai sarana mengikuti aturan Gusti Allah S.W.T dan meneladani Nabi Muhammad yang menjadi utusanNya."

Pada halaman 23 terdapat sebagai berikut:

"Allah anggone djandji marang sira, amarga Ingsun mangerti manawa sira mbesuk nalika ana ing ndonja pada ora tahan udji/ ora sabar, pada manut marang pembudjuke Iblis/ Sjetan kadjaba mung setitik kang pada teguh atine/ kang pada tahan udji. Manawa sira ana ing alam ndonja pada manut marang Iblis/ Sjetan, mesti Ingsun Siksa pada karo paniksanipun marang Iblis/ Sjetan, lan manawa sira wus pada ngrasaake siksa geni naraka, adja pada sambat: "Duh Gusti Allah, kawula mboten kijat ngraosaken siksa pandjenengan..."

Terjemahannya:

"Allah dalam berjanji padamu, "Karena Aku memahami bahwa di masa mendatang tatkala engkau berada di muka bumi tidak tahan terhadap cobaan/ tidak sabar, mengikuti bujukan Iblis/ Setan, terkecuali hanya sedikit saja yang teguh hatinya/ tahan terhadap cobaan. Jikalau engkau di muka bumi ini mengikuti Iblis/ Setan, pastilah Aku siksa sama seperti penyiksaan bagi Iblis/ Setan, dan bila engkau telah merasakan siksa api neraka, janganlah mengeluh: "Aduh, Gusti Allah, hamba tidak tahan merasakan siksaMu....."

Berikut adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tuesday, October 30, 2012

Anda tak bisa maju, Anda tak bisa mundur, tetapi Anda juga tidak bisa berdiam diri saja. Ke manakah Anda akan pergi?

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Anda tak bisa maju, Anda tak bisa mundur, tetapi Anda juga tidak bisa berdiam diri saja. Ke manakah Anda akan pergi?

Ivan Taniputera
30 September 2012

Pertanyaan yang menjadi judul artikel di atas sebenarnya diambil dari ajaran seorang guru besar. Sangat mirip sekali dengan koan dalam Zen atau Ch'an. Saya menafsirkan bahwa pertanyaan di atas mengacu pada praktik "kesadaran terhadap masa sekarang." Yakni kita benar-benar hidup pada saat "sekarang." Tanpa terbelenggu oleh mimpi masa lalu maupun bayang-bayang masa depan. Kita berupaya menyadari hidup pada "saat sekarang dan di sini juga" (now and here). Kita tidak bergerak maju atau mundur. Sekarang adalah suatu titik di dalam waktu. Sekarang bukan masa lalu (mundur) dan juga bukan masa depan (maju). Sekarang ya sekarang yang tidak bisa maju ataupun mundur. Kalau Anda mundur, namanya bukan sekarang lagi dan jika Anda maju namanya juga bukan sekarang lagi. Meskipun demikian, apa yang disebut "sekarang" pun juga akan terus bergerak. Anda tidak bisa menghentikan waktu. "Sekarang" adalah bagian kontinum waktu yang terus bergerak. Jadi dengan kata lain Anda tidak bisa "berdiam diri saja," karena waktu terus begerak. "Sekarang" juga bukan sesuatu yang perlu dilekati, karena "sekarang" pun juga akan berubah menjadi masa lalu. Oleh karena itu, meditasi kesadaran terhadap saat "sekarang" berarti dengan sendirinya Anda juga bergerak mengikuti arus waktu karena "kekinian" bukan sesuatu yang statis. Anda menyadari kehadiran segala sesuatu sebagaimana adanya, tanpa perlu melekat pada beban kesedihan atau rasa bersalah masa lalu dan tidak perlu takut pada hantu kekhawatiran masa depan. Hiduplah pada saat "sekarang." Para guru spiritual menyebutkan bahwa inilah kebahagiaan sejati, keajaiban sejati.

Guru yang sama pernah pula mengajukan pertanyaan "Apakah Anda pernah melihat air mengalir yang diam?" Pertanyaan ini juga senada dengan pertanyaan sebelumnya. Seolah-olah pertanyaan terakhir itu mengandung kontradiksi. Namun barangkali jika Anda pernah mempelajari fisika, maka dalam menelaah gerak partikel, kita seolah-olah "menghentikan" partikel tersebut, dan menganalisa letak, posisi, kecepatan, dan lain sebagainya dalam kerangka  waktu tertentu. Padahal partikel tersebut adalah senantiasa bergerak. Begitu juga saat kita memotret benda yang bergerak. Kita seolah-olah menghentikan benda tersebut dalam bentuk potret dan melihat kondisinya dalam suatu waktu tertentu. Namun kembali kita perlu mengingat bahwa benda itu sesungguhnya senantiasa bergerak.




Demikian semoga bermanfaat.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info