sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label Sejarah China. Show all posts
Showing posts with label Sejarah China. Show all posts
Thursday, March 20, 2014
BUKU TENTANG KISAH HUA MULAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG KISAH HUA MULAN
Ivan Taniputera
18 Maret 2014

Judul: Hua Mu-Lan
Penulis: Nio Joe Lan
Penerbit: Tjerdas Tangkas, Djakarta, kurang lebih tahun 1950-an
Jumlah halaman: 104
Ini adalah uraian dan pembahasan mengenai kisah Hua Mu Lan yang terkenal di China. Berikut ini adalah daftar isinya:

Pada bagian "Kata Pengantar" terdapat:
"Dalam sastera Tiongkok ada sebuah sadjak sederhana denga thema sederhana pula, namun maha besar artinja: Sadjak Mu-lan.
Mu-lan seorang anak dara jang amat berbakti kepada orang tuanja. Ketika ajahnya dipanggil oleh pemerintah untuk mendjadi peradjurit, ia menginsafi ajahnja tidak akan sanggup menunaikan kewadjiban itu. Mungkin karena sudah berumur landjut, mungkin karena berpenjakitan. Djelasnja, biar bagaimana pun ajah itu tidak akan sanggup ikut berperang.
Kakak laki-laki dewasa Mu-lan tidak mempunjai. Adik laki-lakinja masih ketjil. Maka ia mengambil keputusan menggantikan ajahnja masuk dalam tentara....."
Pada halaman 5-6 terdapat "Sadjak Mulan:"
Alat tenun berjanji dan bernjanji
Mu-lan menenun menghadap pintu rumah,
Tak mendengar lagi alat tenun berbunji,
Hanja mendengar hela napas anak dara.
Apakah jang anak dara pikiri?
Apakah jang anak dara renungi?...."
Lalu selanjutnya terdapat uraian mengenai hikayat Mu-lan.
Berikut ini adalah contoh halamannya.


Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Hua Mu Lan,
Kesusasteraan China,
Sastra China,
Sejarah,
Sejarah China
Friday, December 6, 2013
PERANG ENAM HARI TERNYATA JUGA BERLANGSUNG DI CHINA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
PERANG ENAM HARI TERNYATA JUGA BERLANGSUNG DI CHINA
Ivan Taniputera
5 Desember 2013
Saya baru saja menonton acara "I Wouldn't Go In There," yang memaparkan mengenai sebuah sekolah berhantu di Hongkong, bernama sekolah Tai Tat. Konon sekolah ini dihantui oleh seorang wanita berpakaian merah. Yang menarik dari acara tersebut adalah tidak terlalu mengumbar sisi mistisnya, melainkan berupaya mencari latar belakang di balik semua itu. Tidak jarang dalam pencarian kebenaran tersebut, diungkapkan sejarah tersembunyi yang tak banyak diketahui orang.
Konon di sekolah "angker" tersebut pernah ada seorang guru yang bunuh diri. Namun catatan kepolisian Hongkong membantah bahwa hal itu pernah terjadi. Dengan demikian, guru yang bunuh diri tersebut hanyalah mitos belaka.
Yang menarik adalah terungkapnya perang selama enam hari melawan Inggris. Latar belakangnya adalah kekalahan Dinasti Qing dalam Perang Candu pertama, sehingga harus menyerahkan Hongkong. Belakangan Inggris meminta wilayah yang lebih luas lagi dan menuntut agar New Territories ditambahkan ke dalam daerah kekuasaan mereka. Kawasan yang diberikan tersebut juga mencakup Desa Ping Shan, yakni lokasi sekolah Tai Tat yang katanya "angker."
Warga desa yang merupakan anggota keluarga Tang mengalami salah paham dan menyangka bahwa Inggris adalah pihak penindas yang akan mempersulit kehidupan mereka. Para anggota keluarga Tang lantas bangkit mengadakan perlawanan selama enam hari pada tahun 1899. Menurut catatan setempat, korbannya mencapai kurang lebih 170 orang. Kendati demikian, catatan pihak Inggris menyatakan tidak ada korban yang jatuh. Mengapa terjadi ketidak-sesuaian ini?
Setelah ditelusuri lebih jauh, kesalah-pahaman ini dapat diluruskan, dan tujuan pemerintah kolonial Inggris sebenarnya adalah menyatukan kedua belah pihak, bukan sebagai penindas. Dicapai kesepakatan antara Inggris dengan pihak keluarga Tang bahwa mereka akan melupakan segenap pertikaian tersebut. Itulah sebabnya, pihak Inggris tidak mencatat adanya korban jiwa. Lambat laun juga tidak banyak orang yang mengingat perang tersebut.
Pada kenyataannya memang ada pemakaman masal bagi korban peperangan selama enam hari tersebut. Dengan demikian Perang Enam Hari ternyata juga terjadi di China.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Thursday, December 5, 2013
BUKU TENTANG SEJARAH BUKU DI CHINA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU TENTANG SEJARAH BUKU DI CHINA
Ivan Taniputera
5 November 2013

Judul buku: Story of The Chinese Book
Pengarang: Liu Kuo-Chun, Professor of Peking University
Penerbit: Foreign Languages Press, Peking, 1958
Jumlah halaman: 87
Bahasa: Inggris
Buku ini mengisahkan mengenai sejarah buku di Negeri China. Ada pun daftar isinya adalah sebagai berikut:

Pada kata pengantarnya (halaman 9) terdapat keterangan sebagai berikut:
"If we define a book as a record of a specified length, inscribed on no matter what material, portable, the books were first produced in China about 1400-1300 B.C.
Thus, the Chinese book has a history of more than three thousand years. In the period, it has evolved from forms entirely different from its present-day counterpart.
Written language is an essential condition for the formation of a book. Before written language, there was only spoken languange..."
Terjemahan:
"Jikalau kita mendefinisikan buku sebagai catatan dengan panjang tertentu, dituliskan pada bahan apapun dan mudah dipindahkan, maka buku dihasilkan di China pada kurang lebih 1400-1300 SM.
Jadi, buku-buku China telah memiliki sejarah lebih dari tiga ribu tahun. Pada kurun waktu tersebut, ia telah mengalami serangkaian perubahan dari bentuknya yang sangat berbeda dengan padanannya di masa sekarang.
Bahasa tertulis adalah syarat penting bagi terciptanya buku. Sebelum ada bahasa tertulis, yang ada hanyalah bahasa lisan...."
Selanjutnya pada bab pertama dibahas mengenai tulisan pada tulang, perunggu, dan batu. Pada halaman 11 dapat kita baca:
"The earliest Chinese writing extant is the chia ku wen (甲骨文, oracle bone inscription) which dates back to the later period of Shang dynasty (c. 16th century-11 th century B.C.). The oracle bones were discovered in Hsiaotun Village, Anyang Country, Honan Province, sometime before 1899-the year in which they were first identified."
Terjemahan:
"Tulisan China tertua adalah chia ku wen (甲骨文, Pinyin: Jiaguwen, tulisan pada tulang) yang dapat ditelusuri hingga akhir masa dinasti Shang (kurang lebih abad 16 SM-abad 11 SM). Tulisan pada tulang itu ditemukan di Desa Hsiaotun, Distrik Anyang, Provinsi Honan, kurang lebih sebelum tahun 1899-tahun dimana tulisan-tulisan tersebut dikenali untuk pertama kalinya."
Sebagai catatan, karena buku ini ditulis pada tahun 1958, maka belum memasukkan perkembangan penemuan arkeologis terbaru, dimana telah ditemukan bentuk "proto-tulisan" lebih tua dibandingkan chia ku wen.
Mengenai asal muasal tulisan pada perunggu disebutkan sebagai berikut (halaman 14):
"Since the fourteenth and thirteenth centuries B.C., our forefathers had cast characters in, or inscribed characters on, bronze. They liked to inscribe their names or symbols on tools and weapons to denote ownership. Archaeologists are not agreed on the exact period when bronze came into use in China.."
Terjemahan:
"Semenjak abad keempat belas dan ketiga belas Sebelum Masehi, para nenek moyang kita telah mencantumkan aksara-aksara saat menuang benda-benda perunggu. Mereka gemar menuliskan nama atau lambang mereka pada perkakas dan senjata guna menandai kepemilikannya. Para ahli arkeologi belum sepakat kapan saat pasti mulai dipergunakannya perunggu di China...."
Selanjutnya pada bab-bab buku ini dibahas mengenai perkembangan bentuk buku di China hingga masa sekarang, termasuk buku dalam bentuk bilah-bilah bambu, gulungan sutera, dan akhirnya kertas.
Berikut ini adalah contoh halaman-halaman lainnya:


Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
China,
Sejarah buku,
sejarah buku di China,
Sejarah China,
Tiongkok.
Thursday, November 28, 2013
BUKU SEJARAH RINGKAS CHINA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU SEJARAH RINGKAS CHINA
Ivan Taniputera
27 November 2013

Judul buku: A Short History of China 1840-1919
Pengarang: Lin Yi
Penerbit: Foreign Languages Press, Peking, 1963
Jumlah halaman: 106
Bahasa: Inggris
Buku ini meriwayatkan sejarah China secara ringkas mulai dari Perang Candu hingga Gerakan 4 Mei pada tahun 1919. Berikut ini adalah beberapa kutipan dari buku tersebut.
Pada halaman 3 disebutkan mengenai kondisi China sebelum berawalnya Perang Candu:
"On the eve of the Opium War, China was still a feudal state. Britain was already the world's foremost colonial power, and her capitalists had been trying for some time to force open China's doors in order to secure markets for the manufactured goods and gain access to her raw materials. The Ching government, however, closed its doors to such trade. The Chinese people had no use for the cotton and wollen goods which the British merchants wer trying to foist on them, their own society being based on self-sufficient small-peasant economy..."
"On the eve of the Opium War, China was still a feudal state. Britain was already the world's foremost colonial power, and her capitalists had been trying for some time to force open China's doors in order to secure markets for the manufactured goods and gain access to her raw materials. The Ching government, however, closed its doors to such trade. The Chinese people had no use for the cotton and wollen goods which the British merchants wer trying to foist on them, their own society being based on self-sufficient small-peasant economy..."
Terjemahannya adalah:
"Menjelang Perang Candu, China masih merupakan negara feodal. Inggris telah menjadi kekuatan terkemuka dunia, dan para pemodalnya mencoba membuka pintu China dengan tujuan mengamankan pangsa pasar bagi barang produksi mereka serta memperoleh jalan mendapatkan bahan mentah. Kendati demikian, pemerintah dinasti Ching menutup pintu bagi perdagangan semacam itu. Bangsa China tidak menggunakan katun dan barang-barang wol yang para pedagang Inggris coba gunakan sebagai sarana menipu mereka. Masyarakat mereka didasari oleh ekonomi petani yang berswa-sembada...."
Di halaman 5 disebutkan mengenai Lin yang melarang perdagangan candu:
"Lin arrived in Canton in the spring of 1839 and forthwith ordered the foreign merchants to surrender their stocks of opium and sign a bond pledging that they would not ship any more opium to China on pain of capital punishment and confiscation of their cargoes."
"Lin arrived in Canton in the spring of 1839 and forthwith ordered the foreign merchants to surrender their stocks of opium and sign a bond pledging that they would not ship any more opium to China on pain of capital punishment and confiscation of their cargoes."
Terjemahan:
"Lin tiba di Kanton pada musim semi tahun 1839 dan memerintahkan para pedagang asing menyerahkan sediaan candu mereka serta menanda-tangani perjanjian bahwa mereka tidak lagi mengapalkan candu ke China dan bila melanggarnya akan dijatuhi hukum denda beserta penyitaan muatan mereka."
"Lin tiba di Kanton pada musim semi tahun 1839 dan memerintahkan para pedagang asing menyerahkan sediaan candu mereka serta menanda-tangani perjanjian bahwa mereka tidak lagi mengapalkan candu ke China dan bila melanggarnya akan dijatuhi hukum denda beserta penyitaan muatan mereka."
Berikut ini adalah uraian mengenai Pemberontakan Taiping (halaman 16-17):
"Hung Hsiu-chuan, a village schoolmaster of middle peasant origin who later distinguished himself as leader of the movement, was one of the earliest of China's progressives to seek to learn the truth about Western countries. He keenly resented the bitter lot of Chinese peasants following the Opium War. Indignation at the corruption of the Ching government fired him with the idea of rebellion, and together with a fellow-believer, Feng Yun-shan, he founded the Pai Shang Ti Hui (Society for the Worship of God), and actively prepared for insurrection. Many people, chiefly peasants and charcoal burners, joined this society, with Yang Hsiu-ching, Hsiao Chao-kuei, Wei Chang-hui and Shih Ta-kai also in the leadership."
Terjemahan:
"Hung Hsiu-chuan, seorang guru desa yang berasal dari kalangan petani kelas menengah, belakangan mengangkat dirinya sebagai pemimpin pergerakan. Ia merupakan salah seorang China paling awal yang berpikiran maju, yakni berupaya mencari kebenaran mengenai negara-negara Barat. Ia dengan tajam menyesalkan kepahitan hidup para petani China setelah berlangsungnya Perang Candu. Kebenciannya terhadap korupsi di kalangan pemerintahan Ching membangkitkan dalam dirinya gagasan mengenai pemberontakan, dan bersama dengan sesama penganut kepercayaan, Feng Yun-shan, ia mendirikan Pai Shang Ti Hui (Kelompok Pemuja Tuhan), lantas secara aktif mempersiapkan pemberontakan. Banyak orang, sebagian besar terdiri dari para petani serta pembakar arang, bergabung dengan kelompok mereka, bersama Yang Hsiu-ching, Hsiao Chao-kue, Wei Chang-hu, dan Shih Ta-kai, dimana mereka juga memegang kepemimpinan."
Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, September 9, 2012
Kerajaan Yu
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Kerajaan Yu
Ivan Taniputera
8 September 2012
Baru nonton acara CCTV tentang Kerajaan Yu di Pegunungan Qinling. Kerajaan ini masih misterius dan belum jelas asal usulnya. Sewaktu Dinasti Zhou di bawah pimpinan Zhou Wenwang memusnahkan dinasti Shang, maka bangsa Yu juga turut membantunya. Setelah Shang dikalahkan, negeri-negeri yang membantu Wenwang lantas dianugerahi tanah dan gelar baru. Bangsa Yu diberi kawasan di sekitar pegunungan Qinling. Penggalian sejarah dewasa ini memperlihatkan berbagai peninggalan Kerajaan Yu, seperti bejana-bejana perunggu yang masih memperlihatkan pengaruh Shang. Kerajaan Yu ini lenyap secara misterius pada masa pertengahan Dinasti Zhou.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Subscribe to:
Posts (Atom)