sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label buku antik. Show all posts
Showing posts with label buku antik. Show all posts
Thursday, April 11, 2013
Satu Lagi Contoh Sastra Melayu Tionghua: "Setangan Berloemoer Darah" atawa "Hikajat Tan Hian Beng"
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Satu Lagi Contoh Sastra Melayu Tionghua: "Setangan Berloemoer Darah" atawa "Hikajat Tan Hian Beng"
Ivan Taniputera
26 Juli 2012

Saya baru mendapatkan buku lama yang merupakan cetakan kedua tahun 1928 berjudul "Setangan Berloemoer Darah" atawa "Hikajat Tan Hian beng." Buku ini merupakan karya Tjoe Hong Bok dan nampaknya sangat sesuai bagi yang ingin mempelajari mengenai sastra dan bahasa Melayu Tionghua. Isinya mengisahkan mengenai pembunuhan seorang wanita Tionghua dan dituturkan dengan gaya seperti cerita detektif.
Berikut ini akan dikutipkan bagian pembukannya yang bertajuk "Soeara Treak di Waktoe Malam" (halaman 4):
"Tanggal 2 Maart 1808 pada waktoe malem soeara goentoer beroentoen-roentoen goemoeroeh di atas kota Cheribon, jang gelap, sehingga bikn seram boeloe badan orang. Oedjan amat lebat baroe sadja brenti; sekarang itoe goemoeroehnja goentoer ada dibarengin oleh angin besar jang menioep dengan bersoeit pada poehoen-poehoen besar dan tinggi, merontoken titik-titik aer oedjan dari marika poenja tjabang-tjabang ka tanah, jang soeda djadi letjak belaka; kamoedian angin bersoeit poela dan berderoe melintasi roemah-roemah.
Di kedjaoehan kilat-kilat bergoemirlapan dari mendoeng jang sedeng menjingkir lebi djaoeh. Awan djadi makin tipis dan remboelan memantjarken sinarnja dengan menemboesi mega jang djernih ka moeka boemi, sabentar katoetoep oleh mega jang tebel, sabentar lagi sampe lama mentjorong dengan laloeasa, sehingga sekarang orang bisa membedakan keadaan di masing-masing tempat.
Itoe waktoe soeda djaoeh malem; di djalanan-djalanan ada sepi sekali, melingken terkadang masi ada satoe doea orang, jang djalan dengen tjepet akan poelang ka roemah; sabenar-bentar toekang-toekang djaga jang bergadang, denger soeara kotekan dengan marika poenja tong-tong.
Kesepian sebagi jang ditoetoerken diatas ini, tida aken dapet bandingan soenjinja kampoeng Tjampang, jang pernahnja ada sedikit berdjaoehan dari kampoeng Tionghoa. Pendoedoek kampoeng Tjampang ada bertjampoeran antara orang-orang Tionghua dan Djawa, tapi sebagian besar ada bangsa jang terseboet blakangan. Keadaan di kampoeng jang dimaksoedken ini sasoenggoehnja djoega ada amat soenji, sehingga boleh bikin bergidig pada orang jang misti djalan melaloei djalanan disitoe pada waktoe malem, terlebih poela dalem prikeadaan di malem terseboet; djalanan jang betjek ada menikoeng doea kali dan menandjak ka satoe straat ketjil, jang di sepandjang kadoea tepinya ada banjak poehoen-poehoen, jang besar dan lebat daonnja......"
Berdasarkan kutipan di atas, kita dapat mengetahui perbedaan kosa kata antara bahasa Melayu Tionghua dengan bahasa Indonesia. Sebagai contoh:
Maart - Maret
Malem - malam
goemoeroeh - gemuruh
treak - teriak
straat - jalan
misti - harus
blakangan - belakangan
daon - daun
Nampak pengaruh-pengaruh bahasa Belanda, seperti dalam nama bulan (Maart) dan straat (jalan). Akhiran "kan" pada karya sastra di atas menjadi "ken."
Kita juga dapat memperoleh beberapa informasi lain berdasarkan kutipan di atas:
1.Pada tanggal 2 Maret 1808 terjadi hujan, yang menandakan bahwa di masa itu bulan Maret masih musim penghujan. Iklim dengan demikian masih belum berbeda jauh dengan sekarang. Hujan lebat terkadang juga masih turun di Pulau Jawa pada bulan Maret.
2.Kemudian saya membuka almanak tahun 1808 dan mendapati bahwa tanggal 2 Maret 1808 itu adalah adalah tanggal 6 bulan 2 penanggalan lunar, sehingga bulan tentunya masih berupa bulan separuh. Sebagai pembanding saya mencoba membuat diagram perbintangan pada tanggal tersebut.

Berdasarkan diagram perbintangan di atas, bulan masih berjarak kurang dari separuh oposisinya (180 derajat) dari matahari, dengan demikian tanggal 6 penanggalan Lunar itu sudah masuk akal. Menariknya pada diagram di atas terdapat square antara moon dengan Venus. Venus dalam astrologi melambangkan wanita, sehingga nampaknya cocok dengan peristiwa pembunuhan di atas, karena korbannya adalah wanita.
3.Pada abad ke-19 penduduk Tionghua dan Jawa berdasarkan kutipan di atas sudah tinggal berbaur di satu kampung (dalam hal ini Kampung Campang), walaupun masih banyak penduduk yang berasal dari suku Jawa. Ini menandakan bahwa pada masa itu, aturan tinggal di daerah tertentu bagi suku Tionghua sudah tidak begitu ketat lagi.
Bagi yang berminat kopi buku ini silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
Astrologi,
Astrology.,
buku antik,
buku jadul,
buku kuno,
Sastra Melayu Tionghoa
Tuesday, April 2, 2013
BUKU ILMU METAFISIKA, KEBATIAN, DAN MEDITASI YANG BAGUS: ELMOE YOGA SOETRA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU ILMU METAFISIKA, KEBATIAN, DAN MEDITASI YANG BAGUS: ELMOE YOGA SOETRA
Ivan Taniputera
2 April 2013

Ini merupakan buku menarik yang membahas ilmu okultisme dunia timur. Buku ini adalah karya Kandhaswani dan terdiri dari 71 halaman serta masih menggunakan ejaan van Ophuysen, penerbit Sunrise, Djakarta. Adapun judul yang tertera pada sampul adalah: "Elmoe Yoga-SoetraPada halaman 3 dibuka dengan perbandingan antara ilmu Barat dan Timur:
"Kaloe kita bandingken elmoe-elmoe dari negri Timoer dengen elmoe-elmoe dari negri Timoer dengen elmoe-elmoe dari negri Barat, kita dapet kenjataan Europa lebih banjak elmoe-elmoenja. Ini kita boleh teroesa oendjoeken lagi boekti-boektinja.
Lagi sifatnja elmoe-elmoe Europa berlaenan dari elmoe Timoer. Elmoe-elmoe Barat itoe semoea bisa diliat sama mata, atawa bisa dipreksa sama instrument. Maka jang tida bisa keliatan sama mata atawa tida bisa dipreksa sama instrument itoelah Europa bilang boekan elmoe aken tetapi tachajoel.
Tida adilnja anggepan ini kita teroesa oendjoekan lagi.
Pelahan-pelahan Europa mendoesin sendiri dari kakliroeannja. Didalem taon-taon jang blakangan orang-orang pandai bangsa Barat soeda mendapetken bebrapa pengatahoean baroe tadinja djoega tida dipertjaja. Dan apakah ternjata? Pengatahoean-pengatahoean baroe itoe sabenernja sama sekali boekan baroe, sebab semoea pengatahoean itoe soeda lama diketahoei di negri Timoer!
Sadjek itoe waktoelah doenia Barat moelain perhatiken lebih soenggoe-soenggoe pada elmoe-elmoe Timoer, sebab ternjata betoel ada elmoe-elmoe Timoer jang ghaib. Riboehan boekoe-boekoe salinan dari kitab-kitab Timoer disiarken di Europa dan Amerika. Dan sekarang di sana orang peladjarken Yoga dari bangsa Hindoe sama gemarnja seperti orang pahamken dangsa-dangsa jang paling baroe!"
Selanjutnya pada halaman 4 diulas mengenai asal muasal ilmu yoga:
"Menoereot peladjaran elmoe Yoga segala tenaga gaib asalnja dari manoesia sendiri. Didalem tiap-tiap manoesia Allah ada beriken tenaga gaib. Tenaga itoe djadinja boekan dateng dari loear aken tetapi dari dalem.
Sesoeatoe manoesia bisa kloearken itoe tenaga-tenaga ghaib dari dalem dirinja, djikaloe sadja ketahoei wet-wetnja tenaga gaib itoe."
Wet-wet ini dioendjoken didalem peladjaran Yoga.
Adapoen pokonja sekalian peladjaran Yoga itoe beginilah:
Manoesia ada mempoenjai doea badan jaitoe satoe badan aloes dan satoe badan kasar. Badan aloes itoe diberiken berbagi nama, seperti roh, soemanget, soekma dan laen-laen lagi. Dalem peroendingan ini, biarlah kita selaloe pake sadja perkataan "badan aloes."
Pada halaman 8 dibicarakan mengenai Hatha Yoga dan Raja Yoga:
"Elmoe Yoga jang dibitjarakan didalem boekoe ini jaitoe Hatha Yoga dan Raja Yoga.
Hatha Yoga ada mempoenjai 4 tingkatan, seperti jang terseboet dibawa ini:
1.Yama.
2.Nyama.
3.Asana.
4.Pranayama.
Djoega Raja Yoga terbagi dalem empat tingkatan Tingkatan-tingkatan itoe terseboet dibawa ini:
1.Pratyahara.
2.Dharana.
3.Dhyana.
4.Samadhi.
Maksoednja Hatha Yoga jaitoe bikin tentrem dan sehat betoel badan, maksoednja Raja Yoga jaitoe boeat bikin tentrem atawa tetep betoel pikiran."
Sayangnya halaman 9 dan 10 hilang.
Pada halaman 12 diajarkan tentang Asana:
"Asana jaitoe peladjaran sikep. Orang jang beladjar Yoga pahamken bebrapa sikep, dalem jang mana ia bisa berdoedoek diam dengen sampoerna boeat tempo jang lama zonder merasa sakit di toelang atawa di laeng bagian badan."
Pada halam 13-15, diulas mengenai berbagai macam Asana:
Contohnya adalah Asana 1:
"Tidoer tjelentang biar lempeng diatas batoe atawa randjang, zonder memake bantal boeat menoendjang kepala.
Lemesken antero anggota-anggota badan. Rebah seperti satoe mait jang tida bertenaga.
Asana ini didjalanken kira 15 menit lamanja. Semingkin lama bikinlah badan seperti semingkin berat rasanja...."
Selanjutnya akan dibahas mengenai:
Prana (halaman 15-17).
Pranayama (halaman 17-22).
Bernapas Sedjati (23-25).
Raja Yoga (halaman 25-27).
Pratijahara (halaman 27-29).
Dharama-Dhyana-Samadhi (halaman 29-31).
Mendjalanken Yoga (halaman 31-37).
Elmoe Ghaib Bangsa Faqir (halaman 37-46).
Elmoe Ghaib Bangsa Arab dan Indonesia (halaman 46-54).
Halaman 55 dibahas mengenai Azimat-Azimat (Djimat):
Berikut ini adalah salah satu contohnya:

Pada keterangannya tertulis bahwa jimat tersebut boleh dituliskan pada sepotong kertas dan ditempelkan di pintu rumah.
Selanjutnya dimuat pula berbagai mantra, salah satu contohnya adalah:
DOWAH BOEAT SADEKAH (HALAMAN 58):
Teroetama didalem boelan Roewah banjak sekali di Indonesia orang bikin sadekahan. Boeat sadekahan itoe moesti diambil atawa hari Kemis atawa hari Senen.
Doewahnja jang boleh dibatjaken jaitoe begini:
"Poen arek ngatoerken atji koekoes"
"majang poetih, teroes atji dewata"
"ka loehoer ka manggoeng"
"ka sang roemoehoen, ka handap"
"ka sang Batara Djadja"
"Ing banoegraha atji koekoes majang poetih"
"ka basoekana ka basoekina"
"panghatoerkan atji koekoes majang"
"poetih ka Batara Windoe Boewana"
"Poen sadoepoen".
Selanjutnya masih ada lagi mantra pengusir setan (halaman 59):
"Sasoedanja disediaken pendoepaan jang dibakarken menjan, serta satoe tjangkir aer, dalem mana ditaro 7 matjem kembang, orang batjalan dowa jang dibawa ini:
"Ini darma pamoelih"
"hijang saniskara anoe hoeroen"
"sampa goeroe, anoe herang
"sampa rasa salwasnja tjatjarita
"beubeul di petengkeun sadjroning
"gimbawasa, ari datang ka boelana
"Boekakeun koe parimanik,
"bijak beulah majoehmoeh poetih,
"di tiboeh aer mawar, di pepesan
"di pademan, koe atji darma pamoetih
"Sang dedewa kali Woro koeroengan,
"katima koe noe gerah gentei,
"noe resih poetih sawargan,
"poetih ka djati
"poelang ka Sawargan".
Selain itu masih ada lagi doa-doa lain yang menarik seperti doa panjang umur, menolak bala, perlindungan, dan lain sebagainya.
Buku ini sangat cocok bagi pengemar yoga, meditasi, dan kebatinan. Namun para penggemar budaya juga cocok pula membaca buku ini.
Bagi yang berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
buku antik,
buku jadul,
buku kuno,
ilmu gaib.,
kebatinan,
Metafisika,
yoga
Friday, March 29, 2013
BUKU JADUL BERBAHASA SUNDA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU JADUL BERBAHASA SUNDA
Ivan Taniputera
29 Maret 2013

Saya baru saja menemukan buku kuno berbahasa Sunda yang berjudul Hal Atikan. Buku ini merupakan karangan A. De La Court, yang merupakan direktur H.I.K. Bandoeng dan diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda (Disoendakeun) oleh R. Satjadibrata. Buku setebal 64 halaman ini merupakan terbitan Bale Poestaka, batavia, 1940. Pada bagian pembukaannya (Boeboeka) tercantum sebagai berikut:
Anoe rek ditjaritakeun dina ieu boekoe leutik nja eta hal atikan. Maksoedna noedoehkeun djalan noe hade, djeung minangka panoengtoen geusan ngadjalankeun pagawean anoe sakitoe beuratna, hesena djeung pentingna.
Sarerea tangtoe njaho, jen baroedak leutik beda deui djeung baroedak gede, ngatikna ge nja koedoe dibedakeun. Kitoe deui ngatik baroedak awewe koedoe dibedakeun djeung baroedak lalaki. Djadi hal ngatik baroedak noe beda-beda oemoerna koe oerang koedoe dibahas sapasal-sapasal, sarta dina oenggal pasal diterangkeun bedana atikan awewe djeung lalaki.
Tapi noe diterangkeun ti heula nja eta perkara2 sedjen. Memang oerang teh bisa noedoehkeun djalan noe hade sarta ngaharep soepaja nasehatna ditaroeroet, lantaran maranehna aja kapertjajaan ka noe mere nasehat. Katijda leuwih hadena, lamoen samemeh noereot kana nasehat, oerang bisa ngarti heula, naon sababna neo matak kitoe nganasehatanana, teu mere nasehat sedjen. Djadi noe meunang nasehat bisa njaho saeutik-eutikeun kana sabab-sababna noe matak aja nasehat kitoe.
Koe sabab eta, samemeh njaritakeun pasal atikan, oerang njaritakeun heula perkara kamadjoean kahiroepan, kamadjoean boedi djeung akal, kitoe deui hal kahesean djeung ni'matna tina atikan. Dina pasal anoe diheulakeun tea ditetelakeun, noe matak oerang koedoe ngatik djeung nanon anoe ditoedjoe koe atikan, nano sarat-saratna noe koedoe aja di toekang ngatik, atawa leuwih tetela : koemaha mistina noe djadi toekang ngatik.
Pasal-pasal noe ti heula rada hese mahamkeunana, ari pasal-pasal noe pandeuri tangtoe bangga ngadjalankeunana.
Koe pitoeloeng ieu boekoe leutik moega-moega djadi rea anoe ngarti kana kaheseanana djeung kani'matan ngatik. Moega-moega ieu boekoe djadi pitoedoeh ka indoeng bapa geusan ngalakonan kawadjibanana anoe sakitoe beuratna.
Jika berminat fotokopi silakan inbox.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Tuesday, October 30, 2012
Primbon Dampo Awang
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
PRIMBON DAMPO AWANG
Ivan Taniputera
28 Oktober 2012
Saya beberapa waktu yang lalu mendapatkan buku unik ini. Disebut unik karena metoda peramalan (divination) yang diulas dalam buku tersebut diatributkan pada Dampo Awang atau Zhenghe. Berikut ini adalah kutipan bagi bagian pendahuluannya:
"Perkataan "Dampoo Awang" sebenarnja ada nama Tionghoa: "SAM POO TWA LANG" atau SAM POO TAY DJIEN, jang dengan iapunja angkatan kapal lajar pertama kali berlabu di Bantam, kemudian ke Japara, Rembang, Lasem, Demak, Tandjung, Bujaran dan Semarang. Disini ia mendarat dan berdiam di GEDONG BATU (Semarang) sampai beberapa lama, dimana lantaran iapunja kebaikan dan dermawan suka menolong pada orang jang susah sengsara dan memberi pertolongan obat pada orang sakit, maka oleh rakjat dipandang sebagai seorang sakti, karena perkataannja sangat mandjur dan apa jang diutjapkan tentu kedjadian (Sapdho Pandhito). ...."
Dengan demikian, pada bagian Pendahuluan ini disebutkan mengenai mitos terkait Zhenghe, dimana penulis masih menganut suatu keyakinan populer bahwa Zhenghe pernah mengunjungi Semarang.
Sistim divinasi ini adalah menggunakan kombinasi tujuh dan lima, jadi secara keseluruhan terdapat 35 kemungkinan. Berdasarkan buku tersebut ketujuh pilihan itu dinamai dengan hari-hari pada saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu); sedangkan kelima pilihan dinamakan seturut hari-harti pada pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing). Namun ini semua hanya nama-nama saja, karena dapat diganti angka. Kelompok pertama adalah angka 1 hingga 7; sedangkan kelompok kedua adalah angka 1 hingga 5.
Caranya adalah sebagai berikut. Jika kita melakukan ramalan untuk orang lain, maka menggunakan dua jajaran atau barisan uang logam.
Barisan pertama ada tujuh keping uang logam dan diurutkan dari Senin hingga Minggu.
Barisan kedua ada lima keping uang logam dan diurutkan dari Paing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Lalu penanya dipersilakan mengambil satu keping dari barisan satu dan satu keping dari barisan dua.
Hasilnya kemudian dicocokkan dengan tabel dalam buku tersebut dan dicari maknanya.
Apabila ingin melakukan peramalan untuk diri sendiri, maka kita menuliskan angka-angka pada kertas dan digulung. Kelompok gulungan pertama ada tujuh dan dinomori dari 1-7. Kelompok gulungan kedua ada lima dan dinomori dari 1-5. Kita lalu mengambil masing-masing satu gulungan dari kelompok pertama dan kedua. Hasilnya lantas dicocokkan seperti di atas.
Jikalau Anda berminat foto kopi hubungi 0816658902.

sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
buku antik,
buku kuno.,
Dampo Awang,
PRIMBON,
ramalan,
Sam Po Toa Lang,
Sam Poo Tay Djien,
Sam Poo Twa Lang
Subscribe to:
Posts (Atom)