sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.(Bila anda mendapat anugrah ilmu yang membuat banyak orang senang, janganlah kamu merasa pintar, sebab apabila Tuhan mengambil lagi ilmu yang menyebabkan anda terkenal itu, anda akan menjadi orang biasa lagi, malah lebih bermanfaat daun yang kering)
Showing posts with label tradisi China. Show all posts
Showing posts with label tradisi China. Show all posts
Wednesday, December 4, 2013
ILMU BAGAIMANA SUPAYA UANG DAPAT TERSIMPAN
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
ILMU BAGAIMANA SUPAYA UANG DAPAT TERSIMPAN
Ivan Taniputera
4 Desember 2013
Salah seorang teman pernah berkonsultasi dan menceritakan bahwa uangnya sering keluar untuk hal-hal yang tidak menyenangkan, misalnya ada anggota keluarga sakit silih berganti dan keperluan lainnya, sehingga uang sulit terkumpul. Sebagai contoh, minggu lalu lampu sepeda motornya terserempet tiang, sehingga harus diganti. Demikianlah, selama beberapa tahun ini uang sulit ditabung. Ia lalu menanyakan pada saya adakah metoda untuk mengatasi hal ini. Saya lalu mengajarkan padanya suatu metoda kuno yang jitu. Caranya sudah saya sederhanakan agar sesuai dengan kondisi zaman sekarang dengan tanpa mengubah esensinya. Metodanya adalah sebagai berikut.

Ambil kotak dari kardus dan bungkus seluruhnya dengan kertaswarna merah. Ukuran kotak jangan terlalu besar dan juga jangan terlalu kecil. Kira-kira cukup diisi 30 keping mata uang logam Rp.1000,- Lalu buatlah lubang seperti celengan, yang agak besar (gambar 1)
Ilmu ini boleh mulai dijalankan berdasarkan hari atautanggal kelahiran Anda.
Jadi misalkan Anda lahir tanggal 5, makamulailah tanggal 5 pada sembarang bulan.
Tapi boleh juga Anda lahir di hari Minggu, makamulailah pada sembarang hari Minggu.
Pilih sekehendak Anda di antara dua kemungkinan di atas.
Masukkan uang koin pertama Rp.1000,- ke dalamkotak melalui lubang. Setelah memasukkan uang logam pertama, tempelkan hu kuning pertama dengan posisimenyilang ke kanan pada sebagian lubang (gambar 2).
CATATAN: Hu ini bagi tiap orang berbeda-beda, sehingga tidak akan ditampilkan di sini.
Ingat agar setelah itu uang masihdapat lewat melalui lubang, sehingga lubang harus cukup besar. Jika Anda beragama Buddha, saat menempel Hu baca:
OM AH HUNG 3X
OM AH HUNG 3X
OM MANI PADME HUNG 3X
atau doa-doa sesuai agama dan kepercayaanmasing-masing. Intinya berdoalah dan bertekad dengan sungguh-sungguh agar uang dapat tersimpan.
Lakukan terus SETIAP HARI selama 30 hari. Setiap hari tidak boleh terlewat.Jika ada satu hari yang terlewat HARUS DIULANGI DARI AWAL.
Lakukan terus SETIAP HARI selama 30 hari. Setiap hari tidak boleh terlewat.Jika ada satu hari yang terlewat HARUS DIULANGI DARI AWAL.
Setelah memasukkan uang logam yang ke 30, makatempelkan hu kedua dengan posisi menyilang ke kiri, sehinggaseluruh lubang tertutupi semuanya (gambar 3).
Simpan kotak di laci uang dan jangan dibuka lagi.
Artikel-artikel lain yang menarik silakan kunjungi dan bergabung dengan: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Friday, November 1, 2013
BUKU MENGENAI KEHIDUPAN DAN TRADISI MASA KANAK-KANAK DI CHINA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
BUKU MENGENAI KEHIDUPAN DAN TRADISI MASA KANAK-KANAK DI CHINA
Ivan Taniputera
31 Oktober 2013

Judul: A Chinese Childhood
Pengarang: Chiang Yee
Penerbit: tidak tercantum, namun terdapat keterangan bahwa buku ini pertama dicetak pada tahun 1940.
Jumlah halaman: 304
Bahasa: Inggris
Adapun daftar isinya adalah sebagai berikut:
INTRODUCTION xi
1.My Birthplace 3
2.The Chiang Family 9
3.The Hall of Three Footpaths 16
4.An Unspoken Decree 25
5.A "Boy-Student" of Sixty Two 31
6.A Cure For Toothpache 36
7."Death Affairs" 41
8.Troublesome Hair 47
9.Rushing is Fruitless 56
10.The Conference of Madmen 61
11."What A Businees!" 67
12.Not "Mister" 79
13.The Morning Walk 87
14.The Animal Nature of Man 91
15.The First Soup 96
16.The Story of a Handsome Young Men 103
17.Two Spring Dinner-Parties 111
18.Boating by Moonlight 115
19.The Ch'ing-Ming Festival 121
20.On the Back of a Buffalo 127
21.A Similar Heart' Knot 133
22."Wishing for Skill" 140
23.A Stranger's Touch 144
24.The Feast of Lanterns 151
25.Tender Hearts 158
26.Out of Balance 168
27.Two Notable Personalities 172
28.Beating the Flowery Drum 177
29.Double Seventieth Birthday 182
30.Stone-Bell Mountain 187
31.The Birth of My Nephew 193
32.Different Paths 206
33.The Birthday of the Flowers 210
34.Feeding Silkworms 217
35.As If We Had Met Before Swallows 222
36.Three Popular Stories 228
37.Dragon Boat Race 236
38.My First Job as Family Representative 240
39.Riding on a Stork 246
40.Foxes and Other Spirit 254
41.Creatures Big and Little 261
42.Up The Lu Mountain 272
43.Fireworks in the Air 277
44.Nothing is to Real 280
45.Green Hair Turtle 283
46.Up The Pagoda 288
47.No Waste 293
48.Song of Peace 297
CONCLUSION 300
Buku ini merupakan pemaparan mengenai masa kecil pengarangnya beserta segenap tradisi, upacara, permainan, dan lain sebagainya terkait masa-masa kanak-kanak di China. Sebagai contoh pada bagian pengantarnya dapat kita baca sebagai berikut (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia):
"Sewaktu sedang duduk dengan tenang dan sendirian pikiran saya tertarik kembali ke masa kanak-kanan saya. Terkadang saya mendapati bahwa kenangan mengenai peristiwa menyenangkan membuat saya tersenyum; terkadang kenangan terhadap sesuatu yang kurang menyenangkan mendatangkan kesedihan ke dalam lubuk hati saya, seolah-olah kejadian sedih tersebut terjadi saat ini juga.
Adalah baik menyatakan bahwa masa kecil saya adalah sesuatu yang khas. Namun China adalah negara yang besar; kebiasaan dan tradisi di dalamnya berbeda di masing-masing tempat, dan tentu saja kehidupan masing-masing pribadi berbeda pula." Tidak seluruh keluarga China, sebagai contoh, sebagaimana selalu diyakini, memiliki banyak anggota. Beberapa di antaranya hanya terdiri dari suami, isteri, dan barangkali seorang anak; sedangkan yang lainnya terdiri dari tiga puluh atau empat puluh orang tinggal di bawah satu atap. Saya, demikian pula, dilahirkan di tengah-tengah keluarga besar; tetapi saya mengingat dengan baik bagaimana kisah mengenai keluarga saya seperti yang saya ceriterakan pada kawan-kawan sekelas di sekolah dan perguruan tinggi terdengar menarik bagi mereka karena begitu banyak di antara mereka tidak pernah hidup di keluarga besar.
Saya adalah seorang anak yatim piatu dan saya masih belum melupakan perasaan kesepian saya sewaktu sepupu-sepupu saya berlari pada orang tua mereka masing-masing guna mendapatkan kedamaian dan kasih sayang. Saya memandang diri saya sebagai seorang anak yang pemalu, tidak pernah ribut, dan penakut......."
Pada buku ini juga diungkapkan silsilah keluarga pengarangnya.


Pada bab pertama, halaman 3, diriwayatkan mengenai tempat kelahiran pengarangnya (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya, yakni Inggris):
"Saya terlahir di Kiu Kiang. Ia merupakan distrik yang kecil jika dibandingkan dengan provinsi Kiangsi, namun semenjak zaman Han Akhir (250 SM hingga 219 M) ia telah menjadi tempat berlangsungnya berbagai peristiwa bersejarah penting. Seorang jenderal muda terkemuka dari Kerajaan Wu bernama Chou Yu, menjadikan ibu kota distrik ini sebagai markas besarnya, dan sebuah jalan kecil telah dinamai seturut isteri cantiknya, Hsiao Chiao, adik perempuan isteri Kaisar Chao Lieh dari Shu (sekitar 199 hingga 256). Kiu Kiang ada hubungannya dengan hampir seluruh perubahan dinasti dalam sejarah kami. Hal ini dikarenakan letaknya...."
Terdapat pula mengenai permainan yang disebut Chi-ku-tsui-hua (menabuh genderang kulit kambing guna memaksa mekarnya bunga).

Pada halaman 113 dapat kita baca (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia):
"Setelah beberapa cangkir anggur diedarkan, ia menyarankan permainan minum anggur yang disebut Chi-ku-tsui-hua (menabuh genderang kulit kambing guna memaksa mekarnya bunga). Ia meminta seorang pelayan mengambil bunga segar dari jambangan bunga dan genderang kecil. Saya diminta menabuh genderangnya, dan diperintahkan menabuh dan berhenti sekehendak hati saya. Sewaktu saya menabuhnya, bunga itu diedarkan pada masing-masing orang. Ketika saya berhenti menabuh genderangnya, orang yang kebetulan mendapatkan giliran memegangnya harus meminum anggur dalam sekali teguk. Lucunya orang yang pertama memegang bunga saat genderang berhenti ditabuh adalah orang menyarankan permainan tersebut!...."
Uniknya terdapat pula gambar mengenai mode rambut masa itu. Pada halaman 53 dapat kita baca (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia):
"Karena saya adalah anak laki-laki dan khususnya tidak tertarik pada seni penataan rambut, saya tidak dapat mengingat seluruh gaya rambut yang beraneka ragam, namun berikut ini adalah beberapa gaya rambut yang saya ingat:
"Karena saya adalah anak laki-laki dan khususnya tidak tertarik pada seni penataan rambut, saya tidak dapat mengingat seluruh gaya rambut yang beraneka ragam, namun berikut ini adalah beberapa gaya rambut yang saya ingat:

Kadang-kadang beberapa bibi dan sepupu perempuan yang lebih tua menata rambut mereka dengan bantuan penata rambut profesional....."
Berikut ini adalah tradisi Cha-chou yang dilangsungkan saat seorang bayi berusia setahun. Pada halaman 203 dapat kita baca (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia):
"Lalu dia ditempatkan di bagian tengah meja bundar besar, yakni di antara berbagai benda yang mewakili beragam pekerjaan mungkin dipilihnya-tinta, kuas, alat hitung tradisional China, pedang, gunting, palu kecil, meterai pejabat, tumbuhan obat, dan lain sebagainya. Ia didorong agar memilih memungut apa pun yang dikehendakinya. Ini disebut Cha-chou atau Upacara Meraih Sesuatu yang diadakan saat seorang anak berusia setahun...."

Buku ini sangat cocok bagi mereka yang mendalami atau menggemari mengenai budaya dan tradisi China serta para sinolog.
Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Sunday, February 17, 2013
TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK (Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year(
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK
Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year
Ivan Taniputera
17 Februari 2013
Di tengah-tengah keluarga saya terdapat tradisi mengunjungi delapan kelenteng setelah Tahun Baru Imlek. Adapun kunjungan itu sedapat mungkin dilakukan dalam sehari dan ritual ini boleh dilakukan hingga tanggal 15 bulan pertama Imlek (Capgomeh). Pada hari ini saya dalam sehari melakukan kunjungan ke delapan kelenteng/ vihara sebagai berikut:
1.VIHARA MAHA WELAS ASIH
Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin.
Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:

Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).

2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)
Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.
Tampak luarnya adalah sebagai berikut:

Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).

Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.
Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.

Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.

Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:

3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)
Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.

Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:

Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.

Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.

Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.

Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.


4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)
Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.

Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.

Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.

Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.

Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao

5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)
Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun)
Kita tidak dapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.

Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.

6.KELENTENG GRAJEN
Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.
Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.

Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.


7.KELENTENG BUGANGAN
Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.

Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.

Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.
8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG
Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.

Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.

Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.

Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.
1.VIHARA MAHA WELAS ASIH
Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin.
Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:

Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).

2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)
Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.
Tampak luarnya adalah sebagai berikut:

Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).

Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.
Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.

Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.

Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:

3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)
Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.

Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:

Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.

Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.

Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.

Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.


4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)
Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.

Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.

Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.

Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.

Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao

5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)
Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun)
Kita tidak dapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.

Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.

6.KELENTENG GRAJEN
Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.
Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.

Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.


7.KELENTENG BUGANGAN
Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.

Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.

Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.
8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG
Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.

Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.

Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.

Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Wednesday, November 14, 2012
RITUAL CISWA (TOLAK BALA) DALAM PRAKTIKNYA
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
RITUAL CISWA (TOLAK BALA) DALAM PRAKTIKNYA
Ivan Taniputera
14 November 2012
![]() |
Kali ini saya akan menguraikan mengenai praktik ritual ciswa atau tolak bala. Pada artikel ini, saya tidak akan menguraikan falsafahnya terlalu banyak, melainkan akan memaparkannya seolah-olah sebagai seorang pengamat yang baik saja. Terlebih dahulu saya akan menguraikan terlebih dahulu perlengkapan-perlengkapan yang digunakan. Pertama-tama adalah orang-orangan kertas, yang ditujukan sebagai pengganti tubuh kita. Pada orang-orangan kertas tersebut akan dikenakan pakaian lama kita.
Lalu terdapat pula semacam panggung yang memiliki empat gerbang. Masing-masing gerbang itu dijaga oleh malaikat kepala sapi dan muka kuda (牛頭馬面). Lalu dibagian tengahnya terdapat semacam sumur dan tangga-tanggaan. Pada dasar sumur terdapat orang-orangan dari kertas, yang juga melambangkan diri kita. Malaikat kepala sapi dan muka kuda yang berdiri di setiap gerbang empat penjuru tersebut dimaksudkan agar tidak ada kejahatan yang dapat menimpa kita. Segenap orang jahat akan menyingkir jauh dan tak dapat melaksanakan niatnya. Selanjutnya, uang-uangan yang digantungkan itu merupakan harapan agar kita hidup makmur.
Setelah berlangsungnya upacara doa dan persujudan, orang-orangan yang ada di dasar sumur pada panggung empat penjuru tadi diambil, dengan sebelumnya menyebutkan nama kita sendiri. Seolah-olah kita kita memanggil diri kita sendiri ke luar dari sumur. Orang-orangan kertas tadi kita ambil dan bawa menapaki anak tangga pada tangga-tanggaan. Lalu didudukkan pada tepi panggung. Artinya kita telah lepas dari segenap permasalahan.
Sesajian yang dipergunakan dalam persembahyangan biasanya adalah kue-kue, buah, dan masakan sayuranis. Sesudah upacara tolak bala selesai, maka segenap perlengkapan ritual tadi dibakar. Ini menandakan bahwa segenap harapan kita telah dikabulkan.
sepatu orthopadi
orthoshoping.com
sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita
kelainan kaki pada balita
Ads orthoshop
Labels:
budaya Tiongkok,
Chinese tradition,
cisua,
ciswa,
tolak bala.,
tradisi China,
tradisi Tiongkok
Subscribe to:
Posts (Atom)
