Showing posts with label kuliah. Show all posts
Showing posts with label kuliah. Show all posts

Monday, January 2, 2012

Makalah - Fungsi Komunikasi

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG
Komunikasi merupakan sarana yang paling vital bagi setiap manusia untuk mengerti dirinya sendiri, mengerti orang lain dan memahami lingkungannya. Mengetahui tempat dan cara kehadirannya di masyarakat serta hubungan dengan sesama yang ada di sekitarnya. Semua itu dapat dipahami dengan adanya “Jalur Komunikasi” yang terjalin baik. Komunikasi tidak saja dikenal dalam bidang kehumasan (public relations) ataupun dalam dunia pers, melainkan mempunyai cakrawala pemahaman yang sangat luas. Hampir di setiap aspek kehidupan manusia terjalin proses komunikasi yang disadari maupun tidak disadari.
Komunikasi menjadi sarana bagi manusia untuk menjalin hubungan sosial diantaranya. Hubungan sosial yang terjalin akan memudahkan setiap individu untuk memenuhi kehendak dan kebutuhannya.
Tujuan – tujuan dalam berkomunikasi , oleh para pakarnya di asumsikan sebagai fungsi komunikasi. Fungsi – fungsi komunikasi yang dipaparkan dalam keilmuan komunikasi merupakan tujuan – tujuan yang hendak dicapai ketika terjadi komunikasi antarindividu. Tujuan – tujuan yang dimaksud akan tercapai bila respon yang diberikan komunikan adalah respon yang positif.
Dalam makalah ini akan dijelaskan secara sederhana beberapa fungsi – fungsi komunikasi yang telah dirumuskan oleh pakarnya.

1.2  TUJUAN
            Dalam penulisan makalah ini, memiliki tujuan ;
a.       Mengenal fungsi-fungsi dari komunikasi
b.      Memahami dan mengaplikasikan fungsi-fungsi komunikasi

1.3  PEMBATASAN MASALAH
            Dalam penulisan makalah ini penulis hanya membahas fungsi-fungsi dari komunikasi yang telah dirumuskan secara garis besar oleh pakarnya.

BAB II
PEMBAHASAN

Apa yang mendorong kita berkomunikasi ?
Manfaat – manfaat apa yang kita peroleh dalam berkomunikasi ?
Sejauh mana komuniksai memberikan andil bagi kepuasan kita ?
Pertanyaan – pertanyaan demikianlah yang lebih difokuskan oleh ahli komunikasi. Pertanyaan – pertanyaan inilah yang selalu menjadi pemikiran pakar komunikasi daripada mendefinisikan apa yang diosebut komunikasi. Adapun untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut, para pakar komunikasi merumuskan fungsi – fungsi komunikasi. Fungsi – fungsi ini dirumuskan berdasakan pengamatan terhadap lingkungan.
Fungsi Komunikasi secara umum
1.       Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan
2.       Tidah terasing atau terisolasi dari lingkungan
3.       dapat mengajarkan atau memberitahukan sesuatu
4.       dapat mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan
5.       Dapat mengenal diri sendiri
6.       Dapat memperoleh hiburan atau menghibur orang lain.
7.       Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang
8.       Dapat mengisi waktu luang
9.       Dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan
10.    Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku sebagaimana diharapkan.
Deddy Mulyana dalam bukunya, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengutip Kerangka berpikir William I. Gorden mengenai fungsi-fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat bagian.
1. FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan. Pembentukan konsep diri.
Komunikasi sosial merupakan komunikasi yang dilakukan sebagai bentuk pemenuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman, dan tentram. Dua komunikan yang saling berkomunikasi tanpa menentukan topik sebelumnya dan tanpa ada tujuan khusus, mampu berkomunikasi hingga berjam – jam. Pesan – pesan yang saling ditukarkan mungkin hal yang remeh, namun pembicaraan antara keduanya menimbulkan rasa senang dan nyaman.
a. Pembentukan konsep diri
            konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan hal ini kiota dapatkan dari inforamasi yang disampaikan orang lain kepada kita. Aspek – aspek konsep diri meliputi jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, pengalaman, rupa fisik, dan lain sebagainya yang kita tanam dalam diri kita melalui peryataan ( umpan balik ) dari orang lain, yang akhirnya menuntut kita untuk berperilaku sebagaimana orang lain memandang kita.
b. Pernyataan eksistensi diri
            Orang berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis. Bila kita berdiam diri maka seolah – olah kita tidak ada ( menurut persepsi orang lain ). Sikap aktif dari individu merupakan bentuk peryataan dirinya  bahwa dia ada. Sedangkan sikap pasif ( diam ), akan memepengaruhi orang lain untuk mempersepsikan bahwa kita tidak tidak ada dan tidak dinutuhkan.
c. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan
            Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita harus berkomunikasi dengan orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Kebutuhan biologis seperti makanan dan minuman. Kebutuhan psikologis seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui komunikasi pula, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makana cinta, kasih sayang, keintiman, simpati, rasa hormat, bangga, benci dan lain sebaagainya. Melalui komunikasi, kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan yang satu dengan perasaan lainnya.
2. FUNGSI KOMUNIKASI EKSPRESIF 
Komunikasi ekspresif tidak secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi orang lain, namun dapat terjadi sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen dalam menyampaikan perasaan ( emosi ) kita. Perasaan tersebut disampaikan melalui pesan – pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, takut, marah atau benci dapat disampaikan lewat kata – kata, namun dapat tersampaikan pula melaui perilaku nonverbal.
3. FUNGSI KOMUNIKASI RITUAL
Komunikasi ritual sering dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara - upacara berlainan sepanjang tahun. Dalam kegiatan –kegiatan tersebut orang mengucapakan kata – kata dan menampilkan perilaku yang bersifat simbolik. 
4. FUNGSI KOMUNIKASI INSTRUMENTAL
Komunikasi instrumental  mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur (persuasif).  Komunikasi instrumental mengandung muatan persuasif yang mempengaruhi komunikan untuk mempercayai bahwa pesan yang disampaikan komunikator akurat dan layak untuk diketahui.
BAB III
PENUTUP

1. Simpulan
            Fungsi komunikasi secara garis besar terbagi atas empat fungsi. Yaitu sebagai komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual dan komunikasi instrumental. Fungsi – fungsi ini mencakup berbagai macam tujuan individu melakukan komunikasi dengan individu yang lain. Selain untuk menyampaikan maksud juga untuk menerima respon dari lawan komunikasi.

2. Saran
             Setelah mengetaui fungsi – fungsi komunikasi, kita hendaknya mampu berkomunikasi dengan baik, pada tempatnya serta dengan media yang tepat.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Tugas Analisis Wirausaha

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

            Tantangan pembangunan yang dialami saat ini terutama adalah tantangan kesempatan kerja atau usaha bagi penduduk yang terus meningkat. Jutaan orang atau pemuda memerlukan kerja sementara lapangan kerja formal yang baru relative lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang ada. Bahkan sebagian lowongan kerja yang ada tidak dapat terisi oleh mereka yang mencari pekerjaan karena tidak memenuhi persyaratan atau kualifikasi yang diminta. Sebagian besar tenaga kerja tersebut memang berpendidikan rendah dan tidak memiliki keterampilan khusus. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka kemudin mencari dan berusaha sendiri dalam berbagai usaha kecil. Karena usaha mereka umumnya tidak menentu dan tidak terdaftar secara resmi, maka usaha mereka sering disebut usaha informal.  Contoh usaha tersebut adalah seperti studi kasus yang akan dipaparkan di bawah ini.
            Pak Sa’i dan lampu hemat energi. Seorang warga yang hanya selesai mengenyam pendidikan SMP ini hanyalah warga biasa yang tak pernah sekolah tentang listrik. Namun, kesabaran, keuletan dan kekreatifannya membuhkan hasil. Limbah sampah yang siap dibuang bisa dimanfaatkannya menjadi barang baru yang berdaya guna. Warga pamekasan ini mampu mendulang rupiah dari keterampilannya membuat ribuan lampu hemat tenaga listrik. Pada awal ’90, pak Sa’I berhasil merangkai sebuah lampu komponen hemat daya listrik. Sejak itu teruslah dia kembangkan keterampilannya ini hingga sekarang mampu membeli tanah dan membangun rumah tinggal dan tempat usahanya.
            Usaha membuat lampu hemat daya listrik inipun mulai dilirik konsumen. Sampah – sampah elektonik yang dikumpulkan pak Sa’i dan telah diolahnya menjadi barang berguna ini terus maju hingga tahun 1997. Konsumen pak Sa’i pun merambah tidak hanya di Pamekasan, melainkan di Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Probolinggo. Di masing – masing daerah ia telah menempatkan distributornya. Usaha ini mulai sedikit menurun ketika krisis moneter melanda pada tahun 1998. Sejak itu kondisi usahanya semakin parah, ditambah sejak masuknya lampu hemat impor dari Cina. Meski dirasa menurun, pak Sa’i terus berproduksi dengan mencoba memberikan pelayanan lebih, disertai dengan harapan adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor yang menjadi saingan dalam usahanya.

Analisis :
            Kegiatan yang dilakukan oleh pak Sa’i tergolong dalam kegiatan wirausaha. Minoritas. Ada kemungkinan untuk semakin berkembang atau bahkan berhenti sama sekali. Yang dialami pak Sa’i pada mulanya adalah usaha yang berkembang pesat kian harinya. Namun karena perubahan dinamika pemerintahan, usaha pak Sa’i mengalami kemunduran. Ada kemungkinan apabila keterpurukan yang dialami usahanya semakin meningkat, usahanya akan berakhir.   
            Usaha pak Sa’i tergolong usaha informal. Usahanya awalnya adalah usaha yang tidak terstruktur dan tidak direncanakan. Pengembangannya juga merupakan pengembangan siuasional yang mengandalkan pada nasib. Tapi, usaha pak Sa’i ini merupakan hasil dari jiwa inofatif, kreatif, dan  analitif. Selain mengandalkan keterampilan, kemampuan melihat peluang adalah bukti bahwa ada jiwa wirausaha dalam diri pak Sa’i. Semasa usahanya mampu menaikkan taraf hidup, pak Sa’i berusaha ntuk melebarkan sayap. Pun ketika krisis moneter melanda, pak Sa’i terus melakukan upaya untuk mempertahankan usahanya. 

Kelemahan usaha yang ia rintis diantaranya:
  1. Kurangnya stabilitator dari pemerintah, sehingga usahanya kalah saing dengan produk impor.
  2. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk lokal

Bentuk – bentuk upaya yang dapat dilakukan, diantaranya perlu:
  1. Kesadaran pemerintah untuk membatasi impor produk asing dan memberdayakan usaha kecil seperti milik pak Sa’i agar mampu bersaing di pasaran
  2.  Kesadaran pemerintah untuk memberikan wacana kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing. Perlu adanya wacana yang memberitakan untung dan rugi penggunaan produk asing.
  3. Pengembangan usaha dari pak Sa’i dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi. Perlu juga menambah wawasan dalam diri pak Sa’i agar lebih mampu mengenal dunia usaha dan mengantisipasi segala resikonya.
  4. Peningkatan manajemen dalam usahanya. Penambahan relasi, penambahan pangsa pasar, peningkatan kualitas, dan perencanaan usaha
  Memenuhi Tugas di mata kuliah Kewirausahaan

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Filsafat Pancasila

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Filsafat Pancasila

Secara Etimologis istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani, ”Philein” yang artinya “cinta” dan “Sophos” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom”. Secara harfiah, makna filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup manusia, di mana manusia selalu berupaya mencari pandngan hidup yang paling benar, paling baik dan membawa kesejahteraan dalam kehidupannya.
            Arti filsafat dikelompokkan menjadi dua:
1.      Filsafat Sebagai Produk
a.       Filsafat yang mencakup arti – arti filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep dari para filsuf, teori, sisitem atau pandangan tertentu, yang merupakan hasil dari proses berfilsafat dan yang mempunyai cirri – cirri tertentu.
b.      Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Pengertian ini berciri – cirri khas sebagai suatu hasil kegiatan berfilsafat, di mana persoalan diselesaikan dengan berfilsafat (filsafat sebagai proses yang dinamis)
2.      Filsafat Sebagai Suatu Proses
Filsafat yang diartkan sebagai bentuk suatu aktifitas berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahan.
Manfaat Filsafat
Tujuan – tujuan berfilsafat adalah untuk mengumpulkan pengetahuan manusia, mengajukan kritik, menilai pengetahuan, dan mnemukan hakikatnya. Maka manfaat yang dapat diambil dari berfilsafat adalah terbawanya kita pada pemahaman akan tindakan yang lebih layak, bijaksana, dan arif. Sedangakn fungsi filsafat adalah sebagai pandangan hidup untuk bisa bertindak bijaksana, berwawasan luas, dan obyektif memandang suatu obyek. Filsafat akan membentuk sikap kritis, analis yang kritis yang kompeten.
Kesatuan Filsafat
  1. Epistemologi, yaitu filsafat sebagai suatu pengetahuan (logika, ilmu, metodologi) yang menjadi dasar bagi manusia untuk bertindak. Hal ini menekankan bahwa segala sesuatu yang kita pelajari harus memiliki landasan ilmu pengaetahuan.
  2. Ontologi, yaitu bagian – bagian atau wujud dari filsafat, di mana segala sesuatu yang kita kaji harus memilki bentuk kajian itu sendiri. Ontologi menitikberatkan pada mengkaji suatu bentuk konkret, faktual, transdental maupun metafisis.
  3. Aksiologi, yaitu filsafat sebagai suatu ilmu yang berbentuk diterapkan dalam kehidupan, dengan membandingkan filsafat yang satu dengan filsafat yang lain sebagai upaya mencari hakikat kebenaran dan kebijaksanaan dalam bentuk evaluasi.

Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Pancasila yang terdiri dari lima sila pada hakikatnya adalah sebuah system. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, yang terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Pancasila yang terdiri atas bagian – bagian yaitu sila – sial Pancasila, di mana setiap sila pada hakikatnya merupakan asas tersendiri, yang berfungsi masing – masing dengan tujuan tertentu nyang berbeda. Namun, isi masing – masing sila pada hakikatnya adalah satu kesatuan dan keutuhan yang sifatnya majemuk tunggal, yaitu saling terkait antara sila yang satu dengan sila yang lain dan tidak dapat berdiri sendiri – sendiri.

Kesatuan Sila – Sila Pancasila
            Jika dilihat dari intinya, sila – sila dalam pancasila menunjukkan suatu rangkaian yang berurutan, di mana sila yang mendahului sila yang lain adalah karena suatu kekhususan. Dalam susunan hierarkis dan piramidal, ketuhanan yang Maha Esa menjadi basis kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial. Sebaliknya, Ketuhana yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, yang membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Demikian seterusnya sehingga tiap – tiap sila dalam Pancasila mengandung sila – sila yang lain.

Kesatuan Pancasila sebagai suatu Sistem Filsafat
Kesatuan Pancasila sebagai filsafat adalah pancasila yang terdiri dari lima sila dijalankan sebagi suatu sistem yang selalu menjadi landasan, menjadi pandangan hidup, serta menjadi tolak ukur utama dalam berindak.  Filsafat Pancasila adalah bagaimana masyarakat Indonesia bertindak berdasarkan sila – sila pancasila dan menjauhkan diri dari segala hal hal yang tidak berakar pada pancasila.
Kesatuan sila – sila pancasila pada hakikatnya bukan hanya kesatuan yang bersifat formal, namun meliputi kesatuan Epistemologis, Ontologis dan aksiologis.
1.      Dasar Epistemologis Sila – sila Pancasila
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada dasarnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan, pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam smesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hdup serta sebagai dasar bagi manusia menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
Hal mendasar dalam epistemologis yaitu;
a.       Sumber pengetahuan manusia
b.      Teori kebenaran pengaetahuan manusia
c.       Watak pengetahuan Indonesia
2.      Dasar Ontologis Sila – sila Pancasila
Dasar Ontologis Pancasila adalah manusia, yang memilki hakikat mutlak monopluralis. Subyek pendukung pancasila adalah manusia itu sendiri. Sama halnya ketika kita memahami dari segi filsafat negara bahwa pancasila adalah dasar filsafat negara. Adapun pendukung pokok negara adalah rakyat, dan unsur rakyat adalah manusia itu sendiri. Dalam filsafat Pancasila tersirat bahwa dasar antropologis sila – sila pancasila adalah manusia.
3.      Dasar Aksiologis Sila – sila Pancasila
Dasar aksiologis pancasila adalah nilai – nilai yang digunakan manusia untuk mengukur hakikat pancasila. Nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Nilai itu sendiri bergantung pada subyek yang memandang.
Keragaman sudut pandang manusia membedakan nilai – nilai yang disesuaikan dengan sudut pandang subyek.

            Filsafat Pancasila sebagai dasar kehidupan adalah bagaimana manusia bertindak berdasarkan nilai – nilai pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat pancasila bertindak sebagai identitas nasional. Hal ini didasari realitas bahwa asala nilai – nilai pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri. Filsafat Pancasila merupakan dasar dari negara dan konstitusi (Undang – undang dasar Negara) Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa filsafat Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, memilki konsekuensi bahwa segala peraturan perundang – undangan dijabarkan dari nilai – nilai pancasila. Dengan kata lain, pancasila merupakan sumber hukum dasar Indonesia, sehingga seluruh hukum positif Indonesia diderivasikan atau dimunculkan dari nilai – nilai pancasila.
            Pancasila menjadi dasar filosofi bagi seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, termasuk sebagai filosofi Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Filsafat Pancasila adalah sebuah pandangan hidup utama yang harus dijalani oleh setiap warga negara Indonesia.
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Sunday, May 1, 2011

media cetak

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Pengantar
Pembicaraan tentang media cetak berarti membicarakan pers. Sebab terminologi pers terdiri dari: Pertama, pers dalam arti luas adalah seluruh alat komunikasi massa baik cetak maupun elektronik. Kedua, pers dalam arti sempit secara spesifik tertuju pada media cetak berbentuk surat kabar dan majalah. Dalam berbagai literatur surat kabar digunakan sebagai sebutan untuk media cetak yang content-nya mengutamakan hasil jurnalisme berbentuk berita (news). Sementara sebutan untuk pers digunakan untuk seluruh media massa tercetak yang terbit secara reguler baik yang mengutamakan jurnalisme maupun hiburan.

Manajemen Media Cetak
Kata manajemen berasal dari management (Inggris) yang diadobsi dari kata manaj (iare) (Italia) yang bermuara pada mamis (Latin) dengan makna tangan. Jadi manajemen dalam arti asalnya adalah memimpin, membimbing atau mengatur (Djuroto, 2000). Secara sederhana manajemen dimaknai sebagai getting result through the work of others. Sementara definisi yang sedikit lebih lengkap dengan mengutip pandangan pakar manajemen Hendry Fayol: “management is the direction of enterprise throught the planning, coordinating and controlling of its human materials resources toward the attainment of pre determined objectives”.Dengan kata lain manajemen mengandung dua pengertian
● Pertama, POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
● Kedua, 6 M (Men, Materials, Machine, Methods, Money, Market) (Soehoet,2002).

Manajemen merupakan konsekuensi logis dari kepercayaan (responsibility) dan kenyataan (reality) yang harus dibuktikan melalui struktur organisasi media cetak yang bersifat formal dan kecakapan yang bersifat fungsional (authority). Diantaranya bidang: redaksi, iklan, pemasaran dll.Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan diantaranya: peluang usaha, kemampuan SDM, kapital, SWOT dengan kompetitor, keinginan pembaca, perubahan sosial berupa teknologi, ekonomi, politik, budaya dll. Langkah yang perlu dilakukan antara lain: perhatian terhadap lingkungan eksternal, menjual ruang untuk iklan, efesiensi di semua unit usaha, suntikan modal dll. Semua pendapatan diperoleh dari penjualan produk media cetak (eceran, langganan, barter dll), penjualan kolom (iklan baris, duka cita dll) dan penjualan jasa kegiatan off print seperti seminar, pameran dll untuk membentuk image posistif (Djuroto, 2000).

Dengan mengutip pakar komunikasi Kanada Marshall McLuhan yang mengatakan the press is the extention of man, Jakob Oetama mengatakan pers merupakan perpanjangan alat untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap informasi, hiburan, pendidikan dan keingintahuan mengenai peristiwa yang terjadi di sekitarnya (Oetama, 1987). Inilah yang dimanifestasikannya dalam surat kabar KOMPAS yang didirikannya bersama dengan PK Ojong (alm) tanggal 28 Juni 1965 dengan struktur yang kurang lebih sebagai berikut: Pertama, owner: pemilik perusahaan yang menerima laporan pertanggungjawaban dari top manager. Terkadang owner identik dengan top manajer. Kedua, top manager: pengambil kebijakan internal dan eksternal. Serta pengendali perusahaan baik redaksional maupun usaha. Juga menerima laporan pemimpin redaksi dan pemimpin perusahaan. Ketiga, pemimpin umum: orang pertama dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas maju mundurnya institusi pers yang dipimpinnya. Serta menjadi penentu kebijakan, arah perkembangan laba rugi perusahaan. Termasuk berhak mengangkat atau memecat bawahannya. Terkadang pemimpin umum adalah top manager sekaligus owner. Keempat, wakil pemimpin umum: menjalankan tugas-tugas pemimpin umum atau menggantikannya dalam operasionalisasi harian. Kelima, bidang redaksi: pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, sekretaris redaksi, redaktur pelaksana, redaktur dan reporter bertanggung jawab terhadap semua isi penerbitan pers. Ini meliputi penyajian berita, peliputan fokus pemberitaan, topik, pemilihan headline dll. Keenam, bidang cetak: ditangani oleh operator cetak dan pengepakan hasil penerbitan sehingga sampai ke tangan pembaca. Ketujuh, bidang usaha: menerima laporan para manajer demi kepentingan perusahaan baik produksi dan distrubusi.

Zona Pasar Media Cetak
Pertama, CZ (City Zone): batas wilayah media cetak itu berada. Kedua, PMA (Primary Market Area): area utama tempat media cetak itu menyajikan berita dan pelayanan iklannya. Ketiga, RTZ (Retail Trading Zone): wilayah di luar CZ tempat media cetak itu diperjualbelikan. Keempat, NDM (Newspaper Designated Market): area geografis yang dianggap media cetak itu sebagai pasarnya.

Format Media Cetak

1. Broadsheet: ukuran surat kabar umum. Misalnya, KOMPAS, Media Indonesia, Republika dll.
2. Tabloid: ukuran setengah broadsheet. Format ini diperkenalkan untuk dikonsumsi oleh pembaca di kalangan masyarakat urban yang sibuk dalam transportasi umum seperti bus, kereta api dll. Misalnya, KORAN TEMPO dll.
3. Magazine: ukuran setengah tabloid atau seperempat broadsheet. Halamannya diikat dengan kawat, sampul lebih tebal dan mengkilap daripada halamannya. Misalnya, Majalah TEMPO dll.
4. Book: ukuran setengah magazine atau seperempat tabloid atau seperdelapan broadsheet. Misalnya, Majalah INTISARI dll.

Struktur Organisasi Media Cetak
Ada dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa: Bagian Redaksi (Editor Department) dan Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha (Business Department). Bagian Redaksi dipimpin oleh Pemimpin Redaksi. Bagian Pemasaran dipimpin olen Manajer Pemasaran atau Pemimpin Usaha. Di atas keduanya adalah Pemimpin Umum (General Manager). Ada juga Pemimpin Umum yang merangkap Pemimpin Redaksi.
Bagian Redaksi tugasnya meliput, menyusun, menulis, atau menyajikan informasi berupa berita, opini, atau feature. Orang-orangnya disebut wartawan. Redaksi merupakan merupakan sisi ideal sebuah media atau penerbitan pers yang menjalankan visi, misi, atau idealisme media.Bagian Redaksi dikepalai oleh seorang Pemimpin Redaksi. Di bawah Pemred biasanya ada Wakil Pemred yang bertugas sebagai pelaksana tugas dan penanggungjawab sehari-hari di bagian redaksi.
Pemred/Wapemred membawahi seorang atau lebih Redaktur Pelaksana yang mengkoordinasi para Redaktur (Editor), Koordinator Reporter atau Koordinator Liputan (jika diperlukan), para Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor. Termasuk Kontributor adalah para penulis lepas (artikel) dan kolumnis. Di Bagian Redaksi ada pula yang disebut Dewan Redaksi atau Penasihat Redaksi. Biasanya terdiri dari Pemred, Wapemred, Redpel, Pemimpin Usaha, dan orang-orang yang dipilih menjadi penasihat bidang keredaksian. Ada pula yang disebut Staf Ahli atau Redaktur Ahli, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuwan tertentu yang sewaktu-waktu masukan atau pendapatnya sangat dibutuhkan redaksi untuk kepentingan pemberitaan atau analisis berita. Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Redaktur Pracetak yang membidangi tugas Desain Grafis (Setting, Lay Out, dan Artistik) serta Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dapat masuk ke bagian Redaksi.

Tugas
1. Pemimpin Umum (General Manager)
Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan.

2. Pemimpin Redaksi
Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya ?digugat? pihak lain. Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk rencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun ? dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi? yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.

3. Dewan Redaksi
Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati.

4. Redaktur Pelaksana
Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana (Managing Editor). Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred/Wapemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.

5. Redaktur
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.

Redaktur Pracetak
Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani? Naskah Siap Cetak? (All In Hand/All Up) dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan (tataletak, lay out, artistik), dan hal-ihwal sebelum koran dicetak. Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak.
• Reporter
Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan? prajurit? di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
• Fotografer
Fotografer (wartawan foto atau juru potret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisan (reporter). Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).
• Koresponden
Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden (correspondent) atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain (daerah), di luar wilayah di mana media massanya berpusat.

Kontributor
Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolomnis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya (puisi, cerpen, esei) ke sebuah media massa. Wartawan Lepas (Freelance Journalist) juga termasuk kontributor. Wartawan Lepas adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat. Termasuk kontributor adalah Wartawan Pembantu (Stringer). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat.
Bidang Pendukung Redaksi
Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi serta bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Bagian Usaha (Business Department)
Bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (saling) media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi. Biasanya, bagian pemasaran dipimpin oleh seorang. Pemimpin Perusahaan atau seorang Manajer Pemasaran (Marketing Manager) yang membawahkan Manajer Sirkulasi, Manajer Iklan, dan Manajer Promosi.

Proses Media Cetak
Pertama, kebijakan redaksi yang tergantung pada ideologi atau politik media cetak. Misal, KOMPAS (Katolik), Suara Pembaruan (Kristen), Republika (Islam), Suara Karya (Parpol) dll. Kedua, frekuensi terbit: harian; mingguan, dwi mingguan; bulanan. Ketiga, tenggat terbit: jam (harian); hari tertentu (mingguan); minggu tertentu (bulanan). Ini perlu diketahui dan diperhatikan oleh pemasang iklan. Keempat, cetak: off set modern sampai dengan cetak digital jarak jauh. Kelima, sirkulasi: lokal; nasional; regional; internasional. Keenam, pembaca: jenis kelamin, usia, pendidikan, penghasilan, profesi, hobby, suku, agama dan ras/etnik. Ketujuh, metode distribusi: bagaimana media cetak itu didistribusikan. Misalnya, eceran, loper, agen, toko dll.

Contoh LayOut Media Cetak

Majalah
Surat Kabar
Brosur

Pamflet

Baliho

Daftar Pustaka
http://tonz94.wordpress.com/2009/05/02/manajemen-media-massa
http://stefanusakim.wordpress.com/2007/12/09/manajemen-keredaksian
http://komunikasi-kita.blog.friendster.com/2007/02/manajemen-media-media-cetak-dan-elektronik
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

Perubahan Sosial Masyarakat Madura sebagai Akibat dari Pembangunan Suramadu

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Menjelang detik – detik peresmian jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), seperti menjelang detik – detik ijab qabul pasangan suami istri. Setelahnya, akan ada kehidupan baru bagi kedua pasangan, Surabaya dan Madura, yang dipersatukan oleh jembatan Suramadu. Kehidupan baru ini, memicu adanya perubahan sosial yang pasti terjadi, khususnya di sekitar jalur jembatan Suramadu. Perubahan sosial yang muncul dipastikan akan mempengaruhi banyak aspek – aspek kehidupan masyarakat sekitar jembatan Suramadu, khususnya Masyarakat Madura sebagai objeknya. 

Tentu saja disini perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Madura bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial ini merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat Madura sebagai reaksi adanya perubahan teknis kewilayahan akibat dari pembangunan jembatan Suramadu.

Kurt Lewin yang dikenal sebagai bapak manajemen perubahan, mengenalkan konsep yang dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. Menurutnya, perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok, individu, atau organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Sama halnya dengan yang sedang dihadapi masyarakat Madura yang mendapat tekanan, yaitu tekanan menghadapi fakta keberadaan Suramadu yang sangat disadari akan membawa banyak pengaruh pada kehidupan sosial masyarakat Madura sendiri. Namun, masyarakat Madura menanggapi driving forces sebagai pengaruh positif yang dapat dimanfaatkan untuk perubahan sosial ke arah positif pula. Masyarakat Madura justru mereduksi resistences to change, dengan menemukan peluang perbaikan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan pelayanan kesehatan. Dengan adanya Suramadu diharapkan mampu mentransfer pola – pola kehidupan sosial penduduk Surabaya sebagai servis baru dalam pola kehidupan masayarakat Madura.

Dalam sebuah master plan yang dirancang untuk kedua wilayah jalur Suramadu, tergambar perubahan model tata ruang wilayah yang sangat signifikan. Digambarkan bahwa di kedua wilayah berubah menjadi pusat kehidupan dari wilayahmasing- masing, dengan jalan utama dan bangunan – bangunan utama yang menunjang segala kebutuhan dua wilayah tersebut. Gambar ini menunjukkan adanya reaksi terhadap perubahan sosial. Dalam hal ini perubahan sosial tidak muncul dengan sendirinya, melainkan memang direncanakan.

Masyarakat Madura menyadari sepenuhnya bahwa akan ada perubahan sosial, sehingga, diluar keterkaitan dengan master plan yang dimaksudkan, masyarakat madura juga telah merencanakan sendiri perubahan sosial tersebut. Masyarakat mulai mencari peluang dan menemukan kesempatan – kesempatan untuk memperbarui pola – pola kehidupan. Terlihat setelah diresmikannya Jembatan Suramadu, masyarakat berbondong – bondong membuka lapangan penghasilan disekitar jembatan Suramadu. Mengarah masuk ke Kota Bangkalan, juga mulai mucul berbagai fasilitas kemasyarakatan yang dibangun sebagai bentuk penerimaan terhadap adanya orang – orang baru dan investor yang nantinya akan mendatangi Madura. Telah muncul gerai fastfood, pasar induk yang diimplementasikan dari bentuk mall, cafe, dan bangunan – bangunan lain yang mengidentifikasikan kehidupan perkotaan seperti di Surabaya. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Madura akan banyak meniru pola kehidupan sosial masyarakat Surabaya, sebagai bentuk transfer, yang kini telah mudah, yaitu melalui Jembatan Suramadu.

Asumsi masyarakat adalah bahwa dengan adanya Jembatan suramadu tidak sekedar menghubungkan, melainkan telah menyatukan antara Surabaya dengan Madura. Sehingga sesuatu yang satu itu adalah sama. Masyarakat Madura yang notabene secara kultural maupun bahasa sangat berbeda dengan masyarakat Surabaya, nantinya akan menjalani proses perubahan sosial untuk menyamakan diri dengan masyarakat Surabaya, sebagai suatu hal yang satu. Mengapa bukan sebaliknya? Tentu kita menyadari, bahwa perubahan selalu terkait dengan arah yang positif dan maju, sehingga yang berubah itu adalah dari yang tradisional menuju modernisasi. 

Menurut Max Weber dalam Berger (2004), bahwa, tindakan sosial atau aksi sosial (social action) tidak bisa dipisahkan dari proses berpikir rasional dan tujuan yang akan dicapai oleh pelaku. Perubahan sosial yang diupayakan masyarakat Madura, diharapkan mengarah kepada arah yang positif, yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan sosial. Peningkatan kualitas perekonomian, perbaikan mutu pendidikan, kelengkapan fasilitas kehidupan, serta kelayakan berkehidupan menjadi harapan yang digantungkan pada pemanfaatan jembatan Suramadu. Sudah barang tentu, perubahan sosial ini nantinya akan menyebabkan perubahan kultural, bahasa, dan moralitas. 

Perubahan tersebut tidak selalu mengarah kepada hal yang positif sebagaimana yang diharapkan, sekalipun telah direncanakan. Khususnya perubahan moralitas, mengikuti modernisasi, dimana masyarakat modern Surabaya telah sangat dipengaruhi oleh modernisasi Barat. Perilaku – perilaku Barat telah menjadi tolak ukur, sekalipun banyak yang bertentangan dengan nilai ke-Timuran. Sehingga yang menjadi tantangan terberat bagi masyarakat Madura adalah bagaimana nantinya mengambil sari – sari kehidupan masyarakat Surabaya tanpa menghilangkan nilai moralitas dan kultural masyarakat Madura itu sendiri. Masyarakat Madura sebagai masyarakat yang agamis harus tetap menjaga nilai – nilai yang telah melekat, sekalipun nantinya perubahan telah benar – benar terjadi pada masyarakat Madura Pasca tejadinya transfer kehidupan sosial dari Surabaya menuju Madura melalui Jembatan Suramadu. Semoga Madura semakin maju dan modern. (UTM; 2009)


 Artikel ini mengantarkanku terpilih sebagai Asisten Dosen dalam seleksi bersama dua peserta lainnya, pada semester ketiga kuliahku..
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

coverku

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Pemulihan Kesehatan Jiwa Pasien di Lembaga Rehabilitasi Narkoba/Napza Melalui Komunikasi Terapeutik





PROPOSAL SEMINAR

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Universitas Trunojoyo
untuk Ujian Proposal




Oleh:

Yuliana Setia Rahayu
08.05.311.00037






JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO BANGKALAN
MADURA
2011
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info

contoh questioner - ROP

sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info
Questioner ini digunakan untuk mengetahui opini Mahasiswa Ilmu Komunikasi terhadap kegiatan Belajar Mengajar di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo
Periode 2010-2011 serta sebagai evaluasi bersama

Nama:…………………………………………… NPM:……………………………………
Jawablah seluruh pertanyaaan di bawah ini dengan sungguh-sungguh.. (lingkari jawaban anda)

1. Berapakah usia anda? ……..

2. Anda berada di semester ….
1. II (dua) 2. IV (empat) 3. VI (enam) 4. VIII (delapan) 8.Lainnya…(sebutkan)

3. Anda berjenis Kelamin……..
1. Laki-laki 2. Perempuan

4. Anda ada di konsentrasi komunikasi…..
1. Politik 2. Bisnis 

5. Daerah asal anda ……
1. Madura 2. Luar Madura

6. Apakah anda mengenal dosen ilmu komunikasi?
1. Seluruhnya 2. Sebagian 8. Tidak sama sekali

7. Berapa banyak dosen yang anda kenal?
1. 1 5. 5 9. 9 13. 13
2. 2 6. 6 10. 10 14. 14
3. 3 7. 7 11. 11 15. 15
4. 4 8. 8 12. 12 16. 16

Soal 8-39 [beri centang pada kolom yang Anda pilih (v)]

Kenalkah Anda dengan nama-nama dosen jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo di bawah ini?

No. Nama Kenal(1) Tidak Kenal(2)
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

Sukakah anda terhadap dosen jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo di bawah ini?

No. Nama Suka (1) Tidak Suka (2)
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.

40. Menurut Anda, bagaimanakah proses belajar Mengajar di Jurusan Ilmu Komunikasi?
1. Sangat Baik 2. Baik 3. Buruk 4. Sangat Buruk 8. Lainnya……………

41. Apakah pembelajaran bapak/ibu dosen mudah dipahami oleh mahasiswa?
1. Mudah dipahami 2. Sulit dipahami 3. Tidak sama sekali 8. Lainnya……………

42. Metode pembelajaran apa yang paling sering digunakan oleh bapak/ibu dosen dalam kelas?
1. Presentasi Mahasiswa 4. Hanya memutar Slide
2. Diskusi 5. Praktek Lapangan
3. Menerangkan 8. Lainnya ………………..

43. Metode pembelajaran apa yang paling Anda sukai?
1. Presentasi Mahasiswa 4. Hanya memutar Slide
2. Diskusi 5. Praktek Lapangan
3. Menerangkan 8. Lainnya ………………..

44. Metode pembelajaran apa yang paling TIDAK Anda sukai?
1. Presentasi Mahasiswa 4. Hanya memutar Slide
2. Diskusi 5. Praktek Lapangan
3. Menerangkan 8. Lainnya ………………..

45. Apakah bapak/ibu dosen sering datang terlambat ke kelas?
1. Ya 2. Tidak 3. Kadang-kadang 8. Jarang

Soal no 46 - 61[beri centang pada kolom yang anda pilih (v)]

Apakah dosen di bawah ini datang terlambat?
No. Nama Sering (1) Kadang-kadang (2) Jarang (3) Tidak Pernah (8)
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.

62. Apakah Anda mengingat materi yang diterangkan oleh bapak/ibu dosen pada semester sebelumnya?
1. Sangat Mengingat 2. Cukup Mengingat 3. Sedikit Mengingat 8. Lupa sama sekali

63. Apakah Anda mengingat materi yang diterangkan oleh bapak/ibu dosen pada semester ini?
1. Sangat Mengingat 2. Cukup Mengingat 3. Sedikit Mengingat 8. Lupa sama sekali

64. Apakah Anda suka dengan sistem penilaian yang diterapkan bapak/ibu dosen?
1. Sangat Suka 2. Cukup suka 3. Sedikit suka 8. Tidak sama sekali

65. Apakah Anda puas dengan nilai yang diberikan oleh bapak/ ibu dosen?
1. Sangat Puas 2. Cukup Puas 3. Sedikit Puas 8. Tidak sama sekali

66. Apakah menurut Anda bapak/ibu dosen bersifat terbuka terhadap nilai yang di peroleh oleh siswanya? (mencakup nilai keseharian, UTS, UAS)
1. Sangat terbuka 2. Cukup terbuka 3. Sedikit terbuka 8. Tidak sama sekali

67. Apakah Anda mengetahui keberadaan Laboratorium komunikasi?
1. Tahu 2. Tidak tahu

68. Apa Anda mengenal seluruh ruangan Lab. Komunikasi?
1. Seluruhnya 2. Sebagian 8. Tidak sama sekali

69. Apa Anda mengenal seluruh peralatan dalam dalam lab.komunikasi?
1. Seluruhnya 2. Sebagian 8. Tidak sama sekali

70. Pernahkah Anda diperkenalkan pada alat-alat dalam Lab.komunikasi?
1. Pernah seluruhnya 2. Pernah sebagian 8. Tidak sama sekali

71. Apakah Anda menggunakan alat-alat dalam Lab.komunikasi ?
1. Sangat sering 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

72. Kapan anda menggunakan alat-alat Lab.komunikasi ?
1. Dalam perkuliahan 2. Dalam kegiatan 8.Lainnya.....

73. Menurut anda sudah lengkapkah peralatan yang dipunyai oleh Lab.komunikasi?
1. Ya lengkap 2. Tidak lengkap 3. Kurang lengkap 8. Tidak sama sekali

74. Menurut anda penggunaan Lab.komunikasi mendukung perkuliahan atau tidak?
1. Sangat mendukung 2. Cukup mendukung 3. Kurang 8. Tidak sama sekali

75. Tahukah anda tentang keberadaan Ruang Baca Jurusan Ilmu Komunikasi?
1. Tahu 2. Tidak tahu

76. Pernahkah anda berkunjung ke Ruang Baca Jurusan Ilmu Komunikasi?
1. Sering 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak pernah

77. Pernahkah anda meminjam buku di Ruang Baca Jurusan Ilmu Komunikasi?
1. Sering 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak pernah

78. Apakah menurut anda ruang baca tersebut mendukung perkuliahan anda?
1. Sangat mendukung 2. Cukup mendukung 3. Kurang 8. Tidak sama sekali

79. Apakah Anda tahu Ruang Kuliah yang dimilikui Jurusan Ilmu Komunikasi?
1. Tahu 2. Tidak tahu

80. Apakah ruang kuliah yang dimiliki jurusan ilmu komunikasi mendukung perkuliahan Anda?
1. Sangat mendukung 2. Cukup mendukung 3. Kurang 8. Tidak sama sekali

81. Menurut anda, apakah mata kuliah di jurusan ilmu komunikasi memenuhi kebutuhan pengetahuan Anda?
1. Sangat memenuhi 2. Cukup memenuhi 3. Kurang memenuhi 8. Tidak sama sekali

82. Apakah perlu penambahan mata kuliah di jurusan ilmu komunikasi?
1. Perlu (sebutkan) …………........................ 2. Tidak perlu

83. Apakah Anda mengikuti seluruh perkuliahaan di mata kuliah yang anda ambil?
1. Selalu 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

84. Apakah Anda pernah membolos/tidak mengikuti perkuliahan?
1. Sering 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

85. Mengapa Anda membolos/ tidak mengikuti perkuliahan?
1. Ikut kegiatan Ekstra/UKM/UKMF 2. Sakit 3. Terlambat
4. Malas 5. Dosen tidak menyenangkan 8. Lainnya…………..

86. Apakah Anda selalu mengerjakan tugas dari dosen Anda?
1. Selalu 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

87. Mengapa Anda tidak mengerjakan tugas? (lewati jika Anda selalu mengerjakan tugas)
1. Sibuk berkegiatan Ekstra/UKM/UKMF 2. Sakit 3. Tugas terlalu sulit
4. Malas 5. Dosen tidak menyenangkan 8. Lainnya…………..

88. Pernahkah Anda terlambat datang ke kelas?
1. Sering 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

89. Mengapa Anda datang terlambat ke kelas?
1. Sibuk berkegiatan Ekstra/UKM/UKMF 2. Sakit 3. Terlalu pagi/kesiangan
4. Malas 5. Dosen tidak menyenangkan 8. Lainnya…………..

90. Ketika mengerjakan tugas, apa sumber pemikiran anda?
1. Catatan dari dosen 2. Buku 3. Internet
4.Hasil diskusi dengan teman 5. Pemikiran sendiri 8. Lainnya…………..

91. Apakah Anda mengerjakan tugas perkuliahan Anda dengan sungguh-sungguh?
1. Selalu 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

92. Apakah Anda mengikuti perkuliahan Anda dengan sungguh-sungguh?
1. Selalu 2. Kadang-kadang 3. Jarang 8. Tidak sama sekali

Silahkan mengopinikan pendapat Anda mengenai kegiatan Belajar Mengajar di Jurusan Ilmu Komunikasi (jika belum tercantum dalam pertanyaan) ………………………………………………………………….
sepatu orthopadi orthoshoping.com sepatu untuk koreksi kaki pengkor/ bengkok pada balita kelainan kaki pada balita arrow
Ads orthoshop info